SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    TANGGAPAN MAHASISWA S1 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BUSANA ANGKATAN 2013 TERHADAP PELAKSANAAN MATAKULIAH MUB INDUSTRI

    No full text
    ABSTRACT Hasanah, Nur Umiyati. 2016. Tanggapan Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Tata Busana Angkatan 2013 Terhadap Pelaksanaan Matakuliah MUB Industri. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd,  (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.Kata Kunci: Tanggapan, Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana, Pelaksanaan Matakuliah MUB Industri, Mengelola Usaha Busana IndustriTanggapan adalah gambaran dalam ingatan tentang kesan-kesan yang diperoleh setelah proses pengamatan. MUB Industri merupakan kepanjangan dari Manajemen Usaha Busana Industri,  merupakan matakuliah yang melatih mahasiswa untuk mengelola  usaha busana secara massal yang memberikan bekal pengalaman mengelola usaha busana melalui praktek pengelolaan usaha busana industri sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen usaha busana. Salah satu kendala pada pelaksanaan matakuliah ini bagi mahasiswa adalah syarat kelulusan matakuliah, yaitu pencapaian omset minimal. Pelaksanaan matakuliah MUB Industri terdiri dari 3 tahap yaitu: 1) tahap perencanaan, 2) tahap pelaksanaan dan 3) tahap evaluasi.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2013 terhadap pelaksanaan matakuliah MUB Industri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 32 orang mahasiswa dari kelas offering A dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup. Instrumen angket ini diuji validitas menggunakan validitas isi (content validity) dan dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas menggunakan reliabilitas cronbach alpha.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran terlaksana dengan  baik. Penelitian ini tidak dapat digeneralisasi pada populasi lain, karena penelitian ini hanya dilakukan pada satu kelas mahasiswa. Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu, hendaknya mahasiswa mampu melakukan manajemen waktu yang baik serta meningkatkan etos kerja, sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik hasil. Selain itu, diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan matakuliah MUB Industri selanjutnya

    ANALISIS PERBEDAAN HASIL PENGAMATAN FITTING FACTOR BLUS PAS BADAN UKURAN XL MENGGUNAKAN SISTEM POLA SO-EN MODIFIKASI DENGAN SISTEM POLA PSMI

    No full text
    ABSTRACT Aisyiyah, Liza Iftitah. 2016. Analisis Perbedaan Hasil Pengamatan Fitting Factor Blus Pas Badan Ukuran XL Menggunakan Sistem Pola So-En Modifikasi dengan Sistem Pola PSMI. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S.T., M.T., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.Kata Kunci: FittingFactor, Blus Pas Badan, Sistem Pola So-EnModifikasi, Sistem Pola PSMISistem pola So-En merupakansalah satu sistem pola dari Jepang yang cukup populer dan banyak digunakan secara universal.Sistem pola PSMI merupakan modifikasidari sistem pola Danckaerts yangditerapkan di LKP (LembagaKursusdanPelatihan) bidangmenjahit dan menjadi standar untuk ujian negara yang diikuti oleh LKP bidang menjahit. Perbedaan antara So-En dengan PSMI, di antaranya: langkahpembuatanpola, jumlah ukuran yang dibutuhkan dalam membuat pola, bentuk tengahmukapola, serta ada atau tidaknya kupnat bahu.Menurut hasil survei di beberapaLKPbidangmenjahit di Malang danBangil, Pasuruan; sistem So-En dan PSMI cukup bagus diterapkan pada wanita bertubuh ideal, sehingga peneliti ingin mengetahui perbedaan kedua sistem pola tersebut untuk wanita bertubuh besar (XL).Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan yang signifikan pada hasilpengamatanfitting factor blus pas ba¬dan ukuran XL yang menggunakan sistem pola So-En modifikasidengan sistempola PSMI serta mengetahui sistem pola yang lebih sesuai apabila diterapkan pada pembuatan blus pas badan berukuran XL. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian korelasi. Subjek penelitian ini adalah wanita berukuran tubuh XL SNI (StandarNasional Indonesia). Pengambilan data dilakukan dengan mengepaskan blus pas badan pada subjek penelitian, kemudian panelis sebanyak tiga orang menilai fitting factor blus menggunakan instrumen angket.Uji validitas instrumen dilakukan menggunakan rumus Kendall’s Tau, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha, yang keduanya diolah dengan softwareSPSS 20.00 for Windows. Sementara itu, uji hipotesis diolah menggunakan uji sttatistiknonparametrikMann Whitney(U-test). U-test digunakan untuk menguji signifikasi perbedaan dua sampel independenuntukukuran data yang tidaksamadandatanya berbentuk ordinal. Ada duatingkatanfitting factor dalaminstrumenpenelitianini yang terdiridaritepat(skor 2) dantidaktepat(skor 1). Pengujian hipotesis menggunakan uji dua arah dengan nilai Asymp Sig. (2-tailed) = 0,13 yang berarti Asymp Sig. (2-tailed) ≤ α, sehingga peneliti dapat mengambil keputusan, yakni menolak hipotesis nol (Ho). Hal ini berarti hipotesis alternatif diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasilpengamatanfitting factor secara signifikan antara blus pas badan ukuran XL yang menggunakan sistem pola So-En dengan blus pas badan ukuran XL yang menggunakansistem pola PSMI

    StudiTentang Motif Batik Banyuwangi

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan 9 motif dan makna motif batik Banyuwangi yang banyak dikembangkan oleh pengrajin. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan sebagai pengumpul data adalah peneliti sendiri. Sejarahwan, Pengusaha Batik Tatsaka, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata merupakan sumber data dalam penelitian ini. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ada tiga langkahan alisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi atau penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk menjaga keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu terdapat 9 motif batik Banyuwangi, yaitu: 1. Gajah oling, 2. Kangkung setingkes, 3. Paras gempal, 4. kopi pecah, 5. gedegan, 6. ukel, 7. moto pitik, 8. Blarak semplah, 9. Dilem semplah. 9 motif batik Banyuwangi termasuk golongan non geometris . Ragamhias motif batik Banyuwangi terisnpirasi dari Flora dan Fauna. Motif batik di Banyuwangi memiliki ornamen utama dan ornamen tambahan. Motif gajah oling sebagai ornamen utama dalam satu produk kain, karena motif gajah oling menjadi ciri khas batik banyuwangi dan menjadi motif unggulan, kecuali motif kangkung setingkes, satu-satunya motif yang tidak dipadukan dengan motif batik gajah oling maupun motif batik lainnya. Batik Banyuwang imemiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Banyuwangi. Pada intinya tentang dinamika, pelajaran hidup, dan religi yang berhubungan dengan masyarakat Banyuwangi. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah (1) Bagi Lembaga Pendidikan diharapkan memanfaatkan hasil penelitian tentang motif batik Banyuwangi sebagai referensi penelitian lanjut. (2) Bagi mahasiswa bisa menindaklanjuti hasil penelitian terkait motif batik (3) Bagi Industri dan Pengrajin diharapkan partisipasi yang lebih mendalam untuk melestarikan motif batik Banyuwangi supaya tidak punah. (4) Bagi masyarakat diharapkan partisipasi yang lebih untuk mencintai produk dalam negeri. (5) Bagi Dinas Pariwisata diharapkan batik Banyuwangi bisa menjadi daya tarik atau ikon untuk wisatawan. (6) Bagi dinas perindustrian diharapkan untuk mengangkat produk batik Banyuwangi tidak hanya di didalam negeri tetapi juga di luarnegeri.

    Identifikasi Hambatan Mahasiswa Tata Busana dalam Mempelajari Manajemen Butik Pada Pelaksanaan Praktik Industri Tahun 2015

    No full text
    ABSTRAK Rosalia, Kusnul. 2016. Identifikasi Hambatan Mahasiswa Tata Busana dalam Mempelajari Manajemen Butik pada Pelaksanaan Praktik Industri Tahun 2015. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah. M.Pd,  (II) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn Kata Kunci : hambatan belajar, pelaksanaan praktik industri, manajemen butik  Universitas Negeri Malang merupakan lembaga perguruan tinggi negeri yang bergerak di bidang pendidikan dan berperan penting dalam penyiapan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya. Mahasiswa Teknologi Industri khususnya tata busana dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan dengan harapan mampu menjadi mahasiswa yang kompeten di bidangnya, salah satunya adalah dengan terlaksananya matakuliah Praktik Industri yang pada pelaksanaannya terdapat kegiatan belajar mengenai manajemen perusahaan dan produksi busana. Alumni D3 Tata Busana diharapkan akan menjadi wirausaha di bidang busana, sementara alumni S1 Pendidikan Tata Busana diharapkan menjadi tenaga ahli di bidang pendidikan yang menguasai pengetahuan mengenai bidang busana, termasuk didalamnya pengetahuan tentang manajemen usaha. Oleh karena itu, kegiatan mahasiswa praktikan dalam mempelajari manajemen usaha di tempat PI sangat perlu dilakukan karena hal tersebut menunjang kompetensi sebagai supervisor serta pengelola usaha busana. Namun, hasil penelitian mengenai pelaksanaan PI di jurusan Teknologi Industri menyatakan bahwa aspek yang dinilai belum efektif salah satunya adalah kegiatan umum yang meliputi aspek manajemen usaha karena belum maksimal dipelajari mahasiswa. Hal tersebut mengindikasikan adanya hambatan belajar bagi mahasiswa praktikan dalam mempelajari aspek manajemen usaha pada pelaksanaan PI.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan mahasiswa tata busana pelaksana PI tahun 2015 dalam mempelajari manajemen butik pada pelaksanaan PI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa pelaksana Praktik Industri tahun 2015 sejumlah 63, dan sample yang digunakan adalah keseluruhan populasi. Teknik pengambilan data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Uji validitas instrumen yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji validitas konstruk oleh tiga orang ahli diantaranya koordinator Praktik Industri, dosen pengajar matakuliah kependidikan Tata Busana serta dosen ahli di bidang pendidikan. Berdasarkan uji validitas konstruk dari ketiga ahli, item instrumen pada kuesioner penelitian dapat dikategorikan sesuai dengan variabel terkait dan layak untuk digunakan sebagai instrumen penelitian dengan revisi. Uji reliabilitas dilakukan dengan  uji coba pada duapuluh sample yang memiliki kriteria sama menggunakan formula Alpha Cronbach dan memperoleh skor 0.958. Kriteria reliabilitas instrumen untuk jumlah sample kurang dari 30 orang adalah 0.60 sehingga instrumen yang telah diuji dinyatakan reliabel.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan mahasiswa praktikan dalam mempelajari manajemen butik pada pelaksanaan PI tahun 2015 memiliki hambatan yang rendah (80,95% mahasiswa). Hal tersebut menyebabkan kurang maksimalnya mahasiswa dalam mempelajari manajemen butik.   Saran bagi mahasiswa berkaitan dengan hasil penelitian tersebut diantaranya (1) bagi mahasiswa praktikan, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan diantaranya mahasiswa perlu saling memberikan semangat positif terhadap rekan praktikan agar tercipta lingkungan belajar yang positif; mahasiswa perlu mempelajari lebih dalam mengenai ruang lingkup aspek-aspek manajemen usaha agar mahasiswa praktikan memahami dengan baik mengenai hal-hal yang harus dipelajari mengenai manajemen usaha di tempat PI; mahasiswa perlu memanfaatkan waktu dengan efisien selama pelaksanaan PI sehingga kegiatan belajar mengenai aspek produksi busana serta aspek manajemen usaha dapat dilaksanakan secara maksimal; mahasiswa perlu menumbuhkan motivasi dan minat dalam mempelajari manajemen usaha. (2) bagi peneliti selanjutnya, penelitian mengenai hambatan mahasiswa praktikan dalam melaksanakan kegiatan PI dapat dilakukan baik pada tempat berbeda, maupun pada aspek berbeda

    Studi Tentang Pewarnaan Alam Menggunakan Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Pada Industri Batik di Kota Probolinggo

    No full text
    ABSTRACT Mentari, Nuria. 2016. Studi Tentang Pewarnaan Alam Menggunakan Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Pada Industri Batik di Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Hery S.I., M.Pd., (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn.Kata kunci: Pewarnaan Alam, Daun KersenKersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alam. Kondisi keberadaan daun kersen mudah didapat, disepanjang Jalan Raya Pantura (Pasuruan-Probolinggo-Situbondo). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang pewarnaan alam batik tulis menggunakan daun kersen dengan fiksator tawas, kapur, dan tunjung pada industri batik di Kota Probolinggo . Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik sekaligus pengrajin dari industri Wasis Unik, Batik Mnaggur, dan D’ Aisha. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu berupa pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi. Triangulasi, perpanjangan pengamatan, dan peningkatan ketekunan dilakukan untuk menjaga keabsahan data. Analisis data dimulai dari mereduksi data, menyajikan, dan memberikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 4 kesimpulan sebagai berikut,  (1) Proses mordanting pada industri batik di Kota Probolinggo dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan tawas dan minyak nyamplung. Bahan yang digunakan pada proses mordanting menggunakan minyak nyamplung yaitu 250 gr  kain katun (115 cm x 250 cm), 75 ml minyak nyamplung, dan 2,5 liter air. Proses mordanting tawas untuk 250 gr  kain katun (115 cm x 250 cm) menggunakan 100 gr tawas dan 3,5 liter air, (2) Proses ekstraksi daun kersen pada industri batik di Kota Probolinggo menggunakan perbandingan 1,25-2 kg/ 10 L air. Warna yang dihasilkan dari larutan warna daun kersen yaitu kuning kecoklatan, (3) Proses pewarnaan alam pada industri batik di Kota Probolinggo dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pencelupan warna dan kuwasan, (4) Proses fiksasi menggunakan tawas dan kapur pada pewarnaan daun kersen oleh industri batik di Kota Probolinggo menghasilkan warna yang sama yaitu khaki atau kuning pucat agak kecoklatan, sedangkan pada proses fiksasi menggunakan tunjung menghasilkan warna coklat hingga coklat tua.  Saran dalam penelitian ini bagi Industri batik di Kota Probolinggo diharapkan menjaga konsistensi larutan pewarna alam daun kersen yang pekat untuk membantu mengimbangi penyerapan warna yang baik, serta menjaga kualitas batik terlebih pada penggunaan pewarnaan alam secara kuwasan. Konsumen diharapkan selektif dalam memilih batik tulis dengan pewarnaan alam berkualitas baik terutama dari sisi pewarnaan. Pada penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan percobaan mengenai pengaruh soda abu dalam proses mordanting terhadap hasil pewarna alam

    Tanggapan Guru Tata Busana Terhadap Penggunaan Media Pembelajaran Adobe Flash 8 Pada Pembuatan Pola Dasar Sistem So-En Kelas X Busana Butik Pada SMK Di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Nisa, Siti Khoirin. 2015. Tanggapan Guru Tata Busana Terhadap Penggunaan Media Pembelajaran Adobe Flash 8 Pada Pembuatan Pola Dasar Sistem So-En Kelas X Busana Butik Pada SMK Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd,  (II) Dra. Sri Eko puji Rahayu, M.Si.   Kata Kunci: Tanggapan, Penggunaan Media Pembelajaran Adobe Flash, Pola Dasar Sistem So-En.   Media pembelajaran merupakan sarana yang digunakan untuk mempermudah penyampaian informasi dalam pembelajaran. Penggunaan media dalam pembelajaran tidak hanya dapat mempermudah guru dalam pembelajaran melainkan juga dapat membantu siswa mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Salah satu jenis media pembelajaran yang sedang berkembang saat ini adalah media pembelajaran audiovisual. media pembelajaran audiovisual dapat dibuat dengan berbagai macam program komputer, salah satunya adalah adobe flash. Media pembelajaran berbasis adobe flash telah berhasil dikembangkan diantaranya adalah media pembelajaran untuk pembuatan pola dasar sistem So-En, yang dibuat oleh Hatiful Ummi. Media tersebut dikembangkan dengan tujuan mempermudah guru dalam menyampaikan materi pola dasar sistem So-En. Adanya media tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pembelajaran dan meningkatkan efektifitas pembelajaran pembuatan pola dasar sistem So-En yang selama ini masih berlangsung secara konvensional. Menindak lanjuti hasil pengembangan media tersebut, peneliti ingin mengetahui tanggapan guru tata busana terhadap media adobe flash 8 untuk pembuatan pola dasar So-En jika digunakan dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan guru Tata Busana terhadap penggunaan media pembelajaran adobe flash 8 untuk pembuatan pola dasar So-En kela X jurusan Busana Butik pada SMK di kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu guru tata busana pada SMK di kota Malang khususnya yang sedang dan pernah mengajar pola dasar sistem So-En. Sampel penelitian berjumlah 14 orang yang menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian tentang tanggapan guru Tata Busana terhadap penggunaan media pembelajaran adobe flash 8 pada pembuatan pola dasar sistem So-En kelas X Busana Butik pada SMK di kota Malang menunjukkan bahwa guru tata busana menilai bahwa media pembelajaran adobe flash 8 untuk pembuatan pola dasar sistem So-En adalah media yang baik. Hal tersebut karena guru Tata Busana menilai media pembelajaran adobe flash 8 untuk pembuatan pola dasar sistem So-En telah sesuai dengan fungsi media pembelajaran, faktor-faktor penggunaan media dalam pembelajaran serta kriteria penggunaan media dalam pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut guru Tata Busana setuju terhadap penggunaan media pembelajaran adobe flash 8 pada pembelajaran pembuatan pola dasar sistem So-En karena media tersebut merupakan media yang baik serta dapat membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.  Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu, hendaknya guru tetap mendampingi pembelajaran, serta mempelajari program adobe flash agar mampu mengembangkan media sendiri. Bagi pihak sekolah diharapkan melengkapi fasilitas yang dibutuhkan untuk penggunaan media berbasis adobe flash untuk memudahkan penggunaan media berbasis adobe flash

    Tanggapan Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Pada Media Macromedia Flash (Adobe Flash) Proporsi Tubuh Wanita Dewasa

    No full text
    ABSTRAK   Murdianti, Renny Dwi. 2015. Tanggapan Mahasiswa Prodi  S1Pendidikan Tata Busana Pada Media Macromedia  Flash (Adobe Flash) Proporsi Tubuh Wanita Dewasa.  Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan  Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri  Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti,  M.Pd, (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd.   Kata Kunci: Media Pembelajaran, Proporsi TubuhWanita Dewasa   Media pembelajaran pada materi pembuatan proporsi tubuh wanita dewasa ang tersedia saat ini bersifat konvensional dalam bentuk media cetak sehingga mahasiswa kurang bisa memahami, cenderung pasif dan membosankan. Materi ini dirasa kurang bisa dipahami siswa jika hanya dengan metode menerangkan, bertatap muka dan hanya didukung dengan media cetak. Oleh karena itu, perlu dikembangkan jenis media pembelajaran yang lain yaitu dalam bentuk media macromedia flash (Adobe Flash) berdasarkan kinerja media, kelengkapan media, kesesuaian media dan kualitas media. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan refernsi media pembelajaran yang menarik dengan menggunakan macromedia flash (Adobe Flash) pada materi pembuatan proporsi tubuh wanita dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tanggapan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana pada media Macromedia Flash (Adobe Flash) proporsi tubuh wanita dewasa. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Universitas Negeri Malang dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Tata Busana angkatan 2013 dengan jumlah total populasi 65 mahasiswa. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas konstruk. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner (angket) tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistic deskriptif dengan presentase. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa tanggapan mahasiswa S1 Tata Busana Universitas Negeri Malang angakatan 2013 pada media pembelajaran media Macromedia Flash (Adobe Flash) proporsi tubuh wanita dewasa sebagai berikut: (1) tanggapan mahasiswa terhadap kinerja media Macromedia Flash (Adobe Flash)sejumlah 74% dinyatakan mahasiswa merasa puas terhadap media. (2) tanggapan mahasiswa terhadap kelengkapan media Macromedia Flash (Adobe Flash)sejumlah 79% menyatakan mahasiswa merasa media sudah lengkap. (3) tanggapan mahasiswa terhadap kesesuaian media Macromedia Flash (Adobe Flash)sejumlah 78% menyatakan mahasiswa merasa media telah sesuai dengan materi yang diajarkan. (4) tanggapan mahasiswa terhadap kualitas media Macromedia Flash (Adobe Flash)sejumlah 81% menyatakan mahasiswa merasa media yang ditampilkan berkualitas baik. Saran penelitian (1) bagi mahasiswa untuk dapat lebih baik dalam penguasaan materi proporsi tubuh wanita dewasa dalam penggunaan media yang baru selain media cetak yaitu media Macromedia Flash (Adobe flash) sebagai salah satu masukan bagi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan pada materi dasar desain khusunya proporsi tubuh wanita dewasa. (2) bagi jurusan diharapkan dapat memberi referensi media pembelajaran yang baru selain media yang sudah ada yaitu media cetak, hal ini dapat menjadikan referensi pembelajaran yang menarik dalam menunjang mata kuliah terkait. (3) bagi pengajar sebagai masukan mendukung proses pengajaran yang selama ini menggunakan media cetak/hard copy namun akan lebih baik jika didukung dengan menggunakan Media Macromedia Flash (Adobe Flash)/soft copy agar mahasiswa lebih tertarik dalam kegiatan pembelajaran terkait. (4) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan wacana untuk mengembangkan lebih lanjut media Macromedia Flash (Adobe Flash) agar lebih baik lagi sebagai media pendukung pembelajaran

    PREFERENSI SISWA TERHADAP PELAKSANAAN TES SELEKSI PENEMPATAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) PROGAM KEAHLIAN BUSANA BUTIK DI SMK NEGERI 1 BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO

    No full text
    ABSTRACT PREFERENSI SISWA TERHADAP PELAKSANAAN TES SELEKSI PENEMPATAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) PROGAM KEAHLIAN BUSANA BUTIK DI SMK NEGERI 1 BAURENO KABUPATEN BOJONEGOROTes seleksi penempatan prakerin adalah suatu kegiatan tes yang ditujukan untuk menyeleksi siswa untuk ditempatkan prakerin pada tempat yang telah disediakan oleh sekolah. Hal yang melatarbelakangi SMK Negeri 1 Baureno untuk melakukan tes seleksi penempatan dikarenakan SMK Negeri 1 Baureno memiliki kerjasama dengan pihak industri dalam bentuk penyaluran tenaga kerja dan penyediaan tempat prakerin. Adanya kerjasama dengan industri serta ingin menunjukan kualitas yang dimiliki oleh pihak sekolah, sehingga sekolah mengirimkan siswa-siswa terbaik hasil dari seleksi sekolah kepihak DU/DI  tersebut. Tes seleksi tersebut dapat dianggap merupakan keputusan sepihak jika tidak memperhatikan keseimbangan antara kepentingan sekolah dan kemampuan serta kesanggupan siswa. Sehubungan dengan hal tersebut dirasa perlu mengetahui bagaimana preferensi siswa dengan adanya pelaksanaan tes seleksi penempatan prakerin.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 41 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik instrumen berupa angket  yang ditujukan pada siswa kelas XII progam kehlian Busana Butik di SMKN 1 Baureno yang telah mengikuti prakerin.Hasil penelitian menunjukan bahwa Preferensi siswa ditinjau dari faktor biaya dari peranan alokasi biaya yang diukur melalui kesesuaian biaya rata-rata siswa menjawab cukup terjangkau yaitu sebesar 53,7% untuk biaya administrasi, 43,9% untuk survey tempat prakerin dan antar surat ketempat prakerin yang disediakan sekolah, diukur melalui perbandingan biaya rata-rata siswa menjawab 63,4% siswa menjawab biaya yang prakerin dari sekolah mahal dan 70,7% siswa menjawab tidak mahal.Preferensi siswa ditinjau dari faktor bukan biaya yaitu faktor produk yang diukur dengan tangible sebanyak 63,4% siswa menyatakan fasilitas yang disediakan oleh sekolah baik. Jika diukur dari segi reliability sebanyak 65,8% siswa menjawab setuju atas konsistensi pelaksanaan tes. Dilihat segi responsiveness sebesar 70,8% siswa menjawab baik terhadap kemampuan guru dalam memberikan pelayanan dan daya tanggap guru dalam membantu siswa. Preferensi siswa ditinjau dari faktor bukan biaya yaitu faktor bukan produk (citra) sebanyak 46,3% siswa menjawab cukup setuju dengan pelaksanaan tes Kesimpulan dari hasil penelitian ini berdasarkan hasil penelitian diatas mengenai preferensi siswa adalah siswa memilih bersedia untuk mengikuti tes seleksi tersebut namun tidak menjamin siswa bersedia untuk ditempatkan

    Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pembuatan Kemeja Pada Mata Pelajaran Pembuatan Busana Industri Di Kelas XI Busana Butik SMKN 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Mitasari, Nenok. 2016. Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pembuatan Kemeja Pada Mata Pelajaran Pembuatan Busana Industri di Kelas XI Busana Butik SMKN 5 Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang.(1) Dra.Nur Endah Purwaningsih,M.Pd (2) Dra.Idah Hadijah,M.Pd.   Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, pembuatan kemeja, program busana butik. Program busana butik ditujukan untuk menghasilkan tenaga kerja yang profesional dan kompeten dalam bidang tata busana seperti, menjahit, mendesain busana dan bidang lain yang berkaitan dengan busana. Kegiatan belajar pembuatan kemeja dimulai dari membuat pola, memotong bahan, menjahit bahan, dan finishing. Kegiatan menjahit kemeja merupakan kategori sulit, namun walaupun dalam kategori sulit nilai siswa berada di atas KKM, oleh sebab itu mata pelajaran pembuatan kemeja perlu diteliti. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran pembuatan kemeja pada mata pelajaran pembuatan busan industri. Ditinjau dari rumusan masalah, maka penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa busana butik kelas XI yang berjumlah 63 siswa. Instrumen menggunakan angket. Skala pengukuran menggunakan skala Guttman. Uji validitas instrumen ini menggunakan rumus Product Moment. Reliabilitas instrumen menggunakan rumus KR (Kuder Richardson )20, dan dianalisis  menggunakan persentase. Kesimpulan penelitian ini adalah kegiatan pendahuluan yang dialaksanakan  guru yaitu mempersiapkan siswa untuk belajar sehingga kondisi siswa sudah siap untuk mengikuti pelajaran dengan seksama. Kegiatan inti yang dilaksanakan yaitu guru mampu menguasai materi, media pembelajaran, metode pembelajaran, memberikan tugas, mengelola kelas,  memberi motivasi, dan berperan sebagai narasumber, sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar. Kegiatan penutup yaitu guru mampu merangkum materi bersama siswa, mampu memberikan umpan balik sehingga siswa dapat mengetahui dimana letak kekurangan selama membuat kemeja, dan guru mampu menyampaikan rencana pembelajaran untuk materi selanjutnya, sehingga siswa dapat mempersiapkan untuk kegiatan belajar selanjutnya. Saran bagi guru diharapkan dapat mempertahankan dan menambah/melengkapi materi dan media pembelajaran pembuatan kemeja sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan dapat menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Bagi sekolah diharapkan dapat menfasilitasi sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan praktek siswa busana butik agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan meneliti media pembelajaran agar lebih meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran. ABSTRACT Mitasari, Nenok. 2016. A Study on the Implementation of Learning the Manufacture of Shirt in Clothing Manufacture Industry Subjects in Class XI Fashion Boutiques SMKN 5 Malang. Bachelor Thesis. Bachelor of Fashion Design. Department of Industrial Technology. Faculty of Engineering. Universitas Negeri Malang. (1) Dra.Nur Endah Purwaningsih,M.Pd (2) Dra.Idah Hadijah,M.Pd. Key words: implementation of learning, shirt manufacture, fashion boutiques program A program of butik clothing is intended to develop professional and competent workforces in fashion designs such as sewing, clothes designing and miscellaneous skills in relation to fashion. Learning activities in making shirts are started from designing patterns, cutting fabric, sewing fabric, and finishing. The activity of sewing shirts is the most complicated stage yet the students achieved above average scores in this stage. Therefore, it is considered that research on the subject of shirt-making is necessary to conduct. The purpose of the study is to describe the implementation of shirt-making learning in the subject of industrial clothing. In accordance to research problems, this study employed a descriptive design with a quantitative approach. Population of the study was students in class XI of butik clothing consisiting of 63 students. The study used questionnaire as a research instrument. A Guttman scale was taken as a measurement scale. Furthermore, Product Moment formula was employed as an instrument of testing validity. The instrument of reliability utilized KR (Kuder Richardson) 20 formula, and it was analyzed using percentage. The finding of this study concludes that pre-activities done by the teacher to prepare the students to learn resulted in a good condition to have the students be ready to take part in learning well. The whist activities done by the teacher showed that the teacher was able to master the materials, learning media and learning methods, give assignments, manage the class, generate students' motivation and participate in being learning resources, so the activities of teaching learning run well. The post-activities include the teacher was able to invite the students summarizing the materials, give feedbacks to the students about their mistakes in shirt-making, and deliver the learning plan for the following meeting to let the students be ready in the next learning activities. Several suggestions are mentioned as the teacher is expected to keep and develop both learning materials and media in the subject of shirt-making so that the students can find it easier to comprehend the delivered materials and be able to accomplish their tasks punctually. In addition, the school is suggested to facilitate the students of butik clothing with good infrastructures as a support to their practical activities and it may hopefully create a successful learning performance. Furthermore, the future researchers are expected to conduct a deeper investigation into learning media to enhance the quality of learning performance.  

    Tanggapan Konsumen Terhadap Produk Tas Daun Pandan Duri R&D Handycraft di Kabupaten Lamongan

    No full text
    ABSTRAK   Sosialistina, Mei Nanda. 2015. Tanggapan Konsumen Terhadap Produk Tas Daun Pandan Duri R&D Handycraft di Kabupaten Lamongan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M. Pd,  (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M. Si.   KataKunci: Tanggapan Konsumen, Produk Tas Daun Pandan Duri R&D Handycraft   Kerajinan tas dari daun pandan duri merupakan bentuk kreativitas yang memanfaatkan keanekaragaman hayati yang melimpah untuk diolah menjadi barang yang mempunyai nilai jual lebih. Kerajinan ini menggunakan bahan, peralatan dan penerapan teknologi yang sederhana, namun dapat menghasilkan kerajinan yang unik dan disukai oleh masyarakat tidak hanya didalam negeri akan tetapi juga luar negeri, bahkan minat akan tas daun pandan duri diluar negeri lebih besar dari pada minat masyarakat Indonesia sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tanggapan konsumen terhadap tas daun pandan duri R&D Handycraft di Kabupaten Lamongan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah konsumen yang sedang datang dan membeli produk tas daun pandan duri. Sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan terhadap responden yang secara kebetulan ditemui pada obyek penelitian ketika observasi sedang berlangsung. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup, dengan jumlah pernyataan sebanyak 34 item. Instrument angket ini diuji validitas menggunakan validitas konstruk, dan dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas menggunakan alpha cronbact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pada variabel produk diindikator variasi model yang ditawarkan dapat diketahui bahwa 92,86% (26) responden menyukai/memilih produk tas daun pandan duri R&D Handycraft, karena memiliki variasi model tas yang dapat berfungsi sebagai daya tarik sendiri. (2) Pada indicator kualitas produk yang ditawarkan dapat diketahui bahwa 96,43% (27) responden menyukai/memilih produk tas daun pandan duri R&D Handycraft,  karena memiliki bahan dasar yang natural serta memiliki performance yang berbeda dengan yang lain. (3) Pada indicator desain produk dapat diketahui bahwa 85,71% (24) responden menyukai/memilih produk tas daun pandan duri R&D Handycraft, karena memiliki desain produk yang menarik. (4) Pada indicator ukuran produk dapat diketahui bahwa 89,29% (25) responden menyukai/memilih produk tas daun pandan duri R&D Handycraft, karena memiliki ukuran produk yang beragam serta memiliki ukuran produk yang berfungsi dapat menyesuaikan antara kebutuhan dengan ukuran produk yang ada. (5) Pada variabel harga dapat diketahui bahwa 89,29% (25) responden menyukai/memilih produk tas daun pandan duri R&D Handycraft, karena memiliki harga yang terjangkau dengan produk yang berkualitas. Hal tersebut bertujuan agar konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli produk tas daun pandan duri R&D Handycraft tersebut. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah: (1) Meningkatkan kemampuan layanan produk agar konsumen lebih mudah dalam melakukan perawatan dan perbaikan tas daun pandan duri. (2) Meningkatkan penampilan produk yang masih dinilai kurang dan lebih kreatif dalam mendesain produk agar lebih diminati oleh konsumen

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇