SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    Profil Atribut Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK Mufidha, Novia Laila. 2017. Profil Atribut Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Profil Atribut Produk UMKM BordirUMKM merupakan usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha di semua sektor ekonomi. Di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan, banyak terdapat usaha bordir. Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, assosiasi pengusaha bordir dan kantor Kecamatan Bangil terdapat 135 tempat usaha, namun hanya terdapat delapan usaha yang memenuhi kriteria Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diantaranya UD. Bahrur Rizqi dengan produk unggulan berupa mukena, Lilik Bordir dengan produk unggulan berupa kebaya, Linda Hasta Bordir dengan produk unggulan berupa lenan rumah tangga, UD. Fath Bordir dengan produk unggulan berupa mukena, Nizar Bordir dengan produk unggulan berupa baju takwa, Nunik collection dengan produk unggulan berupa kebaya, UD. Berlian dengan produk unggulan berupa mukena dan Novaisa Bordir dengan produk unggulan berupa sepatu bordir. Terkait penjabaran diatas peneliti ingin mengetahui profil produk unggulan usaha mikro kecil dan menengah bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan yang meliputi kemasan, warna, harga, kualitas dan merk.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kulitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menjadi instrument. Lokasi usaha yang ditentukan sebagai lokasi observasi ada delapan tempat usaha bordir, yaitu Ud. Bahrur Rizqi, Lilik Bordir, Linda Hasta Bordir, Ud. Fath Bordir, Nizar Bordir, Nunik Collection, Ud. Berlian Bordir, dan Novaisa Bordir. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah delapan pemilik usaha bordir di Kecamatan Bangil, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Pasuruan. Pengambilan data yang menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan dokumentasi. Langkah analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Pengemasan produk usaha bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan menggunakan plastik kemas apabila produk tersebut dalam jumlah banyak atau dikirim maka dikemas kembali menggunakan kardus atau karung; 2) Warna yang sering digunakan pada produk bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan yaitu warna yang bersifat panas dan dingin serta bersifat terang dan gelap dengan tujuan memberikan kesan gembira, tegas, semangat dan tenang sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk; 3) Harga yang ditawarkan pada produk bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan sangat bervariasi, harga mukena bordir dengan kisaran harga mulai Rp. 200.000,- sampai Rp. 2.000.000,- ; harga kebaya bordir dengan kisaran harga mulai Rp. 250.000,- sampai Rp. 2.000.000,-; harga sepatu bordir dengan kisaran harga mulai Rp. 30.000,- sampai Rp. 150.000,-; harga lenan rumah tangga bordir dengan kisaran harga mulai Rp. 15.000,- sampai Rp. 5.000.000,- ; harga baju takwa dengan kisaran harga mulai Rp. 150.000,- sampai Rp. 750.000,- ; 4) Standart kualitas produk yang dihasilkan usaha mikro kecil dan menengah bordir di Kecamatan Bangil secara performance bisa dilihat dari kehalusan bordiran, hasil bordiran yang tidak ‘dredet’, tidak mengerut dan halus serta kerapian setiap produk yang dihasilkan, secara estetika atau keindahan warna yang diaplikasikan pada produk tersebut menarik konsumen, produk yang dihasilkan di usaha tersebut memiliki daya tarik keindahan sehingga konsumen mempunya rasa ingin membeli produk tersebut; 5) Nama merk yang digunakan usaha mikro kecil dan menengah bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan merupakan nama yang sama dengan nama usaha dan nama pemilik usaha tersebut. Pada penelitian yang dapat disampaikan: 1) Sebaiknya pemilik usaha berinovasi terhadap kemasan produk seperti menggunakan mika tabung, mika kubus, atau kardus karton sehingga produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi; 2) Sebaiknya pemilik usaha memperhatikan warna-warna yang digunakan dalam produknya sehingga setiap tempat usaha bordir memiliki ciri khas warna serta hendaknya pemilik usaha lebih berani dalam mekombinasikan warna pada produk yang dihasilkan; 3) Sebaiknya pemilik usaha konsisten terhadap standart kualitas produk yang terdapat pada tempat usaha, sehingga konsumen tetap setia untuk membeli produk yang dihasilkan

    Pengaruh Disiplin Belajar Dan Kebiasaan Belajar Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit Siswa Kelas X Busana Butik SMK Negeri 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sari, Putri Permata. 2017. Pengaruh Disiplin Belajar Dan Kebiasaan Belajar Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit Siswa Kelas X Busana Butik SMK Negeri 5 Malang. Skipsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T.   Kata kunci: Disiplin Belajar, Kebiasaan Belajar, Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit. Berdasarkan hasil penelitian awal di SMK Negeri 5 Malang pada Siswa Kelas X Busana Butik, menunjukkan hasil nilai Ujian Tengah Semester beberapa siswa mendapatkan nilai di bawah KKM. Penelitian awal menyimpulkan bahwa peserta didik memiliki masalah dalam belajar, yakni mengenai disiplin belajar dan kebiasaan belajar yang kurang baik. Permasalahan ini diteliti lebih lanjut untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh disiplin belajar (X1), kebiasaan belajar (X2) terhadap hasil belajar (Y) pada mata pelajaran Dasar Teknologi Menjahit siswa kelas X Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas X Busana Butik SMK Negeri 5 Malang tahun ajaran 2015/2016 yang sudah menempuh mata pelajaran Dasar Teknologi Menjahit sejumlah 69. Jumlah sampel sebesar 58 siswa dengan menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan taraf signifikansi 5%.Teknik sampel adalah Probability Sampling. Metode analisis menggunakan kuantitatif yaitu  analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji heteroskedastisitas), analisis regresi linier, uji hipotesis (uji t, uji F) dan koefisien determinasi. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS 16 for windows. Berdasarkan analisis diperoleh hasil analisis statistik deskriptif disiplin belajar dengan nilai mean 65,672, std.deviation 4,105, kebiasaan belajar dengan nilai mean 106,07, std.deviation 18,753, hasil belajar dengan nilai mean 80,410, std.deviation 4,426, semua menunjukkan semakin lebar rentang datanya semakin bervariasi disiplin belajar, kebiasaan belajar, dan hasil belajar siswa. Hasil asumsi klasik normalitas sebesar 0,901 menunjukkan residual seluruh variabel berdistribusi normal, heteroskedastisitas grafik menunjukkan residual tersebar sehingga memenuhi asumsi homoskedastisitas tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Hasil analisis regresi linier pada disiplin belajar sebesar 55,2%, kebiasaan belajar sebesar 11,9% semua menunjukkan berpengaruh terhadap hasil belajar. Hasil uji hipotesis, uji t disiplin belajar t hitung sebesar 8,455, kebiasaan belajar t hitung sebesar 8,314 dan t tabel 2,004 semua menunjukkan t hitung lebih besar dari t tabel sehingga hasil signifikan, uji F menunjukkan F hitung 339,295 lebih besar dari F tabel 3,165 sehingga hasil signifikan. Hasil koefisien determinasi nilai adjusted R square 92,2% menunjukkan hasil belajar dipengaruhi sangat kuat oleh disiplin belajar dan kebiasaan belajar sisanya 7,8% di pengaruhi faktor lain. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh beberapa simpulan. (1) Disiplin belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mata pelajaran dasar teknologi menjahit. (2) Kebiasaan belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mata pelajaran dasar teknologi menjahit. (3) Disiplin belajar dan kebiasaan belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mata pelajaran dasar teknologi menjahit. Saran dalam penelitian ini yaitu (1) diharapkan kepada para siswa terus meningkatkan prestasi belajar, dengan cara menerapkan disiplin waktu, ketaatan, tanggung jawab, serta melakukan kebiasaan belajar secara teratur dan bersungguh-sungguh dalam menjaga semangat belajar sehingga hasil belajar yang diperoleh dapat maksimal. (2) Dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda diharapkan guru selalu memiliki inovasi dalam menyampaikan materi pembelajaran serta mengakomodasi kondisi siswa yang memiliki disiplin belajar dan kebiasaan belajar yang berbeda-beda agar hasil belajar siswa menjadi lebih maksimal secara merata. (3) Peneliti selanjutnya diharapkan untuk memperluas indikator, dan metode analisis, sehingga lebih bisa menggambarkan kondisi siswa yang sebenarnya berkaitan dengan disiplin belajar dan kebiasaan belajar siswa

    Studi Tentang Kompetensi Pekerja Industri Busana Berdasarkan SKKNI di CV Amarata Wisesa Malang

    No full text
    ABSTRAK Perkembangan industri di Indonesia saat ini sangat pesat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satunya industri garmen, yang semakin berkembang dikarenakan hasil atau profit menjanjikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi pekerja industri busana berdasarkan SKKNI di CV Amarta Wisesa Malang.Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasinya adalah pekerja pada bagian unit produksi. Sampel jenuh digunakan dalam penelitian ini karena responden kurang dari 100. Jumlah pekerja dibagian produksi 52 orang, sehingga semua digunakan sebagai sampel. Skala pengukuran menggunakan skala Guttman. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif.Hasil dari temuan penelitian ini diketahui bahwa pekerja industri busana di CV Amarata Wisesa Malang mempunyai kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia sektor Garmen, proses produksi dimulai dari proses memotong bahan hingga quality control sesuai dengan prosedur kerja. Pada bagian membuat pola yang mengerjakan bukan pekerja melainkan pemilik perusahan, karena pola merupakan hal yang paling penting pada pembuatan busana. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang ditulis peneliti yaitu: (1) Perusahaan tetap menjaga kompetensi yang dimiliki dan sebagai tolak ukur, agar dapat meningkatkan kinerja yang dimiliki oleh pekerja di perusahaan, (2) Sebagai acuan untuk masyarakat agar mengetahui kompetensi yang dimikili pekerja industri busana khususnya di perusahaan CV Amarta Wisesa Malang, (3) bagi peneliti lain, penelitian ini menjadi masukan dan referensi untuk mengetahui kompetensi pekerja industri busana khususnya di bidang garmen

    ¬MINAT MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA TERHADAP PROGRAM SM3T (SARJANA MENDIDIK DI DAERAH TERDEPAN, TERLUAR DAN TERTINGGAL)

    No full text
    ABSTRAK Novianti. 2017. Minat Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Terhadap Program SM3T (Sarjana Mendidik Di Daerah Terdepan, , Terluar dan Tertinggal). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Nurul Hidayati, S.Pd, M.Sn, (II) Dra Sri Eko Puji Rahayu, M. Si. Kata Kunci: Minat, Program SM3T, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana.Program SM3T merupakan Program pengabdian sarjana pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan daerah 3T selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru. Mengajar di daerah 3T memang memiliki banyak tantangan, baik itu dari segi kondisi alam, sosial maupun budaya masyarakatnya. Lokasi daerah 3T yang terletak jauh dari pusat kota dengan keterbatasan sarana prasarana serta infrastruktur menyebabkan sulitnya akses menuju daerah tersebut.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan Minat Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Terhadap Program SM3T. Responden penelitian ini yaitu mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2012, 2013 dan angkatan 2014. Pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Minat mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana terhadap Program SM3T secara internal tergolong minat sedang, dikarenakan kurangnya informasi dan pengetahuan tentang program SM3T. 2) Minat mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana terhadap Program SM3T secara eksternal tergolong minat sedang, dikarenakan kurang mendapat dukungan dari keluarga karena penempatan berada jauh dari tempat tinggal, dan mahasiswa kurang mendapat dorongan dan kurang mandapatkan informasi dari lingkungan kampus. Saran yang terkait dengan kesimpulan diatas: Bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap program SM3T dan minat mengikuti program tersebut sebaiknya menggali lebih banyak informasi sehingga memiliki pengetahuan tentang program SM3T. Bagi lembaga sebaiknya memberikan informasi terkait program SM3T dengan cara mensosialisasikan secara langsung kepada mahasiswa agar mahasiswa mempunyai pengetahuan tentang program SM3T dan mempunyai minat untuk mengikuti program tersebut

    IDENTIFIKASI WARNA YANG DIHASILKAN PADA PROSES PENCELUPAN MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI DAUN APEL DENGAN FIKSATOR TETES, CUKA, DAN JERUK NIPIS PADA KAIN SUTERA

    No full text
    ABSTRAK Supriyantiwi, Meilinna Indah. 2016. Identifikasi Warna yang Dihasilkan pada Proses Pencelupan Menggunakan Pewarna Alami Daun apel dengan Fiksator Tetes, Cuka, dan Jeruk Nipis pada Kain Sutera. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd (II) Anik Dwiastuti, ST, MT. Kata Kunci: Identifikasi Warna, Proses Pencelupan, Daun Apel, Fiksator, Sutera Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam kekayaan alam, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan khususnya di bidang tata busana.Pemanfaatan alam yang dapat dilakukan dalam bidang busana salah satunya untuk bahan pewarna tekstil. Pemilih bahan pewarna tekstil dapat ditentukan dari potensi di setiap daerah, seperti  di Kota Batu yang dapat memanfaatkan daun apel. Pengrajin kain batik di Kota Batu, umumnya menggunakan kain serat selulosa sebagai bahan utama tetapi belum ada yang menggunakan kain sutera, karena hal tersebut maka masalah ini diangkat untuk dijadikan penelitian.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa dan mendeskripsikan hasil warna dan perubahan warna yang dihasilkan pada proses pencelupan kain sutera menggunakan zat warna alami daun apel dengan fiksator tetes, cuka, dan jeruk nipis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Pengumpulan data yang diperoleh menggunakan pengamatan visual. Data penelitian ini adalah warna hasil pencelupan menggunakan zat warna alam daun apel tanpa fiksator dan dengan menggunakan fiksator tetes, cuka, dan jeruk nipis. Sumber data penelitian ini adalah kain sutera hasil pencelupan menggunakan zat warna alam daun apel tanpa fiksator dan dengan menggunakan fiksator tetes, cuka, dan jeruk nipis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Warna yang dihasilkan dari pencelupan kain sutera menggunakan zat warna daun apel tanpa fiksator mengarah pada warna kuning keemasan yang membentuk gradasi warna di setiap tahapan pencelupan; (2) Penggunaan fiksator tetes mengasilkan warna yang mengarah pada warna kuning kecokelatan yang lebih pudar dibandingkan hasil warna pencelupan tanpa fiksator; (3) Penggunaan fiksator cuka menghasilkan warna yang mengarah pada warna kuning, warna tampak lebih bersih dan mengkilap dibandingkan dengan hasil pencelupan tanpa fiksator; (4) Penggunaan fiksator jeruk nipis menghasilkan warna yang mengarah pada warna kuning kecokelatan, warna tampak lebih terang dibandingkan hasil pencelupan tanpa fiksator

    Identifikasi Hambatan Dosen Jurusan Teknologi Industri dalam Membimbing Skripsi

    No full text
    ABSTRAK Amelliya, Elva. 2017. Identifikasi Hambatan Dosen Jurusan Teknologi Industri dalam Membimbing Skripsi. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd., (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata kunci: hambatan, dosen pembimbing skripsi, membimbing skripsi.Minimnya kelulusan tepat waktu yang terjadi pada Jurusan Teknologi Industri secara langsung berdampak pada ketidak seimbangan antara input dengan outputnya. Hal ini disebabkan dari banyaknya mahasiswa yang mengalami hambatan dalam penyelesaian skripsi secara tepat waktu. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan bimbingan skripsi adalah dosen pembimbing, sehingga penting adanya upaya untuk meningkatkan kinerja dosen dalam membimbing skripsi, diantaranya dengan mengetahui hambatan yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hambatan Internal dan Eksternal dosen Jurusan Teknologi Industri dalam membimbing skripsi.Rancangan penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah dosen Jurusan teknologi Industri yang memenuhi kualifikasi dalam membimbimbing skripsi yaitu minimal jabatan asisten ahli. Jenis sampel menggunakan sampel jenuh. Instrument yang digunakan berupa angket tertutup. Uji validitas menggunakan validitas konstruk, sedangkan uji reabilitas menggunakan Alpha cronbact.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada variabel hambatan dosen pembimbing terdapat dua sub variabel yaitu hambatan Internal & hambatan Eksternal. Pada sub variabel hambatan Internal yang mendominasi adalah indikator motivasi dosen pembimbing skripsi yang termasuk dalam kategori cukup menghambat. Pada sub variabel hambatan Eksternal yang mendominasi adalah indikator penguasaan mahasiswa terhadap metodologi penelitian yang termasuk dalam kategori menghambat. Saran penelitian, (1) Bagi lembaga, a. Mengevaluasi kemajuan dosen dalam membimbing skripsi secara berkala dan memberikan reward & punishment terkait pencapaian target pembimbing skripsi, b. Peninjauan kembali terkait dengan penyajian matakuliah metodologi dan statistik, sehingga lebih efektif, c. Penetapan dosen pembimbing skripsi setiap mahasiswa supaya diturunkan bersamaan pada saat penyajian matakuliah metodologi penelitian. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pembimbingan dalam proses pembuatan proposal penelitian (mahasiswa tidak hanya medapatkan bimbingan dari dosen matakuliah, tetapi juga dibantu oleh dosen pembimbing skripsi). Dengan demikian, diharapkan pada akhir perkuliahan mahasiswa telah memperoleh hasil proposal penelitian sebagai tugas akhir yang siap untuk diseminarkan. (2) Bagi dosen, diharapkan supaya dosen pembimbing meningkatkan motivasi dan memiliki komitmen yang kuat sebagai tanggung jawab dalam pencapaian target bimbingan yang telah ditetapkan. (3) Bagi mahasiswa agar lebih meningkatkan minat dan motivasi belajar pada matakuliah metodologi penelitian, serta menambah pengalaman dan wawasan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan dalam menulis skripsi dan memperbanyak membaca referensi penelitian

    Studi Keterserapan Alumni Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Tahun 2015 dan Tahun 2016 Universitas Negeri Malang di Lapangan Pekerjaan

    No full text
    ABSTRAK Keterserapan adalah status yang diperoleh mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan sesuai dengan persyaratan kelulusan yang ditetapkan oleh perguruan tinggi untuk memperoleh pekerjaan. Lapangan pekerjaan adalah bidang dari kegiatan/perusahaan/instansi dimana seseorang bekerja atau pernah bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang keterserapan alumni S1 Pendidikan Tata Busana tahun 2015 dan tahun 2016.Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian survei yang dilakukan pada alumni S1 Pendidikan Tata Busana tahun 2015 dan tahun 2016 sebanyak 76 alumni. Instrumen penelitian berupa angket terbuka dan angket tertutup dengan teknik analisis data statistik deskriptif.Hasil penelitian sebagai berikut: (1) alumni S1 Pendidikan Tata Busana tahun 2015; (a) terserap pada lapangan pekerjaan dengan amat baik (68,42%), (b) jenis pekerjaan non kependidikan (34,21%), (c) mendapatkan pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikan (52,63%), (d) masa tunggu, memiliki usaha sebelum lulus (18,42%) dan 3-6 bulan (18,42%). (2) alumni S1 Pendidikan Tata Busana tahun 2016, (a) terserap pada lapangan pekerjaan dengan amat baik (71,05%), (b) jenis pekerjaan non kependidikan (44,73%), (c) mendapatkan pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikan (57,89%), (d) masa tunggu, memiliki usaha sebelum lulus (36,84%).Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) alumni S1 Pendidikan Tata Busana tahun 2015 sudah terserap pada lapangan pekerjaan dengan baik dengan status pekerjaan dibidang swasta dan jenis pekerjaan pada bidang non kependidikan. Pekerjaan yang didapat sesuai dengan latar belakang pendidikan dengan masa tunggu sudah memiliki usaha sebelum lulus dan masa tunggu 3-6 bulan, (2) Alumni S1 Pendidikan Tata Busana tahun 2016 sudah terserap pada lapangan pekerjaan dengan baik dengan status pekerjaan dibidang swasta dan jenis pekerjaan pada bidang non kependidikan. Pekerjaan yang didapat sesuai dengan latar belakang pendidikan dengan masa tunggu sudah memiliki usaha sebelum lulus. Berdasarkan data yang telah diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa Alumni S1 Pendidikan Tata Busana tahun 2016 yang mendapatkan pekerjaan terjadi peningkatan dibandingkan pada Alumni S1 Pendidikan Tata Busana tahun 2015, akan tetapi pada status pekerjaan mayoritas masih tetap bekerja pada bidang swasta. Saran penelitian ini adalah (1) bagi jurusan hendaknya memantau, memberikan bimbingan dan memberi motivasi pada mahasiswa agar mahasiswa lulus (wisuda) sesuai dengan target lulus yang telah ditentukan oleh Perguruan Tinggi, karena pada setiap kelulusan (wisuda) mahasiswa yang lulus dengan tahun angkatan yang berbeda, (2) bagi alumni yang belum bekerja sebaiknya segera mencari informasi lowongan pekerjaan atau berwirausaha agar ilmu yang didapatkan selama kuliah dapat bermanfaat dan dapat diterapkan

    Studi tentang Ragam Motif Batik Majapahit berbasis Kearifan Lokal pada NEGI Batik Tulis Kabupaten Mojokerto

    No full text
    ABSTRAK   Kusuma, Deby Ayu. 2016. Studi tentang Ragam Motif  Batik Majapahit berbasis Kearifan Lokal pada NEGI Batik Tulis Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd, (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T.   Kata Kunci: kearifan lokal, batik produk berbasis kearifan lokal, motif batik Majapahit karya NEGI. NEGI Batik Tulis Majapahit merupakan salah satu label produk batik tulis di Kabupaten Mojokerto. Batik motif  Majapahit merupakan cermin dari warisan kearifan lokal yang ada. Fokus penelitian ini yakni mengkaji Ragam Motif Batik Majapahit sebagai Produk berbasis Kearifan Lokal pada NEGI Batik Tulis Kabupaten Mojokerto. Serta melihat dari berbagai perspektif, kearifan lokal yang terkandung pada ragam motif batik produk NEGI Batik Tulis Majapahit terkait kearifan lokal Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan landasan teori tentang kearifan lokal, dan penjelasan makna kearifan lokal menurut Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta ragam hias yang menjadi unsur motif batik Majapahit terkait dengan kearifan lokal Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang bertujuan mendeskriptifkan motif batik NEGI berbasis kearifan lokal Kabupaten Mojokerto. Teknik pengumpulan data yakni Focus Group Discussion, observasi, dan wawancara. Hasil dari FGD digunakan sebagai batasan masalah objek penelitian serta pedoman analisis reduksi data lapangan. Subjek penelitian ini adalah delapan belas motif batik karya NEGI yang sudah didaftarkan di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur. Hasil FGD batik berbasis kearifan lokal ada enam syarat yakni bermuatan; (1) ragam kearifan lokal Mojokerto, (2) kriteria Majapahit, (3) dasar konsep dan inspirasi, (4) ragam hias dengan unsur Majapahit, (5) tidak memiliki pakem dan (6) penamaan batik harus ada unsur Majapahit. Hasil penelitian menunjukkan ada empat ragam kearifan lokal Majapahit yang menjadi dasar konsep NEGI yakni; lambang Surya Majapahit, candi, buah Maja, dan cerita sejarah. Enam dari delapan belas motif batik yang  memenuhi syarat produk batik berbasis kearifan lokal, yaitu; batik Surya Majapahit Mojokerto, batik Prahu Layar Majapahit, batik Buah Mojo Pahit, batik Mojo Pupus, batik Parang Mojo, batik  Godong Pupus Mojo, dan batik Wader Segaran Majapahit. Sebelas motif batik karya NEGI yang kurang memenuhi syarat produk berbasis kearifan lokal pada penamaan, antaralain; batik Candi Bajang Ratu Mojokerto, batik Candi Brahu Mojokerto, batik Surya Kahuripan, batik Bajang Ratu, batik Surya Kehidupan, batik Rosan Selo, batik Gajah Mada, batik Kapal Layar, batik Wader Segaran, batik Surya Tabur Kedele, dan ada satu batik motif Majapahit karya NEGI yang tidak memenuhi unsur sebagai produk batik berbasis kearifan lokal yaitu batik Telo Senggreng sebab, tidak memenuhi syarat untuk disebut batik Majapahit, dan tidak ada muatan Majapahit pada batiknya

    Survei Kepemilikan Busana Batik Pada Mahasiswa Prodi Tata Busana Universitas Negeri Malang.

    No full text
    ABSTRACT Wulandria, Beti. 2016.Survei Kepemilikan Busana Batik Pada Mahasiswa Prodi Tata Busana Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Hapsari Kusumawardani, M. Pd,  (II) Nurul Hidayati, S.Pd, M.SnKataKunci: Survei Kepemilikan Busana Batik, Mahasiswa Prodi Tata Busana Universitas Negeri MalangBusana batik zaman sekarang sudah banyak modelnya, terbukti dengan banyaknya variasi pada busana batik misalnya variasi pada lengan, variasi pada kerah,dll. Busana batik sudah banyak dijual di pasaran dengan harga yang sangat terjangkau tergantung jenis batik tersebut. Walaupun demikian ada juga remaja Indonesia yang tidak memiliki busana batik. Sikap para remaja seperti itulah yang tidak mencerminkan jiwa nasionalisme yang tinggi, karena tidak lagi menghargai budaya sendiri dengan menjunjung tinggi identitas bangsanya sendiri. Kurangnya pemakaian busana batik juga terlihat di area kampus Universitas Negeri Malang khususnya di jurusan Teknologi Industri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepemilikan busana batik pada mahasiswa prodi Tata Busana Universitas Negeri Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang yang masih aktif atau melakukan registrasi pembayaran SPP. Pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup, dengan jumlah pernyataan sebanyak 44 item. Instrument angket ini diuji validitas menggunakan validitas isi dan dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas menggunakan alpha cronbact.Sebagian besar jenis busana batik yang dimiliki adalah blus/kemeja batik. Sedangkan bahan busana batik yang sebagian besar dimiliki oleh mahasiswa adalah katun. Pelengkap busana yang dimiliki oleh mahasiswa sebagian besar adalah milinaris (topi,tas,sepatu,sandal,jam tangan,ikat pinggang dan milinaris lain ) dan sebagian besar jumlah busana batik yang dimiliki mahasiswa ≥ 3-5 potong adalah rok/celana/dress batik.   Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah: (1) Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenakan busana batik pada waktu kuliah misalnya 1 hari dalam seminggu sehingga mahasiswa akan lebih mencintai batik dan akan terbiasa mengenakan busana khas Indonesia, secara tidak langsung akan menambah koleksi busana batik mahasiswa apabila diberlakukan peraturan seperti itu. Jadi busana batik yang dimiliki lebih bevariasi. (2) Pengrajin atau pengusaha batik lebih bervariasi untuk membuat produk-produk fashion batik agar lebih diminati dikalangan mahasiswa, sehingga mahasiswa akan lebih sering mengenakan busana batik berbagai kesempatan dan tetap tampil modern. (3) Mahasiswa diberi pengetahuan tentang motif-motif batik,agar mahasiswa bisa membuat motif batik sendiri dan dapat mengenakan busana batik hasil karya sendiri

    Tanggapan Mahasiswa Terhadap Media Pembelajaran Adobe flash MataKuliah Bordir Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana Angkatan 2013/2014

    No full text
    ABSTRACT Utami, Sri. 2016. Tanggapan Mahasiswa Terhadap MediaPembelajaran Adobe flash MataKuliah Bordir Pada Mahasiswa ProgramStudi Pendidikan Tata Busana Angkatan 2013/2014. Skripsi, JurusanTeknologi Industri,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M. Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu,M.Si.Kata kunci: Tanggapan, Media Pembelajaran Adobe flash, Mata Kuliah Bordir.Media pembelajaran adalah segala sesuatu, metode, dan teknik yangdigunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antaraguru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. salah satujenis media pembelajaran adalah media pembelajaran audio visual yang dibuatdengan menggunakan aplikasi komputer yaitu adobe flash. Media pembelajaranadobe flash telah banyak dikembangkan, salah satunya media pembelajaran adobeflash pada mata kuliah Bordir oleh Pradita Dyah Fajarwati, S.Pd. media tersebutdibuat dengan tujuan sebagai penunjang/pelengkap media pembelajaran yangsudah ada berupa contoh gambar dan fragmen. Menindak lanjuti hasilpengembangan media tersebut peneliti ingin mengetahui tanggapan mahasiswaterhadap penggunaan media pembelajaran adobe flash pada mata kuliah Bordir.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan mahasiswaterhadap media pembelajaran adobe flash mata kuliah Bordir pada mahasiswaprogram studi pendidikan Tata Busana. Penelitian ini menggunakan rancanganpenelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitumahasiswa program studi pendidikan Tata Busana angkatan 2013 yang telahmenempuh mata kuliah Bordir di Universitas Negeri Malang. Sampel penelitianberjumlah 61 responden yang menggunakan teknik sampel jenuh.Hasil penelitian tentang tanggapan mahasiswa terhadap mediapembelajaran adobe flash mata kuliah Bordir pada mahasiswa program studipendidikan Tata Busana menunjukkan bahwa responden menilai mediapembelajaran adobe flash mata kuliah Bordir adalah media yang baik untukdigunakan dalam pembelajaran. Hal tersebut karena responden menilai mediapembelajaran mata kuliah Bordir telah sesuai dengan fungsi media pembelajarandan kriteria penggunaan media dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitiantersebut dapat disimpulkan bahwa responden setuju terhadap penggunaan mediapembelajaran adobe flash mata kuliah Bordir karena media tersebut merupakanmedia yang baik, dan sesuai dengan isi pelajaran serta dapat mengatasiketerbatasan ruang, indera, dan waktu.Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu hendaknya dosen pengajartetap mengawasi dan mendampingi proses pembelajaran serta sebaiknya disediakan fasilitas yang memadai untuk memperlancar proses pembelajara

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇