SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Daster Bordir Marsalia Malang
ABSTRAK Dita Irmawati. 2016. Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Daster Bordir Marsalia Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. (2) Dra. Esin Sintawati, M.Pd. Kata Kunci: Atribut produk, keputusan pembelian konsumen, daster bordir Produk kerajinan yang beragam mendorong produsen untuk memiliki nilai kreatifitas dan inovatif yang tinggi. Oleh karena itu, atribut produk dapat digunakan untuk mendukung produk yang dapat dijadikan pertimbangan konsumen untuk membeli suatu produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial maupun simultan atribut produk (harga, merek, kemasan, desain) terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kausatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah konsumen daster bordir Marsalia Malang. Metode yang digunakan untuk menentukan responden adalah metode probability sampling dengan teknik simple random sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 51 responden. Skala pengukuran instrumen yang digunakan adalah skala guttman. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, harga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang koefisien b1 yang diperoleh bernilai positif 0,751dan sig. 0,000. Kedua, merek berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang koefisien b2 yang diperoleh bernilai positif 0,514dan sig. 0,005. Ketiga, kemasan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang koefisien b3 yang diperoleh bernilai positif 0,684dan sig. 0,010. Keempat, desain berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang koefisien b4 yang diperoleh bernilai positif 0,452dan sig. 0,007. Terdapat pengaruh secara simultan antara atribut produk terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang (Fhitung 49,319 dan sig 0,000). Atribut produk memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang. Oleh karena itu, bagi pelaku usaha atribut produk penting untuk meningkatkan minat beli konsumen yang dapat membentuk sikap loyal pada produk tersebut. Bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian, selain atribut produk harga, merek, kemasan, dan desain. Sehingga dapat menjadi temuan-temuan baru dibidang fashion marketing.
Studi Tentang Batik Gandring Kecamatan Singosari Kabupaten Malang
Batik Gandring Kecamatan Singosari merupakan salah satu dari sekian banyak industri batik yang ada di Kabupaten Malang. Proses pembuatan dan juga kegiatan yang dilakukan oleh industri Batik Gandring Kecamatan Singosari tidak jauh berbeda dengan industri batik tulis yang lain, yang membedakannya dan yang menjadi ciri khasnya yaitu mengangkat dan menciptakan motif batik tentang potensi dari daerahnya sendiri yakni peninggalan sejarah kerajaan Singosari seperti candi, patung dan benda bersejarah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif khas, warna khas, dan filosofi motif dan warna Batik Gandring Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Berdasarkan temuan peneliti di lapangan diperoleh data: (1) Terdapat tiga motif khas pada Batik Gandring Singosari, yaitu motif (a)Singhasari, (b) Kasuranggan, dan (c) Prajnaparamita. (2) Batik Gandring Singosari juga memiliki warna khas pada motif-motifnya yaitu.: sogan, putih, kuning keemasan, biru hijau dan ungu. (3) Motif Singhasari mempunyai filosofi tentang hubungan antara sesama manusia atau makhluk hidup lain dan hubungan manusia dengan tuhannya. Motif ini memiliki warna yaitu kuning keemasan melambangkan keagungan, sogan memiliki arti kehangatan dan putih melambangkan kesucian. Motif Kasuranggan yang mempunyai filosofi tentang keindahan dan kekayaan alam yang ada di Kecamatan Singosari, lebih tepatnya di kaki Gunung Arjuno. Warna biru pada batik ini melambangkan kekayaan alamnya yaitu air yang melimpah, hijau melambangakan kesuburan alam, dan putih melambangkan kesucian. Motif Prajnaparamita yang menggambarkan seorang permaisuri raja yang cantik, anggun, dan cerdas. Warna putih dalam motif batik ini melambangkan kesucian, ungu tua melambangkan keteguhan, dan biru muda melambangkan kesetiaan Saran penelitian ini perlu ditindak lanjuti bagi pemilik Batik Gandring Singosari agar lebih mengembangkan desain motif yang telah ada, dan juga lebih mengeksplor warna-warna batiknya. Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat mengeksplor industri batik lain di berbagai daerah dan menggali informasi lainnya yang belum ada pada penelitian ini. Dinas terkait juga diharapkan memberikan sosialisasi pembuatan hak paten kepada para pengrajin batik di Kabupaten Malang.
Studi Tentang Motif Sarung Tenun Ikat Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur
ABSTRAK Ignatia Laetitia Bulen, Susana 2016. Studi Tentang Motif Sarung Tenun Ikat Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si., (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata Kunci: Tenun Ikat, Motif Tenun Ikat Kabupaten Flores Timur memiliki ciri khas motif yang beragam,tenun ikat Flores Timur tergolong tenunan bermotif dan beragam hias geometris kecil, motif figuratif, skematis, dan abstrak.Salah satu hal yang menjadikan tenun ikat Kabupaten Flores Timur berbeda dari tenun ikat lainnya adalah menggunakan siput atau kerang kecil sebagai hiasan pada kain tenun. Fokus penelitian motif tenun ikat Kabupaten Flores Timur meliputi; (1) Sarung Waibalun dari Suku Balun terdiri dari dua motif utama dan dua motif pelengkap, dan (2) Sarung Merah dari Suku Mukin Amanukun yang terdiri dari satu motif utama, dua motif pelengkap, dansatu penghias kain tenun. Tujuan penelitian adalah mendeskpripsikan motif sarungkain tenun ikat Kabupaten Flores Timur, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah Triangulasi Sumber Data dan Triangulasi Teknik. Berdasarkan temuan peneliti di lapangan diperoleh data: (1)Sarung Waibalun terdiri dari Motif Bunga, Motif Belah Ketupat, Motif Telon,Motif Kenuma, dan (2)Sarung Merah terdiri dariMotif Ule Age’, Motif Kemeta Utang, Motif MW,Kinge’. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1)Sarung Waibalun dari Suku Balun terdiri dari dua motif utama yakni Motif Bunga mengandung artitanda cinta kasih dan harapan dan Motif Belah Ketupatmemiliki arti suatu tanda baik, dan dua motif pelengkap yakni Motif Telonmemiliki arti sebagai perlindungan dan Motif Kenumamengandung arti selalu bersama;(2)Sarung Merah dari Suku Mukin Amanukunterdiri dari satu motif utama yakni Motif Ule Age’mengandung arti hasil yang baik,dua motif pelengkap yakni motif Kemeta Utangdiartikan sebagai hubungan keluarga yang terjalin karena proses pernikahan dan Motif MWadalah simbol dari Suku Mukin Amanukun. Kinge’ (hiasan). ABSTRACT Ignatia Laetitia Bulen, Susana 2016. Study About IkatMotifs In EastFlores District East Nusa Tenggara Province. Thesis, Deparment of Industrial Technologi, Faculty of Engineering, UniversitasNegeri Malang. Supervisors: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si., (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Key Words: Tenun Ikat, Motif Tenun Ikat East Flores district has a typical variety of motives, East Flores classified ikat woven geometric motifs and decorative small, figurative motifs, schematic and abstract. One of the things that makes weaving East Flores district different from other ikat isusing snail or small shells as decoration on a woven fabric.The focus of research ikat motifs East Flores Regency include; (1) Sarung Waibalun Tribe of Balun consists of two main motifs and two complementary motifs, and (2) Sarung Merah Tribe of mukin Amanukun which consists of one main motifs, two complementary motifs, and a decorator fabrics. The research objective is describe motives ikat sarongs East Flores district,the research approach used is a type of descriptive study with qualitative approach. The research methods used is triangulasion of data sources and triangulasion techniques. Based on research in the fielddata obtained: (1) Sarung Waibalun cinsists of Motif Bunga, Motif Belah Ketupat, Motif Telon, Motif Kenuma, and (2) Sarung Merah cinsists ofMotif Ule Age’, Motif Kemeta Utang, MotifMW,Kinge’. Conclusions of this study are (1) Sarung Waibalun fromTribes Balun cinsists oftwo main motivesnamely Motif Bungaconnote love and hope, and Motif Belah Ketupatmeaning a good sign, and two complementary motifs is Motif Telonhas the meaning as protectiondan Motif Kenumameaning always together;(2) Sarung Merah fromTribes Mukin Amanukun cinsists ofone main motives namely MotifsUle Age’connotes good results,two complementary motifsnamely motif Kemeta Utangdefined as family relationshipsthat exists becouse of the marriage processand Motif MWis a symbol ofTribes Mukin Amanukun. Kinge’ (decoration on fabrics).
TANGGAPAN MAHASISWA PRODI S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA ANGKATAN 2014 TERHADAP PERANCANGAN PROTOTYPE WEBSITE SEBAGAI MEDIA INFORMASI PAMERAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Regina, Sanyya. 2017. Tanggapan Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata BusanaAngkatan 2014 Terhadap Perancangan Prototype Website Sebagai MediaInformasi Pameran Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program StudiPendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas TeknikUniversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. HapsariKusumawardani, M.Pd., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata Kunci: prototype website, pameran, media informasi Pameran merupakan mata kuliah yang ditempuh oleh mahasiswa program studi Tata Busana yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang busana. Mata kuliah ini merupakan pencapaian keberhasilan dari semua mata kuliah praktik, diantaranya mata kuliah desain sketsa, kontruksi pola dan pecah model, kriya tekstil, tailoring, teknik menjahit adi busana, dan lain sebagainya. Kegiatan pameran membutuhkan media informasi untuk mendukung kegiatan agar terselenggara dengan baik dan dapat menarik perhatian masyarakat. Prototype website merupakan sebuah bahan rancangan sebelum membuat website yang dapat dijadikan sebagai media informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tanggapan mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2014 terhadap perancangan prototype website sebagai media informasi pameran. Rancangan penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang angkatan 2014 yang akan mengikuti mata kuliah pameran dengan jumlah total populasi 43 mahasiswa. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan validasi isi dan instrumen yang digunakan adalah kuisioner (angket) tertutup. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dengan persentase. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa tanggapan mahasiswa prodi S1 Tata Busana angkatan 2014 terhadap perancangan prototype website sebagai media informasi pameran Universitas Negeri Malang sebagai berikut: (1) tanggapan mahasiswa terhadap keserasian warna dalam prototype website sejumlah 63% dinyatakan mahasiswa merasa setuju. (2) tanggapan mahasiswa terhadap konten gambar yang terdapat dalam prototype website sejumlah 79% menyatakan setuju dan tertarik. (3) tanggapan mahasiswa terhadap konten huruf yang terdapat dalam prototype website sejumlah 81% menyatakan setuju. (4) tanggapan mahasiswa terhadap kejelasan prototype website sejumlah 77% menyatakan bahwa mahasiswa setuju. (5) tanggapan mahasiswa terhadap konten bahasa dalam prototype website 91% menyatakan bahwa mahasiswa setuju. (6) tanggapan mahasiswa terhadap fungsi website 67% menyatakan bahwa mahasiswa merasa setuju. Saran penelitian (1) rancangan prototype website lebih memperhatikan komposisi warna dalam desain layout sehingga keserasian warna dapat terjalin dengan lebih baik. (2) hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian selanjutnya yaitu sebagai dasar untuk merealisasikan website pameran yang sebenarnya
Studi Tentang Kesesuaian Kompetensi Lulusan D3 Tata Busana Universitas Negeri Malang dengan Kompetensi yang Dibutuhkan Industri Garmen
ABSTRAK Hanifahrohmiati, Sishayatul. 2017. Studi Tentang Kesesuaian Kompetensi Lulusan D3 Tata Busana Universitas Negeri Malang dengan Kompetensi yang Dibutuhkan Industri Garmen. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata kunci :Kompetensi lulusan D3 Tata Busana UM, Kompetensi Industri Garmen Kompetensi merupakan suatu kebutuhan yang harus dimiliki oleh setiap karyawan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan yang ditanggungnya. Sebagai pencetak tenaga ahli dalam bidang busana Prodi D3 Tata Busana UM tentu membekali lulusannya dengan berbagai macam kompetensi agar dapat terjun langsung dalam dunia kerja, namun kenyataannya 13 (59 %) dari 22 lulusan D3 Tata Busana UM angkatan 2008 memiliki pekerjaan diluar bidang busana misalnya bekerja di kantor, bank, atau sebagai ibu rumah tangga. Pentingnya kompetensi dalam bidang busana juga ditunjukkan dengan adanya SKKNI No.305 Tahun 2015 kategori industri pengolahan golongan pokok industri pengolahan pakaian jadi bidang produksi pakaian jadi. Namun masih ada industri busana yang tidak perduli terhadap riwayat pendidikan karyawan, seperti yang terjadi pada perusahaan Dwi Putra Perkasa Garment dimana calon karyawan tidak harus memiliki keahlian khusus dalam bidang busana dan tidak harus mengenyam pendidikan. Hal yang sama juga terjadi pada perusahaan CV. Amarta Wisesa dimana persyaratan untuk dapat menjadi karyawan adalam memiliki pendidikan akhir minimal SD, Harus mempunyai semangat kerja tinggi, teliti dan tekun dalam bekerja. Berdasarkan uraian tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengidentifikasi kompetensi D3 Tata Busana UM, 2) Mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan oleh industri garmen, 3) Menganalisa kesesuaian kompetensi lulusan D3 Tata Busana UM dengan kompetensi yang dibutuhkan industri garmen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa D3 Tata Busana UM angkatan 2014 yang berjumlah 18 mahasiswa, dimana mahasiwa tersebut sudah mengikuti matakuliah pendukung kompetensi okupasi lulusan D3 Tata Busana UM. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket mengenai kesesuaian kompetensi yang dimiliki lulusan D3 Tata Busana UM dengan kompetensi yang dibutuhkan industri garmen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini persentase. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa: (1) Okupasi lulusan D3 Tata Busana UM mampu menjadi supervisor dan pengelola usaha busana. lulusan D3 Tata Busana UM dibekali dengan 29 kompetensi yang terdapat pada 22 matakuliah pendukung. (2) Industri garmen dibagi menjadi 4 bidang pekerjaan yang dibagi lagi menjadi 12 sub bagian pekerjaan. Setiap sub bagian pekerjaan membutuhkan unit kompetensi yang berbeda-beda. Total unit kompetensi yang dibutuhkan industri garmen sebanyak 46 yang isinya dijabarkan kedalam 169 elemen kompetensi. Setiap elemen kompetensi membutuhkan keriteria unjuk kerja yang berbeda-beda, dimana total kriteria ujuk kerja yang dibutuhkan berjumlah 537. (3) Kesesuaian kompetensi lulusan D3 Tata Busana UM dengan kompetensi yang dibutuhkan industri garmen tersebut dapat diketahui dengan mencocokkan kriteria ujuk kerja yang dibutuhkan industri garmen dengan kriteria unjuk kerja yang diajarkan pada prodi D3 Tata Busana UM. Berdasarkan kriteria unjuk kerja tersebut dapat diketaui adanya perbedaan isi kriteria ujuk kerja dalam kompetensi yang dimiliki lulusan D3 Tata Busana UM dengan kompetnsi industri garmen. Berdasarkan kriteria unjuk kerja yang dikuasai lulusan D3 Tata Busana UM maka persentase kesesuaian kompetensinya sebesar 32,93%, bersarkan matakuliah pendukungnya sebesar 50,00%, dan berdasarkan kompetensinya sebesar 44,83%. Kemudian kesesuaian kompetensi lulusan D3 Tata Busana UM dengan kompetensi yang dibutuhkan industri garmen berdasarkan kriteria ujuk kerja industri garmen maka persentase kesesuaiannya sebesar 43,01%, berdasarakan elemen kompetensinya sebesar 44,37%, dan berdasarkan unit kompetensinya 41,30%. Berdasarkan unit kompetensi industri garmen maka, kompetensi lulusan D3 Tata Busana sesuai dengan 19 unit kompetensi garmen dengan tingakat persentase tertinggi terdapat pada unit kompetensi mengikuti prosedur keselamatan dan kesehatan kerja ditempat kerja yaitu sebesar 93,33%, dan kesesuaian terendah terdapat pada unit kompetensi menggelar susun kain yaitu sebesar 18,89%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahawa kompetensi yang dimiliki lulusan D3 Tata Busana UM sudah sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan industri garmen
Identifikasi Tema Tugas Akhir (TA) Mahasiswa D3 Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (TAHUN 2012-2015)
ABSTRAK Permatasari, Emilia. 2017. Identifikasi Tema Tugas Akhir (TA) Mahasiswa D3 Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (Tahun 2012-2015). Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata kunci: Identifikasi, Tema Tugas Akhir (TA), Mahasiswa D3 Tata Busana, Angkatan Tahun 2012-2015Cipta Busana dan Peragaan mewajibkan mahasiswa dapat menentukan tema Global Fashion Forcasting, mencipta gambar desain busana original dengan sub terpilih, mewujudkan dan mempergelarkan hasil ciptaannya. Cipta Busana dan Peragaan sebagai mata kuliah yang memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang desain busana indah dengan teknik penyelesaian adi busana dan perlengkapan dari berbagai material busana, teknik hiasan, penyelenggaraan peragaan busana serta pelaporan kegiatannya.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Tugas Akhir (TA) berdasarkan tema-tema yang dijadikan acuan pada pembuatan karya tulis Tugas Akhir (TA) D3 Tata Busana Jurusan Teknologi Industri mulai tahun 2012 sampai dengan 2015 yang ada di perpustakaan Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi dan wawancara untuk mengelompokkan data Tugas Akhir (TA) Prodi D3 Tata Busana dalam penelitian yang ada di perpustakaan di Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2012 sampai 2015 berdasarkan tahun kelulusan, sub tema, judul dan inti dari tema judul Tugas Akhir (TA).Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu: Tema cipta busana dan pagelaran dari tahun 2012 sampai 2015 antara lain adalah Remix Cosmic, Artculturation, Revolutia de moda dan Rehabiart Look. Tema Remix Cosmic memiliki empat topik/sub tema yang secara keseluruhan telah sesuai dengan tema cipta busana dan peragaan. Tema Artculturation memiliki tiga belas topik yang sepuluh topik/sub tema diantaranya sesuai dengan tema dan tiga yang lainnya tidak sesuai dengan tema cipta busana dan peragaan. Tema Revolutia de moda memiliki Sembilan topik/sub tema yang secara keseluruhan sesuai dengan tema cipta busana dan peragaan; dan terakhir tema Rehabiart Look memiliki tujuh topik/sub tema yang secara keseluruhan sesuai dengan tema cipta busana dan peragaan. Jadi, dari tiga puluh tiga tema cipta busana dan pagelaran dari tahun 2012 sampai 2015, tiga puluh diantaranya sesuai dengan tema cipta busana dan peragaan, sedangkan tiga lainnya tidak sesuai dengan tema cipta busana dan peragaan. Jika dihitung secara keseluruhan presentase dari tahun 2012 hingga 2015 yang tidak sesuai ada 9,1%, sedangkan presentase keseluruhan yang sesuai dari tahun 2012 hingga 2015 ada 90,9%. Saran sebagai berikut: 1) Dikarenakan mata kuliah ini sangat penting dalam memberikan pengalaman kepada mahasiswa, untuk judul Tugas Akhir (TA) selanjutnya agar lebih membahas tentang tema yang akan dipilih, mulai dari bahan, aksesoris serta milinaries yang dikenakan. 2) Bagi lembaga agar lebih memperhatikan mahasiswa yang tidak melanjutkan atau mengundurkan diri
motivasi mahasiswa pendidikan tata busana dalam penyelesaian skripsi (studi kasus mahasiswa tata busana angkatan tahun 2011)
ABSTRAK Octavia, Yesie. 2017. Motivasi Mahasiswa PendidikanTata Busana dalam Penyelesaian Skripsi(Studi Kasus Mahasiswa Tata Busana Angkatan Tahun 2011). Skripsi, Program StudiPendidikan Tata Busana, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknikUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) AgusSunandar, S.Pd, M.Sn, (II) AnikDwiastuti, S.T, M.T. Kata Kunci: Motivasi Mahasiswa, SkripsiMotivasimerupakansuatudorongan, baikdaridalam (Intrinsik)maupundariluardiriseseorang (Ekstrinsik)dandenganberbagaimacambentuk yang mendorongseseoranguntukmelakukansuatuperbuatan yang dilandasidarimotivasitersebut. Motivasi tersebut di butuhkan mahasiswa dalam untuk mendorong mereka dalam menyelesaian skripsi.Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuimotivasi mahasiswa tata busana angkatan tahun 2011 dalam penyelesaian skripsi.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalahmahasiswa Program Studi Tata Busana angkatan 2011 yang masih aktif di kampus yang terdiridari56responden. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 45 responden. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angkettertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase.Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Motivasiintrinsikdenganlatarbelakangfaktorpsikologicukupmemotivasimahasiswadalampenyelesaianskripsi, yang didukungolehbakatdalammenulis, membaca, danberkomunikasi. Sedangkanpencapaiancita-citauntukbisabekerja di perusahaan-perusahaantertentusetelahselesaimenyusunskripsihanyamemberikansedikitsumbangandalamhalmeningkatkanmotivasidalampenyelesaianskripsi. (2)Motivasiekstrinsikdenganlatarbelakangfaktorlingkungankeluarga, faktorlingkungansekolahatautempatmenitihilmu, danfaktormasyarakatcukupmemotivasimahasiswadalampenyelesaianskripsi. Saran yang dapatpenelitiajukanadalah(1) Diharapkanbagimahasiswadalammemilihanjudulskripsihendaknyadisesuaikandenganbakat, minat, sertakemampuanmahasiswa agar mahasiswadapattermotivasidalampenyelesaiannyadandapatmenyelesaikanmasastuditepatwaktusesuaidenganjatah semester yang di berikanUniversitas. (2) Diharapkanbagidosenpembimbingdapatmemberikanmasukan-masukan yang mampumembangkitkanmotivasimahasiswadalampenyelesaianskripsi, sehinggameminimalisirjumlahketerlambatankelulusanmahasiswa di jurusanTeknologiIndustri. (3) Diharapkanbagi Prodi Pendidikan Tata Busanahendaknyameningkatkanlayananadministrasi agar signifikandenganpeningkatanmotivasimahasiswadalampenyelesaianskripsi
Kesiapan Siswa Kelas XII Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Malang Dalam Menghadapi Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi
ABSTRAK Uji kompetensi sertifikasi profesi adalah ujian untuk membuktikan siswa tersebut kompeten atau belum kompeten dalam bidang yang diujikan di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Lulusan SMK selain dibekali ijazah sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar, juga dibekali sertifikat kompetensi sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu. Sertifikat kompetensi sebagai jaminan bahwa lulusan tersebut telah lulus ujian kompetensi yang dilaksanakan lembaga terkait dan berguna untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan jabatan yang telah dikuasai. Sertifikat kompetensi dalam hal ini dapat diperoleh dengan mengikuti ujian sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan oleh Sertifikasi siswa SMK diprioritaskan kepada beberapa sector, diantaranya sektor pariwisata, logistik, otomotif, komunikasi dan informatika, kesehatan, dan elektronik. SMK di Kota Malang yang telah dijadikan Tempat Uji Kompetensi (TUK) sertifikasi profesi dalam bidang Tata Busana adalah SMK Negeri 3 Malang. Selain menjadi TUK, SMK Negeri 3 Malang juga menjadi sekolah rujukan program keahlian Tata Busana.Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan materi siswa kelas XII dalam menghadapi Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi di LSP SMK Negeri 3 Malang. Permasalahan yang dibahas adalah kesiapan siswa dalam segi materi uji yang diujikan dalam Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XII program keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Malang yang akan menghadapi Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan angket atau kuesioner. Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup dengan 2 alternatif jawaban. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Penyajian data dalam statistik deskriptif antara lain dengan penyajian data melalui tabel, grafik, dan diagram lingkaran ataupun presentase.Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian dengan judul “Kesiapan Siswa Kelas XII Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Malang Dalam Menghadi Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi”, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh siswa kelas XII Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Malang dapat dikatakan telah siap menghadapi Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi. Saran dari penelitian ini adalah SMK Negeri 3 Malang diharapkan lebih focus dalam menyiapkan siswanya untuk memperdalam materi uji kompetensi profesi, siswa kelas XII yang akan menghadapi Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi diharapkan lebih memperdalam dalam mempelajari materi uji, dan peneliti lain diharpkan bisa memperluas wawasan untuk meneliti hal serupa
Profil "Ki Joyo" Sebagai Instruktur Batik Pada Sanggar Alam Batik Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Retnoningsih, Dyah Ayu. 2017. Profil “Ki Joyo” sebagai Instruktur Batik pada Sanggar Alam Batik Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd Kata Kunci: Profil, Instruktur, Sanggar Alam Batik Ferry Sugeng Santoso atau biasa dipanggil Ki Joyo merupakan pembatik sekaligus instruktur batik yang berasal dari Kabupaten Pasuruan. Pada tahun 2007 beliau mendirikan rumah batik bernama Sanggar Alam Batik, selain sebagai tempat pembuatan batik, Ki Joyo juga memanfaatkan sanggar sebagai tempat pelatihan batik bagi masyarakat. Setelah memiliki pengalaman dalam pelatihan yang dilakukan di sanggar, beliau dipanggil oleh berbagai instansi pemerintah untuk menjadi instruktur dalam pelatihan batik dan telah memperoleh 16 piagam/sertifikat sebagai seorang instruktur batik. Atas dedikasinya mengembangkan batik khas daerah dan usaha pemberdayaan masyarakat, beliau meraih Anugerah Baksyacaraka tingkat nasional pada tahun 2014. Setelah mendapatkan informasi tersebut penulis melakukan observasi awal dengan mengajukan beberapa pertanyaan terkait kegiatan pelatihan kepada Ki Joyo di Sanggar Alam Batik yang terletak di Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Terkait dengan penjabaran di atas maka perlu dilakukan penelitian tentang profil Ki Joyo sebagai instruktur batik pada Sanggar Alam Batik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui identitas, tujuan, serta kompetensi Ki Joyo sebagai instruktur batik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah instruktur, peserta pelatihan, anggota sanggar di Sanggar Alam Batik, foto, serta dokumen berupa buku atau file yang menunjang penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan triangulasi, perpanjangan pengamatan, dan peningkatan ketekunan dilakukan untuk menjaga keabsahan data. Kegiatan analisis data dimulai dari mereduksi data, menyajikan, dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ki Joyo merupakan pendiri rumah batik bernama Sanggar Alam Batik dan menciptakan batik bernilai jual tinggi, serta memperoleh berbagai piagam penghargaan dan sertifikat sebagai seorang instruktur; (2) Tujuan Instruktur melakukan pelatihan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang batik, dan secara tidak langsung memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat; (3) Penampilan fisik dan cara berkomunikasi instruktur dilakukan secara santai, saling percaya, saling hormat, dan saling membantu antar instruktur dengan peserta pelatihan. Pengorganisasian materi belajar dilakukan bersama-sama antara kedua belah pihak dan merencanakan tujuan sesuai dengan kebutuhan peserta yang mengikuti pelatihan. Pembelajaran teori dan praktik dilakukan dengan menyampaikan materi secara sederhana. Tempat untuk kegiatan pelatihan yang berada di Sanggar dilakukan ditempat terbuka dengan kondisi yang nyaman dengan sirkulasi udara yang mencukupi sehingga komunikasi antar peserta dan pelatihan berjalan dengan baik. Dari kegiatan pelatihan yang dilakukan Ki Joyo, beliau memiliki kompetensi di atas rata-rata karena telah memenuhi syarat-syarat sebagai instruktur dan memiliki banyak sertifikat sebagai seorang instruktur yang dipercaya banyak instansi. Saran yang dapat diberikan penulis adalah: (1) Instruktur diharapkan menjaga konsistensi dalam menciptakan lingkungan pelatihan yang fleksibel sesuai situasi dan kondisi masyarakat atau peserta pelatihan sehingga dapat menerima pengetahuan dan keterampilan yang disalurkan instruktur secara maksimal; (2) diharapkan munculnya instruktur-instruktur baru yang memiliki pengetahuan dan keahlian pada bidang tertentu; (3) instansi-instansi pemerintah agar lebih sering mengadakan pelatihan-pelatihan secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khususnya dalam bidang batik dengan tujuan untuk meningkatkan budaya dan ekonomi kreatif daerah dengan menghadirkan nara sumber salah satunya adalah Ki Joyo; (4) bagi Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadi referensi terkait penelitian tentang instruktur bati
Tanggapan Mahasiswa Tentang Tingkat Kesulitan Pembuatan T-Shirt, Polo Shirt, dan Jumper pada Matakuliah Teknik Pembuatan Busana Industri
ABSTRAK Ayu, Mayang. 2012. Tanggapan Mahasiswa Tentang Tingkat Kesulitan Pembuatan T-Shirt, Polo Shirt, dan Jumper pada Matakuliah Teknik Pembuatan Busana Industri. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.. (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Tingkat Kesulitan, Pembuatan, T,Shirt, Polo Shirt, Jumper.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang tingkat kesulitan membuat T-Shirt, Polo Shirt, dan Jumper. Pada Matakuliah Teknik Pembuatan Busana Industri, mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2015.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian yang digunakan adalah penelitian populasi sebab sampel yang digunakan diambil semua yang berjumlah 62mahasiswa dari angkatan 2015. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase.Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pada umumnya tingkat kesulitan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2015 pada matakuliah Teknik Pembuatan Busana Industri memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. 1) Pada pembuatan T-Shirt 61% responden tidak kesulitan dalam prosespattern & marker, 97% responden tidak kesulitan dalam proses cutting, 63% responden cukup kesulitan dalam sewing, 65% responden cukupkesulitan dalam mengoprasikan mesin industri, dan 95% responden tidak kesulitan dalam proses finishing. 2) Pada pembuatan Polo Shirt, 82% responden tidak kesulitan dalam prosespattern & marker, 78% responden tidak kesulitan dalam prosescutting, 81% responden cukup kesulitan dalam proses sewing, 68% responden cukup kesulitan dalam mengoprasikan mesin, 95% responden tidak kesulitan dalam prosesfinishing. 3) Pada pembuatan Jumper, 69% responden tidak mengalami kesulitan dalam proses pattern & marker, 69% responden tidak kesulitan dalam prosescutting, 66% responden tidak kesulitan dalam proses sewing, 60% responden cukupkesulitan dalam mengoprasikan mesin industri, 98% responden tidak kesulitan dalam prosesfinishing.Kesimpulan yang dapat di tarik dari penelitian ini adalah, bahwa mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana cukup kesulitan dalam mengoperasikan mesin pada proses pembuatan T-Shirt, cukup mengalami keulitan dalam proses sewing Polo Shirt dan mengoperasikan mesin, dan cukup mengalami kesulitan dalam proses mengoperasikan mesin pada proses pembuatan Jumper. Saran untuk penelitian ini yang dapat dijadikan masukan adalah 1) bagi mahasiswa agar lebih membiasakan diri menggunakan mesin industri agar terampil mengoperasikan mesin industri, 2) bagi mahasiswa agar lebih memahami berbagai macam teknik jahit supaya lebih terampil menjahit busana seperti teknik membuat belahan maupun teknik membuat bagian busana lainnya, 2) bagi dosen agar supaya lebih memperhatikan dan memberikan banyak waktu untuk mahasiswa agar mengenal dan trampil menggunakan mesin industri