SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
Pengaruh Gaya Belajar dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Otomatisasi Perkantoran (Studi Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen)
ABSTRAK Gaya belajar merupakan cara yang dipakai seseorang untuk menangkap, mengatur, serta mengolah informasi yang diterima dalam proses belajar. Gaya belajar terdiri dari gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Fasilitas belajar adalah segala sesuatu yang dapat menunjang kelancaran proses belajar siswa di sekolah. Siswa tentu dapat belajar dengan baik dan menyenangkan bila bisa menemukan gaya belajar mereka dan sekolah dapat memenuhi segala kebutuhan belajar siswa sehingga bisa mendapatkan hasil belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1)mendeskripsikan bagaimana gaya belajar dan fasilitas belajar serta hasil belajar siswa pada mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran kelas X di Smk Muhammadiyah 5 Kepanjen. (2a)mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar visual terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran siswa kelas X di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (2b)mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar auditorial terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran siswa kelas X di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (2c)mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar kinestetik terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran siswa kelas X di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (3)mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran siswa kelas X di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X APK SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen tahun ajaran 2016/2017 dengan sampel 37 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasional. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut. (1)Siswa kelas X APK SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen mayoritas memiliki gaya belajar visual. Gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik siswa cukup baik, mendapatkan fasilitas belajar yang baik, dan memiliki rata-rata hasil belajar mata Pelajaran Otomatisasi Perkantoran yang baik. (2a)Terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar visual terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran kelas X APK SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (2b)Terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar auditorial terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran kelas X APK SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (2c)Terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar kinestetik terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran kelas X APK SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (3)Terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran kelas X APK SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen
Studi Faktor Penentu Produktivitas Tenaga Kerja Jahit di CV Amarta Wisesa Malang
ABSTRAK Alwiyah, Ella. 2017. Studi Faktor Penentu Produktivitas Tenaga Kerja Jahit di CV Amarta Wisesa Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S.T., M.T., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata Kunci: Faktor Penentu, Produktivitas Tenaga Kerja Jahit, CV Amarta Wisesa. CV Amarta Wisesa merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang industri apparel, yaitu memproduksi pakaian dalam jumlah besar. Peneliti menemukan beberapa masalah pada perusahaan ini. Salah satu permasalahan tersebut yaitu mobilitas tenaga kerja yang sangat tinggi. Banyak tenaga kerja yang pindah kerja dalam waktu yang relatif singkat dan diganti karyawan baru sehingga dapat menghambat proses produksi. Permasalahan klasik lainnya yaitu terdapat barang hilang (loss) dan barang cacat (defect) pada lini produksi. Hal tersebut secara langsung akan mempengaruhi hasil produksi menjadi tidak optimal. Hasil yang tidak optimal tersebut berkaitan dengan produktivitas kerja yang juga tidak optimal. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mendeskripsikan faktor penentu produktivitas tenaga kerja jahit di CV Amarta Wisesa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji faktor-faktor yang menentukan produktivitas tenaga kerja jahit di CV Amarta Wisesa yang meliputi pengalaman kerja, motivasi, dan keterampilan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah tenaga kerja jahit di CV Amarta Wisesa sebanyak 42 orang. Adapun sampel penelitian sejumlah 36 orang diambil berdasarkan tabel penentuan sampel yang dikembangkan oleh Isac dan Michael dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian di lapangan tentang faktor-faktor penentu produktivitas kerja penjahit di CV Amarta Wisesa menunjukkan variabel faktor-faktor yang menentukan produktivitas kerja operator jahit termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini dapat diartikan bahwa penjahit-penjahit pada perusahaan tersebut memiliki pengalaman, motivasi internal, motivasi eksternal, dan keterampilan yang sangat baik. Namun juga ditemukan sedikit penjahit memiliki pengalaman, motivasi internal, motivasi eksternal, dan keterampilan yang masih kurang baik. Saran yang diberikan dalam penelitian ini yaitu CV Amarta Wisesa diharapkan untuk melengkapi alat-alat pelindung diri untuk keryawannya. Hal terebut berdasarkan hasil penelitian yang menyatakan fasilitas pelindung diri masih kurang memenuhi. Selain itu juga diharapkan tenaga kerja jahit dapat mempelajari penyebab-penyebab kerusakan mesin seperti penyebab putusnya benang, jarum patah, dinamo mati, komponen atau alat aus, dan lain-lain sehingga produktivitas mereka dapat lebih tinggi
minat siswa SMP untuk melanjutkan studi ke jurusan tata busana di SMK Negeri 1 Gedangan Kabupaten Malang
ABSTRAK Wilastyaningrum, Niken. 2017. Minat Siswa SMP untuk Melanjutkan Studi ke Jurusan Tata Busana di SMK Negeri 1 Gedangan Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci:Minat, Melanjutkan Studi, Jurusan Tata Busana, SMK Negeri 1 Gedangan Minat adalah suatu keinginan yang cenderung menetap pada diri seseorang untuk mengarahkan pada suatu pilihan tertentu sebagai kebutuhannya, kemudian dilanjutkan untuk diwujudkan dalam tindakan yang nyata dengan adanya perhatian pada obyek yang diinginkan untuk mencari informasi sebagai wawasan bagi dirinya. Minat melanjutkan studi ke jurusan tata busana di SMK Negeri 1 Gedangan adalah suatu keadaan dimana seseorang menaruh perhatian dan ketertarikan pada pendidikan khususnya jurusan tata busana serta disertai keinginan untuk mengetahui, memiliki, memperlajari dan membuktikan dengan salah satu pendidikan tersebut. Faktor yang mempengaruhi minat siswa pada studi lanjut antara lain: pengalaman dini sekolah, pengaruh orang tua, sikap saudara kandung, sikap teman sebaya, penerimaan oleh kelompok teman sebaya, penerimaan oleh kelompok teman sebaya, keberhasilan akademik, sikap terhadap pekerjaan, dan hubungan guru dan murid. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Minat Siswa SMP untuk Melanjutkan Studi ke Jurusan Tata Busana di SMK Negeri 1 Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan di 10 SMP yang berada di Kecamatan Gedangan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa SMP kelas IX yang berada di Kecamatan Gedangan. Sampel penelitian ini berjumlah 171 siswa yang berada di kelas IX dan menggunakan teknik proposional random sampling. Hasil penelitian tentang Minat Siswa SMP untuk Melanjutkan Studi ke Jurusan Tata Busana di SMK Negeri 1 Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang menunjukkan bahwa indikator motivasi sebanyak 4% berada pada kategori sangat tinggi, 43% siswa berada pada kategori tinggi, 48% berada pada kategori sedang, dan sebanyak 5% berada pada kategori rendah.Hasil indikator cita-cita menunjukkan bahwa sebanyak 5 % berada pada kategori sangat tinggi, persentase 30% berada pada kategori tinggi, 51% berada pada kategori sedang, dan sebanyak 14% berada pada kategori rendah. Hasil penelitian dengan indikator keinginan berada pada kategori sangat tinggi sebesar 2%, sebanyak 37% berada pada kategori tinggi, 35% berada pada kategori sedang, dan sebanyak 26% berada pada kategori rendah. Hasil penelitian faktor ektrinsik dengan indikator keluarga menunjukkan bahwa sebesar 5% berada pada kategori sangat tinggi, sebanyak 27% berada pada kategori tinggi, sebanyak 49% berada padakategori sedang, dan pada kategori rendah sebanyak 19%. Indikator sekolah menunjukkan bahwa sebesar 9% berada pada kategori sangat tinggi, sebanyak 51% berada pada kategori tinggi, pada kategori sedang sebanyak 32%, sedangkan sebanyak 8% berada pada kategori rendah. Indikator masyarakat menunjukkan bahwa sebanyak 2% berada pada kategori sangat tinggi, 25% berada pada kategori tinggi, sebanyak 51% berada pada kategori sedang, sedangkan sebanyak 22% berada pada kategori rendah. Hasil dari rekapitulasi menunjukkan bahwa minat siswa SMP untuk melanjutkan studi ke jurusan tata busana di SMK Negeri 1 Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang,setengah dari siswa minat untuk melanjutkan studi ke jurusan tata busana di SMK Negeri 1 Gedangan dengan persentase sebesar 50%.
Studi Pemanfaatan Sarana Prasarana di Laboratorium Menjahit pada Pembelajaran Pembuatan Busana (Custom-Made) Program Keahlian Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang
ABSTRAK Farida, Novia. 2017. Studi Pemanfaatan Sarana Prasarana di Laboratorium Menjahit pada Pembelajaran Pembuatan Busana (Custom-Made) Program Keahlian Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd., (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci : Sarana Prasarana, Pembelajaran, PemanfaatanSekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan jenjang pendidikan yang mengutamakan pengembangan kemampuan dan keterampilan peserta didik agar siap untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. SMKN 5 Malang berupaya mengembangkan keterampilan peserta didik melalui pembelajaran praktikum di laboratorium, namun kondisi sarana prasarana laboratorium di SMKN 5 Malang belum memenuhi standar. Oleh sebab itu, sekolah sudah seharusnya menyediakan sarana prasarana yang menunjang sesuai dengan standar agar dapat dimanfaatkan peserta didik dalam pembelajaran sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan dengan maksimal sarta tujuan pembelajaran dapat tercapai.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan sarana dan prasarana di laboratorium menjahit pada Pembelajaran Pembuatan Busana (Custom-Made) di SMKN 5 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII Busana Butik. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket tertutup dengan sejumlah 53 item pernyataan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana di laboratorium menjahit pada umumnya sudah dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran Pembuatan Busana (Custom-Made). Pemanfaatan laboratorium tersebut meliputi sarana di laboratorium 1, laboratorium 2, dan laboratorium 3 yang sudah dimanfaatkan dalam pembelajaran, namun terdapat sarana yang kurang dimanfaatkan yaitu ketersediaan alat jahit pokok dan ketersediaan alat jahit penunjang di laboratorium 1. Prasarana di laboratorium 1, laboratorium 2, dan laboratorium 3 sudah dimanfaatkan dalam pembelajaran dan terdapat prasarana yang kurang dimanfaatkan yaitu keamanan dan kesehatan di laboratorium 1. Bagi pihak sekolah diharapkan agar dapat lebih memperhatikan dan menyiapkan fasilitas sarana prasarana laboratorium menjahit sesuai standar yang telah ditetapkan supaya peserta didik dapat menggunakan semua fasilitas laboratorium yang dibutuhkan ketika mengikuti pembelajaran. Selanjutnya, guru diharapkan dapat mengarahkan dan membimbing peserta didik agar peserta didik dapat memanfaatkan sarana prasarana yang tersedia dengan maksimal sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran praktikum dengan baik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai
Tanggapan Konsumen terhadap Produk Busana Berbahan Fabric Defect
ABSTRAK Mufarrohah, Alifatul. 2017. Tanggapan Konsumen terhadap Kualitas Produk Busana Berbahan Fabric Defect. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd, (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn Kata Kunci: Tanggapan, Konsumen, Kualitas, Produk Busana, Fabric Defect, dan Betti Le MermaidKualitas produk merupakan strategi perusahaan agar mampu bersaing di pesatnya persaingan bisnis, salah satunya bisnis busana. Betti Le Mermaid adalah usaha di bidang busana yang berdiri sejak tahun 2014 hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan konsumen tentang kualitas produk busana Betti Le Mermaid.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik accidental sampling. Populasi konsumen Betti Le Mermaid tidak dapat dipastikan jumlahnya, untuk mendapatkan data yang representatif dapat diperoleh dengan melakukan pengambilan jumlah sampel yang memadai yaitu sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup. Diperoleh hasil: (1) Kinerja produk dengan persentase 60% data responden dalam klasifikasi sangat baik, (2) keistimewaan produk dengan persentase 75% data responden dalam klasifikasi baik, (3) Kehandalan produk dengan persentase 56% data responden dalam klasifikasi baik, (4) Kesesuaian produk dengan persentase 52% data responden dalam klasifikasi baik (5) Daya tahan produk dengan persentase 50% data responden dalam klasifikasi baik, (6) Kemampuan layanan dengan persentase 59% data responden dalam klasifikasi sangat baik, (7) Estetika Produk dengan persentase 52% data responden dalam klasifikasi baik, (8) Persepsi kualitas produk dengan persentase 61% data responden dalam kategori baik. Secara keseluruhan dimensi, 65% responden kualitas produk busana Betti Le Mermaid dalam kategori baik dan 35% lainnya berada dalam kategori sangat baik.Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan secara keseluruhan kondisi kualitas produk busana Betti Le Mermaid dipersepsikan baik oleh sebagian besar responden, melalui 8 dimensi kualitas produk dimensi yang paling menonjol ada pada dimensi kualitas yang dipersepsikan, dimana pada dimensi tersebut sebagian besar responden mempersepsikannya dengan kategori sangat baik. Adapun saran bagi Betti Le Mermaid, hendaknya terus meningkatkan kualitas produknya salah satunya meliputi konsistensi bahan yang digunakan dan meningkatkan kualitas kekuatan jahitan, serta memberikan jaminan produk pada produk yang cacat/rusak. Bagi Dosen Prodi Tata Busana, hendaknya memberikan pengetahuan yang mendalam terkait pentingnya kualitas produk yang mampu berhasil di pasaran, terutama pada mata kuliah jurusan. Bagi Peneliti lain, hendaknya penelitian ini dapat disempurnakan lagi dengan mengembangkan variabel-varibel lain yang ada
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Merancang Bahan dan Harga Berbasis Microsoft Power Point pada Matakuliah Konstruksi Pola dan Pecah Model Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Pengembangan Multimedia Pembelajaran Merancang Bahan dan Harga untuk mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang dilatarbelakangi oleh kesulitan mahasiswa dalam memahami materi merancang bahan dan harga terkait praktik peletakan pola, menentukan arah serat dan hanya mengetahui peletakan pola pada kain polos. Waktu yang disediakan untuk pertemuan khusus merancang bahan dan harga masih kurang cukup. Mahasiswa juga kesulitan mencari referensi yang berkaitan dengan materi merancang bahan dan harga. Hal ini didukung dengan pernyataan yang menyebutkan bahwa mahasiswa sebenarnya belum memahami teori merancang bahan dan harga. Mahasiswa mengerjakan praktik berdasarkan hasil pekerjaan teman yang dianggap menguasai materi merancang bahan, sehingga mahasiswa masih meniru pola pikir yang salah dalam memahami suatu materi pembelajaran. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah (1) merancang multimedia pembelajaran materi merancang bahan dan harga berbasis microsoft power point; (2) mengembangkan multimedia pembelajaran materi merancang bahan dan harga berbasis microsoft power point; dan (3) menerapkan multimedia pembelajaran materi merancang bahan dan harga berbasis microsoft power point yang memiliki kelayakan isi dan kelayakan penyajian. Penelitian pengembangan yang digunakan mengadaptasi model Borg dan Gall. Pengembangan produk multimedia pembelajaran perangkat lunak (software) menggunakan software microsoft power point merancang bahan dan harga serta memvalidasi produk yang dikembangkan. Tahap-tahap dalam model penelitian pengembangan mengadaptasi 5 dari 10 tahap Borg dan Gall, yaitu (1) pengumpulan data, (2) perencanaan penelitian, (3) pengembangan draft produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi hasil uji coba lapangan awal. Multimedia pembelajaran divalidasi oleh ahli media dan ahli materi, lalu diujicobakan kepada mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2015. Hasil validasi dari ahli media diperoleh kualifikasi sangat valid, ahli materi diperoleh kualifikasi cukup valid dengan revisi. Uji coba lapangan awal diperoleh kualifikasi sangat valid. Data analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran pada materi merancang bahan dan harga memenuhi kriteria sangat valid sehingga dapat digunakan pada proses belajar mengajar. Saran bagi pengembang selanjutnya, produk yang dihasilkan sebaiknya menggunakan aplikasi pendukung lain seperti adobe flash untuk membuat multimedia pembelajaran lebih menarik. Pengembang sebaiknya menyesuaikan antara software dengan spesifikasi alat yang digunakan, supaya tidak terjadi respon lambat atau hang serta untuk memaksimalkan performa tampilan multimedia pembelajaran
Studi Tentang Makna Dan Perkembangan Busana Pengantin Pegon Surabaya
ABSTRAK Pungkasari, Muryati, S. 2016. Studi Tentang Makna Dan Perkembangan BusanaPengantin Pegon Surabaya, Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, FakultasTeknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur EndahPurwaningsih, M.Pd. Kata Kunci: Pengantin Pegon, Surabaya Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna dan perkembangan busana pengantin Pegon Surabaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari partisipan Tim HARPI Melati Surabaya, ketua Iwata Retna Busana dan dosen Tata Rias di Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakana (a) teknik observasi untuk mendapatkan data mengenai makna dan perkembangan pada busana pengantin Pegon Surabaya. (b) teknik dokumentasi digunakan untuk mendapatkan gambaran dari makna dan perkembangan pada busana pengantin Pegon Surabaya. Keabsahan data dilakukan malalui triangulasi data. Analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa busana pengantin pegon merupakan hasil dari akulturasi budaya dari bangsa Arab,Cina, Belanda dan budaya Jawa. Busana pengantin Pegon sudah dikenakan sejak tahun 1860. Pegon sendiri memiliki arti tengah-tengah sehingga tidak meninggalkan unsur budaya Jawa. Tidak begitu banyak perkembangan yang terjadi pada busana pengantin Pegon Surabaya. Namun pada dasarnya tetap mengikuti perkembangan jaman dan tetap mengikuti pakem. Salah satu upaya pemerintah dalam melestarikan dan mempromosikan busana pengantin Pegon Surabaya, yaitu melalui beberapa kegiatan dan bekerja sama dengan para penata rias yang terhimpun dalam HARPI Melati Surabaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat makna disetiap bagian busana pengantin pegon yang salah satunya adalah dapat menunjukan status sosial pengantin. Perkembangan berupa dukungan dari pemerintah sudah cukup baik, namun alangkah baiknya agar dapat bekerja sama dengan para perias dari tim HARPI Melati atatupun para peneliti untuk menulis buku tentang busana pengantin pegon secara keseluruhan untuk dapat dijadikan referensi dan pegangan. Saran yang dapat diberikan adalah menggandeng seluruh lapisan masyarakat, terutama Surabaya untuk lebih mengenalkan serta melestarikan busana pengantin pegon Surabaya
Profil Lulusan Program Keahlian Tata Busana SMKN 3 Malang Tahun 2013/2014
ABSTRAK Sesuai dengan tujuan serta misi dan visi SMKN 3 yaitu keberadaan SMK dapat membuat lulusannya mampu mengembangkan kecakapan dan keterampilan kerja dan dapat mencetak lulusan yang siap kerja di bidangnya. Namun jumlah lulusan SMK yang bekerja sekalipun masih memiliki permasalahan, yaitu kesesuaian antara lapangan kerja yang dimiliki sekarang dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh dan adapula lulusan SMK yang masih belum bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil lulusan program keahlian tata busana SMKN 3 Malang tahun 2013/2014. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah lulusan program keahlian tata busana SMKN 3 Malang tahun 2013/2014 sebanyak 70 orang. Sampel penelitian menggunakan sampel jenuh yaitu 70 orang. Hasil penelitian di lapangan Profil Lulusan Program Keahlian Tata Busana SMKN 3 Malang Tahun 2013/2014 yang bekerja sesuai dengan bidang busana terdapat 13 orang, yang tersebar di garmen 7 orang, modiste 1 orang, butik 2 orang, dan wirausaha busana 3 orang. Profil lulusan Program Keahlian Tata Busana SMKN 3 Malang Tahun 2013/2014 yang bekerja tidak sesuai bidang busana terdapat 13 orang, yang tersebar di tenaga usaha kantor 2 orang, tenaga usaha penjualan toko 11 orang. Profil Lulusan Program Keahlian Tata Busana SMKN 3 Malang Tahun 2013/2014 yang tidak bekerja terdapat 44 orang, yang memiliki alasan tidak bekerja dikarenakan studi lanjut 17 orang dan dikarenakan menikah 27 orang. Saran yang diberikan dalam penelitian ini yaitu lulusan yang bekerja di bidang busana dapat meningkatkan kualitas dari ilmu dan keahlian yang dimiliki dan menambah minat dan motivasi. Lulusan yang bekerja di bidang umummenambah bidang keilmuan sesuai pekerjaan sekarang, dan bagi lulusan yang tidak bekerja karena menikah menjadi lebih produktif dengan memanfaatkan ilmu serta keahlian yang didapat di bangku sekolah agar mengurangi angka pengangguran, serta bagi lulusan yang lanjut studi agar dapat menggunakan ilmunya pada pekerjaanya yang akan datang
Preferensi Konsumen Batik Gedog Tuban
ABSTRAK Batik gedog merupakan batik tradisonal berbahan kain tenun gedog. Setelah peristiwa bom Bali I dan II, pasar batik gedog mulai menyusut. Selain pasar yang menyusut produk batik gedog Tuban juga berhadapan dengan pasar bebas (MEA) pada tahun 2015 dan penurunan jumlah pengrajin pada tahun 2016. Persaingan yang ketat pada tahun 2016 membutuhkan strategi pemasaran yang tepat, oleh karena itu Penelitian mengenai preferensi konsumen terhadap batik gedog tuban perlu dilakukan, untuk menunjang perkembangan usaha batik tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen Batik Gedog Tuban. Ditinjau dari permasalahannya, penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini dalah konsumen batik gedog Tuban dengan jumlah sampel 70 responden yang dihitung dengan standart error 10% dan tingkat kepercayaan 90%. Proses pengambilan sampel dilakukan berdasarkan metode sampling insidental.Hasil penelitian preferensi konsumen terhadap batik gedog Tuban menunjukkan bahwa konsumen paling banyak memilih motif lung-lungan sebagai motif paling indah dan motif lok chan sebagai motif paling unik. Motif lung-lungan dianggap indah karena bentuk ornamen batang rambat, sedangkan motif lok chan dianggap unik karena bentuk ornamen tambahan kembang dan lung. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa, batik gedog Tuban disukai karena teksturnya, dimana tekstur tebal menampilkan keindahan sementara tekstur kasar menampilkan keunikan. Tekstur tebal dianggap indah karena finishing pada kain tenun yang rapi sedangkan tekstur kasar dianggap unik karena pola anyamannya. Jika ditinjau dari segi warna, konsumen juga memilih batik gedog Tuban karena tampilan warnanya. Konsumen beranggapan bahwa warna pipitan modifikasi pada motif lung-lungan adalah warna yang indah sementara warna putihan pada motif ganggeng merupakan warna yang unik. Warna pipitan modifikasi pada motif lung-lungan dianggap indah karena warna latarnya, sedangkan warna putihan pada motif ganggeng dianggap unik karena warna isennya yang cerah yakni putih diatas ornamen berwarna gelap. Saran yang terkait dengan hasil penelitian ini: (1) lembaga perlu merekomendasikan hasil penelitian ini sebagai referensi ilmiah; (2) pengrajin perlu memperhatikan aspek-aspek yang kurang disukai konsumen dan melakukan perbaikan pada aspek-aspek tersebut; (3) peneliti selanjutnya perlu meneliti lebih dalam dan lebih mendetail tentang pemasaran pada produk batik gedog Tuban yang tidak terlalu disukai konsumen, sehingga pada akhirnya produk-produk yang tidak disukai tersebut dapat disukai konsumen.
Pengukuran Persepsi dan Ekspektasi Konsumen Pada Kualitas Pelayanan Mayang Collection di Kota Malang
ABSTRAK Arifatin, Laily Qonita. 2016. Pengukuran Persepsi dan Ekspektasi Konsumen Pada Kualitas Pelayanan Mayang Collection di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd., (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T. Kata Kunci: persepsi, ekspektasi, kualitas pelayanan, MayangCollection. Mayang Collection merupakan took busana yang berkembang di kota Malang. Mayang Collection selain sebagai took busana mencoba memenuhi keinginan dan harapan konsumen melalui pelayanan.Kualitas pelayanan merupakan segala bentuk layanan yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen serta sebagai salah satu keunggulan/nilai tambah dari perusahaan. Kualitas pelayanan pada umumnya sulit untuk diukur, sehingga dibutuhkan persepsi dan ekspektasi konsumen untuk menilai.Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin mengetahui sejauh mana persepsi dan ekspektasi konsumen terhadap kualitas pelayanan Mayang Collection. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur persepsi dan ekspektasi konsumen pada kualitas pelayanan Mayang Collection di kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Populasi penelitian ini yaitu konsumen yang mengunjungi Mayang Collection dalam jangka waktu penelitian berlangsung. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang menggunakan metode insidental sampling. Hasil penelitian tentang pengukuran persepsi dan ekspektasi konsumen pada kualitas pelayanan Mayang Collectiondi kota Malang, menunjukkan bahwa responden menilai kualitas pelayanan Mayang Collection baik. Hal tersebut karena responden memiliki persepsi dan ekspektasi tinggi terhadap masing-masing dimensi pengukuran kualitas pelayanan Mayang Collection. Lima dimensi pengukuran kualitas pelayanan memiliki nilai gap (kesenjangan) yang berbeda yaitu nilai positif pada empat dimensi meliputi dimensi keragaman, dimensi kemampuan pelayanan, dimensi estetika, dan dimensi kualitas yang dipersepsikan. Dimensi yang memiliki nilai gap (kesenjangan) negatif yaitu dimensi kehandalan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan konsumen merasa puas dengan kualitas pelayanan Mayang Collectionyang meliputi lima dimensi pengukuran yaitu dimensi keragaman, dimensi kehandalan, dimensi kemampuan pelayanan, dimensi estetika, dimensi kualitas yang dipersepsikan, dan harapan konsumen terpenuhi kecuali pada dimensi kehandalan. Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu Mayang Collection perlu mempertahankan dimensi pengukuran yang sudah baik dan terpenuhi, serta meningkatkan dimensi pengukuran yang belum terpenuhi agar citra Mayang Collection semakin baik di mata konsumen.