SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    Preferensi Konsumen pada Makrame di Desa Karangduren Pakisaji

    No full text
    ABSTRAK Makrame merupakan usaha kerajinan tangan berupa tas dan dompet yang berada di Desa Karangduren. Penelitian ini meneliti 4 kelompok usaha makrame di Desa Karangduren. Peneliti menemukan masalah dalam kelompok usaha tersebut. Permasalahan tersebut yaitu pengrajin mampu membuat makrame tetapi belum mengetahui cara memasarkan dengan baik. Berdasarkan permasalahan yang ada perlu diketahui bagaiamana minat konsumen sehingga, diketahui kesukaan konsumen terhadap produk tersebut. Masalah dari usaha makrame tersebut membutuhkan solusi yaitu perlunya meneliti tentang preferensi konsumen pada makrame di Desa Karangduren Pakisaji.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui preferensi konsumen pada produk makrame di Desa Karangduren Pakisaji. Penelitian ini merupakan penelitian deskirptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengetahui dan memahami produk makrame sebagai respondennya. Sampel penelitian sejumlah 68 responden yang diambil berdasarkan tabel penentuan sampel dengan taraf kesalahan  10%.Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai keindahan pada produk tas makrame dipilih dan disukai karena, atribut bentuk jadi yakni kesesuaian warna pada makrame, kombinasi warna muda dengan warna tua, dan jenis peggunaan tali tas yang indah yaitu tali simpul  sedangkan pada produk dompet makrame, nilai keindahan yang dipilih dan disukai karena, bentuk jadi makrame, kombinasi warna yang senada, dan desain dompet berzipper. Nilai unik yang dipreferensikan terhadap produk tas dan dompet makrame terdapat pada hasil jadi makrame, kombinasi dua simpul, dan kesan garis vertikal serta garis zigzag sedangkan pada produk dompet makrame nilai unik terlihat dari hasil jadi makrame, jumlah kombinasi dua simpul, dan kesan garis zigzag. Kekuatan simpul yang kencang pada tas dan dompet makrame merupakan ukuran kualitas yang dipreferensikan dari nilai daya tahan. Sesuai dengan fungsi produk, ukuran sedang lebih disukai pada tas dan dompet makrame dibandingkan ukuran kecil dan ukuran besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tas dan dompet makrame yang lebih disukai adalah produk N Handmade dibandingkan produk milik Bu Marmi sehingga dapat disarankan bahwa pengrajin produk Bu Marmi perlu meningkatkan unsur-unsur yang meliputi: bentuk jadi, kombinasi warna, hasil jadi, kombinasi jumlah warna tali, kesan garis dan kekuatan simpul agar dapat bersaing dengan produk lain

    Keterserapan Alumni Program Keahlian Busana Butik SMK Negeri 5 Malang Tahun Angkatan 2012/2013 di Lapangan Pekerjaan

    No full text
    ABSTRAK Keterserapan alumni adalah kemampuan atau kekuatan melakukan sesuatu untuk bertindak dalam menyerap seseorang yang sudah lulus dari ujian serta memperoleh sesuatu yang lebih menguntungkan dari sebelumnya dengan menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghasilkan alumni yang siap kerja dan dapat terjun ke dunia Industri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterserapan alumni Program Keahlian Busana Butik SMK Negeri 5 Malang tahun angkatan 2012/2013 di Lapangan Pekerjaan.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan sampel jenuh, dengan menggunakan seluruh populasi menjadi sampel penelitian sebanyak 81 orang. Hal tersebut bertujuan untuk dapat mengetahui gambaran sebenarnya dari suatu populasi. Sampel pada penelitian ini adalah alumni Program Keahlian Busana Butik SMKN 5 Malang tahun angkatan 2012/2013. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dokumentasi dan angket tertutup. Uji validitas menggunakan validitas konstruk dan uji reliabilitas menggunakan tes-retes yang kemudian diukur menggunakan koefisien korelasi pearson. Teknik analisa data yang digunakan adalah persentase frekuensi data.Hasil dari temuan peneletian ini diketahui bahwa alumni Program Keahlian Busana Butik SMK Negeri 5 Malang lebih banyak terserap di lapangan pekerjaan bidang non busana, meliputi tenaga tata usaha jasa dan tenaga, tenaga tata usaha, tenaga pengolahan dan kerajinan, dan buruh atau tenaga kebersihan. Alumni Program Keahlian Busana Butik SMK Negeri 5 Malang lebih banyak terserap di ruang lingkup pekerjaan swasta. Para alumni yang terserap bekerja di bidang busana meliputi, karyawan di Butik, karyawan di modiste, karyawan di garmen dan yang berwirausaha. Alumni yang tidak bekerja melanjutkan studi  ke UM, UB, UMM, Politeknik Negeri Malang, UIN, dan Unisma. Sedangkan alumni lainnya juga melanjutkan studi ke sekolah ketrampilan selain bidang busana yaitu melanjutkan studi ke Sekargegani Malang. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka saran yang ditulis peneliti yaitu: (1) bagi SMK, Pihak SMK diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini mampu menjadikan tolak ukur dan bahan evaluasi sekolah untuk lebih menyiapkan ketrampilan siswa selama di SMK agar menjadi lulusan yang memiliki ketrampilan sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja bidang busana.; (2) bagi Industri, Industri diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi lulusan untuk bekerja di industri dan bekerja sama dengan sekolah (SMK) untuk mengetahui tenaga kerja; (3) bagi Alumni, Alumni sebaiknya mengikuti acara Bursa Kerja atau Job Fair untuk dapat menemukan informasi mengenai lowongan pekerjaan, dan (4) bagi Peneliti lain, mengembangkan penelitian ini pada tahun-tahun berikutnya

    FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PENURUNAN KETUNTASAN BELAJAR MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA PADA MATA KULIAH MUB MODISTE ANGKATAN 2012 SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    No full text
    ABSTRAK Matakuliah MUB Modiste pada tahun pelajaran 2015/2016 mengalami penurunan ketuntasan belajar pada angkatan 2012. Penurunan jumlah mahasiswa yang tidak tuntas jauh berbeda yang pada angkatan 2010 hanya 9,29%, angkatan 2011 6,15%, dan pada angkatan 2012 menjadi 33,33% dengan jumlah 21 mahasiswa. Penurunan jumlah terjadi dengan kondisi yang sama setiap tahunnya seperti beban matakuliah yang diambil bersamaan, dosen pengampuh, sajian matakuliah, dan target yang tetap sama. Tujuan penelitian ini adalahmendiskripsikan faktor-faktor  yang menentukan penurunan ketuntasan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana pada matakuliah MUB Modiste angkatan 2012 semester gasal tahun pelajaran 2015/2016.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2012 yang telah melaksanakan MUB Modiste. Penelitian ini adalah penelitian populasi atau penggunaan sampel jenuh dengan jumlah 63 responden.Instrumen yang digunakan adalah angket/kuisioner tertutup.Hasil penelitian menyatakan faktor yang menentukan penurunan ketuntasan belajar MUB Modiste pada kategori “Menentukan” yaitu kelelahan fisik 74,6% dalam kategori cukup buruk, intelegensi 63,5% dalam kategori kurang baik, jumlah MK yang diambil 50,8% dalam kategori buruk, dan lingkungan masyarakat terhadap pemasaran 55,6% dalam kategori kurang baik. Kesimpulannya faktor yang dalam kategori “Menentukan”adalah faktor intern penurunan ketuntasan belajar MUB Modiste meliputi faktor kelelahan fisik dalam penyelesaian target produk dan cash in terhadap waktu yang tersedia, faktor intelegensi mahasiswa yang kurang dalam menghadapi kesulitan selama pemenuhan target, dan jumlah MK yang diambil bersamaan MUB Modiste yaitu matakuliah Pameran, faktor ekstern pada kategoi “Cukup Menentukan”meliputi lingkungan masyarakat terhadap pemasaran MUB Modiste yang tidak maksimal, adapun faktor tidak menentukan meliputi bakat, motif/tujuan, dan evaluasi dosen. Saran bagi Jurusan Teknologi Industri dapat menyesuikan bobot matakuliah, peningkatan bimbingan dengan dosen PA dan mempertahankan pelaksanaan, dan pemisahan matakuliah dengan beban studi dan SKS yang besar. Bagi mahasiswa dapat memperbaiki dengan melakukan strategi dan manajemen waktu yang baik, melakukan bimbingan kepada PA, dan penyesuaian manajemen pemasaran dengan lingkungan sekitar. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan variabel lebih bervariasi

    Tanggapan Dosen Pembimbing Terhadap Hambatan Penyelesaian Skripsi Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana

    No full text
    ABSTRAK Sutilah. 2017. Tanggapan Dosen Pembimbing Terhadap Hambatan Penyelesaian Skripsi Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., (II) Dra. Esin Sintawati, M.Pd. Kata Kunci: tanggapan dosen pembimbing, hambatan skripsi mahasiswaTanggapan dosen pembimbing merupakan pendapat atau reaksi dosen pembimbing skripsi setelah melihat, mendengar ataupun mengamati kegiatan selama mahasiswa melakukan bimbingan, konsultasi maupun mengerjakan skripsinya. Selama masa mengerjakan skripsi mahasiswa mengalami hambatan-hambatan yang menyebabkan terlambatnya penyelesaian skripsi. penyelesaian skripsi tidak hanya usaha dari mahasiswa saja, namun adanya kerjasama antara mahasiswa dengan dosen pembimbing. Banyaknya mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan skripsi dalam 1 semester menunjukkan bahwa adanya hambatan yang dialami mahasiswa. Hambatan skripsi mahasiswa dinilai dari sudut pandang mahasiswa telah banyak diteliti, namun masih belum ada penelitian tentang tanggapan tentang hambatan skripsi mahasiswa dilihat dari sudut pandang dosen pembimbing skripsi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjabarkan tanggapan dosen pembimbing terhadap hambatan penyelesaian skripsi mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana menurut sudut pandang dosen pembimbing skripsi. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini sebanyak 11 orang dosen Program Studi Pendidikan Tata Busana. Pengambilan sampel penelitian sejumlah 8 orang dosen.Hambatan penyelesaian skripsi secara umum: (1) mahasiswa malas melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing, (2) mahasiswa sering  menunda mengerjakan skripsi, (3) mahasiswa kurang berusaha dalam mencari bahan kajian pustaka, (4) kurangnnya keaktifan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan dosen pembimbing, dan (5) mahasiswa kurang  mampu mengendalikan diri dalam menggunakan media sosial. Sementara hambatan penyelesaian skripsi secara khusus: (1) rendahnya  motivasi mahasiswa selama proses penyusunan skripsi, (2) tema penelitian yang diambil tidak sesuai dengan minat mahasiswa, (3) kemampuan mahasiswa dalam memahami metode penelitian yang sesuai dengan tema penelitian serta rendahnya kemampuan menulis karya ilmiah, (4) mahasiswa yang tidak dapat menjaga kesehatan, dan (5) mahasiswa kurang dapat berkomunikasi dengan dosen pembimbing. Menurut tanggapan dosen pembimbing, hambatan penyelesaian skripsi mahasiswa yang paling dominan adalah hambatan penyelesaian skripsi secara khusus Saran untuk menangggulangi hambatan-hambatan dalam menyelesaikan skripsi, Mengurangi hambatan-hambatan yang akan dialami dalam menyusun skripsi sebaiknya mahasiswa mempersiapkan diri sebelum menyusun skripsi mulai dari menyiapkan niat, tekad, semangat, selalu berpikir positif, banyak membaca penelitian-penelitian lain, mencari tema atau permasalahan penelitian yang sesuai dengan minat, banyak membaca buku, jurnal, artikel ilmiah, banyak bertanya masalah yang berkaitan dengan skripsi pada teman atau senior,  mengurangi bermain dan menggunakan media sosial yang berlebihan. Pihak jurusan bisa memantau hambatan yang dialami mahasiswa dengan mengadakan sharing antara mahasiswa dengan dosen pembimbing dan kaprodi 2x dalam satu semester,  dosen pembimbing memantau perkembangan dan kemajuan skripsi mahasiswa minimal 1 minggu sekali

    studi tentang rumah batik tulis "day Art" kota Probolinggo

    No full text
    ABSTRAK   Indrawati, Wiwik. 2017. Studi Tentang Rumah Batik Tulis “Day Art” Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.   Kata Kunci : Batik, Rumah Batik Tulis “Day Ar” Kota Probolinggo, Makna danPerlambangan. Rumah batik tulis “Day Art” Kota Probolinggo merupakan batik yang masih berkembang dan terbilang baru, belum banyak orang yang mengenal rumah batik tulis “Day Art” Kota Probolinggo. Rumah batik tulis “Day Art” Kota Probolinggo adalah salah satu sentra batik yang ada di Kota Probolinggo, tepatnya di Desa Triwung Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Usaha rumah batik tulis “Day Art” Kota Probolinggo adalah perusahaan home industri yang berdiri akhir bulan desember tahun 2012. Fokus penelitian pada rumah batik tulis “Day Art” Kota Probolinggo meliputi; (1) motif (2) makna Perlambangan Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskripsi pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini memperoleh pengetahuan motif dan makna perlambangan motif batik pada rumah batik tulis “Day Art” Kota Probolinggo. Sumber data didapat dari pengusaha rumah batik tulis “Day Art” Kota Probolinggo, Pengrajin dan budayawan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan diperoleh data: motif batik dari rumah batik tulis “Day Art” Kota Probolinggo, yaitu  (a) motif Manggur (b) motif Samudra Istimewa dan makna perlambangan dari motif yang di peroleh Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Rumah batik tulis “Day Art” Kota Probolinggo adalah salah satu sentra batik yang ada di Kota Probolinggo. rumah batik tulis “Day Art” Kota Probolinggo berdiri pada tahun 2012. (2) Rumah batik tulis “Day Art” Kota Probolinggo memiliki motif yang menjadi cirri khas Kota Probolinggo dan keadaan alam Kota Probolinggo. (3)Motif Manggur adalah motif khas Kota Probolinggo dengan ornament utamanya adalah mangga dan anggur. Motif Manggur motif yang berububungan erat dengan  keadaan alam di daerah Kota Probolinggo yang menunjukan Kota Probolinggo salah satu penghasil buah mangga dan anggur di Jawa Timur. (4) Motif Samudra Istimewa adalah motif khas dari rumah batik tulis “Day Art” Kota Probolinggo yang melambangkan pesisir Kota Probolinggo, yang mempunyai ornament Perahu, batu karang, ombak dan ikan

    Preferensi Konsumen pada NEGI Batik Tulis Mojokerto

    No full text
    ABSTRAK   Batik Tulis NEGI Mojokerto merupakan rumah industri batik, yaitu memproduksi kain batik khas Majapahit. Peneliti menemukan beberapa masalah pada perusahaan ini. Permasalahan tersebut yaitu kurang memaksimalkan pemasaran di wilayah Mojokerto sendiri, serta penjualan tidak bisa sampai ke luar kota karena terlalu banyak pesaing batik pada setiap wilayah di Indonesia. Serta permasalahan selanjutnya adalah memiliki varians produk yang cukup banyak, sehingga pemilik usaha merasa kesulitan untuk memetakan produk unggulannya. Berbagai macam permasalahan tersebut membutuhkan solusi yaitu perlunya meneliti tentang preferensi konsumen pada NEGI Batik Tulis Mojokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui preferensi konsumen pada produk NEGI Batik Tulis Mojokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat yang memiliki pengalaman dengan produk kain batik NEGI sebagai konsumennya. Sampel penelitian sejumlah 54 responden yang diambil berdasarkan tabel penentuan sampel yang dikembangkan oleh Isac dan Michael dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Preferensi Konsumen pada Batik Tulis NEGI Mojokertomenyatakan bahwa motif yang paling disukai oleh responden adalah motif Batik Surya Tabur Kedele. Keindahan motif ini hampir seluruh diwakili oleh perpaduan motif yang sesuai terlihat dari hanya memiliki satu motif sebagai ornamen utama. Keunikan motif ini cenderung diwakili oleh penamaan batik yang sesuai terlihat dari nama batik sudah saling menjelaskan apa yang menjadi motif batik. Serta daya tahan motif ini hampir seluruh diwakili oleh bahan kain yang berkualitas terlihat dari jenis kain katun dengan kualitas terbaik. Saran yang terkait dengan kesimpulan di atas: (1) Berdasarkan hasil penelitian ini, pemilik usaha perlu mempertahankan dimensi yang sudah baik atau berkualitas yakni produk Batik Tulis NEGI Mojokerto yang disukai oleh para konsumen, serta berusaha terus untuk meningkatkan kualitas produk dengan mengembangkan unsur keindahan, keunikan, dan daya tahan pada produk Batik Tulis NEGI Mojokerto, (2) Bagi pemilik usaha perlu mempertahankan semua motif yang diteliti oleh peneliti. Pada motif Batik Maja Pahit dan motif Batik Mojo Pupus lebih diperkuat lagi pada daya tahan/keawetan produk yaitu pada kekuatan kain batiknya, serta pada motif Surya Tabur Kedele lebih diperkuat lagi pada pada daya tahan/keawetan produk yaitu pada kelenturan kain batiknya, (3) Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat meneliti tentang preferensi konsumen pada batik dengan brand lain di kota Mojokerto, atau dapat menggunakan obyek lain dan lebih luas tentang kualitas produk batik yang ada di daerah lain

    Profil Atribut Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK Mufidha, Novia Laila. 2017. Profil Atribut Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Profil Atribut Produk UMKM BordirUMKM merupakan usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha di semua sektor ekonomi. Di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan, banyak terdapat usaha bordir. Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, assosiasi pengusaha bordir dan kantor Kecamatan Bangil terdapat 135 tempat usaha, namun hanya terdapat delapan usaha yang memenuhi kriteria Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diantaranya UD. Bahrur Rizqi dengan produk unggulan berupa mukena, Lilik Bordir dengan produk unggulan berupa kebaya, Linda Hasta Bordir dengan produk unggulan berupa lenan rumah tangga, UD. Fath Bordir dengan produk unggulan berupa mukena, Nizar Bordir dengan produk unggulan berupa baju takwa, Nunik collection dengan produk unggulan berupa kebaya, UD. Berlian dengan produk unggulan berupa mukena dan Novaisa Bordir dengan produk unggulan berupa sepatu bordir. Terkait penjabaran diatas peneliti ingin mengetahui profil produk unggulan usaha mikro kecil dan menengah bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan yang meliputi kemasan, warna, harga, kualitas dan merk.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kulitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menjadi instrument. Lokasi usaha yang ditentukan sebagai lokasi observasi ada delapan tempat usaha bordir, yaitu Ud. Bahrur Rizqi, Lilik Bordir, Linda Hasta Bordir, Ud. Fath Bordir, Nizar Bordir, Nunik Collection, Ud. Berlian Bordir, dan Novaisa Bordir. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah delapan pemilik usaha bordir di Kecamatan Bangil, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Pasuruan. Pengambilan data yang menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan dokumentasi. Langkah analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Pengemasan produk usaha bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan menggunakan plastik kemas apabila produk tersebut dalam jumlah banyak atau dikirim maka dikemas kembali menggunakan kardus atau karung; 2) Warna yang sering digunakan pada produk bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan yaitu warna yang bersifat panas dan dingin serta bersifat terang dan gelap dengan tujuan memberikan kesan gembira, tegas, semangat dan tenang sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk; 3) Harga yang ditawarkan pada produk bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan sangat bervariasi, harga mukena bordir dengan kisaran harga mulai Rp. 200.000,- sampai Rp. 2.000.000,- ; harga kebaya bordir dengan kisaran harga mulai Rp. 250.000,- sampai Rp. 2.000.000,-; harga sepatu bordir dengan kisaran harga mulai Rp. 30.000,- sampai Rp. 150.000,-; harga lenan rumah tangga bordir dengan kisaran harga mulai Rp. 15.000,- sampai Rp. 5.000.000,- ; harga baju takwa dengan kisaran harga mulai Rp. 150.000,- sampai Rp. 750.000,- ; 4) Standart kualitas produk yang dihasilkan usaha mikro kecil dan menengah bordir di Kecamatan Bangil secara performance bisa dilihat dari kehalusan bordiran, hasil bordiran yang tidak ‘dredet’, tidak mengerut dan halus serta kerapian setiap produk yang dihasilkan, secara estetika atau keindahan warna yang diaplikasikan pada produk tersebut menarik konsumen, produk yang dihasilkan di usaha tersebut memiliki daya tarik keindahan sehingga konsumen mempunya rasa ingin membeli produk tersebut; 5) Nama merk yang digunakan usaha mikro kecil dan menengah bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan merupakan nama yang sama dengan nama usaha dan nama pemilik usaha tersebut. Pada penelitian yang dapat disampaikan: 1) Sebaiknya pemilik usaha berinovasi terhadap kemasan produk seperti menggunakan mika tabung, mika kubus, atau kardus karton sehingga produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi; 2) Sebaiknya pemilik usaha memperhatikan warna-warna yang digunakan dalam produknya sehingga setiap tempat usaha bordir memiliki ciri khas warna serta hendaknya pemilik usaha lebih berani dalam mekombinasikan warna pada produk yang dihasilkan; 3) Sebaiknya pemilik usaha konsisten terhadap standart kualitas produk yang terdapat pada tempat usaha, sehingga konsumen tetap setia untuk membeli produk yang dihasilkan

    Studi Eksplorasi Proses Pembuatan Manik-Manik Tulang Sapi di Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember

    No full text
    ABSTRAK Narisma, Inggie. 2017. Studi Eksplorasi Proses Pembuatan Manik-Manik Tulang Sapi di Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Nurul Hidayati, S.Pd, M.Sn. (II) Dra. Esin Sintawati, M.Pd   Kata Kunci: Proses Pembuatan, Manik-Manik, Tulang SapiManik-manik merupakan benda yang berbentuk butiran yang dapat diuntai. Manik-manik erat hubungannya dengan dunia fashion, namun tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana proses pembuatan manik-manik dari tulang sapi ini. Penelitian tentang proses pembuatan manik-manik tulang sapi dirasa menarik untuk di eksplor karena tidak banyak pengrajin manik-manik yang yang membuat manik-manik dari bahan tulang sapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembuatan manik-manik dari tulang sapi di Desa Tutul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember.Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Obyek penelitian ini adalah proses pembuatan manik-manik tulang sapi di tempat usaha kerajinan manik-manik milik Bapak Iwan yang ada di Desa Tutul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan manik-manik tulang sapi dikerjakan secara manual dan dengan menggunakan alat-alat yang masih tradisional, manajemen waktu dalam proses pembuatan manik-manik tidak tersusun dengan baik, hasil jadi produk manik-manik tulang sapi kurang baik dalam segi finishing khususnya pelapisan manik-manik, bentuk-bentuk yang dimilki manik-manik tulang sapi kurang bervariasi dan cenderung sama dengan bentuk manik-manik pada umumnya sehingga manik-manik tulang sapi belum mempunyai bentuk khas yang dimilki. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat saran yaitu (1) disarankan agar hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dan tambahan informasi untuk jurusan (2) pemilik sentra dan pengrajin melakukan efisiensi waktu dengan mengatur kembali pola pengerjaan manik-manik tulang sapi dan diharapkan pula pengrajin dapat lebih jeli melihat tren dan minat konsumen, sehingga akan dapat selalu berinovasi dan memproduksi manik-manik sesuai dengan selera konsumen baik dalam segi bentuk, warna maupun motif manik-manik (3) dinas terkait diharapkan untuk dapat memberikan pelatihan dan memberikan bantuan alat produksi (4) disarankan kepada para peneliti selanjutnya yang tertarik melakukan penelitian serupa agar memfokuskan tema penelitian pada proses merangkai manik-manik tulang sapi sebagai bahan aksesoris busana

    Studi tentang Motif Benang Bintik (Batik Kalimantan Tengah)

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: Batik, Motif  Benang Bintik Batik Kalimantan Tengah disebut juga dengan Benang Bintik. Motif yang tertuang pada kain batik Kalimantan Tengah biasanya menggambarkan budaya masyarakatnya, beberapa diantaranya khas kebudayaan suku Dayak seperi alat tradisional, rumah adat, pohon Batang Garing, dan lukisan-lukisan khas suku Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah. Peneliti ingin menggali dan melengkapi tentang makna motif Benang Bintik (batik Kalimantan Tengah) dan makna warna Benang Bintik (batik Kalimantan Tengah). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data ada tiga langkah terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber  data, dan teknik, peningkatan ketekunan dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Benang Bintik (batik Kalimantan Tengah) mulai diciptakan pada tahun1991 melalui pelatihan membatik, dan baru dikenal pada tahun 1995. Keinginan pemerintah pada saat itu adanya kain khas yang dapat dijadikan busana khas serta sebagai cinderamata yang dapat diberikan kepada tamu yang berkunjung ke kota Palangkaraya. Motif yang dituangkan pada Benang Bintik Kalimantan Tengah yaitu pohon Batang Garing yang memiliki makna sebuah ikatan yang kuat antara manusia, langit, bumi dengan keberadaan Raying Hatalla (Tuhan dalam keyakinan Hindu Kaharingan), lambang kesucian terdapat pada motif Balanga dan Ukir Tingang Ranggaban Patung Nyahu, menjaga keselamatan terdapat pada motif Lawang Suri, lambang kesetian terdapat pada motif Kambang Garantung, lambang kekuatan dan perlindungan terdapat pada motif Pusaka Dayak, Talawang dan Penyang Baja Batu, motif Ukir Buntut Kakupu Gajah merupaka lambang kesabaran dan anugerah yang diturunkan oleh Raying Hatalla (Tuhan dalam keyakinan Hindu Kaharingan), sedangkan motif Pasuk Kameloh adalah lamabang kesejahteraan. Makna warna Benang Bintik Kalimantan Tengah Bahandang (merah), Baputi (putih), Babilem (hitam), Bahenda (kuning) dan Bahijau (hijau). Lima warna tersebut tidak semua dituangkan dalam batik Benang Bintik Kalimantan Tengah. Warna dasar yang digunakan adalah warna bahandang (merah) ini berasal dari warna alam yaitu warna yang dihasilkan oleh getah rotan jaraneng. Makna dari warna merah adalah sebuah warna keabadian, keberanian dan kekal seperti layaknya batu merah (red borneo). Warna selanjunya yang digunakan pada awal munculnya batik Benang Bintik Kalimantan Tengah adalah  bahenda (kuning) berasal dari warna kunyit yang bermakna keagungan dan kekayaan. Berdasarkan hasil penelitian, saran  bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah sebaiknya membuat dokumentasi tentang Benang Bintik (batik Kalimantan Tengah), motif Benang Bintik (batik Kalimantan  Tengah) dipatenkan oleh pemerintah daerah setempat, sehingga mendapatkan perlindungan HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dan menjadi salah satu aset budaya daerah Kalimantan Tengah yang dapat terus dilestarikan. Bagi pengerajin Benang Bintik (batik Kalimantan Tengah) selalu berinovasi dalam mengembangkan desain serta warna dan bagi  peneliti lain dapat lebih menggali dan mengenal seni batik sebagai salah satu budaya yang ada di Indonesia

    . Preferensi Konsumen pada Produk “Fath Bordir” Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAKAndrianis,Yovita. 2016. Preferensi Konsumen pada Produk “Fath Bordir” Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing:(I) Anik Dwiastuti, S.T, M.T (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.Kata Kunci: Preferensi konsumen,Produk Fath Bordir, Industri kecil menengah di kecamatan Bangil.Produk bordir di daerah Bangil merupakan hasil karya masyarakat yang menjadi icon di Kabupaten Pasuruan, merupakan usaha turun temurun yang harus dilestarikan. Mengingat kerajinan bordir yang harus dilestarikan perlu juga memperhatikan poin-poin yang berkaitan dengan preferensi konsumen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan memaparkan preferensi konsumen pada produk Fath Bordir Bangil meliputi (produk kerudung, mukena, baju koko, lenan rumah tangga). Membentuk preferensi konsumen terhadap produk meliputi (variasi, desain, ukuran, jenis bahan, warna dan motif). Penelitian ini bermanfaat untuk menambah sumber belajar atau informasi mengenai preferensi konsumen bagi Jurusan Teknologi Program Studi Tata Busana Industri, bagi Mahasiswa, bagi Peneliti dan bagi Pengusaha dan Produsen Bordir khususnya di wilayah Bangil Kabupaten Pasuruan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi minat konsumen pada produk Fath Bordir. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di Fath Bordir sejumlah 70 konsumen. Teknik analisis data menggunakan accidental sampling. Uji validitasmenggunakan metode SPSS For Windoes 16.0untuk dapat mengukur hasil preferensi konsumen pada produk Fath Bordir di daerah Bangil.Hasil penelitian diketahui bahwa preferensi konsumen produk Fath Bordir berada pada kategori peminat produk bordir pada mukena yang paling tinggi. Hasil penelitian ini dapat dismpulkan bahwa (1) banyaknya konsumen Fath Bordir menyukai produk dengan bahan cotton, (2) tersedianya pilihan warna, (3) desain yang ditampilkan, (4) bordiran yang rapi, (5) motif yang dipilih yaitu motif alam.Saran yang dapat disampaikan adalah (1)bagi Fath Bordir agar memenuhi kecenderungan pilihan konsumen harus selalu berinovasi terhadap motif dan desain untuk mengembangkan usahanya dan selalu menjadi pilihan konsumen, (2) bagi para peneliti selanjutnya sebagai pengumpulan data tambahan untuk observasi dan wawancara dengan topik yang sama sehingga data ini menjadi lebih lengkap. 

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇