Ringkang
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
TARI COKEK SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN DI SANGGAR NATYA DANCE COMMUNITY
Salah satu kota terbesar di Jawa Barat yaitu Kota Bandung memiliki beragam jenis kesenian yang hingga saat ini masih terjaga dan berkembang, salah satunya yaitu Tari Cokek. Tari Cokek merupakan sebuah tarian yang dimana hasil dari alkulturasi antara bangsa Cina, Banten dan Bandung, adanya alkulturasi budaya tersebut membuat Tari Cokek memiliki keunikannya tersendiri. Sanggar Natya Dance Community saat ini masih melestarikan Tari Cokek tersebut dengan tetep menjaga keunikan dari Tari Cokek tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk dapat mendeskripsikan bagaimana latar belakang Sanggar Natya Dance Community dan mengetahaui bagaimana pembelajaran Tari Cokek yang terjadi di sanggar tersebut serta faktor pendukung dari pembelajaran tersebut agar dapat mencapai tujuan. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana pembelajaran Tari Cokek. Pengumpulan data yang diganakan pada penelitian ini dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi serta studi pustaka untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan penelitian ini. Peneliti menggunakan analaisis data yang terbagi menjadi tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan akhir dari keseluruhan data. Hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti yaitu dapat mendeskripsikan mengenai latar beakang Sanggar Natya Dance Community tersebut, lalu dapat mendeskripsikan startegi pembelajaran, media dan evaluasi yang digunakan pada pembelajaran Tari Cokek. Peneliti juga dapat mendeskripsikan apa saja faktor pendukung pada pembelajaran Tari Cokek di Sanggar Natya Dance Communit
KREATIVITAS SISWA MELALUI MATERI TARI MANUK DADALI
Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran seni budaya khususnya seni tari pada sekolah MI Kebonrandu, yaitu proses pembelajarannya hanya mengandalkan guru yang memiliki kemampuan dalam bidang seni saja bukan dari sarjana seni langsung, sehingga aspek kreativitas seni peserta didik pada sekolah tersebut yang kurang muncul dan kurang tergarap. Dari permasalahan tersebut perlu adanya inovasi baru dalam proses pembelajaran seni budaya khususnya seni tari untuk meningkatkan bakat yang mengedepankan kreativitas peserta didik untuk berimajinasi dalam membuat gerakan atau eksplorasi dengan berdasarkan lagu Manuk Dadali. Tujuan penelitin ini untuk mendeskripsikan proses kreativitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran tari di MI Kebonrandu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 siswa sekolah dasar sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran tari dengan menggunakan metode drill (latihan), demontrasi, imitasi, dan tutor sebaya, yang terdiri dari empat pertemuan, pertemuan ini dilakukan secara berulang-ulang, berdasarkan refleksi pada pertemuan sebelumnya, sampai suatu masalah itu dianggap selesai. Selain itu, hasil dari penelitian ini menunjukan proses pembelajaran tari Manuk Dadali dapat meningkatkan kreativitas peserta didik di MI Kebonrandu Sukabumi dan juga bisa meningkatkan minat bakat peserta didik dalam bidang seni khususnya seni tari
Pertunjukan Tari Tor-tor Patung Sigale-gale di Desa Ambarita Kabupaten Samosir
Tari Tor-tor patung sigale-gale adalah sebagian dari tarian tradisional Batak Toba yang terdapat di Sumatra Utara yaitu di Desa Ambarita Kabupaten Samosir. Tujuan penelitian ini yaitu agar dapat mendeskripsikan bagaimana latar belakang, struktur pertunjukan, dan fungsi dari Tari Tor-tor patung sigale-gale. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif juga metode deskriptif. Partisipan pada penelitian ini adalah seorang pemandu yang biasa menjelaskan kepada pengunjung mengenai sejarah patung Sigale-gale, pemain patung Sigale-gale, dan tokoh masyarakat di Desa Ambarita Kabupaten Samosir. Teknik yang dipakai pada pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, juga studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah terdapatnya perbedaan pertunjukan patung Sigale-gale yang memiliki perkembangan dari dulu sampai saat ini. pada saat sekarang ini untuk menggerakkan patung Sigale-gale dapat dimainkan oleh satu orang dengan menarik tali yang berada di belakang patung Sigale-gale, yang dimana dahulu harus dimainkan lebih dari tiga orang atau lebih. Supaya terhindar dari kepunahan, maka masyarakat harus melestarikan Tari Tor-tor patung sigale-gale dengan memberikan materi tari tersebut kepada pendidikan formal maupun nonformal di daerah setempat atau di seluruh Indonesia. Kata Kunci: Tari Tor-tor patung sigale-gale, Pertunjukan, Desa Ambarita Samosi
PENCIPTAAN TARI ATHMA DHANDA PATI DI PADEPOKAN SUNDA MEKAR SUMEDANG
Tari Athma Dhanda Pati karya Nugie Casya Agustin merupakan Tari kreasi yang menggabungkan unsur Tari Topeng, Tari wayang, dan Tari Kreasi dengan bentuk penyajian tari berpasangan yang berlatar belakang dari cerita rakyat Majalengka, Jawa Barat dengan mengambil tokoh utama Simbar Kencana. Tari Athma Dhanda Pati menceritakan tentang penghianatan seorang suami terhadap istrinya karena keserakahan harta dan tahta. Tujuan Penulisan Penelitian ini untuk mengetahui latar belakang terciptanya tarian, koreografi, serta tata rias dan busana yang digunakan pada Tari Athma Dhanda Pati.Dalam tarian ini terdapat 3 kategori gerak pure movement (gerak murni), gesture (gerak maknawi), dan locomotion (gerak berpindah). Metode yang digunakan mneggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif analis yang di kaji melalui teori Etnokreologi yang di fokuskan pada teks dan konteks tariannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan Triangulasi atau observasi, wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dengan pengumpulan data Triangulasi dapat dibuktikan bahwa Tari Athma Dhanda Pati merupakan karya dalam kebaruan dalam tari kreasi didasari oleh pengalaman dalam berkesenian serta peka terhadap segala perubahan zaman. Berdasarkan kajian Etnokoreologi, dapat disimpulkan bahwa tari Athma Dhanda Pati didominasi oleh gerak Puremovement. Dengan adanya penelitian ini direkomendasikan agar masyarakat lebih mengenal karya tari dan lebih bisa melestarikan budaya
MENINGKATKAN MINAT DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DENGAN MEDIA DIGITAL ISPRING SUITE 9
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat belajar siswa di kelas VII A SMP Negeri 26 Bandung terhadap pembelajaran seni tari. Salah satu penyebab rendahnya minat siswa ini dikarenakan media pembelajaran yang digunakan terlalu monoton, kurang kreatif dan inovatif membuat siswa mudah jenuh dan bosan saat pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 26 Bandung dalam pembelajaran seni tari dengan menggunakan penerapan media digital ispring suite 9. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian penelitian tindakan kelas model kemmis dan MC Taggart, yang dilaksanakan selama 2 siklus. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, pedoman Angket, pedoman wawancara. Teknik analisisis data yang digunakan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dengan pengumpulan data pretest dan posttest dapat dibuktikan bahwa penerapan media digital ispring suite 9 dapat meningkatkan minat belajar siswa, hasil analisis skor rata-rata sebelum penerapan berada pada kategori rendah, lalu dilakukan posttest setelah penerapan media digital ispring suite 9 meningkat dengan rata-rata skor kategori tinggi. Begitu pula dengan hasil persentase hasil menunjukan pada kategori efektif. Dapat disimpulkan bawa penerapan media digital ispring suite 9 dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VII A di SMP Negeri 26 Bandung secara signifikan, artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Adanya penelitian ini direkomendasikan agar guru dapat lebih memperhatikan minat belajar siswa supaya pembelajaran bisa berjalan lebih efektif.
Nilai Pendidikan Pada Tari Sebimbing Sekundang
Sebimbing Sekundang merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sumatera Selatan, Tarian ini merupakan tari penyambutan tamu yang didalamnya terdapat nilai-nilai Pendidikan seperti nilai Pendidikan religious, nilai Pendidikan social, dan nilai Pendidikan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai Pendidikan pada tari Sebimbing Sekundang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Sebimbing Sekundang merupakan tarian yang mengandung nilai Pendidikan Religius, Pendidikan Sosial, dan Pendidikan Lingkungaan Hidup. Tari Sebimbing Sekundang ini merupakan gabungan dari lima suku besar di Kabupaten Ogan Komering Ulu yaitu, Tari Tanggai Komering (suku Komering), Tari Tanggai Daye (suku Daye), Tari Belimau (suku Ranau), Tari Tupai Begelut (suku Semende), dan Tari Gajah Bejuang (suku Ogan). Busana yang digunakan pada tarian ini yaitu menggunakan busana Aesan Gede (paksangkong). Pada tahun 2000 busana yang digunakan sesuai dengan lima suku di Kabupaten Ogan Komering Ulu yaitu suku komering menggunakan pakaian adat komering yaitu aksesoris yang di pakai dikepala penari, suku Semende menggunakan pakaian adat Semende, Suku Daye menggunakan pakaian adat Daye, suku Ranau menggunakan pakaian adat Ranau, suku Ogan menggunakan pakaian adat ogan, khusus penari pembawa tepak menggunakan Aesan Gede. Tepak yang di bawa penari berisis daun sirih, rempah-rempah hasil bumi contohnya padi, buah karet, buah kelapa sawit, kopi dll. Tari sebimbing Sekundang memiliki 8 gerak pokok yang terbagi menjadi pure movement, lokomotor movement, dan gesture
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN PENDEKATAN HEUTAGOGI : Studi Eksperimen Pada Siswa SMA
Penelitian ini didasari oleh lemahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam memecahkan suatu permasalahan yang terjadi dilapangan pada pembelajaran seni tari. Kemampuan berpikir kritis yang baik dapat menjadi salah satu solusi dari lemahnya kemampuan pemecahan masalah, serta kurangnya pemahaman mendalam peserta didik pada pembelajaran seni tari khususnya pada materi fungsi, jenis, makna, bentuk penyajian dan nilai estetis gerak tari Nusantara. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat pengaruh pendekatan heuatagogi terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran tari. Adapun sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengambilan sampel terdiri dari 30 peserta didik kelas X di salah satu SMA Negeri di Cimahi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experiment, dan desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. pengumpulan data dikumpulkan dengan menggunakan tes formatif dimana tipe soal yang digunakan merupakan soal berbasis indikator/aspek kemampuan berpikir kritis menurut Robert Ennis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan meningkatknya kemampuan berpikir kritis setelah diimplementasikannya pembelajaran dengan menggunakan pendekatan heuatagogi. Berdasarkan analisis data diatas melalui Uji paired sample t test, nilai Sig.(2-tailed) adalah 0,000. Oleh karena itu, nilai 0,000 0,05. Adapun syarat pengambilan keputusan, bila nilai Signifikansi Sig.(2-tailed) 0,5 maka dari data tersebut terdapat adanya perbedaan yang signifikan antara hasil perolehan nilai pretest dan posttest.
TARI TOPENG KLANA UDHENG SEBAGAI MATERI AWAL PEMBELAJARAN TARI TOPENG DI SANGGAR MULYA BHAKTI
Sanggar Mulya Bhakti memiliki tujuan mulia yaitu melestarikan kesenian Indramayu melalui pendidikan non formal. Mulanya Sanggar Mulya Bhakti mengajarkan nyantrik kepada masyarakat sekitar sanggar seiring berjalannya waktu Sanggar Mulya Bhakti memulai untuk mengajarkan Tari Topeng Indramayu gaya Wangi Indriya. Hal ini mendorong peneliti untuk membahas dan memahami tentang pembelajaran yang ada di Sanggar Mulya Bhakti. khususnya pembelajaran Tari Topeng Klana Udheng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan tari topeng Klana Udheng menjadi materi awal dalam pembelajaran di Sanggar Mulya Bhakti, mendeskripsikan metode yang digunakan pembelajaran tari Topeng Klana Udheng dan mendeskripsikan sistem evaluasi tari Topeng Klana Udheng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Tari Topeng Klana Udheng dipilih sebagai materi awal pembelajaran di Sanggar Mulya Bhakti karena memiliki gerak yang simple dan enerjik cocok untuk peserta didik yang baru belajar tari Topeng yang umumnya berusia kanak-kanak. Metode pembelajaran yang digunakan berupa metode demostrasi, ceramah, peniruan (imitatif), dan latihan (drill). Evaluasi pembelajaran dilakukan pada setiap pertemuan dan pada ujian tari dengan aspek yang dinilai berupa wiraga, wirasa dan wirahma
PEMBELAJARAN TARI DI MASA PANDEMI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BERBASIS MULTIMEDIA
Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi adanya penggunaan model pembelajaran inquiry pada pembelajaran tari berbasis multimedia di SMP Negeri 3 Lembang pada masa pandemi. Dengan penerapan model pembelajaran inquiry diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam pembelajaran tari di masa pandemi. Penggunaan multimedia membantu dalam mendukung keberhasilan model pembelajaran yang diterapkan kepada peserta didik. Salah satu multimedianya yaitu Eduku Portal yang dapat dikatakan sebagai multimedia dengan fitur lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan implementasi model pembelajaran inquiry, proses pelaksanaan model pembelajaran inquiry, dan hasil implementasi model pembelajaran inquiry pada pembelajaran tari berbasis multimedia di SMP Negeri 3 Lembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan analisis studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 39 peserta didik yang merupakan peserta didik kelas VII-D, Wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru seni budaya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Temuan pada penelitian ini yaitu: Implementasi model pembelajaran inquiry pada pembelajaran tari berbasis multimedia sangat membantu meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam proses pembelajaran tari di masa pandemi ini. Pemanfaatan multimedia Eduku Portal, Tiktok, Google Meet, dll disukai oleh peserta didik karena mudah dipahami, proses pelaksanaan model pembelajaran inquiry pada pembelajaran tari dapat dikatakan baik karena banyak peserta didik yang tidak mengalami hambatan dalam proses pembelajaran, terutama dalam penggunaan multimedia, dan hasil implemetasi model pembelajaran inquiry pada pembelajaran tari berbasis multimedia dapat dikatakan efektif, karena dapat meningkatkan hasil belajar baik dari aspek afektif, kognitif, dan psikomotor. Kata Kunci: Model Pembelajaran Inquiry, Multimedia, Pembelajaran Tari, Masa Pandem
PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI DARI YOUTUBE UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Adanya wabah virus Corona mengakibatkan kegiatan pembelajaran tari tidak dapat dilaksanakan secara langsung, maka guru membuat video pembelajaran tari pada aplikasi Youtube untuk siswa sekolah menengah pertama agar pembelajaran tari dapat dilaksanakan walaupun secara online. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan rancangan pembelajaran tari, proses pembelajaran tari, dan hasil pembelajaran tari untuk meningkatkan kreativitas siswa tingkat sekolah menengah pertama pada video pembelajaran melalui Youtube dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini yaitu 2 orang pembuat video pembelajaran tari dan 4 siswa kelas VIII SMPN 12 Bandung. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah siswa mampu meningkatkan hasil belajar melalui penguasaan psikomotor, akademik, kreativitas, berani, disiplin dalam belajar dan siswa mampu membuat gerak tari sesuai dengan ruang, tenagam waktu. Melalui video pembelajaran dari youtube ini diharapkan siswa mampu meningkatkan hasil belajar siswa termasuk dalam kreativitas dan siswa mampu memahami materi pembelajaran dan tugas yang diberikan guru, serta mampu belajar dengan maksimal