144 research outputs found

    PENGARUH PEMBELAJARAN TARI KREATIF TERHADAP KEMAMPUAN PSIKOMOTOR ANAK DOWN SYNDROME DI SLB AL-ROSYADIYAH KABUPATEN SUKABUMI

    No full text
    Pembelajaran untuk anak down syndrome memang sudah banyak dibicarakan, oleh banyak kalangan akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa pembelajaran tari untuk ABK masih sangat jarang dilakukan terutama anak down syndrome, yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang diperlukan, untuk melihat apakah adanya peningkatan pada kemampuan psikomotor anak down syndrome. Tujuan dalam punulisan ini diperuntukan sebagai memberikan informasi yang berkaitan dengan anak berkebutuhan khusus, dimana fokus dalam tulisan berfokus terhadap kemampuan psikomotor terhadap anak down syndrome dengan menggunakan pembelajaran tari kreatif. Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif, metode Quasi experiment design dengan teknik time series design tanpa pembanding, dengan hasil penelitian deskriptif kuantitatif. Dengan sampel penelitian 2 siswa down syndrome dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Tari kreatif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Anne Green Gilbert, dan pada teori kemampuan psikomotor menggunakan teori Taksonomi Bloom. Teknik pengumpulan dengan melakukan tes, observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran tari yang dilakukan di SLB Al-Rosyadiyah Kabupaten Sukabumi menggunakan model pembelajaran tari kreatif dapat mampu meningkatkan kemampuan psikomotor anak down syndrome, dalam kegiatan penelitian ini dilakukan test awal Pre-test dengan nilai rata-rata 61 dan 62 dan test akhir Post-test 92 dan 91 mengalami kenaikan nilai pada kemampuan psikomotor pada saat pembelajaran tari kreatif

    KESENIAN WAYANG KALENG SEBAGAI BENTUK KRITIK SOSIAL

    Get PDF
    Permasalahan penelitian ini berangkat dari adanya kegelisahan seorang seniman yang melihat limbah berserakan dimana-mana. Melihat adanya fenomena tersebut maka ia menuangkan gagasannya untuk memanfaatkan limbah kaleng menjadi karya seni wayang kaleng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adanya proses terbentuknya wayang kaleng dan fungsi serta kedudukan kesenian wayang kaleng dalam seni helaran. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif analisis yang dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesenian wayang kaleng merupakan sebuah karya inovasi seorang kreator seni yaitu bapa Ade Suarsa. Hal ini membuat limbah menjadi suatu yang bernilai dengan pembawaan cerita wayang yang dikombinasi dengan adanya gerak tari yang berisi kritik sosial masyarakat tentang bencana alam. Wayang kaleng adalah suatu media kesenian dari Sanggar EDAS yang memanfaatkan limbah untuk menyampaikan pesan dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, fungsi dari kesenian wayang kaleng dalam sebuah seni helaran berfungsi sebagai sarana hiburan, sarana integrasi sosial, sarana pendidikan, dan sarana kritik sosial yang menjadi pengingat masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan serta mengandung nilai-nilai sosial dalam masyarakat seperti nilai kebersamaan. Penelitian ini direkomendasikan untuk instansi terkait agar lebih memperhatikan dan memberikan dukungan pada kesenian khususnya di Jawa Barat

    EKSPLORASI GERAK TARI DENGAN MODEL SNOWBALL THROWING (Studi Eksperimen Pada Siswa SMA)

    Get PDF
    Permasalahan kemampuan eksplorasi gerak tari siswa adalah fokus dari penelitian ini. Dalam pembelajaran tari, kegiatan eksplorasi merupakan bagian dari tahapan penciptaan tari yang mesti dipelajari oleh siswa. Akan tetapi kenyataannya siswa belum memiliki perangkat pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan kegiatan eksplorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh penggunaan model snowball throwing terhadap kemampuan eksplorasi gerak tari. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasinya merupakan siswa SMA, sampel yang digunakan 40 siswa dengan siswa laki-laki 18 dan perempuan 22 siswa dengan teknik pengambilan simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan empat cara yaitu: obervasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh data bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 69.5 saat treatment berlangsung respon siswa sangat baik dan positif sedangkan perolehan rata-rata nilai posttest sebesar 82 yang kemudian dilakukan analisis dengan uji hipotesis yaitu Uji T dalam hasil perhitungan menunjukkan thitung sebesar 5.012 dan ttabel 2.024 dengan taraf signifikansi 0.05. berdasarkan kriteria pengujian maka diperoleh thitung ttabel atau 5.012 2.024 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan penerapan Model Snowball Throwing terhadap kemampuan eksplorasi gerak tari siswa kelas XI SMAN 6 Kab.Tangerang

    Meningkatkan Kreativitas Siswa Pada Pembelajaran Tari Dengan Model Project Based Learning

    Get PDF
    Peneliti melakukan penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya tingkat kreativitas siswa pada pembelajaran tari pada kelas X Tata Busana 1 di SMKN 3 Kota Sukabumi. Salah satu penyebab kurangnya tingkat kreativitas siswa ini adalah kurangnya pengetahuan guru dalam memahami dan memilih model pembelajaran dan cenderung selalu menggunakan metode satu arah atau metode ceramah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning terhadap kreativitas pada siswa kelas X Tata Busana 1 di SMKN 3 Kota Sukabumi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan desain One Group Pretest Posttest Design. Cara pengambilan sampel menggunakan Purposive Sample dengan teknik pengumpulan datanya yaitu menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan uji normalitas dan uji paired sampel t-test untuk mengukur pengaruh kreativitas melalui model Project Based Learning. Dari hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan kreativitas siswa yang dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukan nilai sig (2-tailed) bernilai 0,000 , 0,05 yang signifikan, hal ini dapat dilihat melalui melalui software SPSS versi 25.00 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan pada hasil kreativitas siswa yang didapatkan dari pretest dan posttest. Dapat dikatakan “Ha diterima Ho ditolak” yang artinya model Project Based Learning pada pembelajaran tari dapat meningkatkan kreativitas siswa

    HASIL BELAJAR MELALUI LEARNING TOGETHER BAGI SISWA KELAS XI DI MA MA’ARIF AL-MA’MUN BOJONGGAMBIR

    Get PDF
    Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini berupa hasil belajar siswa yang masih rendah pada mata pelajaran Seni Tari kelas XI IPS MA Ma’arif Al-Ma’mun Bojonggambir. Hal ini dikarenakan metode pembelajaran pada mata pelajaran Seni Budaya masih di dominasi oleh ceramah dan penugasan sehingga peneliti menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning Together. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran seni tari melalui penerapan metode pembelajaran learning together. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design dengan pola One Group Pretest-Posttest Design. Populasi berjumlah 175 orang, Sample penelitian adalah siswa kelas XI Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang berjumah 36 siswa. Teknik pengumpulan data melalui tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini berupa deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pengerjaan pretest dan postest untuk mengathui peningkatan hasil belajar siswa dalam penerapan model kooperatif tipe Learning Together. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa nilai rata-rata pretest adalah 60.3, sedangkan nilai rata-rata posttest 86.0, hal tersebut diketahui dari nilai uji t yang lebih besar dibandingkan dengan tabel derajat kebebasan yaitu 43,13 1,690, maka Ha diterima dan Ho ditolak yang mana membuktikan bahwa telah terjadi peningkatan positif pada indicator hasil belajar siswa oleh ketercapaiannya pembelajaran seni tari melalui penerapan model kooperatif tipe Learning Together. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe Learning Together dalam pembelajaran seni tari berhasil, karena dilihat dari adanya peningkatan nilai siswa yang sangat signifikan antara hasil pretest dengan posttest siswa kelas XI IPS di MA Ma’arif Al-Ma’mun Bojonggambir

    PENDEKATAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DALAM PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SMP NEGERI 1 DUKUPUNTANG

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya eksistensi serta pengetahuan mengenai tari Topeng Benjang di kalangan masyarakat khususnya generasi millennial di sanggar SAKATA Kota Bandung, menjadi latar belakang penelitian ini. Tari Topeng Benjang memiliki kesulitan tersendiri karena menyajikan 4 karakter dalam satu tarian. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran informasi mengenai rancangan, penerapan, dan hasil belajar peserta didik dalam mempelajari tari Topeng Benjang sebagai bahan ajar di sanggar SAKATA dalam aspek pengetahuan dan keterampilan menari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen jenis pre-eksperimental designs one – Shot Case Study. Teknik pengumpulan data di peroleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, tes dan angket. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 6 orang. Penerapan tari Topeng Benjang dapat dikatakan berhasil dalam aspek pengetahuan dan keterampilan dengan 6 kali pertemuan. Hasil temuan sebelum diberikan treatmen, peserta didik mampu memahami berbagai materi praktik tari, namun kurang terasah di aspek pengetahuan tari. Sesudah diterapkan tari Topeng Benjang, peserta didik sudah mampu memahami materi praktik dan pengetahuan tari Topeng Benjang. Analisis hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari perbandingan uji one sample t test hasil belajar peserta didik, yang mana t_hitung= 8,035 t_tabel = 2,571. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tari Topeng Benjang dapat diterapkan sebagai bahan ajar di sanggar SAKATA dan hasil belajar peserta didik cenderung meningkat. Adapun rekomendasi pada penelitian ini untuk menginformasikan kepada pimpinan sanggar bahwa tari Topeng Benjang dapat dijadikan bahan masukan untuk materi/ bahan ajar tari bagi kelas khusus di sanggar SAKATA Kota Bandung.Rendahnya kreativitas siswa dalam pembelajaran seni tari menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) terhadappeningkatankreativitas siswa dalam pembelajaran seni tari. Secaraspesifikpermasalahandalamdirumuskansebagaiberikut: Bagaimanakreativitassiswakelas VIII di SMP Negeri 1 Dukupuntangsetelahditerapkannyapendekatan HOTS dalampembelajaransenitari. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII I di SMP Negeri 1 Dukupuntang dengan jumlah siswa sebanyak 27 siswa.Instrumen yang digunakandalampenelitianiniadalahobservasi, tes, danwawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa adapeningkatankreativitas siswa setelah diterapkannya pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran seni tari. Dibuktikandenganhasiluji t yang diperolehthitungsebesar 24,13 dan t tabel 1,706. DapatdiketahuibahwathitungttabelinimenunjukkanbahwapendekatanHigher Order Thinking Skills (HOTS) signifikanterhadappeningkatankreativitassiswa

    PENCAK SILAT GAYA CIMANDE PADA PAGURON GELAR PUSAKA JATINANGOR

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul Pencak Silat Gaya Cimande Pada Paguron Gelar Pusaka Jatinangor Kabupaten Sumedang. Ilmu bela diri telah banyak berkembang dari masa ke masa. Perkembangan ini merujuk kepada banyaknya macam aliran bela diri yang eksis di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah Pencak silat gaya Cimande, yang merupakan salah satu hasil kebudayaan Indonesia yang menyebar luas di seluruh Nusantara Indonesia juga negara lainnya. Pencak silat gaya Cimande pada Paguron Gelar Pusaka Jatinangor ini tentunya mengalami pengembangan di dalamnya, sehingga membuat adanya ciri pembeda dengan gaya silat lainnya. Permasalahan yang di angkat dalam permasalahan ini adalah Koreografi Pencak Silat gaya Paguron Gelar Pusaka Jatinangor. Yang kedua adalah ciri khas Pencak Silat gaya Cimande pada Paguron Gelar Pusaka Jatinangor. Kajian Etnokoreologi digunakan sebagai payung yang dipadankan dengan koreografi untuk analisis gerak. Etnokorplogi digunakan sebagai alat untuk mengkaji ilmu baru yang memadukan teks dan konteksnya. Penelitian ini bermaksud untuk mencari jawaban dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Partisipan pada penelitian Pencak Silat gaya Cimande ini adalah pemimpin/ pelatih Paguron Gelar Pusaka Jatinangor Koyum Nurul Koyum, S.Pd. Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumetasi. Data penelitian ini terkumpul dari satu lokasi yaitu bertempat di Paguron Gelar Pusaka Jatinangor

    PENGELOLAAN SANGGAR TARI DI SANGGAR MELATI AYU KABUPATEN INDRAMAYU

    No full text
    Sanggar Melati Ayu sudah berdiri sejak tahun 1990-an dan terus berkembang hingga saat ini. Perkembangan ini didasarkan oleh berjalannya fungsi pengelolaan yang baik. Dalam ilmu manajemen sebuah organisasi yang baik didalamnya terdapat fungsi-fungsi manajemen yang diterapkan, agar mempunyai tujuan yang jelas dan menjadikan organisasi menjadi layak dipertahankan dan dikembangkan. Hal ini mendorong peneliti membahas gambaran pengelolaan Sanggar Tari Melati Ayu Kabupaten Indramayu berdasarkan fungsi-fungsi dalam manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif analisis dengan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu prosedur penelitian yang menggunakan data kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa pedoman observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Sanggar Melati Ayu sudah tepat sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen yaitu pada perencanaan meliputi rancangan-rancangan yang di dalamnya terdapat tujuan, aturan, kebijakan, program, pengelolaan administrasi keuangan dan pengadaan rapat. Dalam pengorganisasian di dalamnya meliputi susunan pengurus, deskripsi kepengurusan, program kerja, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Lalu implementasi dalam penggerakkan, diantaranya kegiatan-kegiatan yang berada di sanggar, perlengkapan dan fasilitas, pengelolaan administrasi keuangan dan pengadaan rapat. Lalu dalam evaluasi, di dalamnya terdapat evaluasi pengelolaan sanggar dan evaluasi kegiatan proses latihan yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa penelitian di Sanggar Melati Ayu dalam mengelola sanggarnya sudah tepat menggunakan fungsi-fungsi manajemen. Adanya penelitian ini diharapkan sanggar-sanggar lain bisa mengelola sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen yang diterapkan di Sanggar Melati Ayu

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENI TARI MELALUI BLENDED LEARNING

    Get PDF
    Hasil belajar siswa menurun semenjak diberlakukannya pembelajaran daring, sehingga pada pembelajaran tari siswa kurang memahami materi dengan baik dan hasil belajarpun rendah. Oleh karena itu. Tujuan penelitian ini adalah mengujicobakan model pembelajaran blended learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran seni tari di SMPN 26 Bandung. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan metode Pre-Eksperimental Design. Teknik penelitian menggunakan One Group Pretest Posttest. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 26 Bandung, yang berjumlah 267 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas VII H yang berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu tes, wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji t-test. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model blended learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dapat dilihat dari hasil pengumpulan data pretest posttest. Pada penelitian ini pretest rata – rata nilai hasil belajar siswa tergolong rendah yaitu kognitif dan psikomotor sebesar 47 dan hasil afektif sebesar 10,95, sedangkan pada posttest hasil belajar kognitif dan psikomotor siswa mendapat rata – rata nilai sebesar 78 yang tergolong cukup dan hasil afektif siswa sebesar 13,53. Pada uji T-test yang dilakukan, terbukti terdapat peningkatan nilai rata – rata yang dialami siswa dengan nilai signifikansi sebesar 91% yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa terdapat pengaruh positif pembelajaran tari dengan blended learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor

    Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tari secara Daring

    Get PDF
    Pembelajaran tari yang terjadi di SMP Negeri 4 Bandung yang dilakukan secara daring berpengaruh kepada kreativitas gerak siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji model pendekatan saintifik dalam pembelajran seni tari secara daring dengan stimulus apresiasi untuk meningkatkan kreativitas gerak siswa. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan desain Pre-eksperimental pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu menggunakan desain one-group pretest-postest design. Populasi penelitian ini adalah 33 pesera didik kelas VIII B dengan sampel 10 peserta didik dari kelas VIII B di SMP Negeri 4 Bandung, dengan teknik simple purposive sampling(sampel secara tertentu). Alasannya karena dalam pembelajaran seni tari secara daring memiliki hambatan pada akses internet dan penggunanaan laptop yang tidak semua siswa memilikinya. Maka dari itu hanya terdapat 10 responden yang dapat mengikuti. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat dari nilai pretest dan posttest dengan adanya peningkatan yang signifikan pada kreativitas gerak siswa dalam pembelajaran seni tari secara daring. Pengumpulan data dilakukan melalui pembelajaran secara daring via zoom meeting, wawancara serta observasi. Peningkatan pada penelitian ini dapat dibuktikan dengan hasil uji t menghasilkan thitung ttabel, dengan nilai 26,26 2.262. Dapat diketahui bahwa thitung Ttabel, menunjukan bahwa model pendekatan saintifik melalui stimulus audio signifikan terhadap peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran seni tari secara daring

    127

    full texts

    144

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ringkang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇