144 research outputs found

    KARYA SHORT DANCE FILM ‘’PATAH’’ SEBAGAI BENTUK TRANSFORMASI DIGITAL TARI KONTEMPORER

    Full text link
    Dalam gelombang digitalisasi yang kian masif hari demi hari, seni dan budaya khususnya seni tari mulai meluntur dewasa ini. artikel ini merupakan bentuk sikap terhadap kelunturan produk produk kebudayaan dalam gelombang digitalisasi yang kian masif. karya short dance film "PATAH'' menjadi bentuk realisasi dari sikap tersebut. Artikel ini bertujuan untuk membuktikan bahwa seni budaya khususnya seni tari yang konservatif dan sulit merelevansikan diri terhadap perkembangan zaman menjadi seni budaya yang adaktif dan terbuka. Artikel ini dtulis menggunakan metode deskriptif kualitatatif yaitu dengan cara observasi, analisis visual, analisis konten, studi banding hingga wawancara terpusat. Artikel ini tentu mendapatkan hasil yang diantaranya seni dan budaya khususnya seni tari dapat tetap relevan dan terbuka terhadap transformasi digitalisas, tentu pula hasil ini bersamaan dengan tantangan yang mesti dihadapi. Karya short dance film "PATAH" Berhasil menembus nilai-nilai konservatif dan kuno yang selama ini melekat pada seni dan kebudayaan khususnya seni tari berkat kolaborasinya dengan produk digitalisasi, karya ini pula menunjukan keberpihakan seni dan kebudayaan terhadap transformasi digitalisasi. Tantangan yang dihadapi bukanlah hal yang mudah seperti halnya seni dan kebudayaan yang tidak tebuka terhadap perkembangan zaman, nilai-nilai konservatif dan sebagainya. Tetapi dengan karya short dance film "PATAH" Adalah bentuk jawaban dari tantangan tersebut sekaligus secara intrinsik merupakan bentuk ajakan bahwasanya ketika gerakan kolaborasi ini dijalankan secara bersama-sama, akan perlahan menghapus tantangan ini

    EKSPLORASI TARI IYO-IYO DALAM KENDURI SKO: PERSFEKTIF KAJIAN PERFORMANCE STUDIES

    Full text link
    Upacara kenduri sko menjadi warisan budaya yang dilaksanakan di wilayah kerapatan adat negroi Jujun Kabupaten Kerinci, Kenduri sko istilah yang menggambarkan pesta adat yang diadakan dalam konteks budaya masyarakat Kerinci. Tari Iyo-iyo adalah adalah salah satu bentuk tari tradisi yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan kenduri sko, Tari ini yang menjadi ciri khas dan keharusan dalam upacara kenduri sko sebagai bentuk pengesahan atas gelar pemangku adat dari anak batino. Tujuan penelitian ini mengkaji dengan mengobservasi tahapan upacara dari awal hingga akhir. Payung teori yang digunakan adalah Performance Studies dirumuskan dalam beberapa bentuk pertanyaan masalah tersebut: (1) kajian terhadap tahap persiapan, (2) kajian terhadap tahap pelaksanaan dan (3) kajian terhadap tahap akhir acara. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif analisis yang menggambarkan data secara akurat dan mendalam. Adapun Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan studi dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini adalah puncak pelaksanaan upacara kenduri sko sebagai pengangkatan gelar adat bagi anak jantan serta keberlangsungan melaksanakan tradisi melalui tahapantahapan penting yang harus dilakukan. Pada tahap persiapan dalam menentukan pengajuan anak jantan, tahap pelaksanaan pelantikan anak jantan sebagai calon pemimpin dan tahap akhir acara menjadi bagian ungkapan rasa syukur dan kegembiraan atas terbentuknya pemimpin adat baru. Setiap tahapan bermakna dan memiliki nilai simbolis sko bagi masyarakat kerinci

    MODEL KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DALAM PENINGKATAN KARAKTER GOTONG ROYONG SISWA

    Full text link
    Pembelajaran tari di SMPN 29 Bandung pada kelas VIII sebagian siswa masih kurang perhatian terhadap teman sekelasnya sehingga menimbulkan kecenderungan individualistis, cuek terhadap teman sekelasnya, mementingkan kepentingan sendiri (egois), dan kurang solidaritas terhadap teman sekelasnya. Kemajuan teknologi pun memicu timbulnya sikap individualis karena bisa menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Karena ego setiap siswa berakar kuat pada kepribadiannya, terutama pada sikap gotong royong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan karakter gotong royong melalui penerapan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division dalam pembelajaran tari. Penelitian mengenai penerapan model Student Teams Achievement Division dalam pembelajaran seni tari untuk meningkatkan karakter gotong royong dalam penguatan profil pelajar pancasila kelas 8 di SMPN 29 Bandung dilakukan dengan menggunakan desain Pre-Experimental Design One-Shot Case Study, dimana penelitian ini dilakukan untuk menilai karakter siswa ketika melaksanakan pembelajaran dengan model STAD untuk kemudian diobservasi hasilnya. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dimana peneliti memilih sampel berdasarkan dengan kriteria yang akan diteliti. Sesuai dengan hasil uji t melalui SPSS menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh Variabel X (metode pembelajaran STAD) terhadap Variabel Y (Karakter Gotong Royong) adalah 0,000 ≤ 0,05 dan nilai t hitung 6,482 ≥ nilai t tabel 0,042. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Dividion terhadap peningkatan karakter gotong royong siswa kelas 8I secara signifikan

    PEMBELAJARAN TARI JAIPONG BERBASIS BLENDED UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SISWA SMA

    Full text link
    Aktivitas pembelajaran yang mengedepankan apresiasi seni sangat penting diberikan di sekolah, karena aktivitas pembelajaran apresiasi seni tidak hanya berfungsi menumbuh kembangkan potensi estetik siswa, melainkan juga menumbuh kembangkan imajinasi, kemunculan kesadaran individual berupa kemampuan kreatif dan kesadaran sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran blended berbasis youtube dalam upaya meningkatkan apresiasi siswa terhadap tari Jaipong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-experimental design dengan desain penelitian one group pretest – posttest design dalam pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMAN 1 Jatiluhur, sampel penelitian ini berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan test. Teknik analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan apresiasi siswa terhadap tari Jaipong. Hasil ini ditunjukan oleh peningkatan dalam kemandirian belajar, kemampuan untuk bekerja sama dalam kelompok, dan kemampuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil rata-rata pretest dari 66 meningkat menjadi 83, sehingga 100% siswa mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah sebesar 70. Artinya ada pengaruh yang positif antara pembelajaran blended terhadap apresiasi siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran blended berbasis youtube signifikan meningkatkan apresiasi siswa dalam pembelajaran tari Jaipong di SMAN 1 Jatiluhur.Aktivitas pembelajaran yang mengedepankan apresiasi seni sangat penting diberikan di sekolah, karena aktivitas pembelajaran apresiasi seni tidak hanya berfungsi menumbuh kembangkan potensi estetik siswa, melainkan juga menumbuh kembangkan imajinasi, kemunculan kesadaran individual berupa kemampuan kreatif dan kesadaran sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran blended berbasis youtube dalam upaya meningkatkan apresiasi siswa terhadap tari Jaipong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-experimental design dengan desain penelitian one group pretest – posttest design dalam pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMAN 1 Jatiluhur, sampel penelitian ini berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan test. Teknik analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan apresiasi siswa terhadap tari Jaipong. Hasil ini ditunjukan oleh peningkatan dalam kemandirian belajar, kemampuan untuk bekerja sama dalam kelompok, dan kemampuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil rata-rata pretest dari 66 meningkat menjadi 83, sehingga 100% siswa mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah sebesar 70. Artinya ada pengaruh yang positif antara pembelajaran blended terhadap apresiasi siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran blended berbasis youtube signifikan meningkatkan apresiasi siswa dalam pembelajaran tari Jaipong di SMAN 1 Jatiluhur

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN TARI MANCANEGARA BERBASIS PROYEK

    Full text link
    Penelitian ini berfokus pada hasil belajar ekstrakurikuler siswa SMP pada pembelajaran tari mancanegara. Penggunaan model pembelajaran yang tidak sesuai mengakibatkan tidak efektifnya proses belajar mengajar dan terhambatnya perkembangan peserta didik khususnya pada ekstrakurikuler tari. Pada usia remajanya, siswa memerlukan arahan dalam membentuk bakat dan minatnya khususnya pada lingkup pembelajaran, untuk itu diperlukan model pembelajaran yang tepat untuk mendukung proses belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik serta mengubah perilaku mereka menjadi lebih kreatif dan aktif dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif true experimental menggunakan eksperimen pretest-posttest control group design, di mana penelitian ini mengamati dan observasi fenomena dengan cara mengumpulkan data-data yang bisa diukur menggunakan ilmu perhitungan statistik. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar peserta didik meningkat setelah penerapan model pembelajaran proyek dalam pembelajaran tari. Hasil belajar yang menjadi indikator penilaian pada penelitian ini menggunakan aspek kognitif dan psikomotor. Indikator yang perlu dimiliki pada setiap aspek ini yaitu kemampuan menjelaskan unsur tari, menentukan tari, memperagakan dan menampilkan tari mancanegara. Model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan hasil belajar ekstrakurikuler sangat berpengaruh terhadap hasil dan menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan tidak membosankan ini merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk menumbuhkan rasa berani berpendapat, bekerja sama dan memecahkan masalah secara mandiri

    PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA KELAS IV SD NEGERI SUMBERARUM MELALUI STIMULUS CERITA RAKYAT “SANGKURIANG” PADA PEMBELAJARAN TARI

    Full text link
    Pada abad 21 ini, teknologi dan ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat pesat. Kondisi ini mengharuskan bahwa untuk mengikuti setiap perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, sebagai individu harus memiliki kreativitas yang tinggi. Setiap individu memiliki kemampuan kreativitasnya masing-masing, namun harus terus dikembangkan agar kemampuan kreativitas tersebut dapat menghasilkan dan mengembangkan berbagai ide baru. Pengembangan kreativitas dapat diasah sejak masa persekolahan, agar setiap peserta didik yang akan menjadi generasi selanjutnya memiliki kemampuan kreativitas yang tinggi. Sehingga, studi ini secara khusus membahas tentang rancangan, proses, dan hasil akhir dari pembelajaran tari dengan stimulus cerita rakyat “Sangkuriang” guna mengembangkan kreativitas siswa kelas IV SD Negeri Sumberarum, dengan tujuan stimulus yang diberikan mempengaruhi perkembangan kemampuan kreativitas setiap peserta didik. Cerita rakyat “Sangkuriang” sebagai stimulus yang diberikan kepada peserta didik selama pembelajaran tari berlangsung. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental design. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pre-test post-test one group design. Populasi dari penelitian ini sebanyak 27 peserta, pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan kreativitas yang signifikan pada peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai signifikasi 0.000 0.05 pada uji hipotesis t-test paired samples correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulus cerita rakyat “Sangkuriang” mempengaruhi perkembangan kreativitas peserta didik. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pendidik dalam mengembangkan metode pengajaran yang lebih kreatif dan inovatif dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik

    PENDEKATAN APRESIASI TARI MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNALAR KRITIS SMP

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan bernalar kritis siswa pada permasalahan pembelajaran seni tari yang terjadi dilapangan, khususnya pada materi nilai-nilai, unsur pembangun serta pendukung tari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengaruh pendekatan apresiasi tari terhadap kemampuan bernalar kritis siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experimental, desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest serta subjek penelitian terdiri dari 29 siswa kelas VIII C di SMP Negeri 19 Bandung yang diambil menggunakan Teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui soal tes formatif pretest serta posttest untuk mengukur kemampuan siswa sebelum dan setelah diberikan perlakuan yang disesuaikan dengan indikator kemampuan bernalar kritis sesuai dengan teori Glaser. Penggunaan media apresiasi tari dalam penelitian ini sebagai pendekatan dapat memberikan peningkatkan secara signifikan terhadap pengetahuan, sikap, serta keterampilan siswa dengan menekankan pemahaman keragaman seni dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 62,70 dan posttest sebesar 84,42, menghasilkan nilai N-Gain sebesar 0,57 yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil nilai N-Gain yang tergolong sedang, namun hasil penelitian ini memiliki peningkatan secara signifikan yang dapat dilihat dari perbandingan nilai pretest dan posttest. Sehingga, dapat dikatakan bahwa penerapan apresiasi dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan menciptakan pengalaman belajar yang mendukung pengembangan keterampilan bernalar kritis siswa, khususnya dalam pembelajaran seni tari

    TARI KIJANG SEBAGAI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK DOWN SYNDROME DI SANGGAR TARI TRI

    Full text link
    Sanggar tari merupakan salah satu wadah yang termasuk dalam kegiatan pendidikan non formal, karena di dalamnya terdapat rencana dan program yang dapat memenuhi kebutuhan peserta didik dalam mempelajari tari tradisi. Sanggar Tari Tri adalah salah satu sanggar di Kota Bandung yang menyediakan pembelajaran tari tradisi, klasik dan kreasi, termasuk tari Kijang. Terlebih lagi, Sanggar Tari Tri memiliki siswa down syndrome yang mampu mengikuti pembelajaran tari Kijang. Tari Kijang merupakan tari kreasi yang berkembang di Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, proses dan evaluasi pembelajaran tari Kijang pada anak down syndrome. Anak down syndrome yang cenderung memiliki keterbatasan dalam kemampuan intelektual dan motorik namun memiliki kemampuan menari dan mengikuti pembelajaran tari Kijang di Sanggar Tari Tri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang didapat dari penelitian pada anak down syndrome melalui pembelajaran tari kijang di Sanggar Tari Tri diyakini baik, karena metode, materi dan pendekatan yang diterapkan oleh pelatih telah sesuai, sehingga anak down syndrome dapat menerima materi dengan baik. Pembelajaran tari kijang bagi anak down syndrome di Sanggar Tari Tri menjadi suatu wadah yang positif bagi anak down syndrome untuk mengembangkan potensi diri, serta mematahkan pandangan masyarakat yang menilai bahwa anak down syndrome tidak mempunyai kemampuan apapun dan tidak bisa mempelajari sebuah tarian seperti pada anak normal lainnya

    KREATIVITAS GERAK TARI DENGAN STIMULUS MEDIA AUDIO VISUAL

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual dalam pembelajaran tari terhadap peningkatan kreativitas gerak siswa kelas VIII di SMPN 35 Bandung. Proses pembelajaran tari di sekolah saat ini masih cenderung bersifat monoton, di mana siswa hanya menghafal teori dan gerakan tari tanpa melibatkan pengalaman langsung dalam bereksplorasi dan berkreasi. Hal ini dapat menghambat perkembangan kreativitas gerak siswa, padahal kemampuan bereksplorasi dan berkreasi sangat penting untuk mendukung pembelajaran seni tari yang bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, yang melibatkan partisipan kepala sekolah, guru seni budaya, dan 35 siswa kelas VIII. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, angket, test praktik dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan kreativitas gerak antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sementara data observasi dan dokumentasi dianalisis secara deskriptif untuk memperkaya temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran tari berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kreativitas gerak siswa. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan yang signifikan antara skor kreativitas gerak kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penggunaan media audio visual dapat membantu siswa mengeksplorasi dan mengkreasikan gerakan-gerakan baru, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kreativitas gerak mereka. Dengan demikian, penggunaan media audio visual dapat menjadi alternatif bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tari dan mendorong kreativitas gerak siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual dalam pembelajaran tari terhadap peningkatan kreativitas gerak siswa kelas VIII di SMPN 35 Bandung. Proses pembelajaran tari di sekolah saat ini masih cenderung bersifat monoton, di mana siswa hanya menghafal teori dan gerakan tari tanpa melibatkan pengalaman langsung dalam bereksplorasi dan berkreasi. Hal ini dapat menghambat perkembangan kreativitas gerak siswa, padahal kemampuan bereksplorasi dan berkreasi sangat penting untuk mendukung pembelajaran seni tari yang bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, yang melibatkan partisipan kepala sekolah, guru seni budaya, dan 35 siswa kelas VIII. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, angket, test praktik dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan kreativitas gerak antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sementara data observasi dan dokumentasi dianalisis secara deskriptif untuk memperkaya temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran tari berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kreativitas gerak siswa. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan yang signifikan antara skor kreativitas gerak kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penggunaan media audio visual dapat membantu siswa mengeksplorasi dan mengkreasikan gerakan-gerakan baru, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kreativitas gerak mereka. Dengan demikian, penggunaan media audio visual dapat menjadi alternatif bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tari dan mendorong kreativitas gerak siswa

    KOLABORASI DUA BUDAYA DALAM TARI CITRARESMI KARYA GONDO

    Full text link
    Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan ide penciptaan, struktur koreografi, makna gerak dan rias busana pada Tari Jaipongan Citraresmi karya Gondo. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif analisis. Kurangnya penanaman rasa cinta akan diri sendiri serta berani membela kehormatan diri, bangsa dan negara yang menyebabkan terjadinya tindakan-tindakan yang merugikan pada perempuan merupakan hal yang melatarbelakangi dilaksanakannya penelitian ini karena Tari Jaipongan Citraresmi memiliki makna yang dapat diaktualisasikan dalam kepribadian perempuan melalui gerak yang mengkolaborasikan dua etnik yaitu Sunda dan Bali. Partisipan pada penelitian ini adalah koreografer/pencipta tari dan seorang penari dengan lokasi penelitian di Purwakarta. Teknik pengumpulan data yang dingunakan adalah observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah tentang kolaborasi dua etnik dan unsur gerak modern sebagai ciri khas yang diimplikasikan pada gerak Tari Citraremi yang dinamis. Gerak Tari Citraresmi juga memiliki banyak makna yang terkandung yang dapat dijadikan cerminan dan tuntunan nilai keberanian bagi generasi muda khususnya perempuan

    127

    full texts

    144

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ringkang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇