Ringkang
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
ANALISIS HUBUNGAN GENDER EQUALITY DENGAN KEPERCAYAAN DIRI
Penelitian ini didasarkan pada kurangnya kepercayaan diri siswa saat belajar seni tari. Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa adalah dengan menerapkan gender equality dalam tari kreasi, berfokus pada bagaimana partisipasi yang sama dalam kegiatan tari kreasi dapat meningkatkan kepercayaan diri di antara siswa laki-laki dan perempuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak gender equality pada peningkatan kepercayaan diri siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 15 Bandung. Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini, dengan metode pra-eksperimen dengan desain one group pre-test post-test design. Purposive Sampling adalah teknik menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel terdiri dari 34 siswa kelas XI.10 SMA Negeri 15 Bandung. Pengumpulan data melalui tes formatif dengan pernyataan yang berdasarkan indikator gender equality dan kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa yang cukup signifikan, yaitu dengan nilai N-Gain 0.44 dalam kategori sedang, saat penerapan gender equality dalam tari kreasi. Ini menunjukkan bahwa banyak siswa yang meningkat rasa percaya diri, terlihat berdasarkan indikator gender equality dan kepercayaan diri, jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa kelas XI.10 SMA Negeri 15 Bandung meningkat dan baik. Studi ini menekankan betapa pentingnya untuk melakukan upaya berkelanjutan untuk mendorong gender equality dalam pengaturan pendidikan dan mendorong penggunaan pendekatan inovatif dan inklusif untuk pengembangan siswa. Penelitian ini mengungkapkan bahwa lingkungan belajar yang adil dan inklusif, di mana semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berekspresi, mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa secara keseluruhan.Penelitian ini didasarkan pada kurangnya kepercayaan diri siswa saat belajar seni tari. Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa adalah dengan menerapkan gender equality dalam tari kreasi, berfokus pada bagaimana partisipasi yang sama dalam kegiatan tari kreasi dapat meningkatkan kepercayaan diri di antara siswa laki-laki dan perempuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak gender equality pada peningkatan kepercayaan diri siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 15 Bandung. Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini, dengan metode pra-eksperimen dengan desain one group pre-test post-test design. Purposive Sampling adalah teknik menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel terdiri dari 34 siswa kelas XI.10 SMA Negeri 15 Bandung. Pengumpulan data melalui tes formatif dengan pernyataan yang berdasarkan indikator gender equality dan kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa yang cukup signifikan, yaitu dengan nilai N-Gain 0.44 dalam kategori sedang, saat penerapan gender equality dalam tari kreasi. Ini menunjukkan bahwa banyak siswa yang meningkat rasa percaya diri, terlihat berdasarkan indikator gender equality dan kepercayaan diri, jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa kelas XI.10 SMA Negeri 15 Bandung meningkat dan baik. Studi ini menekankan betapa pentingnya untuk melakukan upaya berkelanjutan untuk mendorong gender equality dalam pengaturan pendidikan dan mendorong penggunaan pendekatan inovatif dan inklusif untuk pengembangan siswa. Penelitian ini mengungkapkan bahwa lingkungan belajar yang adil dan inklusif, di mana semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berekspresi, mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa secara keseluruhan.
KAJIAN ETNOKOREOLOGI TARI TOPENG ROWANA DI SANGGAR ADININGRUM
Perkembangan teknologi menyebabkan minat masyarakat terhadap kesedian tradisional makin menurun, masuknya kebudayaan asing menyebabkan berkurangnya minat masyarakat dalam mempelajari kebudayaan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana latar belakang karya tari topeng Rowana, koreografi, rias dan busana. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk menjadi referensi untuk para akademisi, seniman dan masyarakat secara umum. Kajian ilmu yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian etnokoreologi, penggunaan kajian etnokoreologi didasarakan dari jawaban yang ingin dicari mengenai teks dan konteks tari Topeng Rowana. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diambil dari proses observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sumber data menggunakan teknik snowball. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tari Topeng Rowana tercipta karena ingin menarik minat masyrakat untuk mengapresiasi penyajian tari topeng di daerah Slangit. Penggunaan makuta sebagai pengganti tekes dan penambahan badong menjadi salah satu hal unik dari tari topeng ini. Koreografi tari topeng Rowana terinspirasi dari gerak-gerak tokoh Ramayana yaitu Rahwana
STRUKTUR GERAK TARI HAGHAK BATIN DI SANGGAR SENI DUAGHA KABUPATEN OKU SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Struktur Gerak Tari Haghak Batin Di Sanggar Seni Duagha Kabupaten OKU Selatan.Tari Haghak Batin adalah salah satu tari tradisi yang ditarikan untuk penyambutan tamu di kabupaten OKU Selatan khususnya di daerah Ranau. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan data yang deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Pada hasil penelitian menurut teori Ben Suharto struktur gerak dapat di uraikan menjadi tiga yaitu gerak bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir danteori ini diperkuatjuga oleh Nanik Sri Prihatini dkk dalam terminologi struktur gerak terdiri dari nama sikap/gerak, deskripsi dan urutan unsur-unsur, eksplanasi dengan hitungan tertentu dan presentasi pola lantai. Pada tari Haghak Batin gerak awal terdiri dari gerak Lapah Batin/Tabik dan gerak Salam Sembah. Gerak bagian tengah yaitu gerak kipas Bukelai/Nindai. Bagian akhir yaitu gerak Salam Sembah dan gerak lapah Batin/Tabik. Setiap gerak memiliki hitungan satu sampai delapan dan menggunakan pola lantai vertikal dan horizontal. Struktur gerak merupakan salah satu hal penting dalam sebuah tarian, adanya struktur gerak dapat memudahkan penari dan lebih jelas dalam memahami urutan sebuah gerakan sehingga tidak akan terbolak balik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Struktur Gerak Tari Haghak Batin Di Sanggar Seni Duagha Kabupaten OKU Selatan.Tari Haghak Batin adalah salah satu tari tradisi yang ditarikan untuk penyambutan tamu di kabupaten OKU Selatan khususnya di daerah Ranau. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan data yang deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Pada hasil penelitian menurut teori Ben Suharto struktur gerak dapat di uraikan menjadi tiga yaitu gerak bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir danteori ini diperkuatjuga oleh Nanik Sri Prihatini dkk dalam terminologi struktur gerak terdiri dari nama sikap/gerak, deskripsi dan urutan unsur-unsur, eksplanasi dengan hitungan tertentu dan presentasi pola lantai. Pada tari Haghak Batin gerak awal terdiri dari gerak Lapah Batin/Tabik dan gerak Salam Sembah. Gerak bagian tengah yaitu gerak kipas Bukelai/Nindai. Bagian akhir yaitu gerak Salam Sembah dan gerak lapah Batin/Tabik. Setiap gerak memiliki hitungan satu sampai delapan dan menggunakan pola lantai vertikal dan horizontal. Struktur gerak merupakan salah satu hal penting dalam sebuah tarian, adanya struktur gerak dapat memudahkan penari dan lebih jelas dalam memahami urutan sebuah gerakan sehingga tidak akan terbolak balik
PROJECT BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP
Pendidikan melibatkan proses dinamis di mana siswa, guru, dan sumber belajar berinteraksi dalam lingkungan edukatif untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Namun, efektivitas pembelajaran sering kali terhambat oleh metode pengajaran konvensional yang tidak lagi memadai, terutama dalam mata pelajaran seni budaya seperti tari. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tari di SMP. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan 26 siswa kelas VIII-A di SMP Ciwidey sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest menggunakan Lembar Soal serta penilaian non-tes. Uji t-test dilakukan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model PjBL. Hasil pengolahan nilai dari SPSS secara deskriptif statistic bahwa nilai pretest dan posttest memiliki perbedaan, dilihat bahwa nilai rata-rata pretest 70.50 dan rata-rata posttest 85.38. melalui paired sample test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa setelah penerapan model PjBL, dengan nilai signifikansi 0,000, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Temuan ini mengonfirmasi bahwa penerapan model Project Based Learning secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik di bidang seni. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya membuktikan efektivitas PjBL dalam konteks pembelajaran tari tetapi juga memperkuat pentingnya adopsi metode pembelajaran inovatif untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik
IBING PENCUG GAYA KALERAN KABUPATEN KARAWANG
Ibing Pencug Gaya Kaleran adalah salah satu bentuk kesenian tradisional yang berkembang di Kabupaten Karawang dan mempunyai ciri khas keceriaan, unsur sensual, humor, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan. Pertunjukan terdiri dari tarian dengan pola tertentu (ibing pola) dan tarian tanpa pola tetap (ibing saka). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Ibing Pencug Gaya Kaleran dengan fokus pada studi kasus Namin Group di Kabupaten Karawang. Ibing Pencug Gaya Kaleran merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang memiliki keunikan dalam gerakan, musik, dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali informasi mendalam mengenai praktik, makna, dan dinamika yang ada dalam Ibing Pencug Gaya Kaleran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam gerak tari Bajidoran yang memiliki 4 ragam gerak yang memiliki bagian-bagian pada tari Bajidoran yaitu Bukaan, Nyindekeun, Nibakeun dan Mincidan. Adapun teknik gerak terdiri dari 7 gerakan utama yang terbagi dalam 17 proses atau uraian gerak. Setiap gerakan memiliki posisi tubuh, tangan, dan kaki yang spesifik, serta variasi dalam tenaga, ruang gerak, dan tempo. Dengan demikian Tari Bajidoran mencakup analisis terhadap tiga aspek utama yakni ragam gerak, teknik gerak, dan peranannya dalam masyarakat. Secara umum, tari Bajidoran dianggap sebagai pertunjukan hiburan yang mengalami fluktuasi dalam popularitasnya di Karawang
MEDIA SOSIAL INSTAGRAM UNTUK MENINGKATKAN KETERTARIKAN SISWA TERHADAP EKSRAKURIKULER SENI TARI
Kurangnya ketertarikan siswa terhadap ekstrakurikuler seni tari menjadikan suatu masalah bagi lembaga sekolah maupun bagi individunya sendiri. Pentingnya pembelajaran estrakurikuler seni tari tentu untuk meningkatkan kemampuan bagi peserta didik yang memiliki keahlian dibidang tersebud, dan juga memberikan wadah untuk bebas berekspresi dan bereksplorasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil data dari metode penelitian pre-experimental design melalui pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre-experimental design melalui pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X SMK Bina Wisata lembang, penelitian ini tentunya dilaksanakan di SMK Bina Wisata Lembang, analisis data tentu melalui pre-test dan post-test. Tentunya melalui beberapa tahap yaitu observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi untuk meningkatkan ketertarikannya terhadap ekstrakurikuler seni tari. Hasil setelah diterapkannya penggunaan media sosial instagram terhadap ekstrakurikuler tentu menjadikan perubahan terhadap peserta didik. Menjdikan reaksi peserta didik yang cenderung lebih aktif dengan kemampuan yang dimiliki serta menjadi lebih kreatif, berkarakter, dan lebih bersosialisasi. Tentunya dengan media sosial instagram diharapkan tidak hanya lingkungan sekolah yang dapat melihat kegiatan tersebut, namun seluruh masyarakat dapat melihat kegiatan ekstrakurikuler dimana pun dan kapanpun, tentunya dengan penggunaan media sosial untuk meningkatkan ketertarikan siswa terhadap ekstrakurikuler dapat menjadikan rekomendasi atau saran untuk guru milenial, tentunya bagi peneliti selanjutnya yang akan menjadi seorang guru
TARI CERMIN JATI: KEARIFAN LOKAL BUDAYA DI KABUPATEN BANGKA
Tari Cermin Jati sebagai salah satu kearifan lokal yang ada di Kabupaten Bangka. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan serta menganalisis ide penciptaan, susunan gerak serta rias busana pada Tari Cermin Jati di Sanggar Seni Kemuning Kabupaten Bangka. Tiga bentuk tersebut merupakan sebuah bentuk kearifan lokal masyarakat Kabupaten Bangka dalam bentuk gagasan yang berwujud sebuah karya tari. Dalam penelitiannininmenggunakan pendekatannkualitatif dengannmetode deskriptifnanalisis. Tekniknpengumpulanndata dilakukan dengan metode observasi, nwawancara, studindokumentasi, serta studinpustaka. Analisisndilakukan dengan metode reduksi data, penyajian data, serta verifikasi data. Sumber data meliputi ide penciptaan, susunan gerak, foto, audio, serta video. Berdasarkan temuan penelitian diketahui Tari Cermin Jati merupakan salah satu tari kreasi ciri khas Kabupaten Bangka dengan ide penciptaan tarian ini diambil dari kisah perjalanan Islamisasi yang dilakukan oleh Cermin Jati terhadap Orang Lom. Sturktur koreografi Tari Cermin Jati memiliki empat susunan gerak pokok yang sering muncul didalam tari tersebut. Sertanriasndannbusana yang digunakannpada Tari Cermin Jati ini menggunakan rias dan busana yang sederhana yang dapat menggambarkan kehidupan asli Orang Lom
CREATIVE DANCE METHOD DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI
Salah satu kecerdasan majemuk adalah kecerdasan kinestetik, yang merupakan kemampuan seseorang untuk menggunakan seluruh tubuh atau fisiknya untuk mengekspresikan ide dan perasaan, serta keterampilan untuk mengubah atau menciptakan sesuatu. Pada usia dini atau fase kanak-kanak kecerdasan kinestetik dapat dikembangkan melalui pembelajaran tari yang menyenangkan dan eksploratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan dari creative dance method dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pre-test dan Post-test Design dimana dalam penelitian ini dilakukan observasi sebanyak 2 kali yaitu sebelum perlakuan dan setelah perlakuan. Penelitian dilaksanakan di TK Negeri Taraju Kabupaten Kuningan dengan mengambil sampel 20 siswa kelompok 3B. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Thitung Ttabel (0.443) dan nilai Sig yang lebih kecil dari 0.05. Maka sesuai dengan dasar keputusan H0 ditolak dimana dapat diartikan bahwa adanya pengaruh variabel independen dan dependen yang signifikan. Hal ini membuktikan penerapan creative dance method dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik anak. Creative Dance Method pada penerapannya terdapat hal-hal baru yang diperkenalkan, namun sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan anak dalam hal perkembangan geraknya karena memuat unsur-unsur kreasi. Dimana anak-anak bisa menyalurkan kebutuhan geraknya namun dengan sesuai tahapan perkembanganya yang penuh daya ekspolorasi dan imajinasi.
PEMBELAJARAN TARI KREASI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA KURIKULUM MERDEKA
Kurikulum Merdeka yang ditetapkan pada tahun 2022 ini telah banyak diterapkan pada sekolah maupun madrasah. Namun pada dasarnya kurikulum merdeka belum sepenuhnya terlaksana dengan baik, karena penerapannya dilakukan secara bertahap. Pendidikan yang dinaungi oleh Kementerian Agama ini mengadaptasi sistem yang sama terhadap kurikulum yang dibuat oleh Kemendikbudristek, perbedaannya hanya ada pada pembelajaran pendidikan agama islam dan bahasa arab. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan rancangan, proses, dan mengetahui hasil dari bentuk pengimplementasian kurikulum merdeka dengan Model Project Base Learning dalam Pembelajaran Tari Kreasi pada siswa kelas VII di Madrasah Tsanawiyah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre-eksperimen dengan pendekatan penelitian kuantitatif pada siswa kelas VII MTS Ibnu Sina Soreang dengan 6 kali pertemuan dengan jumlah siswa 48 orang dibantu dengan hasil observasi, nila tes, wawancara terhadap wakil kepala madrasah bidang kurikulum, dan dokumentasi. Temuan dan Hasil penelitian terdapat beberapa rancangan dan proses yang harus banyak disesuaikan dengan nilai-nilai keagamaan serta penerapan menunjukan hasil yang baik pada pembelajaran Tari Kreasi menggunakan Model Project Based Learning pada Implementasi Kurikulum Merdeka. Hal tersebut ditunjukan dengan kemampuan siswa yang dapat menciptakan karya tari mereka sendiri dengan melakukan kolaborasi dalam kelompok, menyelesaikan masalah dalam merancang koreografi tari kreasi bernuansa islami dan mengekspresikan diri melalui gerakan tari yang dibuktikan dengan hasil uji t bahwa nilai signifikan sebesar 0,004 0,05 dengan nilai t hitung 2,991 1,677. Hasil dari penelitian ini menyatakan hipotesis diterima. Model project based learning berpengaruh terhadap implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran tari kreasi siswa di kelas VII MTS Ibnu Sina Soreang
KARAKTER PEREMPUAN DALAM TARI PANGAYOMAN KARYA YETTY MAMAT
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan hasil penelitian mengenai ide terciptanya, nilai, struktur koreografi, serta rias busana pada Tari Pangayoman Karya Yetty Mamat Di Studio Tari Sunda Kandaga Bandung. Yetty Mamat biasanya menciptakan tarian yang kebanyakan berkarakter halus atau lembut tetapi berbeda dengan Tari Pangayoman yang lincah dan energik, dimana tari ini unik karena menggabungkan dua kultur yaitu Sunda dan Cirebon yang kemudian dikemas menjadi suatu tarian energik penggambaran sesuatu yang mengayomi. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif analisis. Partisipannya adalah pencipta tari/koreografer, dosen UPI, serta seorang penari yang berlokasi di kota Bandung. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, studi literatur dan studi dokumentasi, teknik analisis menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini adalah tentang penggabungan dua karakter tari putri Sunda yang feminim dan Cirebonan yang cenderung maskulin yang kemudian terefleksikan pada gerak Tari Pangayoman yang berkarakter gagah, lincah dan enerjik