Ringkang
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
TARI KEMBANG SUKET REFLEKSI IDENTITAS REMAJA INDRAMAYU
Tari Kembang Suket termasuk dalam ganre tari kreasi, tarian ini tercipta untuk mengembangkan dan memperkenalkan seni tari di Indramayu kepada generasi muda agar tidak punah dengan membuat tarian baru yang bersumber dari beberapa koreografi tari tradisi yang berkembang di daerah Indramayu seperti Tari Topeng, Tari Srimpi, Tari Terbang Randu Kentir dan Tari Rudat, dan juga koreografi Tari Jaipongan. Tari Kembang Suket diharapkan dapat mewakili ciri budaya dari Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Nama “Kembang Suket” dari diambil dari nama motif batik dari Indramayu yaitu yang memiliki arti remaja-remaja yang berkembang dari kalangan rakyat biasa. Metode tyang adigunakan adalam penelitian amenggunakan ametode adeskriptif adengan pendekatan rkualitatif. Teknik tyang digunakan untuk amengumpulkan adata ayaitu wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi dengan analisis menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan tentang struktur penyajian tari Kembang Suket, struktur koreografi tari Kembang Suket, tata brias adan tata tbusana lyang digunakan pada tari Kembang Suket di Sanggar Melati Ayu Indramayu. Dari thasil epenelitian tdapat disimpulkan bahwa Tari Kembang Suket menggambarkan keceriaan, kedinamisan dan kesederhanaan dari remaja-remaja di Daerah Indramayu dan merupakan tarian khas Indramayu dengan mengabungkan beberapa koreografi tari yang berada di daerah Indramayu
MENINGKATKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DENGAN IMPLEMENTASI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) PADA PEMBELAJARAN TARI BUYUNG
Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan berkelanjutan yang diantara poin nya berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan dan sumber daya alam. Penelitian ini didasari oleh temuan yang berkaitan dengan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap lingkungan sehingga kurang munculnya karakter peduli lingkungan pada pembelajaran. Pengenalan lingkungan yang baik melalui pembelajaran seni tari dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kurangnya karakter peduli lingkungan serta kurangnya pemahaman peserta didik atas pentingnya menjaga lingkungan. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu sebagai upaya mengimplementasikan poin Sustainable Development Goals (SDGs) untuk meningkatkan dan membentuk karakter peduli lingkungan pada peserta didik melalui pembelajaran Tari Buyung. Adapun partisipan penelitian ini ialah kelas VIII B di SMPN 01 Pangalengan dengan 34 peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan desain penelitian menggunakan model Kemmis MC Taggart yang setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data melalui hasil observasi, tes dan angket untuk mengukur tingkat karakter peduli lingkungan pada peserta didik Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan karakter peduli lingkungan peserta didik pada kategori tinggi yakni 0,7 setelah diimplementasikan poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs) dalam proses pembelajaran tari di sekolah. Dapat terlihat dari tingkat pemahaman serta rasa kepedulian peserta didik terhadap lingkungan yang rendah menjadi tinggi karena pemahaman yang peserta didik dapatkan selama mengenal lingkungan melalui pembelajaran tari dapat menumbuhkan rasa kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar
PEMBELAJARAN TARI WAYANG DI SANGGAR DANGIANG KUTAMAYA SUMEDANG
Sanggar Dangiang Kutamaya merupakan salah satu sanggar dengan genre tari wayang yang masih bertahan sampai saat ini, sebagai upaya pelestarian warisan budaya yang harus dilestarikan dan diteruskan kepada generasi muda. Dalam melestarikan budaya upaya yang dilakukan yaitu konservasi budaya, agar generasi muda tidak terbawa arus karena masuknya pengaruh globalisasi yang menyebabkan rendahnya minat generasi muda dalam belajar menari. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan terkait pengemasan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran di Sanggar Dangiang Kutamaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif, objek penelitiannya adalah Tari Wayang di Sanggar Dangiang Kutamaya, partisipan penelitian yaitu pelatih serta peserta didik di Sanggar Dangiang Kutamaya. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran di Sanggar Dangiang Kutamaya memiliki tahapan pembelajaran, metode pembelajaran yang digunakan oleh pelatih yaitu demontrasi dengan cara mencontohkan tarian kepada peserta didik. Media pembelajaran yang digunakan di Sanggar Dangiang Kutamaya menggunakan gamelan langsung diantaranya saron 1, saron 2, bonang, goong, rincik, kempul, demung, kendang, kulanter, kemong, gambang, rebab, kemudian hasil pembelajarannya hanya melalui evaluasi mingguan dan tidak ada evaluasi besar. Peran pelatih sangat penting dalam terselenggaranya pembelajaran di Sanggar Dangiang Kutamaya, tidak lupa adanya materi pembelajaran sebagai warisan dari karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah diantaranya Tari Ekalaya, Tari Jakasona, Tari Jayengrana, Tari Suraningpati, Tari Gandamanah, Tari Gatotkaca, Tari Topeng Klana Gaya Sumedang. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tari di Sanggar Dangiang Kutamaya menggunakan komponen lengkap yang memang seharusnya ada dalam pembelajaran, meskipun dalam sanggar tidak memiliki rancangan/kurikulum tertulis tetapi pembelajaran tetap sesuai
MENINGKATKAN KERJASAMA SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN TARI MELALUI COOPERATIVE LEARNING
Kurangnya kerjasama siswa dalam pembelajaran tari diperlukan inovasi baru dalam strategi pembelajaran untuk mengatasi tingkat kerjasama siswa di dalam kelas saat pembelajaran. Inovasi dalam strategi pembelajaran tidak hanya diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan siswa, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan mendukung kerjasama yang lebih efektif diantara siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model Cooperative Learning dalam pembelajaran tari Jipeng untuk meningkatkan kerjasama siswa di SMPN 14 Bandung. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Beberapa metode yang saling melengkapi yaitu, observasi wawancara, dan tes digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Sampel dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling, yang merupakan salah satu metode Nonprobability Sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistika Paired Sample T-Test yang bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan hasil antara pretest dan posttest. Dengan menggunakan model Cooperative Learning, hasil dari penelitian ini menunjukkan proses treatment atau perlakuan digunakan dalam pembelajaran tari. Setelah melakukan pretest pada sampel, peneliti menemukan bahwa tingkat kerjasama siswa masih rendah dalam pembelajaran tari, dan hasil posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kerjasama siswa. Hal ini menunjukkan bahwa model Cooperative Learning dapat menjadi strategi yang tepat untuk meningkatkan kerjasama dalam pembelajaran tari siswa SMP
MENYIMAK LEGENDA DAN POTENSI DANAU TELAGA WARNA MELALUI TARI
Tari Telaga Warna merupakan tari kreasi berbasis tradisi yang memiliki bentuk penyajian dan struktur koreografi yang dikemas menjadi suatu pertunjukan yang indah serta busana dan properti yang menarik untuk diteliti, karena tarian ini terinspirasi dari cerita legenda Jawa Barat yaitu Telaga Warna, yang saat ini menjadi destinasi wisata di kawasan Puncak Cisarua Bogor. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melaporkan hasil penelitian tentang bentuk penyajian Tari Telaga Warna, koreografi Tari Telaga Warna serta busana dan properti pada Tari Telaga Warna. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini adalah metode deskriptif analisis. Partisipan dalam penelitian ini adalah pencipta tari dan enam orang penari yang berlokasi di Kabupaten Bogor. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian, Tari Telaga Warna mengisahkan seorang putri kerajaan Kutatanggeuhan bernama Putri Gilang Rukmini, yang menolak kalung emas dan permata dari ibunya yang mengakibatkan kerajaan tenggelam dan menjadi sebuah telaga. Hasil dari penelitian ini bahwa Tari Telaga Warna merupakan tari kreasi baru dari genre Putri Klasik yang dibawakan secara berkelompok, dengan tema tentang Legenda Telaga Warna untuk promosi wisata Kabupaten Bogor agar nantinya Tari Telaga Warna dapat dikenal baik secara tekstual dan kontekstualnya khususnya oleh masyarakat Kabupaten Bogor, nasional hingga internasional
STRUKTUR GERAK TARI SANGGAN SIGHE DI SANGGAR PESONA NUSANTARA KABUPATEN LAHAT
Tari Sanggan Sighe adalah tari persembahan yang menggambarkan kegembiraan masyarakat Kabupaten Lahat dalam menyambut tamu agung atau tamu terhormat. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah struktur gerak tari Sanggan Sighe di Sanggar Pesona Nusantara Kabupaten Lahat. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan Struktur Gerak Tari Sanggan Sighe. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode Deskriptif dengan pendekatan Kualitatif dan teknik pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan Studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan teori Ben Suharto struktur gerak tari terbagi atas tiga hal yaitu bagian awal, bagian tengah (Inti) dan bagian akhir yang telah dikembangkan oleh Nanik Sri Prihatini dkk dalam segi terminologi, struktur gerak terbagi menjadi nama sikap/gerak, deskripsi dan urutan unsur-unsur, eksplanasi dengan satuan hitungan tertentu dan presentasi pola lantai. Pada tari Sanggan Sighe gerak awal yaitu Gerak Masuk Cempako Depan, Gerak Cempako Kanan dan Kiri dan Gerak Sembah Rebah Kayu. Gerak Inti yaitu Gerak Beraes, Gerak Ranting Depan, Gerak Ranting Pendek dan Ranting Panjang, Gerak Turun Panjang Kanan Kiri, Gerak Turun Tabur Bunga Kanan Kiri, Gerak Duduk Beraes, Gerak Duduk Ranting Pendek dan Panjang. Gerak akhir yaitu Gerak Sembah Akhir dan Gerak Keluar Cempako Depan
STRATEGI TUTOR SEBAYA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN TARI SISWA SMP
Keterampilan tari merupakan salah satu aspek penting dari hasil belajar, khususnya dalam konteks pembelajaran seni budaya di sekolah. Namun pada pembelajaran tari, siswa dinilai masih kurang terampil dalam praktik menari salah satu penyebabnya karena kurangnya pemahaman guru mengenai metode pembelajaran dan proses pembelajaran yang kolaboratif, sehingga siswa merasa kesulitan dalam menerima materi pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode tutor sebaya dalam meningkatkan keterampilan tari siswa di SMPN 1 Lembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen desain one group Pretest Posttest Design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes, dokumentasi, dan studi literatur. Sampel dipilih dengan cara Purposive Sampling, yang diklasifikasikan sebagai salah satu metode Nonprobability Sampling. Analisis data dilakukan dengan melakukan Paired Sampel T Test untuk melihat perbedaan hasil Pretest dan Posttest. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan proses pemberian treatment atau perlakuan pada pembelajaran tari menggunakan metode tutor sebaya, dengan cara melakukan pretest pada sampel dan diperoleh data tingkat keterampilan siswa yang dinilai masih rendah, setelah itu peneliti melakukan treatment dan mengevaluasi dengan melakukan posttest. Dari hasil posttest, terlihat adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan siswa. Ini menunjukkan adanya peningkatan nilai dari Pretest dan Posttest yang sudah dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa metode tutor sebaya dapat menjadi strategi yang tepat untuk meningkatkan keterampilan tari siswa SMP
KREATIVITAS PENCIPTAAN TARI HIP-HOP DI BRIDGE DANCE ACADEMY BANDUNG
Beberapa tahun terakhir terdapat peningktakan minat Masyarakat terutama kaum muda terhadap seni tari modern. Namun, kreativitas anak Indonesia terbilang masih rendah. Fokus utama adalah menginvestigasi bagaimana individu dapat mengembangkan kreativitas mereka melalui pembelajaran dari metode Bridge Dance Academy dalam menyusun koreografi tari. Studi ini secara khusus mendeskripsikan cara Bridge Dance Academy mengonseptualisasikan, menuangkan, dan mengembangkan kreativitas dalam genre tari Hip-Hop. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik triangulasi, yang meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah para seniman dan pelaku seni yang terlibat langsung dalam proses penciptaan tari Hip-Hop di akademi tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa proses kreatif Bridge Dance Academy menggabungkan teknik eksplorasi, improvisasi, dan komposisi, dengan memanfaatkan inspirasi dari beragam sumber. Pendekatan koreografi mereka menekankan pemahaman mendalam terhadap aspek bentuk, isi, dan teknik untuk menghasilkan karya tari yang inovatif dan "next level". Akademi ini secara konsisten mendorong para penari untuk mengeksplorasi ide-ide baru, mengembangkan konsep orisinal, dan menggabungkan gerakan-gerakan inovatif tanpa batasan kreatif. Signifikansi penelitian ini terletak pada kontribusinya terhadap pemahaman tentang pengembangan kreativitas dalam konteks tari kontemporer, khususnya genre Hip-Hop. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi akademi tari lain dan praktisi seni dalam mengembangkan metode pengajaran dan penciptaan koreografi yang lebih kreatif dan inovatif
PENGEMBANGAN MINAT DAN BAKAT PESERTA DIDIK PADA EKSTRAKULIKULER TARI JAWARI ING BANTEN
Penelitian ini mengenai pengembangan bakat dan minat peserta didik pada ekstrakulikuler tari Jawari Ing Banten di SMA Negeri 3 Kota Serang. Pengembangan bakat dan minat bagi peserta didik di sekolah masih sangat diperlukan. Minat dan motivasi peserta didik yang kuat akan meningkatkan kemauan semangat yang tinggi dalam melakukan aktivitas belajar serta kegiatan positif lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kegiatan ekstrakulikuler tari dengan materi tari Jawari Ing Banten sebagai wadah pengembangan bkat dan minat bagi peserta didik di sekolah, dengan harapan agar peserta didik dapat dengan percaya diri mengembangkan potensi yang dimiliki terhadap suatu bidang dan mengenal beberapa tari kreasi baru. Proses kegiatan ekstrakulikuler yang ingin diketahui secara mendalam dan detail, haruslah diketahui perencanaan kegiatan, proses serta hasil didala kegiatannya, maka dari itu diperlukan penelitian ini guna tercapainya tujuan. Penelitian ini menggunakan pendekataan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan proses pelatihan kegiatan ekstrakulikuler tari Jawari Ing Banten melalui penilaian individu keseluruhan. Penilaian tersebut diambil dari data yang diperoleh peserta didik yan mampu memperaktekan sesuai dengan gerak tari dan iringan musik. Kegiatan ekstrakulikuler di sekolah juga menjadi tempat untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki peserta didik. Sehubungan dengan adanya penelitian ini dapat memperoleh data dan juga mendapatkan infomasi mengenai kegiatan ekstrakulikuler tari Jawari Ing Banten sebagai wadah pengembangan bakat dan minayt peserta didik di sekolah
TARI DOMBA GARUT DI SANGGAR GALURA KENCANA, GARUT
Identitas daerah adalah karakteristik khas yang harus dikenalkan agar budaya yang ada tetap dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tari domba Garut secara tekstual dan kontekstual melalui kajian etnokoreologi. Teori etnokoreologi menjadi payung penelitian yang didalamnya mengangkat permasalahan mengenai ide penciptaan, bentuk koreografi, rias dan busana. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif melalui pendekatan etnokoreologi (struktur tari, mendeskripsikan tari, menganalisis tari, mengkategorikan tari, mensintesa secara teks dan konteks serta memaknai). Data yang diperoleh diambil dari hasil pengumpulan data yaitu observasi, studi literatur, wawancara dan dokumentasi. Ide penciptaan tari domba Garut berasal dari penggabungan identitas Kabupaten Garut yakni seni ketangkasan domba Garut dan tari wayang yang diimplementasikan menjadi sebuah karya tari, gerak khas tari domba Garut antara lain gerak pure movement (sirig pocapa), gerak button signal (adeg-adeg ngeupeul), gerak locomotion (trisi sembada), gerak gesture (aced ngeupel gibas tanduk), rias dan busana yang digunakan menggunakan karakter ladak dan desain pola hias wayang dengan perpaduan warna silver, emas, merah dan biru yang bertujuan untuk memperkuat karakter dan pesan yang ingin disampaikan. Secara etnokoreologi berdasarkan kajian teks dan konteks tari domba Garut adalah bentuk implementasi dari seni ketangkasan domba Garut yang memberikan makna kuat, gagah, megah, mewah dan indah