144 research outputs found

    NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TARI SRIKANDI DI KABUPATEN CIREBON

    Get PDF
    Keberagaman kesenian nusantara yang dapat menggambarkan nilai pendidikan karakter, salah satunya terdapat pada tari Srikandi, dimana tarian ini termasuk kedalam jenis tarian yang dimana alur ceritanya diambil dari tokoh pewayangan, tari ini menggambarkan karakter dari tokoh pada cerita  wayang Srikandi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis serta mendeskripsikan bentuk koreografi, rias, busana serta nilai pendidikan karakter yang terdapat pada tari Srikandi. Dengan pendekatan kualitatif metode deskriptif analisis penelitian ini dapat diselesaikan tentu saja dengan bantuan beberapa teknik pengumpulan data  seperti observasi, wawancara, dokumentasi serta studi pustaka, analisis data yang digunakan terbagi menjadi tiga tahapan dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil dan temuan penelitian didapatkan Tari wayang Srikandi di Sanggar Seni Kencana Ungu lebih dominan pada gerak murni (pure movement) dan gerak maknawi (gesture). Gerak khas pada tari Srikandi adalah lenggang arjuna, ambil gondewa, dan memanah. Gerak tersebut sesuai dengan karakter pada tari Srikandi yang sedang melawan musuh dengan membawa panah. Rias pada tari Wayang Srikandi menggunakan  rias prosthetic make up atau rias menirukan karakter. Busana pada tari Wayang Srikandi merupakan busana yang berlandaskan pada unsur kebudayaan Cirebon salah satunya terlihat dari kain yang dipakai adalah kain khas Cirebon yaitu Mega mendung motif Wedasan. Nilai-nilai yang terkandung pada tari Srikandi adalah nilai tanggung jawab dan semangat kebangsaan

    PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENARIKAN TARI BLANTEK PADA EKSTRAKURIKULER DI SMAN 1 SUKANGARA

    No full text
    Tari belantek termasuk tarian kreasi baru yang berasal dari betawi di praoses tahun 80an dan dijadiak sebagi materi pembelajran di ekstrakulikuler. Tujuan penulisan ini adalah untuk menambah kemapuan siswa dalam menarikan tari blantek sebagi materi pembelajaran di ekstarkulikuler dengan menggunakan metode demontrasi dan media audio visual. Metode yang di gunakan di penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan model penelitian PTK Penelitian   Tindakan   Kelas. Hasil penilayan dari mulai pra boservasi, pertengahan observasi, dan akhir observasi mengalami peningkatan yang bertahap dari awalnya siswa mendapt nilai di bawah kkm setelah penelitian di lakukan dan dengan data nilai akhir yang di peroses siswa mendaptkan nilai di atas kkm hal tersebut mebuktikan bahwwa penelitian meningkatkan kemapuan tari siswa dengan mengunakan metode demonytasi dan media audio visual berhasil. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah di lakukan di Ekstrakulikuler SMAN 1 Sukanaga Kabupaten Cianjuar dapat di simpulkan bahwa perencanan, proses, dan evaluasi pebelajaran siswa berjalan dengan sukses dengan mengunakan metode demontrasi dan media pembelajaran audio visual.  Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca mengenai tari balantek sebagai materi pembelajaran yang di ajarkan di ekstrakulikuler SMAN 1 Sukanagara Kabupaten Cianjur. Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca mengenai tari balantek sebagai materi pembelajaran yang di ajarkan di ekstrakulikuler.

    NILAI SPIRITUAL PADA KOREOGRAFI TARI SETIAKH DI KERATUAN DARAH PUTIH

    Get PDF
    Tari Setiakh adalah salah satu tari ritual pada upacara Nyambai atau pernikahan adat keturunan Keratuan Darah Putih yang dilaksanakan selama tujuh hari tujuh malam. Konon Tari Setiakh diangkat dari sebuah tradisi masyarakat setempat khususnya ibu-ibu dari suku Saibatin sebagai tradisi untuk kelancaran suatu acara. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan koreografi Tari Setiakh dan untuk menganalisis nilai spiritual pada koreografi Tari Setiakh yang terdapat pada upacara Nyambai di Keratuan Darah Putih Desa Kuripan Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis dengan pendekatan etnokoreologi. Partisipan pada penelitian ini yaitu juru bicara Keratuan Darah Putih dan seniman yang ada di Lampung Selatan untuk memahami koreografi dan nilai spiritual pada koreografi Tari Setiakh. Tempat penelitian ini dilakukan di Keratuan Darah Putih yang berlokasi di Desa Kuripan Kabupaten Lampung Selatan. Teknik penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data pada penelitian ini melalui 3 tahapan yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil dari penelitian ini adalah terdapatnya nilai spiritual pada makna gerak dalam koreografi Tari Setiakh. Gerak ngiyau Setiakh/Bias Kuning bermakna penari sedang berdoa seraya meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Gerak Setiakh bermakna meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar upacara Nyambai dapat dilancarkan dan dijauhkan dari marabahaya. Adapun ngekhap Bias Kuning yaitu gerak menaburkan beras kuning hal ini bermakna kemakmuran agar pasangan pengantin mendapatkan rezeki yang berkecukupan dikehidupannya kelak dan dapat memberi serta bermanfaat bagi orang lain

    CREATIVE METHOD SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN TARI BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS TINGKAT DASAR

    Get PDF
    Pembelajaran tari bagi anak berkebutuhan khusus merupakan kegiatan yang mampu mengembangkan potensi dalam diri, baik potensi bergerak, berfikir mengesah kepekaan, serta rasa sosial. Potensi tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan creative method dalam pembelajaran. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian mengenai proses pembelajaran tari bagi siswa kelas V di sekolah inklusif dengan fokus pada creative method yang di terapkan oleh guru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Dengan lokasi penelitian di SDN 028 Gumuruh. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dalam proses pembelajaran, siswa reguler maupun siswa berkebutuhan khusus sangat menikmati pembelajaran tari ini. Perkembangan kreativitas dan respon siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus dari setiap pertemuan hingga evaluasi dapat dikatakan cukup baik

    TARI NARANTIKA RARANGGANIS

    Get PDF
    Tari Narantika Rarangganis adalah tarian dengan tema heroik dan memiliki ciri khas sendiri yaitu Narantika dibawakan oleh laki-laki, sedangkan Rarangganis dibawakan oleh perempuan, memiliki gerakan yang berbeda tetapi dibawakan dalam satu lagu dalam tarian. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana latar belakang, struktur koreografi, rias dan busana dari Tari Narantika Rarangganis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini yaitu pewaris, pelatih dan pencipta Tari Narantika Rarangganis serta Ketua Paguyuban Seni Tari Klasik Sunda Galih Pakuan Kota Bandung. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat gerak-gerak Tari Narantika yang merupakan perkembangan dari Tari Monggawa pada rumpun Tari Keurseus yang diciptakan oleh Raden Nugraha Soediredja begitupun Rarangganis perkembangan dari Tari Kandagan, yang pada saat itu Raden Nugraha Soediredja dibantu oleh Irawati Durban Ardjo dan Indrawati Lukman

    Program Pendidikan Tari Di Sanggar Seni Putri Galuh

    No full text
    Sanggar Seni Putri Galuh merupakan salah satu sanggar yang masih berperan aktif dalam mengembangkan kesenian tradisional. Dipimpin oleh Ibu Ina Rachmawati didirikan pada tanggal 23 Desember 2003 dan telah mencapai usia 19 tahun. Hal ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mempertahankan eksistensinya yaitu pengelolaan manajemen yang baik.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana pengelolaan manajemen di sanggar seni putri galuh, meliputi aspek fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan (planing), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuacting), pengawasan (controlling). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi serta untuk menguji keabsahan data dipergunakan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sanggar seni putri galuh menerapkan manajemen secara tradisional yaitu manajemen yang menerapkan berdasarkan keputusan bersama anggota organisasi yang disesuaikan dengan keadaan sanggar. Pengelolaan dilakukan menggunakan pola kekeluargaan, kekompakan, dan saling menghargai. Setiap keputusan yang terkait dalam kegiatan sanggar bergantung kepada pimpinan sanggar. Pengelolaan Sanggar Seni Putri Galuh terdiri dari aspek perencanaan (planing) meliputi kegiatan perencanaan SDM, administrasi, perekrutan siswa, materi, pentas seni, dan iuran siswa. Aspek pengorganisasian (organizing) meliputi struktur organsasi dan tugas pengurus sanggar, Pelaksanaan (actuacting) dilakukan secara bertahap dalam pelaksanaan jadwal kegiatan. Pengawasan (controlling) setiap kegiatan diawasi langsung oleh pimpinan sanggar, seperti dalam proses latihan atau pementesan tari. Dari aspek-aspek tersebut dapat menunjukan keberhasilan pengelolaan yang dilakukan oleh Sanggar Seni Putri Galuh dalam pengelolaannya sudah melaksanakan sesuai dengan fungsi manajemen hal ini menjadikan sanggar tersebut dapat mempertahankan eksistensinya

    MELATIH KOORDINASI GERAK PADA ANAK USIA DINI DENGAN BELAJAR TARI

    Get PDF
    Penelitian ini  meneliti mengenai proses penerapan materi tari Jaranan sebagai stimulus di TK Islam Sawargi Kabupaten Garut untuk meningkatkan kemampuan koordinasi gerak tari. Rendahnya kemampuan koordinasi gerak tari pada anak usia dini menjadi permasalahan dalam penelitian ini, penelitian ini menguji Tari jaranan sebagai materi yang mampu meningkatkan kemampuan koordinasi gerak tari pada anak usia dini, secara spesifik permasalahan dirumuskan sebagai berikut : Bagaimana kemampuan koordinasi gerak siswa kelompok B di TK Islam Sawargi Kabupaten Garut setelah diterapkannya materi tari Jaranan. Penelitian kuntitatif ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan desain one grup pretest-posttest design. Dengan teknik pengumpulan data yang diakukan peneliti yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya peningkatan kemampuan koordinasi gerak tari setelah diterapkannya materi tari Jaranan dalam pembelajaran seni tari dibuktikan dengan hasil uji t yang diperoleh nilai t dihitung sebesar -9.909 dan nilai significance one sided ,001 dan nilai significance two sided ,001 sehingga dapat ditarik kesimpulan apanila nilai signifikan atau sig. (2-tailed) 0,05 atau nilai ttable  dan sig = 0,001 0,05 jadi, Ho ditolak  dan Ha diterima. Maka materi Tari jaranan ini memiliki pengaruh terhadap variable dependen atau kemampuan koordinasi gerak tari peserta didik ini menunjukan bahwa penerapan materi tari Jaranan proses penerapan materi tari Jaranan signifikansi terhadap peningkatan kemampuan koordinasi gerak tari anak usia dini

    PENGELOLAAN PAGURON PANGGUGAH RUDAT BUHUN DALAM ORIENTASI PELESTARIAN BUDAYA

    No full text
    Pendirian sebuah paguron (perguruan) seni merupakan langkah yang dapat dilakukan dalam upaya melestarikan kesenian tradisional. Paguron menjadi wadah yang dapat menampung minat dan keinginan masyarakat dalam berkesenian dengan melakukan program dan kegiatan yang melibatkan masyarakat yang ada didalamnya, seperti yang dilakukan pada Paguron Panggugah Sukasari 2 yang berupaya untuk melestarikan seni Rudat Buhun dengan melakukan pelatihan dan pertunjukan yang dapat di apresiasi oleh masyarakat luas. Tujuanpenulisaniniadalahmemberikangambaraninformasi data dalammendeskripsikanpengelolaan serta upaya dan hasil pelestarian yang di lakukan Paguron Pangugah terhadap seni Rudat Buhun. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahdeskriptifanalisisdenganpendekatankualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakanyaitu: wawancara, observasi dan dokumentasi. Data disajikansecaradeskripsiberdasarkantema dan fokus masalahpeneltian. Hasil penelitianinimenujukkanbahwaterdapat 4 tahap yang dapat dilakukan untuk mengelola paguron yaitu: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Langkah tersebut dilakukan untuk merencanakan tujuan dan program, menyusun pembagian tugas tiap anggota, melakukan penggerakan terhadap program dan kegiatan yang dibuat serta mengawasi setiap kegiatan agar tetap terlaksana dengan baik dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dalam berupaya untuk melestarikan seni Rudat Buhun di Sukasari 2. Program dan kegiatan yang dikelola dengan baik akan menghasilkan eksistensi terhadap seni Rudat Buhun di lingkungan masyasrakat serta dapat menghasilkan prestasi dan penghargaan yang dapat menjadi kebanggan bagi paguron, pelaku seni dan masyarakat sekitar. Penelitianinibisamenjadisumberinformasiuntukpenelitianselanjutnyamengenai pengelolaan paguron seni

    BELAJAR TARI DAN WISATA DI LEUWEUNG SENI PURWAKARTA

    No full text
    Leuweung Seni merupakan destinasi wisata budaya sekaligus sebagai tempat pertunjukan seni, pusat pelestarian budaya dan wisata kuliner. Bentuk atraksi pariwisata di Leuweung Seni terdiri dari pertunjukan seni, workshop dan pelatihan. Kegiatan pariwisata pada umumnya hanya sebatas mengunjungi suatu tempat untuk makan bersama, menonton pertunjukan dan menikmati keadaan di tempat wisata tersebut. Namun kegiatan pariwisata yang diselenggarakan di Leuweung Seni terdapat adanya keterlibatan partisipan dari pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai kegiatan wisata di Leuweung Seni melalui analisis latar belakang sejarah, proses pelaksanaan, hingga manfaat yang didapatkan dari kegiatan tersebut. Peneliti menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara  dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan data reduction, data display dan cunclosion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa latar belakang didirikannya Leuweung Seni adalah sebagai bentuk pelestarian kesenian tradisional dan pelestarian hutan. Lalu kegiatan wisata edukasi di Leuweung Seni terdiri dari pertunjukan dan mini workshop wayang golek, pertunjukan dan pelatihan tari, workshop pembuatan gerabah dan ngaruwat leuweung. Kegiatan wisata  merupakan bentuk pendidikan seni di masyarakat secara informal. Adapun manfaat yang didapatkan wisatawan dari kegiatan wisata adalah pengalaman apresiatif berupa pengetahuan serta keterampilan seni

    PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL CAMPAK DI SANGGAR SENI LAWANG BUDAYA

    Get PDF
    Pembelajaran tari tradisional Campak di Sanggar Seni Lawang Budaya yang disampaikan pelatih tari kepada peserta didik di Sanggar Seni Lawang Budaya sebagai pendidikan non formal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran tari tradisional campak di Sanggar Seni Lawang Budaya, mendeskripsikan proses pembelajaran tari tradisional Campak di Sanggar Seni Lawang Budaya, dan mendeskripsikan hasil pembelajaran tari tradisional Campak di Sanggar Seni Lawang Budaya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu participatory observation, in depth interview, dokumentasi, dan triangulasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan pembelajaran tari tradisional Campak di Sanggar Seni Lawang Budaya memiliki tujuan pembelajaran agar peserta didik dapat memahami gerak, menghafal gerak, memahami teknik yang diberikan, menguasai wiraga, wirahma, dan wirasa yang sesuai dengan karakter tarian dan mempraktikkan materi yang diajarkan dengan baik dan penuh percaya diri agar dapat mewujudkan visi, misi, dan tujuan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran sangat membantu terciptanya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan dengan penggunaan komponen-komponen pembelajaran yaitu tujuan, materi, media dan metode, kegiatan pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran. Hasil pembelajaran tari tradisional Campak dilakukan sebagai cara mengevaluasi kualitas peserta didik dalam mempraktikkan gerak tari tradisional Campak melalui peniruan, eksplorasi, maupun kemampuan diri dengan kemampuan menguasai bentuk gerak, iringan musik, dan penghayatan mempraktikkan tarian serta olah rasa

    127

    full texts

    144

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ringkang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇