Ringkang
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN KECERDASAN LITERASI TEKNOLOGI SISWA DI SMKN 15 BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI TIKTOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TARI KREASI (STUDI EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN TARI KREASI)
Rendahnya literasi teknologi siswa yang berdampak pada kurang optimalnya kegiatan pembelajaran seni budaya khususnya bab tari kreasi sehingga diperlukannya inovasi serta pengembangan media pembelajaran tari kreasi yang lebih menarik menjadi latar belakang dari penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi TikTok pada pembelajaran tari kreasi berpengaruh terhadap kecerdasan literasi teknologi siswa kelas X Pekerjaan Sosial 2 di SMK Negeri 15 Bandung atau tidak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen One Group Pret-test Post-test Design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan pertimbangan tertentu atau biasa disebut dengan teknik purposive sampling dan pengumpulan datanya menggunakan studi literatur, observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, dan uji paired sample t-test dengan menggunakan aplikasi software IBM SPSS Statistics versi 29. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan aplikasi TikTok sebagai media pembelajaran tari kreasi dapat meningkatkan kecerdasan literasi teknologi siswa di kelas X Pekerjaan Sosial 2 di SMK Negeri 15 Bandung. Yang ditunjukkan dengan optimalnya kegiatan pembelajaran yang mempengaruhi meningkatnya hasil pembelajaran, ini membuktikan bahwa pentingnya inovasi pengembangan sarana serta media pada proses pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan zaman agar tercipta pembelajaran yang menyenangkan dan tidak terkesan kuno
PENINGKATAN MINAT BELAJAR TARI SISWA LAKI-LAKI MELALUI PROJECT BASED LEARNING
Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya minat belajar siswa laki-laki adalah kurangnya pemahaman guru mengenai metode dan bahan pengajaran. Kecenderungan mereka menggunakan metode satu arah atau metode ceramah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat tari pada siswa laki-laki menggunakan model project based learning melalui iringan musik tari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen dengan menggunakan jenis pre-experimental design (one group pretest and posttest). Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan strategi pengambilan contoh berdasarkan pertimbangan faktor tertentu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, penggunaan angket, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara teknik pengolahan data statistik deskriptif dan teknik statistik inferensial. Hasil penelitian ini mengindikasikan adanya peningkatan minat belajar pada siswa laki-laki, yang ditunjukkan dengan nilai pretest dan posttest di atas 0,05. Nilai signifikansi pretest adalah 0,222 dan nilai signifikansi posttest adalah 0,800. Hal ini dapat diamati melalui analisis menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 25, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil minat belajar siswa dari pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa "Ha diterima Ho ditolak", yang berarti model Project Based Learning pada pembelajaran iringan music tari dapat meningkatkan minat siswa laki-laki
Tari Kembang Cabik: Etika Penghormatan Masyarakat Di Desa Tebing
Tari Kembang Cabik sebagai tari tradisi di masyarakat ini muncul dengan latar belakang sebagai suatu tari yang disiapkan dalam penyambutan tamu agung sebagai bentuk penghormatan kedatangannya ke Desa Tebing. Fenomena dalam penelitian ini diangkat dengan tujuan untuk dianalisis nilai etika masyarakat Desa Tebing terkait penghormatan di dalamnya. Teknik dalam penelitian ini terarah atas metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri atas observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kenyataan yang terdapat dalam hasil penelitian atas analisis yang ada bahwa Tari Kembang Cabik memiliki nilai etika penghormatan yang dibangun dalam penciptaannya oleh masyarakat pengampu tari ini sebagai wujud rasa syukur, merendah diri, toleransi, ikatan persaudaraan dan kebanggan yang ingin diungkapkan dalam sebuah proses penyambutan tamu agung yang datang ke wilayah masyarakat Desa Tebing, yang dimana ia tampak secara empiris melalui tekstual tari dengan saling timbal balik akan kaitannya dengan kontekstual tari. Kesimpulan penelitian terkait fenomena yang diangkat ini bahwa keberadaan Tari Kembang Cabik di masyarakat Desa Tebing menyibolkan satu penghormatan, yang di mana kenyataan ini menjadi manfaat untuk diketahui bagi masyarakat Desa Tebing itu sendiri khususnya, sebagai upaya pemahaman etika berperilaku dalam masyarakatnya, serta menjadi satu rujukan terhadap penelitian Tari Kembang Cabik di kemudian hari dari aspek yang terkait lainnya
PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENARI SISWA
Latar belakang permasalahan penelitian ini adalah lemahnya keterampilan menari di SMPN 1 Surade Kabupaten Sukabumi. Hal ini disebabkan kurangnya apresiasi dalam pembelajaran seni dan kurangnya minat terhadap seni tari. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tari oyag. Alat ukur penilaian pada penelitian ini ada 3 aspek yaitu wiraga, wirama dan wirasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengujicobakan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tari oyag untuk meningkatkan apresiasi dan minat siswa melalui penguasaan keterampilan menari siswa. Pada penelitian ini metode yang digunakan ialah PreExperimental Design dengan desain One-Group Pretest-Posttest yang mengujicobakan tindakan atau perlakuan demi mengetahui bagaimana pengaruh yang didapat. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 96 orang. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIII A dengaan jumlah 30 Orang. Partisipan penelitian ini adalah guru seni budaya, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan berdasarkan tujuan dan pertimbangan tertentu. Lokasi penelitian yaitu di SMPN 1 Surade yang bertempat di Jl. Jagamukti Desa Jagamukti Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Dalam penelitian ini terdapat rancangan pembelajaran dengan 4 pertemuan. Analisis data yang digunakan dengan rumus uji-t. Dilihat dari hasil analisis data menggunakan uji t adalah t hitung t tabel dengan hasil 282,2 2,045. Maka kesimpulan yang didapat bahwa pendekatan saintifik dalam pembelajaran tari oyag dapat meningkatkan keterampilan menari pada siswa secara signifikan, artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Adanya penelitian ini direkomendasikan agar guru lebih memperhatikan kondisi siswa dan menentukan pendekatan juga materi yang tepat dalam pembelajaran agar dapat meningkatkan minat dan apresiasi pada siswa sehingga berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan menari siswa
PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kreativitas anak sekolah dasar (SD) pada pembelajaran seni tari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kreativitas anak pada pembelajaran tari dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture. Proses penerapan model pembelajaran Picture and Picture untuk meningkatkan kreativitas, peneliti menggunakan teori Anne Green Gilbert sebagai indikator kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebelum diterapkannya model pembelajaran Picture and Picture terlihat masih rendahnya keterampilan kreativitas siswa, hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata nilai pretest yaitu 67 yang masih di bawah KKM. Di sisi lain, pada saat proses penerapan model Picture and Picture terlihat antusias dan semangat siswa saat pembelajaran berlangsung sehingga didapatkan hasil belajar siswa yang optimal. Dengan itu dapat dilihat dari nilai hasil posttest yang signifikan meningkat sehingga mencapai nilai rata-rata 80. Hal ini dibuktikan dengan hasil Uji-T signifikansi (2-tailed)i0.000 0.05 yang artinya terdapat perbedaan antara nili pretest dan posttest. Penelitian ini menggunakan metode pada penelitian ini yaitu Metode Pre-Eexperimental Design dengan paradigma Kuantitatif, dapat diartikan sebagai metode penelitian yang dilandaskan filsafat Kontruktivisme. Sample diambil menggunakan teknik sample random sampling. Variabel yang terdapat pada penelitian ini yaitu Penerapan Model Picture and Picture sebagai variabel bebas (X) dan meningkatkan kreativitas siswa sebagai variabel terikat (Y). Berdasarkan hasil penelitian dari hasil penelitian dan analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa kreativitas anak meningkat dengan signifikan
PEMBELAJARAN TARI BARONG SAE PADA SISWA REMAJA
Barong Sae merupakan Tari kreasi yang dikemas berlandaskan dari kesenian tradisional lokal, diangkat dari kesenian Babarongan yang selalu dipakai untuk arak-arakan anak yang disunat dan digunakan sebagai ritual Ngalokat cai, Tari Barong Sae ini memiliki ciri khas dan perbedaan dari babarongan. Tarian ini dikemas menjadi suatu pertunjukan oleh salah satu seniman di Kota Cimahi Tari Barong Sae ini memiliki keunikan yaitu, ditarikan oleh penari perempuan, tarian ini berbentuk kelompok dan memakai properti barong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran Tari Barong Sae yang meliputi perencanaan, proses dan evaluasi di Dapur Seni Fitria Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti juga melakukan pengumpulan data dengan menggunakan observasi, literatur, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu mendeskripsi perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran Tari Barong Sae yang dilakukan di Dapur Seni Fitria sebanyak sepuluh kali pertemuan, serta evaluasi yang dilaksanakan untuk menguji kemampuan siswa dalam pemahaman gerak tentang pembelajaran Tari Barong Sae di Dapur Seni Fitria, dilakukan melalui dua cara, pertama dilakukan evaluasi setiap pertemuan , kedua dilakukan dengan mengikuti perlombaan yang dilaksanakan di luar sanggar. Penelitian ini dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak terkait serta menambah pengetahuan mengenai pendidikan nonformal serta pembelajaran tari khususnya pada sanggar dan dapat dijadikan bahan pengembangan untuk penelitian selanjutnya
TARI RONGGENG LENCO DI DESA CURUGRENDENG
Tari Ronggeng Lenco merupakan tari rakyat yang telah dikreasikan. Tari Ronggeng Lenco telah dipatenkan pada tahun 2012 di Desa Curugrendeng Kabupaten Subang. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Ide Penciptaan, Koreografi dan Fungsi yang terdapat pada Tari Ronggeng Lenco di Desa Curugrendeng Kabupaten Subang. Tari Ronggeng Lenco digerlarkan di pelataran halaman rumah warga yang cukup luas, dimulai pada pukul 20.00 malam hingga dini hari. Pada ide penciptaan sebuah Tari Ronggeng Lenco, memiliki tiga tahapan yaitu: tahap eksplorasi, tahap improvisasi dan tahap pembentukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan yaitu melalui observasi, dokumentasi dan juga wawancara. Serta teknik analisis data yang digunakan yaitu melalui reduksi data dengan cara memilah data yang telah diterima saat peneliti terjun langsung ke lapangan. Berdasarkan hasil data yang telah diterima pada saat peneliti, dapat dijelaskan bahwa ronggeng telah hidup pada masa kolonial Belanda di tahun 1839, namun hilang pada tahun 1944. Kemudian pada tahun 2012 ronggeng dihidupkan kembali sebagaimana di Kabupaten Subang terdapat ketuk tiluan dan dikembangkan kembali karena sebuah inovasi sehingga lahirlah nama ronggeng menjadi Ronggeng Lenco. Koreografi pada Tari Ronggeng Lenco memiliki tiga kategori gerak yaitu Pure Movement, Gesture dan Locomotion. Tari Ronggeng Lenco memiliki fungsi sebagai sarana hiburan di Desa Curugrendeng untuk masyarakat
PEMBELAJARAN TARI RATOH JAROE PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMAN 9 KOTA TANGERANG SELATAN
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diikuti siswa di luar jam pelajaran yang dijadwalkan dengan bimbingan dan diawasi oleh lembaga pendidikan. Salah satu dari berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan di sekolah adalah salah satunya ekstrakurikuler tari. Kegiatan Ekstrakurikuler tari merupakan sebuah wadah untuk meningkatkan potensi, bakat, prestasi, dan minat siswa dalam seni tari. Ekstrakurikuler tari yang ada di SMAN 9 Kota Tangerang Selatan salah satunya pembelajaran Tari ratoh Jaroe, Tari ratoh jaroe berasal dari Nanggroe, Aceh Darussalam tari ratoh jaroe ini merupakan tari gabungan dari tari tradisional Aceh lainnya yang memadukan ragam estetika, gerak, dan modifikasi musik. Ekstrakurikuler tari ratoh jaroe di SMAN 9 Kota Tangerang Selatan ini sudah banyak mendapatkan prestasi hingga tingkat Nasional. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan dari perencanaan, proses, dan hasil dari pembelajaran tari ratoh jaroe dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 9 Kota Tangerang Selatan. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari pembelajaran tari ratoh jaroe dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 9 Kota Tangerang Selatan diyakini baik, karena pendekatan yang benar dipilih oleh pelatih dan diterapkan oleh siswa, sehingga siswa dapat menerima konten dengan baik. Pembelajaran tari ratoh jaroe dalam kegiatan ekstrakurikuler merupakan wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri, terbukti dengan prestasi yang diraih siswa melalui proses pembelajaran tari ratoh jaroe dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 9 Kota Tangerang Selatan
FUNGSI MANAJEMEN DALAM PENGELOLAAN SANGGAR TARI TOPENG MIMI RASINAH
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pandangan sebagian orang yang menggap bahwa fungsi manajemen dalam pengelolaan sanggar tidaklah penting. Penelitian ini bertujuan untuk melihat model pengelolaan sanggar tari dalam strategi pemasaran di Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah Kabupaten Indramayu. Sehingga keberadaan sanggar ini dikenal masyarakat luas. Metode yang digunakan ialah deskriptif analisis dengan pendekatan kualitataif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi secara langsung, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Instrument penelitian menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dan untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah merupakan sanggar yang mengembangkan fungsi manajemen secara tradisional dalam pengelolaannya. Sanggar ini sudah menggunakan fungsi manajemen meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating). dan pengawasan (controlling). Hal ini berimbas pada proses pemasaran produk yang dihasilkan Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah. Strategi pemasaran pada saat kepimpinaan Mimi Rasinah menggunakan door to door, liputan stasiun tv, dan surat kabar, setelah kepemimpinan Aerli Rasinah strategi pemasaran dilakukan dengan menggunakan platfrome Youtube, media sosial Facebook, dan Instagram. Hal ini dipandang efektif dan telah memebesarkan nama sanggar tersebut
EFEKTIVITAS MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING PADA PEMBELAJARAN TARI DI SANGGAR PANCAWIJAYA ART PRODUCTION
Tingkat keberhasilan peserta didik dapat diukur melalui kegiatan pembelajaran, karena kegiatan pembelajaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang terdapat pada berjalannya proses pendidikan. Kurangnya keberanian dan fokus siswa pada proses pembelajaran tari disanggar dapat menyebabkan kurangnya pemahaman siswa dalam pembelajaran tari. Pancawijaya Art Production merupakan salah satu pendidikan nonformal yang pada proses pembelajarannya menggunakan salah satu model pembelajaran yaitu model student facilitator and explaining. Penulisan ini bertujuan untuk dapat memberikan informasi mengenai perencanaan, proses dan efektifitas pembelajaran tari di sanggar menggunakan model student facilitator and explaining. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini, yaitu pelatih tari dan siswa sanggar kategori pemula dan madya yang terlibat pada proses pembelajaran tari menggunakan model student facilitator and explaining di sanggar Pancawijaya art production kota Bandung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran tari menggunakan model student facilitator and explaining dapat dinyatakan efektif, karena telah sesuai dengan karakteristik pendidkan nonformal yaitu, tujuan, waktu, isi program, proses pembelajaran, dan pengendalian. Serta pembelajaran tari di sanggar Pancawijaya Art Production telah sesuai dengan tahapan-tahapan pada model student facilitator and explaining, dan telah membuat siswa sanggar fokus dan lebih berani untuk mengajarkan kepada teman sabayanya walaupun dibawah bimbingan pelati