Ringkang
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
Tari Kembang Cabik: Etika Penghormatan Masyarakat Di Desa Tebing
Tari Kembang Cabik sebagai tari tradisi di masyarakat ini muncul dengan latar belakang sebagai suatu tari yang disiapkan atas sebuah penyambutan sebagai bentuk etika penghormatan kedatangan tamu agung ke Desa Tebing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai etika masyarakat Desa Tebing terkait penghormatan di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data terdiri atas observasi, wawancara dan studi dokumentasi dengan juga melakukan triangulasi data. Analisis data penelitian berupa satu proses penyusunan sistematis data. Hasil penelitian ini bahwa Tari Kembang Cabik memiliki nilai etika penghormatan yang dibangun dalam penciptaannya oleh masyarakat pengampu tari ini sebagai wujud rasa syukur, merendah diri, toleransi, ikatan persaudaraan dan kebanggan yang ingin diungkapkan dalam sebuah proses penyambutan tamu agung yang datang ke wilayah masyarakat Desa Tebing, yang dimana ia tampak secara empiris melalui tekstual tari dengan saling timbal balik akan kaitannya dengan kontekstual tari. Kesimpulan penelitian ini bahwa keberadaan Tari Kembang Cabik di masyarakat Desa Tebing menyimbolkan satu penghormatan. Manfaat dari penelitian dapat menjadi pengetahuan bagi masyarakat Desa Tebing itu sendiri khususnya, sebagai upaya pemahaman etika berperilaku dalam masyarakatnya, serta menjadi satu rujukan terhadap penelitian Tari Kembang Cabik di kemudian hari dari aspek yang terkait lainnya
IMPLEMENTASI EDUCATION GAMES TERHADAP PENINGKATAN MINAT BELAJAR SENI TARI
Dalam pembelajaran seni tari, terkadang guru mengalami kendala dalam prosesnya. Salah satu nya disebabkan karena peserta didik memiliki minat belajar yang rendah. Rendahnya minat belajar peserta didik dikarenakan pembelajaran yang disajikan bersifat monoton, sehingga membuat peserta didik bosan dan tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru harus memiliki inovasi dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dengan merancang media pembelajaran yang bervariatif. Education games sebagai media pembelajaran mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dengan unsur mendidik di dalamnya. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan implementasi education games terhadap peningkatan minat belajar siswa pada pembelajaran seni tari untuk memperbaiki kualitas belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Classroom Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Adapun tahapan PTK yang digunakan menurut Kurt Lewin dengan 4 kompenen yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Objek penelitian ini yaitu siswa kelas VIII F SMPN 5 Bandung yang berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara, angket, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada peningkatan minat belajar siswa setelah dilakukan treatment pembelajaran seni tari menggunakan education games dilihat dari antusias dan keaktifan siswa dalam melakukan pembelajaran seni tari, yang diperkuat dengan hasil perolehan angket dengan nilai pra siklus 58,62%, siklus I 70,5%, dan siklus II 75,5%. Hasil tersebut mencakup indikator minat belajar yaitu perasaan senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan. Dengan demikian, penggunaan education games dalam pembelajaran seni tari mampu memberikan pengaruh positif sehingga menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik
PROSES BELAJAR SENI TARI BERBASIS LMS SEKOLAHAN.ID DI SMKN 1 BANDUNG
Kemajuan teknologi berjalan berdampingan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi dan informasi dimanfaatkan keseluruh aspek kehidupan manusia termasuk pada bidang pendidikan. Keberadaannya yang berbasis website kini sudah digunakan sebagai media atau alat yang dapat membantu kinerja guru dalam mengajar maupun proses belajar untuk peserta didik. Penelitian ini mempunyai tujuan dalam mendeskripsikan sebuah website yang komprehensif dan terintegrasi untuk mempermudah proses belajar mengajar di SMKN 1 Bandung, khususnya dalam pembelajaran seni tari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam proses belajar seni tari menggunakan LMS Sekolahan.id ini untuk mengetahui bagaimana fitur- fitur, pemanfaatan guru dan peserta didik di SMKN 1 Bandung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa LMS Sekolahan.id dalam proses belajar seni tari di SMKN 1 Bandung ini memiliki fitur- fitur yang dapat membantu guru dalam mengajar dan mengerjakan administrasi seperti absen siswa, data siswa, membuat soal ujian akhir dan lainnya. LMS Sekolahan.id juga membuat peserta didik lebih mudah dalam belajar karena tidak perlu lagi membawa buku pelajaran yang banyak kesekolah, dan untuk pemahaman siswa mengenai penggunaan LMS Sekolahan.id dari awal sampai sekarang tidak ada yang merasa kesulitan, karena peserta didik itu adalah generasi citizenship yang sangat mudah mengerti akan penggunaan teknologi. Kesimpulan penelitian yang dilakukan ialah pemanfaatan LMS Sekolahan.id ini sangat membantu dalam pembelajaran seni tari, dan diharapkan juga menjadi contoh untuk sekolah lainnya, agar kedepannya tidak perlu khawatir jika penggunaan teknologi itu bisa lebih optimal dalam membantu pembelajaran disekolah
PEMBELAJARAN SENI TARI DALAM PENEREPAN KURIKULUM MERDEKA DI SMAN 1 KOTA SUKABUMI
Kurikulum merdeka adalah pedoman pembelajaran yang baru diterapkan di Indonesia pada tahun 2022 yang menekankan kepada pembelajaran yang pelaksanaannya berpusat pada siswa atau sering disebut dengan student centered. Dengan adanya kurikulum ini menjadi upaya pemulihan pembelajaran di Indonesia, sebab banyak studi nasional maupun internasional yang menyebutkan bahwa di Indonesia telah lama mengalami krisis pembelajaran. Penelitian penerapan kurikulum merdeka pada pembelajaran seni tari di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan yang dilaksanakan pada pembelajaran seni tari yang berdasar kepada kurikulum merdeka. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif, yang dibantu dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi dan diolah dengan sistem reduksi, penyajian data, analisis dan verifikasi data. Temuan hasil penelitian ini adalah bagaimana perencanaan pembelajaran seni tari menggunakan kurikulum merdeka, pelaksanaan pembelajaran seni tari menggunakan kurikulum merdeka dan evaluasi pembelajaran seni tari menggunakan kurikulum merdeka yang di antaranya yaitu, kegiatan perencanaan yaitu penyusunan modul ajar, kesesuaian modul ajar dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan, langkah-langkah pembelajaran seni tari dan bagaimana evaluasi pembelajaran seni tari menggunakan kurikulum merdeka, yang pada akhirnya membuat analisis pembelajaran seni tari menggunakan kurikulum merdeka di kelas 10.2 SMA Negeri 1 Kota Sukabumi. Hasil data tersebut disajikan guna untuk dapat mengetahui bagaimana penerapan kurikulum merdeka dari segi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaranya
NILAI PENDIDIKAN PADA TARI SEBIMBING SEKUNDANG
Sebimbing Sekundang merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sumatera Selatan, Tarian ini merupakan tari penyambutan tamu yang didalamnya terdapat nilai-nilai Pendidikan seperti nilai Pendidikan religious, nilai Pendidikan social, dan nilai Pendidikan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai Pendidikan pada tari Sebimbing Sekundang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Sebimbing Sekundang merupakan tarian yang mengandung nilai Pendidikan Religius, Pendidikan Sosial, dan Pendidikan Lingkungaan Hidup. Tari Sebimbing Sekundang ini merupakan gabungan dari lima suku besar di Kabupaten Ogan Komering Ulu yaitu, Tari Tanggai Komering (suku Komering), Tari Tanggai Daye (suku Daye), Tari Belimau (suku Ranau), Tari Tupai Begelut (suku Semende), dan Tari Gajah Bejuang (suku Ogan). Busana yang digunakan pada tarian ini yaitu menggunakan busana Aesan Gede (paksangkong). Pada tahun 2000 busana yang digunakan sesuai dengan lima suku di Kabupaten Ogan Komering Ulu yaitu suku komering menggunakan pakaian adat komering yaitu aksesoris yang di pakai dikepala penari, suku Semende menggunakan pakaian adat Semende, Suku Daye menggunakan pakaian adat Daye, suku Ranau menggunakan pakaian adat Ranau, suku Ogan menggunakan pakaian adat ogan, khusus penari pembawa tepak menggunakan Aesan Gede. Tepak yang di bawa penari berisis daun sirih, rempah-rempah hasil bumi contohnya padi, buah karet, buah kelapa sawit, kopi dll. Tari sebimbing Sekundang memiliki 8 gerak pokok yang terbagi menjadi pure movement, lokomotor movement, dan gesture
PEMBINAAN TARI PADA SISWA TUNARUNGU MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TARI PENDIDIKAN
Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini berupa bagaimana proses pembinaan pembelajaran tari pendidikan untuk meningkatkan kreativitas gerak siswa tunarungu yang masih rendah dalam pembelajaran tari. Hal ini dikarenakan pada proses pembelajaran tari didalam kelas menggunakan metode ceramah dan guru hanya merenapkan gerakan yang sudah ada dalam contoh video. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana proses pembinaan pembelajaran tari dengan menggunakan model pembelajaran tari pendidikan kepada siswa tunarungu di SLBN Cicendo Bandung. Permasalahan penelitian ini adalah kurangnya kreativitas gerak tari pada pembelajaran tari meliputi materi tari tani siswa tunarungu dapat mengamati dan menganalisis, metode pemebalajaran, proses, hasil/ evaluasi pembelajaran tari pendidikan yang diberikan kepada siswa tunarungu.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif.Penyandang tunarungu yang mengikuti pembelajaran tari pendidikan ini adalah siswa kelas IV SD, dengan jenis tunarungu mild hearing impairment. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu melalui observasi,wawancara,dokumntasi,tes,studi pustaka. Teknis analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Kemudian temuan penelitian ini adalah materi yang diberikan kepada siswa tunarungu dalam pembelajaran tari pendidikan ini menggunakan metode Audio Visual, dimana mereka bisa mengamati, menganalisis, dan mengeksplor gerakan yang mereka rangkai, serta jenis evaluasi yang dilakukan itu merupakan tes melihat dari konsep berfikir kreatif menggunaan konsep Exploring, Developing Skill, Creating dan Evaluating, agar siswa tunarungu dapat mengeksplor gerakan sesuai kemampuan mereka masing-masing. Hasil pelaksanaan pembinaan model pembelajaran tari dapat meningkatkan dengan baik ditunjukan dengan hasil siswa mampu menilai gerakan sendiri, mempu mempresentasikan gerakan masing-masing dengan percaya diri dan mampu mempresentasikan gerakan kelompok menggunakan property
PENGELOLAAN SANGGAR SENI PUTRI GALUH KABUPATEN BOGOR
Sanggar Seni Putri Galuh merupakan salah satu sanggar yang masih berperan aktif dalam mengembangkan kesenian tradisional. Dipimpin oleh Ibu Ina Rachmawati didirikan pada tanggal 23 Desember 2003 dan telah mencapai usia 19 tahun. Hal ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mempertahankan eksistensinya yaitu pengelolaan manajemen yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana pengelolaan manajemen di sanggar seni putri galuh, meliputi aspek fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan (planing), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuacting), pengawasan (controlling). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi serta untuk menguji keabsahan data dipergunakan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sanggar seni putri galuh menerapkan manajemen secara tradisional yaitu manajemen yang menerapkan berdasarkan keputusan bersama anggota organisasi yang disesuaikan dengan keadaan sanggar. Pengelolaan dilakukan menggunakan pola kekeluargaan, kekompakan, dan saling menghargai. Setiap keputusan yang terkait dalam kegiatan sanggar bergantung kepada pimpinan sanggar. Pengelolaan Sanggar Seni Putri Galuh terdiri dari aspek perencanaan (planing) meliputi kegiatan perencanaan SDM, administrasi, perekrutan siswa, materi, pentas seni, dan iuran siswa. Aspek pengorganisasian (organizing) meliputi struktur organsasi dan tugas pengurus sanggar, Pelaksanaan (actuacting) dilakukan secara bertahap dalam pelaksanaan jadwal kegiatan. Pengawasan (controlling) setiap kegiatan diawasi langsung oleh pimpinan sanggar, seperti dalam proses latihan atau pementesan tari. Dari aspek-aspek tersebut dapat menunjukan keberhasilan pengelolaan yang dilakukan oleh Sanggar Seni Putri Galuh dalam pengelolaannya sudah melaksanakan sesuai dengan fungsi manajemen hal ini menjadikan sanggar tersebut dapat mempertahankan eksistensiny
BERPIKIR KRITIS DENGAN MODEL COGNITIVE GROWTHMELALUI PEMBELAJARAN TARI
Implementasi pembelajaran tari kurikulum 2013 yang merujuk pada keterampilan abad 21, mengharuskan siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis. Nyatanya masih banyak siswa yang kurang memahami pengetahuan mengenai tari. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan dari penelitian yaitu untuk memaparkan penerapan model cognitive growth dalam pembelajaran tari terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X di SMAN 2 Cimahi. Penelitian kuantitatif ini mempergunakan PreEksperimental dengandesain One Group Pretest-Postest Design sebagai metodenya. Instrumen yang digunakan berbentuk tes dan data dikumpulkan melalui teknik tes, studi literatur, wawancara, dan dokumentasi. Sampel yang diambil pada penelitian ini dilakukan melalui teknik purposive sampling dan pengambilan data memakai. Data pada penelitian ini diolah dengan uji normalitasdan uji paired sample t-test dengan menggunakan software IBM SPSS Statistics 22. Hasil dari data yang diperoleh, membuktikan bahwa penelitian yang dilakukan berhasil. Perolehan uji t menunjukkan thitung ttabel yakni 13,3 1,692, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulanyang dapat ditarik yakni penerapan model cognitive growth dalam pembelajaran tari dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X di SMAN 2 Cimahi
PEMBELAJARAN TARI RAKYAT BAGI MAHASISWA ASING
Pelaksanaan pembelajaran tari Rakyat bagi mahasiswa Asing di Program Studi Pendidikan Seni Tari sudah dilaksanakan sejak tahun 2020 hingga saat ini. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tari Rakyat, hasil pembelajaran dan bentuk evaluasi yang dilakukan pada pembelajaran tari Rakyat untuk mahasiswa asing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif analisis melalui pendekatan kualitatif, dengan partisipan yang dipilih diantaranya ialah pengajar dari mahasiswa asing dan 2 orang mahasiswa Asing yang mengikuti pemebelajaran tari Rakyat di Prodi Seni Tari. Metode yang digunakan oleh pengajar dalam penyampaian materi kepada mahasiswa Asing ialah metode ceramah, demonstrasi, imitasi, dan drill. Hasil yang diperoleh dari proses pembelajaran selama 12 kali pertemuan adalah mahasiswa asing mampu menampilkan Tari Rakyat Sulanjana secara tunggal dan memperoleh nilai yang cukup memuaskan. Dalam proses pembelajaran tari Rakyat untuk mahasiswa asing cukup berbeda dengan proses yang biasa dilakukan pada kelas reguler, banyak faktor yang mempengaruhi pembelajaran tersebut, dan membutuhkan metode yang tepat. Selain itu, salah satu mahasiswa pernah mempelajari tari tradisional di negaranya, sehingga cukup sulit bagi mahasiswa tersebut untuk menyesuaikan gerak serta iringan musik dalam tari Rakyat Sulanjana Pembelajaran tari Rakyat ini sangat bermanfaat, karena mahasiswa asing dapat mempelajari budaya Indonesia secara langsung Folk dance learning for foreign students in the Dance Arts Education Study Program has been implemented since 2020 until now. The aim of this research is to describe the folk dance learning process, learning outcomes and forms of evaluation carried out in folk dance learning for foreign students. The method used in this research is descriptive analysis using a qualitative approach, with the selected participants including foreign student teachers and 2 foreign students who took part in folk dance lessons at the Dance Arts Study Program. The methods used by teachers in delivering material to foreign students are lecture, demonstration, imitation, and so ondrill. The results obtained from the learning process during 12 meetings were that foreign students were able to perform Folk DanceSulanjanaindividually and obtained quite satisfactory scores. The process of learning folk dance for foreign students is quite different from the process usually carried out in regular classes, many factors influence the learning, and require appropriate methods. Apart from that, one of the students had studied traditional dance in his country, so it was quite difficult for the student to adapt the movements and musical accompaniment to folk dance.SulanjanaLearning folk dance is very useful, because foreign students can learn Indonesian culture directl
MODEL EXPLICIT INTRUCTION PADA PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN KEMMAPUAN PSIKOMOTORIK
Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah lemahnya kemampuan psikomotorik siswa dalam desain dan peragaan pola lantai pada jenis tari tradisional merupakan latar belakang dari penelitian ini, Permasalahan yang terjadi dalam mata pelajaran Seni budaya khusus nya pembelajaran seni tari pada siswa kelas VIII SMPN 19 Bandung adalah menurunnya hasil belajar. Secara khusus ditemukan lemahnya kemampuan aspek psikomotorik terutama dalam kompetensi mendesain dan memperagakan pola lantai pada jenis tari tradisional. Penyebab munculnya permasalahan tersebut adalah kecenderungan guru dalam mengedepankan pembelajaran yang bersifat teori daripada praktik.. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki pembelajaran di kelas menggunakan model pembelajaran explicit intruction untuk meningkatkan hasil belajar siswa kemampuan psikomotorik aspek desain dan peragaan pola lantai pada jenis tari tradisional kelas VIII SMPN 19 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasrkan hasil data yang ditemukan oleh peneliti, dapat dijelaskan bahwa saat diterapkannya model explicit intruction ketika proses pembelajaran berlangsung pada siswa kelas VIII-F SMPN 19 Bandung yang dilaksanakan oleh peneliti sebagai guru telah berjalan dengan lancar dan baik, yakni dimana pada proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan signifikan yang terjadi pada setiap siklusnya. Dengan diterapkannya model explicit intruction tidak hanya dapat menngkatkan hasil belajar siswa, melainkan dijadikan bahan acuan dan alternatif pembelajaran di kelas, untuk menarik perhatian siswa pada saat pemebelajaran berlangsung terutama untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan psikomotorik siswa dalam perbaikan pembelajaran di kelas