Ringkang
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
PAGEBLUG: “RUWATAN DALAM SENI PERTUNJUKAN BEROKAN”
Pertunjukan Berokan terdapat, ruaat atau ruwat merupakan upacara pembersihan diri atau membuang keburukan dari segala macam bahaya, ataupun tolak bala. Ritual ruwat dapat terjadi apabila dalam sebuah rumah tersebut terdapat pageblug. Pageblug merupakan penyakit yang mewabah dinamakan pageblug, kaparag ing salah sawijining lelara (suatu daerah dilanda suatu penyakit). Tujuan penelitian mengkaji mengenai pertunjukan Berokan dalam prosesi ruwaat berbentuk penyajian tari. Seni pertunjukan Berokan terdapat ruwat berfungsi sebagai alternatif pengobatan, dan penangkal marabahaya, Proses penyajiannya ruwat di lakukan di dalam rumah menggunakan sesajen, lalu berokan tersebut melakuan ritual dengan membaca doa-doa sesuai dengan ajaran agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis yang dikaji dengan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, studi dokumentasi, serta studi literatur. Hasil yang diperoleh dalam bentuk proses penyajian ruwat, struktur gerak, tata rias, tata busana, dan iringan musik. Prosesi penyajian ruwat sangat sederhana hanya menggunakan sesajen, memohon izin kepada Tuhan, dan leluhur sebagai bentuk sebelum memulai prosesi ruwat. Struktur gerak dalam prosesi ritual ruwat tidak memiliki gerak pakem, gerak nya mengikuti iringan musik. Proses penyembuhan ruwatan dilakukan oleh seorang dalang, dengan cara mengusir roh jahat yang terdapat pada rumah tersebut, dalang mengelilingi rumah, mengambil bantal orang yang sakit, lalu menjemurnya.Pertunjukan Berokan terdapat, ruaat atau ruwat merupakan upacara pembersihan diri atau membuang keburukan dari segala macam bahaya, ataupun tolak bala. Ritual ruwat dapat terjadi apabila dalam sebuah rumah tersebut terdapat pageblug. Pageblug merupakan penyakit yang mewabah dinamakan pageblug, kaparag ing salah sawijining lelara (suatu daerah dilanda suatu penyakit). Tujuan penelitian mengkaji mengenai pertunjukan Berokan dalam prosesi ruwaat berbentuk penyajian tari. Seni pertunjukan Berokan terdapat ruwat berfungsi sebagai alternatif pengobatan, dan penangkal marabahaya, Proses penyajiannya ruwat di lakukan di dalam rumah menggunakan sesajen, lalu berokan tersebut melakuan ritual dengan membaca doa-doa sesuai dengan ajaran agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis yang dikaji dengan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, studi dokumentasi, serta studi literatur. Hasil yang diperoleh dalam bentuk proses penyajian ruwat, struktur gerak, tata rias, tata busana, dan iringan musik. Prosesi penyajian ruwat sangat sederhana hanya menggunakan sesajen, memohon izin kepada Tuhan, dan leluhur sebagai bentuk sebelum memulai prosesi ruwat. Struktur gerak dalam prosesi ritual ruwat tidak memiliki gerak pakem, gerak nya mengikuti iringan musik. Proses penyembuhan ruwatan dilakukan oleh seorang dalang, dengan cara mengusir roh jahat yang terdapat pada rumah tersebut, dalang mengelilingi rumah, mengambil bantal orang yang sakit, lalu menjemurnya
KEAKTIFAN SISWA MELALUI MODEL CARD SORT DALAM PEMBELAJARAN TARI
Permasalahan penelitian ini ialah lemahnya keaktifan siswa dalam pembelajaran tari, keaktifan siswa meliputi visual activities, oral activities, listening activities, writing activities, emotional activities, dan drawing activities. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran card sort dalam upaya peningkatan keaktifan belajar siswa kelas X-1 pada materi 5 unsur pendukung tari nusantara. Pendekatan kuantitatif dengan metode Pre- Experimental dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini siswa SMA Negeri 1 Garut berjumlah 460 siswa, dan sample 34 siswa pada kelas X-1 SMA Negeri 1 Garut. Penerapan model card sort dilakukan selama 3 kali pertemuan. Instrumen penelitian menggunakan angket berjumlah 20 soal dengan menggunakan skala likert 1-4. Hasil penelitian mendapatkan nilai rata-rata pada pre-test sebesar 35 dan post-test sebesar 67,4 peningkatan keaktifan terdapat di seluruh indikator. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran card sort memberikan pengaruh yang signifikan dengan nilai N-gain sebesar 0,71 dengan kategori tinggi. Model ini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, sehingga siswa dapat melakukan berbagai kegiatan aktif melalui mengamati secara mandiri, interaksi dengan diskusi bersama teman, melakukan tanya jawab, mendengarkan arahan guru dan teman ketika berbicara, menulis materi yang didapatkan, merasa lebih senang dan bersemangat, dan dapat menggambar pola lantai beserta pola lantai secara mandiri
EKSISTENSI TARI TAYUB (Studi Deskriptif Bentuk Koreografi, Iringan, Rias dan Busana)
Perkembangan zaman yang semakin pesat menuntut para pelaku budaya menunjukan eksistensi mengenai keberadaan kebudayaan yang dilestarikannya, salah satunya Tari Tayub di lingkung seni sinar asih II Taim Grup. Tujuan penulisan ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai latar belakang, koreografi, iringan musik, rias dan busana dari tari tayub di lingkung seni sinar asih ii taim group desa karanghegar kecamatan pabuaran kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis pendekatan kualitatif dan menggunakan konsep BASTE (body, action, space, time, and energy) sehingga koreografi dapat dianalisis dengan tepat, mudah dan detail. Hasil peneitian menunjukan Tari Tayub ini masih menunjukan eksistensinya di lingkungan masyarakat yang biasa dilaksanakan pada kegiatan syukuran, acara hajatan, khitanan dan pernikahan dari tahun 2007 hingga sekarang. Pada koreografinya menggunakan elemen dasat tari yang dominasi oleh gerak locomotor atau gerak peralihan dengan space atau ruang yang sedang hal menunjukkan bahwa Tari Tayub ini bila dilihat secara gerak adalah halus. Tata rias pada tari Tayub menggunakan rias corrective untuk menekankan keindahan dan menutupi atau menyamarkan kekurangan pada sehingga wajah terlihat sempurna. Tata busana yang digunakan dalam tarian ini sangat sederhana hanya memakai kebaya, rok dan selendang.Perkembangan zaman yang semakin pesat menuntut para pelaku budaya menunjukan eksistensi mengenai keberadaan kebudayaan yang dilestarikannya, salah satunya Tari Tayub di lingkung seni sinar asih II Taim Grup. Tujuan penulisan ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai latar belakang, koreografi, iringan musik, rias dan busana dari tari tayub di lingkung seni sinar asih ii taim group desa karanghegar kecamatan pabuaran kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis pendekatan kualitatif dan menggunakan konsep BASTE (body, action, space, time, and energy) sehingga koreografi dapat dianalisis dengan tepat, mudah dan detail. Hasil peneitian menunjukan Tari Tayub ini masih menunjukan eksistensinya di lingkungan masyarakat yang biasa dilaksanakan pada kegiatan syukuran, acara hajatan, khitanan dan pernikahan dari tahun 2007 hingga sekarang. Pada koreografinya menggunakan elemen dasat tari yang dominasi oleh gerak locomotor atau gerak peralihan dengan space atau ruang yang sedang hal menunjukkan bahwa Tari Tayub ini bila dilihat secara gerak adalah halus. Tata rias pada tari Tayub menggunakan rias corrective untuk menekankan keindahan dan menutupi atau menyamarkan kekurangan pada sehingga wajah terlihat sempurna. Tata busana yang digunakan dalam tarian ini sangat sederhana hanya memakai kebaya, rok dan selendang
KONSEP KERUANGAN TARI MAPAK RAJE DI SANGGAR MAHKOTA KABUPATEN OGAN ILIR
Tari Mapak Raje ini berasal dari Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Tari ini boleh ditarikan pada acara tertentu seperti acara hari jadi kabupaten dan penyambutan tamu penting, tari ini menggunakan tepak dan kuningan sebagai properti tari dan kuku tanggai dipakai jari jemari penari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan meneskripsikan konsep keruangan tari Mapak Raje di sanggar Mahkota Kabupaten Ogan Ilir metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan studi pustaka. konsep keruangan tari sangat penting tari tidak hanya membahas dan mempelajari tentang gerak tubuh yang menyeimbangkan dengan irama musik saja sehingga tarian dapat terlihan indah dan memiliki makna, banyak sekali penari-penari hanya mementingan gerakan dalam tarian tanpa mengetahui konsep keruangan dari tari itu sendiri. Pada hasil penelitian menurut teori Y. Sumandiyo Hadi konsep keruangan tari meliputi ruang positif- negatif, level, pola lantai, arah, dimensi. Tari Mapak Raje memiliki beberapa ruang positif-negatif, pola lantai garis lengkung, garis lurus, melingkar juga dalam tari ini menggunakan level tinggi, sedang, rendah dan arah hadap depan, samping kanan kiri
ANALISIS KOMPARATIF TARI JAIPONG SUBALI SUGRIWA KARYA YAYAN SHOFIYAN DAN ANDRI WIRAGUNA
Tari jaipongan sebagai salah satu genre tari di Jawa Barat memiliki perkembangan yang relative cukup baik dibandingkan dengan rumpun tari lainnya di Jawa Barat. Tari jaipong Subali dan Sugriwa sebagai salah satu contoh jenis tarian yang memiliki keunikan khas dari aspek gerak, busana dan musiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara umum dan berdasarkan fakta tentang ide penciptaan, struktur gerak, tata rias dan busana Tari Jaipong Subali Sugriwa. Tujuan tersebut untuk dapat mendeskripsikan tenatnag ide penciptaan Tari Jaipong Subali Sugriwa, mendapatkan gambaran secara umum tentang struktur gerak, tata rias dan busana Tari Jaipong Subali Sugriwa, dapat menganalisis perbandingan fari struktur gerak, tata rias dan busana Tari Jaipong Subali Sugriwa. Mengapa peneliti mengangkat judul tersebut karena masih sedikitnya kepustakaan akan Tari Jaipong Subali Sugriwa. Metode yang digunakan menggunakan metode deskriptif dalam melakukan perbandingan dua materi tari jaipongan melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara bersama koreografer pencipta Tari Jaipong Subali Sugriwa. Hasil penelitian menunjukan bahwa ide penciptaan dari Tari Jaipong Subali Sugriwa kaya Yayan Shofiyan didasarkan oleh kecintaannya terhadap pewayangan sedangkan Tari Jaipong Subali Sugriwa karya Andri Wiraguna mendapatkan inspirasi saat sedang menunjang studinya di ISBI Bandung, peneliti juga mendapatkan persamaan dan perbedaan pada karya Yayan Shofiyan dan karya Andri Wiraguna dari segi penciptaan, tata rias dan busana dimana masing-masing koreografer memiliki ciri khas tersendiri walaupun memiliki latar belakang yang sama yaitu dari cerita Ramayana Kiss-Kindakanda
PEMBELAJARAN TARI SETRA SARI DI PADEPOKAN JUGALA BANDUNG DI ERA MASA KINI
Tari Setra Sari merupakan bagian integral dari warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai-nilai tradisional. Kesenian yang sudah mulai jarang diperkenalkan pada generasi muda membuat seiring berjalannya waktu kesenian tari mulai memudar di masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan pembelajaran Tari Setra Sari, pelaksanaan Pembelajaran Tari Setra Sari, dan evaluasi pembelajaran Tari Setra Sari karya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini merupakan salah satu koreografer dan pelatih Tari Setra Sari di Padepokan Jugala Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Tari Setra Sari pada masa kini berjalan dengan baik dan generasi saat ini mengadaptasi teknologi digital untuk memfasilitasi pembelajaran dan dokumentasi tari, namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional yang mendasarinya. Proses perencanaan hingga evaluasi pembelajaran Tari Setra Sari dilakukan dengan baik dan mampu menarik perhatian Masyarakat untuk terus melestarikan budaya tari di Kota Bandung. Tari Setra Sari terus bertransformasi, nilai-nilai dan keunikan budayanya tetap dijaga dengan baik di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Upaya kolektif dari berbagai pihak, termasuk komunitas lokal, pendidik, dan praktisi seni di Padepokan Jugala Kota Bandung menjadi salah satu fondasi yang kuat untuk memastikan bahwa seni tradisional ini tetap hidup dan relevan di masa depan
EKSPLORASI GERAK BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA
Dalam pembelajaran tari kreasi tingkat kreativitas gerak siswa sangat rendah, sehingga siswa lemah dalam eskplorasi gerak tari. Sebagai bukti ditemukan siswa yang kesulitan menemukan ide gerak, lemah mengembangkan gerak bervariasi, dan lemah dalam kemampuan mendemonstrasikan yang disebabkan oleh kurangnya keefektifan dan kreativitas guru dalam mengembangkan metode dan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kreativitas siswa dengan menerapkan eksplorasi gerak berbasis lingkungan menggunakan pendekatan tari kreatif Anne Green Gilbert yang meliputi Exploring the Concept, Developing Skill, Creating, dan Evaluating yang diharapkan mampu membantu meningkatkan kreativitas siswa. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 3 siklus dimana setiap siklus dilakukan dalam 1 pertemuan dengan 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS 2 dengan jumlah 35 siswa, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi kreativitas siswa, lembar observasi aktivitas belajar mengajar, wawancara, dokumentasi dan lembar penilaian tes praktik, hasil pengolahan data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik deskripsi. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari penilaian kreativitas tes praktik dan pengamatan yang dilakukan selama penelitian, sebelum penerapan treatment tingkat kreativitas siswa berada pada kriteria kurang, setelah penerapan treatment pada siklus pertama dan kedua tingkat kreativitas siswa berada pada kriteria cukup, kemudian pada siklus ketiga tingkat kreativitas siswa berada pada kriteria baik. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa penerapan Eksplorasi Gerak Berbasis Lingkungan dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 4 Bandung
PENGELOLAAN SANGGAR SENI SAAYUN SALANGKAH KOTA BUKITTINGGI, SUMATERA BARAT
Tingginya peminat sanggar seni, menjadi pemicu munculnya sanggar-sanggar seni dari berbagai daerah dan dikelola dengan tujuan tertentu sehingga menimbulkan persaingan ketat antar sanggar untuk menarik peminat. Sanggar Seni Saayun Salangkah yang berdiri sejak tahun 1989 dikenal sebagai sanggar yang memiliki tingkat keeksistenisan yang tinggi dikotanya. Hal tersebut didasarkan pada berjalannya manajemen dan pengelolaan sanggar yang baik. Penerapan sistem manajemen pada sanggar tari disesuaikan dengan fungsi-fungsi manajemen agar organisasi dapat terencana, terorganisasi, terarah, dan terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen Sanggar Seni Saayun Salangkah dan bagaimana pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi program/pengelolaan yang terdapat di Sanggar Seni Saayun Salangkah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sanggar Seni Saayun Salanagkah dalam pengembangan program-program manajemennya sudah dilakukan dengan cukup baik dilihat dari tersturkturnya program-program yang dilakukan, kemudian dalam pengelolaan manajemennya juga sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, serta dalam hal evaluasi sanggar dilakukan dengan 3 jenis evaluasi yang meliputi evaluasi mingguan, bulanan, dan tahunan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Sanggar Seni Saayun Salangkah dalam mengelola sanggarnya sudah cukup baik dengan menggunakan manajemen semi-modern. Adanya penelitian ini diharapkan mampu memberi pemahaman terhadap sanggar-sanggar lain dalam mengelola sanggarnya
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENDORONG KEAKTIFAN BELAJAR PADA PEMBELAJARAN SENI TARI (Kajian Teoritis)
Penulisan ini membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi dan mendorong keaktifan belajar praktik dari peserta didik pada saat pembelajaran seni tari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan studi pustaka. Hasil dalam penulisan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong keaktifan belajar dari peserta didik antara lain faktor internal yang berasal dari dalam dirinya sendiri seperti aspek fisiologis dan aspek psikologis, faktor eksternal yang berasal dari luar seperti lingkungan sosial dan lingkungan non sosial, serta faktor pendekatan belajar yakni suatu pendekatan yang dilakukan untuk mendukung kegiatan belajar baik dari guru ataupun dari siswa. Keaktifan belajar sangat penting untuk mencapai proses pembelajaran yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan kecerdasan dan mengembangkan potensi diri secara maksimal, sehingga kualitas peserta didik di masa depan juga bisa terjamin
PEMBELAJARAN TARI TEMPURUNG MELALUI APLIKASI WORDWALL
Hasil belajar siswa dalam pembelajaran seni budaya pada materi tari di kelas VIII E SMPN 1 Baregbeg masih sangat rendah dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Hal ini disebabkan guru seni budaya yang belum memaksimalkan penggunaan media dengan baik, serta keterbatasan materi yang menjadikan pembelajaran monoton, tidak kreatif dan inovatif akibat dari guru yang tidak berlatar belakang seni. Fenomena dalam penelitian ini diangkat dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII E SMPN 1 Baregbeg dalam pembelajaran Tari Tempurung menggunakan aplikasi wordwall. Penelitian kuantitatif digunakan peneliti sebagai pendekatan dalam penelitian ini dengan metode eksperimental jenis pre-experimental, desain yang digunakan yaitu One Group Pretest-Posttest Design. Pedoman observasi, pedoman wawancara, dan bentuk tes pilihan ganda serta dokumentasi digunakan sebagai instrumen penelitian. Teknik pengolahan data statistik deskriptif dan teknik statistik inferensial digunakan sebagai metode analisis data dalam penelitian ini. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti, proses pelaksanaan Tari Tempurung menggunakan aplikasi Wordwall yang dilakukan oleh peneliti berjalan dengan baik dan efektif, sehingga respon siswa menjadi lebih baik serta antusias siswa meningkat. Ini menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor, yang ditunjukkan oleh hasil post-test. Adanya penelitian ini direkomendasikan agar guru dapat memanfaatkan media dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan pembelajaran dan memilih bahan ajar yang tepat, kreatif dan inovati