Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Not a member yet
219 research outputs found
Sort by
Pengembangan Website sebagai Media Pembelajaran Biologi pada Materi Evolusi
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan website sebagai media pembelajaran biologi yang memuat materi evolusi kelas 12. Biovolweb yaitu Biologi dan evolusi website. Metode penelitian pada penelitian ini yaitu metode penelitian pengembangan Research and Development (RD) dengan model penelitian Sugiyono (analisis potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk terbatas). Pengembangan website dibuat dengan menggunakan Googlesites. Penilaian validasi ahli materi mencakup aspek kualitas materi dan kebahasaan mendapatkan hasil nilai rata-rata sebesar 76% dan penilaian validasi ahli media mencakup aspek desain media pembelajaran, kemudahan media, dan kesesuaian media dengan mata pelajaran mendapatakan hasil nilai rata-rata sebesar 88%. Hasil uji respon user mendapatkan nilai rata-rata sebesar 99%. Berdasarkan ketiga hasil tersebut pengembangan website sebagai media pembelajaran biologi pada materi evolusi termasuk kategori sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi pada materi evolusi dengan nilai rata-rata 90%
Uji Aktivitas Antibakteri pada Sediaan Masker Gel Variasi Produk Propolis terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes
Masker gel merupakan salah satu kosmetik perawatan dengan kandungan air yang cukup banyak bermanfaat dalam mempertahankan humiditas kulit saat diaplikasikan secara oles pada kulit terutama wajah sehingga dapat melindungi kesehatan dan penampilan kulit secara fisik. Masker dengan kandungan bahan natural yang memiliki sifat antibakteri dengan kualitas tinggi dan bebas kontaminan dapat memberikan efek terapeutik pada kulit wajah. Ekstrak propolis sebagai bahan alami yang terbukti memiliki kandungan antimikroba, antiinflamasi dan manfaat lainnya dapat digunakan sebagai formula utama masker sediaan gel. Khasiat tersebut diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan kulit terutama wajah seperti acne vulgaris yang merupakan penyakit yang dialami 10% populasi dunia. Penyakit kulit tersebut berkorelasi dengan aktivitas populasi mikroba kunci yang mendominasi penghuni kulit Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri sediaan masker gel beberapa produk propolis terhadap Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2023. Ekstrak propolis yang digunakan sebanyak 5% dari total formulasi untuk pembuatan masker berasal dari merek Melia Propolis, Prima Propolis Plus, dan Propolis Diamond Lite. Sebagai kontrol positif digunakan clindamysin, kontrol negatif akuades steril. Hasil data pengamatan uji antibakteri dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance), kemudian dilanjutkan dengan DMRT (Duncans Multiple Range Test), sedangkan pengujian fisik seperti pH, waktu mengering, dan uji homogenitas, serta uji tingkat iritasi akan dianalisis secara deskriptif. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapati hasil evaluasi fisik sediaan melalui uji pH, waktu mengering, potensi iritasi, dan uji homogenitas telah memenuhi standar mutu. Pada uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus sediaan masker M0, M1, M2, M3 membentuk zona bening sebesar 0,1 mm, 7,767 mm, 0,1 mm, 8 mm, dan zona bening yang terbentuk terhadap Propionibacterium acnes berukuran 0,1 mm, 9, 667 mm, 0,3 mm, dan 9,867 mm. Kata kunci: Masker Gel, Propolis, Ekstrak, Antibakteri, Zona Benin
Identifikasi Tumbuhan Paku Berdasarkan Letak dan Posisi Sorus dengan Ketinggian Berbeda di Kabupaten Bondowoso
Tumbuhan paku (Pteridophyta) diklasifikasikan menjadi empat kelas yaitu Psilotopsida, Equisetopsida (Sphenopsida), Marattiopsida, dan Polypodiopsida (Filicopsida). Tumbuhan paku banyak ditemukan di tempat yang lembap dan sesuai dengan kebutuhan hidup, salah satunya pada kawasan Kabupaten Bondowoso di delapan kecamatan dengan ketinggian berbeda. Di kawasan tersebut dilakukan kegiatan identifikasi dan inventarisasi tumbuhan paku khususnya kelas Polypodiopsida sebagai dasar informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku kelas Polypodiopsida berdasarkan letak dan posisi sorus dengan ketinggian berbeda di beberapa kawasan Kabupaten Bondowoso dari hasil penelitian. Penelitian ini menggunakan metode jelajah pada beberapa area tertentu. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 6 famili, 11 genus, dan 15 jenis tumbuhan paku kelas Polypodiopsida dengan jumlah serta karakteristik letak dan posisi sorus yang berbeda. Setiap jenis tumbuhan paku memiliki letak dan posisi sorus yang sama di ketinggian berbeda (rendah, sedang, dan tinggi)
Efektivitas Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terintegrasi Potensi Lokal Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
Implementasi pembelajaran inkuiri terbimbing terintegrasi potensi lokal merupakan salah satu upaya yang perlu dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran biologi sehingga siswa dapat memahami konsep materi yang secara prosedural, faktual, dan konseptual. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis potensi lokal pada keterampilan berpikir kritis. Desain penelitian yang digunakan yaitu nonrandomized control group pretest-postest design. Desain penelitian menggunakan dua kelompok kelas yaitu kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis potensi lokal dan kelas kontrol menggunakan model konvensional. Jumlah sampel 40 orang siswa. Instrumen pengumpulan data yaitu tes keterampilan berpikir kritis. Analisis data menggunakan uji statistik Anakova. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata terkoreksi keterampilan berpikir kritis di kelas eksperimen yaitu 72,26 dengan peningkatan 72,29% dibandingkan kelas kontrol yang nilai rerata terkoreksinya lebih rendah yaitu 58,09 dan peningkatan 67,99%. Dengan demikian penelitian ini membuktikan bahwa implementasi pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis potensi lokal secara signifikan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis
Analysis of student needs for the development of digital learning media for biodiversity to improve environmental literacy
Indonesia merupakan negara megabiodiversitas yang harus dijaga dan dilestarikan. Sikap sadar akan lingkungan dapat memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Materi keanekaragaman hayati merupakan materi yang berkaitan dengan literasi lingkungan. Materi ini tentunya memerlukan media pembelajaran yang sesuai berupa media pembelajaran digital. Media pembelajaran digital dapat memudahkan guru dalam menyampaikan materi dan memudahkan siswa dalam memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah diperlukan media pembelajaran digital materi keanekaragaman hayati untuk meningkatkan literasi lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode pengambilan data berupa angket. Penelitian ini dilakukan di SMA IT Granada Kota Tangerang dan SMAN 3 Kabupaten Tangerang dengan menyebarkan angket kepada siswa kelas X dan XII. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan diperoleh hasil 69% siswa setuju dan 20% sangat setuju diperlukannya pengembangan media pembelajaran digital. Hasil dari penelitian ini adalah diperlukan adanya pengembangan media pembelajaran digital keanekaragaman hayati untuk meningkatkan literasi lingkungan.Indonesia is a megabiodiversity country that must be maintained and preserved. An environmentally conscious attitude can provide solutions to environmental problems. Biodiversity material is material related to environmental literacy. This material certainly requires appropriate learning media in the form of digital learning media. Digital learning media can make it easier for teachers to deliver material and make it easier for students to understand the material. This study aims to determine whether digital learning media is needed for biodiversity material to improve environmental literacy. This research is a descriptive qualitative research using data collection methods in the form of questionnaires. This research was conducted at SMA IT Granada Tangerang City and SMAN 3 Tangerang Regency by distributing questionnaires to X and XII grade students. Based on the results of the needs analysis, 69% of students agreed and 20% strongly agreed that the development of digital learning media was needed. The result of this study is the need for the development of digital learning media for biodiversity to improve environmental literacy
Pengetahuan Pedagang Ikan Hias terhadap Ektoparasit pada Ikan Hias yang Diperdagangkan di Banda Aceh Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pedagang ikan hias terhadap ektoparasit pada ikan hias. Metode penelitian berupa non eksperimen dengan melakukan observasi sarana dan prasarana toko ikan hias dan wawancara pedagang ikan hias dengan memberikan angket. Hasil penelitian: (1) Pengetahuan pedagang ikan hias terhadap ektoparasit pada ikan hias yaitu kategori baik (24%), cukup (42%) dan kurang (34%); (2) Pengetahuan pedagang ikan hias dengan persentase tertinggi adalah pengetahuan penggunaan peralatan/kebersihan peralatan (86%), pengetahuan pedagang ikan hias dengan persentase terendah adalah pengetahuan penanganan ikan yang terserang ektoparasit (49%). (3) Sarana dan prasarana toko ikan hias terpenuhi sebanyak 61,73%; (4) Sarana dengan persentase tertinggi adalah sarana pengemasan (71%), sarana dengan persentase terendah adalah sarana perlakuan dan pengobatan (39%). Pengetahuan keterampilan praktik pedagang ikan hias di Kota Banda Aceh lebih baik dibandingkan dengan pengetahuan teoritis
Studi Eksploratif Pemanfaatan Media Pembelajaran Biologi dalam Proses Pembelajaran Hybrid pada Masa Pandemi Covid-19 di SMA Negeri 1 Gorontalo
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemanfaatan media pembelajaran biologi selama proses pembelaajran Hybrid berlangsung di SMA Negeri 1 Gorontalo. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif yang dilakukan di SMA Negeri 1 Gorontalo. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara dan kuesioner siswa. Hasil penelitian meunjukkan bahwa proses pembelajaran dilaksanakan secara Hybrid yang diikuti 11 siswa secara luring dan 20 siswa secara daring. Media pembelajaran yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran yaitu video animasi, zoom cloud meeting, lcd proyektor dan media presentasi. Hasil wawancara menunjukkan bahwa media pembelajaran yang digunakan mudah dioperasikan untuk siswa yang luring namun guru mengalami kesulitan untuk siswa yang belajar secara daring. Hasil 80% siswa memperoleh kesulitan dalam proses pembelajaran dan seluruh siswa membutuhkan media pembelajaran berbantuan teknologi untuk menunjajng proses pembelajaran baik secara daring maupun luring. Adapun kesimpulan penelitian ini memberikan rekomendasi pemanfaatan media pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi yang dapat menampilkan gambar bergerak atau video baik secara daring maupun luring dalam waktu bersamaan untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa
Efektivitas Pembelajaran Mata Kuliah Genetika pada Mahasiswa Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pasuruan melalui Media Whatsapp dan Google Classroom
Pembelajaran Daring adalah salah satu program yang diusung oleh pemerintah untuk memecahkan permasalahan di bidang pendidikan yang dihadapi pada masa pandemi Covid-19. Program atau aplikasi yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar secara Daring antara lain WhatsApp Group dan Google Classroom. Namun, pembelajaran secara daring membutuhkan upaya-upaya yang berbeda pada setiap subjek pelajaran, misalnya genetika. Genetika adalah materi biologi yang dianggap sulit oleh mahasiswa karena terdiri dari materi yang rumit dan bersifat abstrak. Informasi mengenai efektivitas penggunaan teknologi pada materi genetika belum tersedia, terutama yang spesifik pada penggunaan media WhatsApp dan Google Classroom. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran mata kuliah Genetika dengan menggunakan aplikasi WhatsApp Group dan Google Classroom pada pembelajaran Daring selama masa pandemi. Peserta penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Genetika Tahun Akademik 2021/2022. Instrumen disebarkan dengan menggunakan Google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi WhatsApp Group dan Google Classroom efektif mendukung kegiatan pembelajaran Daring mata kuliah Genetika selama masa pandemi. Namun sebanyak 63,3% responden menyatakan lebih nyaman menggunakan kombinasi kedua aplikasi tersebut secara bersamaan selama pembelajaran Daring mata kuliah Genetika karena ada saat dimana aplikasi Google Classroom tidak dapat diakses, maka aplikasi WhatsApp Group dapat menjadi alternatif lain dalam menunjang pembelajaran Daring mata kuliah Genetika
Pengaruh Silase Usus Ayam terhadap Pertumbuhan Bobot Mutlak Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Salah satu ikan air tawar yang menjadi komoditas unggulan untuk dibudidayakan adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Namun, mahalnya harga pakan kerap menjadi kendala bagi pembudidaya ikan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan pakan komersil adalah dengan memanfaatkan usus ayam yang diolah menjadi tepung silase usus ayam sebagai pakan alternatif ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pemberian tepung silase usus ayam terhadap pertumbuhan bobot mutlak ikan nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung silase usus ayam berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot mutlak ikan nila dengan nilai Fhitung 16,73 Ftabel 2,77. Perlakuan dengan nilai rata-rata pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan P5 dengan pemberian tepung silase usus ayam sebanyak 50%
Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Limbah Kol Dengan Kotoran Sapi Pada Pertumbuhan Vegetatif Mentimun
Mentimun (Cucumis sativus L.) ialah sayuran buah yang sangat disukai masyarakat Indonesia karena rasanya yang segar dan enak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi pada pertumbuhan vegetatif mentimun dan mengetahui komposisi pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi yang akan memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan vegetatif mentimun. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial, dengan 4 perlakuan dan 6 pengulangan sehingga diperoleh 24 satuan perlakuan. Parameter penelitian ini adalah panjang tanaman, lebar daun, dan jumlah daun. Data penelitian dianalisis dengan Uji Analisis Varian (ANAVA) dan uji lanjut berupa Beda Nyata Terkecil (BNT) dan Uji Jarak Nyata Duncan (JNTD) pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pemberian pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan vegetatif mentimu