Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Not a member yet
    219 research outputs found

    Jumlah Bakteri pada Daging Sapi yang Berasal dari Pasar Tradisional dan Supermarket di Kota Padang Setelah Disimpan dalam Lemari es

    Full text link
    Masyarakat Sumatera Barat gemar mengolah dan mengonsumsi daging sapi yang bernilai gizi tinggi namun mudah rusak pada suhu kamar (27C) karena aktivitas bakteri. Di Kota Padang, daging sapi dijual di dua tipe pasar, yaitu pasar tradisional dan pasar modern (supermarket). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri pada daging sapi dari pasar tradisional dan supermarket di Kota Padang setelah disimpan dalam lemari es. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel dibagi sesuai dengan lama penyimpanan pada lemari es yaitu pengukuran pada 0, 1, 2, dan 3 hari, secara triplo. Jumlah bakteri yang terdapat pada daging sapi yang berasal dari pasar tradisional dan supermarket setelah disimpan dalam lemari es mengalami kenaikan dan memberikan perbedaan sangat nyata (FhitungFtabel). Rata-rata jumlah bakteri pada daging dari pasar tradisional lebih tinggi dibandingkan dari supermarket. Meskipun demikian, penyimpanan daging sapi pada lemari es efektif menekan jumlah pertumbuhan bakteri

    Pendekatan Etnopedagogy Kearifan Lokal Tradisi Woet Ie Bu Peudah pada Pembelajaran Biologi

    Full text link
    Tradisi woet ie bu peudah merupakan kearifan lokal yang ada di Aceh Besar. Tradisi ini hanya ada selama bulan Ramadhan. Namun, tradisi ini sudah mulai tidak familiar pada siswa. Salah satu langkah untuk memperkenalkan kearifan lokal melalui etnopedagogy. Penelitian ini menggunakan systemyc literature review. Prosedur literarure review dilakukan dengan tahapan PRIMA yaitu meliputi tahap identifikasi (identification), penyaringan (screening), kelayakan (eligibility) dan analisis penarikan kesimpulan (include). Aktivitas yang terdapat pada tradisi woet ie bu peudah dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Biologi di kelas. Terdapat beberapa materi Biologi yang sesuai dengan aktivitas pada tradisi woet ie bu peudah. Kajian sains asli (masyarakat) dan sains ilmiah mendukung dan memperkaya pembelajaran di kelas. implementasi Etnopedagogy kearifan lokal ie bu peudah dalam pembelajaran Biologi membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna.Untuk memastikan keberhasilan implementasi kearifan lokal dalam pembelajaran diperlukan komitmen dan kerjasama yang kuat antara pendidik, siswa dan masyarakat setempat

    Identifikasi Morfologi Cendawan Makroskopis di Sekitar Hutan Danau Situgede dan Potensi Pemanfaatannya

    Full text link
    Cendawan makroskopis adalah cendawan yang tubuh buahnya dapat terlihat secara kasat mata. Kawasan Hutan Danau Situgede merupakan salah satu tempat yang lembap sehingga banyak ditumbuhi cendawan makroskopis. Namun, informasi mengenai keanekaragaman hayati di sana, khususnya cendawan makroskopis masih cukup sedikit. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi morfologi cendawan makroskopis yang berada di sekitar Hutan Danau Situgede. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode jelajah sampling oportunis. Sampel diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis menggunakan mikroskop stereo dan cahaya. Sebanyak empat cendawan makroskopis berhasil dikoleksi dari Hutan sekitar Danau Situgede. Cendawan makroskopis tersebut sebagian besar ditemukan pada kayu yang mengalami pelapukan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa cendawan yang ditemukan adalah Dacryopinax sp., Auricularia cf. cornea, Microporus xanthopus, dan Calvatia sp. Seluruh cendawan yang ditemukan masuk kedalam filum Basidiomycota. Keempat jamur ini memiliki perbedaan karakteristik yang berbeda-beda, serta memiliki potensi pemanfaatan sebagai bahan pangan dan obat-obatan

    Identifikasi Tumbuhan Berkhasiat Obat di Hutan Waimarapu Desa Umbu Kawolu Kabupaten Sumba Tengah

    Full text link
    The community in Umbu Kawolu Village have been using herbal medicines derived from plants for a long time. They concoct or make their own concoctions based on the experience that has been passed down from experience passed down from ancestors to previous generations. The number of human activities in around the Waimarapu Forest can cause a reduction in the number of medicinal plant species that will have an impact on the health of the community. Species that will have an impact on the survival of other ecosystems in the location.. Therefore, this research aims to identify species with traditional medicinal properties in Waimarapu Forest, Umbu Kawolu Village, Central Sumba Regency. This research was conducted using the double plot method with purposive sampling technique. The results showed that there were 37 species of medicinal plants from 4 classes, 20 orders, 25 families with a total of 218 individuals. Diversity of traditional medicinal plants in the Waimarapu Forest is classified as high with =3.916

    Pengembangan Flipbook Berbasis Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di SMAN 1 Ciniru

    Full text link
    Kurikulum merdeka menekankan kemampuan abad ke-21 yaitu 6C yang salah satunya adalah kemampuan pemecahan masalah dan pemanfaatan teknologi. Namun bahan ajar di sekolah masih menggunakan buku paket dan LKS, yang menyebabkan tidak tersedianya bahan ajar yang dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan efektivitas bahan ajar flipbook berbasis model pembelajaran problem based learning (PBL) dalam materi komponen ekosistem dan interaksinya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE. Hasil validasi ahli materi dan media bahan ajar flipbook berbasis PBL dinyatakan sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Begitupun hasil respon guru dan siswa yang sangat setuju menggunakan bahan ajar flipbook berbasis PBL dalam pembelajaran. Hasil lembar observasi menunjukkan bahwa peneliti sudah menerapkan model pembelajaran PBL sesuai dengan tahapan yang telah disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar flipbook berbasis PBL sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran dan dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah siswa

    Efektifitas Penggunaan VR dan AR untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mahasiswa Pertanian Universitas Islam Kebangsaan Indonesia

    Full text link
    Penggunaan media ajar VR (Virtual Reality) dan AR (Augmented Reality) merupakan salah satu perpaduan media ajar dan model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan bahan ajar berbasis VR dan AR dalam meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar, serta respon mahasiswa pertanian pada materi biologi tumbuhan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-postest design. Subjek penelitian adalah 66 mahasiswa pertanian, dengan seluruh mahasiswa mendapatkan perlakuan. Parameter yang diukur adalah hasil belajar, motivasi belajar, respon peserta mahasiswa, serta hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar. Data hasil belajar dianalisis dengan statistik parametrik yaitu Paired Sample Test, tingkat motivasi belajar dan respon mahasiswa dianalisis menggunakan pedoman skor motivasi dan respon. Hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar dilihat melalui analisis korelasi dan regresi. Uji beda dua rata-rata pretes dan post test thit (32,24) ttab (1,997), Uji beda dua rata-rata pretes dan N-gain thit (17,43) ttab (1,997). Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara pretes dan posttest mahasiswa, serta antara pretes dan N-gain terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan. Koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dan hasil belajar. Penerapan bahan ajar berbasis VR dan AR pada materi biologi tumbuhan dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar, motivasi belajar memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar, serta mendapatkan respon yang baik dari mahasiswa

    Pembuatan Insektisida Nabati dengan Mat Elektrik Biji Buah Jarak sebagai Pengusir Nyamuk (Aedes Aegypti)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembuatan insektisida nabati dengan mat elektrik biji buah jarak sebagai pengusir nyamuk (Aedes aegypti). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan penelitian dipakai dengan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 2 kali pengulangan, percobaan dilakukan dengan menggunakan 1 tumbuhan sebagai eksperimen dengan 2 konsentrasi yaitu 30% dan 60%. Tanaman yang digunakan yaitu biji buah jarak (Jathropa curcas L.). Dari hasil pengamatan yang diperoleh terdapat perbedaan potensi mat elektrik biji buah jarak terhadap mortalitas Aedes egypti. Kematian Aedes aegypti dipengaruhi oleh konsentrasi ekstrak. Diantara konsentrasi 30% dan 60%, potensi mortalitas tertinggi yaitu konsentrasi 60%, dengan persentase 100 persen. Sedangkan mortalitas terendah terdapat pada kosentrasi mat biji jarak yang 30% dengan persen mortalitas 80 persen. Besar konsentrasi mempengaruhi daya usir setiap mat, pada konsentrasi 30% nyamuk yang berpindah lebih sedikit dari konsentrasi 60% dengan selisih 1 ekor saja sehingga persentasenya berbanding 30%

    Application Syzygium cumini Leaves as Natural Dyes on Cotton Fabric

    Full text link
    oai:jurnal.usk.ac.id:article/43466Color makes everything more attractive, especially in clothes. Natural dye has an important role in the commercial dyeing batik industry and makes it has ethnic value, exclusive, and expensive. Syzygium cumini leaf is a natural resource that could be developed as a natural dye. This research seeks the potency of S. cumini leaf extract as an alternative batik dye that is more eco-friendly. Dyeing was carried out with the optimized dye extract on fixation with mordants. S. cumini leaf-dyed cotton fabrics were fixated by alum (KAl(SO4)2.I2H2O), slaked lime (Ca(OH)2), and ferrous sulphate (FeSO4). Dyed samples were identified by Red Green Blue (RGB) Color Chart Reader. The results showed color differences of the cotton fabrics in different mordant types during fixation. The unfixated cotton fabrics colored khaki (#F0E68C), gold (#FFD700) of alum-fixated, golden rod (#DAA520) of slaked lime-fixated, and darkslategray (#2F4F4F) of ferrous sulphate-fixated. Fastness properties for washing and light of S. cumini leaf have a good to excellent (4-5) fade endurance. The extract of S. cumini leaves has the potential for batik primary dye and needs to be introduced to society

    Penerapan Pembelajaran Guided Inquiry Berbasis Mini Riset untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Proses Sains

    Full text link
    Dalam pembelajaran abad ke-21, keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan proses ilmiah sangat penting bagi siswa. Namun, pengamatan lapangan mengungkapkan bahwa peningkatan keterampilan ini masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing berdasarkan penelitian mini terhadap peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah (PSS) dan Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel dipilih secara purposive, yang terdiri dari 70 siswa sebagai kelas eksperimen. Instrumen pengumpulan data meliputi tes esai, penilaian kinerja, kuesioner, dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank sebagai pendekatan non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata keterampilan pemecahan masalah siswa adalah 84,30% (dikategorikan sangat baik), sedangkan skor rata-rata keterampilan proses ilmiah mereka adalah 80,90% (juga dikategorikan sangat baik), dengan skor peningkatan 0,68 (kategori sedang). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis mini research secara efektif memfasilitasi siswa dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan proses ilmiah mereka

    Keanekaragaman dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur

    Full text link
    Fitoplankton merupakan organisme autotrof yang hidup di dalam perairan. Siklus hidupnya yang pendek memungkinkan Fitoplankton digunakan sebagai bioindikator lingkungan. Oleh karena dengan sifat tersebut Fitoplankton dapat digunakan untuk mengetahui keadaan ekosistem teluk Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling untuk menyesuaikan tempat pengambilan sampel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Fitoplankton teluk Kupang memiliki kelimpahan fitoplankton berkisar antara 76,19 sel/m3, 52,38 dan 85,71 yang tergolong rendah. Nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang yaitu 2,27; 1,72 dan 1,52 yang menunjukkan keanekaragaman sedang. Nilai keanekaragaman yang sedang menunjukkan perairan pada teluk Kupang sedikit terganggu ekosistemnya. Nilai indeks dominansi 0,12; 0,19 dan 0,29 yang menunjukkan dominansi rendah dan nilai indeks kemerataan 0,86; 0,65 dan 0,58 yang artinya kemerataannya tinggi sampai sedang

    206

    full texts

    219

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇