Jurnal Manajemen & Agribisnis
Not a member yet
    508 research outputs found

    RANTAI NILAI PADA INDUSTRI SUSU STUDI KASUS PT CISARUA MOUNTAIN DAIRY (CIMORY)

    Get PDF
    ABSTRACTThe purpose of this study were to 1) map the value chain of Cimory, 2) analyze value chain governance in Cimory, 3) identify the barriers in Cimory value chain, 4) analyze the production efficiency in Cimory suppliers, and 5) identify the best strategy to upgrade the Cimory’s value chain so it can minimize any hindrance. This research used descriptive method that used value chain analysis, value chain governance analysis, barrier of production efficiency identification, and upgrading strategy. Based on value chain analysis, there are six actors in the whole Cimory value chain: KUD Giri Tani and KUD Cipanas as the dairy suppliers, Kiva Citra as the sugar supplier, Inopec as the bottle supplier, Cimory itself, Macrosentra Niagaboga as the main distributor, Cimory resto, Giant, Indomaret, Alfamart, Home Delivery, and Cimory agent. The relationship between Cimory and the main supplier is captive, between Cimory and secondary supplier is modular, and between Cimory and the distributor is more likely modular. The results of barriers identification showed that almost all barriers came from the main suppliers. The results from the production efficiency showed that only the working hour that didn’t have any positive effect for production. The prioritized strategy that needs to be done based on the upgrading analysis is improving the quality of fresh milk supplied to Cimory.Keywords: cimory, production efficiency, upgrading strategy, value chain, value chain analysis ABSTRAKPenelitian ini bertujuan 1) memetakan rantai nilai dari Cimory, 2) analisis pengelolaan rantai nilai dari Cimory, 3) mengidentifikasi berbagai hambatan pada rantai nilai Cimory, 4) analisis efisiensi produksi dari supplier Cimory, dan 5) identifikasi strategi yang tepat untuk meminimalisir hambatan yang dialami oleh Cimory. Penelitian ini bersifat penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis rantai nilai, analisis pengelolaan rantai nilai, identifikasi hambatan, efisiensi produksi, dan strategi pengembangan. Hasil analisis rantai nilai terdapat enam aktor dalam rantai nilai Cimory secara keseluruhan: KUD Giri Tani dan KUD Cipanas sebagai pemasok susu segar, Kiva Citra sebagai pemasok gula, Inopec sebagai pemasok botol, Cimory, Macrosentra Niagaboga sebagai distributor utama, resto Cimory, Giant, Indomaret, Alfamart, Layanan pesan antar dan agen Cimory. Hubungan diantara Cimory dan pemasok utama bersifat captive, Cimory dan pemasok sekunder bersifat modular, dan hubungan dengan distributor lebih bersifat modular. Hasil dari identifikasi hambatan menunjukkan bahwa hampir semua hambatan berasal dari pemasok utama. Hasil dari efisiensi produksi menunjukkan hanya jam kerja yang tidak memiliki efek positif terhadap tingkat produktivitas. Strategi prioritas yang perlu dilakukan untuk melakukan peningkatan ialah dengan cara meningkatkan kualitas dari susu segar yang dipasok ke Cimory.Kata kunci: cimory, efisiensi produksi, strategi pengembangan, rantai nilai, analisis rantai nila

    PENGEMBANGAN STRATEGIC BUSINESS UNIT PERHUTANI UNIT III JAWA BARAT DAN BANTEN

    Get PDF
    ABSTRACTThis study aimed to 1) analyze the innovation and competitiveness ability of Strategic Business Unit (SBU) in the KBM (independent business unit) industri and 2) formulate alternative policies that can enhance company innovation and competitiveness. The study was conducted at KBM Industri and SBU within the KBM industri. The information and data was obtained through interviews and distributing questionnaires to 10 respondents. Respondents were chosen based on their expertise and or experience. Data processing techniques used the SWOT analysis and Analytic Hierarchy Process (AHP). Results of this study shows that KBM Industri Unit III have the power and the opportunity to expand, increase growth, and achieve maximum progress by improving the quality, developing new products, improving processes and increasing access to wider market. The potential innovation can also be seen from the process-product innovation, knowledge-skills innovation and method-system innovation. In the KBM Industri Unit III, those potential covers the raw materials, process equipment and products. The improvement of company\u27s innovation was influenced by the main factor organization with the value 0,436 and the most influential factors of marketing with a value 0,398, while the ultimate goal is the improvement of the process with the value 0,756. The improvement of the company\u27s innovation strategy is through strategy priority, namely cooperation with other /external parties weighted by 0,703 and optimizing own capabilities of the research or conducting institutions development research weighted by 0,297.Keywords: SBU, KBM Industri, Innovation, AHP, SWOTABSTRAKPenelitian ini bertujuan 1) menganalisis kemampuan inovasi dan daya saing Strategic Business Unit (SBU) di Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Industri dan 2) merumuskan kebijakan alternatif yang dapat meningkatkan inovasi dan daya saing perusahaan. Penelitian  dilakukan pada KBM Industri  dan SBU yang ada didalam  KBM Industri. Informasi dan data didapat melalui wawancara dan penyebaran  kuesioner kepada responden dengan  jumlah  sebanyak 10 orang. Responden yang diambil bersangkutan dengan topik  penelitian ini dan mempunyai keahlian dan atau pengalaman pada bidang yang dikaji. Teknik pengolahan data menggunakan analisis SWOT dan analytic hierarchy process. Kesimpulan penelitian ini adalah KBM Industri Unit III memiliki kekuatan dan peluang untuk melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal dengan meningkatkan kualitas, mengembangkan produk baru, memperbaiki proses dan meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas. Potensi inovasi perusahaan juga dapat dilihat dari inovasi proses-produk, inovasi pengetahuan-ketrampilan dan inovasi metode-sistem. Pada KBM Industri Unit III potensi tersebut meliputi potensi bahan baku, peralatan proses dan produk Peningkatan inovasi perusahaan dipengaruhi oleh faktor utama organisasi dengan nilai 0,436 dan aktor yang paling berpengaruh adalah sumber daya manusia dengan nilai 0,398. Tujuan utamanya adalah perbaikan proses dengan nilai 0,756. Peningkatan inovasi perusahaan dapat dicapai melalui prioritas strategi, yaitu kerja sama dengan pihak lain/ekternal dengan bobot 0,703 dan mengoptimalkan penelitian dan pengembangan atau membuat penelitian dan pengembangan yang berdekatan dengan SBU dengan bobot 0,297.  Kata kunci: SBU, KBM Industri, Inovasi, AHP, SWO

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI GULA PTPN VII (PERSERO)

    Get PDF
    ABSTRACTThis study aimed to analyze the influence of the level of sugar cane yield, labor, production process period, and supporting materials on the production of PTPN VII (Persero) PG. Cinta Manis, as well as analyzing the elasticity of production and business scale  of PTPN VII (Persero) PG. Cinta Manis. The method used to analyze the data were quantitative analysis of Cobb Douglas production function with ordinary least square method to observe variable influences of PG. Cinta Manis sugar production. Cobb Douglas estimation results indicate that the level of sugar cane yield, labor, production process period, and supporting materials affect sugar production in PTPN VII (Persero) PG. Cinta Manis. Production elasticity of each production factor shows that the use of production factors is not yet optimal, while the production scale of the company is Increasing Return to Scale (IRTS) in which the proportion of additional input will produce output with the larger proportion. Accordingly, company should utilize the factors of production optimally, improve the quality of human resources with various activities to improve skills, increase the productivity of land by having land intensification, and optimize milling period by improving the quality of machine.Keywords: PG. Cinta Manis, increasing return to scale, Cobb Douglas function, PTPN VIIABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat rendemen, tenaga kerja, bahan pembantu dan lama lama giling terhadap produksi gula PTPN VII (Persero) PG. Cinta Manis, sekaligus menganalisis elastisitas produksi dan skala usaha PTPN VII (Persero) PG. Cinta Manis. Metode analisis data yang digunakan adalah  analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif pada penelitian ini menggunakan fungsi produksi cobb douglas dengan metode ordinary least square untuk melihat pengaruh variabel-variabel yang telah ditentukan terhadap produksi gula PG. Cinta Manis. Hasil estimasi cobb douglas menunjukkan  bahwa tingkat rendemen, tenaga kerja, jumlah penggunaan bahan pembantu, dan lama giling berpengaruh terhadap produksi gula PTPN VII (persero) PG. Cinta Manis. Elastisitas produksi dari masing-masing faktor produksi menunjukkan penggunaan faktor-faktor produksi belum optimal. Skala usaha dari perusahaan yang berada pada daerah increasing return to scale dimana proporsi penambahan input akan menghasilkan penambahan output dengan proporsi yang lebih besar. Sehubungan dengan itu, perusahaan perlu pemanfaatan faktor-faktor produksi secara optimal, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga diperlukan dengan berbagai kegiatan peningkatan skill, meningkatkan produktifitas lahan dengan intensifikasi lahan, dan mengoptimalkan lama giling dengan meningkatkan kualitas mesin.Kata kunci: PG. Cinta Manis, increasing return to scale, fungsi cobb douglas, PTPN VI

    RANTAI NILAI PRODUKSI MINYAK SAWIT BERKELANJUTAN

    Get PDF
    ABSTRACTThe purposes of this study were (1) define problems and solutions of the palm oil production value chain, (2) identify the beneficial sustainable programs of the oil palm production, and (3)  formulate sustainable programs in order to increase green quality and green productivity of the oil palm production. The sample was purposely selected by conducting interviews with estate managers, mill managers, and extension workers of PT Hindoli, chairs of the farmers group and chairs of the cooperative board. The collected data were analyzed using analytical hierarchy process. Research results indicated that PT Hindoli’s oil palm production value chain was started from seed suppliers or seed producers, fertilizer suppliers, agriculture tool and machine suppliers, company plantation (nucleus), plasma farmers, mills, exporters, distributors, to retailers. The criteria recommended strategies recommended to implement a sustainable green palm oil production were (1) the production of green ‘nucleus’ FFB, (2) the production of green ‘plasma’ FFB, and (3) the production of green CPO. Keywords: oil palm, value chain, PT Hindoli, sustainable oil palm, plasma farmersABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah (1) mendefinisikan masalah dan solusi dari rantai nilai produksi kelapa sawit, (2) mengidentifikasi program-program yang berkelanjutan menguntungkan dari produksi minyak kelapa sawit, dan (3) merumuskan program-program yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas dan produktivitas produksi minyak sawit ramah lingkungan. Sampel dipilih secara sengaja yaitu dengan melakukan wawancara dengan manager estate dan manager pabrik, serta penyuluh di PT Hindoli, ketua kelompok tani, dan ketua pengurus koperasi. Data dianalisis menggunakan analytical hierarchy process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi kelapa sawit rantai nilai dari PT Hindoli dimulai dari pemasok benih atau produsen benih, pemasok pupuk, alat pertanian dan mesin, perusahaan perkebunan (inti), petani plasma, pabrik, eksportir, distributor, ke pengecer. Kriteria strategi yang direkomendasikan untuk implementasi produksi kelapa sawit ramah lingkungan yang berkelanjutan adalah (1) produksi TBS ‘inti’ ramah lingkungan, (2) produksi TBS \u27plasma\u27 ramah lingkungan, dan (3) produksi CPO ramah lingkungan.Kata kunci: minyak sawit, rantai nilai, PT Hindoli, minyak sawit berkelanjutan, petani plasm

    STRATEGI PERCEPATAN TRANSFORMASI KELEMBAGAAN GAPOKTAN DAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO AGRIBISNIS DALAM MEMPERKUAT EKONOMI DI PERDESAAN

    Get PDF
    ABSTRACTThe objective of this paper was to formulate institutional transformation strategies for rural economic institutions gapoktan and LKM-A (Micro Finance Institution-Agribusiness) in order to support agribusiness development in the rural areas. The method used is the institutional case study approach on gapoktan and LKM-A in Bojonegoro and Lumajang regencies. The performance of gapoktan and LKM-A’s lending and saving businesses in Bojonegoro and Lumajang regencies indicates a moderate level but open to opportunity on positive and higher trend if there are efforts to transform and improve toward progressive institutions. The performance of gapoktan and LKM-A in creating and assisting businesses in Bojonegoro and Lumajang was indicated at mid-level, but the chance to improve the performance were there if there is an attempt to transform and improve the institutions. Better gapoktan and LKM-A performance could be characterized by the support of complete organizational structure of these institutions along with strong role of each part enabling effective coordination system, the well development of the direct cash support of PUAP, and with the diversity of productive economic activities. The strategies to transform gapoktan and LKM-A institutions could be implemented through: 1) the addition of new structures following the integrated agribusiness system with the reliable support from LKM-A; 2) the focused expansion and/or the strengthening of clear economic objectives to be achieved; 3) the development of horizontal solid bond on economic activities; 4) the addition of new and familiar economic activities to the existing ones. The gapoktan institution is projected to have legal support as farmers-owned business entity, while the LKM-A could be transformed into cooperative institutions, such as lending and saving cooperative or various businesses cooperatives. Keywords: microfinance, gapoktan, LKM-A, rural areas, transformABSTRAKTujuan makalah ini adalah merumuskan strategi transformasi kelembagaan gapoktan dan Lembaga Keuangan Mikro-Agribisnis (LKM-A) mendukung pengembangan agribsinis di perdesaan.  Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus melalui kajian kelembagaan gapoktan dan LKMA di Kabupaten Bojonegoro dan Lumajang. Kelembagaan gapoktan dan unit usaha simpan pinjam/LKM-A di Kabupaten Bojonegoro dan Lumajang menunjukkan kinerja pada level moderat dan berpeluang untuk berkembang jika ditranformasikan ke arah kelembagaan yang lebih maju. Kinerja Gapoktan dan LKM-A dalam menciptakan dan membantu usaha-usaha di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lumajang terindikasi pada level menengah namun ada kesempatan untuk membaik bila ada usaha untuk transformasi dan memperbaiki institusi tersebut. Kinerja kelembagaan gapoktan dan LKM-A yang baik ditunjukkan oleh terbangunnya struktur organisasi gapoktan dan LKM-A secara cukup lengkap, peran masing-masing bagian telah dimainkan dengan baik, sistem koordinasi berjalan cukup efektif, berkembangnya dana BLM PUAP, dan makin beragamnya kegiatan usaha ekonomi produktif. Strategi transformasi kelembagaan gapoktan dan LKM-A dapat dilakukan dengan: 1) penambahan struktur baru, mengikuti sistem dan usaha agribisnis terpadu yang didukung oleh kelembagaan LKM-A yang handal; 2) perluasan dan atau pendalaman tujuan yang ingin dicapai kelembagan gapoktan dan LKM-A; 3) pembentukan ikatan-ikatan horisontal secara lebih kuat; 4) penambahan dan pendalaman aktivitas ekonomi baru pada aktivitas yang telah ada. Perlu dilakukan transformasi kelembagaan gapoktan menjadi kelembagaan yang berbadan hukum dengan akta notaris seperti badan usaha milik petani.  Sementara itu, LKM-A dapat ditransformasikan menjadi koperasi simpan pinjam atau koperasi serba usaha. Kata kunci: keuangan mikro, gapoktan, LKM-A, ekonomi perdesaan, transformas

    DAYA SAING DAN MODEL PEMASARAN SENTRA INDUSTRI USAHA KERAJINAN SANGKAR BURUNG PERKUTUT

    Get PDF
    ABSTRACTThe objectives of this study were 1) analyzing the competitiveness, 2) analyzing the market size, 3) analyzing marketing strategies’ priorities and alternatives to improve the competitiveness of industry center of dove cage in Dawuhan Mangli Village, Jember Regency. The method used in this study was descriptive analysis. The analysis tools used in this study were Porter’s Diamond Theory, BCG (Boston Consulting Group), SWOT and AHP (Analytical Hierarchy Process). Competitiveness analysis using diamond theory of Porter showed that industry center of dove cage handicraft in Dawuhan Mangli Village, Jember Regency is still weak. There are 9 components that have weaknesses while other 7 components have strengths. Market growth rate and relative market share formulated on BCG diagram are in the position of Question Marks, which means that the business has the opportunity to grow and expand but needs sufficient cash flow in order to increase its relative market. Based on SWOT and AHP analysis were obtained 7 marketing strategies with their priorities scales including: strengthening the capital, PSBP group formation, education and training, warehouse and workshop building, institutional formation of marketing and raw materials, increasing promotion, improving the quality and diversification of products. To enhance the industrial competitiveness of dove cage industry, development activities through strengthening the marketing and raw materials institution should be done.Keywords: competitiveness, marketing strategy, dove cage ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis daya saing, 2) menganalisis market size, 3) merumuskan prioritas strategi pemasaran untuk sentra industri usaha kerajinan sangkar burung perkutut di Desa Dawuhan Mangli, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Analisis yang digunakan adalah Porter’s Diamond Theory, analisis BCG (Boston Consulting Group), SWOT, dan AHP (Analytical Hierarchy Process). Analisis daya saing menggunakan teori berlian dari porter menunjukkan daya saing sentra industri kerajinan sangkar burung perkutut Desa Dawuhan Mangli Kabupaten Jember masih lemah. Terdapat sembilan komponen yang memiliki kelemahan, sedangkan tujuh komponen memiliki kelebihan. Tingkat pertumbuhan pasar dan bagian pasar relatifnya yang di formulasikan pada diagram BCG berada pada posisi Question Marks artinya bisnis ini memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang tetapi diperlukan aliran kas yang cukup agar dapat meningkatkan pasar relatifnya. Hasil analisis SWOT dan AHP didapatkan tujuh strategi pemasaran dengan skala prioritasnya antara lain: memperkuat permodalan, pembentukan kelompok PSBP, pendidikan dan pelatihan, pembuatan gudang dan workshop, pembentukan kelembagaan pemasaran dan bahan baku, meningkatkan promosi, meningkatkan kualitas dan diversifikasi produk. Dalam meningkatkan daya saing  industri usaha kerajinan sangkar burung perkutut dibutuhkan pengembangan aktivitas melalui penguatan pengembangan kelembagaan pemasaran dan bahan baku. Kata kunci: daya saing, strategi pemasaran, sangkar burung perkutut, Jembe

    STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOMODITAS PADI DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN JEMBER

    Get PDF
    ABSTRACTThe purpose of this study were to: 1) analyze the strengths, weaknesses, opportunities and threats to develop paddy commodities in an effort to improve food security; 2) analyze alternative formulation of appropriate strategies for the development of paddy in an effort to improve food security; 3) determine the strategic priorities that should be selected for paddy development in an effort to improve food security; 4) provide policy recommendations for central/local government to improve food security. SWOT analysis was used to determine the alternative strategies that can be implemented by the government. QSPM analysis was used to determine the choice of strategy in developing paddy agribusiness priorities in Jember. Descriptive method was used to describe a case study at the Department of Agriculture Jember with 35 people as samples. Motivation of farmers was the main strength of the Jember government. The main weakness that should be corrected was the weak financial condition. The main opportunities were the increase in rice demand, while the main threat was the paddy pest attack. Alternative strategies that could be undertaken by the government include: 1) Intensification of rice farming, 2) Synergy between farmers, industries and government, 3) Strengthening the local food policies that favor the farmers, 4) Revitalization of facilities and infrastructure, 5) product differentiation. The strategy which became the top priority in this study was rice farming intensification strategy.Keywords: food security, Jember, QSPM, rice, SWOTABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk mengembangan komoditas padi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan; 2) melakukan analisis rumusan alternatif strategi yang tepat untuk pengembangan komoditas padi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan; 3) menentukan prioritas strategi yang seharusnya dipilih untuk pengembangan komoditas padi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan; 4) memberikan rekomendasi kebijakan yang harus dilakukan pemerintah pusat/ daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan. Analisis SWOT digunakan untuk menentukan alternatif strategi yang dapat dilakukan pemerintah. Analisis QSPM berfungsi menentukan pilihan strategi prioritas dalam mengembangkan agribisnis padi di Kabupaten Jember. Metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan studi kasus pada Dinas Pertanian Kabupaten Jember dengan sampel responden sebanyak 35 orang. Motivasi petani merupakan kekuatan utama yang dimiliki oleh pemerintah Kabupaten Jember. Kelemahan utama yang harus diperbaiki adalah kondisi finansial yang lemah. Peluang utama yang dimiliki adalah peningkatan permintaan beras dan ancaman utamanya berupa serangan organisme pengganggu tanaman. Alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah diantaranya: 1) Intensifikasi usahatani padi, 2) Sinergi antara petani, pengusaha dan pemerintah, 3) Penguatan kebijakan pangan daerah yang berpihak kepada petani, 4) Revitalisasi sarana dan prasarana, 5) Diferensiasi produk. Strategi yang menjadi prioritas utama dalam penelitian ini adalah strategi intensifikasi usaha tani padi.Kata kunci: ketahanan pangan, Jember, SWOT, padi, QSP

    FORMULASI STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI DOMBA CV MITRA TANI FARM, CIAMPEA, BOGOR

    Get PDF
    ABSTRACTThis research was conducted to formulate to increase the sheep production at CV Mitra Tani Farm (CV MT Farm), Ciampea, Bogor. The research was conducted using descriptive analysis by analyzing the problem experienced by CV. MitraTani Farm. Primary data and secondary data were gathered at this research. The research was also conducted using several analytical methods such as value chain mapping, internal factor evaluation (IFE) and external factor evaluation (EFE) matrix, SWOT and quantitative strategic planning matrix (QSPM). Based on the value chain analysis, the current production of sheep at CV MT farm is highly depending on the supply from its partners and internal farmers. According to the IFE and EFE results, the differences of each weighted values were respectively 2,120 and 0,686 so the position of the company in the SWOT matrix was situated at Quadrant I. Therefore the company needs to use a growth strategy. The QSPM sequenced the strategy priority as follow (1) increasing the number of lambs, (2) developing the management, (3) strengthening the capital and ownership, (4) improving the quality through technology. The result of the gross profit margin calculation, if the sheep‘s selling is increased up to 1000 sheep per month then the possible annual profit that can be earned by CV MT farm is 40,34% of the total production.Keywords: MT Farm, sheep production, strategies, SWOT, QSPM, gross profit marginABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk memformulasikan strategi peningkatan produksi domba di CV Mitra Tani Farm (CV MT Farm), Ciampea, Bogor. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah analisis deskriptif yang dilakukan dengan mempelajari permasalahan dari objek yang diteliti. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian dilakukan menggunakan alat analisis berupa pemetaan rantai nilai,  matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (External Factor Evaluation), SWOT, dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil analisis rantai nilai diketahui bahwa produksi domba di CV MT farm saat ini sangat tergantung dari pasokan mitra dan petani internal. Hasil IFE dan EFE diperoleh selisih nilai tertimbang masing-masing sebesar 2,120 dan 0,686 maka diperoleh posisi perusahaan dalam matrik SWOT berada pada kuadran I. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk menggunakan strategi pertumbuhan. Urutan prioritas strategi berdasarkan QSPM adalah (1) meningkatkan jumlah bakalan, (2) pengembangan manajemen, (3) memperkuat modal dan kepemilikan, (4) meningkatkan kualitas melalui teknologi. Hasil perhitungan gross profit margin diketahui keuntungan yang diperoleh CV MT farm setiap tahunnya jika meningkatkan penjualan domba mencapai 1000 ekor/bulan adalah sebesar 40,34% dari total produksi. Kata kunci: MT Farm, produksi domba, strategi, SWOT, QSPM, gross profit margi

    KEPUASAN PETERNAK MITRA TERHADAP KEMITRAAN MODEL CONTRACT FARMING USAHA TERNAK BROILER DI PROVINSI JAWA BARAT DAN BANTEN

    Get PDF
    ABSTRACTThe purposes of this study were (1) to analyze the factors that influence partner breeders’ satisfaction, (2) to analyze partner breeders’ satisfaction level and (3) to formulate managerial implications to improve partner breeders’ satisfaction toward the quality of products and services. The analytic tools used were internal gap analysis, external gap analysis, customer satisfaction index, expectation-performance analysis, and modified expectation-performance analysis. The results showed that (a) products’ quality had more influence than service s’ quality, (b) partner breeders were less satisfied with a CSI of 48%, (c) there was a different satisfaction index among the studied strata, where partner breeders, who had followed the earlier partnership, had a better satisfaction index (49%) compared with new ones (47%). The managerial implications to improve the partner breeders’ satisfaction level were related to the schemes on the partnership contract, day old chick, fodder, animals’ medicine, and on-time payment. Keywords: satisfaction, contract farming, broiler, product quality, service qualityABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan para peternak mitra, (2) menganalisis tingkat kepuasan para peternak mitra, dan (3) merumuskan implikasi manajerial untuk meningkatkan kepuasan para peternak mitra terhadap kualitas produk dan pelayanan. Desain penelitian menggunakan  pendekatan deskriptif melalui focus group discussion dan kuesioner terstruktur. Alat analisis yang digunakan adalah internal gap analysis, external gap analysis, customer satisfaction index, expectation-performance analysis, dan modified expectation-performance analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) kualitas produk memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan kualitas pelayanan. (b) peternak mitra kurang puas dengan indeks kepuasan konsumen sebesar 48%. (c) terdapat perbedaan indeks kepuasan antar strata yang diteliti, antara peternak mitra yang telah lama mengikuti kerja sama kemitraan dengan SBU Kemitraan Region Jawa Barat memiliki indeks kepuasan yang lebih baik (49%) dibandingkan dengan peternak mitra yang baru mengikuti kerja sama kemitraan (47%). Implikasi manajerial untuk meningkatkan kepuasan mitra sangat terkait dengan skema kontrak kemitraan, day old chick, pakan, obat-obatan, dan pembayaran yang tepat waktu.Kata kunci: kepuasan, contract farming, broiler, kualitas produk,  kualitas pelayana

    STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI AGROINDUSTRI PEMBENIHAN LELE DI BOGOR

    Get PDF
    ABSTRACTThe study aimed to 1) identify internal and external factors that influence the strategy to increase the production of  catfish hatchery agro-industry,  2) identify and determine the factors, actors, goals and the alternative strategy to increase the production capacity of catfish hatchery agro-industry, 3) determine strategy priority in increasing the production capacity and operational sustainability of catfish hatchery agro-industry.  Methods of analytical hierarchy process and focus group discussions were used in the data analysis. The result showed that capital and main actors are the main factors that determine the production increase of catfish hatchery agro industry in Bogor. The main purpose of the increase in hatchery production of catfish in Bogor agro-industry is to create more job opportunities and the main strategy for catfish hatchery production is the human resources training.Keywords: AHP, agroindustry catfish, catfish hatchery, focus  group discussions/FGDABSTRAKTujuan dari  penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi  faktor-faktor internal dan  eksternal yang memengaruhi strategi peningkatan kapasitas produksi agroindustri pembenihan lele di Bogor, 2) mengidentifikasi dan menetapkan elemen-elemen, seperti  faktor/kriteria, aktor, tujuan, dan alternatif strategi yang memengaruhi dalam peningkatan kapasitas produksi usaha pembenihan lele, dan 3) merumuskan prioritas strategi bisnis dalam peningkatan kapasitas produksi agroindustri pembenihan lele dan kelangsungan operasionalnya. Metode analisis data menggunakan analytical hierarchy process dan focus group discussions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menentukan peningkatan produksi agroindustri pembenihan lele di Bogor adalah modal dan pelaku utama dalam pembenihan peternak lele. Tujuan utama dari peningkatan pembenihan agroindustri produksi lele di Bogor adalah menciptakan lapangan kerja. Sementara itu, strategi utama untuk memproduksi pembenihan ikan lele yaitu dengan pelatihan terhadap sumber daya manusia.Kata kunci: AHP, agroindustri lele, pembenihan lele, focus  group discussions/FG

    402

    full texts

    508

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Manajemen & Agribisnis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇