Jurnal Manajemen & Agribisnis
Not a member yet
508 research outputs found
Sort by
SUSTAINABLE CULINARY TOURISM IN PUNCAK, BOGOR
ABSTRACTThis research analyzed the sustainability of culinary tourism in Puncak, comprising the strategic issues review, and comparing its sustainability aspects to the existing culinary enterprises. This study employed a qualitative-descriptive analysis method in three cases: a large-scale Cimory Restaurant, a medium-scale restaurant/café Melrimba Garden, and small-scaled street hawkers in At-Ta\u27awun rest area. In general, the value chain was categorized into five major band based on their function: Food Service Business; Suppliers (local community, traders, cooperatives); End user (tourists and customers); Governance (government, areal coordinator, Kompepar); and Intermediaries (distributors, tour agents). There were at least five strategic issues that emerged in the tourism development in Puncak area: 1) land function conversion. 2) Economic and social impact of tourism to the local community; 3) Participation of locals in tourism activity; 4) Traffic and infrastructure, and 5) Waste management. The three restaurant operators were compared in term of sustainability criteria, based on their customers’ preferences, and three aspects of sustainability: economic, environment, and social. It was found that Cimory scored the best in sustainability performance and followed by Melrimba. The street hawkers, with several note, scored as third in the sustainability performance.Keywords: culinary tourism, ecotourism, puncak, value chain, sustainable tourismABSTRAKPenelitian bertujuan menganalisis keberlanjutan pariwisata kuliner di Puncak, meliputi kajian isu-isu strategis dalam pariwisata kuliner, dan perbandingan aspek keberlanjutan dari usaha kuliner yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif-kualitatif pada tiga kasus: restoran skala besar Cimory, rumah makan/kafe skala menengah Melrimba Garden, dan penjaja/pedagang asongan di area istirahat At-Ta’awun sebagai pengusaha kuliner skala kecil. Secara umum, rantai nilai dikategorikan menjadi lima kelompok utama berdasarkan fungsinya: penyedia layanan makanan; pemasok (masyarakat lokal, pedagang, dan koperasi); konsumen akhir (turis dan pelanggan); pemerintahan (pemerintah Kabupaten Bogor, areal koordinator, kompepar), dan perantara (distributor, agen tur). Setidaknya ada lima isu strategis yang terjadi dalam pengembangan pariwisata di daerah Puncak: 1) konversi fungsi lahan; 2) dampak ekonomi dan sosial, 3) partisipasi masyarakat lokal dalam kegiatan pariwisata; 4) lalu lintas dan infrastruktur di daerah Puncak, dan 5) pengelolaan sampah. Ketiga restoran memiliki kriteria keberlanjutan, hasil preferensi pelanggan, dan tiga aspek keberlanjutan (ekonomi, lingkungan, dan sosial). Cimory memiliki nilai yang terbaik dalam kinerja keberlanjutan dan diikuti oleh Melrimba. Pedagang kaki lima, dengan beberapa catatan, mencetak nilai sebagai peringkat terakhir dalam kinerja keberlanjutan.Kata kunci: wisata kuliner, ekowisata, puncak, rantai nilai, wisata berkelanjuta
STRATEGI KEBIJAKAN MUTU DAN STANDAR PRODUK EKSPOR DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING (STUDI KASUS PRODUK EKSPOR BIJI KAKAO)
ABSTRACTThis study aimed to 1) analyze the competitiveness of cocoa bean as an exported commodity which obligated to standardized quality control and 2) analyze the strategies to increase policies and strategies to enhance the standard and the quality of cocoa bean in order to have a better competitiveness. This study used RCA (Revealed Comparative Advantage) and AHP (Analytical Hierarchy Process) as the analytical methods. The resulted show that the highest average value of the cocoa beans RCAB is Indonesian-German trade. In series, the value of cocoa beans RCAB tend to be stable for all major export destinations except to India. Based on the AHP results, the recommendation to the government as well as to the quality and standard institution as a strategy to enhance exported cocoa beans’ quality and standard is by increasing the quality and quantity of infrastructures standard and quality.Keywords: competitiveness, cocoa beans, RCA, AHP, quality policy ABSTRAKPenelitian ini bertujuan 1) menganalisis daya saing biji kakao sebagai produk ekspor yang ditetapkan pengawasan mutunya secara wajib dan 2) menganalisis strategi kebijakan peningkatan standar dan mutu biji kakao dalam rangka peningkatan daya saing. Penelitian ini menggunakan RCA (Revealed Comparative Advantage) dan AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai metode analisis. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata RCA untuk biji kakao tertinggi adalah perdagangan Indonesia-Jerman. Secara series, nilai RCAB biji kakao cenderung stabil untuk semua negara tujuan ekspor utama kecuali ke India. Hasil AHP, rekomendasi yang dapat diajukan kepada pemerintah dan lembaga mutu dan standar sebagai strategi peningkatan mutu dan standar produk ekspor biji kakao adalah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur standar dan mutu.Kata kunci: daya saing, biji kakao, RCA, AHP, kebijakan mut
PERANCANGAN BALANCED SCORECARD UNTUK PENGEMBANGAN STRATEGI DI SEAMEO BIOTROP
ABSTRACTThe objectives of the research were 1) Outlining the vision, mission, and strategy of SEAMEO into strategic objectives in four perspectives of the Balanced Scorecard, 2) Determining KPIs, targets, strategic initiatives, and strategy map which can be implemented by Seameo Biotrop , 3) Designing a causal relationship of the strategic objectives through strategic map, and 4) Formulating managerial implications for Seameo Biotrop. The result showed that in the financial perspective four key indicators were identified, in the customer perspective five key indicators were identified, and both in the internal business process and the learning and growth perspective three key indicators were identified. In the financial perspective, amount of funding received from the Government shows the highest contribution to the institution\u27s performance, meanwhile in the customer perspective, number of regular/new research/program conducted in collaboration with academia, research and development organizations, and other related industries shows the highest contribution to institution\u27s performance. In the internal business process perspective, number of MOU signed and implemented shows the highest contribution to the institution’s performance, and in the growth and learning perspective, ratio of labor productivity shows the highest contribution to the institution\u27s performance. Keywords: seameo biotrop, balanced scorecard, KPIABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah 1) menguraikan visi, misi, dan strategi Seameo menjadi tujuan strategis dalam empat perspektif Balanced Scorecard, 2) menentukan KPI, target, inisiatif strategis, dan peta strategi yang dapat diterapkan oleh Seameo Biotrop, 3) merancang hubungan sebab akibat dari tujuan strategis melalui peta strategis, dan 4) merumuskan implikasi manajerial untuk Seameo Biotrop. Metode analisis data yang digunakan adalah Balanced Scorecard dan Key Performance Indicator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif keuangan terdapat empat indikator utama yang diidentifikasi, dalam perspektif pelanggan lima indikator utama diidentifikasi, dan baik dalam perspektif proses bisnis internal serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan masing-masing terdapat tiga indikator utama yang diidentifikasi. Dalam perspektif keuangan, jumlah dana yang diterima dari Pemerintah menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga, sedangkan pada perspektif pelanggan, jumlah penelitian/program reguler/baru yang dilakukan bekerja sama dengan organisasi akademisi, penelitian dan pengembangan, dan industri terkait lainnya menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga. Pada perspektif proses bisnis internal, MOU yang ditandatangani dan diimplementasikan menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga tersebut, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, rasio produktivitas tenaga kerja menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga.Kata kunci: seameo biotrop , balanced scorecard, KP
PRODUKSI DAN PEMASARAN KAKAO DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN, PROVINSI SUMATERA BARAT
ABSTRACTThe purposes of this study were to analyze the factors that affect the production of cocoa, identify the marketing channels of cocoa, analyze marketing margins received by marketing institutions, and determine the part of the price received by farmers. This study used a survey method to cocoa farmers and large traders (collectors). The analysis of production used Cobb-Douglas function while performance analysis was used to analyze the structure of behavioral marketing and market diversity. The results showed that factors affecting cocoa production in the district of Padang Pariaman and significantly influential as the input are labor, manure, chemical fertilizers, land area, number of crop yield and farmer’s education. The performance of cocoa marketing in Padang Pariaman District was not efficient, based on indicators of marketing margins, small parts of prices received by farmers and farmers markets not yet integrated with market traders in the district level. In the cocoa marketing activities in Padang Pariaman District, the largest margin was received by the village merchant marketing channel III. The amount of prices received by farmers can be determined from the marketing margin. If the part of the marketing margin is higher, the part of prices received by farmers will be smaller, as the case in marketing channels I and III. So the marketing channel II provides the most part of prices for the cocoa farmers in Padang Pariaman district. To increase the production and marketing of cocoa in Padang Pariaman District, several approaches could be implemented such as coaching, strengthening and empowering farmer groups that already exist.Keywords: cocoa, factors production, marketing channels, Padang PariamanABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi kakao, mengidentifikasi saluran pemasaran kakao, menganalisis margin pemasaran yang diterima lembaga pemasaran, dan menentukan besarnya bagian harga yang diterima petani. Penelitian ini menggunakan metode survey kepada petani kakao dan pedagang besar (pengepul). Analisis produksi menggunakan fungsi Cobb-Douglas dan analisis performent digunakan untuk menganalisis struktur pemasaran perilaku, dan keragaman pasar. Hasil penelitian menunjukkan Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kakao di Kabupaten Padang Pariaman dan berpengaruh secara nyata sebagai input adalah tenaga kerja, pupuk kandang, pupuk kimia, luas lahan, jumlah tanaman menghasilkan dan pendidikan petani. Kinerja pemasaran kakao di Kabupaten Padang Pariaman tidak efisien, hal ini berdasarkan indikator besarnya margin pemasaran, kecilnya bagian harga yang diterima petani dan belum terintegrasinya pasar ditingkat petani dengan pasar ditingkat pedagang kabupaten. Pada kegiatan pemasaran kakao di Kabupaten Padang Pariaman, margin terbesar diterima oleh pedagang nagari pada saluran pemasaran III. Bagian harga yang diterima petani dapat ditentukan dari margin pemasaran. Dimana semakin besar margin pemasaran maka bagian harga yang diterima petani akan semakin kecil, seperti yang terjadi pada saluran pemasaran I dan III. Sehingga saluran pemasaran II yang memberikan bagian harga tertinggi pada petani kakao di Kabupaten Padang Pariaman. Dalam meningkatkan produksi dan pemasaran kakao di Kabupaten Padang Pariaman dapat dilakukan dengan pembinaan, penguatan dan pemberdayaan kelompok tani yang sudah ada. Kata kunci: kakao, faktor produksi, saluran pemasaran, Padang Pariama
PENGARUH ETHNOSENTRISME TERHADAP SIKAP, PREFERENSI DAN PERILAKU PEMBELIAN BUAH LOKAL DAN IMPOR
ABSTRACTThe purpose of this research were to 1) analyze the effect of ethnocentrism towards income and educational level; 2) analyze the effect of ethnocentrism on consumers\u27 attitudes; 3) analyze the effect of ethnocentrism on purchasing behavior; 4) analyze the effect of ethnocentrism on consumers’ preferences; and 5) formulate marketing strategies of local fruits. The study used a survey approach with descriptive study design and cross sectional study. Data were collected through questionnaires with non probability sampling technique using convenience sampling technique. Consumer ethnocentrism was measured by the consumer ethnocentrism scale. Data were analyzed using structural equation modeling. The results of this study showed that 49,33% of respondents had medium ethnocentrism level. Ethnocentrism has a positive and significant relationship to preferences and buying behavior. Strategy recommendations were made based on the research findings. The fruits need to be segmented by the grade; higher price should be given to the fruit with good quality and attractive appearance, while fruits with lower quality should be given appropriate price.Keywords: ethnocentrism, attitude, preference, purchasing behavior, fruits, structural equation modeling (SEM)ABSTRAKTujuan daripenelitian ini adalah 1) menganalisis pengaruh hubungan ethnosentrisme terhadap pendapatan dan tingkat pendidikan, 2) menganalisis pengaruh etnosentrisme untuk sikap konsumen, 3) menganalisis pengaruh etnosentrisme untuk perilaku pembelian, 4) menganalisis pengaruh etnosentrisme untuk konsumen preferensi, dan 5) merumuskan strategi pemasaran buah-buahan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan survei dengan desain penelitian deskriptif dan cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dengan teknik nonprobability sampling technique menggunakan metode convenience sampling. Etnosentrisme konsumen diukur dengan consumer ethnocentrism scale. Data dianalisis dengan menggunakan structural equation modeling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden 49,33% memiliki tingkat ethnocentricm menengah. Etnosentrisme memiliki hubungan positif dan signifikan terhadapsikap, preferensi, dan perilaku pembelian. Rekomendasi strategi dibuat berdasarkan temuan pada hasil penelitian, yaitu perlu dilakukan pembagian grade buah-buahan, buah yang memiliki kualitas yang bagus dan tampilan yang menarik dihargai mahal dan buah yamg memiliki kualitas kurang bagus diberi harga yang sesuai. Kata kunci: etnosentrisme, preferensi, perilaku pembelian, buah-buahan, structural equation modeling (SEM
MANAJEMEN RANTAI PASOK KOMODITAS TELUR AYAM KAMPUNG
ABSTRACTThe studied aimed to formulate an integrated policy of supply chain management development of native chicken eggs. In detail, the research objectives were: 1) to describe the actors of supply chain of native chicken eggs, 2) to analyze the Institutions of supply chain management of native chicken eggs, and 3) to analyze the value chain of native chicken eggs. The data were obtained from interviewed with breeder of native chicken and group discussion with actors of supply chain in the province of West Java, East Java and South Kalimantan. Quantitative data were analyzed using analysis of R/C ratio, marketing margin system and value chain analysis, while qualitative information with a descriptive analysis was focus on institutions of supply chain management. The results showed that: 1) The eight main actors in supply chain of native chicken eggs commodity were: government, breeding industry, breeders, farmers groups, associations of farmers groups, traders at the centers of production, traders at the centers of consumption, and industrial of cake/bread; 2) most strategic institutional in the whole of supply chain of native chicken eggs was the institutionalization of distribution and marketing, and 3) cake/ bread industrial received the largest of value-added per unit of output, while the large traders in the center of production and consumption received the greatest value in the aggregate. The overall study of policy recommendations of `the development of agribusiness of native chicken eggs was the integration of all factors connected in supply chain.Keywords: institutional , agribusiness, value chain, eggs, economic sociaty ABSTRAKSecara umum penelitian ini bertujuan merumuskan kebijakan pengembangan manajemen rantai pasok komoditas telur ayam kampung secara terpadu. Secara rinci tujuan penelitian adalah 1) mendeskripsikan pelaku rantai pasok komoditas telur ayam kampung; 2) menganalisis kelembagaan manajemen rantai pasok komoditas telur ayam kampung; dan 3) menganalisis rantai nilai komoditas telur ayam kampung. Data yang digunakan bersumber dari hasil wawancara terstruktur dengan peternak ayam kampung petelur serta wawancara kelompok dengan para pelaku rantai pasok di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis R/C ratio, margin tata niaga dan analisis rantai nilai, sementara informasi kualitatif dengan analisis deskriptif dengan fokus pada kelembagaan manajemen rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat delapan pelaku utama rantai pasok komoditas telur ayam kampung, yaitu pemerintah, industri perbibitan, peternak, kelompok peternak, asosiasi peternak, pedagang di sentra produksi, pedagang di sentra konsumsi, dan industri kue/roti; 2) kelembagaan yang paling strategis dalam keseluruhan rantai pasok komoditas telur ayam kampung adalah kelembagaan distribusi dan pemasaran; dan 3) industri kue/roti menerima nilai tambah terbesar per unit output, sedangkan pedagang besar di pusat produksi dan pedagang besar di pusat konsumsi menerima nilai terbesar secara agregat. Rekomendasi kebijakan yang dihasilkan adalah pengembangan agribisnis komoditas telur ayam kampung harus dilakukan secara terpadu dalam keseluruhan rantai pasok. Kata kunci: kelembagaan, tata niaga, rantai nilai, telur, ayam kampun
PENGARUH INFORMASI RELEVANSI PEKERJAAN DAN KEINGINAN SOSIAL TERHADAP PARTISIPASI DAN KINERJA KARYAWAN PADA PT HARFAM JAYA MAKMUR SURABAYA
ABSTRACTThe objective of this study were 1) analyzing the effect of job relevant information on employee participation; 2) analyzing the effect of social desirability on employee participation; 3) analyzing the effect of job relevant information on employee’s performance; 4) analyzing the effect of social desirability on employee’s performance; 5) analyzing the effect of employee participation on employee’s performance. This study is a part of explanatory and confirmatory research. The samples in this research were 103 employee of PT Harfam jaya Makmur. The data was analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that; 1) job relevant information had significant effect on employee’s participation in PT Harfam Jaya Makmur: 2) social desirability has significant effect on employee’s participation in PT Harfam Jaya Makmur; 3) job relevant information has significant effect on employee’s performance in PT Harfam Jaya Makmur; 4) social desirability hasn’t significant effect on employee’s participation in PT Harfam Jaya Makmur; 5) employee’s participation has significant effect on performance of PT Harfam Jaya Makmur Jaya Makmur. The conclusions in this study were job relevant information and social desirability has significant effect on employee’s participation as well as job relevant information has significant effect on employee’s performance. In the other hand, social desirability has no significant effect on employee’s participation, and then employee’s participation has significant effect on performance of PT Harfam Jaya Makmur Jaya Makmur. Keywords: job relevant information, social desire, employee participation, performanceABSTRAKPenelitian ini bertujuan: 1) menganalisis pengaruh informasi relevansi pekerjaan terhadap partisipasi karyawan; 2) menganalisis keinginan sosial terhadap partisipasi karyawan; 3) menganalisis pengaruh informasi relevansi pekerjaan terhadap kinerja karyawan; 4) menganalisis pengaruh keinginan sosial terhadap kinerja karyawan; 5) menganalisis partisipasi karyawan terhadap kinerja karyawan. Penelitian initermasuk penelitian explanatory dan confimatory. Sampel penelitian adalah seluruh karyawan tetap berjumlah 103 orang. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Penelitian menunjukkan bahwa: 1) informasi relevansi pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi karyawan pada PT Harfam Jaya Makmur; 2) keinginan sosial berpengaruh signifikan terhadap partisipasi karyawan pada PT Harfam Jaya Makmur; 3) informasi relevansi pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Harfam Jaya Makmur; 4) keinginan sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Harfam Jaya Makmur; 5) partisipasi karyawan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Harfam Jaya Makmur. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa informasi relevansi pekerjaan dan keinginan sosial berpengaruh signifikan terhadap partisipasi karyawan, begitu juga dengan informasi relevansi pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, lain halnya dengan keinginan sosial yang tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, kemudian partisipasi karyawan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Harfam Jaya Makmur.Kata kunci: informasi relevansi pekerjaan, keinginan sosial, partisipasi karyawan dan kinerja karyawa
IMPLEMENTASI PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN BELANJA KEMENTERIAN PERTANIAN SEKTOR PERTANIAN TAHUN 2005-2012
ABSTRACTThe research objectives were to 1) analyze the implementation suitability of RKA-K/L document preparation which is implemented by Ministry of Agriculture with the concept of unified budget, Performance Base Budgeting (PBB) and Medium Term Expenditure Framework (MTEF) by using gap analysis method and 2) analyze the influence of expenditure in research, development and agriculture extension program; agriculture infrastructure; and increasing of production and agricultural productivity program, as well as agricultural subsidies to Gross Domestic Product (GDP) growth through multiple regression analysis. The methods used were gap analysis and multiple regression analysis. Gap analysis shows that there are still some obstacles in the application of unified budget concept, PBK and KPJM which resulted partial gap with applicable regulations. Multiple regression analysis shows that the Ministry of Agriculture budget expenditure both agriculture research, development and extension programs also agricultural production and productivity program had significant negative effect on the growth of GDP in agriculture sector. Therefore the government needs to pay attention to the government budget allocation which is closely related to the implementation of the existing programs in the Ministry of Agriculture.Keywords: government expenditure, sector of agriculture, ministry of agriculture, gap analysis, multiple regression analysisABSTRAKPenelitian ini bertujuan 1) menganalisis kesesuaian dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAK/L) yang disusun oleh Kementerian Pertanian dengan konsep penganggaran terpadu, Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK) dan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) serta 2) menganalisis pengaruh alokasi anggaran untuk program penelitian dan penyuluhan pertanian; program infrastruktur pertanian; program peningkatan produksi dan produktivitas pertanian; serta subsidi benih dan pupuk terhadap pertumbuhan PDB. Metode analisis yang digunakan adalah analisis gap dan analisis regresi berganda. Hasil analisis gap menunjukkan bahwa masih ada beberapa kendala dalam penerapan konsep penganggaran terpadu, PBK dan KPJM yang mengakibatkan kesenjangan parsial dengan ketentuan yang berlaku, sedangkan hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa alokasi anggaran Kementerian Pertanian untuk program penelitian pertanian, pengembangan dan penyuluhan serta program peningkatan produksi dan produktivitas pertanian berpengaruh negatif secara signifikan terhadap pertumbuhan PDB di sektor pertanian. Jadi pemerintah perlu memperhatikan alokasi anggaran pemerintah yang terkait erat dengan pelaksanaan program yang ada di Kementerian Pertanian.Kata kunci: anggaran belanja, sektor pertanian, kementerian pertanian, analisis gap, regresi bergand
PEMETAAN RISIKO DI INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT DENGAN PENDEKATAN ENTERPRISE RISK MANAGEMENT (ERM)
ABSTRACTThe aim of this study were 1) identify the risks faced by PT XYZ, 2) measure and map the risk of PT XYZ, 3) formulating an effective risk mitigation strategy for PT XYZ. The method of risk management with enterprise risk management approach (ERM) was applied. Risk management with ERM can help companies better prepared to cope with uncertainty, increase the added value and competitive advantage. ERM approach to risk mapping is done by referring to the eight components of ERM. The first three components, namely internal environment, objective setting, and event identification, were used to observe PT. XYZ situation and identify the risks that exist. A review of the business processes in PT XYZ shows that there are various strategic, operating, reporting, and compliance risks identified in the stages of the business process. Results showed 1) the risks found in the PT XYZ stages of business process were related to the field of strategic, operating, reporting, and compliance, 2) the amount of risk experienced by PT XYZ were reflected in the risk map formed on the measurement of risk based on probability and impact, 3) strategies need to be developed for effective risk mitigation for PT XYZ were prioritized addressing the highest risk first then to a lower risk.Keywords: ERM, FGD, risk management, upholstery industry, risk mappingABSTRAKTujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi risiko yang dihadapi PT XYZ, 2) mengukur dan memetakan risiko PT XYZ, 3) merumuskan strategi mitigasi risiko yang efektif bagi PT XYZ. Metode pengelolaan risiko dengan pendekatan enterprise risk management (ERM). Pengelolaan risiko dengan ERM dapat membantu perusahaan lebih siap dalam mengatasi ketidakpastian, meningkatkan nilai tambah, dan keunggulan bersaing. Pemetaan risiko dengan pendekatan ERM dilakukan dengan berpedoman pada delapan komponen ERM. Tiga komponen pertama yaitu internal environment, objective setting, dan event identification dilakukan untuk memotret keadaan di PT XYZ dan mengidentifikasi risiko-risiko yang ada. Hasil kajian mengenai proses bisnis PT XYZ menunjukkan terdapat berbagai risiko strategic, operating, reporting, dan compliance yang teridentifikasi dalam tahap-tahap proses bisnisnya. Hasil penelitian menunjukkan 1) risiko-risiko yang ditemukan dalam tahapan proses bisnis PT XYZ terkait bidang strategic, operating, reporting, dan compliance, 2) besar tingkat risiko yang dialami PT XYZ tercermin pada peta risiko yang terbentuk atas pengukuran risiko berdasarkan probabilitas dan dampaknya, 3) strategi yang perlu dikembangkan untuk mitigasi risiko yang efektif bagi PT XYZ diprioritaskan menangani risiko paling tinggi dulu baru kemudian ke risiko yang lebih rendah.Kata kunci: ERM, FGD, manajemen risiko, industri penyamakan kulit, peta resik
KELAYAKAN INDUSTRI KECIL BIOETANOL BERBAHAN BAKU MOLASES DI JAWA TENGAH
ABSTRACTThe objectives of this study were (1) to analyze the molasses based bioethanol production in Central Java Province and (2) to analyze the non-financial and financial feasibility of this bioethanol processing activity. To analyze the financial feasibility this study used investment criteria namely net present value, internal rate of return, net benefit-cost ratio, and discounted pay back period while to analyze the changes of cost and benefit in bioethanol manufacturing activity this study used the switching value analysys. The results of this study showed that bioethanol manufacturing activity in Sub-Province of Sukoharjo and Pati were financially feasible and can be considered by investors in selecting similar business. But on The other side, the supply of molasses as the raw material in that location is important, so they need to make partnership with the suppliers. The result for switching value analysis showed that the decreasing of production or price of bioethanol more sensitive than the others (increasing of variable input cost for molasses). There was no negative effect from the production activity because the waste from the bioethanol manufacturing is not hazardous for the surrounding area.Keywords: bioethanol, molasses, feasibility analysis, small industryABSTRAKTujuan dari kajian ini adalah (1) menganalisis kegiatan proses produksi bioetanol berbahan dasar molases di Provinsi Jawa Tengah dan (2) menganalisis kelayakan pada aspek non finansial dan aspek finansial dari kegiatan proses produksi bioetano berbahan dasar molases. Dalam menganalisis kelayakan finansial digunakan kriteria investasi yaitu net present value, internal rate of return, net benefit-cost ratio, dan discounted pay back period, serta untuk mengetahui sejauh mana perubahan maksimum dalam tiap komponen biaya dan manfaat dalam kegiatan pengolahan bioetanol berbahan dasar molases digunakan analisis switching value. Hasil studi menunjukkan kegiatan pengolahan bioetanol berbahan dasar molases yang dilakukan di Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Pati secara finansial dinyatakan layak dilaksanakan serta dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para investor untuk menjalankan usaha yang sama. Namun, disisi lain pasokan bahan baku molasses di wilayah kajian sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha bioetanol sehingga perlu dilakukan kerja sama dengan para pemasok molases. Hasil switching value yang digunakan untuk menghitung perubahan maksimum dari komponen pada biaya dan manfaat yang dibangun dalam cash flow, dapat diperoleh gambaran bahwa penurunan produksi dan harga output (bioetanol) lebih sensitif dibandingkan dengan peningkatan harga bahan baku molasses. Tidak terdapat dampak negatif dari limbah yang dihasilkan pada pengolahan bioetanol berbahan dasar molasses yang mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan sekitar kegiatan usaha sehingga kegiatan dinyatakan layak jika dilihat dari aspek lingkungan.Kata kunci: bioetanol, molasses, analisis kelayakan, industri keci