JPTV-Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Not a member yet
113 research outputs found
Sort by
TINJAUAN SARANA DAN PRASARANA BENGKEL PADA BIDANG KEAHLIAN TEKNIK KONSTRUKSI DAN PERUMAHAN DI SMK NEGERI 3 GORONTALO
Abstrak: Dalam penelitian ini digunakan teknik analisis data statistik deskriptif untuk menggambarkan tingkat pemenuhan sarana praktik bengkel, dengan cara menabulasi data dan menghitung persentase pemenuhan melalui perbandingan antara skor riil dan skor acuan yang dikalikan seratus persen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan melibatkan dua orang teknisi kepala bengkel sebagai responden, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung terstruktur yang terdiri atas 13 pertanyaan terkait pemenuhan sarana praktik bengkel. Hasil analisis menunjukkan bahwa sarana praktik bengkel Kompetensi Keahlian Teknik Konstruksi dan Perumahan di SMK Negeri 3 Gorontalo secara umum telah mampu menunjang proses pembelajaran praktik, dengan tingkat kelayakan perabot berada pada kategori sangat layak dan mencapai persentase 100%, peralatan praktik berada pada kategori layak dengan tingkat pencapaian peralatan utama sebesar 70,83% dan peralatan pendukung sebesar 95%, serta media pembelajaran dan perlengkapan lain berada pada kategori layak dengan tingkat pencapaian 100%, yang secara keseluruhan mengindikasikan bahwa sarana praktik telah memenuhi standar dan mendukung pelaksanaan pembelajaran praktik secara efektif.
Abstract: In this study, a descriptive statistical analysis was employed to describe the level of fulfillment of workshop practice facilities by tabulating the data and calculating the percentage of fulfillment through a comparison between the actual score and the reference score multiplied by one hundred percent. The sampling technique used was total sampling, involving two chief workshop technicians as respondents, while data were collected through structured face-to-face interviews consisting of 13 questions related to the fulfillment of workshop practice facilities. The results indicate that the workshop practice facilities for the Construction and Housing Engineering Competency at Public Vocational High School 3 Gorontalo generally have been able to support the practical learning process, with the feasibility level of workshop furniture categorized as very feasible and achieving 100%, practical equipment categorized as feasible with an achievement level of 70.83% for main equipment and 95% for supporting equipment, and learning media as well as other supporting facilities categorized as feasible with an achievement level of 100%, which overall suggests that the available facilities meet the required standards and effectively support the implementation of practical learning
ANALISIS IDENTITAS DIRI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BERDASARKAN TEORI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis identitas diri siswa Sekolah Menengah Kejuruan berdasarkan teori perkembangan psikososial Erikson, khususnya tahap identity versus role confusion yang menjadi tugas perkembangan utama pada masa remaja. Kajian ini menelusuri bagaimana konsep diri, hubungan teman sebaya, dukungan sosial, serta dinamika lingkungan sekolah berkontribusi terhadap pembentukan identitas diri siswa di SMKN 51 Jakarta. Menggunakan metode cluster sampling, sebanyak 30 siswa berusia 16–19 tahun berpartisipasi sebagai responden melalui pengisian kuesioner psikososial yang dirancang untuk mengukur aspek identitas diri dan faktor-faktor psikososial yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki konsep diri positif, relasi sosial yang baik, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sekolah cenderung menunjukkan identitas diri yang lebih matang, tercermin dari kemampuan memahami diri, mengenali minat dan potensi, serta merencanakan masa depan secara lebih terarah, baik dalam hal pendidikan lanjutan maupun pilihan karier. Sebaliknya, siswa yang menghadapi hambatan dalam hubungan sosial atau memiliki konsep diri negatif lebih rentan mengalami kebingungan identitas dan kesulitan dalam melakukan penyesuaian diri di lingkungan sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa lingkungan sekolah yang suportif, termasuk peran guru, konselor, dan teman sebaya, sangat penting dalam memfasilitasi proses eksplorasi dan pembentukan identitas diri remaja. Oleh karena itu, sekolah perlu menyediakan program yang mendorong refleksi diri, eksplorasi peran, serta penguatan hubungan sosial sebagai bagian dari upaya mendukung perkembangan psikososial siswa di pendidikan kejuruan.
Abstract: This study aims to analyze the self-identity of Vocational High School students based on Erikson’s psychosocial development theory, particularly the stage of identity versus role confusion, which represents a central developmental task during adolescence. This research explores how self-concept, peer relationships, social support, and school environmental dynamics contribute to the formation of students’ self-identity at SMKN 51 Jakarta. Using a cluster sampling method, a total of 30 students aged 16–19 years participated as respondents by completing a psychosocial questionnaire designed to assess aspects of self-identity and the psychosocial factors influencing it. The findings indicate that students who possess a positive self-concept, maintain strong social relationships, and actively participate in school activities tend to demonstrate a more mature sense of identity, as reflected in their ability to understand themselves, recognize their interests and strengths, and develop clearer plans for their future in terms of continuing education or choosing a career path. Conversely, students who experience difficulties in social relationships or hold a negative self-concept are more vulnerable to identity confusion and face challenges in adjusting to the school environment. These results highlight the essential role of a supportive school environment—including the involvement of teachers, counselors, and peers—in facilitating the exploration and formation of adolescent identity. Therefore, schools need to implement programs that foster self-reflection, role exploration, and the strengthening of social relationships as part of efforts to support students’ psychosocial development in vocational education settings
ANALISIS PENGALAMAN PENGGUNA MELALUI UNMODERATED REMOTE USABILITY TESTING PADA PLATFORM E-LABS UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN BELAJAR SISWA SMA LABSCHOOL KEBAYORAN SELAMA PANDEMI COVID-19
Abstrak: Proses pembelajaran tatap muka terganggu setelah munculnya wabah Covid-19, sistem pembelajaran pun mulai mencari cara untuk terus berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar. Ditengah-tengah pandemi Covid-19 yang sangat mengganggu proses pembelajaran, kehadiran E-Learning diharapkan dapat menutupi kekurangan yang terjadi pada pembelajaran tatap muka di kelas. SMA Labschool Kebayoran merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi covid-19. Salah satu metode yang digunakan selama PJJ adalah menggunakan E-Learning bernama E-labs.Akan tetapi selama penggunaan E-labs tidak selalu berjalan lancar, ada beberapa kendala yang dialami baik guru maupun siswa. Maka dari itu sangat diperlukan evaluasi terhadap E-labs, Metode yang digunakan untuk evaluasi E-labs adalah metode Usability Testing. Pada penelitian ini menggunakan metode Usability Testing, Unmoderated Remote Usability Testing karena penguji dan subjek tidak harus berada pada kawasan yang sama. Penelitian ini dengan total 167 responden mendapatkan hasil 81% dengan kualifikasi baik. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa E-labs SMA Labschool Kebayoran sudah baik bagi para penggunanya sebagai media pembelajaran online.
Abstract: The emergence of the Covid-19 pandemic has significantly disrupted conventional face-to-face learning, compelling educators to explore alternative approaches that ensure the continuity of teaching and learning. E-Learning has emerged as one of the key solutions to overcome the limitations of in-person education. At SMA Labschool Kebayoran, distance learning was implemented using an E-Learning platform known as E-Labs. However, the adoption of E-Labs was not without challenges, as both teachers and students reported various difficulties in its use. Given these circumstances, it became crucial to conduct an evaluation of the platform to assess its usability. This research employed Unmoderated Remote Usability Testing, a method that enables evaluators and participants to conduct usability assessments without sharing the same physical space. Based on the responses of 167 participants, the study recorded an 81% usability score, which qualifies as “good.” The results suggest that E-Labs provides adequate support for online learning and can be considered a feasible instructional medium during periods of remote education.Proses pembelajaran tatap muka terganggu setelah munculnya wabah Covid-19, sistem pembelajaran pun mulai mencari cara untuk terus berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar. Ditengah-tengah pandemi Covid-19 yang sangat mengganggu proses pembelajaran, kehadiran E-Learning diharapkan dapat menutupi kekurangan yang terjadi pada pembelajaran tatap muka di kelas. SMA Labschool Kebayoran merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi covid-19. Salah satu metode yang digunakan selama PJJ adalah menggunakan E-Learning bernama E-labs. Akan tetapi selama penggunaan E-labs tidak selalu berjalan lancar, ada beberapa kendala yang dialami baik guru maupun siswa. Maka dari itu sangat diperlukan evaluasi terhadap E-labs, Metode yang digunakan untuk evaluasi E-labs adalah metode Usability Testing. Pada penelitian ini menggunakan metode Usability Testing, Unmoderated Remote Usability Testing karena penguji dan subjek tidak harus berada pada kawasan yang sama. Penelitian ini dengan total 167 responden mendapatkan hasil 81% dengan kualifikasi baik. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa E-labs SMA Labschool Kebayoran sudah baikbagi para penggunanya sebagai media pembelajaran online
MEDIA PEMBELAJARAN SUBNET CONQUEROR DENGAN KONSEP GAMIFIKASI PADA SISWA SMK BERBASIS METODE LUTHER-SUTOPO
Abstrak. Era Revolusi Industri 4.0 ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menjadi semakin penting untuk mendukung proses pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner, materi subnetting tergolong sulit dipahami, dan siswa menginginkan media pembelajaran yang mengintegrasikan elemen gamifikasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan “Subnet Conqueror”, sebuah media pembelajaran berbasis gamifikasi untuk mata pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian kelas X jurusan TKJ di SMK Negeri 22 Jakarta. Metode pengembangan menggunakan MDLC Luther-Sutopo yang meliputi enam tahap: concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Hasil uji kelayakan menunjukkan media ini memperoleh skor 100% dari ahli materi dan 96% dari ahli media, keduanya dalam kategori “Sangat Layak”. Uji coba kepada siswa menghasilkan rata-rata skor 81,13 (grade A) dengan tingkat penerimaan “Acceptable” dan “Excellent” pada adjective rating. Berdasarkan hasil tersebut, Subnet Conqueror dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran yang mendukung pemahaman materi subnetting bagi siswa kelas X jurusan TKJ di SMK Negeri 22 Jakarta.
Abstract. The Industrial Revolution 4.0 era is characterized by rapid advancements in information and communication technology, making the integration of technology in education increasingly important to support learning processes. Based on interviews and questionnaires, subnetting is considered a difficult topic to understand, and students expressed a need for learning media that incorporates gamification elements. This study aims to develop “Subnet Conqueror,” a gamification-based learning media for the subject of Basic Expertise Programs for Grade 10 students in the Computer and Network Engineering (TKJ) program at SMK Negeri 22 Jakarta. The development method used is MDLC Luther-Sutopo, which consists of six stages: concept, design, material collecting, assembly, testing, and distribution. The feasibility test results show that the media obtained a score of 100% from material experts and 96% from media experts, both categorized as “Highly Feasible.” Trials conducted with students produced an average score of 81.13 (Grade A) with an acceptance level of “Acceptable” and “Excellent” on the adjective rating scale. Based on these results, Subnet Conqueror is considered highly suitable as a learning media that supports students’ understanding of subnetting material for Grade 10 TKJ students at SMK Negeri 22 Jakarta.Dalam era revolusi industri 4.0 yang ditandai oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan teknologi dalam pendidikan menjadi semakin penting agar dapat memaksimalkan potensi yang dapat mempermudah berlangsungnya proses pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner, subnetting tergolong kedalam materi yang sulit dipahami dan siswa menginginkan media pembelajaran yang mengimplementasikan elemen-elemen game ke dalam media pembelajaran. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan “Subnet Conqueror”, sebuah media pembelajaran berbasis gamifikasi untuk mata pelajaran dasar-dasar program keahlian kelas 10 jurusan TKJ di SMK Negeri 22Jakarta. Metode pengembangan yang digunakan adalah MDLC Luther-Sutopo yang terdiri dari enam tahap, yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Pengujian kelayakan pada produk media pembelajaran ini dilakukan oleh ahli materi dengan tingkat kelayakan 100% yang berada pada kategori “Sangat Layak” dan ahli media dengantingkat kelayakan 96% yang berada pada kategori “Sangat Layak” serta pengujian terhadap responden yang menghasilkan skor rata-rata sebesar 81,13 dengan grade A, tingkat penerimaan “Acceptable”, dan “Excellent” pada adjective rating. Berdasarkan hasil penilaian ini, produk “Subnet Conqueror” yang telah dikembangkan dianggap sangat baik dan layakuntuk digunakan sebagai media pembelajaran yang berpotensi untuk mendukung proses belajar mengajar peserta didik kelas 10 jurusan TKJ pada materi subnetting di SMK Negeri 22 Jakarta
IMPLEMENTASI STUDENT-CENTERED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN DI SMKN 38 JAKARTA
Abstrak: Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Lembaga pendidikan dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Pendidikan di Indonesia saat ini mengalami banyak tantangan dan masalah. Oleh karena itu, perlu adanya peran serta pemerintah dalam menjamin peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menemukan permasalahan, kendala, dan tantangan penerapan teori belajar dalam pembelajaran, implementasi student-centered learning dan jenis penilaian yang digunakan oleh guru di sekolah. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif melalui pengisian angket atau lembar penilaian yang meliputi lima aspek penilaian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 di SMKN 38 Jakarta. Sumber data dalam penelitian berupa data primer dengan melibatkan lima orang guru di SMKN 38 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menerapkan student-centered learning. Dimana dalam proses pembelajaran, guru juga akan memberikan motivasi serta memberikan tugas, baik dalam bentuk tugas individu maupun kelompok. Peserta didik juga terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran, hal ini dapat dilihat dari adanya kegiatan tanya jawab dan presentasi hasil diskusi serta kegiatan belajar lainnya yang mengasah pemikiran dan ide peserta didik. Dalam melakukan penilaian, guru memiliki rubrik penilaian.
Abstract: Education plays an important role in improving the quality of human resources. Educational institutions must keep up with the rapid development of science and technology. Education in Indonesia is currently experiencing many challenges and problems. Therefore, the government's role is needed to ensure the improvement of the quality of education in Indonesia. This study aims to find problems, obstacles, and challenges in applying learning theory in learning, implementing student-centered learning, and the types of assessments teachers use in schools. The method used is a quantitative approach, which involves filling out questionnaires or assessment sheets covering five aspects of assessment. This research was conducted in November 2022 at SMKN 38 Jakarta. The primary data source in the study was data from five teachers at SMKN 38 Jakarta. The results of the study showed that teachers had implemented student-centered learning. Teachers will also provide motivation in the learning process and give individual and group assignments. Students are also directly involved in learning activities, and this can be seen from the question and answer activities, presentations of discussion results, and other learning activities that hone students' thoughts and ideas. Teachers have an assessment rubric for conducting assessments.Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Lembaga pendidikan dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Pendidikan di Indonesia saat ini mengalami banyak tantangan dan masalah. Oleh karena itu, perlu adanya peran serta pemerintah dalam menjamin peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menemukan permasalahan, kendala, dan tantangan penerapan teori belajar dalam pembelajaran, implementasi student-centered learning dan jenis penilaian yang digunakan oleh guru di sekolah. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif melalui pengisian angket atau lembar penilaian yang meliputi lima aspek penilaian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 di SMKN 38 Jakarta. Sumber data dalam penelitian berupa data primer dengan melibatkan lima orang guru di SMKN 38 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkanbahwa guru sudah menerapkan student-centered learning. Dimana dalam proses pembelajaran, guru juga akan memberikan motivasi serta memberikan tugas, baik dalam bentuk tugas individu maupun kelompok. Peserta didik juga terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran, hal ini dapat dilihat dari adanya kegiatan tanya jawab dan presentasi hasil diskusi serta kegiatan belajar lainnya yang mengasah pemikiran dan ide peserta didik. Dalam melakukan penilaian, guru memiliki rubrik penilaian
HUBUNGAN SELF REGULATED LEARNING DENGAN EMPLOYABILITY SKILLS PADA SISWA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PERANCANGAN DAN GAMBAR MESIN SMK NEGERI 12 KOTA BEKASI
Abstrak: Perkembangan dunia kerja saat ini menuntut lulusan SMK tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga employability skills yang mencakup kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan pemecahan masalah. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam pengembangan keterampilan tersebut adalah Self-Regulated Learning, yaitu kemampuan siswa untuk mengatur proses belajarnya secara mandiri. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah memperoleh pengetahuan yang akurat dan dapat dipercaya mengenai hubungan antara Self-Regulated Learning dengan Employability Skills pada siswa Kompetensi Keahlian Teknik Perancangan dan Gambar Mesin (TPGM) di SMK Negeri 12 Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasi Product Moment. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa Jurusan TPGM yang berjumlah 164 orang, dengan sampel sebanyak 34 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan observasi. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,532, yang berarti Self-Regulated Learning memiliki hubungan dengan Employability Skills sebesar 28,3%. Dengan kata lain, Self-Regulated Learning memberikan kontribusi sebesar 28,3% terhadap Employability Skills siswa Sekolah Menengah Kejuruan dengan Kompetensi Keahlian Teknik Perancangan dan Gambar Mesin, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
Abstract: The current development of the labor market requires vocational high school graduates not only to possess technical competencies but also employability skills, which include adaptability, communication, and problem-solving abilities. One factor that is believed to play a role in developing these skills is Self-Regulated Learning, which refers to students’ ability to manage their own learning processes independently. Based on this premise, the purpose of this study is to obtain accurate and reliable knowledge regarding the relationship between Self-Regulated Learning and Employability Skills among students of the Mechanical Design and Drawing Engineering (TPGM) competency at SMK Negeri 12 Bekasi. This research employs a quantitative method with Pearson Product Moment correlation analysis. The population consists of all students in the TPGM department at SMK Negeri 12 Bekasi, totaling 164 students, with a sample of 34 students selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and observation. The analysis results show a correlation coefficient of 0.532, indicating that Self-Regulated Learning is related to Employability Skills by 28.3%. In other words, Self-Regulated Learning contributes 28.3% to the Employability Skills of Vocational High School Students in the Mechanical Design and Drawing Engineering Competency, while the remaining percentage is influenced by other factors.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan yang tepat dan dapat dipercaya tentang hubungan Self Regulated Learning dengan employability skills pada Siswa Kompetensi Keahlian Teknik Perancangan dan Gambar Mesin (TPGM) SMK Negeri 12 Kota Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasi product moment, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMK Negeri 12 Kota Bekasi Jurusan TPGM yang berjumlah 164 siswa. Metode pengambilang sampel menggunakan teknik purposive sampling yang didapat berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Untuk mengetahui besarnya koefisien hubungan atau korelasi sebesar 0.532 berarti self regulated learning memiliki hubungan dengan employability skills sebesar 28,3%. Dengan kata lain self regulated learning memiliki kontribusi korelaso 28,3% terhadap employability skills siswa jurusan TPGM SMK Negeri 12 Kota Bekasi, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain
PENILAIAN E-MODUL PEMBUATAN POLA BUSANA BOLERO MATA PELAJARAN PEMBUATAN BUSANA CUSTOM MADE
Abstrak: Perkembangan teknologi digital mendorong penerapan media pembelajaran inovatif dalam pendidikan vokasional, khususnya pada bidang tata busana yang menuntut penguasaan konsep dan keterampilan praktik secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan modul elektronik (e-modul) yang dikembangkan untuk materi pembuatan pola busana bolero pada mata pelajaran Pembuatan Busana Custom Made. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one shot case study, serta analisis data secara deskriptif kuantitatif. Evaluasi dilakukan oleh panelis ahli berdasarkan dua dimensi utama, yaitu karakteristik modul yang baik meliputi aspek self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, dan user-friendly, serta elemen mutu modul yang mencakup format, organisasi, daya tarik visual, bentuk dan ukuran huruf, ruang kosong, dan konsistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul memperoleh skor rata-rata sebesar 87% pada aspek karakteristik modul dan 95% pada aspek elemen mutu modul, yang keduanya berada pada kategori sangat baik. Secara keseluruhan, e-modul mencapai persentase kelayakan sebesar 90%, sehingga dinilai sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran digital untuk mendukung pembelajaran mandiri pada materi pembuatan pola busana bolero serta berkontribusi dalam peningkatan kualitas bahan ajar pada pendidikan vokasional bidang tata busana.
Abstract: The development of digital technology has encouraged the implementation of innovative learning media in vocational education, particularly in the field of fashion studies, which requires a balanced mastery of conceptual understanding and practical skills. This study aims to evaluate the feasibility of an electronic module (e-module) developed for bolero garment pattern making in the subject of Custom Made Fashion Construction. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-shot case study design and descriptive quantitative data analysis. The evaluation was conducted by expert panelists based on two main dimensions: the characteristics of a quality instructional module, including self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, and user-friendly aspects, and the module quality elements encompassing format, organization, visual appeal, font type and size, white space, and consistency. The results indicated that the e-module achieved an average score of 87% for module characteristics and 95% for module quality elements, both categorized as excellent. Overall, the e-module obtained a feasibility score of 90%, indicating that it is highly suitable for use as a digital learning medium to support independent learning in bolero pattern construction and to contribute to improving the quality of instructional materials in vocational fashion education.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan media pembelajaran berupa e-modul pada materi pembuatan pola busana bolero dalam mata pelajaran Pembuatan Busana Custom Made. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one shot case study dan analisis data deskriptif kuantitatif. Instrumen penilaian disusun berdasarkan dua indikator utama, yaitu karakteristik modul yang baik (self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, dan user-friendly) serta elemen mutu modul (format, organisasi, daya tarik, bentuk dan ukuran huruf, ruang kosong, dan konsistensi). Penilaian terhadap e-modul dilakukan oleh panelis ahli yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian berdasarkan karakteristik modul memperoleh skor rata-rata sebesar 87%, sedangkan penilaian berdasarkan elemen mutu modul mencapai 95%. Secara keseluruhan, e-modul ini memperoleh persentase kelayakan 90% dan masuk dalam kategori “sangat baik.” Dengan demikian, e-modul yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi pembuatan pola busana bolero, serta berpotensi mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan mandiri
Dukungan Orangtua Meningkatkan Self Esteem Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Belajar
Abstrak: Salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan self-esteem siswa adalah dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dukungan orang tua terhadap self-esteem siswa Sekolah Menengah Kejuruan dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni 2024 melalui pengisian kuesioner. Responden penelitian berjumlah 105 orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel self-esteem dilihat dari empat dimensi, yaitu penerimaan sosial, energi negative, kepuasan sekolah, dan penilaian diri. Sementara itu, dukungan orang tua dilihat dari dua aspek yaitu dukungan otonomi dan keterlibatan pengendalian. Data yang telah dikumpulkan diolah dan dianalisis. Uji yang digunakan untuk analisis data adalah uji pra-syarat (uji normalitas dan uji linearitas) dan uji hipotesis (uji regresi linear sederhana). Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan orang tua dan self-esteem siswa berada pada kategori tinggi, yang mengindikasikan bahwa orang tua telah memberikan dukungan optimal dan siswa memiliki tingkat self-esteem yang baik. Uji regresi linear sederhana mengungkapkan adanya pengaruh signifikan antara dukungan orang tua terhadap self-esteem dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,050). Temuan ini menegaskan bahwa dukungan orang tua berperan penting dalam mengoptimalkan self-esteem siswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi dan keberhasilan belajar, sehingga keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak perlu terus ditingkatkan sebagai strategi untuk mencapai keberhasilan akademik siswa.
Abstract: One of the key factors that can enhance students’ self-esteem is parental support. This study aims to analyze the effect of parental support on the self-esteem of Vocational High School students in the learning process. The research employed an associative quantitative approach. Data collection was conducted in June 2024 through questionnaires completed by 105 Vocational High School students selected using proportionate stratified random sampling. The self-esteem variable was examined through four dimensions: social acceptance, negative energy, school satisfaction, and self-assessment. Meanwhile, parental support was assessed through two aspects: autonomy support and involvement in control. The collected data were processed and analyzed using prerequisite tests (normality and linearity tests) and hypothesis testing (simple linear regression). The analysis results indicate that both parental support and students’ self-esteem fall into the high category, suggesting that parents have provided optimal support and students possess a good level of self-esteem. The simple linear regression test revealed a significant effect of parental support on self-esteem, with a significance value of 0.000 (< 0.050). These findings emphasize that parental support plays an essential role in optimizing students’ self-esteem, which in turn can enhance motivation and learning success; therefore, parental involvement in children’s education should be continuously strengthened as a strategy to achieve students’ academic success.Salah satu sumber untuk meningkatkan harga diri anak adalah dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan orang tua terhadap self esteem anak dalam belajar. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif asosiatif dan pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juni 2024. Penelitian dilakukan dengan mengisi kuesioner penelitian. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 105 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orangtua dan self esteem termasuk dalam kategori tinggi. Artinya, dukungan orangtua sudah maksimal dan self esteem pada anak juga menunjukkan hasil yang baik. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan orang tua terhadap self esteem dengan tingkat signifikan sebesar
0.000 < 0.050. Hasil penelitian ini semakin menguatkan peran keluarga dalam mengoptimalkan self esteem anak dalam belajar
UJI KINERJA FREEZER MENGGUNAKAN DIMETHYL ETHER SEBAGAI REFRIGERAN PENGGANTI R134a
R134a is widely used as a refrigerant in refrigeration systems, but this refrigerant has an impact on increasing global warming. This impact can be reduced by using dimethyl ether as an alternative refrigerant to replace R134a. In this research, the performance of dimethyl ether was tested as a substitute refrigerant for R134a in refrigeration system applications in the form of freezers. Tests were carried out by comparing the performance of the freezer when using refrigerant R134a and using dimethyl ether refrigerant. The use of dimethyl ether in the test was varied based on mass, namely 60 grams, 70 grams and 80 grams, or in percentages as much as 30%, 46.7% and 53.3% of the total mass of R134a. The results of this test indicate that the COP value for freezer performance is higher when using dimethyl ether than when using R134a, the efficiency is higher than refrigerant R134a, and the compressor power is lower than R134a. Testing for variations in the mass of dimethyl ether that approached the condition of R134a was at a mass of 70 grams, so that the amount of refrigerant filled with dimethyl ether as a substitute for R134a was reduced to 46,7% of the amount of R134a
ANALISIS PENGARUH DESIKAN JENIS SILICA GEL TERHADAP KELEMBABAN DAN PENURUNAN BEBAN LATEN PADA AIR HANDLING UNIT (AHU) DX SISTEM
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh desikan terhadap penyerapan uap air dan penurunan beban laten yang dilakukan pada Air Handling Unit (AHU). Upaya yang akan dilakukan yaitu menggunakan desikan jenis silica gel pada ducting bagian outside air yang telah tersedia, sehingga udara tersebut akan diserap kadar uap airnya oleh desikan yang mengakibatkan kadar uap air menurun dan kualitas udara menjadi lebih kering. Hasil yang diperoleh dari pengujian desikan pada AHU adalah adanya penurunan kelembaban yang memiliki nilai tertinggi 165 g/s dan penurunan beban laten 380,20 kW lalu beban koil 116,65 kW dengan persentase penurunan beban koil sebesar 41%