JPTV-Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Not a member yet
113 research outputs found
Sort by
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH BALAI LATIHAN KERJA KARAWANG (PENERAPAN MODEL EVALUASI CIPPO)
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketercapaian pelaksanaan program pelatihan berbasis kompetensi di BLK Karawang yang difokuskan pada lima aspek evaluasi yaitu context, input, process, product dan outcome sehingga dapat dihasilkan rekomendasi untuk program pelatihan berikutnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan desktriptif mixed methods. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan model evaluasi CIPPO. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi di BLK Karawang secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik akan tetapi ada beberapa kelengkapan administrasi yang belum terpenuhi, masih terbatasnya sarana prasarana, jumlah instruktur serta anggaran sehingga menyebabkan terbatasnya daya tamping peserta program pelatihan berbasis kompetensi. Persentase tingkat keterserapan lulusan di DU/DI (Outcome) mencapai 31, 73%
Pembelajaran Sejarah di SMK: Mengembangkan Kemampuan Berpikir Historis Peserta Didik
Abstrak: Pembelajaran Sejarah di SMK: Mengembangkan Kemampuan Berpikir Historis Peserta Didik, Mata pembelajaran Sejarah Indonesia merupakan bagian dari mata pelajaran kelompok A (wajib) yang diberikan pada jenjang pendidikan menengah termasuk sekolah menengah kejuruan. Salah satu tujuan mata pelajaran Sejarah Indonesia adalah mengembangkan kemampuan berpikir historis melalui kajian fakta dan peristiwa sejarah. Perlu ditumbuhkan pemahaman peserta didik terhadap diri sendiri, masyarakat dan proses terbentuknya Bangsa Indonesia melalui sejarah yang panjang dan masih berproses hingga masa kini dan masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang realitas pada obyek yang diteliti secara obyektif. Dengan mengembangkan kemampuan berpikir historis, diharapkan peserta didik mampu menumbuhkan kesadaran pada dirinya sebagai bagian dari Bangsa Indonesia yang memiliki rasa bangga dan cinta tanah air, melahirkan empati dan perilaku toleran yang dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat dan bangsa
MODEL PEMBELAJARAN KOGNITIF SOSIAL DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)Model Pembelajaran Kognitif Sosial di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Abstrak: Model Pembelajaran Kognitif Sosial di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Model Pembelajaran Kognitif Sosial di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Penulisan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi kepada guru di sekolah menengah kejuruan mengenai model pembelajaran kognitif sosial. Model pembelajaran ini dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sosialnya sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungan kerjanya. Model pembelajaran kognitif sosial pertama kali di observasi oleh Albert Bandura pada tahun 1960-an dengan memberikan perhatian pada faktor kognitif seperti ekspektasi dan keyakinan serta pengaruh sosial para panutan. Guru dapat menjadi panutan serta membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan belajarnya bahkan untuk siswa yang paling sulit. Dengan pembelajaran ini, siswa dapat meningkatkan efikasi diri dan menjadi agen pembelajar yang dapat belajar mandiri sepanjang hayat dan mampu menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi