Pustaka Kesehatan
Not a member yet
642 research outputs found
Sort by
Pelaksanaan Wajib Notifikasi (WiFi) TB di Dinas Kesehatan Kabupaten Jember
Indonesia mengikuti target eliminasi global yaitu Eliminasi TB 2035 dan Indonesia bebas TB 2050. Tantangan dalam program pengendalian Tuberkulosis di Indonesia adalah banyaknya kasus tuberkulosis yang tidak terdeteksi maupun kasus yang sudah terdeteksi namun belum terlaporkan, sehingga perlu dilakukan perubahan pendekatan penemuan kasus, dari secara pasif menjadi intensif dan aktif. Rumitnya pengisian form TB oleh dokter swasta, membuat rendahnya notifikasi pasien TB. Maka dibuat aplikasi berbasis smartphone yaitu Aplikasi Wajib Notifikasi TB (WiFi) TB yang lebih sederhana dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan wajib noifikasi (WiFi) TB di Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah 2 petugas TB. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran dari aspek input, proses, dan output dalam pelaksanaan wajib notifikasi (WiFi) T
The Efek Enzim Bromelin Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) Berbasis Sediaan Gel terhadap Lebar Intertubulus Dentin
Caries tissue cleaning can use Chemo-Mechanical Caries Removal (CMCR) based on proteolytic enzymes that catalyze peptide bonds into simpler compounds. Proteolytic enzymes can be found in mature pineapple bromelain enzymes. The aim of the study is to determine the effect of gel-based bromelain enzyme with concentrations of 8%, 10% and 12% against the width of the intertubulus dentin. The bromelain enzyme is extracted using the Lowry method. Then purified using 80% ethanol and diluting become to concentrations of 8%, 10% and 12%. Diluted bromelain enzymes were formed in gel preparations based on HPMC and applied to the study sample. The results of this study indicated a widening of the intertubulus dentin. This is indicated by the variation of the dentin intertubulus width > 2µm. This widening occurs because the bromelain enzyme can hydrolyze collagen in intertubulus dentin in the absence of alpha-l-antitrypsin. Hydrolysis causes the breaking of hydrogen bonds in the triple helix- shaped tropocollagen to turn into strands of polypeptide chains. The bromelain enzyme with a concentration 10% is more effective than 8% and 12% because it is within the maximum speed limit of the enzyme so that the enzyme is saturated by its substrate and there is a difference in specific enzyme activity in each concentration
Hubungan antara Efikasi Diri dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Silo Jember
Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Hipertensi dapat menyebabkan kualitas hidup rendah, hal ini dikarenakan efek dari penyakit. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup adalah efikasi diri. Efikasi diri merupakan keyakinan diri dalam kemampuan seseorang untuk menghasilkan suatu pencapaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Silo Jember. Desain penelitian menggunakan korelasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data pada variabel efikasi diri menggunakan kuesioner general perceived self efficacy scale dan pada variabel kualitas hidup menggunakan kuesioner whoqol-bref. Analisis data menggunakan uji spearmen rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri pada kategori baik yaitu 76,9 %. Nilai kualitas hidup pada kategori sedang yaitu 70,3%. Terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kualitas hidup pasien hipertensidi wilayah kerja Puskesmas Silo Jember (p value < 0,001; r= 0,356). Semakin tinggi efikasi diri maka akan semakin baik kualitas hidupnya. Perawat dapat memberikan edukasi maupun motivasi dalam meningkatkan efikasi diri pasien hipertensi.
 
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Stres Kerja pada Petani Tembakau di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
Stres kerja dapat mengakibatkan adanya ketidakseimbangan kondisi psikis serta fisik seorang pekerja. Stres kerja pada petani dapat terjadi karena pekerjaan berat, lama waktu bekerja, terpaparnya petani dengan pestisida dan nikotin. Petani yang memiliki risiko mengalami stres kerja akan membutuhkan dukungan dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan stres kerja pada petani tembakau di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan desain crosssectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling dan proportional sampling dengan besar sampel 91 (CI=90%). Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner stres kerja dan dukungan keluarga (Cronbach’s Alpha 0,937; 0,793). Penelitian ini telah dinyatakan lulus uji kelaikan etik penelitian kesehatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres kerja yang dialami oleh petani memperoleh hasil nilai tengah 47(45-49) yang termasuk dalam kategori rendah, sedangkan dukungan sosial keluarga diperoleh nilai tengah 75(73-76) yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hasil analisis dengan uji Spearman didapatkan nilai p-value sebesar 0,174 (p>0,05) yaitu tidak ada hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan stres kerja pada petani tembakau di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember. Penelitian ini secara analisis bivariat tidak terdapat hubungan, tetapi hasil analisis kedua variabel sesuai dengan teori yaitu apabila dukungan sosial keluarga tinggi, maka stres kerja rendah. Kata Kunci: Dukungan Sosial Keluarga, Stres Kerja, Petani Tembaka
Beban Kerja Fisik dan Iklim Kerja dengan Status Hidrasi Pekerja Unit P2 Bagian (Wood Working 1) WW1 PT. KTI Probolinggo
High work climate and high workload can cause overstress and metabolic heat in the body wich will potentially affect workers hydration status. Industrial workers often carry out physical work in hot working environments with high workload (physical workload) over a long period. Loading and a high work climate can cause overstress and metabolic heat so that workers have the potention dealing with heat stress and dehydration due to excessive sweating issue and it will affect the workers hydration status. This study purpose was to find out the relationship between physical workload and work climate due to workers hydration status unit P2 (wood working 1) WW1 section in PT. KTI Probolinggo. This study used quantitative approach, an observational analytic type with cross sectional design. Based on statistical tests result using Spearman and Chi Square, the factors associated to hydration status were age with a positive linkage direction and drinking water consumption with a negative linkage direction. Unrelated factors were gender (p value = 0.688), nutritional status (p value = 0.333), years of service (p value = 0.626), physical workload (p value = 0.333), and work climate (p value = 0.105). The advice given based on this research is adding more water consumption, adding glasses according to the number of workers and drinking water needs of each worker, providing education of body fluid needs for hot working environments including signs of dehydration and how to prevent it, setting-up diagram poster shows the importance of drinking water consumption in hot working environment.
Keywords : Physical Workload, Work Climate, Hydration Status
Efektivitas Ekstrak Black Garlic dalam Menghambat Pertumbuhan Candida albicans
Black garlic has many properties naturally can be used as an antifungi. This study aims to determine the effectiveness of Black garlic extract in inhibiting the growth of Candida albicans and knowing the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Fungicidal Concentration (MFC) of Black garlic extract against Candida albicans. This study used 5 groups of Black garlic extract concentration, namely 75%, 50%, 25%, 12.5%, and positive controls, with 5 replications. Extraction was carried out using maceration method with 96% ethanol solvent, while the antifungal test was carried out by liquid dilution method. MIC was determined by observing the turbidity and clarity of each test solution and compared to the control solution. MFC was determined by observing the presence or absence of fungi colonies growing on Sabouraud Dextrosa Agar (SDA) media after incubation for 24 hours. The results of the study carried out the Kruskall-Wallis test showed a significance value (p <0.05) which means that there were significant differences in all groups. In the Mann-Whitney test showed a significance value (p <0.05) which means there are differences between treatment groups. The conclusion is that Black garlic extract has the ability to antifungal with MIC at a concentration of 50% and MFC at a concentration of 75%
Hubungan Beban Kerja Dengan Response Time Perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) Pada Rumah Sakit Tipe C Di Kabupaten Jember
The emergency room is the patients’ first stop and referral in hospital. Patient service in the emergency room requires immediate services, which are effective and efficient. The success of the nurse’s response time in handling patients can prevent damage to body organs, prevent disability and reduce mortality. This study aims to undrstand the correlation between workload and the response time of the emergency room nurse at Type C hospitals in Jember Regency. This study uses a correlational research design with a cross-sectional method. The sampling technique used total sampling technique. The result of this study indicated that the workload of the nurses in the emergency room was classified as moderate and had a response time according to the standard. The data analysis used Kendall tau-c statistical test and the p-value = 0,180. In conclusion, there was no correlation between workload and the response time of the emergency room nurse at Type C hospitals in Jember Regency. It happens because there are factors that influence the nurse’s motivation, chosen examination and treatment strategies when serving the patients. Their high motivation and hardwork make their performance better. In addition, the selection of inspection strategies and appropriate handling can make the services of the patients effective and efficient
Pengembangan Sensor Kesegaran Edible untuk Fillet Ikan Tuna (Thunnus albacares) Berbasis Antosianin Kulit Buah Juwet (Syzygium cumini) dengan Membran Selulosa Bakterial
Produk perikanan merupakan bahan pangan yang banyak digemari oleh masyarakat. Salah satu hasil pengolahan produk perikanan yang disukai masyarakat adalah fillet ikan tuna. Hal tersebut diikuti dengan tuntutan kualitas mutu produk fillet ikan tuna, sehingga dibutuhkan suatu alat analisa yang dapat menganalisis kesegaran fillet ikan tuna secara mudah dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sensor kesegaran edible berbasis indikator antosianin dari ekstrak kulit buah juwet (Syzygium cumini) dengan membran selulosa bakterial dari nata de coco. Sensor kesegaran edible tersebut dapat diaplikasikan sebagai sensor kesegaran dan mengetahui tingkat kesegaran fillet ikan tuna dengan berbagai parameter. Dilakukan uji parameter kesegaran fillet ikan tuna meliputi uji total mikroba, uji total volatile bases nitrogen (TVB-N), nilai pH, nilai tekstur, dan uji organoleptis. Perubahan warna sensor kesegaran edible diamati secara visual dan diuji menggunakan program ImageJ untuk menentukan nilai mean green. Hasil menunjukkan perubahan warna sensor kesegaran yaitu ungu tua saat fillet ikan tuna dalam keadaan segar, ungu muda saat fillet ikan tuna masih segar dan abu-abu ketika fillet ikan tuna sudah tidak lagi segar. Nilai mean green sensor kesegaran edible meningkat seiring dengan penurunan tingkat kesegaran fillet ikan tuna
Peran Pekerja Sosial dalam Penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di UPT Liposos Jember
Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan salah satu dari masalah kesehatan jiwa yang tergolong tinggi penderitanya di Indonesia dengan kondisi dimana seseorang mengalami kelemahan khusus pada proses berfikir sehingga memerlukan peran pekerja sosial dalam penanganannya. Salah satu lembaga yang menangani ODGJ adalah UPT. Liposos Jember dibawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Jember.Peran yang dilakukan oleh pekerja sosial terhadap ODGJ diantaranya meliputi: enabler, broker, dan fasilitator
Kadar Kolesterol pada Mencit (Mus-Musculus) Diabetes Setelah Konsumsi Ekstrak Rumput Laut Coklat (Phaeophyta)
In the case of Diabetes Mellitus, it will trigger some changes in lipid metabolism and lipoprotein composition, one of them is cholesterol. Cholesterol is a lipid that plays an important role in the structure of cell membranes. Seaweed contains bioactive components of flavonoids which reduce cholesterol levels. Brown seaweed contains bioactive components of alkaloids, flavonoids, triterpenoids, saponins, phenol hydroquinone, tannins, chlorophyll and β-carotene pigments. The bioactive component of brown seaweed also has strong antioxidant activity that can prevent damage caused by oxidative stress on pancreatic β cell function and acts as a trap for various free radicals and can reduce diabetic rat lipid peroxidation. This study to analyze the effect of giving brown seaweed extract on cholesterol levels in diabetic mice.This study was divided into 4 sample groups, namely the normal group, negative controls (diabetic mice), positive controls (diabetic mice + 1.3 mg / 20 gr BB metformin), K1 (diabetic mice + brown seaweed extract). The seaweed dose of 10mg / 20grBB is given on a daily basis for 21 days. Checking blood cholesterol levels in serum using the POD CHOD method and measured using biolysers. Diabetic mice with brown seaweed extract were significantly (p <0.05) lower cholesterol level of 68.94 mg / dL than diabetic mice 81.75 mg / dL. It was concluded that brown seaweed extract had an effect on reducing total cholesterol levels in diabetic mice.
Keywords : Cholesterol levels, Diabetic mice, Brown Seawee