Perspektif Ilmu Pendidikan
Not a member yet
344 research outputs found
Sort by
PROSES BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR SELAMA WABAH COVID-19
This research aimed to discover the learning process of elementary school students during the Covid-19 outbreak, this includes problems faced by parents and students, and strategies to overcome these problems as well as suggestions for improving online learning in elementary schools. Data were collected through a survey method by distributing questionnaires about the responses of parents on the process of implementing online learning during the covid-19 outbreak. The results of the survey showed that online learning for elementary school students is less conducive, less effective, and less efficient compared to face-to-face learning interaction. This study enriches the research and knowledge related to online learning at primary school during the COVID-19 outbreak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran di sekolah dasar selama pandemik Covid-19, ini meliputi permasalahan yang dihdapi oleh orang tua dan siswa, dan strategi untuk mengatasi permasalahan ini dan juga saran untuk meningkatkan pembelajaran daring di sekolah dasar. data dikumpulkan melalaui metode surve dengan menyebar angket trntangf respon orang tua pada proses penerapan pembelajaran daring selama pandemik Covid-19. Hasil surve menunjukan bahwa pembelajaran daraing disekolah dasar kurang kondusif, kurang efektif dan kurang efisien dibandingkan dengan pembelajaran tatap mungka. penelitian ini memperkaya penelitian dan pengetahuan yang berhubungan dengan pembelajaran daring di sekolah dasar selama pandemik Covid-19
Analisis Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Kota Palu Pada Masa Pandemi Covid-19
Abstract: The research aims to know the achievement of learning outcomes and the factors that influence it. The research method used was descriptive qualitative research. The research subjects were 223 students of grade VI SD at Palu city. Data collection techniques were carried out are tests and interviews. The results obtained from the research that has been done are that of the 223 students who took the test, only 52 students (23%) correctly answered the short answer questions and only 7 students (3%) were able to answer the essay questions about the circumference of plane materials. The learning outcomes of Palu City Elementary School students are in the poor category. From the results of interviews with students, teachers, and school principals, information was obtained that the factors causing low learning outcomes during the COVID-19 pandemic were the decreased level of student discipline, the difficulty of controlling students and teachers, BDR for a long time caused students to easily forget, absorb low online face-to-face material, excessive public concern about COVID-19, support from parents and the unequal economy of parents.
Keywords: analysis, mathematics learning outcomes, COVID-19 pandemicAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian hasil belajar serta faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian yaitu siswa kelas VI SD Kota Palu sebanyak 223 siswa. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan yaitu dari 223 siswa mengikuti tes hanya 52 siswa (23%) siswa yang menjawab benar soal isian singkat dan hanya 7 siswa (3%) yang mampu menjawab soal uraian materi keliling bangun datar. Capaian hasil belajar siswa SD Kota Palu kategori kurang. Dari hasil wawancara terhadap siswa, guru, dan kepala sekolah, diperoleh informasi bahwa faktor penyebab rendahnya hasil belajar pada masa pandemi COVID-19 yaitu tingkat kedisiplinan siswa yang menurun, sulitnya kontrol siswa dan guru, BDR dalam waktu yang lama menyebabkan siswa mudah lupa, serapan materi pada tatap muka online yang rendah, kekhawatiran masyarakat terhadap COVID-19 yang berlebihan, dukungan dari orang tua serta ekonomi orang tua yang tidak sama.
Kata-kata Kunci: analisis, hasil belajar matematika, pandemi COVID-19.
 
the THE EFFECT OF STAD TYPE COOPERATIVE LEARNING MODEL ON THE LEARNING OUTCOMES OF VIHARA DHAMMAPHALA SUNDAY SCHOOL- TANGERANG
This research was conducted based on the low value of the learning outcomes of Vihara Dhammapala Sunday school. The low learning outcomes are due to several factors, one of which is the ineffective learning model, therefore the existence of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) learning model is one of the cooperative learning models in which there are several groups of students with different levels of academic ability. work together to realize learning objectives. This study aims to determine the effect of the STAD cooperative learning model on the learning outcomes of students at the Dhammaphala Vihara Sunday School. The design used in this research is in the form of an experiment with a quantitative approach. The instruments used in this study were questionnaires, documents and interviews. The questionnaire was distributed to 20 students. The data that has been obtained from the distribution of questionnaires were analyzed using the Likert scale and the learning outcomes of the pretest and posttest were analyzed using the paired t test. The results of this study indicate that the STAD learning model has a very strong effect on the learning outcomes of Buddhism, when viewed from the percent achievement of 91.75% then from the response evaluation answers with a total score of 1468 and a percent achievement of 91.81%. Furthermore, based on the paired t test the values before and after Dhammaphala Vihara Sunday School with a score of 14.82 turned out to be very significant with an average difference of 17.55. So, STAD learning model greatly enhances the value of learning outcomes at the Vihara Dhammaphala sunday school.Penelitian ini dilakukanberdasarkan nilai hasil belajar SMB Vihara Dhammapala tergolong rendah. Rendahnya hasil belajar dikarenakan beberapa faktor salah satunya model pembelajaran yang kurang efektif maka dari itu dengan adanya model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang di dalamnya terdapat beberapa kelompok peserta didik dengan level kemampuan akademik berbeda-beda yang kemudian bekerjasama untuk merealisasikan tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar peserta didik Sekolah Minggu Vihara Dhammaphala. Desain yang digunakan dalam penelitian berbentukeksperimen dengan pendekatan kuantitaif. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, dokumen dan wawancara. Angket disebarkan kepada 20 peserta didik. Data yang telah diperoleh dari penyebaran angket dianalisis menggunakan skala likert dan hasil belajar pretest posttest dianalisii menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran STAD berpengaruh sangat kuat terhadap hasil belajar agama Buddha, jika ditinjau dari persen capaian sebesar 91,75% kemudian dari jawaban evaluasi respon dengan skor total 1468 dan persen capaian 91,81%. Selanjutnya berdasarkan uji t berpasangan nilai before dan after Sekolah Minggu Vihara Dhammaphala dengan skor 14,82 ternyata berpengaruh sangat nyata dengan selisih rata-rata 17,55. Maka model pembelajaran STAD sangat meningkatkan nilai hasi belajar SMB Vihara Dhammaphala
DAMPAK PENGHARGAAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI: THE IMPACT OF REWARDS IN LEARNING OF SOCIAL SCIENCES IN CLASS V PUBLIC ISLAMIC PRIMARY SCHOOL
Tercapainya tujuan pembelajaran tidak terlepas dari kreativitas guru dalam proses pembelajaran, salah satu dari kreativitas tersebut adalah dengan guru memberikan reward. Pemberian penghargaan atau reward kepada siswa merupakan sesuatu hal yang penting karena dapat membangkitkan atau mengembangkan minat siswa. Pemberian reward memberikan dampak pada proses pembelajaran terutama pada masa anak-anak yang sedang duduk di bangku sekolah dasar seperti siswa merasa senang dan mereka akan bangga dengan apa yang sudah dikerjakan. Dengan adanya rasa seperti ini maka siswa akan termotivasi untuk mengembangkan minatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pemberian reward dalam proses pembelajaran IPS siswa kelas V MI Negeri di Lombok Barat. Dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data terdiri dari guru mata pelajaran IPS dan siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Lombok Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa, dampak pemberian reward dalam proses pembelajaran IPS adalah meningkatnya perhatian siswa dalam proses pembelajaran, meningkatkan antusias belajar siswa, meningkatnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, siswa lebih bisa dikendalikan tingkah lakunya ketika proses pembelajaran berlangsung.
Achieving learning objectives is inseparable from the creativity of teachers in the learning process, one of the creativity is giving rewards by teachers. Awarding or rewarding students is important because it can awaken or develop students' interest. Reward giving has an impact on the learning process, especially for elementary school children because the reward will make theem feeling happy and proud of what has been done. This study aims to find out how the impact of rewarding in the learning process of IPS subject for class V students of MI Negeri 1 Lobar using descriptive qualitative research. Data source consists of subject teachers and students of class V MI Negeri I Lobar. Data collection techniques used are observation, interview and documentation. The results of the study conclude that rewarding impacts learning process such as increasing attention, enthusiasm, participation of students and were more able to control their behavior during the learning process.Tercapainya tujuan pembelajaran tidak terlepas dari kreativitas guru dalam proses pembelajaran, salah satu dari kreativitas tersebut adalah dengan guru memberikan reward. Pemberian penghargaan atau reward kepada siswa merupakan sesuatu hal yang penting karena dapat membangkitkan atau mengembangkan minat siswa. Pemberian reward memberikan dampak pada proses pembelajaran terutama pada masa anak-anak yang sedang duduk di bangku sekolah dasar seperti siswa merasa senang dan mereka akan bangga dengan apa yang sudah dikerjakan. Dengan adanya rasa seperti ini maka siswa akan termotivasi untuk mengembangkan minatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pemberian reward dalam proses pembelajaran IPS siswa kelas V MI Negeri di Lombok Barat. Dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data terdiri dari guru mata pelajaran IPS dan siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Lombok Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa, dampak pemberian reward dalam proses pembelajaran IPS adalah meningkatnya perhatian siswa dalam proses pembelajaran, meningkatkan antusias belajar siswa, meningkatnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, siswa lebih bisa dikendalikan tingkah lakunya ketika proses pembelajaran berlangsung.
Achieving learning objectives is inseparable from the creativity of teachers in the learning process, one of the creativity is giving rewards by teachers. Awarding or rewarding students is important because it can awaken or develop students' interest. Reward giving has an impact on the learning process, especially for elementary school children because the reward will make theem feeling happy and proud of what has been done. This study aims to find out how the impact of rewarding in the learning process of IPS subject for class V students of MI Negeri 1 Lobar using descriptive qualitative research. Data source consists of subject teachers and students of class V MI Negeri I Lobar. Data collection techniques used are observation, interview and documentation. The results of the study conclude that rewarding impacts learning process such as increasing attention, enthusiasm, participation of students and were more able to control their behavior during the learning process
ANALISIS KESUKSESAN KARIR ALUMNI PROGRAM MAHASISWA BERPRESTASI DI PERGURUAN TINGGI: CAREER SUCCESS ANALYSIS OF OUTSTANDING STUDENT PROGRAM ALUMNI AT UNIVERSITY
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) tingkat nasional sejak 2004. Kompetisi ini mencakup aspek penilaian komprehensif yang meliputi kemampuan akademik, kemampuan berbahasa asing, capaian unggulan, kemampuan menulis ilmiah, dan kepribadian. IPB University merupakan perguruan tinggi yang memiliki reputasi baik dalam ajang tersebut. Penelitian ini dilakukan pada Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB dengan tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik, menganalisis kompetensi alumni berdasarkan kriteria PILMAPRES dan karir pascakampus, serta menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kesuksesan karir alumni program PILMAPRES. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif berupa survei dan studi dokumen dari berbagai hasil kajian yang relevan. Partisipan penelitian merupakan 45 orang alumni Mahasiswa Berprestasi yang mewakili semua fakultas dan sekolah di IPB. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang diberikan melalui internet kepada responden. Data diolah dengan metode analisis deskriptif dan SEM PLS. Mayoritas alumni bekerja sebagai karyawan swasta dengan masa tunggu rata-rata empat bulan. Dari analisis SEM-PLS diketahui bahwa variabel capaian unggulan dan kepribadian berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan karier, sedangkan kemampuan akademik, kemampuan bahasa asing dan kemampuan penulisan ilmiah tidak berpengaruh signifikan.
The Ministry of Education and Culture has held National Outstanding Students Selection (PILMAPRES) since 2004. This competition covers comprehensive aspects such as academic abilities, foreign language skills, non-academic achievements, scientific writing abilities, and personality. IPB University has a good reputation in this event. This research was conducted at the Directorate of Student Affairs and Career Development of IPB with the objectives to identify the characteristics of outstanding student alumni, analyse alumni competencies based on PILMAPRES criteria and career, and analyse the influence of competence on career success. The approach used is quantitative with primary data from survey and secondary data from various relevant studies. Research participants were 45 outstanding student alumni representing all faculties and schools in IPB. Data collection was carried out by means of a questionnaire given via the internet to respondents. The data were processed using descriptive analysis and SEM-PLS. The majority of alumni work as private employees with a maximum average waiting period of four months. From the SEM-PLS analysis, it is known that the variables of achievements and personality have a significant effect on career success, while academic abilities, foreign language skills, and scientific writing abilities do not have any significant effect.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) tingkat nasional sejak 2004. Kompetisi ini mencakup aspek penilaian komprehensif yang meliputi kemampuan akademik, kemampuan berbahasa asing, capaian unggulan, kemampuan menulis ilmiah, dan kepribadian. IPB University merupakan perguruan tinggi yang memiliki reputasi baik dalam ajang tersebut. Penelitian ini dilakukan pada Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB dengan tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik, menganalisis kompetensi alumni berdasarkan kriteria PILMAPRES dan karir pascakampus, serta menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kesuksesan karir alumni program PILMAPRES. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif berupa survei dan studi dokumen dari berbagai hasil kajian yang relevan. Partisipan penelitian merupakan 45 orang alumni Mahasiswa Berprestasi yang mewakili semua fakultas dan sekolah di IPB. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang diberikan melalui internet kepada responden. Data diolah dengan metode analisis deskriptif dan SEM PLS. Mayoritas alumni bekerja sebagai karyawan swasta dengan masa tunggu rata-rata empat bulan. Dari analisis SEM-PLS diketahui bahwa variabel capaian unggulan dan kepribadian berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan karier, sedangkan kemampuan akademik, kemampuan bahasa asing dan kemampuan penulisan ilmiah tidak berpengaruh signifikan.
The Ministry of Education and Culture has held National Outstanding Students Selection (PILMAPRES) since 2004. This competition covers comprehensive aspects such as academic abilities, foreign language skills, non-academic achievements, scientific writing abilities, and personality. IPB University has a good reputation in this event. This research was conducted at the Directorate of Student Affairs and Career Development of IPB with the objectives to identify the characteristics of outstanding student alumni, analyse alumni competencies based on PILMAPRES criteria and career, and analyse the influence of competence on career success. The approach used is quantitative with primary data from survey and secondary data from various relevant studies. Research participants were 45 outstanding student alumni representing all faculties and schools in IPB. Data collection was carried out by means of a questionnaire given via the internet to respondents. The data were processed using descriptive analysis and SEM-PLS. The majority of alumni work as private employees with a maximum average waiting period of four months. From the SEM-PLS analysis, it is known that the variables of achievements and personality have a significant effect on career success, while academic abilities, foreign language skills, and scientific writing abilities do not have any significant effect
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MEDIA KOLASE PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR: THE IMPROVEMENT OF FOURTH GRADE PRIMARY SCHOOL STUDENTS' THEMATIC LEARNING OUTCOMES THROUGH COLLAGE MEDIA
Berbagai macam media pembelajaran berfungsi untuk menunjang kegiatan pembelajaran dalam upaya mencapai hasil belajar, termasuk penggunaan media kolase. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatnya hasil belajar pada siswa kelas IV SD pada pembelajaran tematik dengan menggunakan media kolase. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SDN 02 Margo Mulyo OKU Timur yang dilaksanakan selama 3 bulan pada tahun 2020. Prosedur penelitian yang digunakan adalah model John Elliot yang mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian melaporkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata siswa dari pra siklus 74,89 meningkat menjadi 76,30 pada siklus pertama, dan meningkat menjadi 79,00 pada siklus kedua. Persentase ketuntasan belajar dilaporkan meningkat pada setiap siklusnya, dari 52% pada pra siklus, menjadi 68% pada siklus pertama, dan menjadi 90% pada siklus kedua. Secara klasikal telah tercapai indikator yang ditetapkan yaitu persentase ketuntasan belajar siswa mencapai ≥ 75% siswa dengan nilai ≥ 75. Aktivitas belajar siswa dan mengajar guru selama proses pembelajaran menggunakan media kolase berkategori sangat baik. Saran penelitian adalah perlu dilakukannya kegiatan pendampingan pada guru dalam memilih, menggunakan, dan memanfaatkan media pembelajaran.
There are various media to support learning and improve learning outcomes, including collage media. This research aims to describe the outcomes of fourth-grade primary school students' thematic learning using collage media. This research is a classroom action research that was conducted for 3 months in 2020 at SDN 02 Margo Mulyo OKU Timur. The research procedure used is the John Elliot model which includes the stages of planning, observation, and reflection. The results reported the increase of students’ mean score from the pre-cycle 74,89 to 76,30 in the first cycle and increased to 79,00 in the second cycle. The percentage of learning completion reported to have increased in each cycle, from 52% in the pre-cycle, to 68% in the first cycle, and 90% in the second cycle. Classically, the proposed indicators have been achieved with student learning completion reaching ≥ 75% with ≥ a 75 score. Teacher and student learning activities with collage media are categorized very well. The research suggests that teachers must study the selecting, using, and utilizing learning media process.Berbagai macam media pembelajaran berfungsi untuk menunjang kegiatan pembelajaran dalam upaya mencapai hasil belajar, termasuk penggunaan media kolase. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatnya hasil belajar pada siswa kelas IV SD pada pembelajaran tematik dengan menggunakan media kolase. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SDN 02 Margo Mulyo OKU Timur yang dilaksanakan selama 3 bulan pada tahun 2020. Prosedur penelitian yang digunakan adalah model John Elliot yang mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian melaporkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata siswa dari pra siklus 74,89 meningkat menjadi 76,30 pada siklus pertama, dan meningkat menjadi 79,00 pada siklus kedua. Persentase ketuntasan belajar dilaporkan meningkat pada setiap siklusnya, dari 52% pada pra siklus, menjadi 68% pada siklus pertama, dan menjadi 90% pada siklus kedua. Secara klasikal telah tercapai indikator yang ditetapkan yaitu persentase ketuntasan belajar siswa mencapai ≥ 75% siswa dengan nilai ≥ 75. Aktivitas belajar siswa dan mengajar guru selama proses pembelajaran menggunakan media kolase berkategori sangat baik. Saran penelitian adalah perlu dilakukannya kegiatan pendampingan pada guru dalam memilih, menggunakan, dan memanfaatkan media pembelajaran.
There are various media to support learning and improve learning outcomes, including collage media. This research aims to describe the outcomes of fourth-grade primary school students' thematic learning using collage media. This research is a classroom action research that was conducted for 3 months in 2020 at SDN 02 Margo Mulyo OKU Timur. The research procedure used is the John Elliot model which includes the stages of planning, observation, and reflection. The results reported the increase of students’ mean score from the pre-cycle 74,89 to 76,30 in the first cycle and increased to 79,00 in the second cycle. The percentage of learning completion reported to have increased in each cycle, from 52% in the pre-cycle, to 68% in the first cycle, and 90% in the second cycle. Classically, the proposed indicators have been achieved with student learning completion reaching ≥ 75% with ≥ a 75 score. Teacher and student learning activities with collage media are categorized very well. The research suggests that teachers must study the selecting, using, and utilizing learning media process
PELAKSANAAN PROGRAM SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DI MADRASAH TSANAWIYAH DI JAWA BARAT: THE IMPLEMENTATION OF PRINCIPALS ACADEMIC SUPERVISION IN SECONDARY ISLAMIC SCHOOL IN WEST JAVA
Supervisi akademik yang diterapkan kepala sekolah dapat efektif memberikan bantuan, membimbing dan membina guru agar mereka dapat bekerja lebih baik dalam membimbing peserta didik serta dapat memperbaiki kinerjanya dalam meningkatkan pembelajaran di sekolah dengan menggunakan pendekatan self-reflection sebagai kebaharuan (novelty) dalam supervisi akademik. Tujuan penelitian ini untuk melaporkan program, implementasi, efektivitas, kendala dan tindaklanjut supervisi akademik kepala sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, yang dipaparkan secara deskriptif analitik. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, dan 2 orang guru mata pelajaran di satu Madrasah Tsanawiyah di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Uji keabsahan datanya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan program supervisi akademik meliputi penentuan tujuan, pengembangan kurikulum, evaluasi perangkat pembelajaran, metode mengajar, kegiatan pembelajaran, pengembangan pengalaman belajar siswa, 2) supervisi dilakukan dengan pra-observasi, observasi, dan pasca-observasi, 3) pelaksanaan supervisi akademik di sekolah sudah efektif, 4) terdapat kendala dalam pelaksanaannya yaitu kendala internal dan eksternal, 5) tindak lanjut supervisi akademik dengan melakukan pembinaan secara langsung dan tidak langsung. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan inspirasi bagi kepala sekolah untuk melakukan pembaharuan kegiatan supervisi akademik menggunakan pendekatan self-reflection.
Academic supervision by the principals could effectively help, guide, and build teachers to guide students and improve their performance in school learning through a self-reflection approach as a novelty in academic supervision. This research uses a qualitative approach with a descriptive-analytic method. Data collected through interviews, observation, and documentation. Participants consist of Supervisors, Principals, and deputy heads of the curriculum at the madrasah in Sumedang Regency, West Java. Data analyzed reduction, presentation, drawing conclusions, and testing the validity of the data with triangulation. The results of this study indicate that 1) The implementation of the academic supervision program in this madrasah consists of setting goals, curriculum development, learning tools evaluation, teaching methods, learning activities, and developing student learning experiences 2) supervision conducted at this madrasah through the steps of pre-observation, observation, and post-observation, 3) The implementation of academic supervision in this madrasah has been effective, 4) Obstacles to the implementation of academic supervision includes internal constraints and external constraints 5) Follow-up activity of academic supervision in this school consists of direct and indirect construction. The follow-up activity includes improving academic supervision instruments, consists of the learning process and supervision instruments construction. The research contribution is to inspire the principals for the renewal of the self-reflection approach in supervision activities.Supervisi akademik yang diterapkan kepala sekolah dapat efektif memberikan bantuan, membimbing dan membina guru agar mereka dapat bekerja lebih baik dalam membimbing peserta didik serta dapat memperbaiki kinerjanya dalam meningkatkan pembelajaran di sekolah dengan menggunakan pendekatan self-reflection sebagai kebaharuan (novelty) dalam supervisi akademik. Tujuan penelitian ini untuk melaporkan program, implementasi, efektivitas, kendala dan tindaklanjut supervisi akademik kepala sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, yang dipaparkan secara deskriptif analitik. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, dan 2 orang guru mata pelajaran di satu Madrasah Tsanawiyah di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Uji keabsahan datanya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan program supervisi akademik meliputi penentuan tujuan, pengembangan kurikulum, evaluasi perangkat pembelajaran, metode mengajar, kegiatan pembelajaran, pengembangan pengalaman belajar siswa, 2) supervisi dilakukan dengan pra-observasi, observasi, dan pasca-observasi, 3) pelaksanaan supervisi akademik di sekolah sudah efektif, 4) terdapat kendala dalam pelaksanaannya yaitu kendala internal dan eksternal, 5) tindak lanjut supervisi akademik dengan melakukan pembinaan secara langsung dan tidak langsung. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan inspirasi bagi kepala sekolah untuk melakukan pembaharuan kegiatan supervisi akademik menggunakan pendekatan self-reflection.
Academic supervision by the principals could effectively help, guide, and build teachers to guide students and improve their performance in school learning through a self-reflection approach as a novelty in academic supervision. This research uses a qualitative approach with a descriptive-analytic method. Data collected through interviews, observation, and documentation. Participants consist of Supervisors, Principals, and deputy heads of the curriculum at the madrasah in Sumedang Regency, West Java. Data analyzed reduction, presentation, drawing conclusions, and testing the validity of the data with triangulation. The results of this study indicate that 1) The implementation of the academic supervision program in this madrasah consists of setting goals, curriculum development, learning tools evaluation, teaching methods, learning activities, and developing student learning experiences 2) supervision conducted at this madrasah through the steps of pre-observation, observation, and post-observation, 3) The implementation of academic supervision in this madrasah has been effective, 4) Obstacles to the implementation of academic supervision includes internal constraints and external constraints 5) Follow-up activity of academic supervision in this school consists of direct and indirect construction. The follow-up activity includes improving academic supervision instruments, consists of the learning process and supervision instruments construction. The research contribution is to inspire the principals for the renewal of the self-reflection approach in supervision activities
PENGEMBANGAN SEBUAH PENGAJARAN RESPONSIF BUDAYA (CRT) PADA KELAS DRAMA (SEBUAH KOLABORASI MAHASIWA DALAM PEMENTASAN DRAMA CERITA LOKAL)
DEVELOPING A CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) ON TEACHING DRAMA ( A COLLABORATION ON STUDENTS’ LOCAL STORY DRAMA PERFORM)
ESNHAbstract: This study is meant to investigate how lecturer develop a culturally responsive teaching on drama class especially students’ collaborative of local story drama perform. The problem of this research is formulated as how does the lecturer develop CRT on teaching drama? The study was stimulated by the writer’s interest to examine the CRT on a collaboration of 5th semester students’ local story drama performance by understanding the local story through drama teaching whereas nowadays teaching also touch about the local content. The research subjects are 5th semester students from 3 different classes that the writer collaborate them in a collaboration team. The writer randomly collaborate the students by means of getting them to adapt, cooperate and create their own acting to be more fearless, creative in front of the stage. A qualitative research was conducted by observing the students’ activity and watching the video documenting students’ performance. From the data result the writer found that the drama class based CRT are the students learn within the context of different culture, students being the center in teaching and learning process, students adjusted the learning with the group members and the teacher being the mediator to succeed the students’ project. The conclusion is the students enrich their knowledge of historical story from different ethnics as well as they authentically know the differences local story among them. The suggestions are the educators should convey the local content in teaching and learning process in class based culturally responsive teaching.
Keywords: Developing, Culturally Responsive Teaching (CRT), Teaching Drama, CollaborationPENGEMBANGAN SEBUAH PENGAJARAN RESPONSIF BUDAYA (CRT) PADA KELAS DRAMA (SEBUAH KOLABORASI MAHASIWA DALAM PEMENTASAN DRAMA CERITA LOKAL)
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dosen mengembangkan pengajaran yang responsif budaya pada kelas drama khususnya kolaborasi siswa dalam pertunjukan drama cerita lokal. Masalah penelitian ini dirumuskan sebagai bagaimana dosen mengembangkan CRT pada pengajaran drama? Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis untuk mengkaji CRT pada kolaborasi pementasan drama cerita lokal mahasiswa semester 5 dengan memahami cerita lokal melalui pengajaran drama sedangkan pengajaran saat ini juga menyentuh muatan lokal. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester 5 dari 3 kelas yang berbeda yang penulis mengkolaborasikannya dalam tim kolaborasi. Penulis secara acak mengkolaborasikan siswa dengan cara membuat mereka beradaptasi, bekerja sama dan menciptakan akting mereka sendiri agar lebih berani, kreatif di depan panggung. Penelitian kualitatif dilakukan dengan mengamati aktivitas siswa dan menonton video dokumentasi penampilan siswa. Dari hasil data penulis menemukan bahwa kelas drama berbasis CRT adalah siswa belajar dalam konteks budaya yang berbeda, siswa menjadi pusat dalam proses belajar mengajar, siswa menyesuaikan pembelajaran dengan anggota kelompok dan guru menjadi mediator untuk mensukseskan. proyek siswa. Kesimpulannya adalah siswa memperkaya pengetahuan mereka tentang cerita sejarah dari etnis yang berbeda serta mereka mengetahui secara otentik perbedaan cerita lokal di antara mereka. Saran yang diberikan adalah sebaiknya pendidik menyampaikan muatan lokal dalam proses belajar mengajar di kelas berbasis pengajaran yang responsif budaya.
Keywords: menciptakan, Pengajaran Responsive budaya (CRT), Kelas Drama, Kolaborasi
 
PENGELOLAAN DIRI SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN KERJA SAMA DALAM PERTUKARAN PELAJAR DI PERGURUAN TINGGI: SELF-MANAGEMENT TO BUILD SOLID TEAMWORK ON THE STUDENT EXCHANGE PROGRAMS IN HIGHER EDUCATIONS
Masa pandemi saat ini mendorong seluruh bidang dan kegiatan di dalamnya dilakukan secara daring ataupun virtual, termasuk pada pelaksanaan program pertukaran pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya Pengelolaan diri untuk membangun kerja sama pada program pertukaran pelajar di perguruan tinggi secara virtual. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi partisipasi dan wawancara terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah 20 mahasiswa PGSD semester 5 pada dua perguruan tinggi negeri di Jawa, yang mengikuti kegiatan pertukaran pelajar antar program studi di perguruan tinggi yang berbeda. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dengan pedoman yang didasarkan pada parameter mengenai pengelolaan diri dan kerja sama. Analisis terhadap hasil wawancara diperkuat dengan pengamatan karena peneliti terlibat langsung dalam keseharian orang yang sedang menjadi objek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yang terdiri atas aktivitas data reduction, data display, dan drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan tiap partisipan sudah memiliki Pengelolaan diri yang baik, ditunjukkan dengan cara mengatasi berbagai masalah kerja sama tim secara virtual dengan pengelolaan diri, cara membagi waktu, prioritas dan komunikasi yang baik, sehingga tercipta kerja sama tim yang baik. Pengelolaan diri yang baik akan menciptakan kerja sama tim yang baik pula, begitupun sebaliknya.
The current pandemic has prompted all fields and activities to be carried out online or virtually, including the implementation of student exchange programs. The research aims to determine the importance of self-management in building solid teamwork between students in exchange programs virtually. Data collected through structured interviews and participatory observation. Participants are 20 students of the 5th semester in Primary teacher education (PGSD) from two universities in Java that follow Student Exchange Programs in Kampus Merdeka-Merdeka Belajar. Interview data were collected and classified according to interview guidelines based on self-management and solid teamwork indicators. The interview results were confirmed with direct observation by the researcher involved in the daily activities of research participants. The data analysis uses the Miles and Huberman model that consists of data reduction, data display, and drawing/verification activities. The results revealed that each participant experienced difficulties building virtual teamwork in terms of internet networks, individual interests, et cetera. Participants also carry out self-management to work together in teams by setting time, priorities, and other related to their performance to complete group tasks.Masa pandemi saat ini mendorong seluruh bidang dan kegiatan di dalamnya dilakukan secara daring ataupun virtual, termasuk pada pelaksanaan program pertukaran pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya Pengelolaan diri untuk membangun kerja sama pada program pertukaran pelajar di perguruan tinggi secara virtual. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi partisipasi dan wawancara terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah 20 mahasiswa PGSD semester 5 pada dua perguruan tinggi negeri di Jawa, yang mengikuti kegiatan pertukaran pelajar antar program studi di perguruan tinggi yang berbeda. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dengan pedoman yang didasarkan pada parameter mengenai pengelolaan diri dan kerja sama. Analisis terhadap hasil wawancara diperkuat dengan pengamatan karena peneliti terlibat langsung dalam keseharian orang yang sedang menjadi objek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yang terdiri atas aktivitas data reduction, data display, dan drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan tiap partisipan sudah memiliki Pengelolaan diri yang baik, ditunjukkan dengan cara mengatasi berbagai masalah kerja sama tim secara virtual dengan pengelolaan diri, cara membagi waktu, prioritas dan komunikasi yang baik, sehingga tercipta kerja sama tim yang baik. Pengelolaan diri yang baik akan menciptakan kerja sama tim yang baik pula, begitupun sebaliknya.
The current pandemic has prompted all fields and activities to be carried out online or virtually, including the implementation of student exchange programs. The research aims to determine the importance of self-management in building solid teamwork between students in exchange programs virtually. Data collected through structured interviews and participatory observation. Participants are 20 students of the 5th semester in Primary teacher education (PGSD) from two universities in Java that follow Student Exchange Programs in Kampus Merdeka-Merdeka Belajar. Interview data were collected and classified according to interview guidelines based on self-management and solid teamwork indicators. The interview results were confirmed with direct observation by the researcher involved in the daily activities of research participants. The data analysis uses the Miles and Huberman model that consists of data reduction, data display, and drawing/verification activities. The results revealed that each participant experienced difficulties building virtual teamwork in terms of internet networks, individual interests, et cetera. Participants also carry out self-management to work together in teams by setting time, priorities, and other related to their performance to complete group tasks
The STUDI KOMPARATIF KINERJA DOSEN BERSTATUS PABBAJITA DENGAN GHARAVĀSA DI SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA (STAB) KERTARAJASA
STAB Kertajasa is a Buddhist college which has two types of lecturer status, namely lecturer with the status of pabbajita and gharavāsa. The purpose of this study was to determine the differences in the performance of lecturers with the status of pabbajita and gharavāsa. The research design used was a survey form. The instrument used in this study was a questionnaire distributed to 27 second semester students and 27 semester VI students. Data were tabulated and analyzed using a Likert scale and t-test. The results of this study indicate that the second semester lecturers generally get higher performance scores than gharavāsa. Acquisition of values on a continuum line said that lecturers with the status of pabbajita received the criteria for SB (Very Good), while those with status of gharavāsa ranged from B (Good) to SB (Very Good) with a total score and percent of achievement of each lecturer, namely 1803 (89.04%) for lecturers A, 1759 (86.86%) for lecturers B, 1637 (80.84%) for lecturers D, and 1597 (77.96%) for lecturers C. gharavāsa has performance with the criteria of SB (Very Good) which has a total score and percent of achievement, namely 1901 (93.88%) for lecturer E, 1759 (86.86%) for lecturer F, 1642 (81.09%) for lecturer G , and 1812 (89.48%) for lecturers H. The difference in performance between lecturers with the status of pabbajita and gharavāsa semester II is in real areas and semester IV lecturers have very real differences. From this research, it is hoped that it can improve the performance of lecturers so that STAB Kertarajasa becomes better by having good quality lecturer performance.STAB Kertajasa merupakan salah satu sekolah tinggi agama Buddha yang mempunyai dua jenis status dosen yaitu dosen berstatus pabbajita dan gharavāsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kinerja dosen yang berstatus pabbajita dan gharavāsa. Desain penelitian yang digunakan adalah bentuk survei. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang disebar kepada 27 mahasiswa semester II dan 27 mahasiswa semester IV. Data ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan skala Likert dan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosen semester II pada umumnya perolehan nilai kinerja dosen berstatus pabbajita lebih tinggi dibandingkan dengan gharavāsa. Perolehan nilai secara garis kontinum mengatakan dosen berstatus pabbajita mendapat kriteria SB (Sangat Baik), sedangkan yang berstatus gharavāsa berkisar B (Baik) sampai SB (Sangat Baik) dengan skor total dan persen capaian masing-masing dosen yaitu 1803 (89,04%) untuk dosen A, 1759 (86,86%) untuk dosen B, 1637 (80,84%) untuk dosen D, dan 1597 (77,96%) untuk dosen C. Dosen semester IV pada umumnya secara keseluruhan baik dosen berstatus pabbajita maupun gharavāsa mempunyai kinerja dengan kriteria SB (Sangat Baik) yang mempunyai skor total dan persen capaian yaitu 1901 (93,88%) untuk dosen E, 1759 (86,86%) untuk dosen F, 1642 (81,09%) untuk dosen G, dan 1812 (89,48%) untuk dosen H. Perbedaan kinerja antara dosen berstatus pabbajita dan gharavāsa semester II berada di daerah nyata dan dosen semester IV mempunyai perbedaan yang sangat nyata. Dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dosen sehingga STAB Kertarajasa menjadi semakin baik dengan memiliki kualitas kinerja dosen yang baik