Perspektif Ilmu Pendidikan
Not a member yet
    344 research outputs found

    PERSEPSI MAHASISWA CALON GURU TERHADAP PEMAHAMAN LITERASI LINGKUNGAN

    Full text link
    Future generations need to be provided with provisions and insights into the environment so that an environmentally literate generation is formed. Likewise, prospective teacher students at the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Ahmad Dahlan need to gain insight related to environmental literacy. The purpose of this study is to determine the perception of FKIP UAD students towards understanding environmental literacy and for the level of understanding of student environmental literacy. This research is a survey research with questionnaire techniques and instruments used to collect data using questionnaires. Data analysis techniques use quantitative descriptive analysis. The population in this study was all FKIP UAD students class of 2018, the sample used was 219 students with random sampling techniques. The results showed that the perception of FKIP UAD students towards understanding environmental literacy was included in the sufficient category, student perception of understanding environmental literacy included 4 aspects, namely competence towards the environment, knowledge of the environment, attitude towards the environment, and behavior and responsibility towards the environment   Key words: perception, future teacher, literacy, environmentGenerasi yang akan datang perlu diberikan bekal dan wawasan terhadap lingkungan sehingga terbentuk generasi yang berliterasi lingkungan. Begitu juga dengan mahasiswa calon guru yang berada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan perlu mendapatkan wawasan terkait literasi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa FKIP UAD terhadap pemahaman literasi lingkungan dan untuk tingkat pemahaman literasi lingkungan mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan teknik kuisioner dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa FKIP UAD angkatan 2018, sampel yang digunakan sebanyak 219 mahasiswa dengan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa FKIP UAD terhadap pemahaman literasi lingkungan termasuk kategori cukup, persepsi mahasiswa terhadap pemahaman literasi lingkungan mencakup 4 aspek yaitu kompetensi terhadap lingkungan, pengetahuan terhadap lingkungan, sikap terhadap lingkungan, serta perilaku dan tanggung jawab terhadap lingkungan   Kata-kata kunci: persepsi, calon guru, literasi, lingkunga

    Pengembangan Karakter Siswa dengan Permainan Bikabepo dan Wabidaka di SD Negeri Pucangan 03 Kecamatan Kartasura

    Full text link
    This innovative work on Student Character Development with Bikabepo and Wabidaka Games  at SD Negeri Pucangan 03, Kartasura District, Sukoharjo Regency aims to describe the procedures for developing student character with Bikabepo and Wabidaka games  at SD Negeri Pucangan 03Kartasura District, Sukoharjo Regency. Bikabepo is an acronym for Power Point Based Character Bus  and Wabidaka is an acronym for Wayang Bus from Cardboard. Bikabepo and Wabidaka games  were chosen as learning media to solve learning problems, namely to increase students' creativity and character development. The method used is the Research and Development (R and D) research method. The results of the implementation of this innovative work show that the use of Bikabepo and Wabidaka game media  can develop student character and improve learning outcomes and student creativity in learning. The development of student character can be seen from the results of interviews with class teachers and guardians which show that 90% of students have been honest, disciplined and responsible in daily life. The learning outcomes showed an increase in learning completeness by 47%, which was originally by 30% after using Bikbepo and Wabidaka game media  to 77%. In addition, student creativity also increases in learning based on the results of student work in making character buses and solving problems about character. 100% of students can answer questions about character issues in everyday life. Based on this, it can be concluded that powerpoint-based character bus games and cardboard bus puppets can develop the character, learning outcomes and creativity of students at SD Negeri Pucangan 03.   Keywords: Character development, game, Bikabepo, Wabidaka  Karya inovasi pembelajaran  Pengembangan Karakter Siswa dengan Permainan Bikabepo dan Wabidaka di SD Negeri Pucangan 03 Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang tata cara  pengembangan karakter siswa dengan permainan Bikabepo Dan Wabidaka di SD Negeri Pucangan 03Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Bikabepo merupakan akronim dari Bis Karakter Berbasis Power Point dan Wabidaka merupakan akronim dari Wayang Bis dari Kardus  . Permainan Bikabepo dan Wabidaka dipilih sebagai media pembelajaran untuk memecahkan permasalahan pembelajaran, yaitu untuk meningkatkan kreativitas dan pengembangan karakter siswa. Metode yang digunakan adalah  metode penelitian Research and Development ( R and D ) . Hasil dari implementasi karya inovasi ini menunjukkan bahwa penggunaan media permainan Bikabepo dan Wabidaka dapat mengembangkan karakter siswa dan meningkatkan hasil belajar serta kreativitas siswa dalam pembelajaran. Pengembangan karakter siswa dapat dilihat dari hasil wawancara terhadap guru kelas dan wali murid yang menunjukkan bahwa 90% siswa sudah bersikap jujur, disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Pada hasil pembelajaran menunjukkan ada peningkatan ketuntasan belajar sebesar 47 %, yang semula sebesar 30% setelah menggunakan media permainan Bikbepo dan Wabidaka menjadi 77%. Selain itu kreativitas siswa juga meningkat dalam  pembelajaran didasarkan pada hasil karya siswa dalam pembuatan bis karakter dan memecahkan masalah tentang karakter. 100% siswa dapat menjawab pertanyaan tentang masalah karakter dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan bis karakter berbasis power point dan wayang bis dari kardus dapat mengembangkan karakter, hasil belajar dan  kreatifitas siswa di SD Negeri Pucangan 03.   Kata kunci: Pengembangan karakter, permainan, Bikabepo, Wabidak

    PROFIL GURU MATEMATIKA DI SMP DITINJAU DARI PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN

    Full text link
    The teaching profession is an effort by the Government to improve the quality of teachers through improving teacher welfare. Teachers who have passed the teacher professional test will be given a professional allowance of one time of basic salary as a form of government efforts to improve teacher welfare. The purpose of this study was to determine the profile of junior high school mathematics teachers in terms of Continuing Professional Development (PKB). This research is a descriptive-qualitative research, namely research conducted using quantitative and qualitative approaches. The research sample was junior high school mathematics teachers and school principals in the city of Semarang. From the results of this study indicate that the profile of junior high school teachers in the city of Semarang, aspects: (1) aspects of self-development, 58% of teachers have good intentions and motivation to participate in these activities, whether organized by schools or other agencies, (2) in the aspect of scientific publications, 32% of teachers carry out scientific publications very well but most of the teachers still having difficulty doing classroom action research and writing scientific articles, and (3) on the aspect of innovative work, 16% of teachers are not interested in making teaching aids, especially IT-based learning media.: Profesi guru merupakan upaya Pemerintah dalam meningkatkan mutu guru melalui peningkatan kesejahteraan guru. Guru yang telah lulus uji profesi guru akan diberi tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok sebagai bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil guru matematika di SMP ditinjau dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian adalah guru  matematika SMP dan kepala sekolah di Kota Semarang. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil guru SMP di Kota Semarang, aspek: (1)  aspek pengembangan diri,  sebesar 58% guru mempunyai kemauan dan motivasi yang baik untuk mengikuti kegiatan ini baik yang diselenggarakan oleh sekolah maupun instansi lain, (2) pada aspek publikasi ilmiah, sebesar 32 % guru melaksanakan publikasi ilmiah dengan sangat baik namun sebagian besar guru masih kesulitan melakukan penelitian tindakan kelas dan menulis artikel ilmiah, dan (3) pada aspek karya inovatif sebesar 16% guru tidak berminat membuat alat peraga, terutama media pembelajaran berbasis IT

    Persepsi Siswa terhadap Strategi Sekolah selama Masa Pandemi Covid-19 di SMA Negeri 1 Wonosari Kabupaten Klaten

    Full text link
    Abstract: The covid-19 pandemic turned conventional learning into online learning. Schools as educational institutions need to implement learning strategies during the covid-19 pandemic. This study aims to determine students' perceptions of school strategies during the covid-19 pandemic. The data collection techniques contained in this study are questionnaires, observations, and documentation. The data that has been obtained is then done analysis using descriptive statistical analysis. The results showed that on the indicator of online learning planning obtained the highest percentage of 42% of students agreed with the school's strategy of providing information about the covid-19 pandemic to teachers, students, and parents. On the indicator of the implementation of online learning, the highest percentage of 43% of students agreed with the school's strategy of providing information related to maintaining a healthy lifestyle during the covid-19 pandemic. In the online learning evaluation indicator, the highest percentage of 35% of students agreed with the school's strategy of identifying obstacles or problems found during learning. Given the importance of online learning strategies, it is expected that schools can develop strategies to support learning during the covid-19 pandemic. Keywords:  Covid-19, Geography, Learning Strategy, School  Abstrak: Pandemi covid-19 mengubah pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran daring. Sekolah sebagai instansi penyelenggara pendidikan perlu menerapkan strategi pembelajaran selama masa pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap strategi sekolah selama masa pandemi covid-19. Teknik pengumpulan data yang terdapat dalam penelitian ini yaitu kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh tersebut kemudian dilakukan analisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada indikator perencanaan pembelajaran daring diperoleh persentase tertinggi sebesar 42% siswa setuju dengan strategi sekolah memberikan informasi pandemi covid-19 ke guru, siswa, dan orang tua. Pada indikator pelaksanaan pembelajaran daring diperoleh persentase tertinggi sebesar 43% siswa setuju dengan strategi sekolah memberikan informasi terkait menjaga pola hidup sehat selama masa pandemi covid-19. Pada indikator evaluasi pembelajaran daring diperoleh persentase tertinggi sebesar 35% siswa setuju dengan strategi sekolah mengidentifikasi kendala atau permasalahan yang ditemukan saat pembelajaran. Mengingat pentingnya strategi pembelajaran daring, maka diharapkan sekolah dapat mengembangkan strategi untuk mendukung pembelajaran selama masa pandemi covid-19. Kata-kata Kunci: Covid-19, Geografi, Sekolah, Strategi Pembelajaran &nbsp

    MEMERIKSA TPACK GURU SMP NEGERI DAN BERPENGALAMAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENGEMBANGAN PROFESIONAL

    No full text
    Abstract: The use of technology in education is highly significant nowadays. Currently, blended learning is used in Indonesia, which requires students and teachers to communicate via social media. Students from SMP Karanglewas, enter school in turn according to the schedule, and when students study at home, the teacher must deliver materials or tasks through social media. The researcher would learn about the novice and experienced teachers' perceptions of TPACK, as well as the activities that teachers took based on their usage of technology. There were two study questions: What are novice and experienced teachers’ perceptions of TPACK? and To what extent have their actions been inspired by TPACK? The objectives were to investigate beginner and experienced SMP Karanglewas instructors' variations in their TPACK, as well as to learn about the influences on professional development and the behaviours inspired by TPACK. The findings where teachers could apply TPACK well even though they need help from other people and the difference between novice and experienced teachers in terms of technology was different because novice teachers had high technology knowledge but experienced teachers, were good at pedagogy content knowledge.  Keywords: TPACK; professional development; novice teachers; experienced teachers; the influence of TPACKAbstrak: Penggunaan teknologi dalam pendidikan sangat signifikan saat ini. Blended learning digunakan di Indonesia yang mengharuskan siswa dan guru berkomunikasi melalui media sosial. Siswa dari SMP Karanglewas, masuk sekolah secara bergiliran sesuai jadwal, dan ketika siswa belajar di rumah, guru harus menyampaikan materi atau tugas melalui media sosial. Peneliti akan mempelajari persepsi guru pemula dan berpengalaman tentang TPACK, serta kegiatan yang dilakukan guru berdasarkan penggunaan teknologi mereka. Ada dua pertanyaan penelitian: Apa persepsi guru pemula dan guru berpengalaman tentang TPACK? dan Sejauh mana tindakan mereka terinspirasi oleh TPACK? Tujuannya adalah untuk mengetahui variasi TPACK pemula dan pengajar berpengalaman di SMP Karanglewas, serta mempelajari pengaruhnya terhadap pengembangan profesional dan perilaku yang diilhami oleh TPACK. Temuan dimana guru dapat menerapkan TPACK dengan baik meskipun membutuhkan bantuan orang lain dan perbedaan antara guru pemula dan guru berpengalaman dalam hal teknologi berbeda karena guru pemula memiliki pengetahuan teknologi tinggi tetapi guru berpengalaman, baik dalam pengetahuan konten pedagogi. Kata-kata kunci: TPACK; pengembangan profesional; guru pemula; guru berpengalaman; pengaruh TPAC

    Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran E-Learning Dengan Media Google Meet

    Full text link
    Abstract: This research is an effort to improve science learning outcomes through an e-learning model using google meet media for class VIII-1 of Marsudirini Tualang Junior High School. This is because many students do not understand the teacher through google meet. The provision of learning materials delivered by the teacher through google meet causes science learning outcomes to be relatively low or stil below minimum completeness criteria, which is 70. This study uses classromm action research in the form of implementing e-learning model with google meet media with the aim of improving student learning outcomes for class VIII-1 Marsudirini Tualang Junior High School which consists of two cycles and each cycle consists of planning, implementing, observing, and reflecting. The research subjects were students of class VIII-1 Marsudirini Tualang Junior High School. The number of students is 28 students consisting of 14 male students and 14 female students. The results showed that the application of the e-learning model with google meet media could improve science learning outcomes for class VIII-1 students of Marsudirini Tualang Junior High School. Judging from the results of the pre-cycle students who completed minimum completeness criteria, only 12 students (42,8%) and 16 students (57,2%) who had not. In the first cycle there are 17 students (60,7%) who have completed and 11 students (39,3%) have not completed, and in the second cycle there are 25 students (89,2%) who have completed and there are 3 students (10,8%) unfinished. From the improve in learning outcomes, this classroom action research was stopped in cycle II because it had reached the classical completeness criteria, namely 85% of the total number of students who had completed learning and were declared successful in improving science learning outcomes for class VIII-1 students of Marsudirini Tualang Junior High School. Keywords: Students learning outcomes, E-learning model, Google Meet media  Abstrak: Penelitian ini merupakan upaya dalam meningkatan hasil belajar IPA melalui model pembelajaran e-learning dengan media Google Meet pada siswa kelas VIII-1 SMP Marsudirini Tualang. Hal ini dikarenakan banyak Siswa yang belum memahami pembelajar melalui Google Meet. Pemberian materi pembelajaran yang disampaikan guru melalui Google Meet menyebabkan hasil belajar IPA masih terbilang rendah atau masih dibawah KKM yaitu 70. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berupa penerapan model Pembelajaran e-learning dengan media Google Meet dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-1 SMP Marsudirini Tualang yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus tediri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian pada siswa kelas VIII-1 SMP Marsudirini Tualang. Jumlah siswa 28 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Pembelajaran e-learning dengan media Google Meet dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII-1 SMP Marsudirini Tualang. Dilihat dari hasil Pra siklus siswa yang tuntas KKM hanya 12 siswa (42,8%), dan 16 siswa (57,2%) yang belum tuntas. Pada siklus I terdapat 17 siswa (60,7%) yang tuntas dan 11 siswa (39,3%) yang belum tuntas, dan pada siklus II terdapat 25 siswa (89,2%) yang tuntas dan terdapat 3 siswa (10,8%) yang belum tuntas. Dari peningkatan hasil belajar tersebut penelitian tindakan kelas ini di hentikan di siklus II karena telah mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu ≥ 85% dari jumlah seluruh siswa tuntas belajar dan dinyatakan berhasil untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa Kelas VIII-1 SMP Marsudirini Tualang. Kata Kunci: Hasil Belajar Siswa, Model Pembelajaran E-Learning, Media Google Mee

    Manajemen Pembelajaran Berbasis Studi Kasus (Case Method)

    Full text link
    Abstract: Policies regarding key performance indicators have encouraged them to be able to implement problem-based and collaborative learning. Therefore, there is need for innovation in learning with learning methods empower students is cases method. The purpose of this research is to find out the management of learning in case studies of college level students who use expost facto. This study obtained data through observation, tests and questionnaires. The sample in this study was 132 students of the Elementary School Teacher Education study program. The results of the planning stage of the questionnaire with a percentage of 75.48% in the good category, the implementation stage by obtaining a percentage of 92.30% in the very good category, and the evaluation stage by obtaining a percentage of 87.90% in the very good category. The results of case study-based learning that are applied in class management courses, which are acceptable to students, are considered helpful and effectively applied in learning. Keywords: Case Method, Learning ManagementAbstrak: Kebijakan mengenai indicator kinerja utama menyebabkan terus didorong untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang berbasis permasalahan dan kolaboratif. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dalam pembelajaran dengan metode pembelajaran yang memberdayakan peserta didik (student center learning), salah satunya dengan berbasis kasus (cases method). Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui manajemeni pembelajaran berbasis studi kasus terhadap mahasiswa jenjang perkuliahan yang menggunakan expost facto. Penelitian ini memperoleh data melalui observasi, tes dan angket. Sampel pada penelitian ini adalah 132 mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Hasil dari angket tahap perencanaan dengan presentase yaitu 75,48% dengan kategori baik, tahap pelaksanaan dengan memperoleh presentase yaitu 92,30% dengan kategori sangat baik, dan tahap evaluasi dengan memperoleh presentase yaitu 87,90% dengan kategori sangat baik. Hasil pembelajaran berbasis studi kasus yang diterapkan dalam mata kuliah manajamen kelas yaitu dapat diterima oleh mahasiswa dinilai membantu dan efektif diterapkan dalam pembelajaran. Kata-kata kunci:  Studi kasus, Manajemen Pembelajara

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SISTEM PERNAPASAN MELALUI MOODLE YANG BERORIENTASI MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SISWA

    Full text link
    Digital literacy is an important skill in the era of industry 4.0 because digital technology is affecting many aspects of life. As an executive institution of the education system, schools have to play a role in the citizens’ digital literacy by implementing a learning programme that is oriented towards the improvement of students digital literacy. To support that affair, this research is aimed to develop a respiratory system teaching material that is oriented to improve students’ digital literacy. The development model used in this research is the ADDIE model that consists of five stages; analyze, design, develop, implement and evaluate. Teaching material was going through feasibility tests on the concept, media, and language aspects by two validators in each aspect. The test and trial process is executed by the students of SMAN 23 Jakarta and two biology teachers. The results of feasibility tests are the following; 3,40 on concept aspect, 3,47 on media aspect and 3,70 on language aspect that indicates a very valid criterion. The trial test results also shown a very valid criterion with the following values; 3,32 on students’ trial test and 3,75 on teachers’ trial test. The overall result of the respiratory systems teaching material is 3,53 which is indicating that the product is very feasible to be used as a learning material in schools and expected to improve students digital literacy: Literasi digital sangat penting di era industri 4.0 karena hampir semua aspek kehidupan saat ini dipengaruhi oleh teknologi digital. Sebagai pelaksana pendidikan, sekolah dapat berperan dalam peningkatan literasi digital masyarakat salah satunya dengan melaksanakan pembelajaran yang berorientasi kepada peningkatan literasi digital peserta didik. Untuk mendukung hal tersebut, dalam penelitian ini dilakukan pengembangan bahan ajar yang berorientasi untuk meningkatkan kompetensi literasi digital peserta didik. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi.  Uji kelayakan dilakukan pada tiga aspek yaitu materi, media dan bahasa yang dilakukan oleh dua validator pada masing-masing aspek. Bahan ajar yang dikembangkan diujicobakan pada peserta didik kelas XI SMAN 23 Jakarta dan dua guru biologi. Uji kelayakan ketiga aspek menunjukkan hasil sangat valid dengan nilai aspek materi sebesar 3,40, aspek media sebesar 3,47 dan aspek bahasa sebesar 3,70. Uji coba pada peserta didik dan guru biologi juga menunjukkan hasil sangat valid dengan nilai uji coba peserta didik sebesar 3,32 dan nilai uji  coba guru biologi sebesar 3,75. Nilai rata-rata dari keseluruhan penilaian yang dilakukan adalah sebesar 3,53 sehingga produk yang dikembangkan dari penelitian ini dinilai sangat valid dan layak untuk digunakan di sekolah dan diharapkan mampu meningkatkan literasi digital peserta didik

    KEMAMPUAN MEMBACA PUISI PESERTA DIDIK KELAS IIA SDN 1 KARANGSARI KABUPATEN BANYUWANGI DI ERA NEW NORMAL

    Full text link
    Abstract: The background of this research was finding out of students who had not have the ability of reading poetry well. This research aimed (1) to describe IIA grade students' reading poetry ability of SDN 1 Karangsari, Banyuwangi, in new normal era, and (2) the factors that affect IIA grade students' reading poetry ability of SDN 1 Karangsari, Banyuwangi, in new normal era. The type of this research was qualitative descriptive research. The subject of this research was IIA grade students of SDN 1 Karangsari, Banyuwangi, academic year 2021/2022 consisting of 22 students in the class. The research method used was interview and observation. The technique of data analysis used was qualitative descriptive statistics. The result of this research showed that (1) IIA grade students' reading poetry ability of SDN 1 Karangsari, Banyuwangi, included in enough categories. The percentage of IIA grade students' reading poetry ability based on the percentage calculation result of reading poetry ability was (a) 1 student was included in very good category with the percentage 4,54%; (b) 4 students were included in good category with the percentage 18,18%; (c) 14 students were included in enough category with the percentage 63,64%; (d) 3 students were included in less category with the percentage 13,64%, and (2) there were two kinds of factor that affect it, (a) internal factors were from students' them-selves, as like students’ interest, talent, motivation, self confidence, fear, rush, reading fluency, and student focus, dan (b) external factors consisted of the school environment and family.   Key words: reading poetry ability, factors, new normal era.Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi atas ditemukannya peserta didik yang belum mampu membaca puisi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan kemampuan membaca puisi peserta didik kelas IIA SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi di era ner normal, dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca puisi peserta didik kelas IIA SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi di era ner normal. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 22 peserta didik kelas IIA SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Teknis analisi data menggunakan analisis data statistik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, yaitu (1) kemampuan membaca puisi peserta didik kelas IIA SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi masuk kategori cukup. Hasil penghitungan persentase kategori kemampuan membaca puisi, yaitu (a) 1 peserta didik masuk kategori sangat baik dengan persentase 4,54%; (b) 4 peserta didik masuk kategori baik dengan persentase 18,18%; (c) 14 peserta didik masuk kategori cukup dengan persentase 63,64%; dan (d) 3 peserta didik masuk kategori kurang dengan persentase 13,64%; dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhinya, yaitu (a) faktor internal yang terdiri atas minat, bakat, motivasi, rasa percaya diri, rasa malu, rasa takut, terburu-buru, kelancaran membacanya, serta kefokusan peserta didik, dan (b) faktor eksternal yang terdiri atas lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga.   Kata-kata kunci: kemampuan membaca puisi, faktor-faktor, era new norma

    PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA JURUSAN AKUNTANSI

    Full text link
    The problem in this study is the low interest in learning in class X accounting majors at SMK Negeri 2 Balige due to low parental attention. The purpose of this study was to determine the effect of parental attention on the interest in learning of class X students in the Accounting Department at SMK Negeri 2 Balige. This research was conducted at SMK Negeri 2 Balige. The population in this study were all 107 students of class X Accounting Department at SMK Negeri 2 Balige. The sampling technique is total sampling so that the number of samples used is 107 respondents. The data obtained were analyzed using the PLS (Partial Least Square) analysis technique through SmartPLS software. The data collection technique in this study was in the form of a questionnaire. The data obtained were analyzed using the PLS Algorithm test, PLS Bootstrapping and hypothesis testing using the t-test. The results of the analysis obtained that the average reflected is above 0.5 and the outer loading indicator is higher than 0.6. The data from the calculation for the research hypothesis where parental attention affects students' learning interest is obtained from the p-value of 0.000 while the real level or is 0.05. Thus, it can be concluded that parental attention has an effect on students' interest in learning.Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar pada siswa kelas X Jurusan akunatansi SMK Negeri 2 Balige dikarenakan rendahnya perhatian orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap minat belajar siswa kelas X Jurusan Akuntansi SMK Negeri 2 Balige. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Balige. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Jurusan Akuntansi SMK Negeri 2 Balige yang berjumlah 107 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan total sampling sehingga jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 107 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis PLS (Partial Least Square) melalui software SmartPLS. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji PLS Algoritma, PLS Bootstrapping dan pengujian hipotesis dengan menggunakan Uji-t. Hasil analisis yang diperoleh rata-rata direfleksikan diatas 0,5 dan indikator outer loading lebih tinggi dari 0,6. Data dari perhitungan untuk hipotesis penelitian dimana perhatian orang tua berpengaruh terhadap minat belajar siswa diperoleh dari nilai p-value sebesar 0,000 sedangkan taraf nyata atau α sebesar 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perhatian orang tua berpengaruh terhadap minat belajar siswa. &nbsp

    309

    full texts

    344

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Perspektif Ilmu Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇