Perspektif Ilmu Pendidikan
Not a member yet
344 research outputs found
Sort by
Enhancing Learning Management System (LMS) Usage in Educational Management Study Program at the Faculty of Educational Sciences, Jakarta State University.
Jakarta State University has created a learning management system that aligns with the new educational paradigm in the digital age. The UNJ LMS enables lecturers and students to engage in asynchronous distance learning. To enhance the utilization of the UNJ LMS in the Education Management Study Program at the Faculty of Education, Jakarta State University, current research is focused on increasing its usage. The method used for this research is a case study, expert discussions, and interviews. Fishbone analysis, APKL analysis, and SWOT analysis were used for data analysis. The low utilization of LMS is caused by several factors, such as a lack of policy that mandates LMS usage by lecturers, suboptimal coordination among various parties, absence of an assistance team for the Study Program LMS, and low motivation to use LMS. The proposed solution to this issue is to establish a mentoring team for the Education Management Study Program lecturers to use LMS. Creative activities using the SWOT Analysis are also proposed, including consultations with the Study Program Chair and LMS Central Team regarding usage mechanisms, formation of an Assistance Team for LMS usage, socialization and delegation of tasks for the Assistance Team, creating a guidebook and video tutorials for LMS usage, providing LMS assistance, and monitoring and evaluating the results of LMS mentoring
Penggunaan E-Book Badi (Buku Animasi Dakwah Islami) Sebagai Media Dakwah Siswa SD
Every human being should be able to practice all forms of morality, both for himself and for others in everyday life without exception. The development of the BADI e-book (Animated Islamic Da’wah Book) can be used as a da’wah medium to improve the good morals of elementary school students, especially in the aspect of honesty. This e-book is based on Islamic religious education and uses the story of the preaching of the prophet Muhammad SAW as a model of commendable morals for students presented in animated stories. The research was conducted in March on students of SDN Sukanandur, Kab. Sumedang and involve teachers as experts to assess and provide input regarding the products made. Based on the results of observations that have been made, it was found that this e-book can; 1) Support students in independent learning, 2) Increase student motivation, 3) Make it easier for students to understand the material, 4) Learning activities become more effective, 5) Increase student enthusiasm, 6) Help students remember material. Both teachers and schools need to work together to create learning that is able to improve students’ commendable morals.Setiap insan seharusnya mampu mengamalkan segala bentuk akhlak, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain dalam kehidupan sehari-hari tanpa terkecuali. Pengembangan e-book BADI (Buku Animasi Dakwah Islami) dapat dijadikan sebagai media dakwah untuk meningkatkan akhlak terpuji siswa SD khususnya pada aspek kejujuran. E-book ini berbasis pendidikan agama Islam dan menggunakan kisah dakwah nabi Muhammad SAW sebagai model akhlak terpuji bagi siswa yang disajikan dalam cerita animasi. Penelitian dilakukan di bulan Maret pada siswa SDN Sukanandur, Kab. Sumedang dan melibatkan guru sebagai para ahli untuk menilai dan memberi masukan terkait produk yang dibuat. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, ditemukan bahwa e-book ini dapat; 1) Mendukung siswa dalam belajar mandiri, 2) Meningkatkan motivasi belajar siswa, 3) Mempermudah siswa memahami materi, 4) Kegiatan belajar menjadi lebih efektif, 5) Meningkatkan antusiasme siswa, 6) Membantu siswa mengingat materi. Baik guru maupun sekolah perlu bekerja sama untuk menciptakan pembelajaran yang mampu meningkatkan akhlak terpuji peserta didik
Transformasi Digital Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Di Sekolah Selama Masa Pandemi
Abstract: The emerging COVID-19 pandemic has had a major impact on the course of life, including the world of education. The impact of the COVID-19 pandemic has changed the shift in the world of education, which was originally done face-to-face, and has shifted its direction to online learning. This shift in the concept of learning requires a transformation by utilizing digital technology. The purpose of this study was to determine the form and process of digital transformation carried out in carrying out thematic learning activities during distance learning at the basic education level. The subjects of this study were 3 people consisting of the principal and 2 teachers with the criteria of teaching thematic learning at SD Al Azhar 38 Bantul. The data collection technique used interviews. The validity of the data used triangulation of sources and techniques. Data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that SD Al Azhar 38 Bantul carried out a digital transformation in thematic learning during the covid-19 pandemic by utilizing platforms such as pinto, zoom, google meet, and WhatsApp. Meanwhile, the digital transformation process carried out by SD Al Azhar Bantul itself goes through several stages, namely digital transformation planning; organizing digital transformation; implementation of digital transformation; and control over digital transformation.
Keywords: Pandemic, Digital Transformation, Thematic LearningAbstrak: Pandemi covid-19 yang muncul menimbulkan dampak besar terhadap jalannya tatanan kehidupan tidak terkecuali dunia pendidikan. Dampak pandemic covid-19 merubah pergeseran dunia pendidikan yang mulanya dilakukan secara tatap muka mengalami pergeseran arah menjadi pembelajaran daring. Pergeseran konsep pembelajaran ini menuntut adanya sebuah transformasi dengan memanfaatkan teknologi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan proses transformasi digital yang dilakukan dalam menjalankan kegiatan pembelajaran tematik pada masa pembelajaran jarak jauh di tingkat pendidikan dasar. Subjek penelitian ini sejumlah 3 orang yang terdiri dari kepala sekolah dan 2 guru dengan kriteria mengampu pembelajaran tematik di SD Al Azhar 38 Bantul. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Al Azhar 38 Bantul melakukan transformasi digital dalam pembelajaran tematik selama masa pandemic covid-19 dengan memanfaatkan platform berupa pintro, zoom, google meet, dan whatsapp. Sementara proses transformasi digital yang dilakuakan oleh SD Al Azhar Bantul sendiri melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan transformasi digital; pengorganisasian transformasi digital; pelaksanaan transformasi digital; dan kontrol terhadap transformasi digital.
Kata-kata kunci: Pandemi, Transformasi Digital, Pembelajaran Temati
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 2 MANDAU MELALUI MODEL PEMBELAJARAN READING GUIDE
The purpose of this research was to increase students' learning motivation through the Reading Guide learning model. The participants of this investigation were the students of class XI IPA 2 SMAN 2 Mandau. The implementation of this research was carried out in 2 cycles, with the stages of planning, implementing, observing and reflecting. At the Pre Test stage, the students' motivation level was 59.2% (low category). These results could be seen from the learning motivation questionnaire that had been made. Then after the implementation of the first cycle, the level of student learning motivation rose to 74.16% (medium category), and in the second cycle showed that the student's learning motivation increased to 82.02%. In addition to this, an increase also occurred in the teacher's observation sheet. Where in the first cycle obtained 67.85% and in the second cycle of 82.14%. The increase of student motivation was concluded that the application of the Reading Guide learning model could increase student learning motivation.
Keywords: Learning motivation, Reading Guide, Teacher, improvementTujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran Reading Guide. Objek penyidikan ini adalah siswa kelas XI IPA 2 SMAN 2 Mandau. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan 2 siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada tahap Pre Test diperoleh tingkat motivasi siswa sebesar 59,2% (kategori rendah). Hasil tersebut tampak dari angket motivasi belajar yang telah dibuat. Kemudian setelah dilaksanakannya siklus I, tingkat motivasi belajar siswa naik menjadi 74,16% (kategori sedang), selanjutnya pada siklus II menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa meningkat menjadi 82,02%. Disisi lain peningkatan juga terjadi pada lembar observasi guru. Dimana pada siklus I diperoleh 67,85% dan pada siklus II sebesar 82,14%. Dengan adanya peningkatan motivasi siswa, maka didapati kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Reading Guide dapat menaikkan motivasi belajar siswa.
Kata kunci: Motivasi belajar, Reading Guide, Guru, siste
Pemanfaatan Media Bahasa Inggris Berbasis Digital : Best Practice Di Sdn 2 Cikalang Kelas V
Abstract: The initial condition of students at SD Negeri 2 Cikalang in implementing English learning is not optimal, mainly because learning English is not included in the local content chosen by the school so that there is no English language learning from class I. For this reason, the purpose of this article is to have English language learning with efforts to create students who are able to understand international standard languages, with the help of technology-based media so that students are expected to be able to understand more and make learning more fun. This research was carried out using the best practice method at SD Negeri 2 Cikalang, Tasikmalaya City, best practice can be defined as the most efficient and effective way to complete a task. Best Practice tells of the best experiences of creativity and innovation in overcoming the problems they face. The research technique is qualitative in which the author uses observation. The results of this study indicate that using digital-based media can improve students' vocabulary and understanding in English lessons and become an innovation in overcoming problems in English learning and inspire educators to develop more creative learning media. economical and efficient because it is a user-friendly medium.
Keywords: Best Practice , English , Media , Digital , Elementary School.Abstrak: Kondisi awal peserta didik di SD Negeri 2 Cikalang dalam mengimplementasikan pembelajaran bahasa Inggris belum optimal , terutama karena pembelajaran bahasa Inggris tidak termasuk pada muatan lokal yang dipilih sekolah sehingga tidak adanya pembelajaran bahasa Inggris dari kelas I . Untuk itu tujuan dari artikel ini perlu adanya pembelajaran bahasa Inggris dengan upaya mewujudkan peserta didik yang mampu memahami bahasa standar internasional , dengan bantuan media berbasis teknologi sehingga siswa diharapkan mampu lebih memahami dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Peneletian ini dilaksanakan dengan metode best practice di SD Negeri 2 Cikalang Kota Tasikmalaya , best practice dapat didefinisikan sebagai suatu cara yang paling efisien dan efektif untuk menyelesaikan suatu tugas. Best Practice menceritakan pengalaman terbaik kreativitas dan inovasi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi . Teknik penelitian bersifat kualitatif yang mana penulis menggunakan observasi . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan media berbasis digital mampu meningkatkan kosa kata dan pemahaman siswa dalam pelajaran bahasa Inggris dan menjadi inovasi dalam mengatasi masalah yang terdapat pada pembelajaran Bahasa Inggris serta memberi inspirasi terhadap pendidik untuk pengembangan media pembelajaran yang lebih kreatif , media pembelajaran ini juga bersifat eknomis dan efisien karena merupakan media yang ramah pengguna
Kata-kata kunci: Best Practice , Bahasa Inggris , Media , Digital , Sekolah Dasar
EFEKTIVITAS MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MELALUI WHATSAPP GROUP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
This study aims to determine the effectiveness of the application of the contextual teaching and learning model through whatsaap groups in class IV mathematics learning by taking into account the indicators of achieving effectiveness, namely: learning implementation, student learning activities, and student responses. The type of this research is descriptive research. The population is all fourth grade students of Madrasah Ibtidaiyah (MI) in Sorong City for the 2021/2022 academic year. The sampling technique used cluster random sampling. Data collection techniques using observation and questionnaires. Observations were used to describe the implementation of learning and student learning activities, while questionnaires were used to describe student responses. Data analysis was carried out by describing the average achievement of effectiveness indicators consisting of the implementation of learning, student learning activities, and student responses. The results of the study indicate that the indicators of achievement of effectiveness, implementation of learning have been carried out well starting from the initial, core, and closing activities. Indicators of student learning activities are classified as very active. Indicators of student response are classified as very positive. Based on this, the application of the contextual teaching and learning model through whatsaap groups in fourth grade mathematics learning is effective.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model contextual teaching and learning melalui whatsaap group dalam pembelajaran matematika kelas IV dengan memperhatikan indikator ketercapaian efektivitas, yaitu: keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas belajar peserta didik, dan respons peserta didik. Jenis dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif. Populasi seluruh peserta didik kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Sorong tahun pelajaran 2021/2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesioner. Observasi digunakan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas belajar peserta didik, sedangkan angket digunakan untuk mendeskripsikan respons peserta didik. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan rata-rata ketercapaian indikator efektivitas yang terdiri dari keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas belajar peserta didik, dan respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator ketercapaian efektivitas, keterlaksanaan pembelajaran telah terlaksana dengan baik mulai dari kegiatan awal, inti, dan penutup. Indikator aktivitas belajar peserta didik tergolong sangat aktif. Indikator respons peserta didik tergolong sangat positif. Berdasarkan hal itu, maka penerapan model contextual teaching and learning melalui whatsaap group dalam pembelajaran matematika kelas IV, efektif untuk diterapkan
Efektivitas Model Pembelajaran Daring dan Konvensional Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Semester IV STAB Kertarajasa
Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the learning model on student achievement in the fourth semester of STAB Kertarajasa in the Covid-19 pandemic period for the 2020/2021 academic year. The design used for the research is in the from of an experiment with a quantitative approach. The instrument used in this study was a questionnaire distributed 23 fourth semester student of STAB Kertarajasa. The data that has been obtained from the questionnaire distribution is then analyzed using a likert scale and the GPA value of online and conventional learning model is analyzed by t-test.
The result of this research is that the online learning model is classified as easy with 59% achievement percentage. for conventional learning models are also classified as easy with a percentage of 69% achievement. based on the t-test the GPA values of online and conventional learning models are in the real area.
Keywords: online learning, conventional learning, learning achievementAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran terhadap prestasi belajar mahasiswa semester IV STAB Kertarajasa di Masa Pandemi Covid-19 tahun akademik 2020/2021. Desain yang digunakan untuk penelitian berbentuk eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang disebarkan kepada 23 responden mahasiswa semester IV STAB Kertarajasa. Data yang telah diperoleh yaitu dari penyebaran angket kemudian dianalisis menggunakan skala likert dan nilai IPK dari model pembelajaran daring dan konvensional dianalisis dengan uji-t.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran daring ternyata tergolong dalam kategori mudah dengan persen capaian sebesar 59%. Untuk model pembelajaran konvensional juga tergolong dalam kategori mudah dengan persen capaian sebesar 69%. Sedangkan berdasarkan uji-t nilai IPK dari Model pembelajaran daring dan konvensional ternyata berada didaerah nyata (N). Jadi diharapkan mahasiswa terus belajar dengan baik dan tidak bermalas-malasan, sehingga pelaksanaan kegiatan belajar dengan model pembelajaran daring maupun konvensional maka akan mendapat prestasi yang baik.
Kata-kata Kunci: pembelajaran daring, pembelajaran konvensional, prestasi belaja
Analisis Kecerdasan Verbal Linguistik Peserta Didik Dalam Pembelajaran Kooperatif
Abstract: Education is a tool that everyone needs to acquire knowledge. Through education, students gain a lot of knowledge through the learning process. The learning process takes place as a form of processing information that students get from the surrounding environment. The process of obtaining and processing information requires good communication skills. This research method is descriptive qualitative. The purpose of this paper is to provide an overview of students' linguistic communication skills. The results of this study indicate that linguistic intelligence can be improved through several strategies implemented by educators.
Keywords: Education, Communication Skills, Verbal LinguisticsAbstrak: Pendidikan ialah sarana yang dibutuhkan semua orang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Melalui pendidikan, banyak ilmu pengetahuan yang didapatkan peserta didik melalui proses pembelajaran. Proses pembelajaran berlangsung sebagai bentuk pemrosesan informasi yang didapatkan peserta didik dari lingkungan di sekitarnya. Proses memperoleh dan mengolah informasi memerlukan kemampuan komunikasi yang baik. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Tujuan dari tulisan ini ialah memberikan gambaran tentang kemampuan komunikasi linguistik peserta didik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan linguistik dapat ditingkatkan melalui beberapa strategi yang diterapkan oleh pendidik.
Kata-kata Kunci: Pendidikan, Kemampuan Komunikasi, Verbal Linguistik
Pengaruh Pengajaran Oleh Aṭṭhasīlanī Terhadap Minat Belajar Siswa Buddhis Di SD Taman Harapan
Abstract: This research was conducted to determine the effect of Atthasilani's teaching on the learning interest of Buddhist students at Taman Harapan Elementary School. References to determine student learning interest can be measured through seven indicators according to Bahri (1-4) and according to Slameto (5-7), namely (1) feelings of pleasure, (2) student interaction, (3) interest, (4) student attention , (5) positive feelings while studying, (6) there is comfort while studying, and (7) the capacity to make decisions while studying. The design of this research is quantitative research which is supported by qualitative research. The instrument used is a written statement (questionnaire) with a Likert scale calculation and the t-test is supported by a list of interviews stated to 6 informants. The results of this study show that the interest in learning of Buddhist students in the teaching carried out by atthasilani mostly has an effective interest. However, based on the overall Likert scale calculation, teaching by subject teachers has the highest score of 40 and teaching by atthasilani has the lowest score of 25. Partially, there are several indicators that state high scores, some are moderate and some are even less. Thus, there are differences in teaching by atthasilani and teachers who state high gains on teachers so that there is no influence of teaching by atthasilani.
Keywords: Teaching, Interest in learningAbstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Pengajaran Oleh Atthasilani Terhadap Minat Belajar Siswa Buddhis SD Taman Harapan. Acuan untuk mengetahui minat belajar siswa dapat diukur melalui tujuh indikator menurut Bahri (1-4) dan menurut Slameto (5-7), yaitu (1) perasaan senang, (2) keterlibatan siswa, (3) ketertarikan, (4) perhatian siswa, (5) perasaan positif saat belajar, (6) adanya kenyamanan saat belajar, dan (7) adanya kapasitas dalam membuat keputusan saat belajar. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang didukung dengan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan penelitian survei. Instrumen yang digunakan adalah pernyataan tertulis (kuisioner) dengan penghitungan skala likert dan Uji-t didukung oleh daftar wawancara yang ditanyakan kepada 6 informan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa minat belajar siswa Buddhis pada pengajaran yang dilakukan oleh atthasilani sebagian besar memiliki minat yang efektif. Akan tetapi, berdasarkan penghitungan skala likert secara keseluruhan bahwa pengajaran oleh guru mata pelajaran memiliki skor tertinggi sebesar 40 dan pengajaran oleh atthasilani memiliki skor terendah 25. Secara parsial, ada beberapa indikator menyatakan nilai yang tinggi, ada yaang sedang bahkan ada yang kurang. Dengan demikian, adanya perbedaan pengajaran oleh atthasilani dan guru yang menyatakan perolehan tinggi pada guru sehingga tidak ada pengaruh pengajaran oleh atthasilani.
Kata Kunci: Pengajaran, Minat Belajar  
Konseling Rasional Emotif Perilaku Untuk Menurunkan Kecemasan Dalam Memilih Jurusan Di Perguruan Tinggi Pada Siswa Sma, Efektivkah? : Konseling Rasional Emotif Perilaku, Kecemasan, Siswa SMA
Abstract: Fear of failure when choosing a major will lead to extreme anxiety, low self-esteem, depression, aggression and even suicidal tendencies. Choosing the right major will lead them to success in the future. But if they choose the wrong major, it will be a big scourge for them. Counseling Rational Emotive Behavior is to help individuals realize that they can live more rationally and more productively. The purpose of this study is that REB counseling is effective in reducing anxiety in choosing majors in higher education for high school students. The form of experimental research is one-group pre-test – post-test design by running a quantitative strategy. The research sample was 6 students. Collecting data using a questionnaire. The results of the study showed that the Rational Emotive Behavior counseling method to reduce anxiety was very effective in terms of the significant effect because the t-test calculation determined that Rational Emotive Behavior Counseling was -5.295 > 2.871 had a significant number of 0.003 < 0.05, and large decreased anxiety of class XII students with Rational Emotive Behavior Therapy Counseling by 37.91%.
Keywords: Rational Emotive Behavior Counseling , Anxiety, Student SMAAbstrak: Ketakutan terhadap rasa gagal saat memilih jurusan akan menimbulkan kecemasan yang ekstrim, rendah diri, depresi agresi dan bahkan kecenderungan bunuh diri. Memilih jurusan yang tepat akan membawa individu pada keberhasilan dimasa depan. Namun apabila mereka salah dalam memilih jurusan hal itu akan menjadi problematika besar bagi individu. Konseling rasional emotif perlaku membantu individu menyadari bahwa mereka dapat hidup dengan lebih rasioanal dan lebih produktif. Tujuan penelitian ini bahwa Konseling rasional emotif perlaku efektif dalam menurunkan kecemasan dalam memilih jurusan di perguruan tinggi pada siswa SMA. Bentuk penelitian eksperimen one-group pre-test – post-test design. Sampel penelitian sebanyak 6 siswa. Pengambilan data dengan menggunakan angket. Hasil dari penelitian didapat bahwa metode konseling rasional emotif perlaku efektif menurunkan kecemasan dilihat dari pengaruh signifikan karenapada hitungan uji-t menentukanbahwa Konseling rasional emotif perlaku yaitu -5,295> 2,871 memiliki angka yang signifikan r sebesar 0,003 < 0,05, dan besar penurunankecemasan siswa dengan Konseling rasional emotif perlaku sebesar 37,91%.
Kata-kata Kunci: Konseling Rasional Emotif Perilaku, Kecemasan, Siswa SM