Perspektif Ilmu Pendidikan
Not a member yet
344 research outputs found
Sort by
STRATEGI ACADEMIC SELF-MANAGEMENT SISWA DALAM MENYELESAIKAN SEKOLAH SELAMA 2 (DUA) TAHUN DENGAN SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS) (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA): STUDENTS’ ACADEMIC SELF-MANAGEMENT STRATEGY IN COMPLETING STUDY WITHIN TWO YEARS THROUGH SEMESTER CREDIT SYSTEM
This research is based on problems related to self-management of students who are less organized, less motivated, and problems of learning interest. The purpose of this study is to describe the actual state of the objects studied systematically, actual, accurate and in-depth related to facts about the academic self-management strategies of students in learning to complete studies for 2 (two) years in the semester credit system program (SKS) . The method used in this research was qualitative with descriptive analysis type. Data collection techniques used in the form of participatory observation, interviews and documentation. While the data analysis technique used the Miles and Huberman models. The results showed that self-talk is one of the most contributing aspects in providing motivation to students. Other aspects that also contribute to motivating students such as the selection of learning methods in accordance with learning styles, the use of time based on priorities, deadlines, complexity of tasks, physical and social environment and the ability of students to evaluate themselves for learning purposes.Penelitian ini disandarkan pada permasalahan terkait manajemen diri peserta didik yang kurang terorganisir, bermotivasi rendah, serta permasalahan minat belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya tentang objek yang diteliti secara sistematis, aktual, akurat dan mendalam terkait fakta-fakta tentang strategi academic self-management siswa dalam belajar untuk menyelesaikan studi selama 2 (dua) tahun dalam program sistem kredit semester (SKS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-talk (berbicara dengan diri sendiri) merupakan salah satu aspek yang paling berkontibusi dalam memberikan motivasi kepada siswa. Aspek lain yang juga berkontribusi dalam memotivasi siswa seperti adalah pemilihan metode belajar sesuai dengan gaya belajar, penggunaan waktu berdasarkan skala prioritas, deadline, kerumitan tugas, lingkungan fisik dan sosial serta kemampuan peserta didik dalam mengevaluasi diri untuk tujuan pembelajaran
KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH, EFEKTIFKAH? THE EFFECTIVITY OF REALITY GROUP COUNSELING IN IMPROVING ISLAMIC PRIMARY SCHOOL PUPILS’ LEARNING DISCIPLINE
is study aims to determine the effectiveness of reality group counseling in increasing pupils’ discipline in an islamic primary school. This study used an experimental design with a pretest and posttest control group design. The study was conducted for 6 months using a reality group counseling approach with metaphorical techniques and quality discussion. Data were analyzed using t-test. Based on the results of the study it was found that reality group counseling was effective to improve pupils’ learning discipline in the islamic primary school which was used as the research sample. Suggestions and recommendations from the results of this study include: 1) Guidance and Counseling teachers can apply the ralita group counseling service as an alternative to improving pupils’ discipline, 2) The next researcher can use other relevant techniques to test the effectiveness of reality group counseling.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok realita dalam meningkatkan kedisipilinan siswa di sebuah Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini, menggunakan rancangan eksperimen dengan desain pretest dan posttest control group. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan dengan menggunakan pendekatan konseling kelompok realita dengan teknik metafora dan diskusi kualitas. Data dianalisis menggunakan uji t-test. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa konseling kelompok realita efektif untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa pada Madrasah Ibtidaiyah yang dijadikan sampel penelitian. Saran dan rekomendasi dari hasil penelitian ini antara lain: 1) Guru Bimbingan dan Konseling dapat menerapkan layanan konseling kelompok ralita sebagai alternatif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, 2) Peneliti selanjutnya dapat menggunakan teknik lain yang relevan untuk menguji keefektifan konseling kelompok realita
PELAKSANAAN PERKULIAHAN PENGAJARAN MIKRO DI PROGRAM STUDI PGSD: SEBUAH PENELITIAN EVALUASI: IMPLEMENTATION OF MICRO TEACHING LECTURES IN A PGSD STUDY PROGRAM: AN EVALUATION RESEARCH
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan perkuliahan pengajaran mikro di sebuah program studi PGSD di Nusa Tenggara. Penelitian ini adalah penelitian evaluasi program berdasarkan model Robert E. Stake terhadap tiga kelas pengajaran mikro yang dianalisis secara kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran mikro di program studi PGSD yang menjadi subyek penelitian adalah a) pada komponen antecedent; persiapan pembelajaran sudah dilaksanakan dengan cukup baik yaitu dosen menyusun silabus dan instrumen penilaian tetapi belum menyusun RPP/RPS, sarana prasarana pembelajaran tersedia cukup lengkap tetapi laboratorium pembelajaran belum sesuai standar ketersediaan laboratorium micro teaching yang benar; b) pada komponen transactions pelaksanaan pembelajaran belum dilengkapi modul, namun pembelajaran dilaksanakan cukup baik dengan strategi pembelajaran teori dan praktik, menggunakan metode ceramah, diskusi, penugasan dan pembelajaran daring; c) pada komponen outcomes, hasil belajar dari rata-rata nilai adalah 77,18 dan sudah memenuhi KKM.This study aims to evaluate the implementation of micro teaching lectures in a PGSD study program in Nusa Tenggara. This research is a program evaluation study based on the Robert E. Stake model of three micro teaching classes which were analyzed qualitatively. The data collection techniques used were observation, documentation, and interviews. The results of this study indicate that the micro teaching in the PGSD study program which is the subject of research is a) on the antecedent component; learning preparation has been carried out quite well, namely lecturers compile syllabus and assessment instruments but have not compiled RPP/RPS, learning infrastructure is quite complete, but learning laboratories are not in accordance with the standards of the correct availability of micro teaching laboratories; b) in the transactions component, the implementation of learning is not equipped with modules, but learning is carried out quite well with theoretical and practical learning strategies, using lectures, discussions, assignments and online learning methods; c) in the outcomes component, the learning result from the average score is 77.18 and has met the KKM.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan perkuliahan pengajaran mikro di sebuah program studi PGSD di Nusa Tenggara. Penelitian ini adalah penelitian evaluasi program berdasarkan model Robert E. Stake terhadap tiga kelas pengajaran mikro yang dianalisis secara kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran mikro di program studi PGSD yang menjadi subyek penelitian adalah a) pada komponen antecedent; persiapan pembelajaran sudah dilaksanakan dengan cukup baik yaitu dosen menyusun silabus dan instrumen penilaian tetapi belum menyusun RPP/RPS, sarana prasarana pembelajaran tersedia cukup lengkap tetapi laboratorium pembelajaran belum sesuai standar ketersediaan laboratorium micro teaching yang benar; b) pada komponen transactions pelaksanaan pembelajaran belum dilengkapi modul, namun pembelajaran dilaksanakan cukup baik dengan strategi pembelajaran teori dan praktik, menggunakan metode ceramah, diskusi, penugasan dan pembelajaran daring; c) pada komponen outcomes, hasil belajar dari rata-rata nilai adalah 77,18 dan sudah memenuhi KKM.This study aims to evaluate the implementation of micro teaching lectures in a PGSD study program in Nusa Tenggara. This research is a program evaluation study based on the Robert E. Stake model of three micro teaching classes which were analyzed qualitatively. The data collection techniques used were observation, documentation, and interviews. The results of this study indicate that the micro teaching in the PGSD study program which is the subject of research is a) on the antecedent component; learning preparation has been carried out quite well, namely lecturers compile syllabus and assessment instruments but have not compiled RPP/RPS, learning infrastructure is quite complete, but learning laboratories are not in accordance with the standards of the correct availability of micro teaching laboratories; b) in the transactions component, the implementation of learning is not equipped with modules, but learning is carried out quite well with theoretical and practical learning strategies, using lectures, discussions, assignments and online learning methods; c) in the outcomes component, the learning result from the average score is 77.18 and has met the KKM
ANALISIS PENGGUNAAN BUKU TEKS PENDAMPING BAHASA INDONESIA KELAS X DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN PERBUKUAN: ANALYSIS OF A BAHASA INDONESIA LESSON COMPANION BOOK FOR CLASS X THROUGH THE PERSPECTIVE OF BOOKKEEPING POLICIES
Buku teks pendamping merupakan salah satu media yang berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran di sekolah, sesuai dengan kebijakan perbukuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis buku teks pendamping mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X dalam perspektif kebijakan perbukuan. Metode dalam penelitian ini adalah analisis konten dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah yaitu mencari sumber data, melakukan pencatatan, mereduksi data dengan cara menganalisis data dan menginferensi atau menarik kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini adalah buku teks pendamping mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X yang berjudul “Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X”, karya Engkos Kosasih yang diterbitkan oleh Erlangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keselurahan, buku teks pendamping tersebut sudah memenuhi peraturan pemerintah tentang peraturan pelaksanaan undang-undang nomor 3 tahun 2017 tentang sistem perbukuan. Pemenuhan peraturan pemerintah tersebut dilihat berdasarkan beberapa hal, sebagai berikut, (1) Buku tersebut sudah memenuhi syarat umum sebagai sebuah buku yang diterbitkan, (2) Buku tersebut termasuk buku yang berbentuk cetak dan berjenis buku teks pendamping, (3) Buku teks pendamping tersebut sudah memenuhi standar buku, baik berdasarkan standar materi, standar penyajian, standar desain, maupun standar grafika, (4) Buku tersebut termasuk ke dalam buku pendidikan yang dinilai dan disahkan oleh menteri. Dengan begitu, buku teks pendamping tersebut layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah.Companion textbooks are one of the media that plays an important role in the success of learning in schools, in accordance with applicable bookkeeping policies. This study aims to analyze a companion textbook for Bahasa Indonesia lesson of class X in the perspective of book policy. This study is a content analysis research with qualitative descriptive analysis. The data analysis is carried out in several steps, namely looking for data sources, taking notes, reducing data in the form of analyzing data and inferring or drawing conclusions. The subject of this research is a companion textbook entitled "Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X", by Engkos Kosasih published by Erlangga. The results show that overall, the companion textbook has met government regulations regarding the implementing regulations of law number 3 of 2017 concerning the book system. The fulfillment of these government regulations is seen based on several things, as follows, (1) the book has met the general requirements as a published book, (2) the book includes books in printed form and types of companion textbooks, (3) the accompanying textbook has met book standards, both based on material standards, presentation standards, design standards, and graphic standards, (4) The book is included in the education book which is assessed and approved by the minister. Based on these requirement, the companion textbook is suitable for learning in schools.Buku teks pendamping merupakan salah satu media yang berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran di sekolah, sesuai dengan kebijakan perbukuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis buku teks pendamping mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X dalam perspektif kebijakan perbukuan. Metode dalam penelitian ini adalah analisis konten dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah yaitu mencari sumber data, melakukan pencatatan, mereduksi data dengan cara menganalisis data dan menginferensi atau menarik kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini adalah buku teks pendamping mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X yang berjudul “Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X”, karya Engkos Kosasih yang diterbitkan oleh Erlangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keselurahan, buku teks pendamping tersebut sudah memenuhi peraturan pemerintah tentang peraturan pelaksanaan undang-undang nomor 3 tahun 2017 tentang sistem perbukuan. Pemenuhan peraturan pemerintah tersebut dilihat berdasarkan beberapa hal, sebagai berikut, (1) Buku tersebut sudah memenuhi syarat umum sebagai sebuah buku yang diterbitkan, (2) Buku tersebut termasuk buku yang berbentuk cetak dan berjenis buku teks pendamping, (3) Buku teks pendamping tersebut sudah memenuhi standar buku, baik berdasarkan standar materi, standar penyajian, standar desain, maupun standar grafika, (4) Buku tersebut termasuk ke dalam buku pendidikan yang dinilai dan disahkan oleh menteri. Dengan begitu, buku teks pendamping tersebut layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI TUTORIAL UJIAN TANDA KECAKAPAN KHUSUS PRAMUKA SEKOLAH DASAR : DEVELOPING ANIMATED VIDEO TUTORIAL OF ADVANCEMENT BADGES SCOUTING TEST FOR PRIMARY SCHOOL
Minimnya media instruksional sebagai salah satu sumber belajar materi kepramukaan di sekolah, menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi tutorial ujian Tanda Kecakapan Khusus (TKK) wajib pramuka tingkat penggalang, sebagai salah satu sumber belajar dalam ujian TKK wajib dalam kegiatan kepramukaan. Model metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Penelitian pengembangan ini menghasilkan sebuah media pembelajaran Video Animasi Tutorial Ujian TKK Wajib Pramuka dalam bentuk video animasi .mp4 yang dapat dioperasikan pada perangkat keras yang memiliki fitur pemutar media digital, seperti; smartphone dan notebook. Video animasi tutorial ini juga disertai buku pedoman penyelenggaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai pelengkap produk media instruksional. Pada tahap pengembangan, video animasi tutorial ini telah diuji oleh ahli materi yang memiliki kualifikasi di bidang kepramukaan dan ahli media, dengan hasil “baik”. Adapun dalam tahap implementasi dan evaluasi, video animasi tutorial ini telah diuji oleh praktisi pembelajaran dan pengguna, hasilnya adalah video animasi tutorial dapat menjadi acuan dalam kegiatan kepramukaan untuk penyelenggaraan ujian TKK wajib tingkat penggalang yang dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai pada saat tes awal dibandingkan dengan nilai pada saat tes akhir dalam asesmen kegiatan kepramukaan.The lack of instructional media as scouting material learning resources in schools become the reason in conducting this research. This study aims to develop an animated video tutorial of advancement badges test for boyscout, as one of learning resources for scouting. The development model method used was ADDIE. This research produced an animated video tutorial of advancement badges test for boyscout in .mp4 video format which can be operated on hardware that has a player feature, such as; smartphone and notebook. This animated video tutorial is accompanied by a manual book and student worksheet as a complementary to instructional media products. At step of development, This animated video tutorial has been tested by qualified material and media experts of scouting, which results “good”. As for the implementation and evaluation stages, this video has been tested by learning practition and users. The result from this stage recommends that the animated video tutorial can be used as a reference for advancement badges test for boyscout. It was proven by an increasing score at the time of the pretest compared to the score at the end of posttest assessment of scouting activities.Minimnya media instruksional sebagai salah satu sumber belajar materi kepramukaan di sekolah, menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi tutorial ujian Tanda Kecakapan Khusus (TKK) wajib pramuka tingkat penggalang, sebagai salah satu sumber belajar dalam ujian TKK wajib dalam kegiatan kepramukaan. Model metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Penelitian pengembangan ini menghasilkan sebuah media pembelajaran Video Animasi Tutorial Ujian TKK Wajib Pramuka dalam bentuk video animasi .mp4 yang dapat dioperasikan pada perangkat keras yang memiliki fitur pemutar media digital, seperti; smartphone dan notebook. Video animasi tutorial ini juga disertai buku pedoman penyelenggaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai pelengkap produk media instruksional. Pada tahap pengembangan, video animasi tutorial ini telah diuji oleh ahli materi yang memiliki kualifikasi di bidang kepramukaan dan ahli media, dengan hasil “baik”. Adapun dalam tahap implementasi dan evaluasi, video animasi tutorial ini telah diuji oleh praktisi pembelajaran dan pengguna, hasilnya adalah video animasi tutorial dapat menjadi acuan dalam kegiatan kepramukaan untuk penyelenggaraan ujian TKK wajib tingkat penggalang yang dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai pada saat tes awal dibandingkan dengan nilai pada saat tes akhir dalam asesmen kegiatan kepramukaan.The lack of instructional media as scouting material learning resources in schools become the reason in conducting this research. This study aims to develop an animated video tutorial of advancement badges test for boyscout, as one of learning resources for scouting. The development model method used was ADDIE. This research produced an animated video tutorial of advancement badges test for boyscout in .mp4 video format which can be operated on hardware that has a player feature, such as; smartphone and notebook. This animated video tutorial is accompanied by a manual book and student worksheet as a complementary to instructional media products. At step of development, This animated video tutorial has been tested by qualified material and media experts of scouting, which results “good”. As for the implementation and evaluation stages, this video has been tested by learning practition and users. The result from this stage recommends that the animated video tutorial can be used as a reference for advancement badges test for boyscout. It was proven by an increasing score at the time of the pretest compared to the score at the end of posttest assessment of scouting activities
ADAPTASI PEMBELAJARAN SOSIOLOGI SECARA BLENDED LEARNING DALAM MENGHADAPI MASA NEW NORMAL: BLENDING SOSIOLOGICAL LEARNING: ADAPTATION OF BLENDED LEARNING IN FACING THE NEW NORMAL ERA
Kondisi pandemi, yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia saat ini, mengakibatkan interaksi tatap muka di kelas antara guru dan peserta didik tidak mungkin untuk dilakukan. Oleh karena itu pembelajaran digital menjadi alternatif yang penting untuk mengganti tatap muka di kelas. Namun dalam realitas sesungguhnya, banyak persoalan ketidaksiapan yang ditemukan untuk melaksanakan pembelajaran digital baik terkait dengan sarana prasarana maupun peserta didik. Salah satu cara yang paling memungkinkan untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui adaptasi pembelajaran secara blended learning dalam menghadapi masa new normal terutama dalam pembelajaran sosiologi. Tujuan pokok penelitian ini adalah untuk mengetahui adaptasi pembelajaran sosiologi secara blended learning dan kebijakan pendidikan Indonesia dalam mencegah Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kajian literatur kepustakaan di mana peneliti menganalisis berbagai penelitian yang relevan dengan adaptasi pembelajaran sosiologi. Penyajian data dilakukan dengan teknik deskriptif yaitu menggambarkan adaptasi pembelajaran secara blended learning yang terjadi dalam menghadapi masa new normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi pembelajaran sosiologi secara blended learning dalam menghadapi masa new normal dilakukan dengan 3 mode (1) Dalam jaringan (daring) sosiologi, (2) Luar jaringan (luring) sosiologi dan (3) tatap muka, di daerah zona hijau berbasis protokol kesehatan.The pandemic condition, which is currently sweeping the world including Indonesia, makes face-to-face interactions in class between teachers and students impossible to do. Therefore, digital learning is an important alternative to replace face-to-face classrooms. But in reality, many unpreparedness issues are found to carry out digital learning both related to infrastructure and students. One of the most possible ways to overcome this is through the adaptation of blended learning in the face of the new normal, especially in sociology learning. The main objective of this study is to determine the adaptation of sociology learning by blended learning and Indonesian education policies in preventing Covid-19. The method used in this study is a literature review where the researcher analyzed various studies relevant to the adaptation of sociological learning. The presentation of the data is carried out using descriptive techniques, which describe the adaptation of blended learning that occures in the face of the new normal period. The results show that the adaptation of sociology learning by means of blended learning in the face of the new normal period was carried out in three modes (1) online sociology networks, (2) offline sociology and (3) face-to-face, in green zone based area obeying the health protocol.Kondisi pandemi, yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia saat ini, mengakibatkan interaksi tatap muka di kelas antara guru dan peserta didik tidak mungkin untuk dilakukan. Oleh karena itu pembelajaran digital menjadi alternatif yang penting untuk mengganti tatap muka di kelas. Namun dalam realitas sesungguhnya, banyak persoalan ketidaksiapan yang ditemukan untuk melaksanakan pembelajaran digital baik terkait dengan sarana prasarana maupun peserta didik. Salah satu cara yang paling memungkinkan untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui adaptasi pembelajaran secara blended learning dalam menghadapi masa new normal terutama dalam pembelajaran sosiologi. Tujuan pokok penelitian ini adalah untuk mengetahui adaptasi pembelajaran sosiologi secara blended learning dan kebijakan pendidikan Indonesia dalam mencegah Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kajian literatur kepustakaan di mana peneliti menganalisis berbagai penelitian yang relevan dengan adaptasi pembelajaran sosiologi. Penyajian data dilakukan dengan teknik deskriptif yaitu menggambarkan adaptasi pembelajaran secara blended learning yang terjadi dalam menghadapi masa new normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi pembelajaran sosiologi secara blended learning dalam menghadapi masa new normal dilakukan dengan 3 mode (1) Dalam jaringan (daring) sosiologi, (2) Luar jaringan (luring) sosiologi dan (3) tatap muka, di daerah zona hijau berbasis protokol kesehatan.The pandemic condition, which is currently sweeping the world including Indonesia, makes face-to-face interactions in class between teachers and students impossible to do. Therefore, digital learning is an important alternative to replace face-to-face classrooms. But in reality, many unpreparedness issues are found to carry out digital learning both related to infrastructure and students. One of the most possible ways to overcome this is through the adaptation of blended learning in the face of the new normal, especially in sociology learning. The main objective of this study is to determine the adaptation of sociology learning by blended learning and Indonesian education policies in preventing Covid-19. The method used in this study is a literature review where the researcher analyzed various studies relevant to the adaptation of sociological learning. The presentation of the data is carried out using descriptive techniques, which describe the adaptation of blended learning that occures in the face of the new normal period. The results show that the adaptation of sociology learning by means of blended learning in the face of the new normal period was carried out in three modes (1) online sociology networks, (2) offline sociology and (3) face-to-face, in green zone based area obeying the health protocol
DAMPAK COVID-19 TERHADAP KEGIATAN PEMBELAJARAN ONLINE DI SEBUAH PERGURUAN TINGGI KRISTEN DI INDONESIA: THE IMPACT OF COVID-19 ON ONLINE LEARNING ACTIVITIES OF A CHRISTIAN UNIVERSITY IN INDONESIA
COVID-19 is an outbreak of disease originating from China which spread rapidly throughout the world. COVID-19 spread in Indonesia in early March 2020. The spread of this virus caused losses to several countries, especially in the field of economic. In the field of education, it also changed the learning model drastically; all learning activities are carried out online starting from elementary school level to university level. This research is a qualitative descriptive study describing online learning activities at a Christian university after the stipulation of all learning activities carried out from home in online mode. Interview was used to collect the data from 3 students and 2 lecturers. Based on the interview results, online learning activities at this university have been effective by utilizing the Zoom, Google Classroom, Schoology, and Edmodo applications. Constraint in implementing online learning mostly is internet connection problems that less supportive.COVID-19 merupakan wabah penyakit yang berasal dari Tiongkok yang menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. COVID-19 menyebar di Indonesia pada awal Maret 2020. Penyebaran virus ini menyebabkan kerugian untuk banyak negara terutama dalam bidang ekonomi. Dalam bidang pendidikan, COVID-19 juga mengubah model pembelajaran secara drastis; seluruh kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif yang mendeskripsikan kegiatan pembelajaran daring di Universitas Kristen Satya Wacana setelah ditetapkannya seluruh kegiatan pembelajaran dilaksanakan di rumah dengan mode daring. Subjek terdiri dari 3 mahasiswa dan 2 dosen Universitas Kristen Satya Wacana. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Berdasarkan hasil wawancara, kegiatan pembelajaran dengan mode daring di Universitas Kristen Satya Wacana sudah efektif dengan memanfaatkan aplikasi Zoom, Google Classroom, Schoology, dan Edmodo. Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring yaitu masalah koneksi internet yang kurang mendukung
KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK COGNITIVE BEHAVIOR UNTUK MENINGKATKAN REGULASI DIRI SISWA SMP: Research
Self regulation is a process of self-regulation to set a mind and feeling to achieve a goal to be achieved. Self regulation determines student success, because students who have self-regulation can plan, evaluate, and control themselves. This study aims to determine the effectiveness of cognitive behavior group counseling can improve self-regulation of junior high school students. This study, using an experimental design with the Nonequivalent Control Group Design design. The data normality test results show that the control group is not normally distributed where the Sig.Asymp is smaller than 0.05. Whereas for the experimental group is normally distributed, where Sig.Asymp is greater than 0.05. Then it is obtained a hypothesis test that is appropriate for the control group using Wilcoxon test and for the experimental group using paired samples t test. Wilcoxon test results showed Sig.Asymp (2-tailed) of 0.080> 0.05, meaning that without giving counseling the Cognitive behavior group in the control group was not effective in improving student self-regulation, while for the paired samples t test test results showed Sig.Asymp ( 2-tailed) of 0.003 <0.05 means that the counseling behavior of Cognitive behavior groups in the experimental group is effective in enhancing student self-regulation. The research was carried out starting from April 2018 to January 2019, which took place at SMP Islam Mbah Bolong Jombang. Based on the results of the research, researcher gives suggestions for: 1) Teachers of Counseling Guidance, can be used as a reference that Cognitive behavior group counseling services can improve student self-regulation, 2) For further research: can apply Cognitive behavior counseling and can use different techniques in group counseling services so that they will gain a broader insigh
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PROFESI BAGI ANAK-ANAK SD KELAS ATAS: THE DEVELOPMENT OF PICTURE CARDS MEDIA TO IMPROVE OCCUPATION KNOWLEDGE FOR UPPER LEVEL ELEMENTARY SCHOOL STUDENT
The purpose of this research is to develop a set of picture products that can be used for students in particular as the introduction of occupations in Indonesia. ‘Research and Development’ method by Borg and Gall was used in this study. This research is categorized into small scale “R&D” since it only used multiple stages, which were: research and information collecting, planning, developing of initial product format, initial product validating, and product revising. The result shows from each validator that media experts assess 90,28% (very decent), material experts assess 78,09% (decent), and students as users assess 78,52% (very decent). From these validations, it can be concluded that picture cards media can be categorized as worthy with the average percentage of 78,52%. These picture cards media are expected to be tested further to be used effectively, furthermore this research is expected to be implemented in other schools.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan satu set produk yang dapat digunakan khususnya oleh siswa sebagai pengenalan profesi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode ‘Research and Development’ yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Penelitian ini masuk dalam kategori "R & D" skala kecil karena hanya menggunakan beberapa tahap yaitu: penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan format awal produk, validasi format awal produk, dan revisi produk. Hasil penelitian menunjukkan dari masing-masing validator yaitu penilaian ahli media 90,28% (sangat baik), penilaian ahli materi 78,09% (baik), dan penilaian siswa sebagai pengguna 78,52% (sangat baik). Berdasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa media kartu bergambar dapat dikategorikan sebagai layak dengan persentase rata-rata 78,52%. Media kartu bergambar ini diharapkan dapat diuji lebih lanjut untuk digunakan secara efektif, lebih lanjut penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan di sekolah lain
MANAJEMEN PELATIHAN PRA PURNABAKTI DI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI LEMBAGA PEMERINTAH: PRE-RETIREMENT TRAINING MANAGEMENT IN A GOVERNMENT AGENCY’S EDUCATION AND TRAINING CENTER: A DESCRIPTIVE STUDY
This study aims to describe the procedure of pre-retirement training in a government agency’s education and training center. The research was conducted from August 2018 to January 2019 using a qualitative approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation then analyzed through the stages of data reduction, data display, and verifcation. Investigation and checking the validity of data was performed through the stages of data credibility, transferability, dependability, and confrmability. The results show that pre-retirement training management in this center consisted of two stages; program and implementation planning. Program planning consists of analyzing the needs of prospective trainees and compiling a pre-retirement training program curriculum. Whereas for the implementation planning consists of determining working partners, place and date of the training.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur pelatihan pra-purnabakti di pusat pendidikan dan pelatihan lembaga pemerintah. Penelitian ini dilaksanakan sejak Agustus 2018 hingga Januari 2019 menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi lalu dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifkasi. Investigasi dan pengecekan validitas data dilakukan melalui tahapan kredibilitas, transferabilitas, keandalan, dan keselarasan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelatihan pra-purnabakti di pusat pendidikan dan pelatihan lembaga pemerintah ini terdiri dari dua tahap yaitu perencanaan program dan perencanaan implementasi. Perencanaan program terdiri atas proses menganalisis kebutuhan dan perspektif peserta pelatihan serta menyusun kurikulum program pelatihan pra-purnabakti. Sedangkan perencanaan implementasi terdiri atas pemilihan pertner kerja, lokasi, dan tanggal pelaksanaan pelatihan