Proyeksi: Jurnal Psikologi
Not a member yet
174 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS WORKSHOP “ACADEMIC WRITING†DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI AKADEMIK MAHASISWA SEMESTER AKHIR
Academic resilience is an individual's response to affective, cognitive, and behavioral in the face of academic difficulties or failures that he experienced. One of the efforts that can be done so that students have academic resilience is to provide preparation for thesis work. When students already have knowledge of thesis writing techniques, students can feel more prepared, so that they will grow a feeling of optimism in working on their thesis and confidence that they will be able to complete the thesis on time. The “Academic Writing†workshop is a series of workshops to provide knowledge and training to students regarding thesis writing. The themes that will be discussed in this workshop are how to make titles and raise research problems, thesis writing techniques, using reference manager applications, and various research methods. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the "Academic Writing" workshop in improving the academic resilience of final semester students. This research method is a pre-experimental design with the one-group pretest-posttest design. Measurements were made with The Academic Resilience Scale (ARS-30) which was carried out 2 times, namely before the intervention and after the intervention. The results of the study using a paired sample t-test showed that the "Academic Writing" workshop did not significantly increase the academic resilience of final semester students (t = 0.811, p = 0.430)
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL DISTRESS DENGAN STRATEGI KOPING PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Psychological distress merupakan salah satu hambatan atau kendala yang dirasakan oleh mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Oleh karena itu, untuk menangani psychological distress yang dirasakan mahasiswa diperlukan suatu strategi koping yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara  strategi koping dengan psychological distress pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Universitas Syiah Kuala, yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Sebanyak 335 mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Universitas Syiah Kuala terlibat sebagai sampel  dalam penelitian ini. Pengumpulan data penelitian menggunakan Kessler Psychological Distress (K10) dan The Ways of Coping Questionnaire. Hasil analisis pearson correlation menunjukkan  nilai signifikansi (p) = 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan positif antara psychological distress dan strategi koping pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Universitas Syiah Kuala. Pada dasarnya tidak semua situasi yang menyebabkan distress dapat benar-benar diatasi, karena distress psikologi akan hilang hanya ketika stresor pada diri inidvidu hilang, hal tersebut yang terkadang menyebabkan skor stres tetap tinggi walaupun sudah menggunakan strategi koping
INTERVENSI PELATIHAN PENGENALAN DIRI UNTUK MENINGKATKAN SELF ESTEEM PADA REMAJA PENDERITA THALASSAEMIA
The purpose of this study is to provide new insights self-esteem for participants, and to find outcome increasing participant’s self-esteem after participating in the training. This experimental study was conducted for 6 teenagers with thalassemia who were selected based on the specific characteristics proposed. This study used a pure experimental design without control group. Data were collected through interviews and observations before and before treatment. The intervention provided was in the form of personal recognition training. This treatment uses lecture, discussion, brainstorming, and games with light methods. Lasts for 2 times with a duration of 2.5 hours. In general, almost all people who experience development and able to be creative during the material session, and allow participants to have and be able to be more confident. There was a change in the classification of participants, namely DA, DE, L, S, and W. Meanwhile, there was no change in Lu
ILLNESS REPRESENTATION DENGAN KEPATUHAN MENGIKUTI ANJURAN PEMERINTAH DALAM RANGKA MEMUTUS MATA RANTAI CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19)
Latar belakang dari penelitian ini yaitu kurangnya kesadaran individu terhadap kepatuhan terhadap pemutusan mata rantai covid-19 dapat mengakibatkan mengalami kenaikan jumlah pasien yang terpapar. Jika penanganan tidak maksimal dan masyarakat belum sepenuhnya mematuhi anjuran keras untuk stay at home (WFH) dan menjaga jarak sosial (social distancing), virus corona akan terus meluas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi hubungan antara illness representation dengan kepatuhan mengikuti anjuran pemerintah dalam rangka memutus rantai pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method, dimana peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode kualitatif untuk mengukur responden. Responden dalam penelitian ini sebanyak 244 responden, yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Ada dua skala yang digunakan untuk mengukur penelitian ini yaitu, skala kepatuhan dan skala IPQ-R. Teknik analisa data yang dipakai adalah teknik korelasi purposive sampling dan observasi serta depth interview dengan pendekatan fenomenologis. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif signifikan antara nilai r = 0,260 dan p<0,01, yang berarti bahwa adanya hubungan positif signifikan antara illness representation dengan kepatuhan mengikuti anjuran pemerintah dalam rangka memutus mata rantai coronavirus disease 2019 (covid-19). Penelitian ini memiliki implikasi teoritis adalah sebagai pengembangan pengetahuan psikologis mengenai virus covid-19 dan pengembangan factor-faktor yang lain memengaruhi illness representation dan kepatuhan mengikuti anjuran pemerintah. Selain implikasi teoritis, implikasi praktis dalam penelitian ini adalah membantu mengedukasi masyarakat agar lebih mematuhi anjuran dari pemerintah terkait pemutusan mata rantai pandemic Covid-19.Â
BENAR ATAU SALAH?: KEKUATAN MUSIK LATAR FILM TERHADAP EMOSI DAN PENILAIAN MORAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh emosi yang diinduksi oleh musik terhadap penilaian moral terhadap sebuah cuplikan adegan film. Penelitian ini merupakan replikasi penelitian eksperimen online Steffens (2018) dengan tujuan yang sama. Sebanyak 69 partisipan ditempatkan secara acak berdasarkan skor Moral Foundation Questionnaire aspek Harm/Care ke dalam tiga kelompok (tanpa musik, musik negatif dan musik positif). Eksperimen dilakukan dengan google form yang dikirimkan kepada partisipan melalui pesan WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh manipulasi jenis musik pada emosi yang dirasakan serta penilaian moral terhadap adegan film, kecuali pada partisipan yang menggunakan headphone. Pada kasus tersebut, terdapat perbedaan rileks dan reflektivitas (reflectiveness), yang diinduksi di antara tiga kelompok. Selanjutnya emosi yang dirasakan, yaitu agresi, keterhubungan, kebahagiaan, reflektivitas, sedih, dan tegang berhubungan dengan penilaian moral. Penelitian lebih lanjut dapat melihat efek mediasi dari reflectiveness dalam hubungan musik dan penilaian moral.Â
PERBEDAAN FEAR OF FAILURE PADA MAHASISWA BIDIKMISI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN
Mahasiswa Bidikmisi mempunyai kewajiban dan tantangan yang berbeda dengan mahasiswa regular (bukan penerima Bidikmisi). Kewajiban yang harus di penuhi oleh mahasiswa Bidikmisi berpotensi menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang dirasakan mahasiswa Bidikmisi dalam memenuhi tantangan dan kewajiban tersebut menandakan adanya indikasi perasaan fear of failure. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbedaan fear of failure pada mahasiswa Bidikmisi di Universitas Syiah Kuala yang ditinjau dari jenis kelamin. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Bidikmisi Universitas Syiah Kuala yang berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar. Teknik penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Pada penelitian ini menggunakan 340 orang sebagai responden yang terdiri dari 170 laki-laki dan 170 perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala yang disusun oleh Conroy (2002) yaitu  The Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI). Penelitian ini menggunakan teknik Independent Sample T-test sebagai analisis data dan hasilnya menunjukkan signifikansi (p)=0,511 (p>0,05). Hasil signifikansi tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan fear of failure pada mahasiswa Bidikmisi antara mahasiswa Bidikmisi laki-laki dan perempuan. Tidak adanya perbedaan tersebut disebabkan oleh faktor prestasi yang dicapai oleh mahasiswa Bidikmisi, dan kebijakan netral dalam lembaga pendidikan yang tidak dapat ditentukan oleh jenis kelamin.Â
PENERIMAAN DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI PREDIKTOR RESILIENSI PADA TENAGA KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID 19
Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan perceived social support dengan resiliensi frontliners tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19. Perceived social support dipahami sebagai dukungan yang bersumber dari keluarga, teman, dan significant other, yang mengacu pada cakupan jaringan sosial yang dimiliki individu sebagai tempat mendapatkan dukungan. Penelitian ini menggunakan teknik sampling aksidental (Accidental Sampling). Responden dalam penelitian ini ditujukan pada tenaga kesehatan yang menghadapi, merawat, berinteraksi, maupun ikut serta/terlibat dalam penanganan pasien COVID-19 yang berjumlah 112 responden, dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan uji korelasi. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Multidimensional perceived social support scale oleh Zimet (1988), dan skala Connor Davidson Resilience scale 25 oleh Connor dan Davidson (2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara perceived social support dengan resiliensi frontliners tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19 memiliki hubungan dengan signifikansi positif, yang berarti tingginya perceived social support maka resiliensi juga meningkat begitupun sebaliknya
SURVEI MINAT DAN HASIL BELAJAR DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN SEMASA NEW NORMAL COVID-19 PADA KELAS V SEKOLAH DASAR
This study aims to describe student interest and learning outcomes in participating in learning during the new normal covid-19 in class V Elementary School Nagari Sei. Rotan, East Pariaman District, Pariaman City. The type of research is uses descriptive quantitative research with the survey method, the variables used is the single variables interest and student learning outcomes in participating in learning during the new normal covid-19 in class V Elementary School Nagari Sei. Rotan, East Pariaman District, Pariaman City. The data obtained were analyzed using Microsoft Eel and SPSS Windows 16, the analysis used was percentage descriptive analysis. The results showed that the interest and learning outcomes of students in participating in learning during the new normal covid-19 in class V Elementary School Nagari Sei. Rotan, East Pariaman District, Pariaman City was classified as good, namely 64.91% interest with very high categorization while for learning outcomes the value quite good, namely an average of 79.26% with a KKM value of 70. Interests are influenced by several indicators of interest such as feeling happy reaching the highest value, namely 21.12%, motivation 18.88%, expectations 18.61%, worth 18, 61%, feeling attracted 18.36%, needs 11.69%, lastly attention with a value of 11.32%. In this case the indicators that most influence interest and learning outcomes in following learning during the new normal covid-19 in class V Elementary School students Nagari Sei.Rotan, East Pariaman District, Pariaman City, namely feeling happy.Â
PENGARUH PSYCHODRAMA DALAM MENURUNKAN KECENDERUNGAN DEPRESI PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychodrama dalam menurunkan kecenderungan depresi pada remaja di panti asuhan. Desain pada penelitian ini adalah pre-test post-test control group design. Populasi pada penelitian ini adalah remaja di Panti Asuhan Ar-Rodiyah Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling dengan sampel berjumlah 5 orang pada kelompok eksperimen dan 5 orang pada kelompok kontrol. Psychodrama diberikan sebanyak 2 sesi dengan jeda waktu 13 hari dari sesi pertama hingga sesi kedua. Skala yang digunakan pada penelitian ini adalah skala kecenderungan depresi yang terdiri dari 34 aitem dengan koefisien reliabilitas cronbach’s alpha sebesar 0,914. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan nilai taraf signifikansi (1-tailed) sebesar 0, 115 > 0,05, yang artinya tidak ada perbedaan pada kelompok eksperimen antara sebelum dengan sesudah diberi perlakuan psychodrama. Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan nilai taraf signifikansi (1-tailed) sebesar 0,004 < 0,05, yang artinya ada perbedaan skor post-test pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol
KELEKATAN PADA PENGASUHAN NENEK
Kelekatan antara anak dengan orang tua merupakan salah satu topik yang banyak dibahas dalam psikologi perkembangan. Namun fenomena di lapangan menunjukkan tidak semua anak diasuh oleh orang tua kandung mereka. Maka penelitian ini dilakukan untuk melihat seperti apa kelekatan yang terbentuk antara anak dengan pengasuh selain orang tua, yang difokuskan pada nenek. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif fenomenologi. Subjek penelitian ini berjumlah empat orang yang diasuh neneknya sejak kecil. Pengambilan data dilakukan dengan kuisioner dan wawancara. Analisis data yang dilakukan menggunakan teknik tematik menunjukkan bahwa pengasuhan oleh nenek dapat membentuk kelekatan aman