Proyeksi: Jurnal Psikologi
Not a member yet
    174 research outputs found

    UJI VALIDITAS KONSTRUK ALAT UKUR KEPRIBADIAN HEXACO-60 BERBAHASA INDONESIA DENGAN CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS (CFA)

    Get PDF
    Sebagai salah satu instrumen psikologis yang berhasil memodelkan kepribadian manusia hingga saat ini, HEXACO perlu dievaluasi keabsahannya dengan prosedur pengujian yang telah berlaku. Dengan menggunakan HEXACO berbahasa Indonesia yang memuat 60 aitem, penelitian ini menguji properti psikometris alat ukur ini dengan melibatkan sampel penelitian mahasiswa dan pekerja (N=940) yang berdomisili di beberapa kota besar di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis untuk menguji validitas dan metode Crobanch's alpha sebagai uji reliabilitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum HEXACO-60 memiliki validitas dan reliabilitas baik walaupun dua aspeknya memiliki reliabilitas yang relatif sedang, yaitu Honesty-Humility dan Agreeableness dengan skor Crobanch's alpha adalah 0,48 dan 0,58.Â

    PEER COUNSELOR: ONLINE PFA (PSYCHOLOGICAL FIRST AID) DURING COVID-19 PANDEMIC

    Get PDF
    Covid-19 had a global impact on almost all aspects of life, including mental health. The application of social distancing and quarantine methods as an effort to control the spread of Covid-19 has changed the way we socialize, even disrupting mental health. With this change, mental health services are also affected where the service mechanism that was previously carried out face-to-face has changed to online services. Tele PFA is a relevant alternative as a mental health service solution during a pandemic. At the Psychology and Career Development Service Center (P4K) of UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, PC is at the forefront of PFA services for students and public. PCare the senior students of Counseling Department at Dakwah Faculty that join P4K through selection and PFA training. Tele PFA was chosen because it can be done by anyone who is trained and has knowledge of how to do PFA through various online methods. The purpose of this study was to obtain a descriptive idea of Tele PFA services dynamics. This study focuses on Tele PFA services carried out by PCs who are members of the P4K UIN SAIZU. Research data collected using Focus Group Discussion (FGD) that was conducted online with 17 PC respondents. FGD results showed that the complaints submitted by clients are generally related to education, family and love matters. The result concluded that the most requested method for Tele PFA were made through chat, followed by services via voice calls, voice notes and video calls. Challenges experienced by PCs when performing network-related services, unfavorable environmental conditions during service and countertransference. The PFA tele service is very helpful in alleviating client problems and also increasing PC self-development, especially related to counseling skills

    EFEKTIVITAS PELATIHAN SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA KARYAWAN PERUSAHAAN X DI MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan self-management dalam meningkatkan subjective well-being karyawan suatu perusahaan di masa pandemi covid-19. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah perbedaan tingkat subjective well-being karyawan antara sebelum dan sesudah diberikan pelatihan self-management serta perbedaan tingkat subjective well-being antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan. Subjek penelitian ini berjumlah 20 orang dengan 10 orang pada kelompok eksperimen dan 10 orang pada kelompok kontrol. Desain penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan model non-equivalent control group design. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala self-management dan skala subjective well-being. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah independent sample t test dan paired sample t test. Hasil uji independent sample t test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan t hitung > t tabel (3,456>2,101) dan hasil uji paired sample t test dengan nilai mean sebesar -14,200 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara pretest dan posttest kelompok eksperimen. Berdasarkan hasil penjelasan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa pelatihan self-management efektif untuk meningkatkan subjective well-being seseorang. Hal tersebut didukung juga dengan prosentase peningkatan sebesar 23,7% dari hasil perbandingan tingkat subjective well-being pada saat sebelum dan sesudah diberikan pelatihan self-management. Kata kunci: pandemi, covid-19, self-management, subjective well-bein

    STORYTELLING PADA ANAK DENGAN KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN BERBAHASA EKSPRESIF

    Get PDF
    Language development in early childhood is a foundations in both mastering academic skills and social skills. Delays in early intervention will increase the risk of children experiencing problems as adults. TDB is a kindergarten student with the age of 5 years 9 months who was identified with expressive language developmental delay. The results of the assessment showed that the development of expressive language of TDB was not in accordance with its chronological age. Intelligence test results show the level of intelligence is in the category above average. The storytelling method with puppet sticks was provided to TDB for seven sessions. In each session, the researcher did storytelling using puppet stick media and then asked TDB to repeat the story that had been told by the researcher. There are seven different stories used in each session. The results of observations on the mean length of utterance show that there is an increase in the mean length of utterance from 2.3 to 3.6. This shows that the storytelling method with puppet sticks is quite effective in increasing the development of expressive language

    HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN LEADER-MEMBER EXCHANGE TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN GENERASI Y

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan leader-member exchange pada karyawan generasi Y. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknin non-probability sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 3 orang dengan karakteristik PNS di BP2MI yang lahir dalam rentang tahun 1980 – 2000. Metode pengumpulan data menggunakan Multifactor Leadership Questionnaire, Leader Member Exchange – Multi Dimensional Measures, dan  Skala Komitmen Organisasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknin analisis regresi ganda dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kepemimpinan transformasional dan leader-member exchange terhadap komitmen organisasi. Sumbangan simultan pengaruh kedua variabel terhadap komitmen organisasi adalah 56,3 %. Sumbangan partial kepemimpinan transformasional dan leader-member exchange terhadap komitmen organisasi masing-masing adalah 15,7 %, dan 40,6 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kepemimpinan transformasional dan leader-member exchange dapat memprediksi tingkat komitmen organisasi karyawan generasi Y, dan pengaruh yang diberikan leader-member exchange lebih besar daripada pengaruh kepemimpinan transformasional

    GAMBARAN PENCAPAIAN RESILIENSI PARA INVESTOR YANG KEHILANGAN INVESTASINYA KARENA PENGGELAPAN (FRAUD)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang resiliensi pada para investor yang telah mengalami kehilangan uang dalam berinvestasi akibat adanya kecurangan. Penelitian ini menggambarkan self Efficacy sebagai faktor instrinsik dan dukungan sosial sebagai faktor ekstrinsik yang mempengaruhi dinamika resiliensi para investor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik purposive sampling dan snowball. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang, baik laki-laki atau perempuan dan telah mengalami kehilangan investasi akibat kecurangan (fraud). Hasil penelitian menunjukkan bahwa para investor tersebut berhasil mencapai resiliensi, karena memiliki self efficacy dan mendapatkan dukungan keluarga. Kesulitan dan peristiwa yang menyakitkan dalam hidup ternyata bisa dilalui dengan baik oleh para investor, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama dalam meregulasi emosinya. Peristiwa yang menyakitkan tersebut menjadi pelajaran berharga untuk para investor dalam mengambil keputusan dan akan berhati-hati dalam memberi kepercayaan kepada orang lain.Â

    PENINGKATAN SOFT SKILL MELALUI KEGIATAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program MBKM pada mahasiswa Program Studi Psikologi UNISSULA, yaitu dalam peningkatan soft skills berupa kemampuan komunikasi, adapatabilitas karir, kepemimpinan, inovasi dan kolaborasi. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan soft skills antara mahasiswa yang mengikuti program MBKM dengan yang tidak. Subyek penelitian ini 64 mahasiswa peserta MBKM dan 65 mahasiswa yang tidak mengikuti program MBKM. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada adalah Communicative Competence Scale atau CCS yang disusun oleh Weimann (1979), Empowering Leadership Questionarie atau ELO (Arnold, dkk, 2000), skala Adapatabilitas Karir dari Savickas (1998), Inovation Work Behavior Scale (IWB) dari Jansens (2000) dan Assessment of Interprofessional Team Collaboration Scale (AITCS) yang disusun Orchad at al (2012). Hasil analisis varian untuk menguji perbedaan antar soft skills tidak ditemukan berbedaan baik pada mahasiswa peserta MBKM maupun Non MBKM. Selanjutnya, meskipun sekilas ada terlihat bahwa rerata soft skills mahasiswa program MBKM lebih tinggi dibanding soft skills mahasiswa Non MBKM, perhitungan Uji t menunjukkan bahwa perbedaan hanya terjadi pada kompetensi Kepemimpinan dengan nilai t sebebar 2.06 (p< 0.05). Meskipun demikian, secara keseluruhan soft skills (gabugan skor komunikasi, adapatabilitas karir, kepemimpinan, komunikasi dan inovasi) mahasiswa MBKM dan non MBKM berbeda siginifikan dengan t sebesar 1.770 (p=0.0354), artinya rerata soft skills mahasiswa MBKM lebih tinggi daripada soft skills mahasiswa non MBKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa yang mengikuti program MBKM mempunyai rerata soft skills yang sedikit lebih tinggi dibanding mahasiswa Non MBKM. Perbedaan secara siginifikan terjadi pada kompetensi kepemimpinan

    MAKNA KOMITMEN BAGI GURU HONORER SEKOLAH DASAR

    No full text
    Guru honorer yang berkomitmen meskipun dengan pendapatan yang rendah, ketidakpastian status pengangkatan dan kondisi kerja yang belum memadai, memiliki keberagaman arti dalam memaknai komitmen, yang berpengaruh terhadap perilaku kerja guru. Tujuan penelitian ini yaitu memahami makna komitmen yang dimiliki guru honorer. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretative phenomenological analysis. Pengambilan data menggunakan wawancara semi terstruktur kepada lima guru honorer dengan masa kerja tujuh hingga 14 tahun. Hasil analisis data menunjukkan bahwa komitmen dimaknai sebagai bentuk adanya harapan menjadi aparatur sipil negara, upaya mempertahankan pekerjaan, bentuk pengabdian, dan  sebagai wujud rasa cinta terhadap sekolah. Faktor positif memengaruhi keputusan guru untuk bertahan, namun faktor negatif tidak sampai memengaruhi keputusan bertahan, namun memengaruhi perilaku kerja guru. Berbagai makna komitmen menghasilkan beragam komponen komitmen, yang berpengaruh terhadap perilaku kerja guru. Guru yang memaknai komitmen sebagai wujud rasa cinta dan bentuk pengabdian umumnya melakukan usaha lebih dalam bekerja. Penelitian ini memberikan gambaran makna komitmen dan dampaknya terhadap perilaku kerja guru, sehingga dapat menjadi acuan bagi guru honorer dalam mempertahankan komitmen yang dimiliki, dan menjadi acuan bagi pihak sekolah serta dinas pendidikan dalam memerhatikan faktor yang meningkatkan komitmen guru. Kata kunci : Guru honorer, Komitmen organisasi, Sekola

    EFFECTIVENESS OF EMOTION REGULATION TRAINING ON STRESS, ANXIETY, AND DEPRESSION FOR DOCTORS IN EMERGENCY DEPARTMENT DURING PANDEMIC COVID-19

    Get PDF
    The high risk of disease transmission and mortality in the Hospital Emergency Unit can cause health workers to experience stress, anxiety, and depression. Stress, anxiety, and depression are associated with emotion regulation. Poor emotion regulation, such as poor management of negative emotions, can increase stress to depression. In the emotion regulation training, there are three sessions whose material includes the introduction of emotion regulation, awareness of positive emotions, perception of negative emotions and their forms, acceptance of positive emotions, recognition and reassessment of emotions, and appropriate instruments of self-transformation. Outcomes were measured using a questionnaire on depression, anxiety, stress scale, and cognitive emotion regulation. The variables of depression and emotion regulation have a correlation coefficient of -0.142 with a significant value of 0.69. Based on this score, depression and emotion regulation have a negative and significant relationship. The relationship between the stress variable and emotion regulation has a correlation coefficient of -0.486 with a significant value of 0.154. Based on this score, depression and emotion regulation have negative and significant relations. Based on the different tests, the results of the pre-test and post-test were stress (0.005), depression (0.005), and emotion regulation (0.013). Emotion regulation training can reduce stress and depression for doctors in the Emergency Unit

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI RESILIENSI REMAJA DI MASA PANDEMI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji korelasi regulasi emosi, optimisme, dan dukungan keluarga  dengan  resiliensi siswa pada masa pandemi Covid-19. Faktor internal siswa berupa kemampuan mengelola emosi dan rasa optimis menghadapi situasi yang sulit dan memerlukan penyesuaian tinggi, serta faktor eksternal berupa dukungan keluarga, akan menumbuhkan jiwa resilien berupa ketangguhan menghadapi kesulitan dan tidak mudah menyerah. Hipotesis mayor yang diajukan terdapat hubungan antara  regulasi emosi, optimisme, dan dukungan keluarga dengan resiliensi. Terdapat 3 hipotesis minor, yaitu adanya hubungan positif antara regulasi emosi dengan resiliensi; hubungan positif antara optimisme dengan resiliensi; dan hubungan positif antara dukungan keluarga dengan resiliensi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala regulasi emosi, skala optimisme, skala dukungan keluarga, dan skala resiliensi.  Populasi dalam penelitian  ini adalah siswa SMA dan SMK di Sukoharjo. Pemilihan subjek penelitian dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah uji korelasi regresi berganda. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan yang sangat signifikan antara regulasi emosi, optimisme, dan dukungan keluarga dengan resiliensi siswa (F=47,561; p<0,001). Uji hipotesis minor 1 diperoleh hasil r=0,607; p<0,001 artinya terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara regulasi emosi dengan resiliensi, untuk variabel optimisme diperoleh nilai r=0,585;p<0,001 dan dapat dinyatakan terdapat korelasi positif yang sangat signifikan antara optimism dengan resiliensi, variabel dukungan keluarga menunjukan hasil r=0,431;p<0,001, sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara variabel dukungan keluarga dengan resiliensi. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang diajukan seluruhnya terbuktiAbstrak harus dibuat dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Inggris

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proyeksi: Jurnal Psikologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇