Proyeksi: Jurnal Psikologi
Not a member yet
174 research outputs found
Sort by
ADVERSITY QUOTIENT, DUKUNGAN SOSIAL DAN RESILIENSI ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) DI MASA PANDEMI COVID-19
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dan dukungan sosial dengan resiliensi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dewasa awal di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu skala adversity quotient, skala dukungan sosial, dan skala resiliensi. Subjek penelitian berjumlah 50 ODHA dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis analisis regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistic 25. Hasil uji penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara adversity quotient (X1) dengan resiliensi (Y) dengan nilai signifikansi 0,000 (p <0,05) dan ada hubungan positif dukungan sosial (X2) dengan resiliensi (Y) dengan nilai signifikansi 0,037 (p <0,05). Serta hasil uji simultan adversity quotient dan dukungan sosial dengan resiliensi dengan nilai signifikansi 0,000 (p <0,05). Berdasarkan hasil tersebut maka ketiga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Variabel adversity quotient dan dukungan sosial secara bersama-sama memberikan sumbangan sebesar 47% pada resiliensi ODHA dewasa awal di masa pandemi COVID-19. Kata kunci: adversity quotient, dukungan sosial, dan resiliens
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA REMAJA MELALUI KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT
Penelitian ini mengkaji kasus motivasi belajar rendah yang ditemui pada salah satu siswi di jenjang sekolah menengah pertama yang sekaligus menjadi subjek dalam penelitian ini. Subjek merupakan anak remaja perempuan yang berusia 13 tahun yang mengalami kendala dalam mengoptimalkan hasil belajarnya karena memiliki usaha dan daya juang yang rendah dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah maupun di rumah. Keluhan para guru dan orangtua mendorong peneliti mencari alternatif penanganan untuk meningkatkan motivasi belajar siswi tersebut. Adapun alternatif yang dipilih oleh peneliti adalah memberikan konseling behavioral dengan teknik self-management untuk meningkatkan motivasi belajar subjek. Konseling behavioral dengan teknik self-management ini mengkombinasikan tiga teknik yaitu teknik self-monitoring, stimulus-control, dan self-reward yang dilaksanakan selama 8 sesi konseling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimental kasus tunggal (DEKT). Hasil eksperimen yang dilakukan adalah pelaksanaan konseling behavioral dengan teknik self-management terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar subjek. Subjek secara konsisten memperlihatkan perilaku-perilaku yang mendukung proses belajarnya di sekolah maupun di rumah, misalnya subjek fokus mendengarkan penjelasan guru di dalam kelas dan jika ada tugas subjek sudah berinisitif untuk segera mengerjakan dan menyelesaikan tugas tersebut
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DAN RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI
Pengerjaan skripsi mengandung kompleksitas permasalahan psikologis bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan resiliensi pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 218 mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, terdiri dari 58 laki-laki dan 160 perempuan. Pengukuran efikasi menggunakan skala efikasi diri skripsi yang dibuat oleh Sari (2018) berdasarkan teori Bandura (1997), dan resiliensi diukur melalui skala The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) berdasarkan teori Connor dan Davidson (2003). Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan resiliensi pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki oleh mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi maka semakin tinggi pula resiliensinya, dan sebaliknya. Penting bagi mahasiswa untuk memiliki efikasi diri yang tinggi agar mampu untuk bangkit dan beradaptasi dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang muncul selama mengerjakan skripsi
ANALISIS DIFFERENTIAL ITEM FUNCTIONING (DIF) PADA SKALA SIKAP MODERASI BERAGAMA SISWA
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis apakah butir-butir pada skala sikap moderasi beragama siswa mengandung bias gender. Menggunakan pendekatan kuantitatif metode survei, penelitian ini mengambil populasi sebanyak 54.383 dengan sampel sebanyak 4.188 siswa SMA/MA di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen skala sikap moderasi beragama siswa yang telah memenuhi kriteria properti psikometri dengan indeks item reliability sebesar 0.94. Analisis DIF dilakukan melalui pemodelan rasch. Temuan penelitian ini memberikan informasi bahwa, terdapat 15 item yang terdeteksi DIF dan 21 item yang tidak terdeteksi DIF. Berdasarkan hasil analisis pada pemodelan rasch, sikap moderasi beragama siswa perempuan cenderung lebih mudah untuk menerima konsep moderasi beragama (0.18 logit) daripada laki-laki (-0.22) logit. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi adanya bias gender tersebut
KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEMANDIRIAN DENGAN PENYELESAIAN MASALAH PADA GENERASI Z
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan kemandirian dengan penyelesaian masalah pada generasi Z. Subjek penelitian ini adalah generasi Z berusia 18-24 tahun berdomisili di Jawa Tengah. Hipotesis mayor N = 0,05 (
POTRET KETAHANAN KELUARGA DI MASA KRISIS PANDEMI COVID-19
Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar merupakan langkah pemerintah guna meminimalisir pandemi COVID- 19. Kebijakan ini menyebabkan timbulnya krisis dengan ditutupnya banyak fasilitas umum yang merembet pada penurunan pendapatan, timbulnya polemik keluarga, hingga stres. Dampak tersebut dialami juga oleh keluarga di Kampung Lampion Malang, dengan ditutupnya kampung sebagai kawasan wisata yang tidak lain adalah wadah mata pencaharian utama keluarga. Ketahanan keluarga penting adanya guna terbentuknya keluarga yang tangguh untuk melewati krisis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan dinamika ketahanan keluarga warga Kampung Lampion Malang di masa krisis pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan metode kualitatif fenomenologi pada 12 informan usia dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga warga Kampung Lampion Malang mampu melewati masa krisis dengan adanya ketahanan keluarga yang terbentuk dari pola interaksi dan nilai, komitmen, serta strategi koping keluarga yang baik
GRATITUDE SEBAGAI MEDIATOR ANTARA MINDFULNESS DAN PENERIMAAN DIRI
Social media nowadays has become a need of many people. One of the most used social media is Instagram.Ease of access to look into the lives of others and evaluate others contributes to the decreasing ability toaccept oneself. This study aims to examine the role of gratitude as the mediator between mindfulness and self-acceptance among Instagram users. The present study involves 121 participants, age from 18 to 24 years oldusing convenience sampling method. Gratitude Questionnaire Six Item Form (GC-6), Mindful AttentionAwareness Scale (MAAS), and Berger’s Self-Acceptance Scale are administered using online survey. Results havefound that gratitude significantly acts as the significant partial mediator between mindfulness and self-acceptance. Mindfulness and gratitude play important roles for active Instagram users to be able to acceptthemselves for what they are
PEREMPUAN DAN DEPRESI: PENGARUH KETIDAKPUASAN TUBUH
Depresi adalah adalah salah satu permasalahan kesehatan mental yang umum terjadi di dunia dengan karakteristik perubahan suasana hati yang luar biasa, meliputi kesedihan, mudah merasa tersinggung, dan/atau rasa kehilangan disertai dengan berbagai gangguan pada tubuh. Kondisi tersebut mengakibatkan seseorang memiliki pandangan negatif terhadap diri maupun kehidupannya. Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan depresi, salah satunya adalah body dissatisfaction. Body dissatisfaction merupakan evaluasi negatif terhadap diri yang tidak hanya membicarakan tentang berat badan, namun juga bentuk tubuh secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body dissatisfaction dan depresi pada perempuan emerging adulthood melalui penelitian kuantitatif (survei) yang pengumpulan datanya dilakukan secara accidental. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Beck’s Depression Inventory (BDI) untuk mengukur tingkat depresi serta Body Shape Questionnaire (BSQ) untuk mengukur tingkat body dissatisfaction responden. Responden dalam pelitian ini adalah 233 perempuan yang berusia antara 18-25 tahun. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara body dissatisfaction dengan depresi. Artinya, semakin rendah tingkat body dissatisfaction seseorang, maka kategori depresi yang dialami semakin rendah juga, begitu pula sebaliknya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa standar kecantikan yang diterapkan dalam keseharian membawa pengaruh negatif, seperti meningkatkan depresi
HUBUNGAN ANTARA NOMOPHOBIA DENGAN PROBLEMATIC INTERNET USE PADA MAHASISWA DI JAKARTA
Kemajuan teknologi sudah pasti terjadi seiring perkembangan zaman yang membuat internet dan smartphone banyak digunakan. Akses semakin dipermudah dengan adanya aplikasi seperti Whatsapp dan Instagram. Survei yang dilakukan di tahun 2016 menemukan terdapat 36% pemakai Smartphone di Indonesia yang memakai smartphone selama 4 sampai 8 jam. Hal tersebut dapat membawa dampak negatif yang dapat mengarah pada ketakutan bernama nomophobia atau no-mobile phone phobia. Keterikatan terhadap smartphone membuat individu tidak bisa lepas dari smartphone yang dapat mengarah kepada problematic internet use yang juga nama lainnya adalah masalah dalam penggunaan internet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara nomophobia dengan problematic internet use pada mahasiswa di Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 134 orang mahasiwa yang didapatkan dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Nomophobia Questionnaire milik Yildirim dan Correia (2015) untuk mengukur nomophobia menghasilkan reliabilitas 0,910 yang terdiri dari 4 dimensi dan 20 butir pernyataan. Problematic Internet Use diukur dengan The Generalized Problematic Internet Use Scale 2 yang dibuat oleh Caplan tahun 2010 dengan reliabilitas 0,898 yang terdiri dari 4 dimensi dan 15 butir pernyataan. Analisis data dilakukan dengan analisis korelasi untuk lewat program SPSS untuk mengetahui hubungan variabel penelitian. Hasil Korelasi antara nomophobia dengan Problematic Internet Use memiliki hasil hubungan positif yang signigikan (sig < 0,05, p = 0,616). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kecenderungan nomophobia mahasiswa maka akan semakin tinggi kecenderungan problematic internet use yang dimiliki oleh mahasiswa. Begitu pula sebaliknya, apabila kecenderungan nomophobia semakin rendah pada mahasiswa maka akan semakin rendah pula kecenderungan problematic internet use
PENGARUH RELIGIOUS FUNDAMENTALISM TERHADAP KEPUASAN HIDUP DENGAN OPTIMISME SEBAGAI VARIABEL MEDIATOR PADA MAHASISWA
Agama dan politik menjadi topik yang cukup hangat di beberapa tahun terakhir. Fenomena tersebut bermunculan di sejumlah negara-negara di dunia yang menimbulkan ketidakstabilan politik di negara tersebut. Hal itu sangat menggelitik rasa penasaran, sehingga peneliti merasa tertarik untuk meneliti fenomena ini, terutama mengenai fundamentalisme agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh fundamentalisme agama terhadap kepuasan hidup yang dimediatori oleh optimisme. Desain penelitian ini adalah kuantitatif kausalitas dengan tiga variabel utama yakni religious fundamentalism, kepuasan hidup, dan optimisme. Subjek penelitian ini sebanyak 274 orang mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan pengambilan data dilakukan secara online menggunakan google form. Hasilnya, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara religious fundamentalism terhadap kepuasan hidup (.37>.05). Optimisme juga tidak terkonfirmasi memediasi antara religious fundamentalism dan kepuasan hidup. Namun, terdapat pengaruh yang signifikan antara religious fundamentalism dan optimisme terhadap kepuasan hidup secara simultan (.00>.05) sebesar 22,2 %