Proyeksi: Jurnal Psikologi
Not a member yet
174 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEUNGGULAN KOMPETITIF MELALUI SOCIAL MISSION, SERVICE QUALITY, INTENTION TO BUY, DAN BRAND IMAGE
Tingginya persaingan di industri menunjukkan pentingnya keunggulan kompetitif. Upaya peningkatan keunggulan kompetitif mutlak diperlukan agar upaya yang dilakukan dapat menarik perhatian konsumen. Penelitian ditujukan untuk identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian, yaitu social mission, service quality, dan brand image. Hipotesis penelitian adalah faktor social mission, service quality, Intention to buy, dan brand image memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Metode pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan diperoleh data 100 responden. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan SEM-PLS, dan diperoleh bahwa terdapat pengaruh yang signifikan di antara variabel social mission terhadap service quality, brand image dan intention to buy, serta service quality terhadap brand image, dan brand image terhadap intention to buy. Hasil penelitian menunjukkan rekomendasi upaya peningkatan keunggulan kompetitif yaitu diantaranya meliputi, peningkatan kegiatan misi sosial, peningkatan kualitas layanan terutama sikap dari karyawan dalam memberikan layanan kepada pelanggan, serta peningkatan serta ciri khas merek sebagai bagian dari brand image perusahaan
RELIGIUSITAS DAN PERSEPSI KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK BERLABEL HALAL PADA MAHASISWI
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh religiusitas dan persepsi kualitas produk terhadap keputusan pembelian kosmetik berlabel halal pada mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif kausalitas. Subjek penelitian terdiri dari 96 mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang diambil menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan menjadikan analisis regresi linear berganda sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai R2 sebesar 0,295 yang berarti religiusitas dan persepsi kualitas produk menyumbang 29,5% terhadap keputusan pembelian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh positif yang signifikan secara bersamaan terhadap keputusan pembelian kosmetik berlabel halal pada mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
“SAIKI, NING KENE, NGENE, AKU GELEMâ€: DINAMIKA RAOS BEGJA PADA LANSIA PELAJAR KAWRUH JIWA
Kasus bunuh diri yang marak dialami oleh golongan lansia di Indonesia di antaranya disebabkan depresi dan kesepian. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap dinamika raos begja pada lansia yang tergabung sebagai pelajar kawruh jiwa. Raos begja dapat diartikan sebagai perasaan tentram yang tidak tergantung pada tempat, waktu, dan keadaan (papan, wekdal, lan kewontenan). Raos begja dikonstruksikan oleh Suryomentaram, dan erat kaitannya dengan paradigma authentic happiness, sekaligus paradigma subjective well-being. Raos begja dapat dicapai ketika individu mampu mengimplementasikan kawruh begja (pengetahuan tentang kebahagiaan). Paradigma kawruh begja ini terhimpun sebagai inti ajaran kawruh jiwa (pengetahuan tentang jiwa manusia). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di desa Gombang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Tiga partisipan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan teknik purposive samping dengan kriteria, 1) berusia 60 tahun ke atas, dan 2) sudah lebih dari tiga tahun aktif di kegiatan junggringan salaka. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Analisis data menggunakan perangkat analisis studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran seorang lansia tipe konstruktif, dan menemukan empat tema besar, 1) faktor yang mempengaruhi raos begja, 2) aspek raos begja, 3) fungsi junggringan salaka, dan 4) dinamika raos begja. Hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan dalam merancang program intervensi untuk meningkatkan nilai kebahagiaan pada lansia. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat dijadikan pijakan dalam penelusuran yang lebih mendalam mengenai konstruksi teori psikologi berbasis kearifan lokal
ANALISIS RE-ENTRY SHOCK PADA MAHASISWA SELAMA TRANSISI DARI MODEL PEMBELAJARAN ONLINE KE PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI MASA PANDEMI COVID-19
The Indonesian Ministry of Education, Culture, Research and Technology 2021 has implemented a hybrid learning model that allows students to return to face-to-face learning. This raises concerns about re-entry shock due to the transition to face-to-face learning. This research aims to study the re-entry shock experienced by students when returning to face-to-face learning model-based affection, behaviour, and cognition. This research uses a qualitative approach with an instrumental case study method. Data were obtained from questionnaires and interviews and analysed using theoretical thematic analysis. Findings showed that students experienced re-entry shock in all three aspects. However, the main problem came from the affective and cognition aspects, where students reported a need for more confidence in communicating, insecurity, and worries about the pandemic. Educators can use the results of this study better to understand the problems of re-entry shock in students and help them overcome them
STRATEGI COPING DAN KEBAHAGIAAN PADA REMAJA SELAMA PANDEMI COVID-19
Situasi pandemi COVID-19 berdampak pada kehidupan masyarakat, tak terkecuali remaja. Mereka kesulitan dalam mengikuti pembelajaran daring, terbatasnya bertemu dengan teman sebayanya, dan bosan karena terus berada di rumah. Keadaan tersebut berdampak pada meningkatnya stres dan menurunkan kebahagiaan bagi remaja, maka dibutuhkan strategi coping yang efektif untuk menangani stres sehingga meningkat kebahagiaannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara strategi coping dan kebahagiaan pada remaja selama pandemi COVID-19. Partisipan penelitian berjumlah 235 berusia 15-21 tahun, sedang menempuh pendidikan (SMP, SMA, Perguruan Tinggi), serta belum menikah. Variabel kebahagiaan diukur menggunakan Subjective Happiness Scale dan strategi coping diukur menggunakan Brief COPE. Analisis data menggunakan Pearson correlation dan simple linier regression. Hasil penelitian menunjukan bahwa emotion focused coping merupakan strategi yang paling banyak digunakan oleh remaja selama pandemi COVID-19. Hasil juga menunjukan bahwa peningkatan penggunaan problem focused coping (r = .38,
TERAPI SUPORTIF UNTUK MENINGKATKAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi suportif untuk meningkatkan activity daily living (ADL) pada pasien skizofenia paranoid. Subjek penelitian adalah pasien RSJ “X†di Jawa Tengah dengan usia 44 tahun berjenis kelamin laki-laki yang menunjukkan penurunan ADL setelah pulang dari rumah sakit. Terapi suportif diberikan secara individual sebanyak tiga kali pertemuan dengan menggunakan alat bantu jadwal harian dan penentuan tujuan jangka pendek. Skizofrenia paranoid subjek diukur dari asesmen dengan menggunakan observasi, wawancara dan tes psikologi. Penelitian ini menggunakan satu subjek penelitian dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat efektivitas terapi suportif untuk meningkatkan ADL pada pasien skizofenia paranoid. Tingkat ADL subjek menunjukkan perubahan dari sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi. Terdapat perubahan skor GAF dari 40-31 (beberapa disabilitas dalam hubungan dengan realita dan komunikasi, disabilitas berat dalam beberapa fungsi) dan setelah dilakukan intervensi meningkat menjadi 60-51 (gejala sedang/moderate, disabilitas sedang)
DUKUNGAN SOSIAL DAN QUARTER LIFE CRISIS PADA FRESH GRADUATE
Ketatnya persaingan yang semakin tinggi membuat para fresh graduate merasa khawatir akan masa depannya. Keadaan ini membuat generasi milenial merasa insecure, kecewa, kesepian sampai depresi yang akhirnya menyebabkan terjadinya quarter life crisis. Individu yang ingin mencapai kesejahteraan psikologis sangat memerlukan hubungan yang positif dengan orang lain dan lingkungan yang baik agar dukungan sosial di dapatkan secara maksimal. Peneliti menggunakan teknik convinience sampling dengan total partisipan sebanyak 136. Penelitian ini menggunakan metode analisis data korelasi product moment dari Pearson dengan tujuan untuk menentukan hubungan dukungan sosial dan quarter life crisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi sebesar r = -0.189 dengan nilai signifikasi = 0,014 (p > 0.05) yang berarti terdapat hubungan antara dukungan sosial dan quarter life crisis. Hal tersebut berarti bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh terhadap quarter life crisis yang dialami oleh fresh graduate dari Universitas Kristen Satya Wacana yang mana para partisipan termasuk dalam kategori dukungan sosial yang tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa partisipan sudah memenuhi salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi quarter life crisis yaitu adanya dukungan sosial
BODY IMAGE PADA REMAJA PUTRI YANG MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL TIKTOK
Body image merupakan gambaran tubuh yang dibentuk dalam pikiran, yaitu cara tubuh menampakkan diri kepada diri kita. Salah satu faktor yang memengaruhi berkembangnya body image pada remaja adalah media sosial TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui bagaimana body image pada remaja putri yang menggunakan media sosial TikTok, 2) mengetahui proses apa yang remaja putri yakini merusak atau mendukung body image mereka, dan 3) mengetahui strategi yang digunakan oleh remaja putri dalam mengelola body image mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman dengan bantuan MAXQDA. Teknik pemantapan kredibilitas penelitian yang digunakan peneliti adalah member check yang dilakukan setelah berakhirnya pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa remaja awal putri yang menggunakan media sosial TikTok memiliki body image negatif. Durasi penggunaan membuat remaja terpapar konten tubuh ideal membuat remaja menginternalisasi tubuh ideal tersebut ke dalam dirinya, akibatnya terjadi ketidakpuasan tubuh karena adanya perbandingan ke atas. Pengelolaan body image yang dilakukan adalah mencoba menerima diri melalui bersyukur, akan tetapi masih ada kecemasan dalam diri remaja untuk berani tampil di TikTok
THE ROLE OF THE NEIGHBORHOOD AUTHORITY IN RAISING RESIDENTS’ OBEDIENCE TO THE IMPLEMENTATION OF THE HEALTH PROTOCOLS DURING THE COVID-19 PANDEMIC
Public obedience to the implementation of the health protocols during the COVID-19 pandemic was important. In reality, not all people, especially in residential areas (neighborhoods), were obedient. Limited research had addressed the implementation of health protocols in the settings of the neighborhood so a thorough study on this issue was significant to explore new knowledge. This study aimed to identify the authorities in charge of handling the COVID-19 pandemic in the neighborhoods, the obstacles experienced by the authorities and the residents, the support of the neighborhood authorities, the residents’ responses to policies related to the pandemic, and the impacts of the pandemic on the residents’ lives. There were 30 participants from 30 neighborhoods interviewed and observed. To increase the credibility of the study, a triangulation method was employed. It revealed that there were formal and informal authorities. Both the authorities and the residents experienced obstacles. The authorities had conducted many efforts to handle the pandemic like delivering education, providing facilities, modifying the residents’ behaviors, and collaborating with related stakeholders. Residents were supporting and not supporting the policies and the authorities’ efforts. Besides the negative impacts on the economy, health, society, and psychology, it turned out the pandemic has also brought positive impacts such as the adaptation to new habits and the emergence of new micro-businesses in the neighborhoods
FEAR OF MISSING OUT DAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA AWAL
Perkembangan media sosial yang semakin maju mempunyai pengaruh yang besar dalam setiap kehidupan terutama pada remaja awal yang berada dalam masa perkembangan yang rentan akan kecanduan media sosial dan ketakutan tertinggal informasi yang sedang berkembang, hal ini menimbulkan dampak negatif dalam perkembangannya. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara fear of missing out dan kecanduan media sosial pada remaja awal. Metode penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan 140 remaja awal dari usia 12-15 tahun yang memiliki media sosial sebagi partisipan dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling. Dengan metode analisis data menggunakan korelasi product moment. Ada dua skala yang dipakai dalam penelitian ini, yaitu skala fear of missing out dan skala kecanduan media sosial. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang positif signifikan (p < 0.05) antara fear of missing out dan kecanduan media sosial pada remaja awal. Korelasi positif yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi fear of missing out maka akan semakin tinggi juga kecanduan media sosial. Sebaliknya, semakin rendah fear of missing out, maka akan semakin rendah juga kecanduan media sosial. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk remaja awal dalam menggunakan media sosial, sehingga lebih bisa produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan membentuk kepercayaan diri untuk keberlangsungan kesehatan psikologis dalam diri individu