Proyeksi: Jurnal Psikologi
Not a member yet
    174 research outputs found

    BAHAYA BERKOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL

    Get PDF
    instgram. Remaja seolah tanpa hambatan dalam membuka diri melalui status, foto bahkan video tentang diri, di sisi lain remaja kurang mempertimbangkan risiko yang mungkin muncul. Tulisan ini adalah telaah literatur berdasarkan 7 hasil penelitian empiris yang berfokus pada risiko berkomunikasi di media sosial dengan sampel remaja. Tujuan utama telaah literatur ini adalah untuk menjawab 3 pertayaan mendasar yakni: (1) Apa jenis-jenis risiko yang mungkin muncuk terkait dengan komunikasi di media sosial; (2) faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi munculnya risiko tersebut; dan (3) Bagaimana cara meminimalisir munculnya risiko berkomunikasi di media sosial. Berdasarkan analisis, eksploitasi seksual,  cyberbullying, dan penyalahgunaan data adalah jenis utama risiko yang mungkin muncul. Faktor yang memperbesar munculnya risiko adalah: sifat naif terlalu membuka diri, keterbatasan internet literacy, dan minimnya mediasi orang tua. Lebih lanjut upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko adalah dengan meningkatkan kesadaran akan privasi dan risiko, meningkatkan internet literacy dan meningkatkan mediasi orang tua. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta pijakan bagi penelitian selanjutnya mengenai komunikasi remaja di media sosial

    APAKAH BUKU CERITA DAPAT MENGURANGI KEBIASAAN MENGOMPOL? (STUDI KASUS BIBLIOTHETAPY PADA ANAK DENGAN ENURESIS)

    Get PDF
    Enuresis, bed-wetting, atau perilaku mengompol merupakan perilaku yang muncul dalam kondisi tertentu pada anak dan remaja. Herbert (2005) menjelaskan bahwa enuresis terjadi jika anak yang berusia lebih dari 6 tahun masih memiliki kebiasaan mengompol. Subjek adalah anak berusia 9 tahun dengan kebiasaan mengompol dan kurang baik dalam merawat diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi perilaku mengompol pada anak usia 9 tahun dan meningkatkan perawatan diri. Metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan gambaran secara detail mengenai perilaku mengompol dan penanganannya. Intervensi diberikan secara integratif dalam lima kali pertemuan. Intervensi berupa psikoedukasi, bibliotherapy, token economy, dan modifikasi lingkungan. Hasilnya menunjukkan bahwa subjek menunjukkan perubahan perilaku. Frekuensi mengompol subjek sudah berkurang. Subjek juga sudah lebih baik dalam melakukan perawatan diri, misalnya mandi dan mengganti pakaian, mencuci baju atau sprei dengan sabun. Intervensi yang integratif cukup efektif untuk diterapkan pada anak usia 9 tahun. Subjek tampak lebih percaya diri dan bahagia ketika ia mampu mengurangi perilaku mengompolnya. Subjek tidak malu lagi ketika berinteraksi dengan temantemannya. Adapun ketika terjadi kecelakaan dan mengompol, subjek tidak lagi menyembunyikan bekas ompolnya. Subjek bertanggung jawab dengan membersihkan bekas ompol dan menjemur kasurnya. Berdasarkan usianya, subjek masih membutuhkan banyak bimbingan dan pengawasan untuk memertahankan atau meningkatkan perilakunya. Intervensi lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi kebutuhan subjek akan pengakuan dan penghargaan. Hal ini diperlukan agar subjek dapat hidup lebih mandiri ketika berada di panti asuhan, setelah meninggalkan pusat trauma

    HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA GURU SLB DI LINGKUNGAN KERJANYA

    Get PDF
    Dalam dunia pendidikan luar biasa, peserta didik yang dihadapi memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu baik kemampuan fisik, mental, emosi dalam usaha untuk berinteraksi dengan pihak luar atau lingkungan sekitar sehingga tugas seorang guru SLB menjadi semakin berat. Guru SLB dituntut untuk memiliki keahlian dan ketrampilan tertentu. Hal tersebut tidak mudah dan seringkali dapat menyebabkan stres kerja pada guru SLB.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empirik hubungan antara stres kerja dengan penyesuaian diri pada guru SLB di lingkungan kerjanya di kota Semarang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah product moment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SLB di kota Semarang, sedangkan sampel penelitian ini adalah guru SLBN Semarang yang berjumlah 56 orang. Data penelitian yang dikumpulkan menggunakan skala berupa skala penyesuaian diri dan skala stres kerja.Hasil uji hipotesis hubungan antara stres kerja dengan penyesuaian diri diperoleh r xy = - 0,771 dengan p = 0,000 ( < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara stres kerja dengan penyesuaian diri pada guru SLB di lingkungan kerjanya di kota Semarang. Stres kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 59,5 % terhadap penyesuaian diri pada guru SLB, sedangkan sisanya 40,5 % dipengaruhi oleh variabel lain

    HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN “X†SEMARANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap lingkungan kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan “X†Semarang. Alat ukur yang digunakan adalah skala kepuasan kerja dan skala persepsi terhadap lingkungan kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan “X†Semarang sebanyak 82 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling.Kepuasan kerja merupakan suatu sikap positif yang menyangkut penyesuaian diri yang sehat para karyawan terhadap kondisi dan situasi kerja. Penelitian ini memakai aspek psikologis, aspek sosial, aspek fisik dan aspek finansial sebagai instrumen penelitian. Persepsi terhadap lingkungan kerja adalah proses bagaimana seseorang memandang, menafsirkan dan memberikan arti terhadap segala hal atau peristiwa yang ada dalam lingkungan kerjanya. Penelitian ini menggunakan aspek persepsi yaitu kognisi, afeksi dan konasi yang dikaitkan dengan aspek lingkungan kerja yaitu lingkungan fisik dan lingkungan psikososial sebagai instrumen penelitian.Teknik korelasi product moment digunakan untuk menguji hubungan antara persepsi terhadap lingkungan dengan kepuasan kerja diperoleh hasil nilai rxy = 0,576; p = 0,000 (p < 0,01; sangat signifikan), hipotesis diterima sehingga dapat disimpulkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi terhadap lingkungan kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan “X†Semarang. Sumbangan efektif persepsi terhadap lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja sebesar 33,18 persen.Â

    A CASE STUDY OF PSYCHOSOCIAL IMPACT IN ENURETIC GIRL ADOLESCENT

    Get PDF
    The aim of this article is to describe psychososial consequences in girl adolescent with nocturnal anddiurnal enuresis or mixed enuresis. Qualitative research method is used in this study. An-13-year-oldfemale presented with severe mixed enuresis since 4th grade. Data were collected by observation,interview, and psychological testing. Observation conducted in school and home setting. Interviewconducted on parent, siblings, friends, and teacher. The result showed that subject’s interpersonalrelationship quality is less, less self-confident, ashamed, more irritable, and being bullie

    JUVENILE DELIQUENCY AMONG CHILDREN PRISONERS

    Get PDF
    This research attempt to identify the juvenile delinquency among children prisoner in Kutoarjo ChildrenPrison and also determine the factors cause of juvenile delinquency, the reasons why they dodelinquent and the effects of juvenile delinquency. The subjects were three boy and two girl prisoners.Interview, observation and documents analysis were used to collect data in this qualitative research.The data were analyzed by data reduction, coding and verification.Results indicate that the factors cause of juvenile delinquency among children prisoner are external andinternal factors. The external factors is family structure or disharmonic communication between parentsand children. The internal factors are sexuality drive and their hedonistic manner. The effects of juveniledelinquency increase number children or teenagers that being against the law and sexual harassment tothe girls inmate

    CONSCIENTIOUSNESS PERSONALITY TYPE AS A PREDICTOR OF POST PURCHASE REGRET

    Get PDF
    The aim of this research is to investigate the level of cor r el a t ion betwe en conscientiousnesspersonality type and post purchase regret on consumer. The measurement tool that was used in thisresearch is conscientiousness personality type scale and post purchase regret scale. Conscientiousnesspersonality type scale arranged by researcher according to conscientiousness personality typecomponents proposed by John, Robins & Pervin (2008), that is order, achievement striving,dutifulness, self discipline, competence dan deliberation. Whereas post purchase regret scalearranged by researcher according to post purchase regret components which was adapted from Leedan Cotte (2009) work, that is outcome regret dan process regret. The number of respondent was101 people that collected by technique of purposive sampling. Using Kendall-Tau analyses, theresult of this study shows that there was a significant relationship between conscientiousnesspersonality type and post purchase regret. Conscientiousness personality could decreased postConscientiousness Personality Type, Post Purchase Regret.purchase regret

    HUSN AL-ZHANN: THE CONCEPT OF POSITIVE THINKING IN ISLAMIC PSYCHOLOGY PERSPECTIVE AND ITS BENEFIT ON MENTAL HEALTH

    Get PDF
    This study wants to explain that positive thinking in perspective of Islamic Psychology, and to prove thatpositive thinking and mental health have a significant positive correlation. In Islamic psychology, positivethinking (husn al-zhann) is a qalb behaviour and one of good akhlaq (personality) which motivate tothink positively to the God and others. Doing positive thinking to the God is indicated by tawakkal (trustin God), feeling love and forgiveness. Doing positive thinking to the others is indicated by absence oftajassus, tahassus, hatred, and hasad. The correlational anlysis found that positive thinking and mentalhealth have a significant positive correlation (r=0,364/ sig=0,001). The regression anlysis found thatpositive thinking to the God is more influence on mental health (t= 3,409/ sig=0,001) than positivethinking to the others (t= -0,271/ sig=0,787)

    AGGRESSIVENESS, PESANTREN AND SHIYAM (A COMPARATIVE STUDY)

    Get PDF
    Aggressive behaviors by adolescents in Indonesia has perceived as national problem. This problem ofbehavior occur among all background of teenagers, including young people who had religiousbackground. There are two purposes of the study: 1). To examine the difference of aggressivenessbetween adolescent living in pesantren and adolescent living outside pesantren; and 2). To examine thedifference of aggressiveness among adolescents doing different frequency of religious fasting (shiyam),especially non-obligatory (sunnah) fasting on Monday or Thursday. The population of study was 11 to 21years old male-Moslem adolescent living in Kelurahan Bangunharjo, Semarang. Samples of study takenwith random sampling, based on data of residences in Kelurahan Bagunharjo Semarang. Twohypotheses were proposed in this study: 1). There are different aggressiveness between adolescentsliving in pesantren and ones living outside of pesantren; and 2). There are different aggressivenessamong adolescents doing different frequencies of Monday-Thursday shiyam. The first examinationemploying independent sample t-test resulted in t=-4,902 which p=0,00 (p<0,01), showed that the firsthypothesis was proved: there was a very significant difference of aggressiveness between the group ofMuslim-male adolescents living in pesantren and the group of others, the first group showed loweraggressiveness. The second examination employing one-way anova resulted in F=16,736 which p=0, 00(p<0, 01), showed that the second hypothesis was also proved: there was a very significant difference ofaggressiveness among the groups of Muslim-male adolescents with different frequency of religiousfasting (shiyam): the more frequency of religious fasting, the lower aggressiveness was. The result ofstudy suggested that both religious living environment and religious fasting might give contribution todecrease aggressiveness on adolescents

    APPLYING ITEM RESPONSE THEORY TO IDENTIFY RESPONDENTS’ TENDENCY TO CHOOSE MIDDLE OPTION ON PSYCHOLOGY SCALE

    No full text
    The question of how large the proportion of respondents who tend to choose the middle option onpersonality scale was difficult to answer since it depends on two factors: respondents themselves anditems. Due to recent development of psychometric theory, this question can be answered by combiningsuch factors into one model. One of the representative models which can facilitate this combination isMixed Rasch Modeling (MRM). This study applied this model to identify respondents’ tendency tochoose the middle option on the psychological scale. The research data obtained from measurements ofthe five personality factors in 200 students. Analysis result which was performed separately on eachpersonality factors suggest that proportion of respondents who chose the middle option is quite smalland only occurs on two personality factors (27 percent in extroversion and 11 percent on opennessfactor). Additional finding showed that respondents who have a tendency to choose the middle optiononly perform in certain items than all items

    163

    full texts

    174

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proyeksi: Jurnal Psikologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇