Proyeksi: Jurnal Psikologi
Not a member yet
174 research outputs found
Sort by
KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PEMBIMBING AKADEMIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan mahasiswa terhadap bimbingan akademik yang diterima. Bimbingan akademik mencakup dua model layanan, model perkembangan (developmental) dan model preskriptif atau bersifat menentukan. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 373 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner atau skala bimbingan akademik (academic advising inventory) yang diadaptasi dari Winston & Sador (2002). Skala persepsi mahasiswa terhadap bimbingan akademik terdiri dari 14 aitem. Skor rendah pada skala (14-56) mengindikasikan bimbingan model prescriptive yang diterima oleh mahasiswa, sedangkan skor tinggi (57-112) mengindikasikan bimbingan model developmental. Uji reliabilitas terhadap skala 1 diperoleh alpha Cronbach = 0,684. Skala kepuasan terhadap bimbingan akademik terdiri dari 5 aitem. Uji reliabilitas terhadap skala ini diperoleh alpha Cronbach = 0,742. Hasil uji beda menggunakan t-test diperoleh nilai t=5.411 dengan signifikansi α =0.000 (p<0,001) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kepuasan terhadap bimbingan akademik antara model developmental dan prescriptive. Kata Kunci: Bimbingan Akademik, Model perkembangan, Model Preskriptif, Kepuasan Mahasisw
CYBERBULLYING PADA REMAJA SMP X DI KOTA PEKALONGAN DITINJAU DARI KONFORMITAS DAN KEMATANGAN EMOSI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konformitas dan kematangan emosi terhadap cyberbullying pada remaja SMP X di Kota Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 113 siswa SMP X di Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode skala dalam pengumpulan data, yaitu skala cyberbullying berjumlah 29 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,885, skala konformitasberjumlah 20 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,774 dan skala kematangan emosi berjumlah 24 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,840. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi dua predictor. Hasil dari analisis data tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara konformitas dan kematangan emosi terhadap cyberbullying pada remaja SMP X di Kota Pekalongan. Maknanya hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Hal ini dibuktikan dengan hasil korelasi Ry(1,2) 0,731, Fhitung sebesar 63,085 dengan taraf kepercayaan sebesar 0,000 (p<0,01). Teknik analisis parsial digunakan untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga. Hasil uji hipotesis kedua diperoleh korelasi ryx1-x2=0,369 dengan taraf kepercayaan p = 0,000 (pada p <0,01).Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis kedua diterima yang bermakna ada hubungan positif yang sangat signifikan antara konformitas dengan cyberbullying pada remaja SMP X di Kota Pekalongan. Hasil uji hipotesis ketiga diperoleh korelasi ryx1-x2= -0,429 dengan taraf kepercayaan p = 0,000 (pada p <0,01).Hasil tersebut menunjukkan hipotesis ketiga dalam penelitian ini diterima yang bermakna bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kematangan emosi dengan cyberbullying pada remaja SMP X di Kota Pekalongan  Kata kunci : Cyberbullying, Konformitas, Kematangan Emos
MEMAHAMI HUBUNGAN KEBUTUHAN UNTUK POPULER DAN KETERBUKAAN DIRI (SELFDISCLOSURE) PADA PENGGUNA FACEBOOK: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR
Facebook menyediakan fasilitas bagi penggunanya untuk mengelola kesan mengenai identitas yang ditampilkan. Media sosial ini juga menyediakan jaringan pertemanan yang besar, sehingga seseorang yang ingin populer dalam jaringan tersebut terdorong untuk membuka informasi diri sebanyak-banyaknya. Seolah tanpa memikirkan risiko, pengguna Facebook sangat aktif membuka diri melalui unggah status, foto atau video. Oleh karena itu muncul pertanyaan, bagaimana dinamika hubungan antara kebutuhan untuk populer dengan keterbukaan diri pengguna Facebook. Jawaban itu coba ditelusuri melalui telaah literatur pada 5 studi empiris (2 diantaranya mengambil sampel orang Indonesia). Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa beberapa teori dipakai sebagai dasar pembangun hipotesis, seperti uses and gratification theory dan social enhancement dan social compensation hypothesis. Kebutuhan untuk populer merupakan prediktor yang baik untuk keterbukaan diri pengguna Facebook dalam berbagai konteks. Dinamika hubungan tersebut didiskusikan dalam tulisan ini Kata kunci: media sosial, facebook, need for popularity, self-disclosur
DEPRESI PADA IBU DAN PENGARUHNYA DALAM PERILAKU PENGASUHAN
Depresi pada ibu merupakan suatu kondisi mental ibu dengan karakteristik, yaitu kurangnya kehangatan, tidak spontan, tegang atau kaku ketika berinteraksi dengan anak. Hal ini dapat memengaruhi perilaku pengasuhan yang diberikan ibu pada anaknya. Kondisi ini dipengaruhi pula oleh faktor-faktor ekonomi, status pernikahan, dan karakteristik anak. Anak belajar bertingkah laku dan berekspresi emosi dari orangtuanya, khususnya ibunya. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh gambaran depresi pada ibu dan pengaruhnya dalam perilaku pengasuhan yang dilakukan pada anak. Penelitian ini merupakan studi kasus pada seorang ibu yang mengalami depresi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan menggunakan beberapa alat tes (grafis, BDI) untuk memeroleh gambaran kondisi subjek. Analisis deskriptif dilakukan untuk memeroleh gambaran perilaku pengasuhan yang dilakukan oleh ibu pada anaknya. Hasilnya menunjukkan bahwa ibu dengan kondisi depresi berdampak pada perilaku pengasuhan yang diberikan. Anak mengalami hambatan dalam perkembangan. Hambatan tersebut antara lain perkembangan fisik, afeksi, psikomotor, dan sosialnya. Perilaku pengasuhan yang dilakukan kurang optimal dan tidak efektif. Pengaruh negatif ini berlangsung secara timbal balik antara ibu dengan anak dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kata Kunci: Depresi pada ibu, perilaku pengasuhan, ana
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN RADIO JARINGAN CIPTA PRIMA PARIWARA RADIONET SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap lingkungan kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan radio Jaringan Cipta Prima Pariwara Radionet Semarang. Alat ukur yang digunakan adalah skala kepuasan kerja dan skala persepsi terhadap lingkungan kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan radio Jaringan Cipta Prima Pariwara Radionet Semarang sebanyak 82 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling.Kepuasan kerja merupakan suatu sikap positif yang menyangkut penyesuaian diri yang sehat para karyawan terhadap kondisi dan situasi kerja. Penelitian ini memakai aspek psikologis, aspek sosial, aspek fisik dan aspek finansial sebagai instrumen penelitian. Persepsi terhadap lingkungan kerja adalah proses bagaimana seseorang memandang, menafsirkan dan memberikan arti terhadap segala hal atau peristiwa yang ada dalam lingkungan kerjanya. Penelitian ini menggunakan aspek persepsi yaitu kognisi, afeksi dan konasi yang dikaitkan dengan aspek lingkungan kerja yaitu lingkungan fisik dan lingkungan psikososial sebagai instrumen penelitian.Teknik korelasi product moment digunakan untuk menguji hubungan antara persepsi terhadap lingkungan dengan kepuasan kerja diperoleh hasil nilai rxy = 0,576; p = 0,000 (p < 0,01; sangat signifikan), hipotesis diterima sehingga dapat disimpulkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi terhadap lingkungan kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan radio Jaringan Cipta Prima Pariwara Radionet Semarang. Sumbangan efektif persepsi terhadap lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja sebesar 33,18 persen
PUBLIC DISPLAY OF AFFECTION SEBAGAI BENTUK EKSISTENSI DIRI REMAJA PENGGUNA FACEBOOK
Media sosial memberikan peluang besar bagi remaja untuk membangun dan mengelola jaringan pertemanan, termasuk di dalamnya hubungan romantis. Konflik dorongan untuk otonom dengan aturan orang tua seolah terselesaikan dengan hadirnya media sosial. Facebook memberi ruang bagi remaja untuk menunjukkan identitas dirinya. Namun luasnya pertemanan, seringkali muncul ketegangan untuk mengelola hubungan yang sudah ada. Ketegangan besar terjadi dalam hubungan romantis, karena ada kebutuhan yang besar untuk mengumumkantentang keberadaan sebuah komitmen atau ikatan kasih sayang, yang sering dikenal dengan public display of affection (PDA). Seberapa penting PDA dilakukan, mengapa, dan bagaimana dampaknya mencoba diijawab dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan gounded yang melibatkan 10 orang remaja usia 18-20 tahun. Penelitian ini mampu memberikan penjelasan tentang dinamika hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi PDA dan dampak yang dirasakan pada audiens. Kebutuhan akan eksistensi dan popularitas, pengaruh teman sebaya, tekanan pasangan dan kepercayaan diri yang rendah mendorong PDA. Sedangkan norma keluarga dan religius menghambat PDA. PDA yang belebihan dirasa tidak pantas diunggah pada ranah publik. Remaja perlu mempertimbangkan hal ini.  Kata kunci: media sosial, facebook, hubungan romanti
Systematic Literature Review on Disrupting Intergenerational Transmission of Child Maltreatment
Kajian pustaka ini mendefinisikan intergenerational transmission (transmisi intergenerasi) sebagai proses yang disengaja maupun tidak disengaja dalam memberikan perlakuan yang salah pada anak dari generasi sebelumnya. Perlakuan yang salah tersebut secara psikologis dapat memengaruhi perlakuan orangtua kepada generasi selanjutnya. Kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkritisi terjadinya transmisi intergenerasi perlakuan yang salah pada anak. Transmisi intergenerasi perlakuan yang salah pada anak dapat dipatahkan atau diputuskan siklusnya dengan adanya hubungan yang harmonis dengan pasangan. Literatur diambil dari website perpustakaan digital Universitas Airlangga (www.lib.unair.ac.id), Proquest, ERIC (Education Resources Information Center), dan google scholar. Artikel-artikel yang relevan pada populasi umum (general population) dan beresiko (at risk population) diseleksi untuk menyusun artikel ini. Kajian naratif dilakukan dengan mengungkapkan kelebihan dan kelemahan dalam pemberian tritmen dan hubungan dengan pasangan pada subjek yang mengalami perlakuan salah dari generasi sebelumnya. Hasilnya menunjukkan bahwa hubungan yang stabil dan penuh kasih sayang dari pasangan dapat memutus siklus transmisi intergenerasi perlakuan yang salah pada anak. Kelemahan dalam penelitian mengenai transmisi intergenerasi perlakuan yang salah pada anak yaitu terbatasnya metode penelitian yang digunakan. Metode studi kasus dan penelitian longitudinal dilakukan untuk mengetahui proses transmisi intergenerasi tersebut. Kelebihan yang ditemukan dalam kajian ini, yaitu adanya harapan positif di kemudian hari bahwa siklus perlakuan yang salah dapat dicegah keberlanjutannya dengan terapi dan atau hubungan yang harmonis dengan pasangan. Hal ini dapat pula digunakan sebagai acuan dalam penyusunan intervensi pada fenomena tersebut. Kata Kunci: intergenerational cycle, child maltreatment, parent-child relationship, attachment, romantic relationship, child abus
PENERIMAAN DIRI PADA PEREMPUAN PEKERJA SEKS PENDERITA HIV/AIDS
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran penerimaan diri pada perempuan pekerja seks yang menderita HIV / AIDS. Tujuannya adalah untuk mengetahui faktor-faktor melatarbelakangi perempuan bekerja sebagai PSK dan dinamika penerimaan dirinya yang berstatus sebagai orang dengan HIV/AIDS. Metode yang digunakan yaitu fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah tiga orang yaitu dua remaja pekerja seks komersial penderita HIV/AIDS dan satu perempuan dewasa pekerja seks komersial penderita HIV/AIDS. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan seorang remaja bekerja sebagai PSK adalah alasan ekonomi. Selain itu, perempuan pekerja seks penderita HIV/AIDS usia remaja diketahui masih belum dapat menerima dirinya yang berstatus sebagai ODHA di masyarakat. Namun, pada perempuan dewasa yang bekerja sebagai pekerja seks dan ODHA diketahui lebih dapat menerima keberadaan dirinya dengan baik. Kata kunci: Penerimaan Diri, HIV/AIDS, Perempuan Pekerja Sek
HUBUNGAN SIKAP LAKI-LAKI TERHADAP KESETARAAN GENDER DENGAN KEKERASAN DALAM PACARAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap laki-laki terhadap kesetaraan gender dengan kekerasan dalam pacaran. Populasi dalam penelitia ini adalah mahasiswa laki-laki yan memiliki pacar yang diambil dari fakultas ilmu keperawatan, fakultas ilmu komunikasi, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Semarang dengan sampel sebanyak 70 mahasiswa laki-laki yang memiliki pacar. Menggunakan teknik incidental sampling dalam pengambilan sampel.Alat pengumpulan data menggunakan skala yang terdiri dari skala kekerasan dalam pacaran dan sakal sikap laki-laki terhadap kesetaraan gender. kedua skala tersebut menggunakan skala likert yang dimodifikasi menjadi 4 alternatif pilihan jawaban.Data penelitian diungkap dengan skala kekerasan dalam pacaran. Terdiri dari 42 item valid yang mempunyai reliabilitas 0.917 dan skala sikap laki-laki terhadap kesetaraan gender yang terdiri dari 31 item valid, memiliki reliabilitas 0.830. Analisis data dilakukan dengan korelasi Product Moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan korelasi sebesar -0.762 (p=0.000; p<0.01), yang berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara sikap laki-laki terhadap kesetaraan gender dengan kekerasan dalam pacaran. Kata kunci : Kekerasan dalam pacaran, sikap laki-laki terhadap kesetaraan gende
PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA LUAR JAWA DITINJAU DARI PERSEPSI LINGKUNGAN DAN JENIS KELAMIN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris penyesuaian diri mahasiswa luar jawa ditinjau dari persepsi lingkungan dan jenis kelamin di Fakultas Psikologi UNISSULA. Hipotesis pertama yang diajukan yaitu ada hubungan positif antara persepsi lingkungan terhadap penyesuaian diri mahasiswa luar jawa, dan hipotesis kedua dalam penelitian ini yaitu ada perbedaan antara penyesuaian diri laki-laki dan perempuan. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa luar jawa di Fakultas Psikologi UNISSULA. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah studi populasi dengan jumlah sampel 86 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik korelasi spearman dan uji T (Mann-Whitney). Hasil analisis data untuk hipotesis pertama diperoleh nilai korelasi rxy = 0,529 dengan p = 0,000 (p 0,05). Hasil tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan antara penyesuaian diri laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ditolak. Sumbangan efektif persepsi lingkungan terhadap penyesuaian diri sebesar 26,3 persen.Kata kunci : Penyesuaian diri, persepsi lingkungan, jenis kelami