Proyeksi: Jurnal Psikologi
Not a member yet
    174 research outputs found

    PRIA VERSUS WANITA: SIAPA YANG LEBIH MENIPU DALAM PRESENTASI DIRI ONLINE DI SITUS JEJARING SOSIAL?

    Get PDF
    Berkencan melalui situs jejaring sosial mempermudah pengguna untuk menampilkan diri sesuai dengan keinginan, baik secara jujur maupun menipu. Hal ini memicu timbulnya perilaku online deceptive self-presentation (ODSP). Meskipun banyak ditemukan, prevalensi perilaku ini di Indonesia masih belum diketahui. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan ODSP pada pria dan wanita dalam dua domain, yakni daya tarik fisik dan pencapaian pribadi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif-komparatif, dengan populasi pengguna situs jejaring sosial berusia 17 – 35 tahun. Non-probability sampling digunakan sebagai teknik sampling, khususnya convenience sampling. Skala deceptive self-presentation versi bahasa Indonesia digunakan sebagai alat pengumpulan data, dengan reliabilitas 0,834. Uji-t dengan software JASP 0.18.1.0 dilakukan untuk mengetahui perbedaan mean dari kedua sampel independen. Penelitian ini memperoleh N = 315 (pria = 106; wanita = 209) dengan mean usia = 22,4 tahun (SD = 3,1). Hasil penelitian ini menunjukkan t = 5,068 dan p < 0,001 yang artinya terdapat perbedaan tingkat ODSP pada pria dan wanita. Nilai t = 3,012 dan p = 0,003 dalam daya tarik fisik serta t = 6,558 dan p < 0,001 dalam pencapaian pribadi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ODSP pada pria dan wanita dalam kedua domain tersebut. Tingkat perilaku ODSP pada pria dalam kedua domain, yaitu daya tarik fisik (mean = 1,311) dan pencapaian pribadi (mean = 0,821) lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Tingkat perilaku ODSP pada wanita dalam daya tarik fisik (mean = 0,914) dan pencapaian pribadi (mean = 0,120) lebih rendah dibandingkan dengan pria.Dating through social networking sites makes it easier for users to present themselves as they wish, either honestly or deceptively. This triggers the emergence of online deceptive self-presentation behavior (ODSP). Although widely found, the prevalence of this behavior in Indonesia is unknown. This study was conducted to determine the differences in ODSP in men and women in two domains, namely physical attractiveness and personal achievement. This study is a quantitative-comparative study, with a population of social networking site users aged 17-35 years. Non-probability sampling was used as a sampling technique, specifically convenience sampling. The Indonesian version of the deceptive self-presentation scale was used as a data collection tool, with a reliability of 0.834. A t-test with JASP 0.18.1.0 software was conducted to determine the mean difference between the two independent samples. This study obtained N = 315 (men = 106; women = 209) with a mean age = 22.4 years (SD = 3.1). The results of this study showed a t-value of 5.068 and p-value of <0.001, indicating a different level of ODSP between men and women. The t-value of 3.012 and p-value of 0.003 for physical attractiveness and the t-value of 6.558 and p-value of <0.001 for personal achievement indicate a different level of ODSP between men and women in both domains. Men's levels of ODSP behavior in both domains, namely physical attractiveness (mean = 1.311) and personal achievement (mean = 0.821), were higher than women's. Women's levels of ODSP behavior in physical attractiveness (mean = 0.914) and personal achievement (mean = 0.120) were lower than men's

    VALIDITAS ISI MODUL ‘SKEMA’ UNTUK MENINGKATKAN STRATEGI KOPING MENGHADAPI STIGMA PADA KLIEN REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA

    Get PDF
    Stigma terhadap klien rehabilitasi penyalahgunaan narkoba masih merajalela sehingga berdampak pada gaya kopingnya yang cederung kurang tepat dalam menyikapi dampak penyalahgunaan narkoba, yaitu relapse. Belum terdapatnya panduan edukasi khusus terkait hal tersebut melatarbelakangi penyusunan modul psikoedukasi strategi koping dalam menghadapi stigma terhadap klien rehabilitasi penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas isi dari Modul Psikoedukasi ‘SkeMa’ untuk Klien Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba dalam Menghadapi Stigma. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif uji validitas isi modul dengan model 3D (Define, Design and Develop). Data penelitian diperoleh melalui prosedur judgement pemberian skor rating oleh ahli atau validator yang ditentukan secara purposive yaitu psikolog bidang peminatan klinis dan konselor adiksi. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif aiken’s V untuk menilai kesesuaian isi dengan konstruk yang diukur. Penelitian ini menunjukkan hasil validasi isi modul dengan rentang skor yang bergerak pada angka 0,66 – 0,91. Berdasarkan hasil uji validitas modul SkeMa dapat disimpulkan valid untuk digunakan dengan beberapa saran dan perbaikan dari validator. Kriteria tersebut dinilai berdasarkan isi materi, penyajian, bahasa serta kemudahan dalam pelaksanaan psikoedukasi dalam meningkatkan strategi koping klien penyalahgunaan narkoba.The stigma towards drug abuse rehabilitation clients is a common issue that still often results in an impact on their coping styles, which tend to be less appropriate in responding to impact of drug use. Due to the lack of specific educational guidance on this matter, psychoeducational modules have been prepared to help clients overcome stigma. This research aims to test the validity of the content of the 'SkeMa' Psychoeducational Module for Drug Abuse Rehabilitation Clients in Facing Stigma. This research uses a descriptive study to test the validity of the module content with using a 3D model (Define, Design and Develop). Research data was collected through a judgment procedure by clinical psychologists and addiction counselors who rated the module content. Data was analyzed using Aiken's V descriptive analysis to assess content suitability for the measured construct. The research validated the module content with a score range between 0.66 – 0.91. After validating the SkeMa Module, it can be concluded that it is valid for use with some suggestions and improvements from validator. The criteria are based on content, presentation, language, and ease of implementing psychoeducation for improving client’s coping strategies for drug abuse

    Pengaruh Literasi Kesehatan Mental Terhadap Kesehatan Mental Pada Mahasiswa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat literasi kesehatan mental pada mahasiswa, (2) tingkat kesehatan mental pada mahasiswa, (3) pengaruh literasi kesehatan mental terhadap kesehatan mental pada mahasiswa, dan (4) perbedaan tingkat literasi kesehatan mental dan kesehatan mental pada mahasiswa, antara laki-laki dan perempuan. Sampel penelitian sebanyak 257 orang mahasiswa yang diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, berupa skala Literasi Kesehatan Mental (Mental Health Literacy Scale / MHLS) dan Inventori Kesehatan Mental (Mental Health Inventory / MHI). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian membuktikan bahwa pertama, mahasiswa memiliki tingkat literasi kesehatan mental yang beragam, yakni rendah, sedang, dan tinggi, di mana kategori tinggi merupakan jumlah terbanyak diantara kategori lainnya. Kedua, tingkat kesehatan mental mahasiswa sebagian besar berada pada kategori sedang. Meskipun terdapat tingkat kesehatan mental mahasiswa dalam kategori tinggi, namun ada sebagian mahasiswa yang memiliki tingkat kesehatan mental pada kategori rendah. Ketiga, literasi kesehatan mental tidak berpengaruh secara langsung terhadap kondisi kesehatan mental pada mahasiswa. Keempat, tingkat literasi kesehatan mental pada mahasiswa, perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, sedangkan tingkat kesehatan mental pada mahasiswa antara laki-laki dan perempuan adalah cenderung sama

    PELATIHAN REGULASI EMOSI: UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN REGULASI EMOSI PADA SISWA SMK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan regulasi emosi untuk meningkatkan keterampilan regulasi emosi pada siswa SMK. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan terpilih sebanak 21 partisipan sebagai kelompok eksperimen. Alat ukur yang digunakan untuk pretest dan posttest adalah skala Emotion Regulation Questionnare (ERQ) yang terdiri dari 10 item, dengan 6 item mengukur strategi cognitive reappraisal dan 4 item mengukur strategi expressive supression. Pelatihan regulasi emosi dilaksanakan sebanyak 6 sesi dengan beberpa metode seperti ceramah, diskusi dan roleplay. Hasil analisis data menggunakan paired sample test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah intervensi, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan regulasi dapat meningkatkan keteranpilan regulasi emosi siswa

    Efektivitas Sosialisasi Peran Guru Penggerak terhadap Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan intervensi guna meningkatkan kompetensi guru dalam lima sikap yang harus dimiliki seorang guru sebagai motivator yaitu : bersikap terbuka, membantu siswa dalam memanfaatkan potensi dalam disinya dengan maksimal, Menciptakan hubungan interaksi KBM dengan serasi, menumbuhkan minat belajar siswa, dan Sikap aktif dari subjek belajar (siswa). Analisis data menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution), yang terbagi dalam 4 model. Model 1 dengan hasil uji korelasi yang dilakukan memperoleh skor R = 0,452 dengan tingkat signifikansi 0,07 (p>0,05). Model 2 dengan hasil uji korelasi yang dilakukan memperoleh skor R = 0,496 dengan tingkat signifikansi 0,05 (p<0,05). Model 3 dengan hasil uji korelasi yang dilakukan memperoleh skor R = 0,501 dengan tingkat signifikansi 0,049 (p<0,05). dan Model 4 dengan hasil uji korelasi yang dilakukan memperoleh skor R = 0,77 dengan tingkat signifikansi 0,01 (p<0,01)

    Proactive Career Behavior Among University Students: The Roles of Future Work Self-Salience, Gender, Internship Experience, and Academic Background

    Get PDF
    The issue of rising unemployment rates is becoming increasingly concerning, compounded by findings that some university students exhibit low levels of proactive career behavior. This study therefore aims to examine whether future work self-salience (FWSS), gender, self-initiated internship experience, and academic background can significantly predict proactive career behavior (PCB). The study involved 309 final-year students from various universities in Indonesia, with data collected using purposive sampling.  Multiple linear regression analysis was used to test the predictive capacity of predictors on PCB. The results indicate that FWSS significantly predicts PCB (B= 0.3174, p 4.009137) for predicting high PCB scores. Self-initiated internship experience also contributes significantly to PCB (B= 0.1315, p= 0.01), while gender (B= −0.0441, p= 0.391) and academic background (B= 0.0218, p= 0.67) do not show significant contributions to PCB. These findings emphasize the important role of FWSS and self-initiated internship experience in enhancing proactive career behavior among final-year students

    WELLNESS TOURISM MOTIVATION OF GENERATION Z IN BALI: A STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) APPROACH

    Get PDF
    Wellness tourism has gained increasing attention as individuals seek experiences that support physical, mental, and emotional well-being, especially among younger generations. Previous studies have highlighted that wellness tourism motivations often include stress relief, personal development, and the pursuit of unique experiences, yet research focusing specifically on Generation Z remains limited. This study validates the factors influencing wellness tourism motivation among Generation Z. Using a quantitative approach with a cross-sectional survey and purposive sampling of 310 respondents, motivational factors were analyzed through Structural Equation Modeling (SEM). The results show that Generation Z’s wellness tourism motivation is multidimensional, encompassing physical health, transcendence, escape from routine, care for others, new experiences, and self-esteem development. For this generation, wellness tourism functions not only as a form of recreation but also as a coping mechanism for modern life pressures, a medium for self-reflection, and a tool for personal growth and emotional recovery. These findings contribute theoretically by extending the literature on youth travel behavior and wellness motivation, while practically informing the design of tourism experiences that cater to Generation Z’s holistic well-being needs. Future research could investigate wellness tourism motivations across diverse cultural and regional contexts, adopt longitudinal designs to monitor motivational changes over time, and explore the influence of digital wellness platforms or social media on travel behavior. Additionally, qualitative studies could provide deeper insights into personal narratives and emotional experiences, enriching the understanding of how wellness tourism shapes the lifestyle and psychological well-being of young travelers

    PENGARUH PEMBERIAN EXPRESSIVE WRITING THERAPY TERHADAP PENINGKATAN REGULASI EMOSI

    Get PDF
    Perilaku melukai diri didasari oleh ketidakmampuan individu untuk menghadapi emosi negatif dengan cara yang adaptif. Kesulitan dalam menemukan coping membuat individu mencari cara yang dirasa paling cepat untuk mengurangi peningkatan emosi negatif. Perilaku melukai diri dapat menurunkan emosi negatif dan mendatangkan perasaan lega, namun cara ini menimbulkan luka fisik pada individu dan besar kemungkinan perilaku tersebut akan diulang oleh individu ketika kembali mengalami peningkatan emosi negatif. Jika hal ini terjadi secara terus menerus maka akan menurunkan rasa takut akan kematian dan akan berdampak pada peningkatan resiko bunuh diri. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian expressive writing therapy terhadap peningkatan regulasi emosi dewasa awal yang melakukan NSSI. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest, dengan jumlah subjek penelitian 5 orang. Sesi intervensi dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan. DERS versi Bahasa Indonesia digunakan untuk mengukur regulasi emosi pada partisipan sebelum dan sesudah pemberian intervensi Expressive Writing Therapy (EWT). Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji statistika non-parametrik Wilcoxon Signed Rank. Hasil uji signifikansi menunjukkan p value= 0.042, dengan taraf kepercayaan α= 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan regulasi emosi secara signifikan pada individu dewasa awal yang melakukan non suicidal self injury (NSSI) setelah diberikannya intervensi Expressive Writing Therapy (EWT). Individu menjadi lebih mampu untuk mencari alternatif perilaku lain dalam menghadapi peningkatan emosi negatif

    THE IMPACT OF EMOTIONAL INTELLIGENCE, TEACHER-STUDENT RELATIONSHIPS, PARENTAL INVOLVEMENT, AND CLASSROOM CLIMATE ON PRESCHOOLERS' SOCIAL-EMOTIONAL DEVELOPMENT

    Get PDF
    This research aims to examine the influence of emotional intelligence, teacher-student relationships, parental involvement, and classroom climate on the social-emotional development of Indonesian preschool children in Sukabumi Regency. A total of 80 preschool children and their parents were recruited as participants. Data were collected using a questionnaire and analyzed with SPSS. The results of the study showed that emotional intelligence, teacher-student relationships, parental involvement, and classroom climate have a positive and significant effect on the social-emotional development of Indonesian preschool children. Specifically, higher emotional intelligence, positive teacher-student relationships, greater parental involvement, and a positive classroom climate were associated with better socio-emotional development in preschool children. The findings highlight the importance of focusing on these factors in early childhood education programs to promote the social-emotional development of preschool children in Indonesia

    Dukungan Sosial dan Self-Compassion Terhadap Kesepian Pada Dewasa Awal Pelaku Self-Injury

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dukungan sosial dan self-compassion terhadap kesepian pada pelaku self-injury dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi korelasional. Partisipan terdiri dari 145 individu dewasa awal pelaku self-injury yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1) The University of California, Los Angeles Loneliness Scale (UCLA LS) version 3; 2) Skala dukungan sosial; dan 3) Self-compassion scale long form (SCS-L). Analisis dalam penelitian ini menggunakan korelasi berganda bivariate pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan secara signifikan antara dukungan sosial dan self-compassion terhadap kesepian 0,000 (ρ<0,05) dengan nilai r sebesar 0,568. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya dukungan sosial dan self-compassion dalam mengatasi rasa kesepian pada pelaku self-injury.

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proyeksi: Jurnal Psikologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇