Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektronika - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan Berbasis E-learning Untuk Siswa Jurusan Multimedia Kelas X SMK YPM 6 Bojonegoro
ABSTRAK Anryza. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan Berbasis E-learning Untuk Siswa Jurusan Multimedia Kelas X SMK YPM 6 Bojonegoro. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (2) Didik Dwi Prasetya, S.T, M.T Kata Kunci: Dasar Kompetensi Kejuruan, e-learning, media pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan (DKK) merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa SMK di segala jurusan. Mata pelajaran ini sangat penting untuk siswa SMK TIK karena menjadi dasar dari semua kompetensi yang akan ditempuh dan untuk pengembangan kompetensi yang lebih lanjut. Di SMK YPM 6 Bojonegoro untuk mata pelajaran DKK pokok bahasan instalasi sistem operasi dasar, masih banyak siswa yang belum begitu menguasai. Hal ini dikarenakan kurangnya waktu yang tersedia untuk mata pelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah media pembelajaran yang sudah teruji/tervalidasi dan layak digunakan sebagai penunjang belajar siswa. Pengembangan media ini menggunakan model pengembangan Sugiyono yang telah dimodifikasi menjadi 8 tahapan untuk menyesuaikan kebutuhan pengembangan. Validasi produk dilakukan oleh ahli media dan ahli materi yang berpengalaman untuk menilai produk yang dirancang tersebut. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam uji coba produk ini berupa angket yang terdiri dari dua bagian yaitu berupa angket penilaian dan angket komentar. Produk yang dikembangkan menggunakan software Moodle dengan bentuk materi berupa file handout, presentasi dan video, serta fitur-fitur Moodle yaitu chatting, forum, dan ujian online. Untuk memastikan bahwa media yang dikembangkan sudah sesuai dengan spesifikasi, maka dilakukan validasi media dan materi. Hasil validator media mendapat persentase 100%, validator materi 91,67%, kelompok kecil 90,83% dan 92% dari kelompok besar. Dengan kriteria kelayakan yang ditentukan, media pembelajaran ini valid dan layak digunakan tanpa revisi. Hal tersebut dapat diartikan bahwa media pembelajaran ini layak dan siap digunakan
ALAT PENGONTROL SUHU DAN LEVEL AIR PADA AKUARIUM IKAN MAS KOKI BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega 8535
ABSTRAK Demmy Haryo Prakoso.2012. Laporan Tugas Akhir dengan judul Alat Pengontrol Suhu dan Level Air Pada Akuarium Ikan Mas Koki Berbasis Mikrokontroler ATmega 8535. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Slamet Wibawanto, M.T. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata kunci: LM35, Atmega 8535 Ikan adalah anggota veterbrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernafas dengan insang. Ikan merupakan kelompok veterbrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27.000 diseluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam bahasa daerah disebut iwak. Metode perencanaan perangkat secara keseluruhan, yang meliputi pokok bahasan utama proyek akhir. Perangkat keras meliputi perancangan rangkaian catu daya,rangkaian sensor suhu, rangkaian sensor level, rangkaian driver pompa, driver kipas, driver heater, rangkaian minimum sistem mikrokontroler atmega 8535, dan rangkaian LCD. Sedangkan perancangan untuk perangkat lunak meliputi pemrograman bahasa C. Pada alat ini, terdapat perancangan mekanis, yang meliputi perancangan mekanik serta perancangan tata letak perangkat pendukung seperti kipas, heater, dan pompa air sebagai media pengairan udara. Prinsip kerja dari sistem secara keseluruhan yaitu: Sensor LM35 mendeteksi suhu didalam akuarium dan sensor level untuk mengatur tingginya air di dalam akuarium. Sinyal atau data yang berasal dari sensor-sensor tersebut diproses dan dikontrol oleh mikrokontroler ATmega 8535. Mikrokontroler berfungsi untuk mengontrol input dan output. Saklar kontrol pada ruang akuarium berfungsi untuk mengatur kondisi suhu dan level air didalam akuarium. LCD berfungsi untuk menampilkan suhu dan bekerjanya driver kipas dan heater pada saat kondisi suhu dalam keadaan panas atau dingin. Berdasarkan hasil perancangan, pembuatan, pengujian dan pembahasan diperoleh kesilmpulan sebagai berikut: (1) Mikrokontroler Atmega 8535 dapat bekerja sebagai kendali suhu, dan level air. (2) Prinsip kerja rangkaian mikrokontroler Atmega 8535 sebagai kendali suhu, level air, driver pompa air, driver heater dan kipas (3) Sensor LM35 sebagai pendeteksi suhu dan kabel engkel yang dihubungkan dengan rangkaian komparator bisa membuat sensor level
Prototype Conveyor Penyortiran Telur Ayam Broiler Berbasis Mikrokontroler At Mega 16
Telur merupakan kebutuhan pokok bagi keperluan rumah tangga dan industri makanan. Kebutuhan telur yang sangat besar saat ini dipasok oleh peternak-peternak yang khusus memproduksi telur, dan konsumen hanya tinggal membelinya diwarung atau di pasar-pasar. Hasil Survey peneliti di desa Kambingan, Tumpang para peternak masih menggunakan tangan untuk mengetahui telur yang sudah pecah atau rusak dengan cara diketuk pada cangkang telurnya setelah itu ditaruh eggtray yang berisi 50 telur atau di boks telur untuk dijual. Untuk menanggapi masalah diatas maka penulis memilih judul ” Prototype Conveyor Penyortiran Telur Ayam Broiler Berbasis Mikrokontroler AT Mega 16”. Tujuan pembuatan tugas akhir ini adalah : membuat alat yang bisa mendeteksi pecah pada telur dan mendeteksi ukuran telur. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan sistem, (2) perancangan tiap blok (Hardware), (3) perancangan perangkat lunak (Software), (4) perancangan mekanik alat. Tempat pemilah dan ukuran telur dengan menggunakan sensor photodiode dan LED, yang pertama dipasang pada conveyor2 apabila telah mendeteksi telur pecah dan ukuran maka pintu penyortir kerusakan dan ukuran akan menyala. Kemudian sensor pendeteksi yang terpasang pada conveyor3 mendeteksi adanya telur dan mengaktifkan conveyor4 dan 5 dan untuk mnjalankan mundur conveyor2 untuk memasukan ke eggtray. Hasil dari pembuatan tugas akhir ini adalah pembuatan sistem penyortiran telur yang menggunakan pendeteksi ketinggian telur dan pendeteksi pecah pada telur yang dapat bekerja dengan baik. Dimana pendeteksi ketinggian telur dapat memilah telur menjadi dua kondisi yaitu telur tinggi dan telur rendah. Pendeteksi telur pecah hanya bisa mendeteksi pecah yang berada pada bagian samping, dan bagian atas saja . Hasil penyortiran telur melalui dua pintu keluaran yaitu pintu telur pecah dan pintu telur ketinggian.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENGUKURAN LEVEL AIR BERBASIS WEB
ABSTRAK Purnomo, Hari. 2012. Pengembangan Sistem Informasi Level Air Berbasis Web Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T., dan (II) Didik Dwi Prasetya , S.T., M.T Kata kunci: Web,Sistem Informasi, Level air. Informasi sagat di butuhkan karena dengan adanya informasi dapat mengetaui sesuatau yang sebelumnya tidak diketaui. Dengan perkembangan jaman sekarang banyak sekali sistem informasi, informasi berbentuk elektroni atau pun media manual. Tujuan pembuatan Tugas Akhir yang berjudul pengebangan sistem informasi level air berbasis web: Bagaimana sensor ultrasonik dapat mendeteksi ketinggian air dan mengirimkan data tersebut ke mikrokontroler, bagaimana mikrokontroler mengirimkan data hasil dari deteksi sensor ultrasonik data tersebut ke Delphi, bagaimana cara mengakses data (dan informasi) hasil pengukuran melalui web (1) Merancang sensor ultrasonik yang dapat mendeteksi ketinggian air dan mengirimkan data tersebut ke mikrokontroler, (2) Merancang mikrokontroler yang dapat mengirikan data hasil dari deteksi sensor ultrasonik ke delphi, (3) Merancang sistem mengakses data (dan informasi) hasil pengukuran melalui web. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan sistem, (2) perancangan tiap blok (Hardware) yang meliputi: sensor ultrasonik, mikrokontroler Atmega8, komunikasi serial RS232, (3) perang cangan mekanik alat, (4) perancangan perangkat lunak (Software), yang meliputi: software mikrokontroler, pemrograman Borland Delphi 7.0, dan software pemrograman web. Hasil yang didapat adalah sensor dapat mendeteksi ketinggian air dan kemudian, datadari sensor oleh mikrokontroler dikirimkan kedelpih lalu Delphi mengirimkan setiap 10 detirk sekali keweb, web akan menapilkan berapakah level air yang berada di bendungan, dari level yang ditampilkan inilah nantinya dapat diketahu berapa level ketinggian air. Kesimpulan sistem yang telah dibuat mempunyai spesifikasi sebagai berikut: sensor ultrasonik dapat mendeteksi ketinggian air dan mengirimkan data, kemudian data tersebut diproses mikrokontroler, data hasil dari deteksi sensor ultrasonik, data dapat diakses informasi hasil pengukuran melalui web.
Sistem Antrian Pasien pada Loket Rumah Sakit Berbasis Komputer
ABSTRAK Almasih, Ahmad Furqon. 2012. Sistem Antrian Pasien pada Loket Rumah Sakit Berbasis Komputer. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Elektronika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom, (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T. Kata kunci: antrian, pasien, loket, delphi. Selama ini pasien dalam mengantri untuk memeriksakan diri pada dokter, harus mendaftar dahulu di loket dan kemudian menunggu perawat untuk mendata biodata pasien. Setelah pendataan, perawat memanggil pasien satu persatu sesuai dengan nomor antrian. Karena hal tersebut terlalu lama, maka diperlukan alat untuk mengatur suatu antrian sehingga lebih menghemat waktu dan membuat tugas perawat lebih efisien dan efektif dalam membantu tugas dokter. Dengan alat ini, saat pasien mendaftar maka perawat hanya perlu memasukkan nomor identitas pasien dan mengatur antrian pasien tersebut pada ruang periksa yang sesuai dengan dokter yang dirujuk. Selain itu, pasien dapat melihat nomor dan jumlah antrian. Sehingga pasien dapat memperkirakan waktu antrian. Prinsip kerja dari sistem secara keseluruhan yaitu: Pasien mendaftar pada operator atau perawat di loket. Maka pasien mendapatkan kartu anggota yang berisi nomor identitas pasien. Setelah pasien memiliki nomor identitas, operator memasukkan nomor identitas pasien pada komputer untuk mengetahui di ruang periksa mana pasien harus mengantri. Pasien didaftarkan dalam antrian. Kemudian pasien mendapat kertas nomor antrian. Pasien menunggu antrian di ruang tunggu. Pergantian antrian ditandai dengan tampilan nomor pada seven segment dan tampilan suara pada pengeras suara. Waktu dimana pasien mendapat giliran memeriksakan diri pada dokter adalah ketika pasien dipanggil dan ditampilkan nomor antriannya. Setelah selesai, pasien kembali ke loket untuk menyelesaikan biaya administrasi. Sistem Antrian Pasien Rumah Sakit Berbasis Komputer ini menggunakan bahasa pemrograman delphi 7. Sistem ini dirancang untuk digunakan pada tiga ruang periksa yang terdapat seorang dokter pada tiap ruangnya. Kemudian, dibutuhkan sebuah loket untuk mengoperasikan alat yang sekaligus sebagai tempat pendaftaran, pengambilan nomor antrian, pengaturan antrian pada tiap ruang periksa dan pembayaran administrasi. Total jumlah antrian pada masing-masing ruang periksa adalah 99. Jika jumlah antrian melebihi 99 maka akan dihitung ulang mulai dari 1 kembali dan seterusnya. Indikator pergantian antrian ditandai dengan tampilan suara dan tampilan nomor. Alat yang digunakan untuk menampilkan suara adalah pengeras suara sedangkan alat yang digunakan untuk menampilkan nomor adalah seven segment. Maka dibutuhkan sebuah pengeras suara dan tiga buah seven segment dua digit. Suara dan tampilan nomor antrian tersebut mencacah naik dimulai dari 1 sampai dengan 99 pada tiap ruang . Mouse dan keyboard digunakan sebagai masukan sistem. Pengeras suara, seven segment, dan printer digunakan sebagai keluaran sistem. Mouse digunakan untuk memasukan data-data pada program, mengaktifkan printer untuk kertas nomor antrian sedangkan keyboard digunakan untuk mengaktifkan suara pada pengeras suara dan tampilan nomor pada seven segment. Dalam pengembangan selanjutnya dapat dilakukan beberapa hal untuk kesempurnaan pada Sistem Antrian Rumah Sakit Berbasis Komputer ini, yaitu: Agar data yang ada pada database tidak dapat diubah oleh pihak yang tidak berhak, database sebaiknya diberi password. Pada perkembangan berikutnya, diharapkan data-data pada database ditambah hingga lebih detail dan juga dapat merekam catatan medis pasien.
Pendeteksi Bahaya Kebakaran Menggunakan Sensor Asap Co Mq-7 Dan Sensor Suhu Lm 35 Berbasis Mikrokontrol Atmega8535
ABSTRAK Wiyanata, Henisa Putra Utama. 2012. Pendeteksi Bahaya Kebakaran Menggunakan Sensor Asap Co Mq-7 Dan Sensor Suhu Lm 35 Berbasis Mikrokontrol Atmega8535 Tugas Akhir, Program Studi D3 Elektronika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) M.Rodhi Faiz,S.T.,M.T., (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T. Kata Kunci: Pendeteksi Bahaya Kebakaran Menggunakan Sensor Asap Co Mq-7 Dan Sensor Suhu Lm 35 Berbasis Mikrokontrol Atmega8535, ATMEGA 8535. Dalam kurun waktu singkat perkembangan teknologi melaju dengan sangat pesat. Perkembangan teknologi ini merupakan hasil kerja keras dari rasa ingin tahu manusia terhadap suatu hal yang pada akhirnya diharapkan akan mempermudah manusia. Dengan pesatnya laju perkembangan teknologi tersebut banyak bermunculan alat-alat yang canggih yang dapat bekerja secara otomatis. Dalam bidang elektronika, perlahan-lahan peralatan manual mulai digantikan dengan peralatan elektronik yang dapat bekerja secara otomatis, contohnya dalam bidang keamanan. Sistem keamanan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Dan seiring dengan perkembangan teknologi, telah banyak kita lihat peralatan-peralatan elektronika yang berfungsi untuk menciptakan keamanan di lingkungan kita sehari-hari. Baik itu keamanan dari pencurian bahkan sampai hal hal yang tidak diinginkan lainnya seperti kebakaran misalnya. Pada kasus kebakaran, tingkat kerugian yang dihasilkan oleh bencana kebakaran tentunya sangat besar. Kebakaran yang terjadi dapat diatasi, dan dapat meminimalkan kerugian yang terjadi apabila kita mengetahui gejala-gejala akan terjadi kebakaran sejak dini. Untuk merealisasikan hal tersebut, diperlukan suatu peralatan yang cerdas yang dapat memberitahukan kepada kita bahwa telah terjadi kebakaran di suatu ruangan atau di tempat umum secara dini sehingga dengan adanya alat ini kita dapat melakukan antisipasi yang lebih lanjut guna menghindari kerugian yang disebabkan oleh kebakaran. Untuk menyikapi berbagai pernyataan di atas maka diperlukan suatu device atau alat yang dapat bekerja maksimal untuk membantu proses pengidentifikasian gejala-gejala yang berpotensi mengakibatkan kebakaran khususnya di perkantoran. Karena keselamatan pekerja sangat dioptimalkan yaitu dengan membuat sistim pendeteksi kebakaran di perkantoran dengan menggunakan sensor asap CO MQ-7 dengan dilengkapi sensor suhu. Dengan media ini diharapkan mampu mengurangi tingkat kecelakaan yang dikarenakan kebakaran di perkantoran. Perbedaan alat ini dengan alat yang sebelumnya yang telah pernah dibuat yaitu pada keluaran dari kedua sensor yang pada alat ini direportkan langsung ke PC user pengamanan kebakaran ataupun security untuk mengetahui tingkatan gas monoksida atau asap sangat dioptimalkan dalam alat ini
Alat Pemesanan Makanan Otomatis Melalui Keypad Berbasis Mikrokontroler Atmega 16 Dilengkapi Tampilan LCD.
ABSTRAK Kartiko, Wely. 2012. Alat Pemesanan Makanan Otomatis Melalui Keypad Berbasis Mikrokontroler Atmega 16 Dilengkapi Tampilan LCD. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T. Kata kunci: Keypad, Switch, Komunikasi Serial DB9, Delphi, LCD, ATmega 16 Perkembangan zaman pada saat ini berjalan dengan sangat cepat dalam segala aspek kehidupan manusia dimanapun berada, salah satu contohnya dari pernyataan ini adalah perkembangan dalam dunia usaha seperti rumah makan. Dalam era saat ini kebanyakan para pengusaha-pengusaha ataupun para pekerja kantoran lebih disibukkan oleh pekerjaannya sendiri, mereka lebih memilih untuk mengisi kebutuhan perutnya dengan membeli makanan, ini disebabkan oleh pekerjaan mereka yang membuat waktu para pekerja tersebut tidak mencukupi untuk membuat masakan sendiri. Dalam hal ini ditinjau dari segi penjualnya mereka harus dapat menjual produknya secara maksimal, maksudnya para penjual tersebut harus mampu memaksimalkan marketing pada produknya tersebut sehingga dapat menarik banyak para pelanggan. Metode perencanaan perangkat secara keseluruhan, yang meliputi pokok bahasan utama proyek akhir. Perangkat keras meliputi perancangan rangkaian catu daya, LCD, rangkaian minimum sistem mikrokontroler atmega 16, dan rangkaian LCD. Sedangkan perancangan untuk perangkat lunak meliputi pemrograman bahasa C. Pada alat ini, terdapat perancangan mekanis, yang meliputi perancangan mekanik serta perancangan tata letak perangkat pendukung kotak box, LCD, dan keypad sebagai media pemesanan makanan. Prinsip kerja dari sistem secara keseluruhan yaitu: Pembeli masuk ke pintu masuk lalu menuju ke alat pemesanan untuk memesan makanan, pilih meja 1 sampai dengan meja 3 dengan menekan tombol keypad nomor 1 sampai dengan nomor 3, setelah memilih meja yang di inginkan maka pilihlah menu yang di inginkan sesuai “Daftar Menu” yang ada di sebelah kanan anda. Setelah memesan silakan menunggu di meja yang sudah anda pesan, maka pesanan yang anda pesan siap di antarkan. Setelah selesai makan pembeli langsung bisa menuju ke kasir untuk membayar dan meminta print data harga / total akhir menu yang sudah di pesan. Selanjutnya pembeli menuju pintu keluar. Berdasarkan hasil perancangan, pembuatan, pengujian dan pembahasan diperoleh kesilmpulan sebagai berikut: Prototipe alat pemesanan makanan secara otomatis melalui keypad yang telah dirancang sudah sesuai dengan prinsip kerja yang diinginkan. Untuk memesan menu makanan digunakan keypad sebagai masukan dari mikrokontroler di interfacekan pada komputer. Sebelum memilih menu yang telah ada terlebih dahulu adalah menentukan meja yang akan dipesan. Dapat memesan makanan secara otomatis melalui keypad sehingga lebih praktis, cepat dan efisien Dari hasil pengujian alat pemesanan makanan otomatis melalui keypad telah sesuai dengan yang diharapkan
Perancangan dan Implementasi Komputer Jaringan Di Hotel Aria Gajayana Malang
ABSTRAK Dwi Kristanto, Angga. 2012. Perancangan dan Implementasi Komputer Jaringan Di Hotel Aria Gajayana Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. dan (II) Muhammad Jauharul Fuady, S.T., M.T. Kata kunci: Jaringan, Komputer, Hotel Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program – program, penggunaan bersama perangkat keras seperti Printer, Harddisk dan sebagainya. Selain itu jaringan komputer bisa diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada diberbagai lokasi yang terdiri dari lebih satu komputer yang saling berhubungan. Tujuan yang dicapai dalam pembuatan tugas akhir ini adalah mendesain dan mengimplementasikan sistem jaringan yang sesuai dengan letak dan kondisi di Hotel Aria Gajayana Malang. Metode perancangan Tugas Akhir ini meliputi: (1) Perancangan perangkat keras (Hardware) meliputi instalasi infrastruktur jaringan, alokasi alamat IP, PC (Personal Computer) dan NAS (Network Attached Storage). (2) Instalasi perangkat lunak yang digunakan seluruh PC client dan server meliputi instalasi Rhapsody dan backup server. Hasil yang didapat adalah dapat berjalanya sistem informasi yang aktual dan terpercaya dalam proses transaksi data di dalam perusahaan, tercapainya target perusahaan dengan adanya sistem yang berjalan sesuai dengan kebutuhan. Dalam pencapain tugas akhir ini, diharapkan jaringan yang dibuat memberi kenyamanan dan kemudahan untuk mengolah dan manajemen data yang merupakan pengembangan dari sistem yang ada. Kesimpulan dari tugas akhir ini adalah: (1) dalam perancangan dan implementasi jaringan komputer adalah: (a) penggunaan topologi hirarki cocok untuk gedung yang besar dan mempunyai lalu-lintas jaringan yang padat; (b) penggunaan NAS sebagai backup eksternal server lebih efektif dan mudah; (c) dengan membedakan User pada penggunaan komputer Client membuat komputer tetap berjalan dengan performa tinggi. (2) Pengujian jaringan komputer dilakukan dengan menjalankan aplikasi Rhapsody, sharing data, untuk pengujian internet dilakukan dengan login menggunakan Web Browser di area publik dan kamar Hotel
Aplikasi Mikrokontroler Untuk Otomatisasi Pencuci Tangan
ABSTRAK Supriadi. 2012. Aplikasi Mikrokontroler Untuk Otomatisasi Pencuci Tangan. Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektronika, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) Sujito, S.T., M.T. Kata Kunci: Kran, Otomatisasi, Mikrokontroler, Photodioda Kran pencuci tangan pada rumah sakit, restoran maupun toilet saat ini masih digerakkan secara manual. Kran manual tersebut mudah rusak jika sering diputar-putar, apalagi kalau yang memutar orang yang kurang bijak. Kelalaian menutup kran akan mengakibatkan pemborosan air. Jika hal ini terus terjadi, maka bisa dinilai kurang efektif dan kurang efisien. Dengan pembuatan alat ini diharapkan dapat mempermudah seseorang dalam mencuci tangan secara otomatis dan praktis. Selain itu alat ini juga dilengkapi dengan pemberian sabun dan pengering secara otomatis serta dilengkapi juga dengan pendeteksi antrean. Sehingga dapat menghemat waktu dan tidak perlu khawatir jika ada seseorang yang lalai pada saat menggunakan alat pencuci tangan. Prinsip kerja alat adalah sebagai pencuci tangan yang bekerja secara otomatis. Proses kerjanya adalah sebagai berikut; jika sensor IR 1 mendeteksi adanya obyek dengan cara transmitter (IR) memancarkan cahaya kemudian jika terpantulkan akan diterima oleh receiver (photodioda), selanjutnya sensor mengirim data ke pin ADC 0 (PINA.0) mikrokontroler untuk mengubah besaran tegangan keluaran yang berupa analog menjadi bilangan digital dengan logika 0 atau 1. Ketika sensor IR 1 mendeteksi adanya obyek, maka mikrokontroler akan mengirim logika ke PORTB.0 berlogika 0 untuk membuka kran sebesar 90 derajat. Selanjutnya jika sensor IR 2 aktif maka PORTD.3 berlogika 0 untuk mengaktifkan driver solenoid valve. Kemudian jika sensor IR 3 yang mendeteksi obyek, maka pengering tangan akan menyala. Dalam proses tersebut juga dapat dilihat pada tampilan LCD yang menampilkan prosedur pencucian tangan. Sedangkan jika saklar push button mendeteksi adanya antrean maka kran membuka sebesar 180 derajat. Sehingga debit air yang keluar pada kran air menjadi tinggi dan pada tampilan LCD terdapat pemberitahuan kepada pengguna pertama bahwa ada pengguna kedua yang sedang mengantri
Informasi Suhu Tubuh dan Tingkat Respirasi Pasien Menggunakan Fasilitas SMS (Short Message Service)
ABSTRAK Firmansyah, Ahmad Dian. 2012. Informasi Suhu Tubuh dan Tingkat Respirasi Pasien Menggunakan Fasilitas SMS (Short Message Service). Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Made Wirawan. S.T., S.S,T, (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci: Suhu, Respirasi, Mikrokontroler, SMS Sistem Informasi suhu tubuh dan tingkat respirasi pasien menggunakan SMS (Short Message Sistem) merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mendeteksi memantau suhu tubuh dan respirasi pasien secara jarak jauh tanpa ada perubahan data selama pengiriman. Suhu tubuh dan respirasi pasien diperoleh dengan memanfaatkan sensor suhu dan sensor volume yang kemudian diolah dengan mikrokontroler kemudian di tampilkan di komputer. Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini adalah (1) merancang, membuat dan menguji rangkaian pendeteksi suhu tubuh dan tingkat respirasi, (2) merancang, membuat dan menguji sistem pengiriman data ke recorder serta software untuk pengolah recorder data menggunakan Borland Delphi, (3) menguji keseluruhan rangkaian beserta software agar sesuai dengan perlengkapan medis yang ada. Tugas Akhir ini menggunakan metode perancangan antara lain : (1) perancangan IC MAX 232, (2) perancangan rangkaian mikrokontroler ATMega16, (3) perancangan perangkat lunak mikrokontroler, (4) perancangan aplikasi dan basis data komputer I, (5) perancangan aplikasi dan basis data komputer II. Hasil yang diperoleh yakni suhu tubuh dan respirasi pasien akan langsung ditampilkan pada komputer I. Komputer I berfungsi untuk menyimpan data awal yang terletak di kamar pasien. Jika respirasi mendapatkan masukan kedua data sensor akan dikirim ke komputer II menggunakan fasilitas sms yang disediakan oleh modem. Kedua data akan langsung disimpan di komputer II dan ditampilkan dalam bentuk grafik untuk memudahkan pemantauan. Komputer II merupakan komputer dokter yang digunakan untuk memantau suhu dan respirasi pasien secara jarak jauh