Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektronika - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    184 research outputs found

    PROTOTYPE PEREBUS AYAM OTOMATIS PADA PRODUKSI MAKANAN BERBASIS ATMEGA16

    No full text
    ABSTRAK       Khuluqi, Rifqi. 2012. Prototipe perebus ayam otomatis pada produksi makanan berbasis atmega16. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektronika, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ahmad Fahmi, S.T., M.T. (II) I Made Wirawan, S.T., S.S.T.     Kata Kunci: Prototype, Suhu, Mikrokontroler, Ayam   Pada pabrik produksi makanan penyedap rasa, dimana pabrik tersebut menjalankan produksi dalam skala besar dan butuh efesiensi waktu untuk memproduksi produk yang dihasilkan, sebelumnya pabrik tersebut menggunakan tenaga manusia untuk menjalankan proses produksi sehingga akan mengalami kerugian dalam hal waktu dan financial, karena kemungkinan terjadi kelalaian pada manusia itu sendiri. alat otomasi yang membantu jalanya proses produksi akan lebih meningkatkan hasil produksi pada pabrik produksi makanan tersebut. sensor suhu yang digunakan adalah LM35 dan untuk mengetahui berapa suhu yang ada dan akan ditampilkan pada LCD. Atmega16 yang berfungsi sebagai pengolah masukan dari sensor level untuk mengontrol level air yang dimana sensor level sebagai inputan untuk menjalankan driver pompa untuk pengisian air pada tabung yang digunakan untuk tempat perebusan serta menjalankan driver panas untuk merebus ayam prinsip kerja pada alat ini adalah Terdapat dua sensor level, sensor atas dan sensor bawah yang berfungsi sebagai pendeteksi apakah air sudah penuh untuk sensor atas atau air kosong untuk sensor bawah, ketika sensor level bawah terkena air maka driver pemanas akan menyala. ketika sensor level atas terkena air maka driver pompa akan mati agar pengisian air berhenti. pemanas/perabusan air menggunakan elemen pemanas yang dijalankan oleh driver suhu yang di atur oleh sensor suhu agar panas sesuai yang diharapkan yaitu untuk mendidihkan air (950C), suhu tersebut bertahan sampai ayam matang dan benar-benar empuk. perubahan pada suhu akan selalu ditampilkan oleh LCD agar diketahui berapa suhu panas pada waktu itu. waktu yang diperlukan agar ayam matang adalah 12 menit jadi lama perebusan ayam pada alat ini adalah 12 menit, yang telah diatur pada mikrokontroler, sehingga setelah 12 menit mokrokontroler memberi intruksi mematikan driver pemanas. Setelah selesai perebusan untuk membuang air sisa perebusan menggunakan kran air yang berada di bawah panci. Berdasarkan hasil perancangan, pembuatan, pengujian dan pembahsan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Alat dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan pada saat perancangan dan bekerja secara berurutan dari pengisian air secara otomatis sampai memenuhi debit air yang dibutuhkan, serta pemanas dan control suhunya dapat diatur menggunakan sensor LM35, suhu yang dibutuhkan pada perebusan ayam ini adalah 95oC (suhu didih air), agar ayam matang memerlukan waktu 12 menit dari waktu mendidihnya air, pembuangan sisa air menggunakan kran air yang ada di bawah panci yang diputar dengan motor DC. (2) Pengujian rangkaian alat dilakukan dengan cara seperti yang ada pada bab III halaman 44. Dan memperoleh hasil yang bisa dilihat pada tabel (3.2),(3.3),(3.4),(3.5),(3.6),(3.7),(3.8),(3.9) dan (3.10). (3) Implementasi alat ini bisa untuk perebusan ayam pada pebrik produksi makanan, tapi banyak hal yang harus diganti sesuai dengan kebutuhan pabrik agar sesuai dengan apa yang diharapkan

    Studi dan Evaluasi Instalasi Listrik tentang Pengkabelan Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK     Widodo, Gigih Wahyu. 2012. Studi dan Evaluasi Instalasi Listrik Tentang Pengkabelan. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono,  M.T. (II) Drs. Hari Putranto.   Kata Kunci: Studi dan Evaluasi , Instalasi Listrik, Pengkabelan Gedung Graha       Cakrawala Universitas Negeri Malang.               Studi dan evaluasi adalah belajar sekaligus peninjauan pemeriksaan dan pengkajian ulang terhadap jumlah beban,penghantar kabel,tata letak kabel tanah dan pemasangannya,ukuran kabel,sirkit akhir yang sudah ada pada gedung graha cakrawala.Pada piranti listrik yang digunakan semakin bertambah seiring meningkatnya kebutuhan yang beragam untuk itu pengawatan instalasi harus mencukupi  untuk menghindari terjadinya gangguan pemutusan sirkit karena beban lebih. Kondisi Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang,kerusakan sejumlah titik,belum adanya penggunaaan pengaman,kondisi lain terdapat banyak kerusakan  dibeberapa titik penerangan Maka studi dan evalusi ini  perlu dilakukan sesuai dengan peraturan  PUIL 2000 dan pendukung lainnya studi dan evaluasi ini  berfungsi memenuhi standart PUIL  2000 sehingga nyaman dan aman. Langkah perancangan di mulai dari data yang meliputi kondisi nyata layout denah gedung,fungsi masing-masing ruangan. Perlu juga di lakukan evaluasi dan pembanding  hasil perancangan. Instalasi  penerangan harus dipisahkan dengan instalasi tenaga, dikarenakan apabila terjadi gangguan  pada penggunaan daya beban maka penerangan tidak mengalami pemadaman,perancangan sirkit akhir  instalasi tenaga  meliputi pemilihan penampang penghantar dan arus pengenal gawai proteksi. Pemilihan penampang penghantar  dilakukan dengan dua metode yaitu metode rapat arus dan metode rugi tegangan. Penampang penghantar yang digunakan, perancangan sistem pentanahanan dilakukan dengan memperhatikan resistansi jenis tanah  disekitar bangunan. Jumlah elektroda pentanahan yang dibutuhkan ditentukan untuk menyesuaikan resistans tanah dengan resistans pembumian yang diinginkan.    Hasil studi dan evaluasi ini dihasilkan instalasi listrik  Gedung Graha Cakrawala sesuai dngan denah terbaru sesuai dengan PUIL 2000 Dan persyaratan  yang tidak bertentangan dengan PUIL 2000 dalam hal penentuan luas penampang,rugi daya,merancang pemasangan kabel tanah,gawai proteksi,PHB utama, PHB cabang,jenis penampang penghantar. Perancangan ini juga dapat di gunakan untuk refrensi perancangan ulang instalasi listrik Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang

    “Sistem Otomasi Gedung Berbasis PLC Siemens S7200”.

    No full text
    ABSTRAK   Faridho, Khomsin. 2012. “Sistem Otomasi Gedung Berbasis PLC Siemens S7200”.. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dyah Lestari, S.T., M.ENG., (II) Sujito, S.T., M.T     Kata kunci: Otomasi Gedung, Siemens S7200, Programmable Logic Controller.     Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dewasa ini  sangat pesat, terutama di bidang teknologi elektronika mengakibatkan beberapa efek yang mempengaruhi kehidupan masyarakat untuk melangkah lebih maju (modernisasi), berfikiran praktis dan simple, Salah satu teknologi yang berkembang saat ini adalah PLC. PLC adalah alat kendali terprogram secara logika yang banyak digunakan untuk keperluan kontrol di dunia otomasi. PLC memiliki banyak keuntungan dibandingkan alat kontrol yang lain, salah satunya adalah penggunaan PLC sebagai pendeteksi kebakaran pada gedung dan manajemen energi pada gedung . Pembuatan miniatur otomasi gedung ini bertujuan untuk memudahkan manusia dalam menghadapi masalah seperti kebakaran dan pengaturan penggunaan energi.Kebakaran merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh semua orang karena tingkat kerugian material yang sangat tinggi.Penghematan pemakain energi juga tidak kalah penting dalam kehidupan mendatang. Dalam miniatur ini dibuat sensor cahaya untuk menyalakan lampu secara otomatis guna dapat membantu manusia dalam mengatur penggunaan energi yang ada digedung tersebut. Sensor cahaya ini menggunakan LDR yang dikendalikan oleh PLC. Lampu pada miniatur gedung ini juga bisa dikendalikan oleh sensor PIR sesuai kebutuhan. Selain sensor cahaya dalam miniatur gedung ini terdapat sensor suhu menggunakan LM35 dan sensor asap TGS 2600 untuk menyalakan buzzer dan pompa  secara otomatis pada saat mendeteksi  kebakaran.             Dari pembuatan miniatur otomasi gedung diatas dapat disimpulkan bahwa alat ini berjalan sesuai dengan rencana pembuatan. Disarankan dalam perancangan prototype alat ini  hendaknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dalam pemakaian komponen keseluruhan.Dalam pelaksanaan pembuatan alat  harus dipantau terus kemajuan pekerjaan apakah sesuai dengan rencana atau tidak, karena hal ini berpengaruh dalam waktu penyelesaian pembuatan alat tersebut.  

    APLIKASI PENENTUAN JENIS WIRELESS BRIDGE PADA INSTALASI JARINGAN WIRELESS MENGGUNAKAN KOORDINAT GPS BERBASIS ANDROID

    No full text
    ABSTRAK   Pravantio, Fazori. 2012. Aplikasi Penentuan Jenis Wireless Bridge Pada Instalasi Jaringan Wireless Menggunakan Koordinat GPS Berbasis Android. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom., (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T,M.T.   Kata kunci : wireless bridge, koordinat GPS, android   Pada saat ini, manfaat jaringan komputer dan internet sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga banyak orang berlomba-lomba untuk memasang internet di rumah masing-masing. Untuk memperluas jaringan digunakanlah teknologi wireless bride. Dalam pemasangan wireless bridge perangkat keras yang digunakan sebagai alat bantu masih tergolong mahal dan membutuhkan Global Positioning System (GPS) yang berfungsi untuk menentukan posisi yang memiliki keakuratan cukup tinggi. Selain hal diatas proses pemasangan wireless bridge tergolong rumit karena tidak portable, disebut tidak portable karena alat-alat yang digunakan terpisah atau sendiri-sendiri sehingga untuk mengetahui posisi dan jarak memerlukan beberapa alat yang akan menambah biaya pemasangan wireless bridge. Tujuan tugas akhir  ini merancang  sebuah  aplikasi android yang berfungsi untuk membantu pengguna dalam menghitung jarak dua lokasi berdasarkan koordinat GPS dan menentukan access point yang sesuai dengan jarak tersebut. Metode yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah metodologi Sequential Linear Model dengan tahap-tahap sebgai berikut, analysis, design, Implementation dan yang terakhir testing. Hasil pengujian fasilitas penghitungan dua koordinat pada aplikasi ini memiliki hasil yang sama dengan penghitungan melalui google maps yang telah terpercaya. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini terbukti mampu  berjalan  dengan  baik  dalam membantu proses penghitungan jarak dua koordinat dan menentukan jenis access point yang sesuai, walaupun masih banyak kekurangan. Salah satunya adalah aplikasi ini belum dilengkapi dengan aplikasi chating. Oleh karena itu untuk pengembangan aplikasi ini perlu ditambahkan aplikasi chating untuk komunikasi langsung antar pengguna.

    Prototipe Perekam Waktu Berbasis Mikrokontroler Sebagai Penghitung Waktu Terjadinya Kertas Putus pada Produksi Kertas

    No full text
    ABSTRAK   Istikhomah, Ida Zulia. 2012. Prototipe Perekam Waktu Berbasis Mikrokontroler Sebagai Penghitung Waktu Terjadinya Kertas Putus pada Produksi Kertas. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektronika, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) Aripriharta, S.T.   Kata Kunci: Prototipe, Waktu, Mikrokontroler, Kertas Perekam waktu yang digunakan di perusahaan pada saat ini  sudah bekerja secara otomatis dengan dilengkapi alarm indikator. Perekam waktu tersebut menggunakan photocell sebagai sensor, mikrokontroler AT89C51 sebagai kendalinya dan empat buah seven segment untuk menampilkan penghitungan waktunya. Akan tetapi, waktu yang ditampilkan oleh seven segment tersebut masih dalam hitungan detik sehingga operator harus menghitung secara manual untuk mengetahui waktu total dalam satu bulan. Pada prototipe perekam waktu ini menggunakan rangkaian LED dan photodioda sebagai sensor dan menggunakan buzzer sebagai alarm indikator. Menggunakan Mikrokontroler ATMega8535 sebagai kendalinya dan penghitungan waktu ditampilkan menggunakan  LCD dalam hitungan jam, menit dan detik untuk mempermudah pencatatan dalam waktu satu bulan. Prinsip kerja dari sistem secara keseluruhan yaitu: sensor mendeteksi kondisi kertas putus dengan cara mendeteksi warna hitam pada lembaran kertas, kemudian sensor mengirim data ke pin ADC 0 (PINA.0) mikrokontroler untuk mengubah besaran tegangan keluaran yang berupa analog menjadi bilangan digital dengan logika 0 atau 1. Ketika sensor mendeteksi warna hitam, pin ADC.0 berlogika 1. PORTB.0 berlogika 1 untuk membunyikan buzzer dan nilai TIMSK = 0x01 sehingga secara otomatis timer aktif dan menghitung lama terjadinya kertas putus. Ketika sensor kembali mendeteksi warna putih, ADC akan menghasilkan logika 0 sehingga PORTB.0 berlogika 0 untuk mematikan buzzer dan nilai TIMSK = 0x00 untuk menghentikan penjumlahan waktu. Tombol RESET digunakan untuk mereset  jumlah penghitungan waktu dan memulai penghitungan dari awal. Berdasarkan hasil perancangan, pembuatan, pengujian dan pembahsan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Prototipe perekam waktu yang dihasilkan sudah sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang. (2) Kertas putus dapat disimulasikan dengan pendeteksian warna hitam oleh sensor, hal ini karena tegangan keluaran sensor ketika mendeteksi warna hitam dan tanpa penghalang besarnya relatif sama. (3) Buzzer dan timer dapat bekerja sesuai dengan pendeteksian sensor, yaitu ketika sensor mendeteksi warna hitam buzzer berbunyi dan menjalankan penghitungan waktu sedangkan ketika sensor mendeteksi warna putih buzzer mati dan penghitungan waktu berhenti. (3) Penghitungan waktu jam, menit dan detik yang di tampilkan oleh LCD sudah sesuai berdasarkan kalibrasi menggunakan stopwatch Beyond B71

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PENERAPAN METODE PAIKEM PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

    No full text
    ABSTRAK Afandi, Mohamad Nur. 2011. Pengembangan Multimedia Interaktif dalam Penerapan Metode PAIKEM pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Hasil Belajar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Puger Honggowiyono, M.T, (2) M. Zainal Arifin, S.Si, M.Kom.                                                                    Kata Kunci: Multimedia interaktif, metode PAIKEM, Pendidikan Agama Islam Berdasarkan infomasi yang didapat dari pengamatan para pendidik, bahwa para remaja usia sekolah menengah pertama dan menengah atas saat ini dilanda wabah degradasi akhlaq khususnya akhlaq kepada diri sendiri. Dari kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa realita moral generasi muda yang perlu diperhatikan dan sangat perlu diambil suatu tindakan nyata. Dalam hal ini diperlukan suatu perbaikan kualitas pelajaran pendidikan agama Islam  sebagai solusi kongkrit yang cepat, tepat dan akurat agar tercapai suatu hasil yang diharapkan untuk meningkatkan hasil belajar secara nyata. Tujuan dari penelititan ini adalah berupaya untuk Dapat  meningkatkan hasil belajar Peserta didik khususnya bagi yang belajar tentang Agama Islam agar mendapatkan hasil optimal yang bisa terwujud dalam kehidupan sehari-hari para peserta didik. Pendidikan terkadang hanya menyajikan suatu ilmu yang bersifat teori  semata tanpa mengedepankan kebutuhan Softskill, yang mana kebutuhan softskill inilah yang dapat membentuk karakteristik bangsa untuk menjadi lebih baik. Untuk itu akan diterapkan pemanfaatan teknologi multimedia yang akan dikolaborasikan dengan metode PAIKEM pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dengan harapan agar lebih mudah dan efektif serta dengan harapan supaya masa depan pembelajaran kedepan hasilnya lebih bisa terlihat sesuai dengan harapan. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa media pembelajaran ini telah diujicobakan kepada ahli materi dengan hasil 92,71%, ahli media 95,54% dan siswa 82,08%. Sehingga media pembelajaran ini dapat dikatakan valid dan tidak perlu direvisi. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini layak digunakan karena dalam penelititan ada pretest dan Postes yang membuktikan keberhasilan dari hasil yang  tampak ada suatu peningkatan yang melebihi nilai SKM mata pelajaran pendidikan Agama Islam. dalam membantu proses pembelajaran. Disarankan untuk kedepannya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk lebih meningkatkan hasil belajar siswa setelah penggunaan media pembelajaran ini

    Sistem Pengatur Suhu dan Pelindung Terhadap Sinar Matahari Pada Kandang Hamster Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 8535

    No full text
    ABSTRAK   Romadoni, Trias Wage. 2012. Sistem Pengatur Suhu dan Pelindung Terhadap Sinar Matahari Pada Kandang Hamster Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 8535. Tugas Akhir, Program Studi D3 Elektronika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ahmad Fahmi, S.T., M.T., (II) Drs. Hari Putranto.   Kata Kunci: Pengatur Suhu, Hamster, ATMEGA 8535.   Bagi para penggemar hewan peliharaan terutama hamster, biasanya dihinggapi rasa gelisah dan cemas, karena meninggalkan hamsternya di rumah sendirian. Mereka kuatir dengan iklim tropis di Indonesia yang sangat tidak cocok/mendukung bagi hamster. Dikarenakan, ketika hamster merasa kepanasan yang melebihi suhu 31ºC akan mengalami stress, maka bulu-bulu mereka akan rontok yang paling parah bisa menyebabkan hamster mati. Maka dari itu, di kandang hamster suhunya harus pas tidak boleh panas dan juga tidak boleh terlalu dingin, antara 28-31ºC. Hamster juga tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung karena bisa menyebabkan bulu hamster rontok. Pembuatan tugas akhir ini bertujuan untuk membuat sebuah inovasi baru terhadap kandang hamster yang ada sekarang yaitu dengan menggabungkan software dan hardware untuk sistem pengatur suhu dan pelindung terhadap sinar matahari  dengan komponen utama sensor LM35 sebagai masukan pertama dan sensor LDR sebagai masukan kedua, ATMEGA 8535 yang berfungsi sebagai pengolah masukan dari sensor LM35 dan sensor LDR, LCD sebagai penampil suhu kandang, kipas sebagai pendingin kandang apabila suhu lebih dari 31ºC, dan motor dc sebagai penggerak agar tirai dapat naik-turun secara otomatis. Berdasarkan hasil perancangan, pembuatan, pengujian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Sistem pengatur suhu dan pelindung terhadap sinar matahari terhadap kandang hamster sudah sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang. (2) Kipas dapat bekerja sesuai dengan pendeteksian sensor LM35, yaitu ketika suhu lebih dari 31ºC kipas menyala dan ketika suhu kurang dari 31ºC kipas tidak menyala. (3) Motor DC dapat bekerja sesuai dengan pendeteksian sensor LDR, yaitu ketika sensor terkena sinar matahari motor berputar ke kanan/tirai tertutup dan ketika sensor redup motor berputar ke kiri/tirai terbuka

    Perancangan dan Implementasi Hotspot Authentication Network di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Laksono, Arif Dwi. 2012. Perancangan dan Implementasi Hotspot Authentication Network di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom., (II) I Made Wirawan, S.T., S.S.T. Kata kunci: wireless, hotspot, authentication, pengguna.             Kemajuan di bidang teknologi jaringan komputer memang sungguh luar biasa, baik menyangkut peranti keras (hardware), lunak (software) maupun database dari jaringan tersebut. Salah satunya adalah teknologi yang diterapkan pada jaringan komputer wireless, biasa disebut WLAN (Wireless LAN). Beberapa tahun belakangan ini penggunaan teknologi wireless mengalami kemajuan yang sangat pesat terbukti dengan banyaknya hotspot yang dipasang di tempat-tempat umum. Pada Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang sudah banyak terdapat fasilitas hotspot yang mencakup luas wilayah seluruh jurusan, sehingga selama warga Teknik Elektro masih dalam ruang lingkup jurusan mereka dapat menggunakan fasilitas hotspot. Tetapi dalam kenyataannya banyak terdapat pengguna selain warga Teknik Elektro yang menggunakan fasilitas ini. Tujuan Tugas Akhir ini yaitu merancang dan mengimplementasikan suatu sistem authentikasi untuk para pengguna sebelum mereka menggunakan fasilitas hotspot. Dengan adanya hotspot authentication network ini, diharapkan dapat memberi solusi keamanan fasilitas hotspot serta memenajemen sumberdaya agar dapat dimanfaatkan dengan efektif dan efisien.             Metode perancangan meliputi: (1) perancangan perangkat keras (hardware) meliputi instalasi perangkat PC (Personal Computer) dan instalasi perangkat access point, (2) perancangan perangkat lunak (software) meliputi instalasi chillispot, freeradius, phpmyprepaid dan phpmyadmin, Diagram Alir, dan Manajemen pengguna. Pengimplementasian terhadap suatu jaringan di Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.             Hasil yang didapat adalah pengguna terdaftar dapat terhubung dengan hotspot authentication network dan berhasil melewati proses pengesahan. Manajemen pengguna dibedakan menjadi 4 jenis akun, mahasiswa, staf dan laboran, dosen serta tamu. Tiap jenis akun memiliki fitur yang berbeda, pembedaan ini didasarkan atas kepentingan tiap akunnya, fitur-fiturnya adalah, (1) session terminate time yaitu fitur yang secara otomatis menonaktifkan akun pada waktu yang ditentukan, (2) simultaneous use yaitu fitur memungkinkan untuk satu akun untuk digunakan secara bersamaan pada waktu yang sama, (3) idle timeout fitur dimana jika pengguna tidak melakukan aktifitas apapun baik intranet maupun internet pada hotspot authentication network selama batas waktu yang ditentukan maka penguna secara otomatis akan logout dari hotspot authentication network. Setelah di uji coba semua fitur berjalan dengan baik pada server hotspot authentication network.

    SISTEM INFORMASI UNIT KEGIATAN MAHASISWA BIDANG KESENIAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL

    No full text
    ABSTRAK   Wardhana, Trio Kusuma. 2012.Sistem Informasi Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian Universitas Negeri Malang Menggunakan PHP dan MySQL.Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I):Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T., (II) Drs. Suwasono, M.T.   Kata kunci : Sistem Informasi, UKM Kesenian, PHP, MySQL. Pada awalnya penggunaan informasi hanya digunakan sebagai brosur produk atau profil perusahaan online. Saat ini telah berkembang suatu sistem informasi berbasis online yaitu website. Tujuan pembuatan tugas akhir ini yaitu mengembangkan suatu website yang dapat dimanajemen sendiri oleh user disini sebagai admin, dengan menggunakan server hosting tidak berbayar dan dioptimalkan dengan kontrol panel yang user friendly. Dengan adanyawebsite UKM Kesenian ini, diharapkan memberi solusi masyarakat luas dalam mengakses informasi seputar UKM Kesenian Universitas Negeri Malang. Metode pengembangan meliputi (1) perancangan perangkat keras (hardware) meliputi instalasi perangkat PC (Personal Computer)(2) perancangan perangkat lunak (software) instalasi server lokal, sumber daya dan konfigurasi komponen serverdalam pengembangan dan pengelolaan awalwebsite.Pengimplementasian selanjutnya ditempatkan pada jaringan internetdengan konfigurasi kontrol panel yang telah disediakan server hosting yang tidak berbayar (open source). Hasil yang diperoleh dengan menggunakan empat sampel angket yang telah diuji oleh user adalah website yang dinamis dengan user yang menggunakan tanpa login dan website dikelola oleh admin kemudian layanan server hostingjuga dapat dilakukan dengan mudah oleh admin karena mengoptimalkan web hosting yang user friendly dan tidak berbayar atau gratis, dalam penggunaan dapat mengikuti user guide untuk konfigurasi web hosting. Akses web hosting dilakukan pada jaringan internet

    Informasi Suhu Tubuh dan Tingkat Respirasi Pasien Menggunakan Fasilitas SMS (Short Message Service)

    No full text
    ABSTRAK   Firmansyah, Ahmad Dian. 2012. Informasi Suhu Tubuh dan Tingkat Respirasi Pasien Menggunakan Fasilitas SMS (Short Message Service). Tugas Akhir, Program Studi D3  Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Made Wirawan. S.T., S.S,T, (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.   Kata Kunci: Suhu, Respirasi, Mikrokontroler, SMS Sistem Informasi suhu tubuh dan tingkat respirasi pasien menggunakan SMS (Short Message Sistem) merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mendeteksi memantau suhu tubuh dan respirasi pasien secara jarak jauh tanpa ada perubahan data selama pengiriman. Suhu tubuh dan respirasi pasien diperoleh dengan memanfaatkan sensor suhu dan sensor volume yang kemudian diolah dengan mikrokontroler kemudian di tampilkan di komputer. Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini adalah (1) merancang, membuat dan menguji rangkaian pendeteksi suhu tubuh dan tingkat respirasi, (2) merancang, membuat dan menguji sistem pengiriman data ke recorder serta software untuk pengolah recorder data menggunakan Borland Delphi, (3) menguji keseluruhan rangkaian beserta software agar sesuai dengan perlengkapan medis yang ada. Tugas Akhir ini menggunakan metode perancangan antara lain : (1) perancangan IC MAX 232, (2) perancangan rangkaian mikrokontroler ATMega16, (3) perancangan perangkat lunak mikrokontroler, (4) perancangan aplikasi dan basis data komputer I, (5) perancangan aplikasi dan basis data komputer II. Hasil yang diperoleh yakni suhu tubuh dan respirasi pasien akan langsung ditampilkan pada komputer I. Komputer I berfungsi untuk menyimpan data awal yang terletak di kamar pasien. Jika respirasi mendapatkan masukan kedua data sensor akan dikirim ke komputer II menggunakan fasilitas sms yang disediakan oleh modem. Kedua data akan langsung disimpan di komputer II dan ditampilkan dalam bentuk grafik untuk memudahkan pemantauan. Komputer II merupakan komputer dokter yang digunakan untuk memantau suhu dan respirasi pasien secara jarak jauh

    0

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektronika - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇