Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektronika - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
Penerapan Firewall dan Proxy Untuk Layanan Internet Laboratorium Multimedia Di SDN BI Tlogowaru Malang
ABSTRAK Wahyuningtyas, Yuli 2009. Penerapan Firewall dan Proxy Untuk Layanan Internet Laboratorium Multimedia Di SDN BI Tlogowaru Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Hary Suswanto , S.T., M.T., (II) Drs Setiadi , C.P., M.Pd., M.T. Kata Kunci : Jaringan Komputer, Firewall, Router, Pfsense Semakin meningkatnya bahaya kejahatan di dunia maya (Cyber Crime) yang mengancam jaringan keamanan komputer diperlukan suatu langkah pencegahan dengan menyaring traffic data yang mencurigakan. Salah satu cara yaitu dengan menerapkan firewall pada sistem operasi keamanan jaringan komputer. Implementasi firewall dapat dilaksanakan dalam sebuah router dengan aplikasi software pendukungnya. Tujuan utama dari tugas akhir ini adalah melindungi sistem keamanan jaringan komputer di laboratorium multimedia SDN BI Tlogowaru Malang. Penulis menemukan masalah bahwa selama ini jaringan komputer di laboratorium multimedia SDN BI Tlogowaru belum ada sistem keamanannya. Salah satu cara yaitu dengan merancang firewall dan proxy yang terdapat pada router pfsense. Router pfsense adalah salah satu sistem operasi yang merupakan varian dari FreeBSD. Sistem operasi Pfsense mudah untuk dikonfigurasikan karena berbasis web (web configurator). Metode yang digunakan adalah merancang firewall untuk membatasi situs web yang diakses klien. Firewall sebagai aplikasi keamanan juga dapat bekerjasama dengan proxy server. Di dalam teori menyatakan firewall dan proxy dapat dijadikan satu menjadi sistem pertahanan keamanan jaringan yang tangguh. Berdasarkan pengujian, penulis menyimpulkan bahwa setiap klien yang hendak mengakses situs web tertentu dibatasi hak aksesnya oleh firewall dan proxy. Pada router pfsense, firewall dan proxy dijadikan satu dalam sistem keamanan jaringan komputer laboratorium multimedia SDN BI Tlogowaru Malang walaupun masih ada pengoperasian sistem firewall yang belum dimanfaatkan secara maksimal.. Untuk meningkatkan sistem keamanan yang lebih maksimal, penulis menyarankan hendaknya sistem firewall dan proxy dapat dikembangkan dan fitur yang terdapat dalam pfsense lebih lengkap lagi untuk mengatur firewall dan proxy
Aplikasi Manajemen Futsal Berbasis Visual Basic 2005 dan Sql Server
ABSTRAK Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan. Olahraga futsal semakin digemari oleh masyarakat kota dari berbagai kalangan, mulai dari Anak Sekolah, Mahasiswa, Karyawan, dan banyak lagi. Tak heran di sudut kota cukup banyak yang menyediakan sarana tempat olahraga futsal ini. Alasan yang didapat dari berbagai pihak karena olahraga futsal adalah olahraga alternatif bagi kebanyakan warga kota, yang sulit mendapatkan lapangan sepak bola. Wajar apabila sekarang banyak orang yang membuka usaha untuk bidang ini, karena cukup menjanjikan. Namun saat ini biasanya masalah yang dihadapi oleh pengelola futsal adalah sistem pemesanan yang masih manual, dimana data masih dikelola oleh kemampuan manusia. Mulai dari pencatatan pemesanan, nota transaksi, jadwal permainan, selesai permainan hingga pembukuan masih dilakukan manual. Sistem pemesanan tersebut kurang efisien karena banyak menyita waktu. Dalam proyek akhir ini, telah dibuat suatu perangkat lunak aplikasi untuk memudahkan pengelolaan lapangan futsal. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 2005 dengan database SQL Server . Proyek akhir ini menghasilkan suatu aplikasi yang memudahkan para pemilik usaha arena futsal untuk memudahkan dalam dalam mengatur penjadwalan serta manajemen lapangan futsal
perancangan sistem deteksi kebocoran tabung gas LPG (Liquefied Petroleum Gasses) Portable
ABSTRAK Nur Hidayat. Bagus. 2010. Perancangan Sistem Deteksi Kebocoran Tabung LPG (Liquefied Petroleum Gasses) Portable. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muladi, S.T., M.T. (2) Dyah Lestari S.T., M.Eng. Kata Kunci: LPG, ATMega 8L, ADC, Portable Salah satu kegagalan konversi minyak tanah ke LPG adalah ketakutan akan bahaya LPG karena sifat LPG yang mudah terbakar dan meledak. Kebanyakan kasus yang diakibatkan oleh LPG selama ini terjadi karena kelalaian manusia itu sendiri dan kurangnya sosialisasi dari pemerintah mengenai penggunaan tabung LPG. (Putra, 2009) Berdasarkan permasalahan bahaya LPG maka diperlukan alat yang bermanfaat bagi pengguna LPG tersebut. Alat ini berfungsi mendeteksi kebocoran tabung LPG, kebocoran sambungan regulator dengan LPG. Alat ini juga dilengkapi indikator bahaya (LED dan buzzer) yang berfungsi sebagai pengaman. Alat ini sangat fleksibel digunakan, karena desain alat ini portable sehingga sangat bermanfaat bagi pengguna LPG yang mempunyai orientasi kegiatan di dalam atau di luar ruangan. Prinsip kerja alat ini dimulai dari sensor LPG yang mendeteksi adanya kebocoran pada tabung, sambungan selang dan regulator. Bila terjadi kebocoran maka heater sensor LPG akanaktif. Saat sensor LPG aktif akan mengeluarkan tegangan antara 1 sampai dengan 4 volt. Tegangan keluaran dari sensor kemudian dibaca oleh ADC (Analog to Digital Converter) Mikrokontroler ATMega 8L. Kemudian Mikrokontroler akan memroses data dari ADC tersebut untuk mengaktifkan indikator LED dan buzzer. Dari hasil pengujian Sistem Deteksi Kebocoran Tabung LPG Portable dapat diambil kesimpulan bahwa, alat dapat berjalan sesuai sesuai dengan yang direncanakan yaitu dapat mendeteksi kebocoran LPG dan menginformasikan dengan mengaktifkan indikator LED dan buzzer. Dalam pengembangan selanjutnya dapat dilakukan beberapa hal untuk kesempurnaan alat diantaranya sebagai berikut: desain alat yang lebih praktis, gunakan baterai recharge yang tahan lama (long life), gunakan sensor yang lebih sensitif dan lebih baik dari Sensor MQ. LPG tidak akan terbakar atau meledak asal tidak ada percikan api atau suhu panas yang mengenainya
Pengaturan Suhu, Kadar Air Tanah, Dan Kelembaban Udara Otomatis untuk Tanaman Krisan pada Green House berbasis AVR ATmega8
oai:ojs.karya-ilmiah.um.ac.id:article/9108ABSTRAK Amrillah, Tahta. 2010. Pengaturan Suhu, Kadar Air Tanah, Dan Kelembaban Udara Otomatis untuk Tanaman Krisan pada Green House berbasis AVR ATmega8. Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektronika. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) Anik Nur Handayani, S.T., M.T. Krisan tumbuh di daerah bersuhu rendah dengan kelembaban dan kadar air tanah yang cukup tinggi. Perubahan cuaca yang tidak menentu sering menjadi kendala dalam membudidayakan krisan. Dengan alat ini, diharapkan dapat mempermudah proses bercocok tanam sehingga tanaman tumbuh optimal dan mendapat hasil tanam yang sesuai dengan target. Sensor SHT 11 berfungsi untuk mendeteksi tingkat suhu dan kelembaban sedangkan Sensor Kadar Air Tanah berfungsi mendeteksi kadar air tanah pada ruangan miniatur green house. Variable ukur yang telah terdeteksi dikonversikan menjadi sinyal digital oleh rangkaian ADC. Sinyal tersebut diproses dan dikontrol oleh Mikrokontroler AVR ATMEGA8. Mikrokontroler berfungsi untuk mengontrol Pump satu, Pump dua dan Kipas menggunakan driver relay dan driver capasitor sebagai switch. Jika tingkat suhu udara pada miniatur green house melebihi batas yang ditentukan, maka kedua kipas yang berfungsi mengeluarkan udara panas dan menyerap udara dingin akan aktif bersamaan sampai tingkat suhu yang ditentukan. Bila kondisi kelembaban dan kadar air tanah kurang dari batas yang telah ditentukan, maka media pengairan (pump) akan aktif sampai kelembaban dan kadar air tanah sesuai dengan ketentuan. Pump pertama berfungsi meningkatkan kelembaban dengan cara myemprotkan air ke dinding Green House dan Pump kedua berfungsi menambah kadar air tanah dengan penyiraman pada media tanah. Display (LCD) pada alat tersebut berfungsi untuk menampilkan variable ukur yang terdeteksi pada miniatur green house. Rata-rata error untuk pengukuran suhu 0,62 %, kelembaban 3,03 %, dan kadar air tanah 2,42%. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat error, terutama kepekaan yang berbeda antara sensor analog dan digital. Hasilnya seluruh alat dapat bekerja sesuai rancangan. Kata Kunci: Sensor, Mikrokontroler, Otomatis, Green House, LCD, Suhu dan Kelembaban