Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektronika - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
SENSOR KEMIRINGAN SEBAGAI PENGAMAN PADA KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535
ABSTRAK Rozenda, Idris. 2012. Sensor Kemiringan sebagai pengaman pada kendaraan bermotor roda dua Berbasis mikrokontroler ATMega 8535. Tugas Akhir, Program Studi D3 Elektronika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs.Suwasono,M.T. (II) Dyah lestari,S.T.,M.,Eng. Kata Kunci: Sensor Kemiringan sebagai pengaman pada kendaraan bermotor roda dua Berbasis mikrokontroler ATMEGA 8535. Sistem pengaman pada kendaraan bermotor sangatlah penting bagi setiap kendaraan bermotor. Dikarenakan, ketika motor terjatuh dan kondisi mesin masih menyala akan sangat membahayakan bagi pengendara maupun orang lain yang ada disekitar tempat kecelakaan tersebut. Hal ini juga bisa dikarenakan pada saat motor terjatuh kearah kanan, sehingga mengakibatkan tuas gas pada motor terpelintir dan menyebabkan mesin motor akan menyala dan menbuat putaran ban sepeda semakin cepat. Sehigga dapat menyebabkan motor akan berputar 360º ketika terjatuh. Pembuatan tugas akhir ini bertujuan untuk membuat suatu sistem pengaman pada kendaraan bermotor roda dua. Sehingga dengan menggabungkan antara software dan hardware untuk sistem pengaman pada kendaraan bermotor. Sensor yang digunakan adalah sensor optocoupler yang berfungsi sebagai pendeteksi kemiringan kendaraan Keluaran sensor akan diteruskan oleh pengkondisi sinyal, yang nantinya akan dikelola oleh mikrokontroler ATMega 8535. Kemudian mikrokontroler akan mengaktifkan relay yang berfungsi sebagai pemutus aliran listrik dari koil menuju busi, mengaktifkan buzzer sebagai indikator bahwa sensor telah aktif, dan LCD berfungsi sebagai penampil instruksi cara menyalakan motor kembali setelah terajatuh. Pembuatan alat ini sebagai pengembangan dari Bank Angle Sensor (BAS) pada sepeda motor Honda Supra X 125 PGM-FI. Dimana sensor BAS ini hanya diterapkan pada sepeda motor injeksi. Maka dari itu perlu menambahkan sistem pengaman yang tidak hanya digunakan oleh sepeda motor injeksi, melainkan alat ini dapat diterapkan pada motor yang tidak menggunakan sistem injeksi
Aplikasi Mikrokontroler Untuk Otomatisasi Pencuci Tangan
ABSTRAK Supriadi. 2012. Aplikasi Mikrokontroler Untuk Otomatisasi Pencuci Tangan. Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektronika, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) Sujito, S.T., M.T. Kata Kunci: Kran, Otomatisasi, Mikrokontroler, Photodioda Kran pencuci tangan pada rumah sakit, restoran maupun toilet saat ini masih digerakkan secara manual. Kran manual tersebut mudah rusak jika sering diputar-putar, apalagi kalau yang memutar orang yang kurang bijak. Kelalaian menutup kran akan mengakibatkan pemborosan air. Jika hal ini terus terjadi, maka bisa dinilai kurang efektif dan kurang efisien. Dengan pembuatan alat ini diharapkan dapat mempermudah seseorang dalam mencuci tangan secara otomatis dan praktis. Selain itu alat ini juga dilengkapi dengan pemberian sabun dan pengering secara otomatis serta dilengkapi juga dengan pendeteksi antrean. Sehingga dapat menghemat waktu dan tidak perlu khawatir jika ada seseorang yang lalai pada saat menggunakan alat pencuci tangan. Prinsip kerja alat adalah sebagai pencuci tangan yang bekerja secara otomatis. Proses kerjanya adalah sebagai berikut; jika sensor IR 1 mendeteksi adanya obyek dengan cara transmitter (IR) memancarkan cahaya kemudian jika terpantulkan akan diterima oleh receiver (photodioda), selanjutnya sensor mengirim data ke pin ADC 0 (PINA.0) mikrokontroler untuk mengubah besaran tegangan keluaran yang berupa analog menjadi bilangan digital dengan logika 0 atau 1. Ketika sensor IR 1 mendeteksi adanya obyek, maka mikrokontroler akan mengirim logika ke PORTB.0 berlogika 0 untuk membuka kran sebesar 90 derajat. Selanjutnya jika sensor IR 2 aktif maka PORTD.3 berlogika 0 untuk mengaktifkan driver solenoid valve. Kemudian jika sensor IR 3 yang mendeteksi obyek, maka pengering tangan akan menyala. Dalam proses tersebut juga dapat dilihat pada tampilan LCD yang menampilkan prosedur pencucian tangan. Sedangkan jika saklar push button mendeteksi adanya antrean maka kran membuka sebesar 180 derajat. Sehingga debit air yang keluar pada kran air menjadi tinggi dan pada tampilan LCD terdapat pemberitahuan kepada pengguna pertama bahwa ada pengguna kedua yang sedang mengantri.
Aplikasi Mikrokontroler Sebagai Kendali Suhu, Kelembaban Udara dan Intensitas Cahaya Pada Ruang Budidaya Jamur
ABSTRAK Nurlaili, Eva. 2012. Aplikasi Mikrokontroler Sebagai Kendali Suhu, Kelembaban Udara dan Intensitas Cahaya pada Ruang Budidaya Jamur. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto. (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T. Kata kunci: SHT11, LDR, Switch, LCD, ATmega 8535 Sebagian besar wilayah di Indonesia sangat bagus untuk budidaya jamur, karena alam Indonesia yang hangat dan lembab, dan jamur akan tumbuh bila dikondisikan sesuai dengan persyaratannya. Budidaya jamur dapat dilakukkan dengan mudah dan. Budidaya jamur dapat dipakai menjadi peluang usaha atau peluang bisnis yang menjanjikan karena kebutuhan pasar dan hasil produksi masih jauh. Tugas akhir ini adalah aplikasi mikrokontroler sebagai kendali suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya pada ruang budidaya jamur tiram dengan mikrokontroler. Prinsip kerja dari sistem secara keseluruhan yaitu sensor SHT11 mendeteksi suhu dan kelembaban udara dalam ruang jamur dan sensor LDR mendeteksi intensitas cahaya. Sinyal atau data yang berasal dari sensor-sensor tersebut diproses dan dikontrol oleh mikrokontroler ATmega 8535. Mikrokontroler berfungsi untuk mengontrol input dan output. Saklar pada ruang jamur berfungsi untuk memilih kondisi pada fase inkubasi atau fase pembentukan tubuh buah. LCD berfungsi untuk menampilkan suhu dan kelembaban yang terukur. Berdasarkan hasil perancangan, pembuatan, pengujian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Perancangan alat meliputi rangkaian sensor SHT11, LDR, switch, minimum sistem mikrokontroler ATmega 8535, LCD, driver transistor dan driver relay. (2) Pembuatan alat sesuai dengan perancangan alat dan prototipe ruang budidaya jamur bekerja sesuai dengan instruksi yang diinginkan. (3) Ruangan jamur yang dapat diubah sesuai kondisi switch yaitu switch 0 untuk masa inkubasi dan switch 1 untuk masa pertumbuhan. Pada masa inkubasi membutuhkan suhu kurang dari 30oC, kelembaban lebih dari 80% dan tanpa cahaya. Pada masa pertumbuhan membutuhkan suhu kurang dari 26oC, kelembaban lebih dari 90% dan memerlukan cahaya matahari maupun cahaya dari lampu neon. Suhu dan kelembaban ditampilkan oleh LCD
Pengatur Ketinggian Polisi Tidur Untuk Menyesuaikan Kecepatan Kendaraan Bermotor Agar Menimbulkan Efek Kejut
Abstrak : Sekarang ini sistem keamanan dan kenyamanan di tempat-tempat umum seperti jalan raya ataupun jalan kecil semakin mengkhawatirkan yang disebabkan adanya kendaraan yang lalu lalang melintasi jalan tersebut tidak mematuhi rambu lalu dan melampui batas kecepatan yang telah ditentukan. Banyak pejalan kaki menjadi korban terutama anak kecil atas kelalaian pengendara kendaraan tersebut. Dengan seiring hal tersebut masyarakat banyak menggunakan metode polisi tidur sebagai sarana untuk membuat pengendara kendaraan mengurangi kecepatannya. Dari pemikiran tersebut maka diciptakan simulasi pengatur ketingggian polisi tidur. Simulasi ini menggunakan 2 buah dioda pemancar cahaya laser dan 2 buah sensor photodioda sebagai input penghitung kecepatan pengendara bermotor, mikrokontroler Atmega8535 sebagai otak penyiman data, LCD sebagai penampil kecepatan, dan motor servo sebagai penggerak polisi tidur keatas/kebawah. Alat ini dibuat miniatur dengan ukuran 30 cm x 120 cm. Dalam pengujiannya penulis menggunakan mobil remote sebagai media percobaan yang dideteksi. Disarankan dalam perancangan yang sesungguhnya hendaknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dalam mengatur ketinggian polisi tidur untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan bagi pengguna jalan
ALAT PEMBERI PAKAN AYAM OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER
ABSTRAK Benny, Septian. 2011. Alat Pengisi Pakan Ayam Otomatis Berbasis mikrokontroller. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sujito,S.T (II)Aripriharta, S.T. Kata kunci: Paakan Ayam , Otomatis, mikrokontrol. Mikrokontrol merupakan bagian tak terpisahkan dari proses otomasi. Program kendali PLC terdiri atas tiga unsur yaitu :alamat, instruksi, dan operand. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah : (1) Mengetahui bagaimana Perancangan pakan ayam otomatis berbasis mikrokontrol.(2mengetahuibagaimana aplikasi rancangan pakan ayam otomatis berbasis mikrokontrol.(3)mengetahui jalanya proses pakan pada pakan ayam otomatis berbasis mikrokontrol.Metode perancangan meliputi : (1) perancangan pengaturan sensor, (2) perancangan sistem kontrol (hardware), (3) perancangan program (software). Prinsip kerja dari sistem kontrol ini adalah pengaturan volume pakan yang diatur oleh sensor photodiode.Yang dalam proses pengisian tempat pakan menggunakan program mikrokontrol. Hasil dari analisis tersebut antara lain:(1) perpindahan crane dari posisi awal sampai ke tempat pakan, (2) pengaturan volume pakan dengan menggunakan mikrokontroler, akan selalu memantau setiap hai (3) motor menggerakkan crane yang akan mengisi pakan sesuai dengan program mikrokontroler yang telah dibuat dan dikontrol oleh sensor. Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan : (1)untuk mengatur volume pakan sesuai kebutuhan ayam digunakan mikrokontroler, dimana volume pakan akan terus dipantau sesuai dengan program yang telah dibuat dan akan berjalan sesuai timer. (2) setting hardware dan software menggunakan rangkaian sensor, rangkaian driver motor dan solenoid yang diolah oleh mikrokontroler(3)untuk membatasi atau mengetahui jumlah pakan ayam sudah penuh apa tidak digunakan rangkaian sensor.
Prototipe Sensor Parkir Mobil Dengan Tampilan LCD Berbasis Mikrokontroler
ABSTRAK Fahrizal, Johan. 2012. Prototipe Sensor Parkir Mobil Dengan Tampilan LCD Berbasis Mikrokontroler Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektronika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) M.Rodhi Faiz, S.T., M.T Kata kunci : Modul sensor ultrasonik, LCD (Liquid Crystal Display). Sering kali masalah parkir kendaraan menjadi sebuah masalah ketika ada benda ataupun kendaraan lain di sekitar tempat parkir tersebut sehingga pengendara harus ekstra hati-hati dalam memposisikan kendaraan agar tidak terjadi benturan maupun hal-hal lain yang tidak diinginkan. Hal ini sudah menjadi perhatian khusus oleh para produsen mobil di dunia, hingga banyak diantara perusahaan otomotif khususnya produsen mobil memasang perangkat safety tambahan berupa alarm parkir pada produk yang akan dijual. Sehubungan dengan pentingya keselamatan dalam berkendara maka diperlukan indikator jarak antara kendaraan dengan objek lain disekitarnya, hal ini juga akan memudahkan pengendara dalam memperhitungkan jarak saat akan memarkirkan kendaraanya. Tujuan pembuatan alat ini adalah sebagai perangkat indikator jarak kendaraan dengan obyek lain disekitarnya yang bisa digunakan sebagai peringatan apabila kendaraan berada pada jarak berbahaya. Alat ini menggunakan modul sensor ultrasonik sebagai pendeteksi jarak yang akan ditampilkan pada LCD dalam satuan sentimeter, dilengkapi pula dengan indikator LED untuk menunjukan jarak 15cm sampai dengan 40cm. Untuk indikator peringatan juga dipasang buzzer yang akan berbunyi ketika kendaraan berada pada jarak kurang dari 15cm. Metode perancangan yang digunakan meliputi: (1) perancangan dan pembuatan perangkat keras (hardware) meliputi rangkaian power supply ,rangkaian minimum system, rangkaian LED dan buzzer, (2) perancangan dan pembuatan perangkat lunak (software). Hasil yang didapat menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja sesuai dengan rancangan yang telah dibuat yaitu jarak objek yang ada di sekitar alat sudah terdeteksi oleh sensor untuk kemudian diproses pada mikrokontroler dan dapat ditampilkan pada LCD dengan akurat. Kesimpulan dari pembuatan alat ini adalah: 1. Dalam perancangan Prototipe Sensor Parkir Mobil Dengan Tampilan LCD Berbasis Mikrokontroler modul sensor ultrasonik dapat mendeteksi keberadaan benda secara akurat pada jarak 4cm-500cm sesuai dengan perancangan yang dibuat sebagai perangkat keamanan tambahan pada kendaraan. 2. Dalam pembuatan prototipe sensor parkir mobil dengan tampilan LCD berbasis mikrokontroler dibuat rangkaian indikator pengukur jarak berupa tampilan LCD yang digiunakan untuk menampilkan hasil pengukiran jarak dari pembacaan sensor ultrasonik, rangkaian LED dan buzzer digunakan sebagai indikator peringatan ketika kendaraan berada pada jarak berbahaya. 3. Pada tahap pengujian dilakukan dua tahap pengujian yaitu pengujian per blok dan pengujian secara keseluruhan. Dari hasil pengujian didapatkan hasil sesuai dengan perancangan dengan tingkat eror rata-rata kurang dari 1%, atau dapat diartikan bahwa sistem yang dirancang dapat bekerja dengan baik
Alarm Waktu Kerja Pada Karyawan Berbasis AT Mega 8535
ABSTRAK Hilmi, Zaki. 2012. Alarm Waktu Kerja Pada Karyawan Berbasis AT Mega 8535. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektronika, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Made Wirawan, S.T, S.S.T. (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. Kata Kunci: Alarm, Waktu Kerja, Mikrokontroler, Karyawan Peringatan adalah hal yang selalu dipertimbangkan fungsi dan kegunaannya, baik bagi dunia luas secara umum maupun yang lebih sempit konteksnya yakni seperti di dunia industri. Peringatan atau warning digunakan sebagai penanda akan terjadinya suatu kesalahan di dalam sistem mekanisme yang sedang berjalan, sehingga dapat membantu pengguna untuk melakukan langkah atau tindakan selanjutnya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pada saat ini sistem yang digunakan untuk mengatur jam kerja karyawan pada sebagian besar industri hanyalah sebagai absensi masuk (datang) atau keluar (pulang) saja, walaupun itu sudah berupa fingerprint (sidik jari), face recognition (pengenal wajah) atau hanya berupa kartu checkclock. Namun itu semua tidak menjamin efisiensi jam kerja di saat waktu produktif. Pada alat alarm waktu kerja ini menggunakan input rangkaian infrared-photodioda sebagai sensor dan keypad sebagai data masukkan untuk alasan perijinan. Selain itu, dilakukan pengembangan dengan menggunakan Mikrokontroler AT Mega 8535 sebagai kendalinya dan untuk keberadaan karyawan akan ditampilkan pada LCD. Juga terdapat buzzer sebagai alarm indikator jika terjadi kesalahan pada jam kerja karyawan. Prinsip kerja dari alat Alarm Pendisiplin Jam Kerja Karyawan Berbasis Mikrokontroler adalah ketika sensor Infrared-Photodioda pada masing-masing ruangan terdeteksi pada PORT A sebagai ADC untuk pertama kalinya setelah sistem dinyalakan maka akan ditampilkan di LCD berupa (Ruang (n) ‘On Position’) yang terpasang pada PORT C mikrokontroler sesuai dengan baris pada LCD yang telah ditentukan. Sensor terdeteksi adalah ketika kondisi photodiode tidak menerima cahaya yang dipancarkan oleh Infrared karena terhalang sehingga meloloskan vcc guna memberi input pada mikrokontroler, dan ketika sensor terdeteksi lagi maka akan ditampilkan juga di LCD berupa (Ruang (n) ‘Off Position’) dan mulai menjalankan delay selama 3 menit untuk mengaktifkan buzzer pertanda ada yang salah pada PORT B. Delay akan digagalkan ketika keypad ijin ditekan atau sensor yang sama terpicu lagi. Untuk keypad juga tidak jauh berbeda, keypad akan berfungsi ketika tombol yang dituju ditekan dengan kondisi bahwa ruang sudah off position, masing-masing tombol keypad berfungsi sebagai ijin yang terhubung dengan PORT D kemudian ditampilkan ke LCD sesuai ijin yang akan dikehendaki, tombol keypad juga akan menjalankan delay masing-masing sesuai kondisi ijin yang telah ditentukan. Jika dalam batas waktu delay sensor belum terpicu maka buzzer akan menyala, tapi jika sebelum batas waktu sensor telah terpicu maka delay telah digagalkan dan buzzer tidak menyala. Berdasarkan hasil perancangan, pembuatan, pengujian dan pembahsan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Pembuatan alat alarm waktu kerja karyawan berhasil dibuat sesuai konsep yang dirancang.(2) Pengujian sistem kerja dari alat alarm waktu kerja bagi karyawan yang dihasilkan sudah sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang
Alat Bantu Penunjuk Jalan Bagi Tunanetra Berbasis Mikrokontroler
ABSTRAK Tamim, Moch. Mesa Hadi. 2011. Alat Bantu Penunjuk Jalan Bagi Tunanetra Berbasis Mikrokontroler. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T, M.T., (II) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata Kunci: Gelombang bunyi, Sensor Ultrasonik SRF02, Mikrokontroler Atmega 16, Buzzer, Vibrator. Mata adalah salah satu organ tubuh manusia yang sangat penting. Mata berfungsi mengenali pertama kali berbagai benda yang kita temui dengan melihatnya. Namun tidak semua orang bisa menggunakan fungsi mata secara sempurna. Beberapa orang tidak bisa menggunakan mata sebagaimana fungsinya. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kebutaan. Saat ini banyak sekali orang menderita kebutaan atau tunanetra khususnya buta katarak. Berhubungan dengan keterbatasan-keterbatasan dan masalah yang di alami oleh para kaum tuna netra dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari diperlukan alat penunjuk jalan untuk membantu orang tunanetra. Tujuan pembuatan alat ini adalah sebagai penunjuk arah yang dapat memudahkan orang tunanetra pada saat berjalan. Alat ini mengunakan sensor sebagai pendeteksi dan memeberikan pertanda berupa suara apabila ada suatu penghalang didepannya. Metode perancangan yang digunakan meliputi: (1) perancangan dan pembuatan perangkat keras (hardware) meliputi rangkaian minimum system, rangkaian buzzer, dan rangkaian vibrator, (2) perancangan dan pembuatan perangkat lunak (software), (3) perancangan dan pembuatan mekanik. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja sesuai dengan rancangan yang telah dibuat yaitu pada saat objek yang ada didepan alat sudah terdeteksi oleh sensor, maka sensor akan mengirim dan menerima data yang kemudian dikirim ke mikrokontroler. Kesimpulan dari pembuatan alat ini adalah: (1) Perancangan Alat Bantu Penunjuk Jalan Bagi Tunanetra Berbasis Mikrokontroler dapat bekerja secara efektif dan efisien dengan menentukan sistem kerja alat, menentukan tipe sensor yang digunakan dan menentukan blok diagram alat, (2) Pembuatan Alat Penunjuk Jalan Bagi Tunanetra Berbasis Mikrokontroler dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan dengan menentukan komponen, membuat skema rangkaian, membuat PCB (Printed Circuit Board) dan membuat program, (3) Pengujian alat ini dilakukan berdasarkan perbandingan antara hasil perhitungan teori dan pengukuran
sistem informasi pendaftaran dan bimbingan praktik industri di teknik elektro universitas negeri malang
ABSTRAK Krisnawanto, Hendri. 2011. Sistem Informasi Pendaftaran dan Bimbingan Praktik Industri, Berbasis Web di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Made Wirawan, S.T.,S.S.T dan (II) M Jauharul Fuady,S.T.,M.T. Kata kunci: Sistem Informasi, Praktik Industri. Praktik Industri adalah hal yang wajib dilakukan oleh mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja di dunia nyata. Begitu juga dengan bimbingan praktik industri yang dilakukan mahasiswa dengan dosen pembimbing. Agar praktik industri berjalan lancar, diperlukan bimbingan dari dosen pembimbing. Bimbingan Praktik Industri sangatlah penting karena mahasiswa sangat membutuhkan ketika mahasiswa sedang menemukan masalah ataupun kendala sewaktu berada di perusahaan. Sementara itu pendaftaran Praktik Industri yang otomatis juga sangat dibutuhkan. Sistem manual mempersulit petugas TU. Didalam pendaftaran maupun backup data. Dibutuhkan suatu solusi untuk memperbaiki sistem manual yang masih belum efektif dan efisien. Sistem baru akan membantu proses pendaftaran dan bimbingan khususnya bagi dosen pembimbing, mahasiswa dan juga petugas TU Pengembangan produk Tugas Akhir ini meliputi mendefinisikan spesifikasi produk yang dijelaskan dalam entitas dan atribut sistem, Melakukan analisis desain, Merancang aliran data dalam Data Flow Diagram (DFD), Menggambarkan hubungan antar entitas pembentuk sistem dan relasi antar tabel pembentuk dalam entity relationship diagram (ERD). Untuk implementasi sistem informasi pendaftaran dan bimbingan praktik industri ini diantaranya menggunakan PHP, MySQL, XAMPP. PHP sebagai bahasa coding programnya. MySQL sebagai basisdata. XAMPP sebagai servernya. Produk tugas akhir ini adalah sebuah sistem informasi berbasis web yang mengolah data mahasiswa bimbingan dan data bimbingan. Pada sistem informasi ini dosen pembimbing bisa mengontrol perkembangan mahasiswa bimbingannya. Serta membantu mahasiswa melaksanakan praktik industri
SISTEM INFORMASI RESERVASI SEWA KAMAR HOTEL BERBASIS WEB (STUDI KASUS HOTEL MUTIARA MALANG)
ABSTRAK Brian, Thomas. 2012. Sistem Informasi Reservasi Sewa Kamar Hotel Berbasis Website (Studi Kasus Hotel Mutiara Malang). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Muhammad Jauharul Fuady, S.T., M.T. (II) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T. Kata kunci : MySQL, PHP, web server, Apache, Sistem Informasi Di bidang perhotelan, internet telah digunakan untuk mempromosikan dan memasarkan keberadaan hotel dengan adanya penggunaan website yang dapat diakses dari mana saja dan oleh siapa saja yang memiliki koneksi internet. Dan perumusan masalah yang akan dibahas adalah bagaimana mengembangkan sistem informasi reservasi sewa kamar hotel berbasis website di hotel Mutiara Malang. Tujuan yang dapat dicapai adalah memberikan suatu gambaran tentang sistem yang berjalan pada Hotel Mutiara Malang dan membuat perancangan sistem aplikasi pemasaran berbasis web untuk memudahkan pekerjaan dalam pengelolaan reservasi pada Hotel Mutiara Malang. Metode perancangan dilakukan dengan cara membuat DFD (Data Flow Diagram) dan ERD (Entity Relationship Diagram). Setelah itu dengan menggunakan database MySQL, data kamar hotel dan penyewa akan disimpan. Untuk merancang sebuah sistem informasi berbasis web yang berfungsi membantu pencatatan data penyewa dan permintaan kamar secara online di hotel Mutiara Malang. Dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan web server yang digunakan adalah localhost XAMPP. Hasil yang dicapai adalah suatu aplikasi sistem informasi pengelolaan reservasi yang mempermudah proses layanan kepada para tamu hote melalui promosi dan reservasi secara online pada Hotel Mutiara Malang. Serta kesimpulan dari penulisan tugas akhir ini adalah dengan sistem aplikasi ini dapat mengembangkan sistem informasi berbasis teknologi informasi yang dapat membantu Hotel Mutiara Malang dalam proses penyampaian informasi tentang fasilitas Hotel Mutiara Malang. Sistem dapat menyimpan dan menampilkan data reservasi yang dimasukkan oleh penyewa secara online dan menyediakan beberapa laporan yang dapat digunakan oleh manajemen hotel untuk mengetahui keadaan hotel (jumlah reservasi, ketersediaan kamar, daftar pembatalan reservasi, laporan pendapatan, dll.) dan merencanakan pengembangan kedepannya