Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI KEDALAMAN AKUIFER DAERAH TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) ANTANG MAKASSAR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER
Penelitian mengenai identifikasi kedalaman akuifer daerah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sangat berguna untuk mengetahui sebaran potensi akuifer dangkal yang dapat dimanfaatkan oleh warga yang bermukim sekitar TPA Antang secara mudah dan efisien. Metode penelitian menggunakan pengukuran geolistrik konfigurasi wenner dan interpretasi penampang 2D resistivitas bawah permukaan untuk mengetahui kedalaman akuifer daerah pemukiman sekitar TPA Antang. Berdasarkan variasi nilai resistivitas dalam penampang 2D dapat diketahui pada lokasi penelitian kedalaman lapisan yang mengandung akuifer terdapat pada kedalaman 2– 6 meter yang berpotensi sebagai akuifer dangkal yang tergolong sebagai akuifer bebas.Kata Kunci : Geolistrik; Resistivitas, Wenner, Lind
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK KELAS XI MIA SMA NEGERI 12 MAKASSAR MATA PELAJARAN FISIKA
Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada mata pelajaran fisika peserta didik kelas XI MIA SMA Negeri 12 Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 12 Makassar tahun ajaran 2019/2020 dengan jumlah sampel kelas XI MIA 2 yang berjumlah 28 peserta didik. Alat pengumpul data menggunakan instrumen tes berupa tes kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Hasil penelitian berdasarkan analisis statistik deskriktif menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada indikator fluenty sebesar 88,57%, flexibility sebesar 67,86%, originality sebesar 63,57%, dan elaboration sebesar 82,14%. Secara keseluruhan, skor rata-rata hasil tes kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yaitu 75,54% dari skor idea
PENERAPAN PENDEKATAN ILMIAH TERHADAP PRAKTIKUM FISIKA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 21 MAKASSAR
Penelitian ini adalah Pra Eksperimen, dengan desain One Shot Case Study yang bertujuan untuk mengetahui besar kemampuan praktikum fisika setelah diajar menggunakan pendekatan ilmiah pada peserta didik kelas X Negeri 21 Makassar Tahun Ajaran 2018/2019. Subyek penelitian ini yakni 33 peserta didik. Instrument yang digunakan dalam penelitian yakni tes praktikum fisika materi getaran harminik sederhana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan skor rata-rata praktikum fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 21 Makassar setelah diajar menggunakan pendekatan ilmiah sebesar 73,48% berada pada kategori tinggi dan skor rata-rata setiap indikator yaitu menginterpretasi data 80,09%, menerapkan konsep 65,91%, memprediksi 75,15% semuanya berada pada kategori tinggi
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 3 MAKASSAR
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk menerapkan metode problem solving terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik SMAN 3 Makassar. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan dimensi metode problem solving dan konvensional, sedangkan variable terikatnya adalah kemampuan berpikir kritis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA SMAN 3 Makassar kecuali peserta didik di kelas unggulan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yang kemudian sampel yang dipilih adalah kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 38 orang dan kelas XI IPA 7 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 7,24 dan 5,19 dengan standar deviasinya masing-masing sebesar 1,84 dan 1,99. Hasil analisis inferensial bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik antara yang diajar dengan metode problem solving dengan yang diajar secara konvensional pada taraf signifikansi0,0
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk : memeroleh informasi tentang profil perangkat pembelajaran berbasis masalah, mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis yang diperoleh peserta didik yang diajar melalui model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang diajar tanpa melalui model pembelajaran berbasis dan mengetahui respon peserta didik terhadap perangkat pembelajaran fisika berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Desain penelitian yang digunakan adalah Posttest Only Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes kemampuan berpikir kritis untuk mengukur kemampuan berpikir berpikir kritis peserta didik kemudian selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif-inferensial. Hipotesis penelitian Kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar melalui model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan peserta didik yang tidak diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan yang meliputi buku peserta didik (BPD), lembar kegiatan peserta didik (LKPD), rencana pelaksanaaan pembelajaran (RPP) dan tes kemampuan berpikir kritis (TKBK) setelah dilakukan validasi dan ujicoba maka perangkat pembelajaran tersebut dinyatakan valid, praktis dan efektif sehingga layak untuk dipergunakan dalam pembelajaran fisika. Sedangkan kemampuan berpikir kritis dapat tercapai secara optimal melalui pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah.hal ini terlihat dari Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor tes kemampuan berpikir kritis peserta didik Kelas XI IPA 2 MAN 2 Model makassar yang diajar melalui model pembelajaran berbasis masalah sebesar 56,63 dan standar deviasinya 7,17. Sedangkan nilai rata-rata skor tes kemampuan berpikir kritis peserta didik Kelas XI IPA 2 MAN 2 Model makassar yang diajar tanpa menggunakan model pembelajaran berbasis masalah sebesar 39,23 dan standar deviasinya 8,32. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa Kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar melalui model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan peserta didik yang tidak diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah pada taraf nyata = 0,0
FUNGSIONALITAS PEMROGRAMAN BERBASIS CPU-GPU DALAM SIMULASI PENJALARAN TSUNAMI
Indonesia merupakan daerah rawan gempa yang memicu timbulnya tsunami. Salah satu cara menganalisis gelombang tsunami adalah dengan membangun sistem simulasi penjalarannya. Penjalaran gelombang tsunami dapat dimodelkan secara matematis dengan Shallow Water Equation (SWE) sebagai gelombang non-dispersive, yang berarti bahwa gelombang dengan panjang gelombang berbeda menjalar dengan kecepatan yang sama. Pengembangan GPU (Graphic Processing Unit) dalam aplikasi numerik menjadi salah satu solusi dalam penyelesaian persamaan penjalaran tsunami tersebut. Library CUDA dalam GPU dapat digunakan sebagai komputasi parallel sehingga mempercepat proses perhitungan. Dalam penelitian ini berhasil dibangun program untuk memodelkan penjalaran gelombang tsunami dengan bahasa pemrograman C berbasis CPU-GPU, dengan penyelesaian yang fungsional dan 9 kali lebih cepat dari pemrograman berbasis CPU
EFEKTIVITAS MODEL POE2WE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ALAT OPTIK
This study aims to determine student learning outcomes using the POE2WE (Prediction, Observation, Explanation, Elaboration, Write and Evaluation) model which is applied in the student learning process on optical instrument material. This research is an observational research and literature study. The observation research population was all SMA class XI students majoring in Mathematics and Natural Sciences. The objectives of this study were, 1) to determine how effective the POE2WE model is for learning physics in schools; and 2) to find out how effective the POE2WE model is on student learning outcomes in optical instrument material. The research sample consisted of 10 SMA class XI students majoring in Mathematics and Natural Sciences. The research instruments were questionnaires and knowledge tests conducted through online media such as Google Forms and Google Drive. The results of the data analysis explained that the application of the POE2WE model in learning physics on optical instrument material is: 1) Effectively applied in school learning; and 2) Effectively applied in learning physics on optical instrument material.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa menggunakan model POE2WE (Prediction, Observation, Explanation, Elaboration, Write and Evaluation) yang diterapkan dalam proses pembelajaran siswa pada materi alat optik. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dan studi pustaka. Populasi penelitian observasi adalah seluruh siswa SMA kelas XI jurusan MIPA. Tujuan dari penelitian ini adalah, 1) untuk mengetahui seberapa efektif model POE2WE terhadap pembelajaran fisika di sekolah; dan 2) untuk mengetahui sebarapa efektif model POE2WE terhadap hasil belajar siswa pada materi alat optik. Sampel penelitian terdiri dari 10 orang siswa SMA kelas XI jurusan MIPA. Instrumen penelitian berupa angket dan tes pengetahuan yang dilakukan melalui media online berupa Google Forms dan Google Drive. Hasil analisis data menjelaskan bahwa Penerapan model POE2WE dalam pembelajaran fisika pada materi alat optik adalah: 1) Efektif diterapkan dalam pembelajaran di sekolah; dan 2) Efektif diterapkan dalam pembelajaran fisika pada materi alat optik
ANALISIS HASIL BELAJAR MAHASISWA JURUSAN FISIKA BERDASARKAN JALUR MASUK (SNMPTN, SBMPTN DAN MANDIRI) UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi hasil belajar mahasiswa Jurusan Fisika berdasarkan jalur masuk SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri Universitas Negeri Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Subyek penelitian ini mahasiswa jurusan Fisika angkatan 2017 pada semester ganjil tahun akademik 2017/2018 sebanyak 129 mahasiswa. Hasil penelitian yang diperoleh dari analisis deskriptif dari skor hasil tes sebanyak 2 kali selama semester ganjil tahun akademik 2017/2018 pada tes I skor rata-rata mahasiswa SNMPTN 5,28, SBMPTN 6,2, dan Mandiri 5,78. Pada tes II skor rata-rata mahasiswa SNMPTN 5,57, SBMPTN 6,33, dan Mandiri 5,07. Berdasarkan tes I dan II skor rata-rata mahasiswa SNMPTN 10,54, SBMPTN 12,46, dan Mandiri 10,64. Berdasarkan Analisis IPK persentase kriteria cumlaude tertinggi adalah mahasiswa SBMPTN sebesar 17,78%, sedangkan mahasiswa SNMPTN dan Mandiri memiliki persentase sama yakni 2,38%
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN TEKNIK PROBING PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA KELAS XI SMA NEGERI 1 MAKASSAR
Penelitian ini merupakan jenis penelitian ekperimen dengan desain quasi eksperimen model post-test Only Control Group Design yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar peserta didik yang diajar dengan model discovery learning menggunakan teknik probing prompting, mengetahui seberapa besar hasil belajar peserta didik yang diajar secara konvensional, dan menganalisis perbedaan hasil belajar antara yang diajar dengan model discovery learning menggunakan teknik probing prompting dan yang diajar secara konvensional. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Makassar yang berjumlah 9 kelas. Sampel penelitian yang digunakan sebagai subjek peneltian diperoleh dengan teknik purposive sampling untuk dilibatkan dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas yang terpilih sebagai kelas eksperimen adalah kelas XI MIPA 3 dan kelas yang terpilih sebagai kelas kontrol adalah kelas XI MIPA 4. Hasil belajar peserta didik kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 11.83, standar deviasi sebesar 1.96, dan varians sebesar 3.86. Pada kelas kontrol hasil belajar yang diperoleh memiliki rata-rata sebesar 13.50, standar deviasi sebesar 2.46, dan varians sebesar 6.05. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada taraf nyata α=0,05 (H1 diterima)
ANALISIS KREATIVITAS PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA SMA NEGERI 5 MAKASSAR
Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kreativitas fisika peserta didik pada kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November Tahun 2017 dengan materi suhu dan kalor. Teknik penentuan subjek penelitian menggunakan purposive sampling dengan jumlah subjek yang diambil sebanyak 64 orang. Pengambilan data menggunakan instrumen tes sebanyak 10 nomor yang telah divalidasi oleh pakar dan diuji dengan validitas item. Hasil analisis penelitian menunjukkan skor rata-rata peserta didik berada dalam interval kategori sedang dan jumlah peserta didik dominan memperoleh skor dengan kategori sedang. Olehnya itu kesimpulan yang diambil yaitu kreativitas peserta didik berada dalam kategori sedang dengan skor rata-rata peserta didik 22.4 dari skor maksimal 40