Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
ANALISIS X-RAY FLOURESENCE DAN X-RAY DIFFRACTION MINERAL PASIR DAN BATU BESI INDONESIA SEBAGAI MATERIAL MAGNETIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan fisis mineral batu dan pasir besi di Indonesia. Sampel batu besi dalam penelitian ini diperoleh dari Kalimantan sedangkan sampel pasir besi diperoleh dari Pasir Pantai Takalar. Pengujian XRF (X-ray Flouresence) dan X-ray diffraction dikombinasikan untuk mengetahui unsur penyusun dan struktur kristal kedua sampel. Proses separasi magnetik menggunakan hard permanent magnetic dilakukan untuk memisahkan unsur magnetik dan non-magnetik sampel untuk selanjutnya dilakukan pengujian XRF dan XRD. Hasil pengujian dan analisis menunjukkan bahwa unsur dominan penyusun sampel adalah Fe (besi). Kandungan Fe pada batu dan pasir besi masing-masing adalah sekitar 76 dan 43 %. Sedangkan hasil pengujian XRD menunjukkan bahwa fase dominan kedua sampel adalah Fe3O4 (magnetite) dan Fe2O3 (hematite). Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa batu dan pasir besi dapat dijadikan sebagai sumber material untuk aplikasi material magnetik karena memiliki unsur dominan Fe dan senyawa besi oksida seperti magnetite
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBENTUK FLIPBOOK BERCIRIKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul pembelajaran fisika berbentuk flipbook bercirikan Keterampilan Proses Sains (KPS) yang valid, praktis dan efektif. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan model Nieveen dan Plomp. Teknik pengumpulan data yaitu pengisian lembar validasi, angket repon guru dan peserta didik serta instrumen pretest dan postest. Hasil penelitian menujukkan bahwa validasi modul menghasilkan kofisien Gregory 1,0 yang menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan telah valid. Kepraktisan modul berdasarkan respon guru dan respon peserta didik. Respon guru menunjukkan respon yang sangat positif dan respon peserta didik menunjukkan 42,3% memberi respon sangat positif, 50% positif dan 7,7% cukup positif. Efektivitas modul berdasarkan peningkatan hasil belajar peserta didik. Diperoleh bahwa terdapat perbedaan skor pretest dan postest yang signifikan pada taraf signifikansi 5% dan nilai N-Gain 0,2. Maka disimpulkan bahwa modul pembelajaran fisika berbentuk flipbook yang bercirikan keterampilan proses sains yang dikembangkan valid, efektif dan prakti
FABRIKASI BRIKET BERBASIS CANGKANG DAN PELEPAH KELAPA SAWIT
Biobriket cangkang dan pelepah kelapa sawit merupakan salah satu energi alternatif untuk menanggulangi krisis energi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh komposisi bahan dasar briket cangkang dan pelepah kelapa sawit terhadap kualitas briket yang difabrikasi. Fabrikasi briket dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga variasi campuran yaitu 700g CKS + 300g PKS, 600g CKS + 400g PKS, dan 500g CKS + 500g PKS. Pengujian dilakukan untuk mengetahui lama waktu pemakaian dan nilai kalor dari briket, dari tiga variasi campuran didapatkan waktu pembakaran terlama mencapai 150 menit dengan lama waktu penyalaan awal, yaitu 2 menit. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kerapatan dan kandungan air pada briket. Nilai kalor juga mempengaruhi kualitas dari briket. Berdasarkan Hasil analisis nilai kalor, diketahui briket yang telah difabrikasi dengan campuran cangkang dan pelepah kelapa sawit berkisar 1,746 kalori hingga 2,521 kalori. Hal ini disebabkan oleh komposisi campurannya dimana, briket dengan campuran cangkang kelapa sawit lebih banyak dari pelepah kelapa sawit memiliki nilai kalori lebih besar
STRATEGI METAKOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DI SMAN 16 MAKASSAR
Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain one group pretest-posttest yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas X di SMAN 16 Makassar. Strategi metakognitif sebagai variabel bebas dan keterampilan berpikir kritis peserta didik sebagai variabel terikat. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas X MIPA 3 SMAN 16 Makassar. Data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan uji N-Gain. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, rata-rata skor pretest hasil belajar fisika sebesar 3.57 dan berada pada kategori rendah sedangkan rata-rata skor posttest sebesar 7.46 berada pada kategori tinggi. Kemudian hasil analisis dengan uji N-Gain menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran fisika dengan indikator interpretasi, analisis. dan inferensi sebesar 0.65 dalam kategori sedang. Maka disimpulkan bahwa strategi pembelajaran metakognitif dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas X MIPA 3 SMAN 16 Makassar
ANALISIS PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan jenis pre-experimental design. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis pre-experimental design. Penelitian ini menggunakan desain One-Shot Case Study dimana tidak ada kelompok kontrol dan peserta didik diberikan perlakuan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar fisika peserta didik dengan penggunaan media pembelajaran berupa aplikasi Google Classroom selama pembelajaran daring. Aplikasi Google Classroom sebagai media pembelajaran interaktif berbasis e-learning yang memudahkan guru dan peserta didik melakukan proses belajar mengajar dari rumah khususnya pembelajaran fisika pada materi Elastisitas dan Hukum Hooke dapat dilihat dari tes hasil belajar fisika peserta didik. Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI IPA di SMA Negeri 13 Takalar dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI IPA 1 yang terdiri dari 32 peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian untuk tes hasil belajar diperoleh nilai rata-rata 68 dengan persentase tingkat ketuntasan 66%
KAJIAN PERBANDINGAN ARAH ANGIN PERMUKAAN TERHADAP UNSUR CUACA DAN IKLIM PADA WILAYAH PESISIR DAN DATARAN TINGGI (STUDI KASUS : STASIUN METEOROLOGI SOEKARNO-HATTA DAN STASIUN METEOROLOGI CITEKO)
Angin merupakan salah satu komponen parameter cuaca penting yang dapat mempengaruhi kegiatan masyarakat setiap harinya baik di wilayah pesisir dan wilayah dataran tinggi. Angin dapat mempengaruhi keadaan cuaca di suatu wilayah seperti suhu dan kelembaban relatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola angin di wilayah pesisir dan dataran tinggi serta hubungan terhadap unsur cuaca dan iklim seperti suhu dan kelembaban relatif menggunakan metode windrose. Data yang digunakan berupa data arah angin, suhu dan kelembaban relatif dari Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta sebagai representasi wilayah pesisir dan Stasiun Meteorologi Citeko sebagai representasi wilayah dataran tinggi. Metode windrose dapat menunjukkan dominasi arah angin di suatu wilayah. Hasil analisis windrose menunjukkan bahwa pola arah angin memiliki perbedaan arah pergerakan pada waktu siang dan malam juga dan pada saat musim kemarau dan musim hujan. Kata Kunci : angin, windrose, pesisir, dataran tingg
META-ANALISIS: PENERAPAN E-MODUL BERBASIS EXE-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA
This study aims to estimate the application of exe-learning-assisted e-modules in science learning in Indonesia. This meta-analysis research method includes problem formulation, data collection (study), data coding, data analysis, and interpretation. After searching for journals, 16 journals were found that discussed the application of exe-learning-assisted e-modules in science learning. Of these, 6 articles meet the established criteria, namely research using exe-learning-assisted e-modules in science learning in Indonesia. The results of this study revealed that there was a significant positive effect in the application of exe-learning-based e-modules in science learning. The research findings showed that the results of the meta-analysis showed an effect size value of 0.9, which indicates a high level of effectiveness of 82% in improving learning abilities and outcomes
ANALISIS HASIL BELAJAR YANG DIAJAR MENGGUNAKAN SIMULASI PHET (PHYSICS EDUCATION TECHNOLOGY) PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 8 LUWU TIMUR
Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen dengan desain one-shot case study. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa besar hasil belajar fisika peserta didik melalui penggunaan Simulasi PhET di SMA Negeri 8 Luwu Timur. Variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar fisika peserta didik setelah diajar menggunakan Simulasi PhET, subjek penelitian menggunakan kelas XI IPA 2. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes pilihan ganda hasil belajar pada ranah kognitif. Kemudian data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian diperoleh skor rata-rata sebesar 18.13 berada pada kategori sedang. Tabel distribusi frekuensi menunjukkan pembelajaran fisika secara keseluruhan peserta didik sebesar 3,3% berada pada kategori sangat tinggi, 43,3% berada pada kategori tinggi, 50,0% berada pada kategori sedang, dan 3.3% berada pada kategori rendah. Kata Kunci : simulasi PhET, teori kinetik gas, hasil belaja
PENGEMBANGAN INSTRUMEN MATERI FISIKA KELAS XI UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMA NEGERI 8 MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan menganalisis kualitas pengembangan instrumen materi fisika kelas XI agar dapat digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis peserta didik SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan yang dikemukakan oleh Allen (1979) yang melalui 6 tahap yaitu plan the test, write item for each of the areas in the plan, administer all the item to a reasonably, conduct an item analysis, administer the revised test the another representative sample of examinee dan test standardization. Untuk mengetahui tujuan tersebut diperoleh koefisien validitas isi, koefisien reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda butir instrumen. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XII IPA SMAN 8 Makassar terdiri dari 106 peserta didik. Jumlah butir yang dikembangkan sebanyak 52 butir soal pilihan ganda. Hasil penelitian ini yaitu instrumen materi fisika kelas XI yang dikembangkan memiliki kualitas dengan kategori sangat layak berdasarkan hasil uji validasi ahli sebesar 0,96. Jumlah butir soal yang diujicobakan sebanyak 40 butir. Ujicoba instrumen dilakukan sebanyak dua kali dan menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,87 untuk ujicoba pertama dan ujicoba kedua. Dengan hasil analisis yang telah diperoleh maka instrumen materi fisika kelas XI yang dikembangkan tergolog valid dan reliabel baik secara teoretik maupun seara empirik. Sehingga menghasilkan instrumen tes yang baik dengan jumlah butir tes soal pilihan ganda sebanyak 33 butir soal. Kata Kunci : Instrumen Materi Fisika, Keterampilan Berpikir Kritis, Validitas, Reliabilita
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS WEB PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS
Penelitian ini merupakan Research and Development (RnD) yang menggunakan model ADDIE. Tujuan peneliian ini menghasilkan e-modul pembelajaran fisika berbasis web pada materi momentum dan impuls yang memiliki kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan; dan mengetahui peningkatan hasil belajar terhadap penggunaan e-modul. Subjek pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas X MIPA 2 SMAN 8 Pinrang. E-modul yang telah dibuat dikatakan layak sebab memperoleh penilaian dengan kategori valid dari kedua validator. Peningkatan hasil belajar diketahui dengan melihat hasil pretest-posttest. Analisis untuk pretest-posttest diperoleh dengan menggunakan N-gain formula dengan hasil perolehan nilai 0,2. E-modul pembelajaran fisika berbasis web pada materi momentum dan impuls sebelumnya telah dilakukan validasi isi untuk melihat kelayakan isi, penyajian, bahasa dan kegrafikaan. Peningkatan hasil belajar terhadap penggunaan e-modul pembelajaran fisika berbasis web memiliki peningkatan dengan kategori rendah dengan beberapa faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktor yang mempengaruhi yaitu waktu pembelajaran yang kurang memadai, adanya stabilitas internet yang kurang, dan kurangnya keefektifan pada saat proses pembelajaran