Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DENGAN MOTIVASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI DI KECAMATAN CAMPALAGIAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui kategori kecemasan dan motivasi belajar fisika serta hubungan keduanya pada siswa kelas VII SMP Negeri di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar Tahun Ajaran 2009-2010. Variabel yang diperhatikan dalam penelitian ini adalah variabel kecemasan belajar fisika sebagai variabel bebas dan motivasi belajar fisika sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di 6 sekolah dengan jumlah siswa 515. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling dengan jumlah sampel terpilih sebanyak 130 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kecemasan belajar fisika dan kuesioner motivasi belajar fisika yang telah divalidasi. Hasil analisis deskriptif mengungkapkan bahwa kecemasan belajar fisika siswa secara umum berada pada kategori sedang dengan persentase 72,31% dan motivasi belajar fisika siswa juga secara umum berada pada kategori sedang dengan persentase 73,08%. Hasil analisis inferensial menunjukkan taksiran rata-rata populasi untuk data kecemasan belajar fisika 94 ≤ µ ≤ 96 dan untuk data motivasi belajar fisika 102 ≤ µ ≤ 104 mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan motivasi belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar Tahun Ajaran 2009-2010 dimana kecemasan berpengaruh 12,07% terhadap motivasi belajar fisika sedangkan 87,93% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak ikut diselidiki dalam penelitian ini.Kata kunci : kecemasan belajar fisika, motivasi belajar fisika, penelitian ex-post fact
KETERAMPILAN GENERIK SAINS UNTUK MEMBANGUN KARAKTER SISWA
Keterampilan generik serta beberapa istilah lain yang serupa telah berkembang luas di Amerika, Australia dan Eropa. Di Indonesia, keterampilan generik yang lebih popular dengan nama soft skills ini belum menjadi perhatian besar bagi stakeholders Sekolah Menengah Umum (SMA). Makalah ini akan memaparkan urgensi serta tuntutan dunia kerja akan keterampilan generik bagi tenaga kerja yang mereka butuhkan. Makalah ini juga akan membandingkan kesesuaian elemen-elemen keterampilan generik yang berkembang di Australia dengan dua mata pelajaran kelompok adaptif di SMA. Kajian ini mengambil mata pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) dan Kewirausahaan sebagai pembanding dengan konsep keterampilan generik model Australia.Hasil perbandingan menunjukkan bahwa elemen keterampilan generik di pelajaran-pelajaran kelompok adaptif masih sangat kurang dibandingkan dengan jenis keterampilan yang sama yang berkembang di Australia. Pada bagian akhir akan dipaparkan beberapa pilihan dan agenda pengembangan keterampilan generik sebagai kerangka untuk membangun karakter khas siswa.Kata Kunci: keterampilan generik; kurikulum kelompok adaptif; Employability Skills Framework Australia; karakter siswa.
PENERAPAN STRATEGI MASTERY LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 30 MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan menerapkan strategi mastery learning dengan menggunakan media visual, pada ketiga aspek hasil belajar yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Apakah hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar yang diajar dengan strategi mastery learning dengan menggunakan media visual telah mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah disepakati sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan menggunakan desain One-Shot Case Study dengan melibatkan satu variabel terikat yaitu strategi mastery learning dan tiga variabel tak terikat yaitu hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar pada aspek kognitif, hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar pada aspek afektif, dan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar pada aspek psikomotorik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar, sebanyak 9 kelas dengan jumlah siswa 334 siswa. Adapun sampel penelitian diambil dengan memilih kelas secara langsung yaitu kelas VIII1 dengan jumlah siswa sebanyak 37 orang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar, baik pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, telah memenuhi standar KKM yang telah ditetapkan setelah diajar dengan strategi mastery learning dengan menggunakan media visual. Instrumen yang digunakan untuk tes hasil belajar pada aspek kognitif adalah tes objektif berjumlah 45 nomor, untuk tes hasil belajar pada aspek afektif menggunakan angket sikap belajar fisika siswa yang diolah dengan menggunakan skala likert yang terdiri atas 30 pernyataan dan tes hasil belajar pada aspek psikomotorik adalah keterampilan sains yang diwujudkan dalam bentuk tes objektif sebanyak 10 nomor. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar yang diajar dengan strategi mastery learning dengan menggunakan media visual, baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor, termasuk kategori skor yang cukup tinggi. Dari hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar, baik pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, telah memenuhi standar KKM yang telah ditetapkan setelah diajar dengan strategi mastery learning dengan menggunakan media visual.Baca secara fonetikKata kunci: Penelitian pra-eksperimen, strategi Mastery Learning, hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomoto
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI DISKUSI KELOMPOK TERBIMBING OLEH TUTOR SEBAYA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X SMA NEGERI 2 WATANSOPPENG
engetahui peningkatan hasil belajar dan motivasi belajar fisika siswa melalui Diskusi terbimbing oleh tutor sebaya pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 yang terdiri dari 32 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus yang terdiri dari empat kegiatan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus I dilaksanakan selama 2 kali pertemuan dan Siklus II selama 3 kali pertemuan. Pengumpulan data hasil belajar dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar pada akhir Siklus I dan Siklus II, sedangkan data motivasi diperoleh dari angket motivasi dan lembar observasi di setiap akhir Siklus. Data yang terkumpul, dianalisis secara kuantitatif dan kulitatif. Hasil analisis kuantitatif dan kualitatif data hasil belajar menunjukkan bahwa siswa yang tuntas belajarnya pada Siklus I adalah 21 orang atau 65,62% dan siklus II adalah 26 orang atau 81,25%. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar siswa kelas X7 SMA Negeri 2 Watansoppeng. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa pembelajaran fisika melalui diskusi kelompok terbimbing oleh tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: hasil belajar fisika, motivasi belajar siswa dan diskusi kelompok terbimbing oleh tutor sebaya
PENERAPAN PENDEKATAN PAKEM (PEMBELAJARAN AKTIF KREATIF EFEKTIF DAN MENYENANGKAN) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X2 SMA NEGERI 1 PANGKAJENE
Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika siswa kelas X2 SMA Negeri 1 Pangkajene tahun ajaran 2010/2011 yang diajar dengan menggunakan pendekatan PAKEM. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah pendekatan PAKEM sebagai variabel bebas dan peningkatan hasil belajar sebagai variabel respon, adapun desain penelitiannya adalah “ pre-test and post-test group ”. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Pangkajene tahun ajaran 2010/2011 yang terdiri atas 288 orang. Sedangkan sampelnya adalah 32 orang yang diambil dengan memilih satu kelas secara acak dengan asumsi bahwa kelas yang diambil homogen. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif ditemukan bahwa skor rata-rata hasil belajar siswa pada posttest lebih besar dibandingkan skor rata-rata hasil belajar siswa pada pretest. Peningkatan hasil belajar yang terjadi berada pada kategori sedang (medium gain) dengan = 0,48. Berdasarkan hasil pengujian statistik inferensial thitung > ttabel (15,866 >1,698), hal ini berarti bahwa hasil belajar fisika siswa setelah diajar melalui pendekatan PAKEM berbeda secara signifikan dibandingkan dengan hasil belajar mereka sebelum diajar melalui pendekatan PAKEM.Kata kunci : hasil belajar, pendekatan PAKE
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA KELAS XI IPA3 SMA NEGERI 1 BUNGORO MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF
Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis fisika siswa melalui model pembelajaran generatif pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010. Subjek penelitian terdiri atas 39 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus yang terdiri atas empat kegiatan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Baik siklus I maupun siklus II dilaksanakan selama 4 kali pertemuan. Pengumpulan data hasil kemampuan berpikir kritis dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan tes akhir kemampuan berpikir kritis pada akhir siklus I dan akhir siklus II. Data yang terkumpul, dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis kuantitatif data hasil kemampuan berpikir kritis fisika menunjukkan bahwa jumlah siswa yang berada pada kategori “baik sekali” pada siklus I adalah 19 orang atau 48,72% dengan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis 72,82 dan siklus II adalah 32 orang atau 82,05% dengan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis 88,07. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa kelas XI IPA3 SMA Negeri 1 Bungoro yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika melalui Model pembelajaran generatif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata Kunci : aktivitas belajar siswa,kemampuan berpikir kritis, pembelajaran generati