Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
PENGARUH TSOI (TRANSLATING, SCLUPTING, OPERATIONALIZING, INTEGRATING) HYBRID LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SMA ISLAM ATHIRAH BUKIT BARUGA MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik yang diajar dan tidak diajar menggunakan TSOI Hybrid Learning Model serta pengaruhnya terhadap hasil belajar fisika kelas X MIPA SMA Islam Athirah Bukit Baruga. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA SMA Islam Athirah Bukit Baruga tahun ajaran 2017/2018 berjumlah 60 orang yang dibagi kedalam dua kelas, kelas X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 1 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan Quipper School sebagai software Learning Management System untuk menunjang proses pembelajaran Blended Learning, Quipper School LMS terdiri dari Quipper School Link untuk guru dan Quipper School Learn untuk peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan desain Statistic Group Comparison. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dan statistik inferensial untuk melihat pengaruh treatmen yang diberikan pada kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar fisika kelas eksperimen sebesar 12.30 dengan varians 10.63 dan kelas kontrol sebesar 11.13 dengan varians sebesar 10.91. Hasil analisis inferensial menunjukkan tidak terdapat perbedaan hasil belajar fisika yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol pada taraf nyata (α=0.05)
PEMODELAN SEBARAN POLUTAN UDARA AKIBAT AKTIVITAS PLTD TELLO KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN MODEL DISPERSI GAUSS
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model sebaran polutan udara dan memprakirakan konsentrasi polutan yang diakibatkan oleh aktivitas PLTD Tello Kota Makassar. Sebaran polutan dimodelkan menggunakan program Matlab dengan batasan wilayah sebaran sejauh 3000 meter dari sumber polutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi maksimum CO yang terbesar dihasilkan pada bulan September hingga Desember dengan nilai konsentrasi sebesar 9,5 μg/m3 untuk siang hari yang terletak sejauh 900 meter dari sumber polutan, sedangkan pada malam hari dari bulan Agustus hingga Desember dengan nilai konsentrasi sebesar 5,3 μg/m3 yang terletak sejauh 2900 meter dari sumber polutan. Polutan pada malam hari terdispersi lebih jauh dengan konsentrasi maksimum yang lebih kecil dibanding siang hari dikarenakan stabilitas atmosfer pada malam hari lebih stabil sehingga menyebabkan polutan terdispersi secara lebih jauh dan lebih merata. Stabilitas atmosfer pada malam hari di tahun 2017 umumnya netral dan sedikit stabil, sedangkan pada siang hari umumnya tidak stabil dan sedikit tidak stabil
IDENTIFIKASI MATERIAL BAWAH PERMUKAAN KECAMATAN BONTOCANI KABUPATEN BONE MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET
Penelitian tentang identifikasi material bawah permukaan Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone dengan metode geomagnet telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran material bawah permukaan Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone. Lokasi penelitian berada pada koordinat 05o9’–04o54’ LS dan 119o54’–120o6’ BT. Proses akuisisi data dilakukan pada enam lintasan dengan satu base station menggunakan alat Proton Procession Magnetometer (PPM) Geotron G5. Selanjutnya, dilakukan koreksi harian dan koreksi IGRF 42918,2 nT dan diperoleh nilai kemagnetan pada rentang -700 nT-1600 nT. Dan selanjutnya dimodelkan dengan aplikasi Surfer 10 hingga tampak variasi anomali kemagnetan terendah -700 nT-100 nT hingga tertinggi 1100 nT-1600 nT. Upward continuitas sebesar 100 m menggunakan software Magpick menghasilkan nilai kemagnetan regional sebesar -3000 nT-4000 nT. Data hasil upward dibentuk sayatan sebanyak 2 sayatan pada bidang anomali magnetik dan dimodelkan menggunakan software Mac2DC. Hasil pemodelan menunjukkan material bawah permukaan yaitu pirit (0.05-5 nT), basalt (0.2-175 nT), dan Av batuan sedimen (0-18 nT). Mineral pirit tersebar di daerah penelitian yang berasosiasi dengan breksi
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES HASIL BELAJAR FISIKA KELAS XI SMA. NEGERI 1 PANGKAJENE
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian untuk hasil belajar fisika berdasarkan kurikulum 2013 dalam ranah kognitif untuk siswa kelas XI yang valid dan reliabel. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian dan Pengembangan dengan tahapan yaitu persiapan spesifikasi tes, penulisan soal tes, validasi teoretis, uji coba empiris, analisis item, peningkatan instrumen dan perakitan instrumen. Subjek pengujian instrumen adalah siswa kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2 SMA Negeri 1 Pangkajene. Instrumen tes yang dikembangkan dapat mengukur ranah kognitif, yaitu mengingat, memahami, menerapkan, dan menganalisis. Terdiri dari 19 indikator yang dikembangkan dari 4 kompetensi dasar. Validasi teoretis oleh dua ahli menghasilkan koefisien validasi konten sebesar 0,87 sehingga dinyatakan bahwa instrumen tersebut valid dalam hal konten. Hasil validasi empiris menunjukkan bahwa ada 36 item yang valid dalam materi, Elastisitas dan Hukum Hooke, Rotasi Dynamics, Cairan Statis dan Cairan Dinamis. Kriteria hasil pengujian menunjukkan reliabilitas instrumen adalah 0,662. Kesimpulannya, instrumen tes hasil belajar kognitif dikembangkan secara empiris valid dan reliabel
ANALISIS KERENTANAN BENDUNGAN PONRE-PONRE KABUPATEN BONE BERDASARKAN PENGUKURAN MIKROTREMOR DENGAN METODE HVSR
Telah dilakukan penelitian tentang analisis kerentanan Bendungan Ponre-ponre Kabupaten Bone berdasarkan pengukuran mikrotremor dengan metode HVSR Tujuan penelitian ini adalah memperoleh nilai kerentanan terhadap gelombang seismik Bendungan Ponre-Ponre . Objek penelitian adalah Bendungan Ponre-ponre Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan seperangkat Portable Seismograph TDL 303 S untuk merekam getaran. Pengukuran dilakukan pada 10 titik yang terdiri dari 5 titik di badan bendungan dan 5 titik pada sekitarnya. Data mikrotremor pada gedung diolah menggunakan software Geopsy dengan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio). Hasil yang diperoleh, nilai frekuensi dominan adalah 0,43 -8,88 Hz, sedangkan untuk nilai periode dominan adalah 0,11-2,32 yang menunjukkan bahwa batuannya merupakan batuan alluvial. Adapun nilai amplifikasi adalah 1,81-4,47. Kerentanan berdasarkan nilai indeks kerentanan berada pada rentang 0,45 - 9,54. Sedangkan kerentanan berdasarkan nilai PGA memliki rentang nilai 18,35 – 83,37 dengan penjelasan tidak menimbulkan kerusakan jika terjadi gempa bumi. Berdasrakan hasil tersebut maka, Kerentanan Bendungan Ponre-Ponre berdasarkan nilai frekuensi dominan, amplifiasi, indeks kerentanan, periode dominan, serta PGA secara umum berada pada zona yang masih relatif aman
KETERAMPILAN PROSES SAINS FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 24 BONE
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui deskripsi keterampilan proses sains fisika peserta didik kelas XI SMA Negeri 24 Bone. Subjek penelitian ini adalah kelas XI MIA 1 berjumlah 26 peserta didik. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes keterampilan proses sains fisika berupa post tes dalam bentuk pilihan ganda. Data dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains fisika peserta didik kelas XI MIA 1 diperoleh skor rata-rata sebesar 15,08 berada pada kategori tinggi. Dilihat dari setiap indikator KPS diperoleh skor rata-rata secara berturut-turut adalah menginterpretasi data sebesar 3,81, mengklasifikasikan sebesar 3,38, memprediksikan sebesar 3,35, menerapkan konsep sebesar 2,31 , dan mengkomunikasikan sebesar 2,23
PENGEMBANGAN INSTRUMEN HASIL BELAJAR FISIKA PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 PANGKAJENE
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen hasil belajar fisika yang valid secara teoretik dan empirik pada ranah kognitif. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan tahapan yakni, menyusun spesifikasi tes, menulis soal tes, menelaah soal tes, menelaah soal tes, melakukan uji coba tes, menganalisis butir soal tes, memperbaiki tes, merakit tes, melaksanakan tes, dan menafsirkan hasil tes. Subjek uji coba instrumen yaitu peserta didik kelas XI MIA 1, XI MIA 4, XI MIA 5 dan XI MIA 8 di SMA Negeri 1 Pangkajene. Instrumen yang dikembangkan dapat mengukur empat ranah kognitif yaitu mengingat, memahami, menerapkan dan menganalisis. Terdiri atas 29 indikator yang dikembangkan dari 7 kompetensi dasar. Validasi teoretik oleh dua pakar menghasilkan koefisien validasi isi sebesar 0,82 sehingga dinyatakan bahwa instrumen konsisten dan valid dari segi isi. Hasil validasi empirik menunjukkan bahwa terdapat 51 butir soal yang valid pada materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi, Elastisitas dan Hukum Hooke, Fluida Statik, Fluida Dinamik, Suhu dan Kalor, Teori Kinetik Gas dan Termodinamika. Hasil uji coba empirik menunjukkan reliabilitas instrumen sebesar 0,894. Kesimpulannya instrumen tes hasil belajar fisika yang dikembangkan valid secara teoretik serta valid dan reliabel secara empirik
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATERI FISIKA SUHU DAN KALOR MENGGUNAKAN CRI (CERTAINTY OF RESPONSE INDEX) PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MIA SMA NEGERI 8 BULUKUMBA TAHUN AJARAN 2015/2016
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik kelas XI SMA Negeri 8 Bulukumba pada mata pelajaran fisika materi suhu dan kalor. Adapun sampel penelitian adalah peserta didik XI SMA Negeri 8 Bulukumba tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 118 orang. Instrumen penelitian yang digunakan tes pilihan ganda disertai dengan Certainty of Response Index (CRI). Hasil penelitian menggambarkan bahwa dari 118 responden yang mengerjakan item tes sebanyak 16 soal, menunjukkan persentase konsep yang mengalami Tidak paham konsep tertinggi yaitu konsep suhu 63.56%, sedangkan konsep yang mengalami miskonsepsi terbesar yaitu materi peubahan wujud 47.03, tingkat miskonsepsi yang dialami peserta didik pada materi suhu dan kalor sebesar 29.52% yang berada pada kategori sedang
DESAIN DAN UJICOBA LKPD PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk: (1) mengetahui validitas LKPD pembelajaran berbasis masalah; (2) mengetahui penilaian guru terhadap LKPD pembelajaran berbasis masalah dan (3) mengetahui presepsi peserta didik terhadap LKPD pembelajaran berbasis masalah. Subjek ujicoba penelitian ini adalah 24 orang peserta didik kelas X MIA pytagoras SMAN 11 Pangkep. Penelitian ini menggunakan pengembangan model 4-D. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket dan lembar observasi. Kriteria kelayakan LKPD dilihat dari aspek validitas dan kepraktisannya. Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan: (1) LKPD pembelajaran berbasis masalah yang telah didesain dan dikembangkan dinyatakan valid setelah melalui tim validator, diperoleh nilai VC (validity countent) sebesar 1; (2) penilaian guru terhadap LKPD pembelajaran berbasis masalah di peroleh hasil rata-rata 92,07 %, berada pada kategori sangat baik dan (3) presepsi peserta didik terhadap LKPD pembelajaran berbasis masalah di peroleh hasil rata-rata 81,17 %, berada pada kategori sangat baik
ANALISIS KEMAMPUAN MENAFSIRKAN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 12 MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kemampuan menafsirkan dalam pembelajaran fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 12 Makassar Tahun Ajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 12 Makassar tahun ajaran 2018/2019 dan sampel dipilih secara simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes pilihan ganda kemampuan menafsirkan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan tabel distribusi frekuensi menunjukan dalam pembelajaran fisika secara keseluruhan skor keterampilan proses sains dengan indikator menafsirkan dalam pembelajaran fisika peserta didik sebanyak 0,58 % berada pada kategori sangat rendah; 16,28% berada pada kategori rendah; 34,88% berada pada kategori sedang; 9,30% berada pada kategori tinggi dan 0,58 pada kategori sangat tinggi