Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN BERPIKIR LATERAL DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir lateral peserta didik dalam memecahkan masalah fisika. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MAN Luwu, sebanyak 8 peserta didik. Untuk melihat kemampuan berpikir lateral peserta didik peneliti menggunakan instrumen tes berbasis masalah fisika. Tehnik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan tes untuk melihat jawaban peserta didik kemudian melakukan wawancara untuk menggali informasi lebih lanjut guna mengetahui proses berpikir peserta didik. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan analisis dengan mereduksi dan mendisplay data sehingga menghasilkan pola berpikir lateral yang disajikan dalam bentuk bagan. Adapun indikator yang menjadi acuan berpikir lateral adalah apabila ada perubahan konsep atau persepsi peserta didik terhadap masalah yang diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik sudah mampu berpikir lateral dalam memecahkan masalah fisika. Adapun saran yang diajukan peneliti adalah perlunya untuk memberikan soal-soal fisika bersifat lateral kepada peserta didik untuk merangsang proses berpikirnya
PENGARUH LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 8 MAKASSAR
Penelitian ini adalah penelitian Quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui keterampilan proses sains dalam pembelajaran fisika peserta didik yang diajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional, serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan proses sains dalam pembelajaran fisika antara peserta didik yang diajar menggunakan inkuiri terbimbing dan peserta didik yang diajar menggunakan model konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 8 Makassar yang terdiri dari enam kelas dengan jumlah peserta didik 240, pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dari enam kelas MIPA, yang terpilih sebagai kelas eksperimen yaitu kelas XI MIPA 2 yang diajar dengan menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas kontrol yaitu kelas XI MIPA 1 diajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh bahwa keterampilan proses sains pada kelas eksperimen berada pada kategori sangat tinggi sedangkan pada kelas control pada kategori rendah. Hasil analisis uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan proses sains peserta didik yang diajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan peserta didik yang diajar dengan menggunakan model konvensional pada taraf nyata α= 0,05
KEMAMPUAN PESERTA DIDIK KELAS X DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL KOGNITIF TIPE MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN FISIKA
Penelitian ini merupakan penelitian survey yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik kelas X dalam menyelesaikan soal-soal kognitif tipe menganalisis dan mengevaluasi pada mata pelajaran fisika. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 8 Makassar sebanyak 67 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes kognitif soal pilihan ganda. Data yang terkumpul kemudian dianalisi dengan analisis kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) Analisis dekriptif diperoleh nilai maksimum sebesar 38,00, nilai minimum 5,00, rata-rata 20,97, standar deviasi 6,68, dan varians 44,63. (2) Kemampuan menyelesaikan soal menganalisis peserta didik berkriteria cukup adalah 1,49%, kurang 41,79%, dan kurang sekali 56,72%, sedangkan baik dan sangat baik tidak ada. (3) Kemampuan soal mengevaluasi peserta didik berkriteria cukup adalah 1,49%, kurang 49,25%, dan kurang sekali 49,25%, sedangkan baik dan sangat baik tidak ada. (4) Melalui kategori skor berdasarkan kurva normal disarankan kepada guru untuk memberikan perlakuan terhadap setiap kategor
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 3 POLEWALI
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan hasil belajar fisika peserta didik yang diajar melalui metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan yang diajar dengan pembelajaran konvensional di kelas X MIPA SMA Negeri 3 Polewali Tahun Ajaran 2017/2018, dan (2) menganalisis perbedaan hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional di kelas X MIPA SMA Negeri 3 Polewali Tahun Ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen sesungguhnya dengan menggunakan Posttest Only Design With Nonequivalent Groups. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 3 Polewali Tahun Ajaran 2017/2018 dan sampel dipilih secara Purposiive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dengan skor ideal 28 adalah sebesar 20,44 dan standar deviasinya 2,75 sedangkan skor rata-rata hasil belajar fisika yang diajar dengan pembelajaran konvensional adalah sebesar 17,78 dan standar deviasinya 3,12. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dengan peserta didik yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada kelas X MIPA SMA Negeri 3 Polewali pada taraf nyata α = 0,05
STUDI KETERAMPILAN PROSES SAINS FISIKA PESERTA DIDIK SMAN SE-KABUPATEN JENEPONTO
Penelitian ini adalah penelitian survei yang bertujuan untuk mengetahui gambaran keterampilan proses sains peserta didik dalam pembelajaran fisika SMAN se-Kabupaten Jeneponto. Variabel dalam penelitian ini adalah keterampilan proses sains. Variabel yang dimaksudkan adalah menafsirkan, meramalkan, menerapkan konsep dan mengomunikasikan. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMAN se- Kabupaten Jeneponto, dan sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI dari SMAN yang masing-masing terakreditasi A, B, dan C di Kabupaten Jeneponto. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis deskriptif memberikan kesimpulan bahwa sekolah yang terakreditasi A memiliki keterampilan proses sains peserta didik yang lebih tinggi daripada sekolah yang terakreditasi B dan C, dan sekolah yang terakreditasi B memiliki keterampilan proses sains peserta didik yang lebih tinggi daripada sekolah yang terakreditasi C
KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL FISIKA LEVEL KOGNITIF ANALISIS (C4) PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 8 LUWU UTARA
Penelitian ini adalah penelitian survei yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan berpikir analisis peserta didik dalam menyelesaikan soal analisis (C4) pada materi kalor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data menggunakan instrumen tes soal essay fisika level kognitif analisis (C4). Data dianalisis menggunakan metode statistic deskriptif. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 8 Luwu Utara yang mencapai skor maksimum 10 pada saat pengerjaan soal. Kemudian diambil beberapa orang sebagai subjek penelitian. Berdasarkan data hasil penelitian dan analisis, diperoleh bahwa kemampuan sebagian besar peserta didik kelas XI SMAN 8 Luwu Utara dalam menyelesaikan soal analisis (C4) hanya berada pada tingkatan analisis elemen dan analisis hubungan
ANALISIS KESULITAN MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH FISIKA BAGI PESERTA DIDIK MAN 3 BONE
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kesulitan yang di alami peserta didik dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah fisika di MAN 3 Bone. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA MAN 3 Bone tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 159 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes bentuk essai dan angket yang telah valid untuk digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kemampuan pemecahan masalah siswa dalam indikator memahami masalah (menuliskan apa yang diketahui ditanyakan) adalah 43, 33 %, membuat rencana (menuliskan persamaan) adalah 24, 04 %, dan melaksanakan rencana (menyubtitusi data ke dalam variabel) adalah 21, 67 % dan yang mampu dalam melakukan perhitungan matematis adalah 15, 56 %. Adapun kesulitan siswa dalam memecahkan masalah seperti 1) kurangnya bimbingan langkah- langkah dalam menyelesaikan soal, 2) siswa tidak dituntut untuk mampu menyelesaikan soal dengan benar, 3) menuliskan rumus yang tepat, 4) Penjelasan guru yang cepat dalam memberikan materi sehingga siswa kesulitan memahami masalah dalam soal yang diberikan
PENERAPAN PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 GOWA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan kogitif antara peserta didik yang diajar menggunakan tugas terstruktur dan peserta didik yang diajar tanpa menggunakan tugas terstruktur pada kelas XI SMA Negeri 1 Gowa Tahun ajaran 2017/2018. Sampel penelitian ini adalah peserta didik pada kelas XI MIA 9 sebanyak 35 peserta didik sebagai kelas kontrol dan kelas XI MIA 6 sebanyak 29 peserta didik sebagai kelas eksperimen di SMA Negeri 1 Gowa. Pengumpulan data diperoleh melalui tes kemampuan kognitif fisika dalam bentuk pilihan ganda. Data penelitian dianalisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil belajar fisika pada kelas eksperimen berada pada kategori rendah dan kelas kontrol berada pada kategori cukup. Sehingga pengujian hipotesis mengatakan terdapat perbedaan kemampuan kognitif antara peserta didik yang diajar menggunakan pemberian tugas terstruktur dan peserta didik yang diajar tanpa menggunakan tugas terstruktur
ANALISIS KESESUAIAN KOMPETENSI DASAR DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kompetensi dasar dengan pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 21 Makassar. Data hasil penelitian diperoleh dengan cara melakukan observasi partisipan dan wawancara selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh dari 11 kompetensi dasar materi fisika kelas X dengan 31 kali pertemuan terdapat 29 kali pertemuan yang dapat menggunakan pembelajaran berbasis masalah ditinjau dari fase-1 yaitu orientasi siswa kepada masalah
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 17 MAKASSAR BERDASARKAN KURIKULUM 2013
Penelitian ini adalah penelitian R & D yang bertujuan untuk mengembangkan instrumen kinerja siswa berdasarkan kurikulum 2013 yang valid secara teoritik dan empirik, serta efektif untuk digunakan. Subjek coba dalam penelitian ini berjumlah 18 orang peserta didik kelas XI SMAN 17 Makassar. Prosedur pengembangan mengacu pada model 4-D yang terdiri atas define, design, development, dan dessiminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) validasi pakar menunjukkan bahwa instrumen kinerja dinyatakan valid secara teoritik, 2) analisis setelah ujicoba menunjukkan bahwa sejumlah 12 rubrik kinerja dinyatakan valid secara empirik berdasarkan koefisien korelasinya, 3) hasil persepsi guru terhadap instrumen yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat tinggi, dan 4) instrumen penilaian kinerja siswa yang dikembangkan efektif untuk digunakan