Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN TUGAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMAN 4 BONE
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pemahaman konsep fisika peserta didik dan motivasi belajar fisika peserta didik dengan pemberian tugas melalui model pembelajaran discovery. Penelitain ini dilaksanakan di SMAN 4 Bone tahun ajaran 2019/2020 dengan jumlah sampel kelas X MIA 3 yang berjumalah 34 peserta didik sebagai kelas kontrol dan kelas X MIA 4 yang berjumlah 34 peserta didik. Alat pengumpulan data mengunakan instrumen tes berupa tes pemahaman konsep fisika peserta didik pada rana pemahaman serta instrumen non tes tes motivasi belajar fisika peserta didik mengunakan angket motivasi belajar. Hasil penelitian yang diperoleh gambaran pemahaman konsep dan motivasi belajar fisika peserta didik yang terbentuk dengan menerapkan model pembelajaran discovery berada pada kategori tinggi untuk kelas eksperimen. Skor pemahaman konsep dan motivasi belajar memenuhi kriteria ketuntasan pembelajaran dikelas yaitu skor rata-rata siswa kelas eksperimen lebih besar dari nilai kelas kontrol dilihat dari tes pembelajaran yang telah dilakukan di sekolah
IDENTIFIKASI SIKAP ILMIAH DALAM MELAKUKAN PRAKTIKUM FISIKA PADA PESERTA DIDIK SMAN 12 MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap ilmiah peserta didik dalam praktikum fisika dan untuk mengetahui sikap ilmiah yang dominan muncul pada peserta didik kelas X MIPA 5 SMAN 12 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian berjumlah 34 orang peserta didik kelas X MIPA. Data hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen lembar observasi sikap ilmiah peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ilmiah peserta didik kelas X MIPA 5 SMAN 12 Makassar dalam praktikum fisika mengalami peningkatan pada setiap kegiatan praktikum. Sikap ilmiah peserta didik pada praktikum pertama yang termasuk kategori baik adalah sikap rasa ingin tahu 75.49%, bekerja sama 70.59%, bertanggung jawab 79.41%, berpikiran terbuka 67.65%, dan disiplin 66.18% sedangkan sikap ilmiah peserta didik yang termasuk kategori sangat baik adalah sikap objektif 82.35%. Pada praktikum kedua sikap ilmiah peserta didik yang termasuk dalam kategori baik adalah sikap disiplin 77.94% sedangkan yang termasuk kategori baik sekali adalah sikap rasa ingin tahu 80.39%, objektif 88.24%, bekerja sama 80.88%, bertanggung jawab 85.29% dan berpikiran terbuka 83.82%. Pada praktikum ketiga semua indikator sikap ilmiah peserta didik termasuk kedalam kategori baik sekali, sikap rasa ingin tahu 85.29%, objektif 92.65%, bekerja sama 88.24%, bertanggung jawab 91.18%, berpikiran terbuka 92.65%, dan disiplin 82.35%. Pada umumnya, sikap ilmiah peserta didik kelas X MIPA 5 SMAN 12 Makassar yang dominan muncul pada ketiga kegiatan praktikum dengan persentase tertinggi adalah sikap objektif sebesar 87.75%
PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN PEMBELAJARAN FISIKA TERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL UNTUK MENGUATKAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK
Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development), dengan menggunakan pengembangan model 4 - D (Four-D Model) yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan yang bertujuan untuk Untuk mengetahui validitas Buku Suplemen fisika terintegrasi kearifan lokal untuk menguatkan karakter Kemandirian peserta didik SMAN 22 Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 22 Makassar pada tahun ajaran 2019/2020 dengan subjek penelitian 1 orang peserta didik kelas XI MIPA VI di SMA Negeri 22 Makassar yang memiliki tingkat kemandirian yang masih kurang. Instrumen penelitian yang digunakan merupakan lembar validasi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan data validasi ahli. Hasil penelitian yang diperoleh dibagi menjadi beberapa tahap, antara lain: a) Tahap pendefinisian, b) Tahap perencanaan, dan c) Tahap pengembangan. Buku Suplemen pembelajaran Fisika di SMAN 22 Makassar yang layak digunakan oleh ahli pakar berada pada contents validity. Buku Suplemen yang dikatakan layak yaitu Buku Suplemen pembelajaran Fisika mengarahkan peserta didik untuk mempelajari Kearifan lokal setempat juga menguatkan kemandirian
PROGRAM BOLTZMANN TEMPERATURE DEPENDENCE UNTUK MENENTUKAN TEMPERATUR BAWAH PERMUKAAN AREA GEOTHERMAL MENGGUNAKAN DATA RESISTIVITAS
Penentuan temperatur bawah permukan merupakan hal penting diperlukan untuk mengetahui seberapa besar potensi geothermal pada suatu area. Saat ini belum ada penelitian yang berfokus pada pengembangan program yang dapat dijadikan referensi untuk mengkonversi parameter data resistivitas ke parameter temperaturbatuan. Oleh karena itu, penting dilakukan pengembangan program untuk mengetahui temperatur bawah permukaan bumi berdasarkan data resistivitas. Input program adalah data resistivitas dalam Ohm.Meter, dan output program adalah temperatur dalam Celsius. Dalam perhitungannya, program menggunakan persamaan ketergantungan suhu Boltzmann untuk perhitungan suhu batuan dengan pendekatan metode biseksi. Berdasarkan hasil uji validitas teoretis dan eksperimen, program memungkinkan dapat dijadikan referensi dalam penentuan parameter temperatur batuan dari parameter input nilai resistivitas batuan. Program memiliki beberapa kelebihan yaitu mudah dioperasikan, dan rendahnya error antara hasil program dan hasil teoretis. Penelitian ini dapat memberikan pilihan program bagi peneliti untuk mengetahui nilai temperatur batuan dari nilai resitivitas untuk mengetahui potensi panas bumi di bawah permukaan
PENGARUH TES OBJEKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 SIDENRENG RAPPANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA yang dinilai menggunakan tes objektif dan yang dinilai menggunakan tes subjektif. Selain itu, untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sidenreng Rappang yang dinilai menggunakan tes objektif dan tes subjektif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan post- test only control groups design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sidenreng Rappang tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 179 dan sampel yang dipilih secara rambang. Analisis data hasil penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif untuk mendeskripsikan hasil belajar fisika peserta didik dan teknik analisis inferensial untuk menguji hipotesis penelitian. Berdasarkan analisis deskriptif didapatkan bahwa rata-rata hasil belajar fisika peserta didik yang dinilai dengan menggunakan tes objektif 28, 89 dengan standar deviasi 9, 78 sedangkan rata-rata hasil belajar fisika peserta didik yang dinilai dengan menggunakan tes subjektif 31, 92 dengan standar deviasi 9,74. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar fisika peserta didik yang dinilai dengan menggunakan tes objektif dan tes subjektif
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS MULTI REPRESENTASI PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 1
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil validasi, keterlaksanaan, respon peserta didik, respon guru, dan efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis multi representasi pada peserta didik kelas XI SMAN 1 Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Dessiminate). Instrumen yang digunakan yaitu angket validasi, mengukur kepraktisan dengan melihat keterlaksanaan dengan lembar pengamatan, respon guru dan respon peserta didik dengan angket, dan keefektifan dilihat dari hasil belajar peserta didik dengan tes. Hasil yang diperoleh yaitu (1) LKPD valid dengan nilai konsistensi internal sebesar 0,93. (2) Hasil keterlaksanaan LKPD dalam pembelajaran yaitu terlaksana seluruhnya sebesar 73,61%. (3) Respon peserta didik positif terhadap LKPD dimana respon sangat setuju sebesar 46,22%. (4) Respon guru fisika positif untuk LKPD yaitu sangat setuju sebesar 75%. (5) LKPD efektif ditinjau dari hasil belajar peserta didik
PENERAPAN MODEL ARGUMENT DRIVEN INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS X MIA 1 SMA NEGERI 7 BONE
Penerapan Model Argument Driven Inquiry dalam Pembelajaran Fisika terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas X MIA 1 SMA Negeri 7 Bone. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains fisika peserta didik. Model argument driven inquiry sebagai variabel bebas dan variabel terikat adalah keterampilan proses sains peserta didik dalam pembelajaran fisika. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas X MIA 1 SMA Negeri 7 Bone. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan uji N-Gain. Berdasarkan analisis statistik, skor rata-rata untuk pretest 35 siswa adalah 3,6 dan skor rata-rata untuk post test 35 siswa adalah 8,3. Kemudian hasil analisis dengan uji N-Gain diperoleh peningkatan keterampilan proses sains dalam pembelajaran fisika peserta didik dengan indikator mengklasifikasi, menafsirkan, menerapkan konsep, dan mengomunikasikan sebesar 0,8 dalam kategori tinggi. Maka disimpulkan bahwa model pembelajaran argument driven inquiry dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didi
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS STEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DALAM BERPIKIR KRITIS, KREATIF DAN BEKERJASAMA PESERTA DIDIK KELAS VIIA SMP NEGERI 4 SIBULUE
Suardi. 2019. Implementasi Pembelajaran Berbasis STEM dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Berpikir Kritis, Kreatif dan Bekerjasama. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang: 1) peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik; 2) peningkatan kemampuan berpikir kreatif; 3) peningkatan kerjasama. Pada Penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data denganmenggunakan pretes dan postes untuk mengukur pemahaman konsepdan kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik. Selain itu dilakukan dengan teknik observasi. Hasil peneliian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah diimplementasikan unit pembelajaran STEM meningkat; kemampuan berpikir kreatif juga meningkat; dan kemampuan kerja sama peserta didik juga meningkat
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK
Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis masalah, serta untuk mendeskripsikan perbedaan antara keduanya.Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Campalagian pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 dengan sampel kelas X.MIA 3 dan X MIA 5. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Uji statistik yang digunakan yaitu uji t untuk mengetahui perbedaan. Hasil uji tersebut diperoleh nilai thitung =3,72 lebih besar dari nilai ttabel = 2,01. Skor rata-rata yang diperoleh kelas eksperimen adalah sebesar 13,35, sedangkan kelas kontrol sebesar 7,75. Berdasarkan hasil tersebut terlihat bahwa skor rata-rata dan kategori capaian yang diperoleh oleh kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, ini berarti terdapat perbedaan antara kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung (konvensional)
SINTESIS SERBUK NANO TITANIUM DIOKSIDA DAN IDENTIFIKASI STRUKTUR KRISTALNYA
Telah dilakukan sintesis serbuk nano titanium dioksida (TiO2) dengan menggunakan metode kopresipitasi berbahan dasar titanium klorida (TiCl3) serta identifikasi struktur kristal menggunakan perangkat lunak Match!, Rietica dan Origin. Titanium dioksida diperoleh dengan menggunakan bahan dasar titanium klorida (TiCl3) yang disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Serbuk TiO2 yang diperoleh selanjutnya dikarakterisasi menggunakan metode difraksi sinar-X untuk mengetahui struktur kristal yang terbentuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel TiO2 memiliki fase anatase dengan derajat kekristalan sebesar 79.20 persen serta estimasi ukuran kristal sebesar 9.41±2.13 nm dengan nilai parameter kisi a = (3.782907±0.002221)Ǻ, b = (3.782907±0.002221)Ǻ, c = (9.478310±0.005931)Ǻ