Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
    246 research outputs found

    REMEDIASI MISKONSEPSI KONSEP GERAK DAN GAYA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN 7E (LEARNING CYCLE) PADA MAHASISWA CALON GURU IPA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

    Get PDF
    This study aimed at determining the effect of Learning Cycle 7E on student’s conceptual change on “Motion and Force” subject at Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. It was found that the percentage of students who had misconceptions decreased by 64% after the implementation of the 5E Model. It was also obtained the eta squared of 0.935 which means that the Learning Cycle 7E strongly affect to decrease student’s misconceptions. Keywords: misconception, learning cycle 7E instruction Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meremediasi miskonsepsi mahasiswa calon guru IPA pada konsep Gerak dan Gaya di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melalui penerapan pembelajaran model learning cycle 7E. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan prosentase mahasiswa yang mengalami miskonsepsi setelah diterapkan pembelajaran dengan Model 7E sebesar 64%. Dari hasil uji-t diperoleh eta squared = 0,935 yang menunjukkan bahwa model pembelajaran 7E (learning cycle) berpengaruh besar terhadap pemahaman konsep dan penurunan miskonsepsi mahasiswa. Kata Kunci:miskonsepsi, pembelajaran learning cycle 7

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM ACCELERATED INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 2 WATANSOPPENG

    No full text
    This research is an experimental research which aimed to: (1) find out the Physics Learning Result of the the X Grade Students at SMAN 2 Watansoppeng who were taught by Team Accelerated Instruction Learning Model (2) find out the Physics Learning Result of the X Grade Students at SMAN 2 Watansoppeng who were taught by Conventional Learning (3) find out if there is a positive influence of Team Accelerated Instruction Learning Model to the Physics Learning Result of the X Grade Students at SMAN 2 Watansoppeng. Population in this research is all students on the X Grade at SMAN 2 Watansoppeng  academic year 2014/2015, consist of eight classes with 176 students, then the sample is randomly chosen. Control class consists of 20 students and so does the experimental class. The descriptive analysis show that the average score of Physics Learning Result of the X Grade Students at SMAN 2 Watansoppeng who were taught by Team Accelerated Instruction Learning Model is on the high category. While the average score of Physics Learning Result of the X Grade Students at SMAN 2 Watansoppeng who were taught by conventional Learning Model is on the low category. Inferential analysis show that there is a difference in the Physics Learning between students who were taught by Team Accelerated Instruction Learning Model and students who were taught by Conventional Learning on the X Grade at SMAN 2 Watansoppeng.Key words: team accelerated instruction, physics learning result, physicsPenelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Watansoppeng yang diajar menggunakan model pembelajaran Team Accelerated Instruction. (2) Untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar fisika peserta didik kelas XSMA Negeri 2 Watansoppeng yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. (3) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang positif model pembelajaran Team Accelerated Instruction terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Watansoppeng. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Watansoppeng pada tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah 176 orang, sedangkan sampelnya diperoleh dengan cara acak. Kelas yang terdiri dari 20 siswa pada kelas kontrol dan 20 siswa pada kelas eksperimen. Hasil analisis deskriptif  menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watansoppeng yang diajar melalui model pembelajaran Team Accelerated Instruction berada pada kategori tinggi. Sedangkan skor rata-rata hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watansoppeng yang diajar melalui model pembelajaran konvensional berada pada kategori rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Team Accelerated Instruction dengan peserta didik yang diajar dengan pembelajran konvensional kelas X SMA Negeri 2 Watansoppeng.Kata Kunci:  team accelerated instruction, hasil belajar, fisik

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP MINAT BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 26 MAKASSAR

    Get PDF
    The study almed at (1) desribling the students’ learning interst on Physics taught by employing problem-based learning model, (2) desribling the mastery of Physics concept taught by employing problem-based learning model, (3) desribling the mastery of Physics concept taught by employing discovery learning model, (4) desribling the mastery of Physics concept taught by employing discovery learning model, (5) analyzing the students’ learning interest on Physics taught by employing problem-based learning model and the one with discovering learning model, (6) analyzing the mastery of Physics concept taught by employing problem-based learning model and the one with discovery learning model. The study employed experiment research with posttest only control design. The population of the study was all class VII students at SMPN 26 Makassar consisted of nine class with the total 270 students. The samples were two classes, class VII4 as the experiment class taught by employing problem based learning model and class VII5 as the control class taughtby employing conventional learning model with 29 students in each class, obtained by employing random sampling technique. The results of the study reveal that (1) the students’ learning interest on Physics taught by employing problem based learning model with the indicators of favorite, interest, attention, and involvement is in high category, (2) the students’ learning interest on hysics taught by employing discovey learning model with the indicators of favorite, interest, attention, and involvement is in low score, (3) the mastery of Physics concept of syudents taught by employing problem based learning model is in very high category, (4) the mastery of Physics concept of syudents taught by employing discovery learning model is in very high category, (5) the students’ learning interest on hysics taught by employing problem based learning is higher than the one taught by employing discovery learning model, and (6) the mastery of Physics concept of syudents taught by employing problem based learning model is higher than the one taught by employing discovery learning model. Keywords: discovery learning, interest, learning outcomes Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan minat belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah, (2) mendeskripsikan penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah, (3) mendeskripsikan minat belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning, (4) mendeskripsikan penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning, (5) menganalisis minat belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning, (6) menganalisis penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning. Jenis penelitian yang dipilih adalah penelitan eksperimen dengan desain posttest only control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol dengan pembelajaran discovery learning. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 26 Makassar terdiri dari sembilan kelas dengan jumlah keseluruhan peserta didik 270 orang, sedangkan sampel diambil dengan teknik pengacakan kelas sehingga terpilih Kelas VII4 sebagai kelas eksperimen dan Kelas VII5 sebagai kelas kontrol dengan jumlah sampel masing-masing 29 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) minat belajar fisika yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah pada peserta didik dengan indikator kesukaan, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan berada pada skor tinggi, (2) minat belajar fisika yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning peserta didik dengan indikator kesukaan, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan berada pada skor rendah , (3) penguasaan konsep fisika yang diajar melalui model pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori sangat tinggi, (4) penguasaan konsep fisika yang diajar melalui pembelajaran model discovery learning peserta diidk berada pada kategori tinggi, (5) minat belajar peserta didik dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning dan, (6) penguasaan konsep fisika peserta didik dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning. Kata Kunci: hasil belajar, minat, pembelajaran berbasis masala

    STUDI TENTANG PENGARUH NANOPARTIKEL ZNO (SENG OKSIDA) TERHADAP KUAT TEKAN GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR METAKAOLIN

    Get PDF
    Abstract: Study on The Effecf of ZnO (Zinc Oxide) Nanoparticles toward Compressive Strength of Geopolymer Based Metakaolin. This study review the effect ZnO nanoparticles of compressive strength geopolymer-based metakaolin. ZnO used were obtained from the synthesis of ZnSO4 nanoparticles with molarity NaOH 0.3M. The purpuse this research is to study the effect of the addition ZnO mass of 0%, 2.5%, 5%, 7.5% of the compressive strength of geopolymer composites. Geopolymer synthesized from metakaolin ash with alkali activation method ((NaOH + H2O + Na2O.3SiO2)) in curing temperature of 70ºC for 1 hour. The resulting cylindrical sample with a height and diameter each 5 cm and 2.5 cm. SEM image of the fourth geopolymer samples show that the sample in the addition of 7.5% ZnO showed that the matrix of metakaolin binds well to ZnO. XRD measurement results show an increase in the crystal pattern of geopolymer structure with the addition of ZnO mass. Compressive strength testing is done after the sample aged 7 days. Based on the results of compressive strength testing of the highest maximum value is obtained on a sample of ZnO 0% (without the addition of ZnO) in the amount of 21.9 MPa.Keywords: ZnO, metakaolin, geopolimer, scanning electron microscopy (SEM), X-Ray Diffraction (XRD)Abstrak: Studi Tentang Pengaruh Nanopartikel ZnO (Seng Oksida) Terhadap Kuat Tekan Geopolimer Berbahan Dasar Metakaolin. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh nanopartikel ZnO terhadap kuat tekan geopolimer berbahan dasar metakaolin. ZnO yang digunakan diperoleh dari sintesis nanopartikel ZnSO4 dengan molaritas NaOH 0.3M. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh penambahan massa ZnO sebesar 0%, 2.5%, 5%, 7.5% terhadap kuat tekan  komposit geopolimer. Material geopolimer disintesis dengan metode aktivasi alkali ((NaOH + H2O + Na2O.3SiO2 )) , kemudian di curing pada suhu 70ºC selama 1 jam. Sampel yang dihasilkan berbentuk  silinder dengan ukuran tinggi dan diameter masing – masing 5 cm dan 2,5 cm. Citra SEM memperlihatkan bahwa sampel pada penambahan ZnO sebesar 7.5% menunjukkan bahwa metakaolin berikatan dengan baik terhadap ZnO. Hasil pengukuran dengan XRD menunjukkan bahwa dengan penambahan massa ZnO pola kristal pada struktur geopolimer meningkat. Pengujian kuat tekan dilakukan setelah sampel berusia 7 hari. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan nilai maksimum tertinggi didapatkan pada sampel  ZnO 0% (tanpa penambahan ZnO) yaitu sebesar 21,9 MPa.Kata Kunci:  ZnO, metakaolin, geopolimer, scanning electron microscopy (SEM), X-Ray Diffraction (XRD

    PENGARUH METODE PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 8 MAKASSAR

    Get PDF
    This type of research is quasi experiment involving two groups. The two groups are the group taught with  method of learning Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) and the group taught with conventional learning methods. This research aims to determine: (1) the problem solving ability of physics on students of SMAN 8 Makassar who are taught using conventional learning methods, (2) the problem solving ability of physics on students of SMAN 8 Makassar who are taught using TAPPS learning methods, (3) The effect of TAPPS learning methods on physics problem solving ability of physics on students of SMAN 8 Makassar. The subject of this research is the students of class XI SMAN 8 Makassar. Data was collected by using observation sheet for learner activity and problem-solving tests. Collected Data were analyzed by descriptive statistics and inferential techniques. The result of descriptive statistics analysis before treatment shows that the problem solving ability of physics in experiment class and control class was in very low category with an average score of 32,24 and 22,73. But after being given the treatment, the problem solving ability of physics in experiment class was in high category with an average score of 84,51 while to control class in medium category with an average score of 74,85. Results of the inferential statistics analysis showed that the value of tcount > ttable. This meant that there was a significant difference between average score on problem-solving ability of physics of students who are taught using TAPPS learning method and students who are taught using conventional learning. Thus, it was concluded that there was the effect of TAPPS learning methods toward students’ problem solving ability.Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen yang melibatkan dua kelompok yaitu kelompok yang diajar dengan metode pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik Kelas XI yang diajar menggunakan metode pembelajaran konvensional, (2) Kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik Kelas XI yang diajar dengan metode pembelajaran TAPPS, (3) Perbedaan skor kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik SMAN 8 Makassar Kelas XI yang diajar dengan metode pembelajaran TAPPS dengan yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMAN 8 Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas peserta didik dan tes pemecahan masalah. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik statistika deskriptif dan inferensial. Hasil analisis statistik deskriptif sebelum diberikan perlakuan menunjukkan kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam kategori sangat rendah dengan skor rata-rata 32,24 dan 22,73. Adapun setelah diberikan perlakuan, kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik kelas eksperimen berada dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 84,51 sedangkan pada kelas kontrol kemampuan pemecahan masalah peserta didik berada dalam kategori sedang dengan skor rata-rata 74,85. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan nilai thitung > ttabel. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor rata-rata kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik yang diajar menggunakan metode pembelajaran TAPPS dengan yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik.Kata Kunci:  metode pembelajaran thinking aloud pair problem solving (TAPPS), pembelajaran konvensional, pemecahan masalah fisik

    KOMPARASI PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR DENGAN UMPAN BALIK TERKOREKSI DAN TANPA TERKOREKSI PADA PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 RANTEPAO

    Get PDF
    The Comparison between Giving Structured Assignment with Emendation Feedback and Giving Structured Assignment without Emendation Feedback in Physics Teaching towards Motivation and Learing Outcome of Students of XI Grade IPA SMA Negeri 1 Rantepao. This research is true experiment research that aims to know comparation of giving structured assignment with emendation feedback and feedback without emendation towards motivation and result of physics learning of the student class XI IPA SMAN 1 Rantepao Toraja Utara Regency. The research design is Solomon four-group design adaptation. The independent variables of this research are structured assignment with emendation feedback methods and structured assignment with feedback without emendation methods, whereas the dependent variable are motivation and result of physics learning of the students in the subject matter of fluid. The population in this reasearch is all of students at 9 clasess of XI IPA SMAN 1 Rantepao in academic year 2013/2014, meanwhile the sample is class XI IPA2 as an experiment class with 32 students and class XI IPA3 as control class with 32 students. The data were analyzed by t-test. Based on analysis of inferential statistics, t-count for motivation of physics learning = 5,961 while t-count for result of physics learning = 11,694 with t-table = 1,99 were obtained at significance level α = 0,05. These result indicate t-count > t-table and it can be concluded that there were significant differences in the motivation and result of physics learning between students who taught by structured assignment with emendation feedback methods and who taught by structured assignment with feedback without emendation methods. Abstrak: Komparasi Pemberian Tugas Terstruktur dengan Umpan Balik Terkoreksi dan Tanpa Terkoreksi pada Pembelajaran Fisika terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Rantepao. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sesungguhnya yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian tugas terstruktur dengan umpan balik terkoreksi dan tanpa terkoreksi terhadap motivasi dan hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Rantepao Kabupaten Toraja Utara. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain empat kelompok Solomon adaptasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pemberian tugas terstruktur dengan umpan balik terkoreksi dan metode pemberian tugas terstruktur dengan umpan balik tanpa terkoreksi, sedangkan variabel terikatnya adalah motivasi dan hasil belajar fisika peserta didik pada materi fluida. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Rantepao tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 9 kelas, sedangkan sampelnya adalah kelas XI IPA2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 32 orang dan kelas XI IPA3  sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 32 orang. Data dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial, diperoleh thitung untuk motivasi belajar fisika = 5,961 sedangkan thitung untuk hasil belajar fisika = 11,694 dengan ttabel = 1,99 pada taraf nyata α = 0,05. Hasil ini menunjukkan thitung > ttabel dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar fisika yang signifikan antara peserta didik yang diajar dengan metode pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik terkoreksi dan  peserta didik yang diajar dengan metode pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik tanpa terkoreksi.Kata Kunci:  tugas terstruktur, umpan balik, motivasi, hasil belaja

    PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP PEMAHAMAN PROSEDURAL FISIKA PESERTA DIDIK SMAN 21 MAKASSAR

    Get PDF
    This study aimed to: (1) describe the physics procedural understanding of the students at SMAN 21 Makassar Academic Year 2013/2014 who taught by conventional teaching (2) describe the procedural understanding of the students at SMAN 21 Makassar Academic Year 2013/2014 who taught by experiment method (3) reveal a significant difference between  student’s procedural understanding taught by experiment methods and taught by conventional method in SMAN 21Makassar Academic Year 2013/2014. The type of research is a quasi experiment using a Static Group Comparison Design. The population in this research were students class X SMAN 21 Makassar and the sample taked directly. Data processing results of this study using descriptive statistical analysis technique to describe  student’s procedural understanding class X SMAN 21 Makassar and inferential statistical analysis technique to test the research hypothesis. Descriptive analysis showed that the average score of student’s procedural understanding  in physics  taught by conventional learning was 7.77 from 18 ,standard deviation was 2.78 and varians of 7.74. While the average score of student’s procedural understanding in physics  taught by  experiment’s method was  10.40 from 18, standard deviation was 2.97 and varians of 8.82 . Standard deviation and the varians of class experiment bigger than class control shown that conventional learning more effective than experiment method. Inferential statistical analysis technique consists of three tests , the normality test, homogeneity and hypothesis testing . Based on the test results of normality and homogeneity is obtained that the two samples are normally distributed and homogeneous, so to test the hypothesis using two tail t- test shown H0 is rejected and H1 is accepted . This indicates a significant difference of student’s procedural understanding as taught by experiment’s method and taught through conventional learning.Abstrak: Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Pemahaman Prosedural Fisika Peserta Didik SMAN 21 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan seberapa besar pemahaman prosedural fisika  peserta didik yang diajar secara konvensional di SMAN 21 Makassar Tahun Ajaran 2013/2014. (2) mendeskripsikan seberapa besar pemahaman prosedural fisika  peserta didik yang diajar melalui metode eksperimen di SMAN 21 Makassar Tahun Ajaran 2013/2014. (3) mengungkapkan ada tidaknya perbedaan yang signifikan  pemahaman prosedural fisika antara peserta didik yang diajar melalui metode eksperimen dan yang diajar secara konvensional di SMAN 21 Makassar Tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian adalah  Quasi Eksperiment   menggunakan Static Group Comparison Design. Populasi penelitian merupakan peserta didik kelas X SMAN 21 Makassar dimana sampel diambil secara langsung. Pengolahan data hasil penelitian menggunakan teknik analisis  deskriptif dan teknik analisis  inferensial untuk menggambarkan pemahaman prosedural fisika peserta didik kelas X SMAN 21Makassar. Hasil analisis deskriptif memperlihatkan bahwa skor rata-rata pemahaman prosedural fisika peserta didik yang diajar secara konvensional sebesar 7.77 dengan skor ideal 18, standar deviasinya sebesar 2.78 dan variansi 7.74. Sedangkan skor rata-rata pemahaman prosedural fisika peserta didik yang diajar dengan metode eksperimen sebesar 10.40 dengan skor ideal 18, standar deviasi sebesar 2.97 dan variansi 8.82. Standar deviasi serta variansi kelas eksperimen yang lebih besar dibanding kelas kontrol  menunjukkan bahwa pembelajaran secara konvensional lebih efektif daripada pembelajaran dengan metode eksperimen. Teknik analisis statistik inferensial terdiri dari tiga pengujian, yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas diperoleh bahwa kedua sampel berdistribusi normal dan homogen, sehingga untuk pengujian hipotesis digunakan uji-t dua pihak dan diperoleh hasil: H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman prosedural fisika  peserta didik setelah diajar melalui metode eksperimen dan diajar secara konvensional.Kata Kunci:  metode pembelajaran eksperimen, pemahaman prosedural, quasi-eksperime

    ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGERI DI KABUPATEN JENEPONTO

    Get PDF
    Abstract: Analysis Relationship Between Logic-Matematical Intelligence and Learning Outcome of Physics of XI Grade Student at SMA Negeri in Jeneponto Regency. This research was ex-post facto research which aims to know the level and the relationship between logical-mathematical intelligence and learning outcomes of physics. Population in this research was all of students of grade XI IPA of SMA Negeri in Regency of Jeneponto Year 2014/2015 consisting of 1182 students. The samples of this research were 270 respondents that were choosen by using Cluster Sampling Area. The instruments used in this research were test of logic-mathematical in the form of multiple choice amounts of 25 numbers and learning outcomes physics in the form of multiple choice amounts of 30 numbers that met validity criterias. Descriptive analysis showed that average scores of student logical-mathematical intelligence were in medium range (medium category) and the average score of the learning outcomes physics were alsoin medium range (medium category). The results of product moment correlation analysis with significant level a = 0,05 showed that there was positive and significant relationship between logical-matehematical intelligence and learning outcomes physics.Keywords:     logic-matemathics intelligence, physics learning outcomeAbstrak: Analisis Hubungan Antara Kecerdasan Logis-matematis Dengan Hasil belajar Fisika Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Negeri di Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan penelitian ex–post facto dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan logis-matematis dan hasil belajar fisika serta hubungan antar keduanya. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri di Kabupaten Jeneponto tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 1182 orang. Sampel penelitian diambil secara acak dengan teknik Cluster Sampling Area  sebanyak 270 responden (telah memenuhi kriteria sampel minimal). Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes kecerdasan logis-matematis dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 25 soal serta tes hasil belajar fisika dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 30 soal yang memenuhi kriteria valid. Hasil analisis deskriptif mengungkapkan bahwa rata-rata skor kecerdasan logis-matematis peserta didik berada dalam rentang sedang (kategori sedang) dan rata-rata skor hasil belajar fisika berada dalam rentang sedang (kategori sedang). Hasil analisis korelasi product moment pada taraf  nyata a = 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan logis-matematis dengan hasil belajar fisika peserta didik.Kata Kunci:  kecerdasan logis-matematis, hasil belajar fisik

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

    Get PDF
    The aim of this study was to increase learning outcomes of basic physics II course with the topic of static electric by implementing the direct model learning. The research subject was 34 university students. The research design was One Group Pretest-posttest design and use descriptive qualitative and quantitative of data analysis technique. This study was conducted in two phases; the first was the preparation as development of learning tools and the second was experiment in the classroom as implementation of learning package. The method of collecting data used three techniques; observation, test, and questionnaire. The results showed that (1) learning process was good in accordance with RPP, (2) the learning outcomes of students increase significantly, (3) the student responds to learning was in good category. Therefore, according to the findings above it could be concluded that the implementation of direct learning model is able to increase learning outcomes of the students in the basic physics II course. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika dasar II pokok bahasan listrik statis dengan mengimplemetasikan pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung. Subjek penelitian berjumlah 34 mahasiswa. Desain penelitian ini menggunakan One-Group pretest-postest design dengan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitaif. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap pertama persiapan berupa pengembangan perangkat pembelajaran dan tahap kedua adalah eksperimen di kelas berupa penerapan perangkat pembelajaran. Metode pengumpulan data menggunakan tiga teknik yaitu observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik sesuai dengan RPP, (2) peningkatan hasil belajar kognitif mahasiswa meningkat dengan berkategori tinggi, dan (3) respons mahasiswa terhadap pembelajaran berkategori baik. Berdasarkan hasil temuan di atas dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fisika dasar II. Kata Kunci:fisika dasar, hasil belajar, model pembelajaran langsun

    ANALISIS PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA DASAR MAHASISWA BERDASARKAN JALUR PENERIMAAN MAHASISWA DI JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

    Get PDF
    This study aims to (1) obtain description on learning achievement of students received through SNMPTN, SBMPTN and independent pathways in the Department of Physics, FMIPA UNM for Basic Physics course; (2) determine the differences in  Basic Physics learning achievement of students accepted through SNMPTN, SBMPTN and independent pathways at the Department of Physics, FMIPA UNM. This research was descriptive research. The population of this research as well as the sampel consist of 103 students from the Department of Physics FMIPA UNM year entry 2014. Datas used in this study were collected by using documentation techniques and then analyzed by using descriptive statistics and inferential statistics. Result of research analysis showed that the  learning achievement of Physics Department’s Students of UNM received in year 2014 through SBMPTN were averagely of 2.816 and dominated by students who have learning achievement with very satisfactory category; learning achievement of Physics Department’s  students of UNM received through SNMPTN were averagely 2.667 and dominated by students who have learning achievement with satisfactory and very satisfactory categories; Physics Department’s students of UNM received through independent way were averagely of 2.259 and dominated by students who have learning achievement with satisfactory category. Also, based on testing of hypothesis, it could be concluded that there were differences in learning achievement of Physics student at Physics Department of UNM entry year 2014 received through SNMPTN, SBMPTN and independent way for Basic Physics course.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran prestasi belajar Fisika Dasar mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan jalur mandiri pada Jurusan Fisika FMIPA UNM; (2) mengetahui perbedaan prestasi belajar Fisika Dasar mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan jalur mandiri pada Jurusan Fisika FMIPA UNM. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian sekaligus menjadi sampel penelitian sebanyak 103 mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UNM angkatan 2014. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi  dan analisis data digunakan statistic deskriptif dan statistic inferensial.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar fisika dasar mahasiswa Jurusan Fisika UNM angkatan 2014 yang diterima melalu jalur SBMPTN secara rata-rata adalah 2,816 dan didominasi oleh mahasiswa yang memiliki prestasi belajar dengan kategori sangat memuaskan;  prestasi belajar fisika dasar mahasiwa yang diterima melalu jalur SNMPTN secara rata-rata adalah 2,667 dan didominasi oleh mahasiswa yang memiliki prestasi belajar dengan kategori memuaskan dan sangat memuaskan;  prestasi belajar fisika dasar mahasiwa yang diterima melalu jalur mandiri secara rata-rata adalah 2,259 dan didominasi oleh mahasiswa yang memiliki prestasi belajar memuaskan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar fisika dasar mahasiwa Jurusan Fiska UNM angkatan 2014 yang diterima melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan jalur mandiri.Kata Kunci:  prestasi belajar, fisika dasar, jalur penerimaan mahasisw

    225

    full texts

    246

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇