Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
INTRUSI AIR LAUT PANTAI BAROMBONG MAKASSAR DENGAN METODE KONDUKTIVITAS LISTRIK
We reported the coastal sea water intrusion of Barombong Beach Makassar by using electrical conductivity method. The purpose of this study was to analyze the occurrence of intrusion of sea water wells along Barombong beach area of Makassar and identifying the citizen well water in terms of its physical properties. To determine the level of seawater intrusion in wells, it was been conducted the measurment of electrical conductivity (EC) of the water wells. Sample of well water took at home inhabitants of coastline that was 500m-1500m far. Based on the results of testing that was done on 15 samples taken from populations’ wells in Barombong, Tamalate District, it has been known that the intrusion of seawater has reached the area 3. In area 1, the water was brackish and even salty category, area 2 was in the category of slightly brackish water as well as in the region 3. From the analysis of the observation results it could be seen that conductivity was decreasing with the increasing of distant regions from the waterfront and vice versa, the value of conductivity was increasing when the distance was closer to the waterfront. The water quality, based on its physical condition, was of temperatures ranging from 29,5oC to 33,0oC and the degree of acidity (pH) of the entire sample was alkaline.Keywords : sea water intrusion, water wells, electrical conductivityTelah dilakukan penelitian mengenai Intrusi Air Laut Pantai Barombong Makassar dengan Metode konduktivitas listrik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis besar intrusi air laut sumur warga disepanjang kawasan Pantai Barombong Makassar dan mengidentifikasi air sumur warga ditinjau dari sifat fisiknya di kawasan Pantai Barombong Makassar. Untuk mengetahui tingkat intrusi air laut pada sumur gali, dilakukan pengukuran Daya Hantar Listrik (DHL) air sumur. Pengambilan sampel air sumur dirumah penduduk dari garis pantai yaitu berjarak 500m-1500m. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap 15 sampel yang diambil dari sumur-sumur penduduk di Pantai Barombong Kecamatan Tamalate diketahui bahwa intrusi air laut sudah mencapai wilayah 3. Pada wilayah 1 air berada dengan kategori payau bahkan asin, wilayah 2 dalam kategori air agak payau demikian halnya pada wilayah 3. Dari analisis pengamatan dapat dilihat nilai konduktivitas menurun seiring dengan semakin jauhnya daerah dari tepi pantai, dan sebaliknya nilai konduktivitas listrik membesar dan meningkat apabila jarak semakin dekat dari tepi pantai.Kualitas air berdasarkan keadaan fisiknya mempunyai nilai suhu berkisar antara 29,5oC - 33,0oC dan untuk derajat keasaman atau (pH) air dari keseluruhan sampel yaitu bersifat basa.Kata Kunci: intrusi air laut, air sumur, konduktivitas listri
ANALISIS KELEMBABAN UDARA DAN TEMPERATUR PERMUKAAN DANGKAL DENGAN MENGGUNAKAN HYGROMETER DAN THERMOCOUPLE DI
This study is to determine the distribution of air humidity and shallow surface temperatur by using hygrometer and thermocouple in Pincara Masamba District of Luwu Utara. Amount of datas were taken was of 50 data with interval distance betwee one point to another was 10 m. To measure humidity, hygrometer was used and for surface temperatur, it was used thermocouple with shallow of 80 cm-100 cm. The result of this study showed that the air humidity in Pincara Masamba District of Luwu Utara was distributed between 52% to 85% while for shallow surface temperature it was distributed between 210C to 540C. In this region, the highest temperatur value locate in the area of high topoghrapy which indicate the existence of gheotermal. It was proved by the appearance of a hot spring.
Keywords: geothermal, shallow surface temperature
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kelembaban udara dan temperatur permukaan dangkal dengan menggunakan Hygrometer dan Termocouple di daerah pincara kecamatan masamba kabupaten luwu utara. Data yang diambil sebanyak 50 data dengan jarak antara titik satu dengan titik yang lain ± 10 m. Untuk mengukur kelembaban udara digunakan alat hygrometer dan untuk mengukur temperatur permukaan dangkal menggunakan termocouple dengan kedalaman 80cm – 100cm . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembaban daerah pincara terdistribusi antara 52% sampai 85%, sedangkan untuk temperatur permukaan dangkalnya terdistribusi mulai dari 21 0C sampai 54 0C. pada daerah ini nilai temperatur paling tinggi berada pada daerah aliran bertopografi tinggi yang menjadi indikasi keberadaan panas bumi yang didukung dengan kenampakan panas bumi permukaan yaitu air panas.
Kata Kunci:panas bumi, temperatur permukaan dangka
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING MATERI GERAK UNTUK PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 1 BULUKUMBA
This study included research and development (research and development) based on guided discovery that aims to determine: (1) profile learning device physics-based guided discovery are valid, (2) an assessment practitioners / teachers to the learning device physics-based guided discovery have been developed, ( 3) the response of students to use learning device physics-based guided discovery have been developed, (4) how much the result of studying physics using guided discovery-based learning tools in class VII students of SMPN 1 Bulukumba the academic year 2015/2016. The result of the development of the learning device physics-based guided discovery material movement for students of class VII SMPN 1 Bulukumba that meet validity, practicality, and effectiveness, shows that (1) the process of software development model of R2D2 includes six phases, material analysis, requirements analysis, the structure of matter , prototypes, research, and testing. (2) Based on the results of validation experts, learning tools which have been developed are Subjects of Students (BAPD), Implementation Plan eLearning (RPP), Activity Sheet Students (LKPD), and test results for Learning (THB) has valid criteria, practical, and effective. (3) Keterlaksanaan learning device in the category entirely implemented, (4) Ratings RPP teachers to the average percentage of 96.00%, BAPD average percentage of 96.00%, LKPD average percentage of 90.00%, the learning process the average percentage of 97.50%, so overall are in good category (5) the response of students to the learning device generated 88.21% are in a very positive interpretation, (6) Analysis of the results of the completed study 28 and 4 participants students are not complete. The maximum score is of 100, a minimum score is of 63 with an average of 85. Based on the analysis of validity, practicality, and effectiveness of the above then the resulting device unfit for use.Keywords: guided-discovery, learning toolsPenelitian ini termasuk penelitian pengembangan (research and development) berbasis penemuan terbimbing yang bertujuan untuk mengetahui: (1)profil perangkat pembelajaran fisika berbasis penemuan terbimbing yang valid, (2)penilaian praktisi/guru terhadap perangkat pembelajaran fisika berbasis penemuan terbimbing yang telah dikembangkan, (3)respon peserta didik terhadap penggunaan perangkat pembelajaran fisika berbasis penemuan terbimbing yang telah dikembangkan, (4)seberapa besar hasil belajar fisika menggunakan perangkat pembelajaran berbasis penemuan terbimbing pada peserta didik kelas VII SMPN 1 Bulukumba tahun ajaran 2015/2016. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis penemuan terbimbing materi gerak untuk peserta didik kelas VII SMPN 1 Bulukumba yang memenuhi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan, menunjukkan bahwa (1)proses pengembangan perangkat model R2D2 meliputi enam tahap yaitu, analisis materi, analisis kebutuhan, struktur materi, prototipe, telaah, dan ujicoba. (2)Berdasarkan hasil validasi para ahli, perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan adalah Bahan Ajar Peserta Didik (BAPD), Rencana Pelaksanaan Pembelajatan (RPP), Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD), dan Tes Hasil Belajar (THB) telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. (3)Keterlaksanaan perangkat pembelajaran berada pada kategori terlaksana seluruhnya, (4) Penilaian guru terhadap RPP rata-rata persentase 96,00%, BAPD rata-rata persentase 96,00%, LKPD rata-rata persentase 90,00%, Proses pembelajaran rata-rata persentase 97,50% sehingga secara keseluruhan berada pada kategori baik, (5)Respon peserta didik terhadap perangkat pembelajaran yang dihasilkan 88,21% berada pada interpretasi sangat positif, (6)Analisis hasil belajar 28 orang tuntas dan 4 orang peserta didik tidak tuntas. Skor maksimum 100, skor minimum 63 dengan rata-rata 85. Berdasarkan hasil analisis kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan tersebut diatas maka perangkat yang dihasilkan layak untuk digunakan.Kata Kunci: penemuan terbimbing, pengembangan perangkat pembelajara
INTERPRETASI MODEL ANOMALI MAGNETIK AREA PANAS BUMI DAERAH X KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Research was conducted to determine the characteristics of the distribution of the magnetic anomaly area of geothermal area x Polewali Mandar and body modeling based on the value of magnetic susceptibility anomalies obtained. The total of 133 points measurement range are measured using Precision Proton Magnetometer (PPM) type Geotron G5 and Global Position System (GPS). Data acquisition process is done with the daily correction, correction IGRF, upward continuation and reduction to the pole. Interpretation of the data is done quantitatively and qualitatively, qualitative interpretation is done by analyzing the local anomaly that has been reduction to the poles while the quantitative interpretation is done by analyzing local anomaly that has been reduction to the poles and upward continuation with a height of 50 meters and modeled using Mag2dc. The results of qualitative interpretation, the characteristic distribution of the magnetic field anomalies anomaly varies from low, with a value of -650 nT to -50 nT, anomalies were 50 nT to 250 nT and high anomaly 300 nT to 550 nT. While the results of the quantitative interpretation of modeling slice AA', BB' and CC' shows the structure of the surface rocks are varied, obtained eight body anomalies based on the type of rock that are, calycap, tuffs, breccias, shale, basalt, breccia volcanic quarter, andesite lava and alteration. Rock breccias are fairly uniform, allegedly as rock fluid heated by heating rocks, so some rocks near by alterated up into the reservoir zone. While the tufa rock as rock cap rock (cover) from the hot water discharge.
Keywords: geothermal, magnetic anomaly, suceptibilty
Telah dilakukan penelitian untuk menentukan karakteristik sebaran anomali magnetik area panas bumi daerah x Kabupaten Polewali Mandar dan memodelkan body anomali berdasarkan nilai suseptibilitas magnetik yang didapatkan. Sebanyak 133 titik daerah pengukuran diukur dengan menggunakan Proton Precission Magnetometer (PPM) tipe Geotron G5 dan Global Position System (GPS). Proses akuisisi data dilakukan dengan koreksi harian, koreksi IGRF, kontinuasi ke atas dan reduksi ke kutub. Interpretasi data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif, interpretasi kualitatif dilakukan dengan menganalisis anomali lokal yang telah direduksi ke kutub sedangkan interpretasi kuantitatif dilakukan dengan menganalisis anomali lokal yang telah direduksi ke kutub dan kontinuasi ke atas dengan ketinggian 50 meter dan dimodelkan dengan menggunakan Mag2dc. Hasil interpretasi kualitatif, karakteristik sebaran anomali medan magnetik bervariasi mulai dari anomali rendah, dengan nilai -650 nT sampai -50 nT, anomali sedang 50 nT sampai 250 nT dan anomali tinggi 300 nT sampai 550 nT. Sedangkan hasil interpretasi kuantitatif pemodelan sayatan AA’, BB’ dan CC’ menunjukkan struktur batuan permukaan yang bervariasi, diperoleh delapan body anomali berdasarkan jenis batuan yaitu, caly cap (tanah liat), tufa, breksi vulkanik, shale (serpihan), basalt, breksi vulkanik kuarter, lava andesit dan alterasi. Batuan breksi vulkanik tersebut cukup seragam, diduga sebagai batuan fluida yang terpanaskan oleh batuan pemanas, sehingga beberapa batuan di dekatnya teralterasi hingga menjadi zona reservoir. Sedangkan batuan tufa sebagai batuan cap rock (penutup) dari tempat keluarnya air panas.
Kata Kunci:anomali magnetik, panas bumi, suseptibilita
PENGEMBANGAN LKM DAN MATERI AJAR TOPIK TEORI KINETIK GAS MATA KULIAH TERMODINAMIKA UNTUK MELATIHKAN PENALARAN PROPORSIONAL
This research is a development research that aims to obtain a student worksheets and teaching materials Kinetic Theory of Gases topics that can train proportional reasoning. The research was conducted in five stages through Wademan and McKenney research model with research subjects are student worksheets and teaching materials, while the object of research is the validity, practicality and effectiveness of teaching materials developed. The validation results obtained from two experts found that the student worksheets and teaching materials have a valid category. The results of tests on 20 students showed that the resulting product has been fulfilled the criteria of practical and effective. It can be concluded that the student worksheets and teaching materials developed for training proportional reasoning student using direct instruction model on the kinetic theory of gases have valid, practical and effective criteria.
Keywords: direct instruction, proportional reasoning, student worksheet, thermodynamics
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk memperoleh LKM dan Materi Ajar topik Teori Kinetik Gas yang dapat melatihkan penalaran proporsional mahasiswa. Penelitian dilaksanakan dalam lima tahap melalui model penelitian Wademan dan McKenney dengan subjek penelitian adalah bahan ajar yang meliputi LKM dan Materi Ajar sedangkan objek penelitian adalah validitas, kepraktisan dan keefektifan bahan ajar yang dikembangkan. Hasil validasi yang diperoleh dari dua orang ahli diperoleh bahwa LKM dan Materi Ajar yang dikembangan telah berkategori valid. Hasil uji coba pada 20 orang mahasiswa menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi kriteria praktis dan efektif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa LKM dan Materi Ajar yang dikembangkan untuk melatihkan penalaran proporsional dengan menggunakan model pengajaran langsung pada teori kinetik gas telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.
Kata Kunci: termodinamika, penalaran proporsional, pengajaran langsung, LK
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN PENALARAN FORMAL DAN MOTIVASI BELAJAR FISIKA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMPN 19 BULUKUMBA KABUPATEN BULUKUMBA
This study was an ex-post facto research aimed: (1) to obtain an empirical overview of formal reasoning ability of students, learning motivation and learning outcomes physics physics class VIII SMPN 19 Bulukumba, Bulukumba district. (2) to determine whether there is a significant relationship between formal reasoning abilities of students in the learning process to learning outcomes physics physics class VIII SMPN 19 Bulukumba, Bulukumba district. (3) to determine whether there is a significant relationship between motivation to learn physics student learning outcomes physics class VIII SMPN 19 Bulukumba, Bulukumba district. (4) to determine whether there is a significant correlation between the ability of formal reasoning in the learning process of physics motivation to learn physics class VIII SMPN 19 Bulukumba district Bulukumba and (5) to determine whether there is a significant correlation between the ability of formal reasoning in the learning process physics and motivation to learn physics student learning outcomes physics class VIII SMPN 19 Bulukumba, Bulukumba districts. The population in this study were students of class VIII SMPN 19 Bulukumba which consists of seven classes, namely class class VIIIA to VIIIG.Key words: learning outcome, formal reasoning, learning motivationPenelitian ini merupakan penelitian ex-post facto yang bertujuan;(1) Untuk mendapatkan gambaran empiris tentang kemampuan penalaran formal siswa, motivasi belajar fisika dan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMPN 19 Bulukumba kabupaten Bulukumba. (2) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara kemampuan penalaran formal siswa dalam proses pembelajaran fisika dengan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMPN 19 Bulukumba kabupaten Bulukumba. (3) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara motivasi belajar Fisika siswa dengan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMPN 19 Bulukumba kabupaten Bulukumba. (4) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara kemampuan penalaran formal siswa dalam proses pembelajaran fisika dengan motivasi belajar fisika siswa kelas VIII SMPN 19 Bulukumba kabupaten Bulukumba dan (5) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara kemampuan penalaran formal siswa dalam proses pembelajaran fisika dan motivasi belajar fisika siswa dengan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMPN 19 Bulukumba kabupaten Bulukumba secara bersama-sama.Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 19 Bulukumba yang terdiri dari 7 kelas yaitu kelas VIIIAsampai kelas VIIIG.Kata Kunci: hasil belajar, penalaran formal, motivasi belajar
STUDI KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL-SOAL FISIKA MENURUT LANGKAH PEMECAHAN MASALAH POLYA PADA PESERTA DIDIK XI IPA SMA NEGERI 1 BARAKA KABUPATEN ENREKANG
This research is a descriptive research that aims to obtain a description / level of ability on solving physics’ questions by Problem Solving of Polya steps. The population and the sample in this research were students of class XI IPA SMAN 1 Baraka Enrekang year 2015/2016 year that consist of 101 people. Instruments that used in this research is test of ability on solving physics’ questions by Problem Solving of Polya steps which have valid and reliable to use. Descriptive analysis shows that score of abilty on solving physics’ question by Problem Solving of Polya steps overall in the middle category by percentage of 44,70% and the score of abilitiy on solving physics’ questions by Problem Solving of Polya steps on each sub-indicators obtain indicator, " Understanding the problem " were in the very high category by percentage of 44,56%, the indicator " Devising a plan " were in the middle categories by percentage of 35,64%, and indicators " Carrying out the plan " were in the low category by percentage of 46,53%.
Keywords: problem solving of Polya, reliable, descriptive
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran/tingkat kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika menurut langkah pemecahan masalah Polya. Adapun populasi dan sekaligus menjadi sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1 Baraka Kabupaten Enrekang tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 101 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika menurut langkah pemecahan masalah Polya yang telah valid dan reliabel untuk digunakan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan skor kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika menurut langkah pemecahan masalah Polya secara keseluruhan berada pada kategori cukup dengan persentase sebesar 44,70% dan skor kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika menurut langkah pemecahan masalah Polya, pada setiap sub indikator diperoleh untuk indikator “memahami masalah” berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 44,56%, indikator “membuat rencana” berada pada kategori cukup dengan persentase sebesar 35,64%, dan indikator “melaksanakan rencana” berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 46,53%.
Kata Kunci:pemecahan masalah Polya, reliabel, deskripti
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MELALUI PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING PADA PESERTA DIDIK KELAS X-MIA 8 DI SMA NEGERI I SUNGGUMINASA
This research aims to enhance creative thinking skills of students of class X-MIA 8 SMA Negeri 1 Sungguminasa through guided inquiry learning. This type of research was classroom action research. Subjects in this study were students of class X-MIA 8 SMA Negeri I Sungguminasa, Gowa regency in 2015/2016 academic year, consisting of 49 students. The study results showed that (1) the learing activity of students through guided inquiry approach has increased from the first cycle of 32% (low category) to 72% (high category) in the second cycle, (2) the observation of the management of learning by teachers in the first cycle and Second one were in the range of 90% ≤NR ≤100%, thus categorized as very good category, (3) the average score of student worksheet (LKPD) increased from 3.3 at first cycle to 4.0 in the second cycle, (4) the average score of creative thinking skills of students has increased from 57.78 in the first cycle into 94.27 in the second cycle or an enhancement of 63.15%.Key words: guided inquiry approach, creative learning skillPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas X-MIA 8 SMA Negeri 1 Sungguminasa melalui pembelajaran inkuiri terbimbing. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X-MIA 8 SMA Negeri I Sungguminasa, Kabupaten Gowa tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 49 orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas pembelajaran peserta didik dengan pendekatan inkuiri terbimbing mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 32% (kategori rendah) menjadi 72% (kategori tinggi) pada siklus II, (2) hasil observasi pengelolaan pembelajaran oleh guru pada siklus I dan II berada pada rentang 90% , sehingga dikategorikan sangat baik, (3) skor rata-rata LKPD mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 3.3 menjadi 4.0 pada siklus II, (4) skor rata-rata keterampilan berpikir kreatif peserta didik mengalami peningkatan dari siklus pertama sebesar 57.78 menjadi 94.27 pada siklus II atau mengalami peningkatan sebesar 63.15%.Kata Kunci: Pendekatan inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kreatif
PEMBELAJARAN BERBASIS LEARNER AUTONOMY UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS
This study tried to give an alternative to teachers or educators a kind of instruction that gives their students the learning autonomy gradually, and also to improve the students’ Science Process Skill (SPS). The subject of this study is the second (2nd) semester students of Physics Education Study Program of FKIP ULM at the academic year of 2015/2016. This study was conducted in pretest and postest group design. The study result showed that the developed teaching materials were declared: (1) valid according to the expert judgment with good category, (2) practical based on the application of the lesson plan in classroom which beeing of very good category, and (3) effective based on the students’ Science Process Skill (SPS) giving the gain score of 0.77 which being of high category. Based on the finding of the research, it can be concluded that the developed teaching materials based on the learner autonomy levels were declared feasible to be used to improve Students’ Science Process Skill (SPS).Keyword: science process skill, learner autonomy, learningPenelitian ini mencoba memberikan alternatif pilihan kepada guru/dosen agar secara bertahap memberi otonomi kepada peserta didiknya dalam proses belajar mengajar, sekaligus untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa/mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester dua (2) program studi Pendidikan Fisika FKIP ULM tahun akademik 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pretest and postest group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan: (1) valid berdasarkan penilaian pakar yang kesemuanya berkategori baik, (2) praktis berdasarkan keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran yang berkategori sangat baik, (3) efektif berdasarkan perolehan gain score sebesar 0,77 yang berkategori tinggi. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis learner autonomy yang dikembangkan dinyatakan layak untuk meningkatkan keterampilan proses sains.Kata Kunci: keterampilan proses sains, learner autonomy, pembelajara
PENGARUH PENDEKATAN INDUKTIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 5 BULUKUMBA
The study aimed at (1) describing the abstract thinking ability of students taught by employing inductive approach, (2) describing the mastery of physics concept of students taught by employing conventional approach, (3) gaining information on the mastery of physics concept of students taught by employing inductive approach, (4) obtaining information on the mastery of physics concept of students taught by employing conventional approach, (5) analyzing whether abstract thinking ability of students taught by employing inductive approach is higher than the one taught by employing conventional approach, and (6) analyzing whether the mastery of physics concept of student taught by employing inductive approach is higher than the ones taught by employing conventional approach.The study employed experiment research with posttest-only-control-group design. The population of the study was all six classes of slass VII at SMPN 5 Bulukumba, consisted of 140 students. The sample was selected randomly and obtained class VII4 as the experiment class taught by employing inductive approach and class VII2 as the control class by employing conventional approach with each class consisted of 22 students.The result of the study revealed that (1) the abstract thinking ability of students in learning Physics taught by employing inductive approach was in fair category with the mean score 13,82, (2) the mastery of Physics concept of students in learning Physiscs taught by employing conventional approach was in fair category with the mean score 11,55, (3) the mastery of Physics concept of students taught by employing inductive approach was in the mean score 22,59, (4) the mastery of Physics concept of students taught by employing conventional approach was in far category with the mean score 16,68, (5) the abstract thinking ability of students in class VII at SMPN 5 Bulukumba taught by employing inductive approach is higher than the ones taught by employing conventional approach, and (6) the mastery of physics concept of students in class VII at SMPN 5 Bulukumba taught by employing inductive approach is higher than the ones taught by employing conventional approach.
Keywords: inductive approach, abstract thinking ability, mastery of physics concept
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemampuan berpikir abstrak peserta didik yang diajar dengan pendekatan induktif, (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir abstrak peserta didik yang diajar dengan pendekatan ilmiah, (3) mendeskripsikan penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan pendekatan induktif, (4) mendeskripsikan penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan pendekatan ilmiah, (5) menganalisis guna menentukan peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir abstrak lebih tinggi, dan (6) menganalisis guna menentukan peserta didik yang memiliki penguasaan konsep fisika lebih tinggi. Jenis penelitian adalah penelitan eksperimen dengan posttest only control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen yang diajar dengan pendekatan induktif dan kelas kontrol dengan pendekatan ilmiah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 5 Bulukumba, terdiri dari enam kelas dengan jumlah keseluruhan peserta didik 140 orang, sedangkan sampel diambil dengan teknik pengacakan kelas sehingga terpilih Kelas VII4 sebagai kelas eksperimen dan Kelas VII2 sebagai kelas kontrol yang masing-masing terdiri dari 22 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan berpikir abstrak peserta didik dalam pembelajaran fisika melalui pendekatan induktif berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 13,82, (2) kemampuan berpikir abstrak peserta didik dalam pembelajaran fisika melalui pendekatan ilmiah berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 11,55, (3) penguasaan konsep fisika peserta didik melalui pendekatan induktif berada pada kategori dengan skor rata-rata 22,59, (4) penguasaan konsep fisika peserta didik melalui pendekatan ilmiah berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 16,68, (5) kemampuan berpikir abstrak peserta didik kelas VII SMP Negeri 5 Bulukumba dengan pendekatan induktif lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar dengan pendekatan ilmiah, dan (6) penguasaan konsep fisika peserta didik kelas VII SMP Negeri 5 Bulukumba dengan pendekatan induktif lebih tinggi daripada yang diajar dengan pendekatan ilmiah.
Kata Kunci:Pendekatan induktif, kemampuan berpikir abstrak, dan penguasaan konsep fisik