Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DI SMP NEGERI AIR LESING
Permasalahan dalam penelitian ini adalah Adakah perbedaan hasil belajar fisika menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Di SMP Negeri Air Lesing. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Populasinya yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri Air Lesing. Pada penelitian ini seluruh populasi dijadikan sebagai sampel, sehingga penelitian ini merupakan penelitian sampel dengan kelas VIII. 1 sebagai kelas ekperimen I dan VIII. 2 sebagai kelas eksperimen II. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes yang terdiri dari 7 soal essay. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji-t adalah thitung = 2,104 dan ttabel = 2,021. dengan kriteria thitung> ttabel, maka H0 ditolak Ha diterima. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima kebenarannya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya dapat disimpulkan bahwa Ada perbedaan hasil belajar fisika menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Di SMP Negeri Air Lesing tahun pelajaran 2013/2014
KETERAMPILAN PROSES SAINS FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGERI 8 MAROS
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan desain survey yang bertujuan untuk mengetahui gambaran keterampilan proses sains peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 8 Maros pada materi kesetimbangan benda tegar dan dinamika rotasi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 8 Maros yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah peserta didik 60 orang, yaitu XI IPA 1 sebanyak 34 orang dan XI IPA 2 sebanyak 26 orang. Data dianalisis secara statistik deskriptif, dimana diperoleh hasil pada indikator berhipotesis dan menginterpretasi data, dominan berada pada kategori sangat tinggi. Untuk indikator berkomunikasi, menggunakan alat dan bahan, dominan berada pada kategori tinggi, sedangkan untuk indikator menerapkan konsep, mengajukan pertanyaan, dan merencanakan percobaan, dominan berada pada kategori rendah. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh bahwa tingkat keterampilan proses sains fisika pada kelas XI IPA SMAN 8 Maros berada pada kategori sedang. Faktor yang menyebabkan keterampilan proses sains peserta didik masih dalam kategori sedang yaitu proses pembelajaran fisika di kelas yang masih kurang optimal dalam menggunakan K13. Dari hal ini, terlihat bahwa pembelajaran fisika masih belum mengintegrasikan salah satu hakikat fisika itu sendiri, yaitu fisika sebagai proses melalui keterampilan proses sain
PERSEPSI SISWA TENTANG MEDIA PEMBELAJARAN POWER POINT DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MIA 2 SMA NEGERI 9 MAKASSAR
Persepsi merupakan suatu pandangan yang muncul pada seseorang terhadap suatu objek atau peristiwa setelah ia mengamatinya. Peneltian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persepsi siswa tentang media pembelajaran power point dalam pembelajaran fisika pada peserta didik kelas XI MIA 2 di SMA Negeri 9 Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIA 2 SMA Negeri Negeri 9 Makassar yang berjumlah 26 peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode deskriptif, data-data kuantitaf dalam penelitian ini didapatkan dengan cara penilaian lembar angket dengan menggunakan rumus persentase angket. Hasil penelitian pada persepsi siswa tentang media pembelajaran interaktif melalui power point terhadap pembelajaran fisika dikelas XI MIA 2 SMA Negeri 9 Makassar secara keseluruhan adalah 73, 4 % sehingga dapat dikategorikan dalam kategori baik
ANALISIS MINERAL PEMBENTUK FACIES GUA SALUKANG KALLANG KAWASAN KARST TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG MAROS
Research has been done for the purpose of describing the characteristics of the Kallang Salukang Cave and analyzing the mineral content of cave caridoid that include a sample of cave ornaments such as stalactites, stalactites, lime, sand and soil done in Laboratory of Microstructure of FMIPA UNM using X-Ray Diffraction (XRD) method. From the results of the research in which the characteristics of the Salukang Kallang Cave can be found flora, fauna, and is a cave that is still active characterized by the presence of water seepage in cave ornaments and the existence of a low-temperature underground river that is 26o C and high humidity up to 96.1% with light varying equal to 0 characterized by the existence of moss plants. And the temperature for the outside of the cave is 28o C, with a humidity of 94.8% and the maximum light varying 127 lux. And the results of the analysis of the mineral content of cave ornaments with the method X-Ray Diffraction (XRD) namely a sample stalactites, stalagmite, lime in caves and outer limestone caves containing calcite (CaCO3) of 100%, the dominant sand containing SiO2 of 93% and land Contains SiO2 of 47%
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL FISIKA KELAS X MIA SMA NEGERI 3 SOPPENG
Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif deskriptif menggunakan desain Survey yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep fisika peserta didik kelas X MIA SMA Negeri 3 Soppeng pada materi getaran harmonis. Subjek penelitian adalah kelas X MIA 3 sebanyak 21 siswa dan kelas X MIA 4 sebanyak 19 siswa di SMAN 3 Soppeng. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes pemahaman konsep berupa post tes dalam bentuk pilihan ganda. Data dianalisis secara statistik deskriptif, diperoleh persentase pemahaman konsep setiap indikator secara berturut-turut adalah menafsirkan 75%, mencontohkan 73%, mengklasifikasikan 26%, membandingkan 14%, dan menjelaskan 61%. Berdasrkan hal ini dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep fisika kelas X MIA SMA Negeri 3 Soppeng yang paling dominan adalah indikator menafsirkan dan berada pada kategori tinggi sedangkan yang sangat tidak dominan adalah indikator membandingkan dan berada pada kategori sangat rendah. Faktor yang menyebabkan pemahaman konsep peserta didik rendah yaitu, kurangnya minat dan motivasi peserta didik untuk mengulang materi yang telah dipelajari, terbiasa belajar dengan menghafal rumus, belum mampu memanipulasi persamaan yang mengandung tiga variabel dan kurang teliti dalam memahami soal
ANALISIS BELAJAR MANDIRI MAHASISWA MELALUI TUGAS TERSTRUKTUR TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH APLIKASI KOMPUTER (ANALISIS PENERAPAN KKNI DAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER)
Berdasarkan hasil analisis capaian pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah aplikasi komputer sesuai hasil revitalisasi kurikulum, ditemukan ketidaksesuaian materi ajar serta tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh mahasiswa sesuai dengan sitematika yang dituliskan dalam RPS. Terlihat pula hasil evaluasi pembelajaran yang belum maksimal, proses pembelajaran yang tidak interaktif, serta tidak terlihat kreativitas mahasiswa dalam proses pembelajaran. Pembelajaran sebagai sebuah proses pendidikan selalu mengupayakan terciptanya pembelajaran yang bersifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa. Salah satu upaya mewujudkan hal tersebut adalah memberikan kesempatan belajar mandiri dengan tugas terstruktur.
Dari hasil analisis data penelitian, ditunjukkan bahwa pada saat diterapkan metode pembelajaran pertama, yaitu pembelajaran yang diawali dengan pemberian kajian teoritis dalam bentuk tatap muka, kemudian pemberian tugas terstruktur, mahasiswa melaksanakan pembelajaran mandiri, mengerjakan tugas, melakukan kegiatan praktik pada pertemuan selanjutnya, dan diakhiri dengan kajian teori untuk pertemuan selanjutnya. Adapun perlakuan berbeda dilakukan dengan menerapkan metode pembelajaran kedua, yaitu mengawali pembelajaran dengan pemberian kajian teoritis, melakukan kegiatan praktik, pemberian tugas, belajar mandiri, dan mengerjakan tugas. Perbedaan penerapan metode pembelajaran tersebut memperlihatkan perbedaan perolehan skor rata-rata, dimana mahasiswa yang melaksanakan metode pembelajaran pertama memperoleh skor rata-rata sebesar 70,15 dan mahasiswa yang melaksanakan metode pembelajaran kedua memperoleh skor rata-rata sebesar 60,05. Penelitian ini menghasilkan luaran berupa prototipe metode pembelajaran tugas terstruktur yang menjamin terlaksananya pembelajaran efektif dan efisien dalam kelas, baik pada saat mahasiswa melaksanakan pembelajaran secara mandiri maupun berkelompok yang dapat menjadi tolok ukur capaian pembelajaran yang telah ditetapkan sesuai dengan RPS
POTENSI LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN FLY ASH BETON GEOPOLIMER BERPORI SEBAGAI BAHAN BAHU JALAN
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sifat beton geopolimer berpori yang ditinjau dari porositas, permeabilitas air dan kuat tekan beton mampu diaplikasikan pada kontruksi bahu jalan. Beton geopolimer berpori disintesis dengan metode aktivasi alkali menggunakan bahan dasar fly ash dan ditambahkan agregat kasar kerikil kecil yang dimanipulasi dengan perbandingan tertentu yaitu 30%, 45% dan 60% dari massa fly ash, serta ditambahkan agregat halus bubuk aluminium sebagai pembentuk pori pada beton geopolimer. Pasta geopolimer dicetak dengan ukuran bata beton tipe R (tipe persegi panjang) kemudian di-curing pada suhu 70oC selama 4 jam. Dilakukan pengujian porositas, permeabilitas air, dan kuat tekan setelah sampel berumur 28 hari. Beton dengan agregat kerikil 30%, 45% dan 60% secara berurutan memiliki persentase porositas sebesar 18,87%, 18,16% dan 17,82%, nilai koefisien permeabilitas yaitu sebesar 10,3 x 10-4 cm/det, 8,4 x 10-4 cm/det dan 8,1 x 10-4 cm/det dan memiliki kuat tekan sebesar 446,08 kN/m2, 566,20 kN/m2 dan 569,36 kN/m2. Semakin besar penambahan agregat kerikil dalam beton geopolimer berpori maka persentase porositas dan koefisien permeabilita
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK SMA NEGERI 2 PALOPO
Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik dalam fisika SMA Negeri 2 Palopo. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode demonstrasi sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan proses sains fisika. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 SMAN 2 Palopo yang terdiri dari 27 siswa. Data penelitian ini diperoleh dengan tes keterampilan proses sains pada materi getaran harmonik sederhana untuk pretest dan post test. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan uji N-Gain. Berdasarkan analisis statistik inferensial, skor rata-rata untuk pretest 27 siswa adalah 2,70 dan skor rata-rata untuk post test 27 siswa adalah 16,74. Kemudian hasil analisis dengan uji N-Gain diperoleh peningkatan keterampilan proses sains dalam fisika siswa dalam mengamati dan menafsirkan aspek 0,9 dalam kategori tinggi. Maka disimpulkan bahwa metode demografi dapat meningkatkan keterampilan proses sains fisika dalam aspek mengamati dan menafsirkan siswa di kelas X IPA 2 SMAN 2 Palopo
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 10 MAKASSAR
Skripsi Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Abdul Haris dan M. Agus Martawijaya). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain Wawancara yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan Berpikir Divergen peserta didik dalam memecahkan masalah-masalah fisika. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 10 Makassar pada kelas XI MIA 1 semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Sampel penelitian berjumlah 15 orang peserta didik yang bersedia diwanwancarai dengan memberi masalah fisika yakni menghilangkan embun dalam jam tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari peserta didik menjawab beberapa cara dalam menghilangkan embun dalam jam tangan
PENGARUH WAKTU BALL-MILLING LATERITE GOWA TERHADAP SIFAT MEKANIK GEOPOLIMER
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu milling terhadap ukuran butir laterite Kabupaten Gowa. Variasi waktu milling yang digunakan adalah 5 jam, 10 jam, dan 15 jam. Sintesis pasta geopolimer dilakukan dengan metode aktivasi alkali, kemudian dicuring pada suhu 100°C selama 2 jam. Pasta geopolimer yang disintesis sebanyak 3 sampel (5 jam, 10 jam, 15 jam). Analisis Kuat Tekan menunjukkan kekuatan tekan yang paling tinggi berurutan dari 10 jam sebesar 19,48 MPa, 15 jam sebesar 14,96 MPa dan 5 jam sebesar 12,03 MPa. Hasil XRD menunjukkan ukuran Kristal terkecil ada pada waktu milling 15 jam sebesar 7.30 nm. Struktur mikro menunjukkan kualitas sampel terbaik pada waktu milling 15 jam