Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
919 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAMPAK KENAIKAN BBM TERHADAP TARIF ANGKUTAN UMUM ANTAR KOTA RUTE PONTIANAK-PUTUSSIBAU
ABSTRAKPenentuan besaran tarif angkutan membutuhkan kebijakan sebab harus dapat menjembatani kepentingan penumpang selaku konsumen dan pengelola angkutan umum. Angkutan umum bus Damri merupakan salah satu angkutan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) yang melayani keberangkatan antar kota dan provinsi maupun antar negara. Pada pembahasan ini akan menganalisis bus Damri sebagai angkutan antar kota dalam provinsi. Data-data untuk mengetahui besarnya tarif angkutan bus Damri diperoleh dengan cara mendatangi instansi terkait, kemudian data dianalisis dan analisis data untuk mengetahui besarnya tarif digunakan metode Biaya Operaional Kendaraan (BOK) yang dikeluarkan oleh Damri. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 31 Mei sampai dengan tanggal 18 Juli 2023. Hasil analisis data menunjukan tarif sebelum kenaikan BBM yaitu pada harga Rp. 5.150 menyebabkan harga tarif angkutan bus Damri Rp. 339.895,75. Sedangkan setelah mengalami kenaikan yaitu pada harga Rp. 6.800 tarif menjadi Rp. 340.000,98. Jadi dapat disimpulkan bahwa kenaikan BBM sebesar Rp. 1.650 menyebabkan kenaikan tarif Rp. 105,23 atau 0,03095%. Sedangkan tarif di lapangan sebelum terjadinya kenaikan BBM Rp. 300.000 dan setelah terjadinmya kenaikan maka tarif menjadi Rp. 340.000 atau mengalami kenaikan 13,33% untuk per penumpang.Kata Kunci : Dampak Kenaikan BBM Terhadap Tarif Angkutan Umum Bus DamriABSTRACTDetermining the amount of transportation fares requires policy because it must be able to bridge the interests of passengers as consumers and managers of public transportation. Damri bus public transportation is one of the inter-city bus transportation within provinces (AKDP) which serves departures between cities, provinces and between countries. In this discussion we will analyze the Damri bus as inter-city transportation within the province. The data to find out the fare for Damri's bus transportation was obtained by visiting the relevant agency, then the data was analyzed and the data analysis to find out the fare used the Vehicle Operational Cost (BOK) method issued by Damri. This research was conducted from May 31 to July 18 2023. The results of data analysis show that the tariff before the fuel increase was IDR. 5,150 causing the price of the Damri bus transportation fare to Rp. 339,895.75. Meanwhile, after experiencing an increase in the price of Rp. 6,800 tariff becomes Rp. 340,000.98. So it can be concluded that the fuel increase is IDR. 1,650 causes a tariff increase of Rp. 105.23 or 0.03095%. Meanwhile, the tariff in the field before the fuel increase occurred was Rp. 300,000 and after the increase occurs the rate will become Rp. 340,000 or an increase of 13,33% per passenger. Keywords : Impact of fuel increases on Damri bus public transport fare
Perhitungan Struktur Bangunan Gedung Kantor di Kabupaten Mempawah
Standar-standar dalam konstruksi bangunan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sehingga dalam merencanakan konstruksi bangunan perlu mengikuti standar yang terbaru sesuai peraturan. Berdasarkan standar yang terbaru, wilayah Kabupaten Mempawah termasuk dalam zona gempa, sehingga gaya akibat gempa perlu dipertimbangkan dalam merancang struktur bangunan agar tidak terjadi kegagalan struktur yang merugikan. Sehingga diputuskan akan dilakukan perancangan struktur Bangunan Gedung Kantor di Kabupaten Mempawah menggunakan material utama beton bertulang dan akan dirancang elemen berupa balok, kolom, pelat, joint, dan fondasi. Digunakan program analisa struktur dalam analisa dan ukuran elemen-elemen yang digunakan adalah 110 mm untuk ketebalan pelat lantai; 300/600 mm untuk balok induk; 250/500 mm dan 300/500 mm untuk balok anak; 500/500 untuk kolom; serta pile cap fondasi tiang pancang F1 1000/1800/600 dan F2 1800/1800/600. Untuk tulangan pelat lantai pada lantai 1-8 digunakan wiremesh M8-100 mm dan untuk tulangan pelat lantai pada atap digunakan wiremesh M8-200 mm. Untuk tulangan balok digunakan tulangan longitudinal D16 mm dan tulangan tranversal ∅10. Untuk tulangan kolom digunakan tulangan longitudinal 16D19 mm dan tulangan tranversal ukuran ∅10. Untuk tulangan yang digunakan pada hubungan balok kolom (HBK) digunakan tulangan tranversal 3∅10-50 mm. Untuk tulangan pile cap fondasi digunakan tulangan lentur D25 mm. Struktur banngunan ini masuk kategori KDS C. Dengan demikian digunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Perancangan mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI)
PERANCANGAN BENTANG TENGAH JEMBATAN LANDAK II MENGGUNAKAN TIPE THROUGH ARCH
Studi ini membahas mengenai perancangan bentang tengah Jembatan Landak II menggunakan pelengkung baja tipe through arch. Penulisan menggunakan metode studi pustaka dan bantuan program analisis struktur yang mengacu pada SNI-1725-2016, RSNI T-03-2005, dan RSNI T-12-2004. Struktur utama menggunakan mutu SM490 dan mutu baut A325. Perhitungan struktur utama jembatan menggunakan metode LFRD. Tinggi busur pelengkung dirancang seperenam dari panjang bentang jembatan. Material beton menggunakan mutu fc’ 35 MPa dan diperlukan sebanyak 126 m3. Pipa sandaran (railing) menggunakan CHS 101,6×5,0 dengan mutu BJ37. Gelagar memanjang menggunakan WF 500×200×10×16 dengan panjang 5 m dan jarak 1,1 m. Gelagar melintang menggunakan WF 912×302×18×34 dengan panjang 9 m dan jarak 5 m. Dimensi untuk batang rangka jembatan disesuaikan dengan gaya batang sehingga lebih ekonomis. Batang busur atas, busur bawah, dan batang horizontal menggunakan WF 428×402×20×35. Batang diagonal dan batang vertikal menggunakan WF 390×300×10×16. Batang penggantung menggunakan WF 396×199×7×11. Batang ikatan angin atas menggunakan WF 208×202×10×16. Batang ikatan angin bawah menggunakan WF 200×200×8×12. Perletakan menggunakan elastomer berlapis baja ukuran 700×700. Berdasarkan perhitungan, perancangan sudah memenuhi persyaratan kekuatan.Kata kunci: jembatan pelengkung baja, struktur atas jembatan, through arc
ANALISIS KEBUTUHAN PARKIR DI KAWASAN BUNDARAN RADEN TEMENGGUNG SETIA PAHLAWAN KABUPATEN MELAWI
Berangkat merupakan salah satu bagian atau pandangan yang tidak terpisahkan dalam kebutuhan kerangka transportasi, pada dasarnya berangkat untuk keperluan umum, mula-mula bekerja untuk melayani sesuai kemampuannya, khususnya berangkat di mana banyak kendaraan keluar masuk di jalan Raden Temenggung Setia Pahlawan Lalu Lintas. Circle Region, Rezim Melawi. Data primer yang digunakan dikumpulkan selama dua hari Sabtu dan Minggu antara pukul 15 dan 22 WIB. Sabtu untuk 48 mobil dan 354 sepeda motor. Minggu. 39 mobil dan 227 sepeda motor Panjang kendaraan bermesin 02,03 per jam.menit kendaraan kendaraan jangka waktu kendaraan adalah 02.17 per jam.menit. 315,5 sepeda motor dan 35 mobil merupakan volume rata-rata sepeda motor. Indeks parkir maksimum sepeda motor di area A pada hari Sabtu adalah 14,16 persen, sedangkan indeks parkir maksimum mobil adalah 5,09 persen. Distrik A Minggu untuk kapal penjelajah 22,42% untuk kendaraan 3,64%. Indeks parkir maksimum sepeda motor di area B pada hari Sabtu sebesar 26,92 persen; untuk mobil sebesar 4,00%; dan untuk sepeda motor di area B pada hari Minggu sebesar 29,49 persen, sedangkan untuk mobil sebesar 4,00%. Menghentikan Turn Over Rate. Lalu lintas hari Sabtu di Wilayah A adalah 0,19 kendaraan/SRP/jam. 0,33 kendaraan/SRP/jam adalah mobil. Area B Sabtu untuk Kendaraan Bermesin 0,23 kendaraan/SRP/jam. 0,4 kendaraan per jam SRP. Kebutuhan berangkat dapat diakses 62 SRP untuk sepeda dan 9 SRP kendaraan dengan luas 882 m2
PERENCANAAN BUNDARAN PADA PERSIMPANGAN JL. AMPERA – JL. DANAU SENTARUM – JL. KARYA SOSIAL KOTA PONTIANAK MENGGUNAKAN MKJI 1997 DAN VISSIM
Permasalahan lalu lintas yang terjadi diakibatkan volume kendaraan yang kian terus bertambah pada daerah persimpangan Jl. Ampera – Jl. Danau Sentarum – Jl. Karya Sosial hingga mengakibatkan . Tidak kesesuaian dengan geometrik jalan yang seharusnya juga menyebabkan terjadinya kemacetan di ruas jalan tersebut, kendaraan-kendaraan yang padat tidak sebanding dengan luas Jl. Karya Sosial. Sehingga, direncanakan bundaran pada persimpangan tersebut yang bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui kinerja simpang dan merencanakan bundaran sebagai solusi perbaikan pada persimpangan. Analisis perhitungan dilakukan berdasarakan metode manual MKJI 1997 dan VISSIM. Analisis kinerja dilakukan pada persimpangan kondisi eksisting, perencanaan bundaran kondisi eksisting dan masa proyeksi 5 tahun. Diperoleh hasil analisis kinerja untuk persimpangan kondisi eksisting DS = 1,214 dengan LOS F, perencanaan bundaran kondisi eksisting dengan DS = 0,586 dengan LOS C, dan perencanaan bundaran kondisi proyeksi 5 tahun (2027) diperoleh DS = 0,842 dengan LOS D. Untuk hasil simulasi VISSIM simpang tak bersinyal kondisi eksisiting didapat hasil tundaan persimpangan = 60,65 detik dengan LOS F, perencanaan bundaran pada kondisi eksisting dihasilkan tundaan persimpangan = 16,68 detik dengan LOS C, serta perencanaan bundaran pada kondisi proyeksi 5 tahun yang akan datang didapat hasil tundaan bundaran 23,20 detik dengan LOS C
ANALISIS KINERJA JARINGAN JALAN IMAM BONJOL – ADISUCIPTO DAN JALAN TANJUNG RAYA II TERHADAP RENCANA BEROPERASINYA JEMBATAN PARALEL KAPUAS 1 DI KOTA PONTIANAK
Aktivitas lalu lintas pada Jalan Imam Bonjol, Jalan Adisucipto dan Jalan Tanjung Raya II sering terjadi kemacetan. Berdasarkan masalah tersebut Pemerintah Kota Pontianak dalam RTWT Tahun 2013-2033 merencanakan pembangunan Jembatan Paralel Kapuas 1 untuk mengatasi masalah kemacetan yang terjadi. Analisis kinerja jaringan jalan Imam Bonjol – Adisucipto dan jalan Tanjung Raya II dilakukan dengan metode MKJI 1997 dan simulasi software VISUM. Hasil dari kinerja jaringan jalan kondisi eksisting memiliki tingkat pelayanan jalan E dengan DS rata-rata 0,99 dan kecepatan rata-rata 15,39 km/jam serta kinerja jaringan jalan kondisi Jembatan Paralel Kapuas 1 sudah beroperasi (2024) pada Skenario 1 dan 2 yakni untuk tingkat pelayanan jalan E dengan DS rata-rata 0,91 dan 0,88 serta kecepatan rata-rata 16,33 km/jam dan 16,94 km/jam. Dilakukan solusi penanganan pada skenario 1 dan 2 dengan cara menambah kapasitas pada jalan Imam Bonjol dan Jalan Adisucipto dan Jalan Tanjung Raya II, didapat hasil analisis kinerja jaringan jalan pada Skenario 1 dengan tingkat pelayanan C nilai DS rata-rata 0,69 dan kecepatan rata-rata 20,38 km/jam, sedangkan Skenario 2 tingkat pelayanan jalan C dengan DS rata-rata 0,67 dan kecepatan rata-rata 20,70 km/jam. Dari hasil tersebut didapat skenario dengan tingkat pelayanan terbaik adalah Skenario 2
PENGARUH PENAMBAHAN MATOS SOIL STABILIZER PADA LAPIS FONDASI BADAN JALAN YANG DISTABILISASI MENGGUNAKAN KAPUR TERHADAP SIFAT-SIFAT MEKANIS TANAH
Tanah merupakan bahan dasar yang sangat berpengaruh bagi struktur dan konstruksi, baik itu bangunan maupun konstruksi jalan. Konstruksi jalan memerlukan tanah dasar yang baik agar dapat meletakan komponen perkerasan. Rendahnya daya dukung tanah berpotensi terjadinya keruntuhan konstruksi. Stabilisasi kimiawi yaitu memperbaiki tanah dengan menambahkan bahan-bahan kimia tertentu ke dalam tanah agar memenuhi persyaratan daya dukung tanah. Penggunaan Matos Soil Stabilizer dan Kapur diharapkan dapat memperbaiki parameter daya dukung tanah. Penelitian menggunakan sampel tanah yang berasal dari Desa Peniraman, Kabupaten mempawah. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian terhadap sifat-sifat mekanis tanah yang distabilisasi dengan 4% kapur dan variasi matos yakni 1%, 2%, 4% dan 8% serta dilakukan pemeraman selama 0 hari, 7 hari dan 14 hari. Hasil pengujian didapat bahwa parameter daya dukung tanah setiap komposisi campuran mengalami peningkatan namun belum dapat memenuhi syarat Bina Marga, komposisi campuran dengan parameter tertinggi diperoleh pada komposisi campuran 100% Tanah Asli + 4% Kapur + 8% Matos
PEMANFAATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS POTENSI EROSI DAS SILAT
Silat watershed located in Silat Hulu and Silat Hilir Districts in Kapuas Hulu Regency. As a rainwater catchment area, Silat Watershed has erosion and sedimentation problems. This research conducted to formulate factors that cause erosion to calculate erosion rate and determine class and level of erosion hazard. The study used USLE method by utilizing ArcGIS software to help determine class and level of erosion hazard. Factors that determine erosion include erosivity, erodibility, topography, and vegetation. Silat watershed has an area of 142725.9 hectares. Erosion hazard level is divided into 5 classes. Total erosion in 2000 reached up to 7,174,094.7 tonnes/year with very light erosion concists 49.03% area, light erosion concists 5.04% area, moderate erosion concists 38.07% area, heavy erosion concists 7.74% area. very heavy erosion 0.11% area. Total erosion in 2011 reached 8,045,591.3 tonnes/year with very light erosion concists 45.91% area, light erosion concists 4.92% area, moderate erosion concists 39.27% area, heavy erosion concists 9.73% area. very heavy erosion 0.17% area. Total erosion in 2019 reached up to 9,177,089.694 tonnes/year with very light erosion concists 43.07% area, light erosion concists 4.63% area, moderate erosion concists 39.74% area, heavy erosion concists 12.29% area . very heavy erosion 0.27% area
Validasi Data Curah Hujan Berbasis Satelit TRMM (tropical Rainfall measuring Mission) DAS Landak
Faktor penting dalam pengembangan maupun pengelolan sumber daya air yaitu tersedianya data curah hujan. Ketepatan kualitas data curah hujan meurpaka salah satu faktor pendukung dalam pengebangan dan penbgelolaan sumber daya air pada DAS Landak. untuk mendapatkan data cruah hujan pada DAS Landak ini sangat minim, dikarenakan saat pencatatan data curah hujan tejadi human eror atau kesalahan pada alat.Untuk mengatasi hal tersebut dengan mengandalkan kemajuan teknologi, digunakan data curah hujan berbasis satelit yaitu TRMM yang telah dibedakan dengan data curah hujan observasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyesuaikan data sebagai alternatif data curah hujan DAS Landak. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode validasi data curah hujan satelit dan data curah hujan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dari total grid yang divalidasi, hanya ada beberapa grid yang dapat diuji untuk kalibrasi, validasi dan koreksi. Grid yang disertakan adalah grid 4, 6, 8, 9, 11, 15, 16 dan 17 dengan nilai korelasi terbaik di Stasiun SC-06 Ngabang terhadap Grid 15 percaya korelasi (r) = 0,688 dan RMSE = 144,44 mm. Hasil analisis yang telah lulus uji validasi, data curah hujan dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya air di DAS Landak
RANCANG BANGUN ALAT PEMBANGKIT GELOMBANG AIR TIPE PISTON DAN FLUMETANK SKALA LABORATORIUM
Dalam mempelajari fenomena gelombang laut dapat dilakukan simulasi pembentuk gelombang yang dilakukan dilaboratorium. Maka diperlukan rancang bangun alat Wavetank dan Wavemaker untuk memodelkan gelombang. Dimensi Wavetank 630 x 43 x 150 cm sedangkan Flume berdimensi 630 x 30 x 45 cm. Tipe dari Wavemaker adalah tipe piston dengan menggunakan plat baja dan shaft besi yang digerakkan oleh Stepper Motor 10 Nm. Penelitian menggunakan metode perbandingan rasio tinggi gelombang terhadap pukulan (H/S) dan kedalaman air pada Flume dan nilai angka gelombang (Kph) teori dan eksperimen. Alat yang telah dirancang menghasilkan gelombang campuran relatif lebih panjang. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukan panjang gelombang yang terbentuk oleh Wavemaker tipe piston berkisar 44,7–115 cm pada kedalaman 15-26 cm dengam rata-rata gelombang 78,3 cm.. Hasil dari Flumetank dan Wavemaker tipe piston tersebut belum mencapai nilai sesuai dengan teori yang ada, namun Wavemaker tipe piston cocok digunakan pada eksperimen lanjutan seperti pengujian breakwater atau pembangkit listrik dengan sifat-sifat gelombang. Perlu dilakukan pengembangan Flumetank dan Wavemaker dengan menambahkan dimensi Flume atau menggunakan dayung yang ringan sehingga massa dayung tidak membebani Stepper motor serta menambahkan alat sensor digital