Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
919 research outputs found
Sort by
ANALISIS KINERJA PINTU AIR TERHADAP TINGGI MUKA AIR DI LAHAN PERKEBUNAN DAERAH IRIGASI RAWA (D.I.R) (MEKAR SARI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA)
Lahan Rawa di Kalimantan Barat, khusunya Kabupaten Kubu Raya merupakan area yang potensial untuk berbagai jenis tanaman. Sebagian besar tanaman yang dibudidaya pada daerah ini adalah kelapa sawit. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air, menganalisis kebutuhan air, analisis efektifitas pintu air dan nilai indeks. Metode Mock digunakan sebagai analisis ketersediaan air, hasil nilai koefisien kelapa sawit dan nilai evapotranspirasi untuk mencari kebutuhan air, hidrolika sebagai pengaturan pintu air dan penilaian indikator kerja saluran sebagai analisis indeks pintu. Dari hasil pengolahan data didapat kebutuhan bersih air kelapa sawit maksimum yakni 0,276 l/det.ha bulan Agustus dan kebutuhan air untuk luas lahan 34 hektar adalah 9,381 liter/detik. Hal ini menegaskan bahwa kebutuhan air bersih minimal 0,179 l/dtk.ha pada bulan November. Analisa imbangan air sebagai contoh lahan yang dialiri pintu 1 ketersediaan air tertinggi pada bulan Desember sebesar 58,89 lt/dt serta ketersediaan air terendah bulan September yaitu 21,77 lt/dt. Pengaturan pintu air dapat diatur dengan membuka pintu air sesuai dengan tinggi muka air di bagian hulu pintu air. Jika tinggi air di bagian hulu mencapai 1,40 meter maka pintu air yang harus dibuka hingga ketinggian 0,11 m. Penilaian indeks bangunan pintu air contoh pada pintu air 2 yang berada disaluran SSDM 1 yang memiliki indeks fungsi 51 % dan rekomendasi tindakan yang perlu dilakukan yaitu pemeliharaan berkala.Kata Kunci : Daerah Irigasi Rawa, Kebutuhan Air, Kelapa Sawit, Penilaian Indeks, Pintu Ai
EVALUASI TARIF OJEK ONLINE SEPEDA MOTOR BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK), ABILITY TO PAY (ATP), DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) DI KOTA PONTIANAK
Ojek online sepeda motor merupakan sarana transportasi berbasis aplikasi online, dimana konsumen menggunakan gadget sebagai alat untuk memesan layanan ojek online dan terhubung kepada driver. Di Kota Pontianak terdapat 3 jenis ojek online, yaitu Gojek, Grab, dan Maxim. Gojek, Grab, dan Maxim memiliki tarif yang berbeda, penentuan besaran tarif ojek online sepeda motor dapat dikaji dengan metode Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP), dan Willingness To Pay (WTP). Biaya Operasional Kendaraan (BOK) adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan kendaraan, Ability To Pay (ATP) merupakan kemampuan seseorang untuk membayar jasa pelayanan yang diterimanya, dan Willingness To Pay. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) pada Gojek sebesar Rp. 2.821,87kilometer, pada Grab sebesar Rp. 2.751,70/kilometer, dan pada Maxim sebesar Rp. 2.308,28/kilometer. Berdasarkan Ability To Pay (ATP) pada penumpang Gojek sebesar Rp. 3.413,71/kilometer, pada penumpang Grab sebesar Rp. 3.413,60/kilometer, dan pada penumpang Maxim sebesar Rp. 3.360,08/kilometer. Berdasarkan Willingness To Pay (WTP) pada penumpang Gojek sebesar Rp. 2.557,94/kilometer, pada penumpang Grab sebesar Rp. 2.764,71/kilometer, dan pada penumpang Maxim sebesar Rp. 2.774/kilometer.Kata Kunci : Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Kemampuan Membayar, Kemauan Membayar, Tarif, Ojek Online Sepeda Moto
PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG RUMAH SUSUN TUJUH LANTAI TAHAN GEMPA DI KOTA PONTIANAK
Perancangan pembangunan akomodasi berupa rumah susun harus mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan struktur yang lebih tinggi, sebab rumah dalam konsep gedung ini memiliki peran vital dalam menampung banyak jiwa. Maka dari itu, standariasi yang berlaku menjadi acuan dalam Perancangan Struktur Beton Bertulang Rumah Susun Tujuh Lantai Tahan Gempa di Kota Pontianak. Program analisa struktur digunakan sebagai alat bantu untuk analisa struktur. Terdapat dua jenis ketebalan pelat, untuk pelat lantai digunakan ketebalan 120 mm dan penutup atap dengan ketebalan 100 mm. Penulangan pada pelat lantai 1-7 menggunakan wiremesh M10. Kemudian balok dengan kode B1 (300x550), balok B2 (250x500), balok B3 (400x600), balok B4 (250x300), dan BS (400x800) dengan tulangan D16 dan tulangan Geser D10. Selanjutnya dimensi kolom utama yaitu 500x500 dengan tulangan 12D19. Untuk dimensi kolom lift 400x400 dengan tulangan 10D16. Serta pile cap fondasi tiang pancang P1(2300x2300x750) dan P2(3000x2000x750) dengan menggunakan tulangan lentur D19. Rumah susun ini termasuk dalam Kategori Desain Seismik C dengan sistem struktur pemikul gaya seismik yang digunakan merupakan Sistem Pemikul Momen Menengah (SRPMM)
KAJIAN PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR LOKASI TAMBANG BERDASARKAN KEBIJAKAN SEKTOR TAMBANG (STUDI KASUS DESA SEKITAR PT. ANTAM TBK KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT)
Program pengembangan dan pembangunan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pelaksanaan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat pada kegiatan usaha pertambangan di PT. Antam. Tbk Kabupaten Sanggau Kalimantan yang dilaksanakan di Desa Teraju. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif, dengan melakukan penyebaran kuesioner, kemudian dilakukan uji validitas, dari 31 item soal terdapat 3 item soal yang dinyatakan tidak valid sehingga instrumen yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 28 item. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus cronbach alpha, berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil cronbach alpha 0,943>0,60 sehingga data dinyatakan reliabel. Kuesioner penelitian diisi oleh 83 responden di Desa Teraju Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Uji normalitas kolmogorov smirnov, dari hasil perhitungan diperoleh nilai signifikansi 0,200>0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Dari hasil penelitian yang menunjukan bahwa nilai rata-rata skor jawaban masyarakat yaitu 282 dengan kategori cukup baik (277-287). Bidang kesehatan mendapatkan nilai rata-rata tertinggi sebesar 300 dengan kategori sangat baik (>299), sedangkan bidang pembentukan kelembagaan masyarakat mendapatkan nilai rata-rata terendah sebesar 260 dengan kategori sangat tidak baik (>265).Kata kunci: masyarakat, pemberdayaan, pengembangan, pertambangan
HIDROGRAF BANJIR DAS SAMBAS BESAR
Sungai Sambas Besar mengalir di Kabupaten Sambas berfungsi sebagai jaringan drainase Kabupaten Sambas. Tujuan penelitian ini, yaitu menganalisis debit puncak rancangan dengan metode hidrograf satuan sintetis. Penelitian ini menggunakan data hujan harian maksimum sebanyak 15 tahun. Debit puncak rancangan pada DAS Sambas Besar ditentukan untuk periode ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50 dan 100 tahun dengan menggunakan metode hidrograf satuan sintetis Snyder. Hasil penelitian menunjukkan debit puncak rancangan pada DAS Sambas Besar dengan metode Snyder untuk periode ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50 dan 100 tahun sebesar 686,16 m3/detik, 837,14 m3/detik, 947,83 m3/detik, 1043,25 m3/detik, 1094,51 m3/detik, 1222,31 m3/detik dan 1348,23 m3/detik dengan waktu puncak sebesar 20 jam. Hidrograf pada DAS Sambas Besar di intake jembatan Sungai Sambas Besar menunjukkan aliran mencapai puncak lebih cepat, namun banjir berlangsung lama. Kata Kunci: DAS Sambas Besar, periode ulang, debit rancangan, Snyder
STUDI TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PERTAMBANGAN EMAS RAKYAT DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK
Pertambangan Rakyat di Kecamatan Mandor Kabupaten Landak merupakan salah satu kegiatan pertambangan emas skala kecil yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dengan teknik semprot dan sedot serta pengolahan emas dengan metode amalgamasi. bahaya dan risiko dapat terjadi pada setiap tahapan pekerjaan sehingga perlu dilakukan identifikasi potensi bahaya untuk memperoleh data likehood dan severity kemudian dilakukan pembobotan untuk mentukan rekomendasi pengendalian yang sesuai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assasment, and Risk Control). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung dilokasi penambangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, risiko yang teridentifikasi sebayak 22 potensi bahaya yang mungkin terjadi, tingkat risiko dengan nilai tertinggi pada aktivitas penambangan dan pengolahan emas yaitu, pekerja tertimbun material (high risk) dan keracunan akibat penggunaan merkuri pada proses amalgamasi dan pembakaran amalgam (high risk). Rekomendasi pengendalian risiko berdasarkan hierarki pengendalian meliputi eliminasi, substitusi, teknis, administratif dan alat pelindung diri
PERBANDINGAN HASIL ANALISIS PASANG SURUT MENGGUNAKAN METODE ADMIRALTY DAN LEAST SQUARE DI KECAMATAN PEMANGKAT KABUPATEN SAMBAS
Kecamatan Pemangkat memiliki pelabuhan perikanan Nusantara yang merupakan salah satu pelabuhan perikanan penghasil ikan terbesar di Kalimantan Barat, dari analisis pasang surut dapat memberikan referensi untuk merencanakan pembangunan pelabuhan kedepannya. Penelitian ini menggunakan data pasang surut dari tanggal 19 Mei 2024 sampai 2 Juni 2024 di Kecamatan Pemangkat yang diambil menggunakan pedoman pengukuran pasang surut air laut secara visual dengan papan duga Pd T-26-2004-A selama 24 jam, metode yang digunakan untuk analisis pasang surut yaitu metode Admiralty dan Least Square, dari hasil analisis kedua metode ini selanjutnya dibandingkan dengan kondisi pasang surut aslinya di lapangan. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa elevasi air laut mencapai nilai maksimum setinggi 160 cm pada tanggal 25 Mei 2024 atau 16 Dzulqa’dah 1445, minimum 18 cm pada tanggal 27 Mei 2024 atau 18 Dzulqa’dah 1445 dan rata-rata 0,8443 m dengan nilai MSL dari metode Admiralty dan Least Square masing-masing sebesar 0,8422 m dan 0,8450 cm dengan bilangan formzhal masing-masing sebesar 0,512 dan 0,452 yang menjadikan Kecamatan Pemangkat memiliki pasang surut campuran condong ke harian ganda (mixed semi – diurnal). Kedua metode memiliki amplitudo komponen pasang surut yang hampir sama tetapi ada beberapa amplitudo yang nilainya berbeda sehingga menyebabkan analisa elevasi air pasang surut rencana memiliki perbedaan yang mana elevasi muka air pasang surut rencana yang mendekati dengan data pengamatan adalah metode Least Square dengan error sebesar 8,66. Data rata-rata pasang surut (MSL) dan ketinggian tertinggi pasang (HHWL) dibandingkan dengan data pengamatan mendekati hasil analisis metode Least Square dengan error sebesar masing masing sebesar 0,09%, 1,04%, sedangkan ketinggian surut terendah mendekati dengan hasil analisis Admiralty dengan error sebesar 24,93%Kata Kunci: Admiralty, Kecamatan Pemangkat, Least Square, Pasang Suru
PENGARUH TUTUPAN LAHAN TERHADAP BESARNYA EROSI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) RAYA
DAS Raya memiliki wilayah administrasi 6 kecamatan yaitu Kecamatan Mempawah Hulu, Kecamatan Monterado, Kecataman Samalantan, Kecamatan Singkawang Timur, Kecamatan Singkawang Selatan, dan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Pemanfaatan ruang dan aktivitas penduduk pada lingkungan DAS Raya sangat mempengaruhi kondisi DAS. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, mengakibatkan hutan maupun daerah hijau lainnya menjadi semakin berkurang dan beralih fungsinya menjadi daerah pertanian maupun daerah pertambangan yang berpengaruh terhadap erosi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari tutupan lahan terhadap besarnya erosi yang terjadi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu curah hujan tahun 2013 – 2022, peta wilayah DAS Raya, peta jenis tanah, peta kemiringan lereng, dan peta tataguna lahan yang kemudian diolah secara spasial. Prediksi laju erosi digunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Berdasarkan hasil analisis, tutupan lahan berpengaruh terhadap terjadinya erosi pada DAS Raya. Tutupan lahan yang memiliki vegetasi yang buruk akan menghasilkan erosi yang besar. Sedangkan tutupan lahan yang memiliki vegetasi yang baik akan menghasilkan erosi yang kecil
ANALISIS KERUSAKAN PERMUKAAN JALAN PROVINSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA DAN SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) (STUDI KASUS: JALAN BODOK - MELIAU)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi permukaan ruas jalan, mengetahui nilai konsisi jalan, serta penanganan yang akan di lakukan berdasarkan nilai kondisi jalan. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan survei kondisi jalan menggunakan metode Bina Marga dan Surface Distress Index (SDI). Dua metode tersebut merupakan metode yang menggunakan penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan dengan pengamatan visual dan dapat digunakan sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan. Setelah pengolahan data, maka didapat nilai akhir dari masing – masing metode tersebut, yaitu nilai UP dan SDI yang dapat menunjukkan tingkat kerusakan pada jalan. Penelitian ini dilakukan sejauh 3,1 km di ruas Jalan Bodok-Meliau yang mengalami kerusakan maksimal. Ruas jalan tersebut peneliti bagi menjadi 3 segmen. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa jenis kerusakan, seperti lubang, retak memanjang, retak kulit buaya, dan tambalan. Nilai UP yang didapat pada segmen 1, 2, 3 adalah 12, dan Nilai SDI pada segmen 1, 2 adalah 100 dan untuk segmen 3 adalah 90. Dari hasil tersebut, ditemukan penanganan untuk setiap metode yaitu pemeliharaan rutin untuk metode Bina Marga dan rekonstruksi/peningkatan struktur untuk metode Surface Distress Index (SDI)
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL JALAN JENDRAL SUDIRMAN – JALAN VETERAN – JALAN PAHLAWAN – JALAN K. S TUBUN DI SINGKAWANG DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE VISSIM
Penggunaan sistem persinyalan di simpang adalah salah satu langkah untuk mengurangi kemacetan dan kecelakaan, namun kinerja sistem persinyalan dapat terganggu karena volume kendaraan melebihi kapasitas simpang tersebut. Masalah serupa juga terjadi di simpang antara Jl. Jendral Sudirman, Jl. Veteran, Jl. Pahlawan, dan Jl. K S Tubun di Kota Singkawang pada beberapa waktu tertentu. Pada tahun 2023, tingkat kepadatan lalu lintas (DS) di simpang tersebut melebihi 0,75, dengan tingkat pelayanan pada kategori F. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja simpang tersebut tidak memenuhi standar yang ditetapkan dalam MKJI 1997, yang menetapkan kinerja simpang yang baik yaitu DS < 0,75. Hasil analisis pada tahun 2023 menggunakan Software VISSIM menunjukkan tingkat pelayanan di simpang tersebut LOS D. Namun, untuk tahun 2029 dan 2033, tingkat pelayanan menurun menjadi kategori LOS E. Selanjutnya dilakukan analisis alternatif terhadap permasalah simpang tersebut, terdapat 6 alternatif penyelesaian namun alternatif 5 yaitu dengan pelebaran jalan dan perubahan fase lampu lalu lintas menjadi 2 fase adalah alternatif terbaik untuk permasalahan persimpangan ini. Dengan alternatif 5 tingkat pelayanan simpang pada tahun 2023, 2029, dan 2033 naik menjadi LOS B