Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    919 research outputs found

    PERENCANAAN ANGKUTAN SEKOLAH DI KECAMATAN MENJALIN, KABUPATEN LANDAK

    Full text link
    Tingginya tingkat penggunaan sepeda motor oleh pelajar di bawah usia yang diijinkan di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak menjadi permasalahan transportasi yang berpotensi negatif. Hal ini menjadi salah satu agenda yang diusung oleh DPRD Kabupaten Landak berupa tersedianya pelayanan bus sekolah. Hasil penelitian menunjukan jumlah demand pelajar untuk rencana pelayanan bus sekolah di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak adalah 1,098 pelajar. Direncanakan 2 rute pelayanan bus sekolah, yaitu rute 1 dengan panjang rute 6,9 km melayani zona 6 – zona 5 – zona 4 – zona 3 – SMP Negeri 1 Menjalin – SMK Pahar Menjalin – SMA Negeri 1 Menjalin, sedangkan rute 2 dengan panjang rute 4,2 km melayani zona 1 – zona 2 – SMA Negeri 1 Menjalin – SMK Pahar Menjalin – SMP Negeri 1 Menjalin. Waktu operasi bus sekolah selama 120 menit, shift pagi pukul 05:00 – 07:00 WIB kemudian shift siang pukul 14:00 – 16:00 WIB. Kecepatan bus sekolah direncanakan sebesar 35 km/jam dengan load factor sebesar 100%. Kebutuhan jumlah armada untuk rute 1 berjumlah 17 armada, sedangkan rute 2 berjumlah 3 armada, serta direncanakan 8 titik halte.Kata Kunci: Angkutan Sekolah, Jumlah Armada, Rut

    ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA LENGAN PADA PERSIMPANGAN JALAN AHMAD YANI – JALAN PENDIDIKAN – JALAN SUCITRO (KOTA SAMBAS) DAN ALTERNATIF PENANGANANNYA

    Full text link
    Simpang sering menimbulkan beberapa permasalahan dikarenakan prilaku pengguna jalan, sehingga menimbulkan kemacetan, konflik antar pengguna jalan. Masalah serupa sering terjadi persimpangan pada lengan jalan Ahmad Yani – jalan Pendidikan - jalan Sucitro kota Sambas. Penelitian ini dilakukan dengan metode (PKJI) 2023 dan Software VISSIM . Diperoleh analisis hasil kinerja simpang menggunakan PKJI 2023 kondisi eksisting DJ 0,46 dengan tundaan sebesar 9,98 detik dan tingkat pelayanan LOS B. Sedangkan hasil analisis menggunakan Software VISSIM diperoleh tundaan 12,06 detik dengan tingkat pelayanan LOS B. Hasil proyeksi 5 tahun yang akan datang menggunakan PKJI 2023 diperoleh DJ 0,63 dengan tundaan sebesar 11,42 detik dan tingkat pelayanan LOS B, sedangkan Software VISSIM diperoleh tundaan sebesar 25,96 detik dan tingkat pelayanan LOS D. Analisis kinerja simpang cakupan 10 tahun yang akan datang menggunakan PKJI 2023 diperoleh DJ 0,86 dengan tundaan sebesar 14,79 detik dan tingkat pelayanan LOS B , sedangkan Software VISSIM dengan tundaan sebesar 43,71 detik dan tingkat pelayanan LOS E . Alternatif penanganan yang paling efektif untuk proyeksi 10 tahun yang akan datang menggunakan Software VISSIM adalah dengan penambahan lebar ruas pada ruas jalan Ahmad Yani sebesar 6 m dan memberlakukan waktu larangan lewat kendaraan sedang (KS) pada pukul 06.00 – 18.00 WIB.Kata Kunci: PKJI 2023, Simpang, Software VISSIM

    ANALISIS BLACK SITE PADA LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS JALAN YA' M. SABRAN

    Full text link
    Kota Pontianak memiliki jalan-jalan dengan fungsi jalan arteri primer yang menghubungkan kota Pontianak dengan ibu kota/kabupaten lainnya. Salah satunya yaitu jalan Ya’ M. Sabran sebagai jalan yang mempunyai strategis semestinya dimana jalan tersebut merupakan lokasi jalan nasional yang rawan kecelakaan di kota Pontianak, khususnya di Pontianak Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di daerah rawan kecelakaan (black site), dengan menganalisis kondisi jalan dan kelengkapan fasilitas jalan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan masalah yang ada . Data yang digunakan adalah data kecelakaan selama kurun waktu tujuh tahun mulai dari tahun 2016 – 2022. Dari hasil analisis data menggunakan metode Angka Ekivalen Kecelakaan didapatkan tiga segmen daerah rawan kecelakaan termasuk kategori resiko berbahaya yaitu segmen 4 dengan bobot 106, segmen 2 dengan bobot 98, dan segmen 3 dengan bobot 87. Rekomendasi usulan penanganan pada lokasi rawan kecelakaan antara lain: pengecatan ulang marka jalan, penambahan zebra cross dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas yang sesuai dengan kondisi jalan Ya’ M. Sabran

    ANALISIS KERUSAKAN PERMUKAAN JALAN BATAS KOTA SINGKAWANG - BENGKAYANG DENGAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) DAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI)

    Full text link
    Diantara Kota Bengkayang dan Kota Singkawang terdapat beberapa desa yang menjadikan jalan Batas Kota Singkawang – Bengkayang menjadi akses utama atau satu satunya sebagai jalur transportasi darat. Untuk itu kondisi permukaan jalan raya harus dilakukan pemeliharaan agar selalu dalam kondisi baik. Pada penelitian ini dilakukan analisa kerusakan permukaan jalan pada jalan Batas Kota Singkawang - Bengkayang yang bertujuan untuk menghasilkan nilai kerusakan dan jenis penanganan yang dibutuhkan untuk pemeliharaan jalan tersebut. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pengamatan secara visual dan pengukuran dimensi kerusakan secara langsung di lapangan untuk selanjutnya dilakukan proses pengolahan data menggunakan metode surface distress index (SDI) dan Pavement Condition Index (PCI). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan beberapa jenis kerusakan seperti retak memanjang, retak melintang, tambalan, retak kulit buaya, retak pinggir, dan lubang. Berdasarkan hasil analisa perhitungan bahwa berdasarkan metode SDI, kondisi baik sebesar 90.688 %, kondisi rusak ringan sebesar 8.529 % dan kondisi sedang sebesar 0.783 %. Sedangkan berdasarkan metode PCI, kondisi sempurna sebesar 77.677 %, kondisi sangat baik sebesar 18.307 %, kondisi baik sebesar 1.084 % dan kondisi sedang sebesar 2.932 %

    EVALUASI DAN DESAIN ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZOSS) PADA KAWASAN SEKOLAH DI JALAN RAYA SANGGAU LEDO, KECAMATAN BENGKAYANG

    Full text link
    Zona Selamat Sekolah (ZoSS) merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan siswa sekolah terhadap kendaraan yang melintasi jalan disekitar kawasan sekolah. Ada tiga sekolah yang ditinjau antara lain SD N 2 Bengkayang, SMP N 1 Bengkayang, dan SMA N 1 Bengkayang. Tujuan dari penilitian untuk mengetahui tingkat keselamatan dan pemahaman pengguna jalan di kawasan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada SK. 3236/AJ.403/DRDJ/2006 dan SK.3582/AJ.403/DRJD/2018. Analisis data dilakukan dengan Uji Z. Kuisioner ditujukan pada responden siswa, guru dan masyarakat. Evaluasi ZoSS mengacu pada kondisi eksisting ZoSS pada kawasan sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Desain ZoSS untuk ketiga sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan pada SD N 2 Bengkayang, pengguna jalan tergolong tidak selamat. Pada SMP N 1 Bengkayang, pengguna jalan tergolong tidak selamat. Pada SMA N 1 Bengkayang, pengguna jalan tergolong tidak selamat. Kuisioner menunjukkan bahwa siswa dan masyarakat pemahamannya kurang terkait ZoSS, sedangkan guru pemahamannya tinggi terkait ZoSS. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari ketiga sekolah, SD N 2 Bengkayang, SMA N 1 Bengkayang belum terpasang ZoSS dan SMP N 1 Bengkayang sudah terpasang ZoSS namun dengan fasilitas perlengkapan yang minim dan kondisi yang kurang baik. Desain ZoSS digambar berdasarkan peraturan yang berlaku

    EVALUASI KOLAM PENGENDAPAN UNIT PENCUCIAN BAUKSIT PT. ANUGRAH BORNEO MARUYA PERSADA KABUPATEN KETAPANG, KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    PT. Anugrah Borneo Maruya Persada merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bauksit yang terletak di Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. PT. ABMP memiliki kolam sebanyak 6 buah dimana kolam pengendapan yang ada memiliki umur yang menentukan berapa lama kolam pengendapan akan terisi penuh dengan material tailing. Sehingga diperlukan perawatan rutin berupa pengerukan, dimana penjadwalan dari perawatan diperhitungkan untuk memaksimalkan pengurangan endapan yang ada. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah debit air serta endapan yang masuk ke kolam, mengetahui berapa daya tampung dari kolam dan menentukan waktu perawatan yang dilakukan pada kolam pengendapan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dimana penelitian dilakukan dengan cara pengambilan sampel secara langsung dilapangan untuk menghitung kapasitas kolam, debit total yang masuk ke kolam serta waktu pengerukan kolam pengendapan. Volume kolam yang tersisa yaitu kolam 1 (62.364,885 m3 ), kolam 2 (42.229,014 m3 ), kolam 3 (17.034,996 m3 ), kolam 4 (22.256,588 m3 ), kolam 5 (28.926,4 m3 ) dan kolam 6 (12.414,988 m3 ). Debit total yang masuk sebesar 15.016,826 m3 /hari, total material yang mengendap pada kolam 1 (787,888 m3 /hari), kolam 2 (723,719 m3 /hari), kolam 3 (494,486 m3 /hari), kolam 4 (546,915 m3 /hari), kolam 5 (589,647 m3 /hari) dan kolam 6 (201,071 m3 /hari). Waktu pengerukan yang diperlukan pada kolam 1 (12 hari), kolam 2 (11 hari), kolam 3 (8 hari) dan kolam 4 (8 hari)

    Analisis Karakteristik Kampung Wisata Caping Pontianak Berdasarkan Kondisi Permukiman dan Wisata

    Full text link
    Kampung Wisata Caping merupakan satu diantara objek wisata di Pontianak yang awalnya merupakan permukiman kumuh tepian sungai dengan kondisi yang tidak mendukung pariwisata. Namun, lokasi ini sejak dahulu telah menjadi pusat kreativitas kerajinan caping yang menjadi mata pencaharian utama warga. Oleh karena itu, di tahun 2018 mulai dilakukan program pengembangan kampung kreatif sebagai usaha untuk memperbaiki kawasan. Sejak mulai diperbaiki dan di-branding pada tahun 2019 sebagai kampung wisata, lokasi ini telah dikenal sebagai kawasan permukiman yang menawarkan wisata dengan tema utama kerajinan caping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik Kampung Wisata Caping yang ditinjau dari kondisi permukiman dan wisata. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan variabel permukiman dengan sub-variabel berupa aspek fisik dan non-fisik permukiman dan variabel wisata dengan sub-variabel berupa sejarah, daya tarik dan kegiatan wisata. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa di lokasi ini fungsi bangunan didominasi oleh rumah tinggal, kondisi persampahan yang perlu ditingkatkan hingga kegiatan gotong royong yang masih dilestarikan. Sedangkan pada kondisi wisata, terdapat atraksi wisata seperti main kano, fasilitas lahan parkir hingga aksesibilitas yang mayoritas konstruksinya berupa jalan beton dan aspal

    POLA PENGGUNAAN RUANG KAWASAN TEPIAN SUNGAI KAPUAS DI KOTA PONTIANAK

    Full text link
    Keadaan Kota Pontianak yang dibelah oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak perlu dimanfaatkan sebagai aset pembangunan yang mengedepankan keunikan daerah. Tata guna lahan di kawasan bantaran sungai cenderung tersebar, bangunan-bangunan tersebar secara acak sehingga berdampak pada penurunan kualitas aliran air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pola pemanfaatan ruang pada kawasan Tepian Sungai Kapuas di Kota Pontianak ditinjau dari pemanfaatan kawasan Tepian Sungai Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian adalah penggunaan lahan terdiri dari 4 (empat) penggunaan lahan, yaitu penggunaan lahan permukiman, penggunaan lahan perdagangan dan jasa, penggunaan lahan perkantoran, penggunaan lahan industri, dengan penggunaan lahan permukiman sebanyak 7.827 bangunan, penggunaan lahan perdagangan dan jasa sebanyak 1.576 bangunan, penggunaan lahan industri sebanyak 580 bangunan, dan penggunaan lahan perkantoran sebanyak 89 bangunan

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMILIHAN LOKASI PERDAGANGAN TANAMAN HIAS DI KOTA PONTIANAK

    Full text link
    Perdagangan tanaman hias merupakan sektor perdagangan yang berpotensi di Kota Pontianak. Wilayah penelitian berada di Jalan Parit Demang, Jalan Ampera dan Jalan Harapan Jaya Kota Pontianak. Wilayah tersebut merupakan wilayah konsentrasi perdagangan tanaman hias yang muncul akibat lokasi perdagangan sebelumnya mengalami penataan sehingga diperlukan wilayah baru untuk berjualan kembali. Lokasi perdagangan sebelumnya memiliki  berbagai masalah sehingga mempengaruhi produktivitas pedagang tanaman hias. Perencanaan yang tepat perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya perpindahan lokasi kembali. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk menjadi bahan pertimbangan pedagang tanaman hias dalam memilih lokasi perdagangan tanaman hias yang baru. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan lokasi perdagangan tanaman hias di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode analisis diskriminan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan lokasi perdagangan tanaman hias adalah kondisi jalan, bebas banjir, lalu lintas, jumlah pedagang, lingkungan sekitar dan kepemilikan lahan. Faktor pemilihan lokasi yang paling berpengaruh di Jalan Parit Demang adalah status kepemilikan lahan dan lalu lintas. Faktor yang paling berpengaruh di Jalan Ampera dan Jalan Harapan Jaya adalah lingkungan sekitar dan status kepemilikan lahan

    UJI KARAKTERISTIK AGREGAT KASAR SEBAGAI MATERIAL CAMPURAN BETON DI PT. GILBAL KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

    No full text
    PT. Gilgal Batu Alam Lestari merupakan satuu diantara perusahaan pertambangan dengan komoditas batuan granit yang terletak di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat dengan luas wilayah penambangan 13 ha dan15 ha. Dalam proses pembuatan beton terdapat 2 bahan utama yaitu agregat halus dan agregat kasar. Kualitas dari agregat sangat mempengaruhi kualitas dari beton yang dihasilkan. Pada penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik sifat fisik batuan granit yang ada di PT. Gilbal, dan juga menentukan kelayakkannya sebagai agregat kasar pada campuran beton. Data primer pada penelitian ini berupa pengujian sifat fisik batuan (gradasi, berat jenis, berat volume, keausan, dan kadar air) dan data sakundernya berupa peta IUP dan titik pengambilan sampelnya. Hasil pengujian lab tersebut kemudian dibandingkan terhadap standar ACI. Hasil analisis data yang dilakukan, didapat hasil site 1 dan site 2 untuk gradasi berkisar antara 19,1 mm-1,18 mm, dan berat jenis yang didapat 3,215 kg/L dan 2,629 kg/L, berat volume 1,483 kg/L dan 1,47 kg/L, nilai keausan yang diperolah 22,16% dengan 23,536%, dan nilai kadar air 0,208% dengan 0,34%. Batuan dari kedua site dapat digunakan untuk pembuatan beton normal

    745

    full texts

    919

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇