Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
919 research outputs found
Sort by
Uji Beban Lateral Pada Tiang Spunpile Pada Pembangunan PLTU II Tanjung Gundul
Suatu perencanaan pondasi dikatakan benar apabila beban yang diteruskan oleh pondasi ke tanah tidak melampaui kekuatan tanah yang bersangkutan. Dalam skripsi ini akan dibahas tentang analisa daya dukung tiang spunpile dengan metode lateral loading test. Daya dukung yang akan dipelajari adalah daya dukung lateral pondasi tiang pancang spunpile untuk kondisi tiang tunggal. Dalam penelitian ini akan ditentukan defleksi lateral pondasi tiang pancang spunpile dengan analisis perhitungan menggunakan metode broms. Kemudian mengetahui defleksi lateral pondasi tiang pancang spunpile dari hasil analisis daya dukung tiang uji pembebanan statik (loading test). Dari hasil analisis kemudian membandingkan daya dukung yang didapat terhadap hasil analisis daya dukung tiang uji pembebanan statik (loading test). Lokasi tempat pengujian dalam hal ini akan dilaksanakan di PLTU II Tanjung Gundul Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, lokasi yang akan dilakukan pengujian yaitu Boiler, Turbin, dan Chimney. Penelitian ini juga dapat digolongkan sebagai penelitian studi literatur karena dalam pembahasannya digunakan literatur-literatur yang berisikan teori-teori yang mendukung penelitian dan bahasan tentang analisa daya dukung tiang spunpile dengan metode Broms dan metode lateral loading test yang digunakan pada proyek PLTU II Tanjung Gundul Kalimantan Barat. Pengujian ini dilakukan pada tiga lokasi di proyek pembangunan PLTU 2 x 27,5 MW yaitu Boiler, Turbine, dan Chimney. Berdasarkan hasil analisis metode broms didapat defleksi ijin (yo) pada lokasi Boiler sebesar 0,034 m, dan lokasi Turbine sebesar 0,034 m, nilai defleksi ijin ini didapat ketika pembebanan 200 %, sedangkan untuk lokasi Chimney sudah mengalami keruntuhan sebesar 0,027 m pada pembebanan 75% jadi pada lokasi Chimney dianggap tidak baik. Sedangkan menurut hasil analisis lapangan loading test setelah pembebanan 200% didapat yo pada lokasi Boiler sebesar 0,014 m, lokasi Turbine sebesar 0,019 m, Perbandingan nilai defleksi ijin menggunakan metode Broms dengan loading test terhadap defleksi dari static loading test menghasilkan perkiraan nilai defleksi lateral yang lebih kecil dari kenyataan yang dapat dipikul oleh tiang. Untuk besar perpindahan tiang terjadi pada setiap lokasi berdasarkan hasil analisis metode broms dan loading test, secara keseluruhan perpindahan yang didapat masih dalam toleransi yang wajar terkecuali untuk lokasi Chimney yang mengalami keruntuhan karna faktor sifat fisik tanah yang kurang mendukung. Kata kunci: daya dukung lateral, spunpile, Metode Broms, Lateral Loading Tes
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM MENYEWA ALAT BERAT PADA PEKERJAAN JALAN DENGAN METODE PROSES HIRARKI ANALITIK (PHA)
Keberhasilan dalam sebuah proyek juga ditentukan olehsumber daya peralatan. Keberadaan alat sebagai sarana utama untuk mendukungpelaksanaan proyek juga memegang peranan penting dalam penanganan proyek.Alternatif sewa (leasing) dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan,diantaranya perusahaan tidak perlu mengeluarkan sejumlah modal besar pada tahunpertama, fleksibilitas dari mekanisme sewa dan sebagainya. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui seberapa besar faktor-faktor yang mempengaruhidalampengambilan keputusan untuk menyewa alat berat berdasarkan persepsiparapraktisi yang berwenang, mencari urutan rangking dari tiap faktor serta mencarifaktor utama yang sangat mempengaruhi dalampengambilan keputusan terhadap penyewaan alat berat pada perusahaankonstruksi/kontraktor di Pontianak. Faktor-faktor pada penelitian diperolehdari studi pustaka dan survei pendahuluan yang selanjutnya divalidasi olehresponden yaitu pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan menyewa alatmelalui wawancara dan kuisioner. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah faktoroperasional dengan preferensi 48.0 %, terdiri dari sub kriteria ketersediaan spare part dengan preferensi rata-rata 32.5%, kontuinitas dari masa sewa dan fleksibilitas dari mekanisme sewa denganpreferensi rata-rata 24.2% dan ketersediaan SDM untuk operator & maintancedenga preferensi rata-rata 19.2%. Faktor kedua adalah faktor biaya dengan preferensi 40.6 %, terdiri dari sub kriteria biaya operasional dengan preferensirata-rata 83.3 % dan biaya modal dengan preferensi rata-rata 16.7%. Faktorketiga adalah faktor alat & lingkungan dengan preferensi 11.5 %, terdiri dari sub kriteria sarana & prasarana dengan preferensirata-rata 48.0%, optimalisasi jam kerja alat dengan preferensi rata-rata 40.6%dan nilai alat dengan preferensi rata-rata 11.5%. Dari hasil tersebut didapat faktor utama dari kriteria utama yang sangatmempengaruhi dalam pengambilan keputusan untuk menyewa alat berat adalah faktoroperasional (48.0 %) karena merupakanusaha pengelolaan secara optimal penggunan faktor produksi: tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahanmentah dan faktor produksi lainnya dalam proses tranformasi menjadi berbagaiproduk barang dan jasa.KataKunci: Leasing & Sewa, Pekerjaan Jalan, Faktor Utama
STUDI DAERAH RAWAN KECELAKAAN (DRK) RUAS JALAN SUNGAI PINYUH SIDAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Dalampencegahan kecelakaan, dilakukan penelitianuntuk mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan. Tujuan studi penelitianDaerah Rawan Kecelakaan (DRK) ruas jalan Sungai Pinyuh Sidas ProvinsiKalimantan Barat ini yaitu untuk meningkatkan aspek keselamatan pada lokasi studi.Studi ini menggunakan data sekunder dari instansi kepolisian setempat dan data survey di lapangan. Metode yang digunakan berupa metodedeskriptif kuantitatif, yang menggunakan analisis multi kriteria penetapan prioritas daerah yang paling rawanuntuk menentukan pembobotan dan perangkingan DRKberdasarkan karakteristik lokasi studi. Daristudi ini didapat tujuh lokasi yang direkomendasikan. Lokasi yangdiprioritaskan setelah dirangkingkan yaitu; DRK Tingkat Rendah (total bobot = 0 15); DRK Tingkat Sedang (total bobot = 16 30) meliputi :Jalan Desa Kayu Ara Km. 91+500 Kabupaten Landak, Jalan Desa Kayu Ara Km. 91+920Kabupaten Landak dan Jalan Dusun Betung Pulai Desa Tonang Km. 109+231 KabupatenLandak; DRK Tingkat Tinggi (total bobot = 31 keatas)meliputi : Jalan Seliung Km. 50+960 Kabupaten Pontianak, Jalan Desa LiansipiKm. 89+300 Kabupaten Landak, Jalan Dusun Beres Desa Tonang Km. 117+890Kabupaten Landak dan Jalan Dusun Simpang Paser Desa Sidas Km. 150+400 KabupatenLandak.Rekomendasi studi penelitian ini yaitu Pemerintah harusmemperhatikan faktor keselamatan pengguna jalan dengan memasang rambu-rambulalu lintas dan fasilitas keamanan lainnya di Lokasi studi yang rawankecelakaan.Katakunci : Ruas Jalan, Rawan, Kecelakaa
PERUBAHAN MUKA AIR PADA TANAH GAMBUT AKIBAT PENANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA MEGA TIMUR KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG
Untukmencapai keberhasilan penanaman kelapa pada gambut, selain faktor pemupukan danpembasmian serangga, maka faktor pengaturan tata air menjadi penting. Untukkeperluan tanaman kelapa sawit muka air tanah harus berada didekat dengan zonaperakaran, kelembaban yang tersedia pada tanah harus cukup ideal. Makadiperlukan pengaturan/pengendalian muka air tanah yang sesuai untuk tanamantersebut.Untuk mengetahuinya diperlukan pengamatan tinggi muka air tanah yangterjadi untuk tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan pada tanamankelapa sawit di daerah bergambut Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang KabupatenKubu Raya. Dalampelaksanaan penelitian ini menggunakan data primer berupa : data tinggi muka air tanah di antara saluran dandata tinggi muka air disaluran. Sedangkan data skunder yang digunakan berupadata curah hujan. Dengan menggunakan metode : Schapery, Brakel dan Aliranmuka air tanah.langsung . Dari hasil pengamatan metode di atas akan mendapatkanperbedaan selisih tinggi muka air tanahnya. Perbedaan yang dihasilkan terhadapdata asli lapangan paling besar - 0.09593597 m ( 9,6 cm ), pada metodebrake di titik pengamatan pipa 7,8,9. Perhitungan ini tanpa pengaruh tanamankelapa sawit. Dengan perhitungan pengaruh akibat kelapa sawit ternyata datalapangan mirip dengan perhitungan tersebutSelisih yang terbesar dari ke tiga metode perhitunganterhadap data lapangan dengan metode brakel dan Schapery dikarenakan tidakmemperhitungkan adanya pengaruh tanaman kelapa sawit. Perhitungan yangmemperhitungkan adanya pengaruh kelapa sawit adalah perhitungan aliran airtanah yang mendekati dengan data lapangan.Kata kunci : Aliran Air tanah dilahan gambut, aliran air tanah pengaruh terhadap tanaman kelapa sawi
ANALISA PROSEDUR PELAKSANAAN PADA PROYEK SWAKELOLA
Dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang PengadaanBarang/Jasa Pemerintah pelaksanaan pengadaan barang/jasa dilakukan melaluiSwakelola dan/atau PemilihanPenyedia Barang/Jasa. Pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilakukandengan menggunakan penyedia barang/jasa mempunyai perbedaan dengan pelaksanaanpengadaan barang/jasa pemerintah dengan cara swakelola. Pada penulisan kali iniakan membahas lebih khusus tentang pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintahdengan cara swakelola. Menurut Pasal 26 Ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 54Tahun 2010 yang dimaksud dengan Swakelola adalah Swakelola merupakan kegiatanPengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannyadirencanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri olehK/L/D/I sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintahlain dan/atau kelompok masyarakat. Pelaksanaanpengadaan barang/jasa dengan cara swakelola memiliki prosedur tersendiridalam pelaksanaannya. Prosedur Swakelola meliputi kegiatan perencanaan,pelaksanaan, pengawasan, penyerahan, pelaporan danpertanggungjawaban pekerjaan. Adasinyalemen yang salah kaprah baik di kalangan penegak hukum maupun di kalanganaparatur pemerintah sendiri. Ketika berbicara Perpres No. 54 Tahun 2010 seolah-olah pengadaan tersebut harus dilakukan dengan cara pelelangan,dan kalau tidak dilakukan dengan cara itu penggunaan metoda dimaksud merupakanperbuatan melanggar hukum. Padahal, kalau dicermati secara mendalam substansi Perpres No. 54 Tahun 2010 dimaksud tidak sesederhana itu. Kesalah-kaprahan ini seringkali sangatmerugikan pihak penyelenggara pemerintahan. Terutama bagi mereka yang bertugasdalam pengadaan barang dan jasa bahkan dapat menimbulkan ketakutan yang tidakperlu, yang dapat menghambat jalannya pembangunan di negeri ini. Tidakseperti pada pengadaan barang/jasa pemerintah dengan menggunakan pemilihan PenyediaBarang/Jasa, pasal-pasal pada perundang-undangan yang mengatur tentang Pelaksanaan PengadaanBarang/Jasa Dengan Cara Swakelola sangat terbatas. Keterbatasan Peraturantersebut menimbulkan kesulitan dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa denganCara Swakelola. Para Pengguna Barang/Jasa sering menginterepretasikan ProsedurPelaksanaan Proyek Swakelola menurut versi mereka masing-masing. Mereka hanyamenyusun Acuan Kerja yang dibuat sendiri sebelum memulai suatu Proyek Swakelolayang mereka kelola. Ketidakseragaman dan ketiadaan Juknis ini mengakibatkankerancuan dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dengan Cara Swakelola. Untukmenghindari kerancuan ini sangat diperlukan petunjuk teknis yang bersifat bakuberupa Prosedur Pelaksanaan Proyek Swakelola. Untuk itu, penulis ingin menyusun suatu mekanisme prosedurpelaksanaan proyek swakelola yang dibuat berdasarkan :Analisa ProsedurPelaksanaan Proyek Swakelola dibuat dengan mengacu kepada PeraturanPerundang-undangan yang mengatur pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dengan caraSwakelola.Analisa manajemen yangdigunakan adalah analisa sumber daya yang meliputi : analisa waktu, analisabiaya, analisa tenaga kerja, analisa material dan analisa peralatan.Kata-kata kunci : Swakelola, Analisa Prosedur Pelaksanaan Proyek Swakelola, Analisa Manajeme
STUDI EKSPERIMENTAL PEMAKAIAN HIGH RANGE WATER REDUCING DENGAN SIKAMENT LN TERHADAP BETON MUTU NORMAL MENGGUNAKAN METODE ACI
Dalam pembuatan benda uji metode yang digunakanyaitu metode ACI, dengan menambahkan additive sikamen LN padacampuran beton normal kuat tekan rencana 25 Mpa. Pengecoran menggunakan sikamen LNyang bervariasi (0,6 %, 1,0 %, 1,5 %). Benda uji yang dibuat berbentuk silinder dengan 15cm dan tinggi 30 cm. Pengujian meliputi uji kuat tekan, uji slumpdan uji slump flow. Sebagaiperbandingan dibuat jugasampel beton normal tanpa bahan additive. Total sampel benda ujiadalah 120 buah. Dari hasil penelitian nilaikuat tekan karakteristikbeton normal menggunakan sikament LN yang bervariasi (0,6 %, 1,0 %, 1,5 %) didapat nilai kuattekan karkteristikbeton yaitu : 29,52 MPa, 30,91 Mpa dan 28,08 Mpa, kuat tekan karakteristik betontanpa additive 28,99 Mpa. Nilai slump menggunakan sikament LN yang bervariasi (0,6 %, 1 %, 1,5 %)yaitu : 12,9 cm, 16,05 cm, 24 cmdan tanpa additive 9,75 cm. Nilai slump flow menggunakan sikament LN yang bervariasi (0,6 %, 1 %, 1,5 %)yaitu : 26 cm, 34,5 cm, 46,5 cmdan slump flow tanpa additive sebesar 19 cm. Kata Kunci : Kuat Tekan Beton, Additive, Slump dan SlumpFlo
PENERAPAN TEORI RUN UNTUK MENENTUKAN INDEKS KEKERINGAN DI KECAMATAN ENTIKONG
Kekeringan mempunyaiperanan yang cukup penting dalam perencanaan maupun pengelolaan sumber dayaair. Kekeringan dapat menimbulkan bencana, sehingga perlu ada suatu tindakanatau upaya untuk mengurangi dampak yang ditimbulkannya. Penyebab kekeringanyang umumnya terjadi di wilayah Indonesia adalah rendahnya curah hujan yangterjadi pada suatu daerah. Hujan mempunyai hubungan yang sangat erat dengankondisi muka air pada berbagai sumber air permukaan. Ukuran kekeringan yangberasal dari hujan dapat dijadikan ukuran kekeringan di permukaan dan bawahpermukaan bumi. Oleh karena itu, kekeringan di lokasi studi perlu untuk dikajidan ditelaah agar tidak menjadi bencana yang merugikan seperti beberapa daerahdi Indonesia lainnya. Sehingga perlu diadakan suatu studi dengan output suatubentuk indeks kekeringan yang dapat menunjukkan dan mengklasifikasikan tingkatkekeringan yang terjadi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kekeringan berdasarkan intensitas curahhujan yang ada di Kecamatan Entikong yang meliputi jumlah bulan kering (durasikekeringan) dan jumlah kekeringan (total hujan minimum), serta memberikanstrategi perencanaan penanganan kekeringan berdasarkan hasil analisis yangdilakukan
EARNED VALUE ANALYSIS TERHADAP BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI
Perencanaan dan pengendalian biaya dan waktu merupakan bagian dari manajemen proyekkonstruksi secara keseluruhan. Selain penilaian dari segi kualitas, prestasi suatu proyek dapatpula dinilai dari segi biaya dan waktu. Di lapangan, pelaksanaan kegiatan proyek sering tidaksesuai dengan perencanaan awal, sehingga banyak terjadi penyimpangan, baik biaya maupunwaktu. Jika hal ini terjadi, maka harus segera diadakan pengendalian agar penyimpangan yangterjadi dapat segera diatasi dan proyek selesai tepat waktu serta tidak lebih dari budget. Dengandemikian, dibutuhkan suatu sistem yang mampu mengintegrasikan antara informasi biaya danwaktu. Menggunakan konsep Earned Value merupakan salah satu analisa yang digunakandalam pengelolaan proyek yang dapat mengintegrasikan biaya dan waktu. Earned Value inimerupakan metode yang dikembangkan untuk membuat estimasi atau proyeksi keadaan proyekdi masa depan.Kata Kunci : biaya, jadwal, analisa nilai hasil (Earned Value Analysis)
STUDI PENANGGULANGAN BANJIR KABUPATEN SAMBAS KAL-BAR ( STUDI KASUS KECAMATAN SELAKAU )
Bencana banjir belakangan ini sering melanda kota-kota di Indonesia yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar, dalam kaitan ini termasuk juga di Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas, kondisi ini terjadi pada tahun 2002 selama hampir dua minggu. Peristiwa banjir besar 20 tahun terakhir di Desa Kecamatan Selakau terjadi pada tahun 1991, tahun 1993, tahun 1996, tahun 2000, tahun 2002, tahun 2006 dan tahun 2008. Berdasarkan hasil analisa kapasitas tampung maksimum sungai Selakau ini tidak dapat menampung debit banjir maksimum. Hal ini dapat dilihat pada grafik antara Q saluran dan Q akibat air pasang disertai Q akibat hujan yang cukup tinggi. Sepanjang kawasan Sungai Selakauini sebagian mengalami genangan saat terjadi pasang tinggi disertai curah hujan maksimum harian dengan periode 10 tahun, penampang yang ada sekarang sudah tidak dapat menampung lagi maka sebaiknya penampang yang ada sekarang di lakukan normalisasi pada alur sungai selaka