Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
919 research outputs found
Sort by
PERHITUNGAN SUMBER DAYA EMAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTING (IDW) PADA LOKASI USULAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT DI DESA SUNGAI MELAYU, KECAM¬ATAN SUNGAI MELAYU RAYAK, KABUPATEN KETAPANG, KALIMANTAN BARAT.
Pada wilayah usulan pertambangan rakyat yang berada di Kecamatan Sungai Melayu Rayak terdapat kegiatan penambangan emas tanpa mengetahui jumlah estimasi sumber daya emas yang dimiliki pada wilayah penambangan. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan kegiatan eksplorasi untuk menghitung volume suber daya emas dan mendapatkan luas sebaran emasnya. Tujuan dari penelitian adalah untuk melakukan perhitungan volume sumber daya emas dan mengetahui sebaran emas pada lokasi penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dalam pengambilan data berdasarkan kondisi lokasi penelitian, kondisi topogafi, geologi lokal, sebaran dan ketebalan pasir emas yang diambil pada 17 titik penambangan terbuka serta konsentrat pasir emas hasil pendulangan pada lokasi penelitian. Perhitungan sumber daya emas dilakukan dengan metode Inverse Distance Weighting (IDW) dimana dalam metode tersebut akan terbentuk 15 titik taksiran IDW yang berasal dari 17 titik pengamatan sebagai data pendukung dalam penentuan titik taksiran IDW, Hasil yang diperoleh adalah ketebalan endapan pasir emas pada titik IDW dengan rata – rata 7,62 m dan sebaran pasir emas sebesar 647,78 hektar serta rata – rata kadar sebesar 0,0171 g/m³. Volume sumber daya emas pada usulan wilayah pertambangan rakyat sebesar 1,55 ton
FAKTOR SUHU TERHADAP PERUBAHAN TINGGI MUKA AIR TANAH
Perubahan tinggi muka air tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya suhu udara. Penelitian ini berlokasi di lahan rawa pasang surut di Jalan Parit Berkat, Desa Punggur Besar dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap perubahan tinggi muka air tanah. Data primer yang diambil berupa tinggi muka air tanah dan suhu udara. Tinggi muka air tanah di lokasi penelitian berkisar antara 11 – 58 cm dan suhu terhadap perubahan tinggi muka air tanah, hal ini ditunjukan dengan tinggi muka air tanah rata-rata ketika suhu minimum sebesar 0,303 m dan tinggi muka air tanah rata-rata ketika suhu maksimum sebesar 0,372 m
KAJIAN TEKNIS PENJADWALAN PEMELIHARAAN KOLAM PENGENDAPAN (TAILING POND) PT. MEKKO METAL MINING KABUPATEN LANDAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT
PT. Mekko Metal Mining (PT.MMM) adalah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan, khususnya bauksit. Sesuai dengan Permen ESDM no.25 tahun 2018, perusahaan tambang wajib untuk melakukan peningkatan kadar bauksit yang akan dijual melalui proses pencucian. Untuk mendukung hal tersebut PT.MMM membangun washing plant sebagai sarana pencucian dan membuat tailing pond sebagai sarana sumber air serta pengelolaan limbah. Untuk meminimalisir pendangkalan pada kolam pengendapan dilakukan maintenance pada kolam pengendapan. Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan penjadwalan pemeliharaan pada tiap-tiap kolam pengendapan serta menghitung biaya operasional perawatan kolam pengendapan.Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah Metode Analisis Kuantitatif. Tahapan awal dimulai dengan inventarisasi data primer dan sekunder. pengolahan data yang diperlukan adalah Perhitungan Curah Hujan Rencana, Perhitungan Intensitas Curah Hujan, Perhitungan Debit Air Limpasan, Perhitungan Debit Air Hujan, Perhitungan Persen Solid, Perhitungan Kecepatan Pergerakan Partikel Tailing, Perhitungan Kecepatan Pengendapan, Perhitungan Persentase Pengendapan, Volume Total Pengendapan, Perhitungan Produktivitas Alat Gali, Perhitungan Waktu dan Biaya Pemeliharaan KolamKolam dilakukan pengerukan pada saat volume kolam terisi setengah didapat waktu perawatan kolam pengendapan pada kolam 1 adalah setiap 641 hari, kolam 2 setiap 1729 hari, kolam 3 setiap 4027 hari, kolam 4 setiap 4999 hari, kolam 5 setiap 5000 hari. Waktu pengerukan apabila menggunakan 1 Long Arm membutuhkan waktu untuk kolam 1 selama 33,5 jam, kolam 2 selama 73,5 jam, kolam 3 selama 44,4 jam, kolam 4 selama 38 jam, kolam 5 selama 48 jam.Untuk biaya operasional kolam 1 Rp.17.001,250, kolam 2 Rp.36.692,250, kolam 3 Rp.22.533,000, kolam 4 Rp.19.285,000, kolam 5 Rp.24.360,000
EVALUASI TRASE RENCANA JALUR TOL PONTIANAK-SINGKAWANG DENGAN PENDEKATAN TRANSPORT GIS
Pemerintah merencanakan akan membangun jalan tol pertama di Provinsi Kalimantan Barat yang menghubungkan Pontianak dengan Pelabuhan Kijing, Kab. Mempawah, Kota Singkawang hingga Kab. Sambas. Pembangunan jalan tol harusnya memprioritaskan keamanan, kenyamanan untuk pengguna tol dan diharapkan bisa memangkas waktu tempuh perjalanan. Sehingga dibutuhkan pemilihan trase yang efisien dari segi biaya pembangunan maupun manfaat penggunaannya dengan memperhatikan faktor-faktor seperti topografi, geologi, tata guna lahan dan aspek lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi masing-masing trase yang telah ditentukan dengan menggunakan metode pendekatan ArcGis dan Skoring serta memberikan rekomendasi trase alternatif jalan tol Pontianak – Singkawang dengan menggunakan pendekatan analisis Sistem Informasi Geografis dan analisis Skoring dalam mengevaluasi Trase Pembangunan Jalan Tol Pontianak - Singkawang, juga dilakukan Teknik overlay terhadap peta-peta variabel syarat kesesuaian lahan jalan tol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terpilihnya trase terbaik pada semua indikator yaitu trase alternatif 2 (dua) untuk jalur tol Pontianak-Sungai Pinyuh, trase alternatif 3 (tiga) untuk jalur tol Sungai Pinyuh-Mempawah, trase alternatif 1 (satu) untuk jalur tol Mempawah-Kijing, dan trase alternatif 2 (dua) untuk jalur tol Kijing-Singkawang
ANALISIS TINGKAT KEDATANGAN DAN TINGKAT PELAYANAN KENDARAAN DI SPBU ADI SUCIPTO PONTIANAK
SPBU 64.781.01 Adi Sucipto terletak di Jalan Raya Adi Sucipto menarik untuk dikaji mengingat lokasi tersebut terletak didaerah yang padat dan strategis. Keberadaan SPBU Adi Sucipto mengakibatkan terjadinya pembedaan jenis kendaraan yang akan mengisi bahan bakar seperti kendaraan angkutan berat, kendaraan umum dan pribadi, maupun sepeda motor. Kendaraan-kendaraan yang akan mengisi bahan bakar ini memicu adanya tingkat kedatangan dan tingkat pelayanan pada SPBU itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas kinerja pada tiap pompa di SPBU Adi Sucipto. Analisis dispilin antrian FIFO (First-In-Fisrt-Out) menyatakan tidak terjadi antrian yang signifikan pada tiap pompa pengisian bahan bakar dengan intensitas kinerja (ρ) < 1 yaitu 0,778 untuk pompa (A kiri), 0,559 untuk pompa (A kanan), 0,352 untuk pompa (B Kiri), 0,648 untuk pompa (C kiri), dan 0,567 untuk pompa (C kanan). Pada pompa (A kanan) diperlukan penertiban jenis kendaraan dengan server pelayanan yang ada, agar dapat meminimalisir tingkat kedatangan pada pompa (A kiri) yang bila diamati memiliki tingkat kedatangan terbesar diantara pompa lainnya.Kata kunci : Intensitas (ρ), Teori Antrian, Tingkat Kedatangan (λ), Tingkat Pelayanan (μ)
ANALISIS DEBIT BULANAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) RAYA
Indonesia termasuk ke dalam negara dengan pengertian ciri-ciri dan daerah sebaran iklim tropis dan hanya memiliki dua musim saja sepanjang tahun, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Wilayah ekuatorial memungkinkan adanya penguapan dalam jumlah besar. Maka dari itu, tidak heran jika hujan tetap turun ketika musim kemarau berlangsung. DAS Raya memiliki luas 344.301 km2 yang terbentang dengan Kabupaten Sambas sampai Kabupaten Bengkayang yang meliputi banyak statsiun hujan yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit bulanan,menganalisis karakteristik kekeringan dan mengetahui persebaran kekeringan pada Das Raya. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu curah hujan, peta DAS, data iklim. Debit bulanan dianalisis menggunakan metode Mock. Nilai debit bulanan di DAS Raya selalu tidak merata tiap bulannya, nilai terendah sering terjadi pada bulan Maret, tetapi untuk nilai rata-rata selama 16 tahun terakhir nilai curah hujan lebih tinggi dari pada nilai keringnya, Hal ini menunjukkan bahwa di DAS Raya lebih dominan terhadap basah
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL EMPAT LENGAN MENGGUNKAN METODE PKJI 2023 DAN SOFTWARE VISSIM (STUDI KASUS : JL. BRIGJEND KATAMSO - JL. D.I PANJAITAN - JL. LETJEND S. PARMAN - JL. KARYA TANI KOTA KETAPANG)
Simpang bersinyal empat lengan Jalan Brigjend Katamso – Jalan D.I. Panjaitan – Jalan Letjend. S. Parman – Jalan Karya Tani merupakan simpang yang padat dan banyak dilalui oleh kendaraan, karenanya diperlukan pengevaluasian kinerja persimpangan. Pengevaluasian ini menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan software VISSIM. Pada kondisi eksisting tahun 2023 menggunakan metode PKJI 2023 didapat derajat kejenuhan 1,00 dengan tingakat pelayanan LOS F. Sedangkan pada software VISSIM diperoleh tingkat pelayanan LOS F. Selanjutnya dilakukan 8 alternatif dengan alternatif terbaik adalah alternatif 8 yaitu perubahan dari simpang bersinyal menjadi bundaran dan pelebaran semua ruas jalan pada semua lengan simpang. Pada kondisi eksisting dengan alternatif 8 menggunakan metode PKJI 2023 didapat derajat kejenuhan yaitu 0,65 dengan tingkat pelayanan yaitu LOS B. Sedangkan software VISSIM didapat tingkat pelayanan yaitu LOS A. Pada kondisi proyeksi 5 tahun dengan alternatif 8 menggunakan software VISSIM didapat tingkat pelayanan yaitu LOS B. Pada kondisi proyeksi 10 tahun dengan alternatif 8 menggunakan software VISSIM didapat tingkat pelayanan yaitu LOS B
PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG TUJUH LANTAI MAL PELAYANAN PUBLIK DENGAN SRPMB DI KABUPATEN SAMBAS
Perubahan zaman dan pengetahuan mengakibatkan peraturan mengenai ketentuan dalam konstruksi bangunan ikut direvisi. Hal ini dapat dibuktikan dengan peraturan baru, yaitu Kabupaten Sambas masuk kategori zona gempa ringan dalam SNI 1726:2019. Oleh karena itu, semua gedung yang dibangun di Kabupaten Sambas harus dirancang dengan parameter gaya gempa sebagai antisipasi apabila gempa terjadi. Hal ini bertujuan dampak yang dihasilkan tidak menyebabkan kerugian yang besar. Dengan demikian, perancangan bangunan dilakukan pada Gedung Tujuh Lantai Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Sambas. Struktur atas gedung berupa pelat lantai, balok, dan kolom. Sementara itu, struktur bawah gedung berupa fondasi. Analisis struktur menggunakan ETABS. Dalam hal ini, analisis struktur sesuai dengan dimensi struktur yang dirancang, yaitu pelat lantai dengan tebal 12 cm, balok induk B1 40/80, balok anak B2 35/70, dan kolom K1 60/60. Gedung Tujuh Lantai Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Sambas masuk KDS A. Dengan demikian, sistem struktur pemikul gaya seismik yang digunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB).Kata kunci: analisis struktur, balok, fondasi, kolom, pelat lanta
EVALUASI KINERJA LALU LINTAS SIMPANG BERSINYAL EMPAT LENGAN PADA PERSIMPANGAN JL. ALIANYANG - JL. YOS SUDARSO KOTA SINGKAWANG MENGGUNAKAN SOFTWARE VISSIM
Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja simpang pada kondisi eksisting dan proyeksi 5 tahun dan proyeksi 10 tahun pada persimpangan tersebut dan memberikan alternatif penanganan akibat dampak yang ditimbulkan pada persimpangan. Pada penelitian ini dilakukan analisis kinerja simpang dengan menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan software VISSIM dengan didapat jam puncak pada hari sabtu, 26 agustus 2023 pukul 17.00 - 18.00 WIB. Pada kondisi eksisting metode PKJI 2023 diperoleh derajat kejenuhan yaitu 1,16 dan tundaan yaitu 85,57 detik dengan tingkat pelayanan yaitu LOS F. Sedangkan software VISSIM diperoleh tundaan yaitu 53,18 detik dengan tingkat pelayanan yaitu LOS D. Pada kondisi eksisting dengan alternatif penanganan terbaik menggunakan metode PKJI 2023 diperoleh derajat kejenuhan tertinggi yaitu 0,50 dan tundaan yaitu 7,81 detik dengan tingkat pelayanan yaitu LOS B. Sedangkan software VISSIM diperoleh tundaan yaitu 7,45 detik dengan tingkat pelayanan yaitu LOS A. Pada kondisi proyeksi 5 tahun dengan alternatif penanganan terbaik menggunakan software VISSIM diperoleh tundaan yaitu 8,60 detik dengan tingkat pelayanan yaitu LOS A. Pada kondisi proyeksi 10 tahun dengan alternatif penanganan terbaik menggunakan software VISSIM diperoleh tundaan yaitu 10,06 detik dengan tingkat pelayanan yaitu LOS B.Kata kunci: Level Of Service, PKJI 2023, Simpang Bersinyal, Software VISSIM, Tundaa
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK OBJEK WISATA ALAM DI PULAU LEMUKUTAN KECAMATAN SUNGAI RAYA KEPULAUAN KABUPATEN BENGKAYANG
Pulau Lemukutan merupakan salah satu objek wisata yang sangat potensial yang berada di Desa Wisata Pulau Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Permasalahan pada objek wisata ini yaitu kurangnya informasi lokasi wisata, aksesibilitas penunjang yang kurang memadai, sarana dan prasarana yang belum lengkap, jaringan listrik dan telekomunikasi yang terbatas serta masih kurangnya pengelolaan. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi karakteristik Objek Wisata Alam Pulau Lemukutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berfungsi untuk memberikan gambaran terhadap obyek yang diteliti berdasarkan 3 aspek yaitu atraksi, aksesibilitas dan amenitas. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pulau Lemukutan memiliki beragam atraksi seperti pemandangan sunset, sunrise, ikan-ikan hias, terumbu karang, rumput laut, tambak mutiara, dapat melakukan snorkeling, diving, kano, memancing, jet ski, jalan pinggir pulau dengan pemandangan alam dan aktifitas masyarakat. Sarana prasarana terdapat fasilitas air bersih, toilet, tempat makan, tempat ibadah, serta penginapan. Namun terdapat masalah kurangnya sarana pendukung transportasi penyeberangan baik dari sisi dukungan sarana pelayanan dan informasi maupun volume pergerakan transportasi menuju daerah destinasi wisata.Kata kunci:karakteristik, Pulau Lemukutan, wisata ala